Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pengawas sekolah adalah

Kompetensi Supervisi Manajerial dan Akademik. Pengawas sekolah adalah tenaga

kependidikan profesional yang berfungsi sebagai unsur pelaksana supervisi pendidikan yang

mencakup supervisi akademik dan supervisi manajerial. Supervisi akademik terkait dengan

tugas pembinaan guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Supervisi

manajerial terkait dengan tugas pembinaan kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya

dalam aspek pengelolaan dan administrasi sekolah.

Ragam kegiatan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawas

sekolah meliputi:

1. Pelaksanaan analisis kebutuhan pengembangan sekolah

2. Penyusunan program kerja pengawasan sekolah

3. Penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja tenaga kependidikan lain (TU,

Laboran, dan pustakawan).

4. Pembinaan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya.

5. Pemantauan kegiatan sekolah serta sumber daya pendidikan yang meliputi

kepemimpinan, pengembangan sarana belajar, prasarana pendidikan, biaya, dan

lingkungan sekolah.

6. Pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pemantauan, dan pembinaan.

7. Evaluasi proses dan hasil pengawasan.

8. Penyusunan laporan hasil pengawasan.

9. Penyusunan rencana perbaikan mutu.

10. Tindak lanjut hasil pengawasan untuk pengawasan berikutnya.

Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dalam suatu siklus secara periodik yang

merupakan rangkaian tugas kepengawasan

Kegiatan pengawasan sekolah diawali dengan penyusunan program kerja yang

dilandasi oleh hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Dengan berpedoman pada program
kerja yang disusun, dilaksanakan kegiatan inti pengawasan meliputi penilaian, pembinaan,

dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di sekolah binaannya. Pada tahap

berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pembinaan, dan

pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan dari setiap sekolah dan dari

semua sekolah binaan. Berdasarkan hasil analisis data, disusun laporan hasil pengawasan

yang menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan

kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah binaannya. Sebagai tahap akhir dari satu

siklus kegiatan pengawasan sekolah adalah menetapkan tindak lanjut untuk program

pengawasan tahun berikutnya. Tindak lanjut pengawasan diperoleh berdasarkan hasil

evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu periode.

B. Landasan Hukum

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan;

3. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonasia

dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 0322/0/1986 dan Nomor 38

tahun 1986, tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah;

4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 020/U/1998,

tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka

Kreditnya;

5. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 91/M.PAN/10/2001, tentang

Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006,

tentang Standar Isi;

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006,

tentang Standar Kompetensi Lulusan;

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007,

tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah;

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007,

tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;


10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007,

tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007,

tentang Standar Sarana dan Prasarana;

12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007,

tentang Standar Penilaian Pendidikan;

13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007,

tentang Standar Pengelolaan;

14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007,

tentang Standar Proses;

15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2008,

tentang Standar Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah;

16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008,

tentang Standar Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah;

17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008,

tentang Standar Kompetensi Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah;

C. Visi dan Misi Pendidikan Nasional

1. Visi

Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa

untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi

manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman

yang selalu berubah.

Sejalan dengan visi Pendidikan Nasional tersebut, Depdiknas berhasrat untuk

pada tahun 2025 menghasilkan : INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETETIF ,

(insan kamil / insan paripurna)

2. Misi

a. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang

bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;


b. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak

usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;

c. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk

mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;

d. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat

pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai

berdasarkan standar nasional dan global;

e. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan

berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.

Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut, Depdiknas untuk tahun

2005-2010 menetapkan Misi sebagai berikut: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG

MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA CERDAS KOMPREHENSIF DAN

KOMPETITIF.

D. Tujuan dan Sasaran Pengawasan

1. Tujuan Pengawasan

a. Meningkatkan pembinaan kepada satuan pendidikan baik aspek manajerial maupun

akademik

b. Menetapkan acuan dalam penyusunan instrumen supervisi manajerial dan akademik

untuk dipergunakan secara menyeluruh di semua jenjang pendidikan baik oleh

pengawas maupun kepala sekolah

c. Melaksanakan supervisi dengan menggunakan instrumen yang telah dibakukan

untuk semua sekolah binaan

d. Membina sekolah secara periodik dan terencana untuk mencapai standar nasional

pendidikan

e. Melakukan pembinaan terhadap Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah

Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk meningkatkan profesional akademiknya

melalui Manajemen Berbasis Sekolah ( PAKEM ) secara terprogram

f. Meningkatkan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam

rangka meningkatkan standar mutu lulusan.


g. Melakukan pembinaan terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) untuk

meningkatkan kemampuan profesional melalui pelaksanaan layanan dalam

kolaborasi kelompok secara terprogram.

h. Meningkatkan kinerja sekolah dalam meningkatkan sistem penjaminan mutu

pengelolaan dan proses.

