Anda di halaman 1dari 26

AUDITING

2017
Perencanaan Audit-Merespon Risiko

Comptronic Co. Identifying


Inherent Risk and Control
Risk Factors

DIBUAT OLEH :
1. HIRFANTO SALIM
2. LEONARD SETIAWAN
PERENCANAAN AUDIT DAN PROSEDUR ANALITIS
PENDIDIKAN PROFESI AKU
Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors
16/01/2017
Perencanaan Audit
Standar auditing yang berlaku umum pertama untuk pekerjaan lapangan mengharuskan
perencanaan yang memadai. Auditor harus merencanakan pekerjaan secara memadai dan jika
digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Hal itu sesuai dengan standar
auditing yang berlaku umum pertama untuk pekerjaan lapangan.
Ada tiga alasan utama mengapa auditor harus merencanakan penugasan yang tepat, yaitu :
1. Untuk memungkinkan auditor mendapatkan bukti yang tepat dan mencukupi pada situasi
yang dihadapi.
2. Membantu menjaga biaya audit tetap wajar
3. Menghindari kesalahpahaman dengan klien
Delapan bagian utama dari perencanaan audit atau perencanaan audit dan perancangan
pendekatan audit, yaitu :
1. Menerima klien dan melakukan perencanaan audit awal
2. Memahami bisnis dan industri klien
3. Menilai risiko bisnis klien
4. Melaksanakan prosedur analitis pendahuluan
5. Menetapkan materialitas dan menilai risiko audit yang dapat diterima dan risiko inheren
6. Memahami pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian
7. Mengumpulkan informasi untuk menilai risiko kecurangan
8. Mengembangkan perencanaan audit dan program audit secara keseluruhan
Sebelum memulai pembahasan materi, akan diperkenalkan dua istilah risiko, yaitu :
1. Risiko audit yang dapat diterima (acceptable audit risk) merupakan ukuran seberapa besar
auditor bersedia menerima bahwa laporan keuangan akan salah saji secara material setelah
audit diselesaikan dan pendapat wajar tanpa pengecualian telah dikeluarkan
2. Risiko inheren merupakan ukuran penilaian auditor atas kemungkinan adanya salah saji
yang material dalam suatu saldo akun sebelum mempertimbangkan keefektifan
pengendalian internal
Kedua jenis risiko diatas sangat mempengaruhi pelaksanaan dan biaya audit serta
membantu menentukan jumlah bukti yang harus dikumpulkan dan staf yang dibutuhkan
untuk penugasan itu.

Menerima Klien dan Merencanakan Prosedur Audit Awal


Perencanaan audit awal melibatkan empat hal yang semuanya harus dilakukan terlebih
dahulu dalam audit, antara lain :
1. Auditor memutuskan apakah akan menerima klien baru atau terus melayani klien yang ada
sekarang.
Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors
2. Auditor mengidentifikasi mengapa klien menginginkan atau membutuhkan audit.
3. Untuk menghindari kesalahpahaman, auditor harus memehami syarat penugasan yang
ditetapkan klien.
4. Auditor mengembangkan strategi audit secara keseluruhan, termasuk staf penugasan dan
setiap spesialisasi audit yang diperlukan

Memahami Bisnis dan Industri Klien


Pemahaman yang meneyluruh atas bisnis dan industri klien serta pengetahuan tentang
operasi perusahaan sangat penting untuk melaksanakan audit yang memadai. Faktor-faktor
yang meningkatkan arti penting dari pemahaman atas bisnis dan industri klien, yaitu :
1. Teknologi informasi yang menghubungkan perusahaan klien dengan pelanggan dan
pemasok utama.
2. Klien telah memperluas operasinya secara global yang seringkali melalui joint venture.
3. Teknologi informasi mempengaruhi proses internal klien yang meningkatkan mutu dan
ketepatan waktu informasi akuntansi.
4. Semakin pentingnya modal manusia dan aktiva tak berwujud lainnya telah meningkatkan
kerumitan akuntansi serta pentingnya penilaian dan estimasi manajemen.
5. Auditor membutuhkan pemahaman yang lebih baik atas bisnis dan industri klien untuk
memberikan jasa bernilai tambah kepada klien.
Tinjauan menyangkut pemahaman sistem strategi atas bisnis dan industri klien, antara lain
adalah :
1. Memahani bisnis dan industri klien
2. Industri dan lingkungan eksternal
3. Operasi dan proses bisnis
4. Manajemen dan tata kelola
5. Tujuan dan strategi
6. Pengukuran dan kinerja
Ada tiga tujuan utama untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang industri klien
dan lingkungan eksternal adalah:
1. Risiko yang berkaitan dengan industri tertentu dapat mempengaruhi penilaian auditor atas
risiko bisnis klien dan resiko yang dapat diterima- dan bahkan dapat mempengaruhi
auditor dalam menerima penugasan pada industri yang lenih berisik, seperti industri
simpan pinjam dan asuransi.
2. Risiko inheren tertentu sudah umum bagi semua klien dalam industri tertentu. Familiaritas
dengan risiko-risiko tersebut akan membantu auditor dalam menilai relevansinya bagi
klien bersangkutan.
3. Banyak industri memiliki persyaratan akuntansi yang unik yang harus dipahami oleh
auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien telah sesuai dengan prinsip-
prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Menilai Resiko Bisnis Klien
bisnis klien dapat timbul dari banyak faktor yang mempengarui klien dan lingkungannya.
Perhatian utama auditor tertuju pada risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan
yang disebabkan oleh risiko bisnis klien. Penilaiaan auditor atas risiko bisnis klien
mempertimbangkan industri yang digeluti klien dan faktor eksternal lainnya, serta strategi
bisnis klien, proses dan faktor internal lainnya. Auditor juga mempertimbangkan
pengendalian manajemen yang dapat mengurangi risiko bisnis. Manajemen adalah sumber
utama untuk mengidentifikasikan rsiko bisnis klien.

Melaksanakan Prosedur Analistis Pendahuluan


Auditor melaksanakan prosedur analitis pendahuluan untuk memahami dengan lebih baik
bisnis klien dan untuk menilai risiko bisnis klien. Salah satu prosedur tersebut
membandingkan rasio klien dengan benchmark industri/ pesaing. Pengujian pendahuluan
dapat mengungkapkan perubahan yang tidak biasa dalam rasio yang membandingkan dengan
tahun sebelumnya/ dengan rata-rata industri. Hal itu membantu auditor mengidentifikasi area
yang mengalami kenaikan risiko salah saji yang membutuhkan perhatian lebih lanjut selama
audit.

