Anda di halaman 1dari 9

Akuntansi Yayasan dan Universitas

Akuntansi Yayasan

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP YAYASAN


Pengertian yayasan adalah sebuah badan hukum yang bergerak dalam bidang sosial,
kemanusiaan dan keagamaan. Yayasan memiliki kekayaan tersendiri dari berbagai macam
sumber. Yayasan ini sifatnya tidak memiliki anggota. Dilihat dari tujuannya, yayasan tidak
mencari profit atau keuntungan. Yayasan selanjutnya memiliki kewenangan untuk mendirikan
sebuah atau beberapa buah badan usaha sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki oleh
yayasan.
Yayasan dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan dalam berbagai macam bentuk
dan tujuan. Yayasan tersebut secara khusus berada pada bidang kerja yang menjadi usahanya.
Meskipun non-profit, yayasan dapat memperoleh income dari badan usaha yang didirikan.
Income ini bertujuan untuk menghidupi operasional yayasan dan badan usaha yang ada
dibawahnya, bukan untuk memperkaya diri si pemilik yayasan. Yayasan akan memiliki
banyak keuntungan seiring dengan banyaknya badan usaha yang didirikan. Badan usaha
tersebut adalah modal hidup nyata sebuah yayasan.
Menurut UU No. 16 Tahun 2001, sebagai dasar hukum positif yayasan, pengertian
yayasan adalah badan hukum yang kekayaannya terdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan
diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
Yayasan dapat melakukan kegiatan usaha untuk menunjang pencapaian maksud dan tujuan
dengan cara mendirikan badan usaha atau ikut serta dalam suatu badan usaha.
Yayasan berbeda dengan perkumpulan karena perkumpulan pengertian yang lebih luas, yaitu
meliputi suatu persekutuan, koperasi, dan perkumpulan saling menanggung. Selanjutnya,
perkumpulan terbagi atas 2 jenis, yaitu:
1) Perkumpulan yang berbentuk badan hukum, seperti PT, Koperasi, dan perkumpulan
saling menanggung.
2) Perkumpulan yang tidak berbentuk badan hukum, seperti persekutuan perdata, CV, dan
Firma.
Dilain pihak, yayasan merupakan bagian dari perkumpulan yang berbentuk badan
hukum dengan pengertian yang dinyatakan dalam pasal 1 Butir 1 UU No 16 Tahun 2001
tentang yayasan, yaitu suatu badan hukum yang kekayaannya terdiri dari kekayaan yang
dipisahkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan
dengan tidak mempunyai anggota.
Yayasan sebagai suatu Badan Hukum mmpu dan berhak serta berwewenang untuk melakukan
tindakan-tindakan perdata. Pada dasarnya, keberadaan badan hukum yayasan bersifat
permanen, yaitu hanya dapat dibubarkan melalui persetujuan para pendiri atau anggotanya.
Yayasan hanya dapat dibubarkan jika segala ketentuan dan persyaratan dalam anggaran
dasarnya telah dipenuhi. Hal terebut sama kedudukannya dengan perkumpuln yang berbentuk
badan hukum, dimana subjek hukum yang dapat melakukan perbuatan hukum dan,yang
menyandang hak dan kewajiban, dapat digugat maupun menggugat di pengadilan.

Hak dan kewaiban yang dimiliki oleh yayasan dan perkumpulan yang berbentuk Badan
Hukum adalah sama, yaitu sebagai berikut:
a. Hak: berhak untuk mengajukan gugatan
b. Kewajiban: wajib mendaftarkan perkumpulan atau yayasan kepada instansi yang
berwenang untuk mendapatkan status badan hukum

