Anda di halaman 1dari 2

TANGGAPAN TERHADAP KAK

Secara keseluruhan, isi dari kerangka acuan kerja telah menjelaskan secara rinci
pekerjaan yang harus dikerjakan oleh konsultan. Namun demikian, konsultan merasa
perlu adanya beberapa tanggapan terhadap KAK sebagai klarifikasi dan
pengembangan tugas. Sesuai dengan pengalaman pelaksanaan pekerjaan sejenis
yang pernah dilakukan oleh konsultan.
Diantaranya adalah sebagai berikut :
A. Pemahaman Terhadap Pelaksanaan Pekerjaan
Setelah memahami maksud dan tujuan, kegiatan proyek, lingkup pekerjaan,
deskripsi tugas konsultan perencana sangat komprehensip. Pekerjaan
Perencanaan Pembangunan Instalasi Jaringan Tegangan Rendah (JTR) Pulau
Giliraja bertujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai di
daerah sehingga memicu laju pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup
masyarakat sekitar.
B. Maksud dan Tujuan Pelaksanaan Perencanaan
a. Membantu pengguna anggaran untuk melaksanakan perencanaan pekerjaan
yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana baik yang bersifat secara teknis
maupun administrasi sehingga pekerjaan yang dikerjakan dapat memenuhi
standart mutu, biaya, dan kualitas yang telah direncanakan maupun kondisi
medan dilapangan.
b. Memberikan bimbingan teknis kepada kontraktor pelaksana pekerjaan untuk
melaksanakan pekerjaan dengan sebaik baiknya sesuai dengan standart
dokumen pelaksanaan pekerjaan.
C. Tujuan Secara Teknis Pekerjaan Perencanaan
Tujuan dari kegiatan ini :
a. Merencanakan pelaksanaan pekerjaan dan memeriksa pemakaian bahan,
peralatan dan metode pelaksanaan, serta merencanakan ketepatan waktu dan
biaya pekerjaan konstruksi.
Merencanakan pelaksanaan pekerjaan fisik dilapangan dari segi kualitas, kuantitas dan
kemajuan reralisasi pekerjaan.

D. Ruang Lingkup Pekerjaan


Ruang lingkup tugas konsultan perencana yang harus
dilaksanakan adalah sesuai dengan Rencana Kerja dan syarat syarat teknis
(RKS)
Untuk lebih jelasnya ruang lingkup pekerjaan Perencanaan Pembangunan
Instalasi Jaringan Tegangan Rendah (JTR) Pulau Giliraja Tahun Anggaran
2017 antara lain sebagai berikut :

Menginventarisasi, mempelajari dan meneliti dokumen


dokumen pelaksanaan pekerjaan (NWP Curve S/ Bar Chart, schedule tenaga
kerja, schedule bahan dan schedule peralatan) untuk melakukan
pengendalian terutama tingkat operasional / tahap pelaksanaan fisik baik
kuantitas, kualitas, pengendalian mutu, waktu dan harga satuan pekerjaan.
Serta mengantisipasi dengan memecahkan persoalan persoalan yang
terjadi selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Membuat Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) atau di sebut juga
Engineering Estimate.
Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara
Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang ( bila ada ).
Membuat Gambar Rincian Pelaksanaan ( Shop Drawing ) dan
Time Schedule yang dibuat oleh kontraktor pelaksana.
Membuat Laporan Akhir Pekerjaan Perencanaan berupa
Laporan hasil Survey di lapangan.
Membuat Dokumen Lelang DED, EE, BQ