Anda di halaman 1dari 24

METODE DELAY TIME

GENERALIZED RECIPROCAL METHOD (GRM)


Metode Delay time digunakan pada bidang batas lapisan dangkal dengan
kontras kecepatan yang besar (V2 >> V1)

Metode ini berdasarkan pada waktu tunda (delay time)

Waktu tunda adalah perbandingan antara waktu yang diperlukan gelombang


untuk merambat ke atas (upward) & ke bawah (downward), terhadap waktu
yang merambat sepanjang garis refraktor (waktu proyeksi lintasan normal)

Downward Upward
V1

V2
Waktu Proyeksi
V1 << V2
Downward Upward
V1

V2
Waktu Proyeksi
V1 << V2
Dari gambar di atas, maka didapat persamaan umum delay time;


= Delay time pada source
1 2


= Delay time pada geophone
1 2
METODE GRM (PALMER, 1980)
Derecke Palmer
Metode GRM dikembangkan oleh Palmer pada tahun 1980 dan
mampu memetakan sistem perlapisan yang mempunyai
ketidakteraturan topografi bawah permukaan yang berundulasi
dengan menggunakan tembakan forward dan reverse.
1. Lapisan pertama adalah homogen
2. Bidang batas lapisan tidak rata/kompleks (undulasi)
3. Kemiringan bidang perlapisan (bidang refraktor) <20
4. XY Distance / Observasi adalah jarak antara geophone yang diukur
dari titik refraktor yang samapada penembakan forward dan
reverse
Kelebihan metode dari ini dapat memperlihatkan tinggi rendahnya
suatu bidang perlapisan (undulasi) serta mampu menentukkan
keberadaan Blindzone dan Hiddenlayer.
PENAMPANG BAWAH PERMUKAAN
METODE GRM

Blindzone = zona / lapisan


yang tidak terdeteksi karena
nilai kecepatannya lebih rendah
dari medium diatasnya

Hiddenlayer

Kumpulan dari beberapa Blindzone disebut Hiddenlayer


ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM

Garis berwarna merah merupakan XY Garis berwarna jingga adalah waktu total (tAG)
Distance/Observasi atau persebaran yang merambat dari source forward ke reverse
dari geophone di permukaan, besarnya +
( = 2 ( )) () =
2
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3

Forward (ms) Reverse (ms)


Garis berwarna biru merupakan data waktu
0 99.9 tGD1
GP 2 12.9 94.7 penembakan forward dan reverse, tAD2 dan
tAD2 22.7 90.4 tGD1 (data yang terbaca di seismograph)
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3

Garis berwarna kuning adalah nilai waktu rambat


Forward (ms) Reverse (ms)
gelombang dibidang refraktor (Tv) sepanjang geophone 1
0 99.9 tGD1 ke geophone 3. Nilai ini akan digunakan sebagai fungsi
GP 2 12.9 94.7
analisa kecepatan untuk mencari nilai V (kecepatan
tAD2 22.7 90.4 lapisan ke-2)
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3

Forward (ms) Reverse (ms)


(2 + 1 )
0 99.9 tGD1 =
GP 2 12.9 94.7 2
tAD2 22.7 90.4
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3

Nilai kecepatan (V) di sepanjang bidang refraktor dapat dicari dengan persamaan:


= 1000
( )
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3

Forward (ms) Reverse (ms) Garis berwarna merah adalah nilai waktu (Tg) yang
dibutuhkan gelombang untuk merambat dari bidang
0 99.9 tGD1 refraktor menuju ke geophone 2 secara tegak lurus. Nilai
GP 2 12.9 94.7
ini akan digunakan sebagai fungsi analisa kedalaman
tAD2 22.7 90.4
untuk mencari kedalaman di tiap-tiap geophone.
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3 = 2 ( )

Forward (ms) Reverse (ms)


0 99.9 tGD1 (2 + 1 (+(XY Obs/V)))
GP 2 12.9 94.7 =
2
tAD2 22.7 90.4
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3

Forward (ms) Reverse (ms)


0 99.9 tGD1 Garis berwarna hijau merupakan Vavg atau nilai
GP 2 12.9 94.7 kecepatan gelombang pada lapisan pertama (V1)
tAD2 22.7 90.4 & di permukaan.
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3

Forward (ms) Reverse (ms)


0 99.9 tGD1 ( 2 )
=
GP 2 12.9 94.7 2
tAD2 22.7 90.4 1000 +
ILUSTRASI PENEMBAKAN For - Rev
METODE GRM
GP 1 GP 2 GP 3

Garis berwarna ungu merupakan kedalaman di


Forward (ms) Reverse (ms)
bawah geophone (depth) yang dicari
0 99.9 tGD1 menggunakan persamaan:
GP 2 12.9 94.7
( )
tAD2 22.7 90.4 () =
(cos 1000)
BLINDZONE & HIDDENLAYER
Sebuah zona / lapisan yang tidak terdeteksi oleh metode seismik refraksi yang
disebabkan nilai cepat rambat gelombang pada lapisan ini lebih rendah
daripada lapisan di atasnya.

Ada dua hal yang dapat memunculkan Blindzone:


1. Lapisan yang sangat tipis (thin layer)
2. Lapisan lapuk (weathered layer)
Kumpulan dari beberapa Blindzone disebut Hiddenlayer

Hiddenlayer
BLINDZONE & HIDDENLAYER
GP 1 GP 2 GP 3

Garis berwarna kuning merupakan nilai XY


Forward (ms) Reverse (ms)
Optimum / Direct, yaitu jarak dari geophone 1 ke
0 99.9 tGD1 geophone 3 di sepanjang bidang refraktor.
GP 2 12.9 94.7
Nilainya akan berbeda-beda tergantung
tAD2 22.7 90.4
undulasinya.
BLINDZONE & HIDDENLAYER
GP 1 GP 2 GP 3

Forward (ms) Reverse (ms)


0 99.9 tGD1 = 2 tan
GP 2 12.9 94.7
tAD2 22.7 90.4 XY Direct digunakan untuk mencari
kedalaman dari Blindzone.
BLINDZONE & HIDDENLAYER
Untuk mencari nilai kedalaman dari Blindzone digunakan persamaan sebagai
berikut:

( ()) H (m) H Blindzone (m)


=
(2 tan )
-7.113926986 -12.27454755
-6.918394754 -11.93717135
-7.153033433 -12.34202279
-7.856949467 -13.55657713
-7.50499145 -12.94929996
-8.169801039 -14.09637905
Blindzone akan selalu muncul dibawah -8.013375253 -13.82647809
bidang refraktor dengan nilai kecepatan -7.113926986 -12.27454755
-6.488223844 -11.1949437
yang lebih rendah daripada lapisan -6.761968969 -11.66727039
-11.32989418
pertamanya. -6.566436737
-6.722862522 -11.59979515
-7.700523682 -13.28667616
-7.856949467 -13.55657713
-6.761968969 -11.66727039
-7.583204343 -13.08425044
-7.035714093 -12.13959707
TERIMA KASIH