SIFAT DAN KARAKTERISTIK YAYASAN


A. Tujuan Yayasan
Setiap organisasi, termasuk yayasan, memiliki tujuan yang spesifik dan unik yang
dapat bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Tujuan yang bersifat kuantitatif mencakup
pencapaian laba maksimum, penguasaan pangsa pasar, pertumbuhan organisasi, dan
produktifitas. Sementara tujuan kwalitatif dapat di sebutkan sebagai efensiensi dan
efektivitas organisasi, manajemen organisasi yang tangguh, moral karyawan yang tinggi,
reputasi organisasi, stabilitas pelyanan kepada masyarakat, dn citra perusahaan.Tujuan itu
sendiri adalah suatu hasil akhir, titik akhir, atau segala sesuatu yang akan dicapai. Setiap
tujuan kegiatan disebut sebagai sasaran atau target. Beberapa penulis membedakkan arti
tujuan dan sasaran dimana tujuan mempunyai pengertian yang lebih luas, sedangkan sasaran
adalah lebih khusus.
B. Visi
Visi merupakan pandangan kedepan dimana suatu organisasi akan diarahkan. Dengan
mmpunyai visi, yayasan dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif,
serta produktif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan
yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan suatu yayasan.
C. Misi
Misi adalah sesuatu yang diemban atau dilaksanakan oleh suatu yayasan sebagai
penjabaran atau visi yang telah ditetapkan. Dengan pernyataan misi, seluruh unsur yayasan
dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui serta mengenal keberadaan dan peran
yayasannya.Misi harus jelas dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Misi juga terkait
dengan kewenangan yang dimiliki oleh yayasan berdasarkan peraturan perundangan atau
kemampuan penguasaan teknologi sesuai strategi yang dipilih.
D. Sumber Pembiayaan/Kekayaan
Sumber pembiayaan yayasan berasal dari sejumlah kekayaan yang dipisahkan dalam
bentuk uang atau barang. Selain itu, yayasan juga memperoleh sumbangan atau bantuan yang
tidak mengikat seperti berupa:
a. Wakaf,
b. Hibah,
c. Hibah Wasiat,
d. Perolehan lain yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar yayasan atau peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

E. Pola Pertanggungjawaban
Dalam yayasan, pengelolah bertanggung jawab pada kepada Pembina yang
disampaikan dalam Rapat Pembina yang diadakan setahun sekali. Pola pertanggung jawaban
diyayasan bersifat vertical dan horizontal. Pertanggung jawaban vertical adalah
pertanggungjawaban atas pengelolaan dana pada otoritas yang lebih tinggi, seperti
pertanggungjawaban yayasan kepada Pembina. Sedangkan pertanggungjawaban horizontal
adalah pertanggungjawaban ke masyrakat luas. Kedua jenis pertanggungjawaban sector
public tersebut mmerupakan elemen penting dari proses akuntabilitas public
Pertanggungjawaban manajemen merupakan bagian terpenting bagi kredibilitas
manajemen di yayasan. Tidak terpenuhinya prinsip pertanggungjawaban tersebut dapat
menimbulkan implikasi yang luas.
F. Struktur Organisasi Yayasan
Struktur organisasi yayasan merupakan turunan dari fungsi, strategi, dan tujuan
organisasi. Sementara itu, tipologi pemimpin, termasuk pilihan dan orientasi organisasi,
sangat berpengaruh terhadap pilihan struktur birokrasi pada yayasan.
Menurut Undang-undang No. 16 Tahun 2001, yayasan mempunyai organ yang terdiri
dari Pembina, pengurus, dan pengawas. Pembina adalah organ yayasan yang mempunyai
kewenangan yang tidak di serahkan kepada pengurus atau pengawas oleh Undang-undang
tersebut atau Anggaran Dasar. Pengurusadalah organ yayasan yang melaksanakan
kepengurusan yayasan, dan pihak yang dapat diangkat menjadi pengurus adalah individu
yang mampu melakukan perbuatan hukum. Sedangkan Pengawas adalah organ yayasan yang
bertugas melakukan pengawasan serta member nasihat kepada pengurus dalam menjalankan
yayasan.
G. Karakteristik Anggaran
Anggaran merupakan artikulasi dari hasil perumusan strategi dan perencanaan
strategik yang telah dibuat. Dalam bentuk yang paling sederhana, anggaran merupakan suatu
dokumen yang menggambarakan kondisi keuangan yayasan yag meliputi informasi mengenai
pendapatan, belanja, dan aktivitas
H. Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi merupkan prinsip akuntansi yang menentukan kapan transaksi
keuangan harus diakui untuk tujuan pelaporan keuangan. Sistem akuntansi ini berhubungan
dengan waktu pengukuran dilakukkan dan pada umumnya, bisa dipilih menjadi sistem
akuntansi berbasis kas dan berbasis aktual.
Pada sebuah yayasan, penekanan diberikan pada penyediaan biaya data yang disajikan
dalam bentuk laporan keuangan yang menggunakan sistem akuntansi berbasis aktual yaitu
akuntansi pendapatan dan biaya.