Ikhtisar dari Perencanaan Audit Awal


Tujuan utama dari perencanaan audit adalah memahami bisnis dan industri klien yang
akan digunakan untuk menilai risiko audit yang dapat diterima, risiko bisnis klien, dan risiko
salah saji yang material dalam laporan keuangan.

Prosedur Analistis
Prosedur analitis dapat dilaksanakan pada salah satu dari ketiga waktu selama penugasan,
antara lain :
1. Prosedur analitis diwajibkan dalam tahap perencanaan untuk membantu menentukan sifat,
luas dan penetapan waktu prosedur audit.
2. Prosedur analitis sering kali dilakukan selama tahap pengujian audit sebagai pengujian
substantif untuk mendukung saldo akun.
3. Prosedur analitis juga diwajibkan dalam tahap penyelesaiaan audit.

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Lima Jenis Prosedur Analitis
Biasanya auditor membandingkan saldo dan rasio klien dengan saldo dan rasio yang
diharapkan dengan menggunakan satu atau lebih jenis prosedur analitis berikut. Dalam setiap
kasus, auditor membandingkan data klien dengan :
1. Data industri
2. Data periode sebelumnya yang serupa
3. Hasil yang diharapkan yang ditentukan klien
4. Hasil yang diharapkan yang ditentukan auditor
5. Hasil yang diharapkan dengan menggunakan data non keuangan

Rasio Keuangan yang umum


Penggunaan rasio keuangan dalam prosedur analitis auditor berguna untuk memahami
peristiwa terkini dan status keuangan perusahaan serta untuk menelaah laporan itu dari
perspektif pemakai

Kemampuan membayar utang jangka pendek


kas +sekuritas
Rasio kas = kewajibanlancar

kas+ sekuritas+ piutangusah abersi h


Rasio cepat = kewajibanlancar

aktivalancar
Rasio kas = kewajibanlancar

Rasio aktivitas

penjualanbersi h
perputaran piutang usaha = piutangkotorratarata

365 h ari
Jumlah hari penagihan utang = perputaranpiutangusa h a

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


h argapokokpenjualan
Perputaran persediaan = persediaanratarata

365 h ari
Jumlah hari penjualan persediaan = perputaranpersediaan

Kemampuan memenuhi kewajiban utang jangka panjang


totalkewajiban
Utang terhadap ekuitas = totalekuitas

labaoperasional
Times interest earned = bebanbunga

Rasio profitabilitas
lababersi h
Laba per saham = rataratasa h ambiasayangberedar

penjualanbersi hHPP
Persentase laba kotor = penjualanbersi h

labaoperasi
Margin laba = penjualanbersi h

labasebelumpajak
Pengembalian atas aktiva = aktivatotalratarata

labasebelumpajak dividensa h ampreferen


Pengembalian atas akuitas saham biasa = eku itaspemegangsa h amratarata

Sebelum audit atas laporan keuangan dilaksanakan, auditor perlu mempertimbangkan


apakah ia akan menerima atau menolak perikatan audit (audit engagement) dari calon
Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors
kliennya. Jika auditor memutuskan untuk menerima perikatan audit dari calon kliennya, ia
akan melaksanakan audit dalam beberapa tahap.

Tahap-Tahap Audit atas Laporan Keuangan


Proses audit atas laporan keuangan dibagi menjadi empat tahap berikut ini
1. Penerimaan perikatan audit
2. Perencanaan audit
3. Pelaksanaan pengujian audit
4. Pelaporan audit

Tahap-Tahap Penerimaan Perikatan Audit


Di dalam memutuskan apakah suatu perikatan audit dapat diterima atau tidak, auditor
menempuh suatu proses yang terdiri dari enam tahap berikut ini:
1. Mengevaluasi integritas manajemen
2. Mengidentifikasi keadaan khusus dan resiko luar biasa
3. Menentukan kompetensi untuk melaksanakan audit
4. Menilai independensi
5. Menentukan kemampuan untuk menggunakan kemahiran profesionalnya dangan
kecermatan dan keseksamaan
6. Membuat surat perikatan audit

Mengevaluasi Integritas Manajemen


Berbagai cara yang ditempuh oleh auditor dalam mengevaluasi integritas manajemen
adalah:
1. Melakukan komunikasi dangan auditor pendahulu
2. Meminta keterangan pada pihak ketiga
3. Melakukan review terhadap pengalaman auditor di masa lalu dalam berhubungan dengan
klien yang bersangkutan

Mengidentifikasi Keadaan Khusus dan Resiko Luar Biasa

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan oleh auditor tentang kondisi khusus dan risiko
luar biasa yang mungkin berdampak terhadap penerimaan perikatan audit dari calon klien
dapat diketahui dengan cara:
1. Mengidentifikasi pemakai laporan audit
2. Mendapatkan informasi tentang stabilitas keuangan dan legal calon klien di masa depan
3. Mengevaluasi kemungkinan dapat atau tidaknya laporan keuangan calon klie yang diaudit

Menentukan Kompetensi untuk Melaksanakan Audit


Sebelum auditor menerima perikatan audit, ia harus mempertimbangkan apakah ia dan
anggota tim auditornya memiliki kompetensi memadai untuk menyelesaikan perikatan
tersebut, sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan oleh IAI. Beberapa tahap yang
dilakukan auditor untuk pertimbangan tersebut adalah:
Mengidentifikasi tim audit, dimana tim audit terdiri dari:
1. Seorang partner yang akan bertanggung jawab terhadap penyelesaian keseluruhan
perikatan audit
2. Satu atau lebih manajer yang akan mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan program
audit
3. Staf assisten yang akan melaksanakan berbagai prosedur audit yang diperlukan dalam
pelaksanaan program audit.
Mempertimbangkan kebutuhan konsultasi dan penggunaan spesialis untuk masalah:
1. Penilaian
2. Penentuan karakteristik fisik yang berhubungan dengan kuantitas yang tersedia
3. Penentuan nilai yang diperoleh dengan menggunakan teknik atau metode khusus
4. Penafsiran persyaratan teknis, peraturan atau persetujuan

Menilai Independensi
Sebelum auditor menerima perikatan audit, ia harus memastikan bahwa setiap profesional
yang menjadi anggota tim auditnya tidak terlibat atau memiliki kondisi yang menjadikan
independensi tim auditornya diragukan.

