Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Iman adalah membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan


mengungkapkan dengan perbuatan. ( ash shiddieqy, 2002: 17). Sebagian
ulama mengartikan iman dengan kepercayaan. Sehingga seorang yang
beragama islam harusalah beriam terhadap agama tersebut. Hal ini
menunjukkan bahwa iman merupakan dasar dalam beragama islam. Islam,
iman dan ihsan dan hari kiamat memiliki hubungan yang berkesinambungan.
Karena pentingnya, Allah sendiri mengutus malaikat jibril untuk mengajari
umat Muhammad tentang iman, islam dan ihsan.

PEMBAHASAN
A. Hadis Keimanan

Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata :

Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu


alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan
pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya
tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang
mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan
kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha
Nabi, kemudian ia berkata : Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku
tentang Islam.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,Islam adalah, engkau
bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya
Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, menegakkan
shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau
menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,
lelaki itu berkata,Engkau benar, maka kami heran, ia yang bertanya ia pula
yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi: Beritahukan kepadaku tentang Iman.
Nabi menjawab,Iman adalah, engkau beriman kepada Allah, malaikatNya,
kitab-kitabNya, para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah
yang baik dan yang buruk, ia berkata, Engkau benar.
Dia bertanya lagi: Beritahukan kepadaku tentang ihsan.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,Hendaklah engkau beribadah
kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak
melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.
Lelaki itu berkata lagi : Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?
Nabi menjawab,Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.
Dia pun bertanya lagi : Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!
Nabi menjawab,Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika
engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin
papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan
bangunan megah yang menjulang tinggi.
Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi
bertanya kepadaku : Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya
tadi?
Aku menjawab,Allah dan RasulNya lebih mengetahui, Beliau bersabda,Dia
adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian. [HR Muslim,
no. 8]

1. Mufrodhat

Mufrodat Makna

Ketika
Tiba-tiba


Meletakkan kedua tangan diatas
kedua pahanya

Sebutkan padaku
Kagum dengan perilakunya
Dia menanyakan dan
membenarkan
Engkau beriman
Kiamat

Tanda-tanda


Budak melahirkan tuannya
Orang-orang yang tidak memakai
alas kaki
Orang telanjang
Orang-orang fakir miskin
Para penggembala kambing
Saling berlomba membuat
bangunan yang tinggi

2. Analisa Bahasa

adalah kata keterangan yang menunjukkan waktu, sedangkan

adalah tambahan, dan arti dari adalah ketika.
adalah huruf mutajaah yakni huruf yang menunjukkan sesuatu
yang bersifat mendadak. Artinya datang secara tiba-tiba.


artinya meletakkan kedua tangan diatas kedua
pahanya, sebagaimana layaknya sikap orang sopan.
artinya sebutkab padaku, merupakan sebuah pertanyaan yang

memerlukan jawaban yang panjang atau penjelasan.
artinya kami dibuat kagum oleh perilakunya. Kagum disini
banyak ulama yang menafsirkan dengan kagum tetapi heran.
artinya dia menanyakannya dan membenarkannya. Hal itu

yang menjadikan kagum sekaligus heran para sahabat.
Artinya engkau beriman.
artinya hari kiamat.dalam hadis disebutkan bahwa malaikat jibril
bertanya kepada rasulullah tentang kiamat dengan istilah al saat (
)hal tersebut demikian karena datangnya kiamat itu terjadi
dengan cepat sekali.

artinya bentuk jamak yang berarti tanda-tanda hari kiamat.
artinya budak melahirkan tuannya. Makna tersebut adalah

kiasan dari banyaknya anak durhaka kepada orang tua, mereka


memperlakukan orang tua sebagaimana perlakuan seorang tuan
kepada budaknya. Hal ini juga bermakna rusaknya tatanan sosial
kehidupan masyarakat.
adalah bentuk jamak dari kata yaitu orang-orang yang tidak
memakai alas kaki.
adalah bentuk jamak dari kata yaitu orang yang tidak
mengenakan baju ( telanjang)
adalah bentuk jamak dari yaitu orang-ornag fakir miskin.
artinya para penggenbala kambing. Kata adalah bentuk
jamak dari kata sedangkan adalah bentuk jamak dari kata
artinya kambing.
artinya saling berlomba membuat bangunan yang tinggi dengan
tujuan untuk membanggakan diri.