KEDUDUKAN HUKUM YAYASAN

A. Kedudukan Hukum Yayasan dalam Sistem Hukum Indonesia


Yayasan adalah suatu entitas hukum yang keberadaannya dalam lalu lintas hukum di
Indonesia sudah diakui oleh masyarakat berdasarkan realita hukum positif yang hidup dan
berkembang dalam masyarakat Indonesia. Kecenderungan masyarakat memilih bentuk
yayasan disebabkan karena:
a) Proses pendiriannya sederhana;
b) Tanpa memerlukan pengesahan dari pemerintah;
c) Persepsi masyarakat bahwa yayasan bukan merupakan subjek pajak
Bedasarkan UU No. 16 Tahun 2001, yayasan telah diakui sebagai badan hukum privat
di manan subjek mandiri terlepas dari kedudukan subjek hukum para pendiri dari
pengurusnya. Sebagai subjek hukum mandiri, yayasan dapt menyandang hak dan kewajiban,
menjadi debitor maupun kreditor dan melakukan hubungan hukum apapun dengan pihak
ketiga. Legalisasi badan hukum menurut UU Yayasan adalah saat akta pendiriannya, yang di
buat dihadapan notaries, disahkan oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan dan HAM.
Kekayaan yayasan sebagian berasal dari bantuan Negara, bantuan luar negri dan sumbangan
dari masyarakat.

B. Yayasan sebagai Entitas hukum prifat


Yayasan yang diberikan oleh swasta atau perorangan, menurut UU yayasan, harus
didirikan dengan akta Notaris. Kekayaannya di pisahkan dari milik para pendiri atau
pengurus yayasan yang bersangkutan. Akta notaris tersebut harus didaftarkan di kantor
kepaniteraan pengadilan negeri setempat.
Banyak yayasan didirikan dengan tujuan yang berbeda dan menyimpang dari tujuan
semula, yaitu sebagai usaha yang menguntungkan seperti sebuah perusahaan yang melakukan
lalu lintas dagang. Unsur-unsur menjalankan perusahaan, seperti dokumen perusahaan,
mempunyai izin usaha, dikenai pajak, menggaji pengurus, memperhitungkan atau
menghitung untung rugi lalu mencatatnya dalam pembukuan adalah ciri-ciri suatu kegiatan
yang berbentuk hukum perusahaan. Tanda-tanda yayasan mulai menyimpang dari tujuan
semula, yang secara nyata, dituangkan dalam anggaran dasar suatu yayasan.
Dalam anggaran dasar diatur beberapa hal seperti keanggotaan yayasan yang abadi
dimana pendiri mempunyai kekuasaan mutlak dan abadi bahkan kedudukannya dapat
diwariskan. Yayasan tersebut bergerak dalam bidang pendidikan. Pendiri berasumsi bahwa
keuntungan yang diperoleh suatu saat akan dikendalikan. Oleh karena itu, untuk
mengamankan kedudukannya, di dalam anggaran dasar, kedudukan pendiri di atur sebagai
abadi, dapat diwariskan, dan mempunyai hak veto.
Dengan keluarnya UU yayasan, eksistensi dan landasan yuridis Yayasan sebagai
entitas hukum privat tidak perlu dipermasahkan lagi atau tidak perlu diragukan. Yayasan pada
hakikatnya dalah kekayaan yang dipisahkan dan diberi sattus badan hukum. Sebagai subyek
hukum, organ yayasan difungsikan dengan sebutan pembina, pengawas, dan pengurus.
Analog dengan hukum PT, kedudukan dewan pembina itu sama dengan RUPS (rapat umum
pemegang saham). Pengawas sama dengan komisaris, dan pengurus sama dengan direksi.
Dengan demikian, yayasan pada hakikatnya adalah:
1. Harta kekayaan yang dipisahkan
2. Harta kekayaan tersebut diberi badan hkum
3. Keberadaanny untuk tujuan tertentu di bidang sosial, manusia dan keagamaan
Yayasan ditempatkan pada kedudukan yuridis sebagai badan hukum yang berfungsi
sosial, idiil, dan keagamaan. Yayasan boleh menggunakan kegiatan usaha, boleh mempunyai
sisa hasil usaha, tetapi tidak boleh profit orientet sudah seperti halnya PT. Sisa hasil usaha
belum ada, tetapi tidak boleh dibagi kepada organ yayasan. Yayasan mendirikan badan usaha,
misalnya PT, dengan modal usaha maksiamal 25% dari seluruh aset.