Menentukan Kemampuan untuk Menggunakan Kemahiran Profesionalnya dengan


Kecermatan dan Keseksamaan

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Dalam mempertimbangkan penerimaan atau penolakan suatu perikatan audit, auditor
harus mempertimbangkan apakah ia dapat melaksanakan audit dan menyusun laporan
auditnya secara cermat dan seksama. Kecermatan dan keseksamaan penggunaan kemahiran
profesional auditor ditentukan oleh beberapa hal:
a. Penentuan waktu perikatan
b. Pertimbangan jadwal pekerjaan lapangan
c. Pemanfaatan personel klien

Membuat Surat Perikatan Audit


Surat perikatan audit dibuat oleh auditor untuk kliennya yang berfungsi untuk
mendokumentasikan dan menegaskan penerimaan auditor atas penunjukan oleh klien, tujuan
dan lingkup audit, lingkup tanggung jawab yang dipikul oleh auditor bagi kliennya,
kesepakatan tentang reproduksi laporan keuangan auditan, serta bentuk laporan yang akan
diterbitkan oleh auditor.

Perencanaan Audit
Setelah auditor memutuskan untuk menerima perikatan audit dari kliennya, langkah
berikutnya yang perlu ditempuh adalah merencanakan audit. Ada tujuh tahap yang harus
ditempuh oleh auditor dalam merencankan auditnya:
1. Memahami bisnis dari industri klien
Sebelum auditor melakukan verifikasi dan analisis transaksi atas akun-akun tertentu, ia
perlu mengenal lebih baik industri tempat klien berusaha serta kekhususan bisnis klien.
Beberapa sumber informasi bagi auditor untuk memahami bisnis dan industri klien:
a. Pengalaman sebelumnya tentang entitas dan industrinya
b. Diskusi dengan orang dalam tentang entitas
c. Diskusi dengan personel dari fungsi audit intern dan review terhadap laporan auditor
intern.
d. Diskusi dengan auditor lain dan dengan penasihat hukum atau penasihat lain yang telah
memberikan jasa kepada entitas atau dalam industri
e. Diskusi dengan orang yang berpengetahuan di luar entitas
f. Publikasi yang berkaitan dengan industri
g. Perundangan dan peraturan yang secara signifikan berdampak terhadap entitas
h. Kunjungan ke tempat atau fasilitas pabrik entitas

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


i. Dokumen yang dihasilkan entitas
2. Melaksanakan prosedur analitik
Prosedur analitik meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat atau ratio yang
dihitung dari jumlah-jumlah yang tercatat, dibandingkan dengan harapan yang
dikembangkan oleh auditor. Tujuan prosedur analitik dalam perencanaan audit adalah
membantu perencanaan sifat, saat, dan luas prosedur audit yang akan digunakan untuk
memperoleh bukti tentang saldo akun atau jenis transaksi tertentu.
a. Tahap-tahap prosedur analitik
b. Mengidentifikasi perhitungan/perbandingan yang harus dibuat
c. Mengembangkan harapan
d. Melaksanakan perhitungan/perbandingan
e. Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan
f. Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan
tersebut.
g. Menentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit.
3. Mempertimbangkan tingkat materialitas awal
Auditor perlu mempertimbangkan materialitas awal pada dua tahap: (1) tingkat laporan
keuangan, dan (2) tingkat saldo akun.
4. Mempertimbangkan risiko bawaan
Dalam keseluruhan proses audit, auditor mempertimbangkan berbagai risiko, sesuai
dengan tahap-tahap proses auditnya. Risiko-risiko yang harus dipertimbangkan oleh
auditor dalam setiap tahap proses auditnya adalah:
a. Tahap perencanaan audit: penaksiran risiko bawaan
b. Tahap pemahaman dan pengujian pengendalian intern: penaksiran risiko pengendalian
c. Tahap pelaksanaan pengujian substantif: penetapan risiko deteksi
d. Tahap penerbitan laporan audit: penilaian risiko audit
5. Mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal, jika perikatan
dengan klien berupa audit tahun pertama
Auditor harus memahami hal-hal bersyarat (configencies) dan komitmen yang ada pada
awal tahun. Auditor harus memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk meyakini
bahwa:
a. Saldo awal tidak mengandung salah saji yang mempunyai dampak material terhadap
laporan keuangan berjalan.

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


b. Saldo penutup tahun sebelumnya telah ditransfer dengan benar ke tahun berjalan atau
telah dinyatakan kembali.
c. Kebijakan akuntansi yang semestinya telah diterapkan secara konsisten.
Sifat dan lingkup bukti audit yang harus diperoleh auditor berkenaan dengan saldo awal
tergantung pada:
a. Kebijakan akuntansi yang dipakai oleh entitas yang bersangkutan.
b. Apakah laporan keuangan entitas tahun sebelumnya telah diaudit, dan jika demikian,
apakah pendapat auditor atas laporan keuangan berupa pendapat selain pendapat wajar
tanpa pengecualian.
c. Sifat akun dan risiko salah saji dalam laporan keuangan tahun berjalan.

6. Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan


Tujuan akhir perencanaan dan pelaksanaan audit adalah adalah untuk mengurangi risiko
audit ke tingkat yang rendah, untuk mendukung pendapat apakah, dalam semua hal yang
material, laporan keuangan disajikan secara wajar. Tujuan ini diwujudkan melalui
pengumpulan dan evaluasi bukti tentang asersi yang terkandung dalam laporan keuangan
yang disajikan oleh manajeman.
Dalam perencanaan audit terhadap asersi individual atau golongan transaksi, auditor
dapat memilih strategi audit awal:
a. Primarily subtantive approach
b. Lower assessed level of control risk approach.

7. Memahami pengendalian intern klien.


Langkah pertama dalam memahami pengendalian intern klien adalah dengan
mempelajari unsur-unsur pengendalian intern yang berlaku. Langkah berikutnya adalah
melakukan penilaian terhadap efektivitas pengendalian intern dengan menentukan
kekuatan dan kelemahan pengendalian intern tersebut. Jika auditor telah mengetahui
bahwa pengendalian intern klien di bidang tertentu adalah kuat, maka ia akan
mempercayai informasi keuangan yang dihasilkan. Oleh karena itu ia akan mengurangi
jumlah bukti yang dikumpulkan dalam audit yang bersangkutan dengan bidang tersebut.
Untuk mendukung keyakinannya atas efektivitas pengendalian intern tersebut, auditor
melakukan pengujian pengendalian (test of control).

