Anda di halaman 1dari 8

Artikel Botani Farmasi

MORFOLOGI DAUN

Institut Ilmu Kesehatan


BHAKTI WIYATA
NAMA : ELISA GALUH SETYORINI KEDIRI
NO. ABSEN : 28
NIM : 10112087 2013
PRODI : S1- FARMASI
KELOMPOK :B
TANGGAL : 25 MARET 2013

Topik : Morfologi Daun


Tujuan : - Mampu mengenal beberapa macam nama tumbuhan yang ada di
lingkungan.
- Mampu mendeskripsikan bagian, jenis, bentuk, dan klasifikasi ilmiah
pada daun.
- Mampu mengetahui beberapa kandungan kimia serta khasiatnya bagi
makhluk hidup.

A. TANAMAN ALAMANDA ( Allamanda cathartica L. )


1. DESKRIPSI
Allamanda cathartica adalah tanaman hias yang umum disebut sebagai
bunga alamanda dan juga sering disebut sebagai bunga terompet emas,
bunga lonceng kuning, atau bunga buttercup. Bunga alamanda berasal dari
daerah Amerika Tengah dan Selatan dan banyak ditemukan di Brazil di mana
bunga ini umum digunakan sebagai hiasan karena bentuknya yang indah.
Tanaman alamanda termasuk dalam
golongan perdu berkayu
dengan tinggi yang dapat mencapai 2
meter. Tanaman ini
bersifat evergreen ( hijau sepanjang
tahun ). Batangnya yang sudah tua
akan berwarna cokelat karena
pembentukan kayu, sementara tunas
mudanya berwarna hijau. Daunnya
memiliki bentuk yang melancip di ujung
dengan permukaan yang kasar dengan
panjang 6 hingga 16 cm. Selain itu daun
alamanda pada umumnya berkumpul
sebanyak tiga atau empat helai. Bunga
alamanda berwarna kuning dan
berbentuk seperti terompet dengan
ukuran diameter 5 7,5 cm. Tanaman
ini memiliki bunga yang harum.
Tanaman ini dapat berkembangbiak
dengan biji, namun perbanyakan yang umum dilakukan yaitu dengan stek
batang. Hal ini disebabkan, beberapa varietas hibrida sulit memunculkan
kapsul biji. Alamanda tergolong tanaman yang tumbuhnya cepat sehingga
harus sering dilakukan pemangkasan untuk menjaga penampilannya.
2. KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan Plantae
:
Filum Basidiomycota
:
Kelas Magnoliopsida
:
Ordo Apocynales
:
Famili Apocynaceae
:
Genus Allamanda
:
Spesies Allamanda
: cathartica

3. KANDUNGAN KIMIA
Daun allamanda cathartica mengandung alkaloida, kulit batang dan buahnya
mengandung saponin, disamping itu kulit batangnya juga mengandung tannin
dan buahnya mengandung flavonoida dan polifenol

4. KHASIAT
Daun
Untuk pengobatan sembelit dan demam
Untuk penawar keracunan
Bunga
Untuk pengobatan yang dapat mencegah komplikasi dari malaria dan
pembengkakan limpa
Sebagai laksatif ( pencahar )
Sebagai antibiotik terhadap bakteri staphylococus
Getah : Sebagai antibakteri yang dapat mematikan belatung dan jentik nyamuk
Akar : Untuk mencegah penyakit kuning