Yayasan harus membuat laporan keuangan, diamana laporan keuangan itu harus diperiksa
oleh akuntan pubik untuk yayasan yang memilik aset seniali Rp. 20 milyar lebih dan yang
mendapat bantuan senilai Rp. 500 juta ke atas. Laporan keuangan tersebut harus diumumkan
dan tembusannya harus disampaikan kepada Menteri.

PENGEMBANGAN ORGANISASI YAYASAN


Pada dasarnya, yayasan merupakan suatu organisasi sehingga pendekatan yang
digunakan dalam pengembangannya juga tidak jauh berbeda dengan pendekatan yang
digunaka dalam pengembangan organisasi pada umumnya.
Pengembangan yayasan adalah suatu usaha jangka panjang untuk memperbaiki
proses-proses pemecahan masalah dan pembaharuan organisasi, terutama melalui manajemen
budaya organisasi yang lebih efektif dan kolaboratif dengan teanan khusus pada budaya tim
kerja formal dengan bantuan pengantar perubahan, katalisator, dan penggunaan teori serta
teknologi ilmiah keperilakuan terapan termasuk riset kegiatan.
Melaui proses pembaharuan, para pengelolah yayasan menyesuaikan gaya dan tujuan
pemecahan masalah untk memenuhi berbagai permintaan perubahan lingkungan yayasan.
Jadi, salah satu tujuan pengembangan yayasan adalah untuk memperbaiki proses pembaharua
itu sendiri, sehingga para pengelolah dapat lebih cepat mengambil gaya manajemen yang
sesuai dengan msalah-masalah baru yang dihadapi
Riset kegiatan merupakan metode perubahan organisasi dalam menjalankan aspek-aspek
yayasan yang perlu diperbaiki. Kegiatan riset meliputi:
Diagnosis pendahuluan terhadap masalah pengantar perubahan pengembangan yayasan,
1. Pengumpulan data untuk mendukung diagnosis,
2. Umpan balik datar kepada para anggota pengelola,
3. Eksplorasi data oleh para anggota pengelola,
4. Perencanaan kegiatan yang tepat,
5. Pengambilan kegiatan yang tepat.
Teknik-teknik Pengembangan Yayasan
Teknik pengembangan organisasi dapat diguanakan untuk memperbaiki efektifitas
perseorangan, hubungan pekerjaan antara 2 atau 3i ndividu, pemfungsian kelompok-
kelompok, hubungan antara kelompok atau efektifitas yayasan secara keseluruhan. Teknik
yang digunakan untuk kelompok sasaran yaitu:
a. Pengembangan organisasi untuk perseorangan
b. Pengembangan organisasi untuk dua atau tiga orang
c. Pengembangan organisasi untuk tim atau kelompok
d. Pengembangan organisasi untuk hubungan antar kelompok
e. Pengembangan organisasi untuk organisasi keseluruhan