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Model Risiko Audit untuk Perencanaan
Cara utama yang dipergunakan oleh auditor untuk mempertimbangkan risiko yang
ada dalam merencanakan bukti audit yang akan dikumpulkan adalah melalui
penerapan model risiko audit (audit risk model). Sumber dari model risiko audit ini adalah
literatur profesional yang terdapat dalam SAS 39 (AU 350) tentang sampling audit serta
dalam SAS 47 (312) tentang materialitas dan risiko.
Model risiko audit ini umumnya dipergunakan bagi berbagai tujuan perencanaan
untuk memutuskan berapa banyak bukti audit yang akan dikumpulkan pada setiap siklusnya.
Model ini umunya dinyatakan sebagai berikut :
PDR = AAR
IR x CR
di mana :
PDR : planned detection risk (risiko deteksi terencana)
AAR : acceptable audit risk (risiko akseptibilitas audit)
IR : inheren risk (risiko inheren)
CR : control risk (risiko pengendalian)
Contoh siklus persediaan dan pergudangan yang tersaji dalam Tabel 9-2
IR = 100 %
CR = 100 %
AAR = 5%
PDR = 0.05 = 0.05 atau 5%
1.0 x1.0

Jenis-Jenis Risiko
a. Planned Detection Risk
Planned detection risk (risiko deteksi terencana) merupakan ukuran risiko bahwa
bukti audit atas segmen tertentu akan gagal mendeteksi keberadaan salah saji yang melebihi
suatu nilai salah saji yang masih dapat ditoleransi, andaikan salah saji semacam itu ada.
Terdapat dua poin utama tentang risiko deteksi terencana ini. Pertama, risiko ini tergantung
pada ketiga factor lainnya yang terdapat dalam model. Risiko terdeteksi hanya akan berubah

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


jika auditor melakukan perubahan pada salah satu dari ketiga factor lainnya. Kedua, risiko ini
menentukan nilai bukti substantive yang direncanakan oleh auditor untuk dikumpulkan, yang
merupakan kebalikan dari ukuran risiko deteksi rencana itu sendiri.
b. Risiko Inheren
Risiko inheren (inherent risk) merupakan suatu ukuran yang dipergunakan oleh
auditor dalam menilai adanya kemungkinan bahwa terdapat sejumlah salah saji yang material
(kekeliruan atau kecurangan) dalam suatu segmen sebelum ia mempertimbangkan keefektifan
dari pengendalian intern yang ada. Dengan mengasumsikan tiadanya pengendalian intern,
maka risiko inheren ini dapat dinyatakan sebagai kerentanan laporan keuangan terhadap
timbulnya salah saji yang material. Jika auditor, dengan mengabaikan pengendalian intern,
menyimpulkan bahwa terdapat suatu kecenderungan yang tinggi atas keberadaan sejumlah
salah saji, maka auditor akan menyimpulkan bahwa tingkat risiko inherennya tinggi.
Pengendalian intern diabaikan dalam menetapkan nilai risiko inheren karena pengendalian
intern ini dipertimbangkan secara terpisah dalam model risiko audit sebagai risiko
pengendalian. Hubungan antara risiko inheren dengan risiko deteksi terencana serta dengan
bukti audit yang direncanakan adalah risiko inheren saling berlawanan dengan risiko deteksi
terencana serta memiliki hubungan yang searah dengan bukti audit.
c. Risiko Pengendalian
Risiko pengendalian (control risk) merupakan ukuran yang dipergunakan oleh auditor
untuk menilai adanya kemungkinan bahwa terdapat sejumlah salah saji material yang
melebihi nilai salah saji yang masih dapat ditoleransi atas segmen tertentu akan tidak
terhadang atau tidak terdeteksi olegh pengendalian intern yang dimiliki klien. Risiko
pengendalian ini memperlihatkan (1) penilaian tentang apakah pengendalian intern yang
dimiliki klien efektif untuk mencegah atau mendeteksi terjadinya salah saji, dan (2) kehendak
auditor membuat penilaian tersebut senantiasa berada dibawah nilai maksimum (100 persen)
sebagai bagian dari rencana audit yang dibuatnya. Semakin efektif pengendalian intern, maka
semakin rendah pula factor risiko yang dapat dibebankan pada risiko pengendalian.
Model risiko audit menunjukkan hubungan yang erat antara risiko inheren dan risiko
pengendalian. Kombinasi risiko inheren dan risiko pengendalian ini dapat dianggap sebagai
suatu ekspektasi atas nilai salah saji setelah mempertimbangkan pengaruh dari pengendalian
intern. Sama dengan yang terjadi pada risiko inheren, hubungan antara risiko pengendalian
dan risiko deteksi terencana adalah saling berlawanan, sementara hubungan antara risiko
pengendalian dan bukti subtantif merupakan hubungan yang searah.

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


d. Risiko Akseptibilitas Audit
Risiko akseptibilitas audit (acceptable audit risk) merupakan ukuran atas tingkat
kesediaan auditor untuk menerima kenyataan bahwa laporan keuangan mungkin masih
mengandung salah saji yang material setelah audit selesai dilaksanakan serta suatu laporan
audit wajar tanpa syarat telah diterbitkan. Ketika auditor memutuskan untuk menetapkan
suatu tingkat risiko akseptabilitas audit yang lebih rendah, hal tersebut berarti bahwa auditor
ingin memperoleh tingkat keyakinan yang lebih tinggi bahwa laporan keuangan tidak
mengandung salah saji yang material. Risiko nol berarti yakin sekali, dan suatu tingkat risiko
sebesar 100 persen berarti benar-benar tidak yakin.
Seringkali, auditor membuat istilah itu dengan audit assurance, overall assurance, atau
tingkat keyakinan bukannya risiko akseptabilitas audit. Audit assurance atau istilah-istilah
lainnya yang ekuivalen merupakan pelengkap dari risiko akseptabilitas audit, yaitu sama
dengan, satu dikurangi risiko akseptabilitas audit. Konsep risiko akseptabilitas audit dapat
dipahami dengan lebih mudah dengan cara membayangkan penerapan ini pada suatu audit
yang berjumlah besar. Dengan mempergunakan model risiko audit, akan terlihat adanya
hubungan yang searah antara risiko akseptabilitas audit dan risiko deteksi terencana, serta
hubungab yang saling berlawanan antara risiko akseptabilitas audit dan bukti audit yang
direncanakan.

