Anda di halaman 1dari 5

Pelaksanaan MPKP

Timbang Terima (Operan)

Masalah:

Timbang terima pasien (operan) merupakan teknik atau cara untuk menyampaikan dan menerima
sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan pasien.

Dari hasil observasi, terlihat pelaksanaan timbang terima di ruang tulip telah berjalan dengan
semestinya yaitu dilakukan pada setiap pergantian shift di tiap-tiap kamar pasien. Namun,
ditemukan pula beberapa masalah atau kekurangan dalam pelaksanananya, yaitu antara lain:

Tidak dihadiri oleh semua perawat yang dinas/bertugas


Tahap persiapan kegiatan timbang terima berupa penyampaian tentang keadaan pasien,
masalah keperawatan dan rencana tindakan secara keseluruhan tidak dilaksanakan di ruang
perawat (nurse station)
Tahap pelaksanaan kegiatan timbang terima hanya dilakukan langsung kepada pasien (bed
pasien). Tidak diawali dengan pelaksanaan di ruang perawat (nurse station) terlebih dahulu.

Pre dan Post Conference

Masalah:

Dari .. orang perawat yang kami wawancarai didapatkan informasi bahwa pelaksanaan pre dan
post conference di ruang tulip telah dilaksanakan. Namun dari hasil observasi belum
dilaksanakan secara maksimal. Hal ini ditandai dengan masih adanya masalah-masalah sebagai
berikut:

Waktu pelaksanaan pre dan post conference belum terlaksana sesuai dengan waktu yang telah
disepakati.
Penyampaian prioritas diagnosa atau masalah keperawatan belum dilaksanakan dengan
maksimal.

Beberapa perawat pelaksana dalam suatu shift yang ikut serta dalam kegiatan pre conference
tidak hadir tepat waktu, sehingga pelaksanaan pre conference yang dipimpin oleh ketua tim
mengalami kemunduran atau tidak berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
sebelumnya. Begitu pula dengan kegiatan post conference, dimana waktu pelaksanaan yang telah
disepakati pada saat pre conference oleh perawat yang bertugas tidak dilakukan sama sekali.

Selain waktu pelaksanaan, ditemukan pula masalah dalam jalannya proses pre conference yaitu
penyampaian perkembangan masalah klien hanya difokuskan pada masalah medis saja, belum
kepada prioritas masalah atau diagnosa keperawatan yang sebaiknya dijabarkan terlebih dahulu.

Penyelesaian masalah (Solusi):


Ronde Keperawatan

Masalah:

Ronde keperawatan adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah keperawatan
pasien yang dilaksanakan oleh perawat disamping melibatkan pasien untuk membahas dan
melaksanakan asuhan keperawatan.

Hasil pengkajian melalui pembagian kuesioner untuk pertanyaan apakah ronde keperawatan
dilakukan setiap hari? didapatkan jawaban dari .. orang perawat sebagian besar menjawab
iya.

Waktu pelaksanaan ronde keperawatan hanya dilakukan jika terdapat masalah keperawatan pada
klien yang belum teratasi meskipun telah dilakukan tindakan keperawatan dan atau jika
ditemukan kasus baru atau langka pada pasien. Tidak dilakukan setiap hari. Maka dari itu,
masalah yang didapatkan sehubungan dengan kegiatan ronde keperawatan di ruang tulip adalah
pengetahuan perawat tentang waktu pelaksanaannya.

Penyelesaian masalah (Solusi):

Presentasi Kasus

Masalah:

Dari hasil pengkajian melalui pembagian kuesioner kepada orang perawat di ruang tulip
tentang perlunya pelaksanaan presentasi kasus dalam sebulan sekali didapatkan jawaban yaitu
sebanyak . orang perawat menjawab tidak perlu dilakukan.

Salah satu tugas kepala ruangan dalam fungsi perencanaan yaitu mengadakan diskusi untuk
pemecahan masalah. Presentasi kasus merupakan salah satu kegiatan diskusi. Perawat pelaksana
secara teratur diharapkan dapat mempresentasikan kasus-kasus klien yang dirawatnya. Melalui
kasus ini PP dan PA dapat lebih mempelajari kasus yang ditanganinya secara mendalam.

Discharge Planning (Perencanaan Pulang)

Masalah:

Perencanaan pulang (Discharge Planning) merupakan salah satu kegiatan dalam pemberian
asuhan keperawatan pada pasien di rumah sakit yang akan memberikan dampak terhadap
pemendekan lama perawatan pasien di rumah sakit dan akan dapat menurunkan angka
kekambuhan pasien.
Pelaksanaan perencanaan pulang telah menjadi salah satu program kegiatan dalam sistem
pemberian asuhan keperawatan pada klien. Namun dalam pelaksanaannya, perencanaan pulang
belum sesuai dan belum optimal. Seperti yang didapatkan di ruang tulip, masalah atau
kekurangan dalam pelaksanaan discharge planning antara lain:

Pelaksanaan perencanaan pulang hanya sekedar permintaan tanda tangan oleh perawat kepada
pasien melalui format atau lembaran discharge planning yang berisi tentang hal-hal yang
perlu dilakukan pasien tanpa ada penjelasan mengenai isi dari lembar tersebut kepada
pasien.sebelumnya
Pelaksanaan perencanaan pulang oleh beberapa perawat baru pada tahapan-tahapan yang
penting saja. Detail-detail kecil perencanaan pulang seperti menginformasikan mengenai
bagaimana manajemen pemberian perawatan di rumah, informasi menyangkut obat-obatan,
nutrisi, aktivitas dan istirahat serta sumber pelayanan kesehatan di sekitar rumah tidak
disampaikan kepada pasien.
Media discharge planning berupa leaflet yang tersedia di ruang perawatan tidak digunakan
dengan maksimal.