Grid OD (Grid Organizational Development)


Salah satu teknik pengembangan organisasi yaitu Grid OD didasarkan atas kisi
manajerial dari Robert Blake dan Jane Mouton. Kini manajerial mengidentifikasika berbagai
kombinasi produksi dan karyawan, agar perhatian terhadap variabel tersebut meningkat
dalam Grid OD pengantar perubahan mempergunakan daftar pertanyaan untuk menentukan
gaya pada manajer atau pengelola sekarang, membantu mereka untuk menguji kembali
gayanya, dan bekerja menuju efektivitas.
Metode Pengembangan Organisasi OCA (Organizational Capacity Assessment)
Salah satu metode pengembanganorganisasi yang lain adalah Penjajakan kapasitas
organisasi. OCA merupakan metode pengembangan organisasi sejak dari menyusun
perangkap, melakukan penjajakan, hingga menyusun rencana pengembangan organisasi serta
pelaksanaan rencana pengembangan dan evaluasi atas pelaksanaan rencana tersebut. Seluruh
tahapan itu dilakukan oleh seluruh bagian yang ada dalam organisasi atau secara representatif
mewakili seluruh bagian yang ada. Prinsip oca adalah partisipatif dalam seluruh proses
pelaksnaan OCA serta kerahasiaan atas proses dan hasil OCA.