Menilai Risiko Akseptabilitas Audit


Auditor harus memutuskan tingkat risiko akseptabilitas audit yang tepat bagi suatu
audit, dan hal ini lebih baik dilakukan selama fase perencanaan audit. Pertama, auditor harus
memutuskan tingkat risiko bisnis serta menggunakan risiko bisnis ini untuk memodifikasi
tingkat risiko akseptabilitas audit.
Pengaruh Risiko Perjanjian pada Risiko Akseptabilitas Audit
Risiko perjanian (engagement risk) adalah risiko yang akan diderita oleh auditor atau
firma audit akibat hubungan dengan klien, walaupun laporan audit yang dibuat bagi klien
tersebut telah dibuat dengan benar.risiko perjanjian sangatlah berkaitan dengan risiko bisnis
klien.
Para auditor belum memiliki kesepakatan tentang apakah risiko bisnis harus turut
dipertimbangkan dalam merencanakan audit. Para oposan atas pernyataan untuk
memodifikasi bukti audit bagi risiko bisnis berpendapat bahwa auditor tidak menyediakan
sejumlah pendapat audit yang berbeda bagi setiap tingkat keyakinan yang berbeda pula

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


sehingga auditor pun tidak perlu menyediakan tingkat keyakinan yang lebih rendah atau lebih
tinggi hanya karena adanya risiko perjanjian. Sedangkan para pendukung pernyataan ini
berpendapat bahwa merupakan hal yang tepat bagi para auditor untuk mengumpulkan
sejumlah bukti tambahan, menugaskan para staf yang memiliki lebih banyak pengalaman,
serta melakukan review yang lebih mendalam pada penugasan audit yang memiliki potensi
hukum yang tinggi, sepanjang tingkat keyakinan yang ingin dicapai tidak diturunkan hingga
di bawah suatu tingkat keyakinan yang wajar pada saat tingkat risiko perjanjian yang dimiliki
rendah.

Pengujian Audit
Dalam audit, auditor melakukan berbagai macam pengujian (test), yang secara garis besar
dapat dibagi menjadi 3 golongan berikut ini:
1. Pengujian analitik (analytical test)
2. Pengujian pengendalian (test of control)
3. Pengujian substantif (substantif test)

Pengujian Analitik (Analytical Test)


Pengujian ini dilakukan oleh auditor pada tahap awal proses auditnya dan pada tahap
review menyeluruh terhadap hasil audit. Pengujian ini dilakukan oleh auditor dengan cara
mempelajari perbandingan dan hubungan antara data yang satu dengan data yang lain. Pada
tahap awal proses audit, pengujian analitik dimaksudkan untuk membantu proses auditor
dalam memahami bisnis klien dan dalam menemukan bidang yang memerlukan audit lebih
intensif.

Pengujian Pengendalian (Test of Control)


Pengujian pengendalian merupakan prosedur audit yang dirancang untuk memverifikasi
efektivitas pengendalian intern klien. Pengujian pengendalian terutama ditujukan untuk
mendapatkan informasi mengenai:
1. Frekuensi pelaksanaan aktivitas pengendalian yang ditetapkan
2. Mutu pelaksanaan aktivitas pengendalian tersebut
3. Karyawan yang melaksanakan aktivitas pengendalian tersebut

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Pengujian Substantif (Substantif Test)
Pengujian substantif merupakan prosedur audit yang dirancang untuk menemukan
kemungkinan kesalahan moneter yang secara langsung mempengaruhi kewajaran penyajian
laporan keuangan. Kesalahan moneter yang terdapat dalam informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan kemungkinan terjadi kesalahan dalam:
1. Penerapan prinsip akuntansi berterima umum di indonesia
2. Tidak diterapkannya prinsip akuntansi berterima umum di indonesia
3. Ketidakkonsistenan dalam penerapan prinsip akuntansi berterima umum di indonesia
4. Ketidak tepatan pisah batas (cutoff) pencatatan transaksi
5. Perhitungan (penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian)
6. Pekerjaan penyalinan, penggolongan dan peringkasan informasi
7. Pencantuman pengungkapan (disclosure) unsur tertentu dalam laporan keuangan.

Kasus Comptronic Corporation

Pelaku :

CEO/Chairman of Comptronix : William J. Hebding

COO/President of Comptronix : Allen L. Shifflet

Controller/Treasure : J.Paul Medlin

Pusat usaha Comptronix berada di Guntersville, kota dengan penduduk sekitar


7000 orang. Perusahaan ini melakukan usaha di bidang elektronik dan produk utamanya
adalah papan sirkuit untuk computer dan alat-alat kesehatan. Comptronix
memperkerjakan sekitar 1800 orang karyawan di tiga lokasi dan merupakan salah
satu perusahaan besar di Guntersville.

Semuanya tampak baik di Comptronix sampai keluar berita pada tanggal 25


November 1992 bahwa telah terjadi kecurangan di dalam perusahaan. Muncul laporan
bahwa tiga eksekutif puncak perusahaan telah meningkatkan laba perusahaan selama tiga
tahun terakhir dengan cara melebih-lebihkan asset dan laba perusahaan dengan cara
mencatat transaksi fiktif. Hal ini terungkap ketika para eksekutif tersebut secara
mengejutkan mengaku kepada dewan perusahaan .

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Inti dari kecurangan yang terjadi adalah penggunaan utang usaha fiktif atas pembelian
peralatan yang besar untuk melebih sajikan aktiva tetap dan menyembunyikan penjualan
fiktif.
Perusahaan juga menciptakan penjualan fiktif dan piutang yang terkait. Perusahaan
mengeluarkan cek untuk membayar transaksi pembelian fiktif. Cek tersebut kemudian
disetorkan kembali ke dalam akun perusahaan dan di catat sebagai penagihan atas
piutang fiktif. Akibatnya, penjualan fiktif tersebut tampak telah tertagih. Dan
pembayaran dilakukan utk mendukung pembelian aktiva tetap fiktif.
Adanya kecurangan tersebut membesar-besarkan kinerja perusahaan dengan
melaporkan laba, padahal sebenarnya perusahaan mengalami kerugian.
Ketika kecurangan tersebut diumumkan pada publik, harga saham Comptronix Corp.
menurun drastis sebesar 72%.
Auditor menjalankan prosedur analitis untuk seluruh siklus penjualan dan penagihan.
Jika auditor mengidentifikasi adanya kesalahan penyajian dalam penjualan /pengembalian
barang dagang dengan menggunakan prosedur analitis, piutang dagang kemungkinan
akan menutupi kesalahan tersebut.
Sebagaimana diuraikan sebelumnya, resiko yang dihadapi perusahaan adalah integrity
risk, yaitu resiko adanya kecurangan oleh pegawai perusahaan yang dapat mengurangi
reputasi perusahaan.
Kecurangan dalam penyajian laporan keuangan dapat dideteksi melalui analisis
horizontal atas laporan keuangan, yaitu teknik untuk menganalisis persentase
perubahan item laporan keuangan selama beberapa periode laporan. Sebagai contoh,
adanya kenaikan penjualan sebesar 80% , sedangkan harga pokok mengalami kenaikan
140%. Dengan asumsi tidak ada perubahan lainnya dalam unsur-unsur penjualan dan
pembelian, maka hal ini dapat menimbulkan adanya penjualan fiktif.
Menurut SEC (The Securities and Exchange Commissions), kecurangan ini
dimulai segera setelah perusahaan go public pada tahun 1989. Mereka memulai skema
penipuan dengan cara memanipulasi laporan kuartalan pada tahun 1989. Mereka
melakukan salah saji pada laporan keuangan tersebut dengan secara tidak tepat
mentransfer biaya tertentu dari harga pokok penjualan ke akun persediaan. Hal
tersebut memungkinkan mereka meningkatkan nilai persediaan dan menurunkan nilai
harga pokok penjualan kuartalan yang pada gilirannya akan menaikkan nilai laba kotor
dan laba bersih untuk periode tersebut. Para eksekutif tersebut sukses memanipulasi