3. Syarah Hadis
Dalam hadis diatas, Rasulullah menjelaskan tentang makna iman,
islam, ihsan serta tanda- tanda hari kiamat. Rasulullah rasulullah saw.
Didatangi oleh malaikat jibril yang bertanya tentang iman, islam, ihsan
dan tanda-tanda hari kiamat. Kedatangan malaikat jibril sesungguhnya
adalah untuk memberikan pembelajaran kepada umat Muhammad
tentang iman, islam, ihsan dan tanda-tanda hari kiamat dengan
metode tanya jawab.
a. Islam
Pada bagian awal malaikat jibril bertanya kepada Nabi
Muhammad tentang islam. Kata islam secara etimologis berarti
tunduk, patuh, menyerahkan diri sepenuhnyakepada Allah.1
Islam sendiri terdapat lima rukun yang harus dipenuhi. Lima
rukun tersebut adalah syahadat, sholat, zakat, puasa ramadhan,
haji bagi yang mampu.
b. Iman
Iman menurut bahasa artinya al tashdiq yaitu membenarkan,
membenarkan yang dimaksud adalah membenarkan dengan
2
hati. hakikat iman menurut hadis di atas adalah membenarkan
dan meyakini terhadap keesaan Allah tuhan yang menciptakan
semesta alam, keberadaan malaikat, keberadaan kitab-kitab

1 QS. Ali Imran/ 03:02.

2Oneng Nurul Bariyah, ( Jakarta: Materi Hadis Tentang Islam, Hukum, Ekonomi,
Sosial, dan Lingkungan.), hlm8
yang diturunkan kepada nabi dan rasul, kebenaran adanya rasul
pilihan, adanya hari kiamat, dan ketetapan adanya takdir.
c. Ihsan
Ihsan adalah ihklas dan menyempurnakan keikhlasan tersebut.
(Bariyah, 2008: 17). Artinya, seorang hamba memurnikan ibadah
sepenuhnya hanya melaksanakan perintah Allah semta dengan
menyempurnakannya. Sehingga dengan keadaan tersebut,
seorang hamba yang beribadah seolah-olah melihat tuhannya.
Namun jika tidak mampu melihatNya, sesungguhnya tuhannya
melihatnya.Rasulullah menggambarkan ihsan di dalam hadis di
atas sebagai suatu tingkatan seorang hamba dalam beribadah
kepada Allah.
d. Kiamat
Rasulullah saw. Ditanya oleh malaikat jibril tentang kiamat.
Beliau berkata bahwa saat terjadinya kiamat tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Allah. Oleh karena itu, rasulullah hanya
menyebut tanda-tanda kiamat. Tanda-tanda kiamat yang
disampaikan rasulullah dalam hadis adlah sebagai berikut.
ungkapan nabi tersebut memiliki beberapa
1)
makna:
a) Banyaknya hamba sahaya yang memiliki keturunan
dari tuannya sehingga kedudukan anak tersebut
sama seperti tuannya.
b) Hamba sahaya memiliki keturunan menjadi
pemimpin, sehingga seorang ibu menjadi rakyatnya
sedangkan anaknya menjadi tuannya.
c) Rusaknya tatanan kehidupan masyarakat sehingga
banyak anak yang menjadikan ibunya sebagai
pembantunya.
2)