Akuntansi Universitas

Akuntansi universitas adalah proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan
pelaporan informasi ekonomi universitas yang berguna dalam penilaian dan pengambilan
keputusan mengenai usaha atau kegiatan universitas. Kegiatan akuntansi universitas meliputi
pengidentifikasian dan pengukuran data yang relevan untuk suatu pengambilan keputusan,
pemrosesan data yang bersangkutan kemudian pelaporan informasi yang dihasilkan, dan
pengkomunikasian informasi kepada pemakai laporan.
Dalam peraturannya, universitas dikelompokkan nenjadi dua yaitu:
1. Universitas yang dikelola pihak swasta (Private University). Dalam hal ini
pelaksanaan akuntansinya dilaksanakan berdasr standar akuntansi yang
dikembangkan oleh Financial Accounting Standards Board FASB (Dewan Standar
Akuntansi Keuangan) khususnya dalam pernyataan (FASB Statement) No. 117 tentang
Laporan Keuangan untuk Organisasi Nirlaba.
2. Universitas yang dikelola Pihak Pemerintah (Public University). Dalam hal ini
pelaksanaan akuntansinya dilaksanakan berdasar standar akuntansi yang
dikembangkan oleh Govermental Accounting Standars Board GASB (Dewan
Standar Akuntansi Pemerintahan) khusunya dalam pernyataan (GASB Statement)
khusunya dalam pernyataan (GASB Statement) No. 15 tentang Model Pelaporan
Keuangan untuk Universitas.
2.6 Struktur dana Universitas
Struktur dana untuk universitas terdiri atas :
1. Dana Lancar (Currents Funds)
2. Dana Pinjaman (Loan Funds)
3. Dana Abadi ( Endowment Funds)
4. Dana Anuitas dan Pensiun (Anuity and Life Income Funds)
5. Dana Pembangunan (Plants Funds)
Dana Lancar (Current Funds) adalah dana yang didirikan oleh universitas untuk mengelola
kekayaan atau sumber daya (resource) yang akan digunakan dalam rangka membiayai
kegiatan opresional sehari-hari. Current Funds ini dibagi menjadi dua, yaitu dan yang
penggunaannya tidak ada batasan (unrestriced current funds)dan dana yang penggunaannya
terbatsa pada tujuan tertentu (restriced current funds)
Dana Pinjaman (Loan Funds) dana yang didirikan untuk mengumpulkan dana-dana yang
akan digunakan untuk memberikan pinjaman baik kepada pegawai unversitas maupun pihak-
pihak lain yang terkait dengan universitas.
Dana Abadi (Endowment Funds) adalah dana yang dikumpulkan dan kemudain dikelola oleh
universitas tidak untuk penggunaan jangka pendek. Dana ini diabadikan kemudian dikelola
untuk bentuk investasi yang hasilnya (return) bisa dimanfaatkan untuk penggunaan jangka
pendek.
Dana Anuitas dan Pensiun (Annuity and Life Income Funds) adalam semacam dan pensiun
yang dikelola universitas, sedangkan Dana Pembangunan (Plant Funds) adalah dana yang
dikumpulkan dengan tujuan penggunana nberupa pembangunann gedung, fasilitas, dan aktiva
tetap lainnya.
Akuntansi dana untk universitas erupa dengan akuntansi dana untuk unit-unit pemerintah.
Keduanya mencatat pendapatan dan belanja untuk masing-masing dana, dan juga
menggunakan sistem beban pemesanan (encumbrances) untuk mencatat pesanan pembelian
yang dilakukan, memiliki transaksi dan transfer antardana, sertta menyajikan neraca serta
laporan opresi untuk periode berjalan.
Akan tetapi, terdapat perbedaan di antara keduanya dala mhal dana yang diterima. Akuntansi
dana untuk universitas harus memisahkan antara dana terikat (restricted funds) dan dan tidak
terikat (unrestricted funds). Pembatasan (restriction) yang dimaksuda berasal dari pihak
eksternal universitas. Pihak manajemen unversitas juga dapat menyisihkan uang untuk tujuan
tertentu. Namun, manajemen tidka boleh membatasi penggunaan suatu dana. Sehiangga
ketika istilah pembatsan diguanakn daam akuntansi dana untuk universitas, hal itu mengacu
pada pembatsan dari pihak eksternal universitas atas penggunaan suatu dana, ukan mengacu
pada penyisihan dan secara eksternal.
Tiga laporan keuangan yang harus dibuat oleh suatu universitas, yaitu:
1. Laporan pendapatan, belanja, dan beban lainnya (statement of current funds revenues,
expenditures, and other changes)
2. Laporan perubahan saldo dana (statements of changes in funds balances)
3. Laporan kombinasi (combined balanced sheet)
Siklus Akuntansi Universitas
Menurut Indra Bastian (2007), siklus akuntansi di universitas dan lembaga pendidikan
tinggi lainnya dapt dikelompokkan dalam tiga tahap, yaitu:
1. Tahap Pencatatan
a. Kegiatan identifikasi dan pengukuran ke dalam bukti transaksi dan bukti pencatatan
b. Kegiatan pencatatan bukti transaksi ke dalam buku harian atau jurnal
c. Memindahbukukan atau posting dari jurnal berdasarkan kelompok atau jenisnya
berdasarkan akun buku besar
2. Tahap Pengikhtisaran
a. Penyusunan neraca saldo berdaasarkan akun-akun buku besar
b. Pembuatan ayat jurnal penyesuaian
c. Pembuatan ayat jurnal penutup
d. Pembuatan neraca saldo setelah penutupan
e. Pembuatan ayat jurnal pembalik
3. Tahap Pelaporan
a. Laporan laba rugi
b. Laporan arus kas
c. Laporan posisi keuangan
d. Catatan atas laporan keuangan
Laporan Keuangan Universitas
1. Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode laporan
2. Laporan aktivitas untuk suatu periode pelaporan
3. Laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan
4. Catatan atas laporan keuangan

Sumber:
Bastian, Indra. 2007. Akuntansi Yayasan dan Lembaga Publik. PSAP. Erlangga; Jakarta
Bastian,Indra. 2006. Akuntansi Pendidikan. Jogjakarta: Erlangga.