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


laporan keuangan kuartalan mereka karean laporan tersebut tidak diaudit. Dan untuk
menutupi kecurangan mereka tersebut pada laporan keuangan akhir tahun, para
eksekutif tersebut menyusun rencana untuk menutupi transfer biaya yang tidak sesuai
tersebut. Mereka memutuskan untuk menghapus transfer biaya dari akun persediaan
sebelum akhir tahun. Mereka mentransfer biaya tersebut kembali ke akun harga pokok
penjualan. Untuk setiap transfer yang dilakukan, mereka membukukan penjualan
produk fiktif dan piutang fiktif yang terkait. Begitu para top eksekutif ini berhasil
melakukan manipulasi penjualan dan piutang fiktif akhir tahun, mereka kemudian
mulai mencatat penjualan kuartalan fiktif dengan cara yang sama.

Pertanyaan :

1) Standar audit profesional menyajikan model audit resiko, yang mana digunakan
untuk menentukan sifat, waktu dan jangkauan prosedur audit. Jelaskan
komponen dari model audit resiko tersebut dan diskusikan bagaimana
perubahan disetiap komponen dapat mempengaruhi kebutuhan auditor terhadap
bukti.

2) Salah satu komponen dari model audit resiko adalah resiko bawaan. Jelaskan
faktor- faktor yang khusus yang dievaluasi oleh auditor ketika menilai
resiko bawaan. Dengan melihat kebelakang, apa faktor resiko bawaan yang
tersaji selama audit tahun 1989 hingga tahun 1992

Komponen lain dari model audit resiko adalah resiko pengendalian. Jelaskan
lima komponen pengendalian internal. Karakteristik apa dari pengendalian
internal Comptronix yang meningkatkan resiko pengendalian untuk audit tahun
1989 -1992

4) Dewan direksi dan komite auditnya dapat menjadi mekanisme corporate


governance yang efektif.

a. Diskusikan pro dan kontra dari diizinkannya direktur didalam


perusahaan untuk duduk di dewan. Jelaskan tanggung jawab khusus dari
komite audit

b. Apa kekuatan dan kelemahan yang tersaji berkaitan dengan dewan


direksi

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Comptronix dan komite auditnya

5) Perusahaan publik harus membuat laporan keuangan triwulan dalam bentuk 10-
Qs, yang harus diperiksa oleh auditor eksternal perusahaan. Jelaskan secara
singkat persyaratan utama dari Standar Audit (AU) Seksi 722, Informasi
Keuangan Interim. Kenapa tidak semua perusahaan menyuruh auditornya untuk
melakukan tinjauan tepat waktu terhadap laporan keuangan interim

6) Jelaskan apakah kamu berpikir kalau tim eksekutif Comptronix pada dasarnya
sudah tidak jujur sedari awal. Bagaimana mungkin untuk orang jujur lainnya
ikut terlibat dalam kecurangan seperti yang terdapat pada Comptronix

7) Standar Audit (AU) seksi 316, Pertimbangan Kecurangan didalam audit


laporan keuangan mencatat bahwa tiga kondisi biasanya ada ketika kecurangan
terjadi. Telaah standar otoritatif untuk auditor ( dimana tersedia bebas di
website AICPA diselenggarakan oleh SAS atau AU www.aicpa.org) dan
buat ringkasan singkat setiap kondisi kecurangan tersebut. Sebagai
tambahan, berikan contoh dari kasus kecurangan Comptronix untuk tiap
kondisi

8) Standar Audit (AU) seksi 316, Pertimbangan Kecurangan dalam audit laporan
keuangan, mencatat bahwa terdapat kemungkinan manajemen
mengesampingkan pengendalian yang harus terjadi di setiap audit dan karena
itu auditor harus memasukkan prosedur audit di setiap audit untuk mengatasi
resiko tersebut.

a. Apa yang kamu pikirkan yang dimaksud dengan istilah manajemen


mengenyampingkan

b. Buat dua contoh dimana manajemen pengenyampingkan pengendalian


pada kecurangan Comptronix

c. Telaah AU seksi 316 untuk mengidentifikasi tiga respon auditor


yang diperlukan untuk lebih mengatasi resiko manajemen
mengesampingkan pengendalian internal.

Jawaban :

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


1) Komponen model resiko audit terdiri dari :

Resiko Inheren/Resiko bawaan Adalah ukuran auditor menilai apakah ada


salah saji material dalam laporan keuangan sebelum mempertimbangkan
pengendalian internal. Mengabaikan pengendalian internal, jika auditor
menilai bahwa kemungkinan salah saji material tinggi, auditor akan
menganggap bahwa resiko bawaannya tergolong tinggi. Bisa kita bilang
bahwa resiko bawaan itu merupakan resiko yang melekat pada suatu akun.

Resiko pengendalian. Adalah ukuran auditor menilai kemungkinan bahwa


sistem pengendalian internal klien tidak dapat mencegah atau
mendeteksi salah saji material melebihi tingkat yang dapat ditoleransi.
Dalam menilai tingkat pengendalian internal, auditor akan menilai
efektifitas sistem pengendalian internal perusahaan selama auditnya,
misalnya melalui kuesioner. Semakin rendah efektivitas internal kontrol
semakin besar frekuensi kesalahannya.

Resiko deteksi, adalah ukuran auditor menilai kemungkinan bahwa auditor


tidak akan dapat mendeteksi salah saji material.