B. TANAMAN BAMBU ( Bambusa sp. )


1. DESKRIPSI
Bambu adalah tanaman jenis rumput - rumputan dengan rongga dan ruas di
batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah
buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman
dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-
dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm
(24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah
dan klimatologitempat ia ditanam.
Bagian selanjutnya adalah daunnya, daun bambu (folium Bambusa sp)
merupakan bagian yang memiliki heteromorfisme pada fase kehidupannya.
Berikut adalah pembahasan mengenai heteromorfisme Bambusa sp.
Helai daun bambu mempunyai
tipe pertulangan yang sejajar
seperti rumput, dan setiap daun
mempunyai tulang daun utama
yang menonjol. Daunnya
biasanya lebar, tetapi ada juga
yang kecil dan sempit seperti
pada bambu cendani (Bambusa
multiplex) dan bambu siam
(Thyrsostachys siamensis). Helai
daun dihubungkan dengan
pelepah oleh tangkai daun yang mungkin panjang atau pendek. Pelepah
dilengkapi dengan kuping pelepah daun dan juga ligula. Kuping pelepah
daun umumnya besar tetapi ada juga yang kecil atau tidak tampak. Pada
beberapa jenis bambu, kuping pelepah daunnya mempunyai bulu kejur
panjang, tetapi ada juga yang gundul.
2. KLASIFIKASI ILMIAH
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub classis : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Famili : Poaceae
Genus : Bambusa
Species : Bambusa sp

3. KANDUNGAN KIMIA
Daun bambu banyak mengandung zat aktif, yaitu flavonoid, polisakarida,
klorofil, asam amino, vitamin mikro elemen.
Selain itu, di daun bambu juga terdapat asam fenolat ( asam sinamat, asam
klorogenat, asam kafeat, asam ferulat ), antra sikuinin, amilosa, lakton
kumarin, mangan, dan besi.

4. KHASIAT
Daun bambu bersifat dingin, tidak beracun, untuk mengobati rasa panas di
dada dan batuk
Bubur daun bambu bisa menyembuhkan jantung panas pada anak kecil atau
tidak sadarkan diri.
Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan
riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan,
dan lain lain.
Daun bambu, dengan aromanya yang ringan, bisa menetralkan rasa panas,
terutama chi di jantung.
Daun bambu menyembuhkan salah urat, luka, dan membunuh parasit.
Daun bambu meredakan rasa cemas dan panas, serta melancarkan buang
air kecil.
Untuk menurunkan lemak darah dan kolestrol
Mampu menjaga stamina
Mencegah penuaan dan penyakit kardiovaskular

C. TANAMAN WARU ( Hibiscus tiliaceus L. )


1. DESKRIPSI
Waru atau baru (Hibiscus tiliaceus, suku kapas-kapasan atau Malvaceae),
juga dikenal sebagai waru laut telah lama dikenal sebagai pohon peneduh
tepi jalan atau tepi sungai dan pematang serta pantai. Walaupun tajuknya
tidak terlalu rimbun, waru disukai karena akarnya tidak dalam sehingga
tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Waru dapat diperbanyak
dengan distek. Tumbuhan ini asli dari daerah tropika di Pasifik barat namun
sekarang tersebar luas di seluruh wilayah Pasifik.
Pohon, tinggi 5-15 m. Batang berkayu, bulat, bercabang, warnanya cokelat.
Daun bertangkai, tunggal, berbentuk jantung atau bundar telur, diameter
sekitar 19 cm. Pertulangan menjari, warnanya hijau, bagian bawah
berambut abu-abu rapat. Bunga berdiri sendiri atau 2-5 dalam tandan,
bertajuk 8-11 buah, berwarna kuning
dengan noda ungu pada pangkal bagian
dalam, berubah menjadi kuning merah,
dan akhirnya menjadi kemerah-merahan.
Buah bulat telur, berambut lebat, beruang
lima, panjang sekitar 3 cm, berwarna
cokelat. Biji kecil, berwarna cokelat muda.
Daun mudanya bisa dimakan sebagai
sayuran. Kulit kayu berserat, biasa digunakan untuk membuat tali. Waru
dapat diperbanyak dengan biji.

2. KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan : Plantae
Subkerajaan : Thacheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus tiliaceus

3. KANDUNGAN KIMIA
zat musilago
zat emolient
protein
tanin
saponin
flavonoid

4. KHASIAT
Sebagai antiradang dan anti toksik
Untuk obat peluruh dahak dan peluruh kencing
Untuk obat tuberkulosis dan paru paru
Sebagai pengubur rambut
Untuk melancarkan air seni

D. TANAMAN MAWAR ( Rosa damascena )


1. DESKRIPSI

Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus


nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari
100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk.
Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri
atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter.
Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di
tanaman lain bisa mencapai 20 meter.

Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm,
dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri
dari paling sedikit 3 atau 5
hingga 9 atau 13 anak daun
dan daun penumpu (stipula)
berbentuk lonjong,
pertulangan menyirip, tepi tepi
beringgit, meruncing pada
ujung daun dan berduri pada
batang yang dekat ke tanah.
Mawar sebetulnya bukan
tanaman tropis, sebagian
besar spesies merontokkan
seluruh daunnya dan hanya
beberapa spesies yang ada
di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.

Mawar dapat dijangkiti beberapa penyakit seperti karat daun yang


merupakan penyakit paling serius. Penyebabnya
adalah cendawan Phragmidium mucronatum yang menyebabkan kerontokan
daun. Penyakit yang tidak begitu berbahaya seperti Tepung Mildew
disebabkan cendawan Sphaerotheca pannosa, sedangkan penyakit Bercak
Hitam yang ditandai timbulnya bercak-bercak hitam pada daun disebabkan
oleh cendawan Diplocarpon rosae.Mawar juga merupakan makanan
bagi larva beberapa spesies Lepidoptera.

Mawar tumbuh subur di daerah beriklim sedang walaupun beberapa kultivar


yang merupakan hasil metode penyambungan (grafting) dapat tumbuh di
daerah beriklim subtropis hingga daerah beriklim tropis.Selain sebagai
bunga potong, mawar memiliki banyak manfaat, antara lain antidepresan,
antiviral, antibakteri, antiperadangan, dan sumber vitamin C. Minyak mawar
adalah salah satu minyak atsiri hasil penyulingan dan penguapan daun-daun
mahkota sehingga dapat dibuat menjadi parfum. Mawar juga dapat
dimanfaatkan untuk teh, jelly, dan selai.

2. KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan Plantae
:
Divisi Magnoliophyt
: a
Kelas Magnoliopsid
: a
Ordo Rosales
:
Famili Rosaceae
:
Upafamili Rosoideae
:
Genus Rosa L.
:
3. KANDUNGAN KIMIA
Saponin
Kardenolin
Polifenol
Tanin
Flavonoid
Sumber vitamin C

4. KHASIAT
Untuk meningkatkan kolagen dan mencegah kerutan pada kulit
Sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit batuk, gigitan serangga, bengkak,
dan campak
Untuk melancarkan siklus haid, nyeri haid dan rahim turun
Untuk mengurangi sakit kepala dan masalah pencernaan

E. TANAMAN KERSEN ( Muntingia calabura L. )


1. DESKRIPSI
Pohon kersen khususnya berguna sebagai pohon
peneduh di pinggir jalan. Pohon kecil ini awalnya
sering tumbuh sebagai semai liar di tepi jalan,
selokan, atau muncul di tengah retakan tembok
lantai atau pagar, dan akhirnya tumbuh dengan
cepat biasanya dibiarkan saja membesar sebagai
pohon naungan. Sebab itulah pohon kersen
acapkali ditemukan di wilayah perkotaan yang
ramai dan padat, di tepi trotoar dan lahan parkir, di
tepi sungai yang tidak terurus atau di tempat-
tempat yang biasa kering berkepanjangan.
Tanaman karsen merupakan tanaman perdu atau berupa pohon kecil dapat
tumbuh mencapai tinggi 12 meter. Daun-daun terletak mendatar, berseling;
helaian daun tidak simetris, bundar telur lanset, tepinya bergerigi dan
berujung runcing, 1-4 4-14 cm, sisi bawah berambut kelabu rapat;
bertangkai pendek. Daun penumpu yang sebelah meruncing bentuk benang,
kurang lebih. 0,5 cm, agak lama lalu mengering dan rontok, sementara
sebelah lagirudimenter. Tulang daun menyirip, daun tidak simetris dan
tepinya bergerigi, bunganya berisikan 1-5 kuntum yang terletak di ketiak
sebelah atas daun, bertangkai panjang, berkelamin dua, buah memiliki
diameter hingga 1,5 cm berbentuk seperti ceri dan jika telah matang akan
berwarna merah serta terasa manis.

2. KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Muntingiaceae
Genus : Muntingia L.
Spesies : Muntingia calabura

3. KANDUNGAN KIMIA
Buah kersen memiliki kandungan sebagai berikut :
Air (77,8 Gram)
Protein (0,384 Gram)
Lemak (1,56 Gram)
Karbohidrat (17,9 Gram)
Serat (4,6 Gram)
Abu (1,14 Gram)
Kalsium (124,6 Mg)
Fosfor (84mg)
Besi (1,18 Mg)
Karoten (0,019g)
Tianin (0,065g)
Ribofalin (0,037g)
Niacin (0,554 G)
Kandungan Vitamin C (80,5 mg) nilai energi yang dihasilkan adalah
380KJ/100 gram

4. KHASIAT
Sebagai obat hipertensi dan serangan jantung
Untuk obat penurun panas
Sebagai obat antiseptic dan antiinflamasi
Sebagai anti tumor dan anti uric acid ( asam urat )
Sebagai obat sakit kepala dan anti radang

F. TANAMAN LAMTORO ( Leucaena glauca L. )


1. DESKRIPSI
Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah sejenis
perdu dari suku Fabaceae (=Leguminosae, polong-
polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan
lahan atau pencegahan erosi. Berasal
dariAmerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan
tahun dimasukkan ke Jawa untuk kepentingan
pertanian dan kehutanan, dan kemudian menyebar
pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Oleh
sebab itu agaknya, maka tanaman ini
di Malaysia dinamai petai jawa.

Pohon atau perdu, tinggi hingga 20m; meski kebanyakan hanya sekitar 2-
10 m. Percabangan rendah, banyak, dengan pepagan kecoklatan atau
keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting-ranting bulat torak,
dengan ujung yang berambut rapat.

Daun majemuk menyirip rangkap, sirip 310 pasang, kebanyakan dengan


kelenjar pada poros daun tepat sebelum pangkal sirip terbawah; daun
penumpu kecil, segitiga. Anak daun tiap sirip 520 pasang, berhadapan,
bentuk garis memanjang, 616(21) mm 12(5) mm, dengan ujung
runcing dan pangkal miring (tidak sama), permukaannya berambut halus
dan tepinya berjumbai.

Bunga majemuk berupa bongkol bertangkai panjang yang berkumpul


dalam malai berisi 2-6 bongkol; tiap-tiap bongkol tersusun dari 100-180
kuntum bunga, membentuk bola berwarna putih atau kekuningan
berdiameter 1221 mm, di atas tangkai sepanjang 25 cm. Bunga kecil-
kecil, berbilangan5; tabung kelopak bentuk lonceng bergigi pendek, lk 3
mm; mahkota bentuk solet, lk. 5 mm, lepas-lepas. Benangsari 10 helai, lk 1
cm, lepas-lepas.

2. KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Upafamili : Mimosoideae
Genus : Leucaena
Spesies : L.
leucocephala

3. KANDUNGAN KIMIA
Alkaloid
Saponin
Flavonoid
Tannin
Protein
Mimosin
Leukanin
Lemak
Kalsium
Fosfor
Besi
Vitamin A, B1, dan C
Leukanol

4. KHASIAT
Untuk peluruh air seni ( diuretic ) dan cacing usus
Untuk obat kencing manis
Untuk pengobatan radang ginjal
Sebagai obat bisul
Sebagai obat yang dapat meluruhkan haid