2. Sasaran Pengawasan

Sasaran pengawasan adalah satuan pendidikan sekolah dasar pada dua Gugus

Yaitu Gugus SDN 29 campagaloe dan Gugus SD Inpres Pullauweng. Adapun sasaran

operasional yang ada di masing-masing Gugus meliputi :

a. Kepala Sekolah (manajerial dan akademik)

b. Pendidik (guru kelas, guru mata pelajaran, guru muatan lokal dan pelatih

pengembangan diri) dalam pengawasan akademik.

c. Tenaga Kependidikan yang lain (tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tanaga

kebersihan, dan tenaga keamanan)

E. Ruang Lingkup Pengawasan

Berangkat dari tugas pokok pengawas satuan pendidikan, maka ruang lingkup

kegiatan dalam program pengawasan adalah sebagai berikut:

1. Penilaian kinerja yang akan dilakukan terhadap:

a. Kepala sekolah.

b. Pendidik (guru).

c. Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, tenaga laboratorium, dan tenaga

perpustakaan).

2. Pembinaan yang akan dilakukan terhadap :

a. Organisasi sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah

b. Kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah.

c. Guru dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembe-

lajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku

d. Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, tenaga perpustakaan).

e. Penerapan berbagai inovasi pendidikan/pembelajaran


f. Pengawas pada jenjang di bawahnya dalam bentuk bimbingan untuk melaksanakan

tugas pokok kepengawasan.

3. Pemantauan yang akan dilakukan terhadap:

a. Pengelolaan dan administrasi sekolah

b. Pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan

c. Lingkungan sekolah

d. Pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional

e. Pelaksanaan penerimaan siswa baru

f. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler

g. Sarana belajar (alat peraga, laboratorium, perpustakaan).

4. Pengembangan program dalam penerapan SNP dan sistem penjaminan mutu dalam

mengembangkan perbaikan mutu berkelanjutan.


BAB II

IDENTIFIKASI HASIL PENGAWASAN DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN

A. Deskripsi Hasil Pengawasan

1. Hasil penilaian

a. Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

Penilaian terhadap kinerja Kepala Sekolah menggunakan instrumen yang

mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (8 standar) yang mengacu dan

disesuaikan dengan Instrumen Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah.

Memperhatikan kinerja sekolah negeri, secara umum masih kurang ,masih banyak

yang belum mencapai standar nasional. Namun demikian karena pengembangan,

pelaksanaan, dan evaluasi program sebagai bagian dari usaha peningkatan mutu tidak

pernah berakhir, maka peningkatan dalam berbagai standar pengawasan masih harus

berlanjut.

b. Penilaian Kinerja Pendidik

Penilaian terhadap kinerja pendidik menggunakan Instrumen Penilaian

Kinerja Guru (IPKG) yang meliputi :

1) IPKG-1 : perencanaan pembelajaran

2) IPKG-2 : pelaksanaan pembelajaran

3) IPKG-3 : penilaian proses dan hasil belajar

4) IPKG-4 : analisis hasil penilaian

5) IPKG-5 : tindak lanjut (perbaikan dan pengayaan)

6) IPKG-6: Pengembangan prestasi siswa dalam tiap bidang studi.

7) IPKG-7: pelaksanaan evaluasi diri sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu

kinerja pendidik dan tenaga kependidikan

8) IPKG-8:pengembangan karya ilmiah

9) IPKG-9: peningkatan kompetensi berbahasa Inggris

10) IPKG-10:peningkatan kompetensi dalam pendayagunaan TIK.


