Anda di halaman 1dari 12

PERAWATAN GENERATOR SET

I. PENGERTIAN
Genset. Merupakan singkatan dari Generator Set. Sebuah alat
yang merupakan kombinasi dari Mesin dan Generator pembangkit
listrik yang biasa disebut GENO. Genset bisa menggunakan
bermacam macam mesin sesuai kebutuhan. Baik mesin bensin,
mesin diesel, mesin gas, maupun mesin turbin. Pada hakikatnya,
sebuah mesin digunakan untuk memutar sebuah generator
pembangkit yang terbuat dari sekumpulan kawat tembaga. Hasil
putaran tersebut menghasilkan medan magnet yang apabila
diputar terus menerus dalam suatu kecepatan yang konstan dan
berkelanjutan akan menghasilkan arus listrik.
Dalam bahasa teknis, sebuah genset adalah sebuah mesin
modern yang mengkonversi energi mekanikal menjadi energi
elektrikal dengan memanfaatan induksi medan magnet elektrik.
Mesin genset seperti disebutkan diatas menggunakan berbagai
macam mesin. Diantaranya:
1. Mesin Bensin. Umumnya Genset yang menggunakan mesin
bensin memiliki kapasitas daya yang rendah. Dan biasanya
dibatasi menghsilkan daya maksimal hingga 10Kw / 10,000Watt.
Biasanya menggunakan mesin 1silinder segaris dengan 1busi dan
memilik bentuk yang portable sehingga bisa dibawa kemana
mana.

2. Mesin Diesel. Mesin diesel sebagai mesin pembangkit listrik


sangat umum dijumpai dimana mana. Aplikasi mesin diesel yang
digunakan sebagai mesin genset memiliki rentang daya yang
luas. Mulai dari kapasitas output 5Kw / 5,000 Watt hingga 2MW /
2,000,000 Watt ! Mesin diesel yang digunakan sebagai mesin
pembangkit semacam ini memilik beragam spesifikasi teknis dan
pengembangan. Jumlah silindernya mulai dari 2 silinder hingga
16silinder! Baik memiliki konfigurasi segaris, boxer maupun V-
Type.

3. Mesin Gas. Sesuai namanya, mesin gas menggunakan bahan


bakar gas sebagai sumber daya konsumsinya. Mesin gas
merupakan hasil pemikiran manusia modern yang menyadari
bahwa ketersediaan bahan bakar minyak bumi di seluruh dunia
sudah semakin menipis. Sehingga untuk itu diperlukan alternatif
pengganti bahan bakar, yaitu GAS! Gas yang digunakan
merupakan hasil olahan dari gas bumi. Baik yang diolah menjadi
LPG / Liquid Petroleum Gas, maupun CNG / Compressed Natural
Gas. Genset dengan mesin gas sudah banyak diaplikasikan baik
sebagai genset rumah tangga yang menggunakan bahan bakar
LPG sehingga mudah didapat. Maupun genset untuk industri yang
menggunakan CNG. Untuk bisa mendapatkan fasilitas CNG,
pengguna harus membangun sebuah infrastruktur pipa gas yang
mendistribusikan gas tersebut sebagai sumber bahan bakarnya.
Investasinya tidak murah. Namun untuk pemakaian jangka
panjang diatas 10 tahun, alternatif ini perlu dipertimbangkan.
4. Mesin Turbin. Genset yang menggunakan mesin turbin sudah
bisa dikategorikan sebagai power generator. Umumnya memiliki
kapasitas diatas 2MW / 2,000,000Watt. Sebuah Genset bermesin
turbin sanggup menerangi sebuah kota kecil. Untuk menghidupi
sebuah metropolitan diperlukan gabungan beberapa turbin.
Sebuah turbin dibangun dengan perhitungan yang cermat serta
disesuaikan dengan kondisi dan keadaan sekitarnya. Untuk itu
kita sering mendengar tentang turbin air, turbin angin, turbin uap
dan lain lain. Turbin angin, tentunya menggunakan tenaga angin
untuk memutar mesin. Sekarang kita paham kenapa di belanda
banyak ditemukan kincir angin. Kincir angin yang banyak itu
masing masing digunakan untuk memutar mesin. Hasil
putarannya disalurkan ke sebuah turbin yang memutar geno
untuk menghasilkan listrik. Turbin air memanfaatkan arus air yang
deras untuk memutar sebuah turbin yang menghasilkan putaran
untuk geno. Ujung ujungnya geno tersebut kembali menghasilkan
listrik. Begitu juga dengan turbin turbin lainnya.
Bahan bakar untuk mesin juga terdiri dari macam2 type yaitu
Solar, bensin, gas dll. Pengoperasian genset ini pun juga terdiri
dari berbagai cara ada yang menggunakan tuas ( manual
starting ) ,Electric start ( semi auto ) dan Full Auto.
II. PERAWATAN
Pada saat ini PLN sudah men-supply listrik yang dapat diandalkan
untuk jutaan rumah dan bisnis. Namun, masalah mati listrik masih
terjadi secara berulang karena badai, banjir, gempa, atau
kegagalan peralatan utama pada instalasi PLN. Pemadaman demi
pemadaman kerap terjadi, bahkan pada daerah tertentu semakin
sering dalam intensitas yang cukup lama bisa berhari2.