Model resiko audit (Audit Risk Model), sebagai


berikut : DR = AR / (IR CR)

Keterangan : AR adalah resiko audit (Audit


Risk)

-IR adalah resiko bawaan (Inheren Risk)

-CR adalah resiko pengendalian (Control -Risk)

-DR adalah resiko deteksi (Detection Risk)

Hubungan resiko dengan bukti audit adalah mengenai kuantitas. Ketika auditor
ingin mencapai tingkat resiko audit yang rendah untuk klien tertentu, maka auditor
memerlukan bukti yang banyak untuk memenuhi keyakinan yang memadai.

2) Resiko bawaan adalah ukuran auditor menilai apakah ada salah saji material
dalam laporan keuangan sebelum mempertimbangkan efektivitas pengendalian

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


internal. Selain faktor yang berhubungan dengan pernyataan tersebut, auditor
juga memperhitungkan :

- Sifat bisnis dan industri

- Integritas manajemen

- Keberadaan pihak terkait

- Kurangnya modal kerja yang cukup untuk melanjutkan operasi usaha

- Ukuran saldo akun.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, penilaian profesional harus


diterapkan oleh auditor. Contoh akun yang menimbulkan resiko bawaan rendah seperti
sekuritas yang diperdagangkan atau aset tetap.

Faktor-faktor resiko bawaan yang tersaji selama audit laporan keuangan


Comptronix :

Pembelian peralatan fiktif

Suatu audit yang termasuk pemeriksaan fisik peralatan Comptronix mungkin


telah mengungkapkan suatu aset yang diakui tidaklah ada atau usia dan
penyusutan peralatan tidaklah sesuai dengan nilai bukunya.

Akun pembayaran yang fiktif untuk peralatan

Selain audit dengan cara pengungkapan ketediaan pembelian peralatan


tertentu, auditor juga dapat mengaudit catatan cek dan laporan bank untuk
melihat dimana dan oleh siapa cek tersebut dicairkan. Hal ini akan
mengungkapkan bahwa cek tidak pernah dicairkan oleh pihak ketiga, pihak
luar, namun dicairkan oleh pihak internal

Piutang dan penjualan fiktif

Dengan cara yang sama seperti pada rekening fiktif peralatan, auditor bisa
memeriksa persediaan untuk memverifikasi penurunan persediaan barang untuk
dijual serta pembayaran oleh pelanggan. Hal ini akan mengungkapkan

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


kurangnya penjualan dan tidak adanya dana dari pihak luar yang masuk ke
rekening Comptronix untuk melakukan pembayaran.

Pendekatan lain yang bisa dilakukan auditor yaitu mencocokkan penjualan dengan
surat pesanan dan faktur. Auditor akan menyadari bahwa tidak ada catatan untuk
penjualan palsu karena sebenarnya tidak ada penjualan yang direalisasikan.

3) Resiko pengendalian merupakan penilaian auditor terhadap sistem pengendalian


internal perusahaan. Hal ini juga mencakup sikap dan keahlian direksi
dan manajemen terhadap internal kontrol. Jika pengendalian resiko tinggi maka
jumlah prosedur substantif yang harus dilakukan juga meningkat.

Komponen pengendalian internal terdiri


dari :

a. Lingkungan pengendalian
b. Penilaian resiko
c. Aktivitas pengendalian
d. Informasi dan komunikasi
e. Pemantauan

Lingkungan pengendalian menetapkan suasana dari suatu organisasi yang


mempengaruhi keadaan orang-orangnya akan pentingnya pengendalian. Umumnya
lingkungan pengendalian terwujud dalam pernyataan tertulis menjadi kode etik.

Penilaian resiko paling tepat digambarkan sebagai cara untuk mengidentifikasi dan
menganalisis resiko internal dan eksternal untuk pencapaian tujuan pengendalian
pelaporan keuangan. Kegiatan pengendalian dikembangkan untuk memperlihatkan
tujuan pengendalian dan meminimalkan resiko yang teridentifikasi.

Informasi dan komunikasi dari manajemen kepada karwayan harus jelas dan harus
menekankan bahwa tanggung jawab kontrol harus dianggap serius . Karyawan harus
memahami perannya dalam sistem pengendalian internal . Dengan demikian
perusahaan dapat mengidentifikasi metode dan prosedur dimana informasi yang tepat
diberikan kepada orang yang tepat .

Pemantauan proses ( internal atau eksternal ) dilakukan untuk mengevaluasi kinerja


dari sistem pengendalian internal dari waktu ke waktu.

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Pada Comptronix berbagai faktor meningkatkan risiko pengendalian bagi
perusahaan . seperti sistem akuntansi bisa dilewati oleh manajemen dengan entri
pengguna tidak wajar . Hal ini meningkatkan risiko kontrol seperti memberikan
kewenangan tidak terbatas kepada manajemen puncak untuk mengubah dan
memanipulasi account . Juga pengeluaran kas bisa disetujui oleh manajemen hanya
berdasarkan faktur . Akhirnya sistem komputerisasi akuntansi di departemen
pengiriman , yang merupakan perangkat pengendalian internal yang baik , dapat
diakses dan dimanipulasi oleh controller . Dalam ringkasan manajemen memiliki
terlalu banyak wewenang untuk masuk dan mengubah sistem akuntansi
elektronik perusahaan , sementara tidak ada pemeriksaan ganda di tempat untuk
memverifikasi dan mengendalikan perubahan secara manual di dalam sistem.

4) a.Direksi internal di dewan dapat memfasilitasi efektivitasnya dengan membangun


hubungan yang kuat antara dewan dan bisnis harian. Namun , direktur internal juga dapat
mengganggu independensi dewan ketika itu berkaitan dengan kepentingan pribadi .
Misalnya, kemampuan dewan untuk menetapkan bonus yang dikaitkan dengan kinerja dan
gaji manajemen dan hal tersebut secara langsung juga berkaitan dengan kinerja direksi
internal di manajemen perusahaan. Kepentingan dewan dan manajemen dapat menjadi
lebih selaras. Ketika manajemen memiliki sebagian dari perusahaan. Memberikan
manajemen bagian dari perusahaan berarti bahwa sekelompok pemegang saham adalah
pengelola perusahaan. Tanggung jawab komite audit dapat diringkas sebagai
membantu direksi dalam memverifikasi :

- Integritas laporan keuangan perusahaan

- I ndependensi, integritas, kualifikasi dan kinerja auditor eksternal

- Kinerja fungsi audit internal perusahaan

- Kesesuaian sistem pengendalian internal

- Pemantauan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan serta kode etik.

b.Tingginya persentase direksi internal yang berada di dewan direksi


merupakan kelemahan yang cukup besar. Selain itu lima direksi tersisa diluar dewan
direksi juga mengganggu independensi dewan direksi. Hal tersebut karena dua dari
mereka memiliki afiliasi yang dekat dengan manajemen, yang lain memiliki hubungan

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


yang tidak jelas jika dilihat sekilas namun demikian tetap miliki hubungan yang
substansial. Satu, sebagai contoh adalah mitra diperusahaan modal ventura yang
kepemilikannya dimiliki 5% oleh Comptronix. Tampaknya empat pertemuan
tahunan dewan direksi tidaklah cukup untuk melakukan kontrol atas manajemen.