Fungsi Manajemen Keperawatan

Perencanaan

Masalah:

a. Visi & Misi Ruangan

Dari hasil wawancara dengan perawat pelaksana di ruang tulip banyak yang memberikan
jawaban tentang ketidaktahuan mereka tentang isi dari visi & misi ruangan tempat mereka
bertugas. Selain itu, ketika dilakukan observasi tidak ditemukan adanya bentuk fisik dari visi
& misi ruangan seperti dalam bentuk poster maupun banner. Hal ini dapat dikatakan sebagai
masalah karena tugas kepala ruangan dalam fungsi perencanaan yaitu menjaga terwujudnya
visi & misi keperawatan di rumah sakit belum dilaksanakan secara optimal.

b. Standar Operasional Prosedur

Dari hasil pengkajian melalui kuesioner yang dibagikan kepada setiap perawat pelaksana di
ruang tulip ditemukan jawaban bahwa para perawat telah melakukan setiap tindakan
keperawatan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Namun dari hasil observasi ditemukan
masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh yaitu pada kegiatan
..

Koodinasi (Pengarahan)
Masalah:

Pengarahan adalah proses memberikan bimbingan kepada staff agar mereka mampu bekerja
secara optimal dalam melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan keterampilan yang mereka
miliki. Pengarahan ini termasuk didalamnya adalah kejelasan komunikasi dan pengembangan
motivasi yang efektif. Pengarahan (actuating) merupakan fungsi yang paling fundamental dalam
manajemen, karena merupakan pengupayaan berbagai jenis tindakan itu sendiri, agar semua
anggota kelompok mulai dari tingkat teratas sampai terbawah berusaha mencapai sasaran
organisasi sesuai rencana yang telah ditetapkan semula dengan cara terbaik dan benar.

Dari hasil pengkajian melalui kuesioner yang dibagikan kepada setiap perawat pelaksana di
ruang tulip tentang tugas kepala ruangan dalam fungsi pengarahan ditemukan jawaban bahwa
kepala ruangan telah mendelegasikan tugasnya kepada perawat pelaksana. Namun dalam
pertanyaan tentang proses pendelagasian ada perawat yang menjawab bahwa tugas yang
didelegasikan telah didiskusikam sebelumnya dan sebagian lain menjawab tidak pernah. Hal ini
merupakan masalah karena pelimpahan tugas dari kepala ruangan kepada perawat pelaksana
tidak serta merta hanya diberikan begitu saja tanpa ada pengarahan sebelumnya. Dapat
disimpulkan bahwa tugas kepala ruangan dalam menjalankan fungsi pengarahan manajemen
keperawatan di ruang tulip belum dilakukan secara optimal.

Supervisi Kepala Ruangan

Supervisi adalah merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar mengobeservasi,


mendorong, memperbaiki, memerintah, mengevaluasi secara terus menerus.Supervisi merupakan
upaya untuk membantu pembinaan dan peningkatan kemampuan pihak yang disupervisi agar
mereka dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.
supervisi.

Supervisi keperawatan adalah kegiatan pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara
berkesinambungan oleh supervisor mencakup pelayanan keperawatan, masalah ketenagaan dan
peralatan agar pasien mendapat pelayanan yang bermutu setiap saat.

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruangan di ruang tulip didapatkan informasi bahwa
supervisi telah dilakukan. Namun, fungsi supervisi yang dilakukan belum maksimal karena
pelaksanaannya tidak langsung dilakukan oleh kepala ruangan di ruang perawatan yang ada
(tulip) dengan tujuan untuk menilai kinerja dari tim (ketua dan anggota/perawat pelaksana)
dalam melakukan asuhan keperawatan. Kepala ruangan menjelaskan bahwa tugas sebagai
supervisor di ruang perawatan tulip dialihkan kepada pihak atau pelaksana supervisi yang lain.
Dalam pelaksanaannya supervisi sebaiknya dilakukan langsung oleh kepala ruangan yang
bersangkutan kepada perawat pelaksananya terkait dengan jaminan mutu pelayanan keperawatan
di ruangan.
Kepuasan Pasien/Keluarga

Dari hasil wawancara dan pengkajian melalui kuesioner kepada . pasien tentang kepuasan
pasien terhadap pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat di ruang tulip
didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pasien yang mengeluhkan masalah komunikasi dari
perawat.

Jika dihubungkan dengan kepuasan perawat dalam hal pemberian kompensasi (gaji) terlihat
banyak dari perawat yaitu sebanyak . Orang perawat mengeluhkan gaji yang tidak sesaui
dengan harapan dan pekerjaan. Kinerja perawat Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya
motivasi yang