Memiliki sistem genset standby yang dirancang dengan baik dan


terpelihara dengan baik adalah perlindungan terbaik terhadap
pemadaman listrik. Sistem genset dipelihara secara teratur untuk
memastikan beroperasi dengan baik bila diperlukan. Ketika
genset mengalami kegagalan operasi, itu biasanya karena
prosedur perawatan yang salah atau kelalaian perawatan.
Bahkan, tiga penyebab genset gagal untuk starting adalah :

Tombol start dalam posisi OFF bukan AUTO.

Aki untuk starting mati, atau kekurangan masa charging.

Filter bahan bakar tersumbat karena bahan bakar lama atau


terkontaminasi kotoran dan zat2 lain.

Semua masalah umum ini dapat diantisipasi dengan perawatan


genset rutin dilakukan oleh teknisi terlatih. Pemilik Genset dapat
memilih opsi kontrak maintenance ke supplier genset dengan
alasan kemudahan, terutama yang memiliki genset pada banyak
lokasi dan kekurangan SDM maintenance genset.

Berikut ini adalah daftar dari prosedur perawatan yang perlu


dilakukan secara teratur. Selain pemeriksaan ini, melaksanakan
pemeriksaan daya dengan load secara mingguan atau bulanan
bisa memastikan bahwa genset dan sistem kontrol dan
mentransfer switch beroperasi seperti yang dirancang.

1. Pemeliharaan preventif
Karena daya tahan mesin solar yang tergolong tinggi, pada
umumnya pemeliharaan preventif hanya terdiri dari :

Pemeriksaan umum

Pemeliharaan system pelumasan

Pemeliharaan sistem pendingin

Pemeliharaan Sistem bahan bakar


Pemeliharaan Aki starting

Pemanasan mesin

Adalah keharusan untuk membuat jadwal pemeliharaan / layanan


berbasis pada aplikasi daya spesifik dan tingkat kondisi
lingkungan operasi genset. Sebagai contoh, jika genset akan
sering digunakan atau mengalami kondisi operasional yang
ekstrim, interval servis yang direkomendasikan harus
dipersingkat. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan
perawatan harus dilakukan lebih sering meliputi :

Genset digunakan secara berkesinambungan sebagai daya


utama (Prime Power).

Suhu lingkungan yang ekstrim.