Mengenai komite audit, dapat dikatakan bahwa itu komite audit yang ada tidak
independen atau berkualitas. Para anggota komite, dua diluar dan satu direktur abu-abu
yang diambil dari dewan direksi yang sudah dievaluasi tidak independen. Selain itu,
tidak ada anggota komite audit yang memiliki latar belakang akuntansi atau
pelaporan keuangan, karena itu kurang keahlian dan pengalaman dalam fungsinya
sebagai komite audit

5) SEC mengharuskan semua perusahaan publik untuk memiliki laporan


keuangan triwulanan yang telah diperiksa oleh auditor eksternal secara tepat
waktu . SAS No 71 memberikan panduan tentang sifat, waktu , dan luas prosedur
untuk diterapkan oleh akuntan independen dalam melakukan review atas informasi
keuangan interim . Tujuan dari tinjauan atas informasi keuangan interim adalah untuk
menentukan apakah modifikasi material harus dibuat agar sesuai dengan GAAP.

Dalam melakukan tinjauan atas informasi keuangan interim , akuntan harus


memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pengendalian internal klien yang
berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan baik interim maupun tahunan.

Perusahaan non-publik tidak diwajibkan untuk melibatkan akuntan independen


untuk melakukan review laporan keuangan interim. Dengan demikian, keputusan
perusahaan swasta untuk melibatkan akuntan independen untuk melakukan review atas
informasi keuangan interim adalah keputusan biaya-manfaat. Layanan yang
terkait dengan mendapatkan tinjaun tersebut membutuhkan waktu dan uang. Jika
eksekutif puncak dan dewan direksi tidak percaya manfaat yang diperoleh akan
melebihi biaya yang dikeluarkan,maka mereka tidak mungkin melibatkan akuntan
independen.

6) Kecurangan yang terjadi di Comptronix tidaklah terjadi sejak perusahaan


tersebut didirikan namun dimulai ketika perusahaan mulai masuk ke pasar saham.

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


Beberapa orang berpendapat kecurangan tersebut terjadi karena hilangnya salah satu
pelanggan penting pada tahun 1989 tersebut dan menyebabkan performa perusahaan
menjadi berkurang.

Seseorang yang jujur pada awalnya bisa saja terpengaruh dan ikut-ikutan
melakukan kecurangan. Hal tersebut bisa saja dikarenakan keadaan yang mendesak
ataupun memang ada kesempatan untuk melakukan kecurangan dan terdapat
keuntungan pribadi dalam melakukan kecurangan tersebut.

7) Contoh kondisi kecurangan di Comptronix

Insentif atau tekanan untuk melakukan kecurangan bonus untuk kinerja


yang luar biasa. Perusahaan memberikan insentif saham kepada
karyawan kunci

Sebuah kesempatan untuk melakukan penipuan posisi eksekutif yang


dapat melewati sistem yang ada. Internal kontrol yang tidak
memadai. Dewan direksi yang terdiri dari sebagian besar direktur
internal dan kenalannya.

Sikap atau rasionalisasi untuk membenarkan tindakan penipuan


membantu perusahaan terhindar dari melaporkan kerugian bersih

8) a.Management override dapat didefinisikan sebagai kemungkinan bagi


manajemen untuk menghindari pengendalian internal yang muncul untuk
bekerja secara efisien, dalam rangka untuk memanipulasi catatan akuntansi dan
penyusunan laporan keuangan. System pengendalian internal ini diharapkan
dapat berfungsi dengan baik. b.Dua contoh dimana manajemen
mengenyampingkan kontrok yang terjadi pada kecurangan Comptronix :

Para eksekutif mampu melewati sistem akuntansi yang ada . Mereka bisa merekam
jurnal penjualan dan pembelian fiktif secara manual menciptakan beberapa nomor
pesanan pelanggan dan jumlah yang tidak ada dan jelas tidak diperiksa silang dengan
sistem internal lainnya , seperti order- atau sistem persediaan pelanggan. I t u

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors


dimungkinkan untuk mencatat pembelian fiktif tanpa membuat dokumen yang
diperlukan atas pembelian tersebut. Pengendalian internal gagal untuk mendeteksi
ketidakteraturan tersebut.

Contoh lainnya adalah adanya kemungkinan terjadi kelemahan pada sistem


kontrol atas pengeluaran kas. Dengan faktur vendor fiktif, itu memungkinkan seorang
akuntan petugas hutang menyiapkan cek tanpa ada keharusan untuk crosscheck apakah
pengiriman barang benar-benar terjadi atau nomor pesanan yang dihasilkan oleh
vendor seharusnya ditemukan pada faktur lain.

c.tiga tanggapan yang dapat dilakukan auditor :

1. meneliti jurnal dan penyesuaian lainnya untuk bukti salah saji material
karena kecurangan
2. meninjau estimasi akuntansi yang dapat menyebabkan salah saji
material dikarenakan kecurangan
3. mengevaluasi alasan bisnis untuk transaksi tidak biasa yang signifikan

Kesimpulan

Berdasarkan kasus di atas, Comptronic Corp. terbukti telah melakukan kecurangan (fraud)
dengan melakukan permainan angka-angka dalam laporan keuangan. Perusahaan berusaha
menaikkan laba dengan membuat penjualan fiktif untuk menarik investor sehingga
investor akan bersedia menginvestasikan modalnya di perusahaan yang
memiliki corporate earning power (kemampuan untuk menghasilkan pendapatan) yang
bagus. Dengan demikian, harga saham yang tinggi akan meningkatkan market valuation.
Kecurangan dalam bentuk ini dapat dideteksi dengan menggunakan rasio perputaran
persediaan (inventory turnover ), dan dokumen pendukung dari pihak ketiga, yaitu
dokumen bank dan dokumen vendor.

Comptronic Co. Identifying Inherent Risk and Control Risk Factors

Anda mungkin juga menyukai