Ungkapan tersebut mengisyaratkan adanya perubahan
status sosial masyarakat dimana orang-orang miskin
berubah menjadi pemimpin. Mereka berlomba-lomba
mebanggakan diri dengan harta dan gedung-gedung yang
megah.
4. Pokok Kandungan Hadis
Hadis ini merupakan penjelasan bagaimana hubungan islam, iman,
ihsan, dan hari kiamat. Hubungan tersebut memang telah sesuai
urutan pertanyaan malaikat jibril kepada rasulullah. Islam merupakan
agama yang diridhai Allah dan merupakan urutan paling awal seorang
hamba dalam menyembah Allah. Kemudian seorang hamba islam
harus memiliki rasa percaya atau iman kepada semua perintah Allah.
Selanjutnya seorang muslim yang beriman harus memiliki rasa ihsan
dalam menjalani ibadah kepada Allah. Selanjutnya hamba tersebut
harus percaya adanya hari kiamat dan mempersiapkan bekal yang
baik untuk hari kiamat tersebut.
Adapun intisari atau pokok kandungan dari hadis diatas adalah sebagai
berikut:
1) Iman, yaitu keyakinan terhadap Allah, malaikat, kitab-kitab,
rasul, takdir, dan hari akhir.
2) Islam, yaitu mengeesakan Allah, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, puasa ramadhan, dan ibadah haji.
3) Ihsan, merupakan wujud keihklasan seorang hamba dalam
beribadah.
4) Iman sebagai dasar seorang muslim dalam beribadah
dengan ikhlas.
5) Keyakinan akan terjadinya hari kiamat merupakan bagian
dari iman.
6) Orang yang berilmu memiliki kewajiban untuk
mengajarkan ilmu kepada setiap orang yang
memerlukannya.
7) Dalam penyampaian materi agama dapat dilakukan
dengan berbagai metode, salah satunya adalah metode
tanya jawab dan ceramah. ( Bariyah, 2008: 22).
5. Hikmah atau Pelajaran yang Dapat Diambil dari Hadis
a. Sebagai seorang muslim menjalankan lima rukun islam dan
enam rukun iman dengan baik dan ikhlas.
b. Selalu mempercayai takdir yang Allah berikan, karena setiap
takdir Allah membawa kebaikan.
c. Selalu yakin rencana Allah lebih baik daripada rencana manusia.
d. Beribadah dengan ikhlas seolah-olah melihat Allah atau dilihat
Allah.
e. Meyakini adanya hari akhir, sehingga mempersiapkan bekal
untuk hari akhir dengan baik.
B. Berkurangnya Iman dan Islam Karena Maksiat
Artinya:
Hadis dari Abi Hurairah bahwa Nabi saw, bersabda: tidaklah seorang
pezina yang melakukan zina itu dalam keadaan beriman, dan
tidak(pula) seorang yang mencuri ketika mencuri dalam keadaan
beriman. ( dalam riwayat lain ada tambahan kalimat), dan tidaklah
seseorang yang merampas barang-barang yang berharga yang
dipandang oleh manusia, dalam keadaan tidak sempurna imannya.
1. Mufrodat

Mufrodat Makna
Berbuat zina
Minum

Minuman memabukkan
Mencuri
Merampok
Bernilai tinggi
2. Analisa Bahasa
" berbuat zina" yaitu melakukan hubungan seksual yang tidak sah.
" minum" yaitu aktivitas minum
minuman memabukkan yang dibuat dari perasan buah-buahan
seperti anggur, kurma, dan lainnya. Kata diambil dari kata yang
artinya menutup. Dikatakan demikian karena minuman yang
memabukkan itu menjadikan peminumnya tertutup akal pikiran
sehingga tidak dapat berfikir secara normal.
" mencuri" kata tersebut merupakan kata kerja (fi'il) mudhari dari
fiil madhi
fi'il mudhari dari kata yang artinya merampok.
bernilai tinggi
3. Syarah Hadis
Iman yang sempurna yaitu keyakinan yang timbul dari dalam jiwa
serta adanya pengakuan dengan ucapan serta direalisasikan dengan
perilaku-perilaku terpuji, ( Bariyah, 2008: 25). Apabila dari ketiga
komponen tersebut hanya ada salah satu, maka keimanan tidak
sempurna atau berkurang. Berkurangnya keimanan tersebut dapat
terjadi apabila ada perilaku yang menyimpang dari perintah syara
atau disebut perilaku maksiat. Apabila seseorang berada dalam kondisi
kemaksiatan, kondisi orang tersebut dalam keadaan tidak sempurna
imannya. Karena, berdasarkan hadis di atas seseorang yang
melakukan maksiat seperti orang yang tidak memiliki iman. Artinya
orang tersebut tidak menyadari sepnuhnya bahwa perilaku maksiat itu
bukan perbuatan orang yang beriman, dan perbuatan tersebut dapat
mengikis kesempurnaan iman.
4. Pokok Kandungan Hadis
a. Berbuat maksiat bukan sifat orang yang beriman.
b. Seorang mukmin yang sempurna imannya akan selalu menjaga
dirinya dari perbuatan yang tercela.
c. Perbuatan haram dapat mengurangi nilai iman dan islam
seseorang.
d. Setiap mukmin harus meninggalkan perbuatan yang dilarang
syariat.
5. Hikmah atau Pelajaran yang dapat Diambil dari Hadis
a. Mengatahui bahwa iman dapat hilang karena perbuatan maksiat.
b. Menjauhi perbuatan maksiat baik maksiat besar maupun kecil.
c. Selalu berhati-hati dalam bertindak.
d. Semakin menambah keimanan
e. Menjaga kesempurnaan iman dengan selalu mendekatkan diri
kepada Allah.
f. Memperbanyak istighfar agar iman tetap terjaga
kesempurnaanya.

PENUTUP
A. Simpulan

DAFTAR PUSTAKA
Ash Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. 2002. Mutiara Hadits 1
Keimanan. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.

Bariyah, Oneng Nurul. 2008. Materi Hadits. Jakarta: Kalam Mulia.