Paparan cuaca

Paparan air garam

Paparan debu, pasir, atau partikel udara lainnya

Jika genset beroperasi pada kondisi operasional yang ekstrim


seperti itu, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan supplier
genset untuk menentukan jadwal & cara perawatan yang tepat.
Cara terbaik untuk melacak interval perawatan adalah dengan
menggunakan running-time meter pada genset untuk menjaga
keakuratan log dari semua perawatan yang dilakukan. Log ini juga
akan menjadi penting untuk dukungan garansi. Tabel berikut
menunjukkan jadwal pemeliharaan khusus untuk genset.
2. Pemeriksaan Umum
Ketika genset menyala (running), operator harus waspada pada
masalah mekanik yang dapat menciptakan kondisi tidak aman
atau berbahaya. Berikut ini adalah beberapa bagian yang harus
diperiksa secara teratur untuk mempertahankan operasi yang
aman dan handal.

Sistem pembuangan: Dalam keadaan genset running, periksa


seluruh sistem pembuangan, termasuk exhaust manifold, muffler,
dan pipa knalpot. Periksa kebocoran di semua koneksi, las,
gasket, dan join dan pastikan bahwa di sekitar pipa knalpot
tidak pemanasan berlebihan. Segera perbaiki jika ada kebocoran.
Periksa asap yang berlebihan pada awal starting genset : Hal ini
dapat menunjukkan masalah kinerja dan kualitas udara yang
mungkin membutuhkan perhatian segera.

Sistem bahan bakar : Dalam keadaan genset running, periksa


jalur pasokan bahan bakar, jalur balik, filter, dan keretakan atau
lecet pada fitting2. Pastikan jalur2 bahan bakar tidak bergesekan
dengan apapun yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi.
Segera perbaiki kebocoran atau gubah jalur bahan bakar untuk
menghindari kerusakan genset.

Sistem listrik DC (Aki) : Periksa terminal pada baterai starting


untuk memastikan koneksi yang bersih dan kencang. Koneksi
longgar atau berkarat menyebabkan resistensi, yang dapat
menghambat starting genset.

Mesin : Pantau level cairan, tekanan oli, dan suhu radiator


secara berkala. Jika terjadi masalah pada mesin biasanya ada
peringatan dini. Melihat dan mendengarkan perubahan performa
mesin, suara, atau penampakan akan menunjukkan bahwa genset
perlu perbaikan. Waspada jika terjadi kegagalan pembakaran
(misfires), getaran, asap knalpot yang berlebihan, penurunan
kekuatan, atau peningkatan konsumsi oli atau bahan bakar.

Sistem control : Periksa sistem kontrol secara teratur, dan


pastikan itu adalah log data yg benar selama pemanasan mesin.
Pastikan untuk mengembalikan sistem kontrol kembali ke normal
automatic standby (AUTO) saat pengujian dan pemeliharaan
selesai (jika menggunakan ATS).

3. Perawatan pada sistem pelumasan


Periksa level oli mesin saat mesin dimatikan pada interval yang
ditentukan dalam tabel. Untuk pembacaan yang akurat pada
dipstick mesin, mematikan mesin dan menunggu sekitar 10
menit. Tujuannya untuk memastikan oli di bagian atas mesin
mengalir kembali ke dalam bak mesin. Ikuti rekomendasi
produsen mesin untuk klasifikasi API oli dan viskositas oli. Jaga
level oli sedekat mungkin dengan full tanda pada dipstick
dengan menambahkan oli dengan kualitas & merk yang sama.
Jangan mencampur dengan merk oli lain.

Ganti oli dan filter pada interval yang direkomendasikan dalam


Tabel. Periksa pada manual book mesin untuk prosedur
pengurasan oli dan penggantian filter oli. Oli dan filter bekas
harus dibuang dengan benar untuk menghindari kerusakan
lingkungan.

4. Perawatan Pada System Pendingin


Periksa level cairan pendingin (coolant) dalam keadaan mesin
tidak menyala, pada interval yang ditentukan dalam Tabel.
Lepaskan tutup radiator setelah mesin didinginkan terlebih
dahulu, dan jika perlu tambahkan pendingin sampai tingkat
sekitar 3/4 inch bawah seal tutup radiator. Mesin solar
memerlukan campuran coolant & air yang seimbang, antibeku,
dan aditif pendingin. Gunakan jenis cairan pendingin (coolant)
yang direkomendasikan oleh produsen mesin (pada manual
book).

Periksa bagian luar radiator apakah ada kerusakan, dan bersihkan


semua kotoran atau benda asing dengan sikat lembut atau kain.
Lakukan dengan hati2 untuk menghindari kerusakan sirip2
pendingin(radiator fin). Jika tersedia, gunakan kompresi udara
tekanan rendah atau aliran air ke arah yang berlawanan dari
aliran udara normal radiator untuk membersihkan radiator.

5. Perawatan Sistem Bahan Bakar


Kualitas bahan bakar solar akan turun dan akan rusak dari waktu
ke waktu, dan salah satu alasan untuk pemanasan mesin rutin
adalah memakai habis bahan bakar yg tersimpan pada tanki
sebelum rusak. Selain perawatan sistem bahan bakar yang
direkomendasikan oleh produsen mesin, filter bahan bakar harus
dikeringkan pada interval yang ditunjukkan dalam Tabel. Uap air
terakumulasi dan mengembun di tangki bahan bakar juga harus
secara berkala dikeringkan dari tangki bersama dengan
sedimen2nya. Pertumbuhan bakteri dalam bahan bakar solar bisa
menjadi masalah di iklim tropis Indonesia. Konsultasikan dengan
produsen genset atau dealer untuk rekomendasi penyimpanan
bahan bakar. Pemanasan mesin harus dilakukan rutin, dan jika
bahan bakar tidak digunakan dalam waktu tiga sampai 6 bulan
maka harus diisi ulang.

Pipa2 dan selang system pendingin harus diperiksa secara teratur


untuk mengetahui kebocoran, lubang, retak, atau koneksi longgar.
Kencangkan klem selang yang kendor. Selain itu, periksa sistem
pendingin terhadap kotoran2 dan puing-puing yang mungkin
menghalangi kerja sirip pendingin. Periksa retak, lubang, atau
kerusakan lainnya.

Komponen air-intake untuk mesin harus diperiksa pada interval


yang ditunjukkan dalam Tabel. Frekuensi pembersihan atau
mengganti elemen saringan udara ditentukan oleh kondisi di
mana genset beroperasi. Pembersih udara biasanya berisi
cartridge kertas elemen filter yang dapat dibersihkan dan
digunakan kembali jika tidak rusak.

6. Perawatan Baterai Starting


Baterai mulai lemah atau undercharged adalah penyebab umum
dari kegagalan genset standby. Bahkan ketika terus terisi penuh
dan dirawatpun, baterai lead-acid (timbal-asam) akan mengalami
penurunan kualitas dan mengalami kerusakan dari waktu ke
waktu dan harus diganti kira-kira setiap 24 sampai 36 bulan
apalagi jika tidak di-charging dengan teratur. NiCad adalah jenis
baterai lead-acid yang tidak terlalu membutuhkan perawatan
berkala, biasanya digunakan dalam aplikasi mission-critical (misi
kritis). Namun, NiCad juga seiring waktu akan mengalami
kerusakan dan perlu diuji secara teratur dengan beban (load).
Lihat Tabel untuk interval pemeriksaan yang direkomendasikan
untuk baterai lead-acid dan sistem charger nya.

Pengujian Baterai : Pemeriksaan tegangan output saja dari


baterai tidak menjamin kemampuan baterai bisa memberikan
kekuatan start yang memadai. Dengan bertambahnya usia
baterai, resistensi internalnya terhadap aliran arus akan naik, dan
satu-satunya ukuran yang akurat dari tegangan terminal harus
dilakukan dengan load. Pada beberapa genset, uji diagnostik ini
dilakukan secara otomatis setiap kali genset starting. Atau ada
yang menggunakan baterai load tester untuk memverifikasi
kondisi setiap baterai starting.

Pembersihan Baterai : Jaga kebersihan baterai dengan cara


menyeka dengan kain lembab ketika kotoran muncul berlebihan.
Jika terjadi korosi sekitar terminal, lepaskan kabel baterai dan cuci
terminal dengan larutan baking soda (soda ash) dan air ( lb
baking soda untuk 1 liter air). Hati-hati jangan sampai larutan
tersebut masuk ke sel-sel baterai karena akan menetralkan zat
asam pada baterai, dan kemudian siram baterai dengan air bersih
ketika selesai. Setelah mengganti konektor, lapisi terminal &
konektor dengan lilin tipis untuk mencegah korosi dikemudian
hari.

Memeriksa berat jenis : Dalam baterai lead acid cell terbuka,


gunakan hidrometer baterai untuk memeriksa berat jenis
elektrolit dalam setiap sel baterai. Sebuah baterai yang terisi
penuh akan memiliki berat jenis 1.260. Charge baterai jika berat
jenis di bawah 1,215.
Memeriksa tingkat elektrolit : Dalam baterai lead acid cell
terbuka, periksa tingkat elektrolit setidaknya setiap 200 jam
operasi. Jika rendah, isi sel baterai ke bagian bawah leher pengisi
dengan air suling (distilled water).

7. Pemanasan Genset
Genset yang standby dalam jangka waktu panjang harus mampu
starting dengan dari starting dalam keadaan dingin ke operasi full
dalam hitungan detik. Hal ini dapat menimbulkan beban yang
berat pada bagian-bagian mesin. Namun, pemanasan secara
teratur membuat bagian-bagian mesin yang dilumasi, mencegah
oksidasi pada kontak listrik, menggunakan bahan bakar sebelum
bahan bakar rusak (berubah sifat), dan secara umum, membantu
memberikan starting mesin yang handal. Pemanasan genset
setidaknya sebulan sekali selama minimal 30 menit. Di-load tidak
kurang dari sepertiga dari net power genset sesuai yang tertera
pada nameplate-nya. Periode operasi tanpa load harus
diminimalisir karena bahan bakar yang tidak terbakar cenderung
terakumulasi dalam sistem pembuangan. Bila mungkin, ujilah
system genset dengan load yang sebenarnya dalam rangka untuk
menguji transfer switch otomatis dan memverifikasi kinerja dalam
kondisi nyata. Jika menghubungkan ke load real tidak nyaman
untuk pengujian, bisa menggunakan load bank setidaknya
sepertiga dari net power genset sesuai yang tertera pada
nameplate-nya. Pastikan untuk mengembalikan kontrol genset
pada kondisi AUTO pada akhir proses pemanasan genset (pada
sistem dengan ATS).

8. Backup Plan
Pemeliharaan preventif untuk genset mesin solar memainkan
peran penting dalam memaksimalkan keandalan sistem standby
dan mengurangi risiko kerugian keuangan dan fungsi2 fasilitas
emergency (safety untuk keselamatan dan penyelamatan
manusia) terkait dengan mati listrik. Kerugian finansial akibat
pemadaman listrik pada data center mengakibatkan banyak
sekali kerugian, baik finansial maupun kerugian2 lainnya.
Pemeliharaan preventif juga meminimalkan kebutuhan untuk
perbaikan dan mengurangi biaya operasional genset tersebut.
Dengan mengikuti prosedur perawatan mesin diesel umumnya
sesuai rekomendasi produsen mesin (manual book), maka sistem
standby power dipastikan akan bekerja dengan baik dan men-
supply kebutuhan daya sesuai yang dibutuhkan.