Pelaksanaan pengawasan diarahkan pula pada pengurangan kesejangan mutu

sekolah negeri dan swasta terutama dalam membatasi pendidik yang mengampu mata

pelajaran tidak relevan dan kualifikasi akademik sehingga berpengaruh terhadap

mutu hasil belajar siswa..

c. Penilaian Kinerja Tenaga Kependidikan

1) Tenaga Administrasi.

a) Tanaga administrasi pada sebagian besar sekolah jumlahnya belum

memenuhi rasio jumlah rombongan belajar yang disyaratkan.

b) Kualifikasi tenaga administrasi hanya sebagian kecil yang telah memenuhi

standar sesuai bidang tugas masing-masing

c) Program jangka menengah dan program tahunan belum tersusun secara

sistematis dan diterapkan secara konsisten.

d) Pembagian tugas tenaga administrasi pada umumnya masih merangkap,

artinya seorang petugas menangani lebih dari satu bidang kegiatan yang

berbeda.

e) Kinerja petugas bidang kurikulum dan kesiswaan belum ada.

f) Tenaga administrasi yang berstatus pegawai negeri sipil belum ada

g) Belum ada penerimaan CPNS untuk tenaga administrasi.

h) Belum melaksanakan kegiatan penjaminan mutu.

2) Tenaga Perpustakaan

a) Belum ada tenaga perpustakaan yang berlatar belakang pendidikan

pustakawan

b) Sebagian besar belum pernah mengikuti diklat khusus perpustakaan

c) Administrasi dan manajemen belum sesuai dengan standar perpustakaan

d) Masih banyak dirangkap oleh tenaga administrasi sehingga tidak

malaksanakan tugas secara penuh (full time)

e) Umumnya penanggung jawab sekaligus tenaga perpustakaan dirangkap oleh

guru

f) Belum ada penerimaan CPNS untuk tenaga administrasi.


2. Hasil pembinaan

a. Pembinaan Organisasi Sekolah

1) Struktur organisasi pada setiap satuan secara keseluruhan telah mengikuti standar,

terdapat perbedaan kecil pada pembagian tugas di setiap sekolah karena

menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing

b. Pembinaan Manajemen Sekolah

1) Pada umumnya sekolah telah mengembangkan visi-misi, namun belum seluruh

sekolah mendefinisikan indikator pencapaian visi-misi dengan jelas sehingga visi

belum berfungsi sebagai pemandu dalam meningkatkan kinerja manajemen

sekolah.

2) Dalam peningkatan mutu melalui implementasi standar nasional pendidikan

belum memadai masih membutuhkan pengembangan dan pembinaan.

3) Sistem pengelolaan yang merujuk pada siklus berfungsinya fungsi manajemen

perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi belum diterapkan secara efektif pada tiap

satuan pendidikan.

4) Kelemahan utama dalam penerapan manajemen sekolah ialah lemahnya dalam

sistem penjaminan mutu proses.

5) Sistem pengambilan keputusan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah

(MBS) masih terus dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat meningkatkan

daya kolaborasi dalam peningkatan mutu.

6) Belum seluruh satuan pendidikan dapat memberdayakan memberdayakan sumber

daya Komite Sekolah, orang tua, pendidik dan tenaga kependidikan, dan peserta

didik dalam meningkatkan mutu lulusan yang lebih baik.

7) Belum berfungsinya kendali mutu melalui sistem penjaminan mutu.

c. Pembinaan Proses Pembelajaran

1) Pada umumnya proses pembelajaran sudah baik namun masih pasang surut

mutunya belum terkendali secara efektif.

2) Proses pembelajaran sebagai implementasi dari Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP), masih banyak kekurangan dan kelemahan, sebab dalam


pelaksanaan KTSP memerlukan peningkatan dalam sistem perencanan,

pelaksanaan, dan evaluasi.

3) Perlu lebih ditingkatkan efektivitas pembelajaran yang yang kreatif, inovatif,

inisiatif, dan mandiri membutuhkan waktu, oleh sebab itu secara bertahap dan

terus-menerus kita dorong melalui berbagai teknik pembinaan baik secara

individual maupun kelompok melalui KKG.

4) Sekolah belum menetapkan standar prosedur pembelajaran yang efektif dan

produktif melalui penilaian produk belajar siswa.

5) Strategi pembelajaran yang guru gunakan belum variatif sehingga memerlukan

sistem pembinaan lebih lanjut.

6) Sekolah belum menetapkan sistem supervisi pembelajaran sebagai strategi

peningkatan dan penjaminan mutu pembelajaran.

d. Pembinaan Adminintrasi Kantor dan Perpustakaan

1) Administrasi kantor

a) Secara umum telah dikerjakan dan dilaksanakan sesuai pedoman yang

berlaku namun masih kurang, masih perlu dilengkapi.

b) Bidang kearsipan dokumen masih perlu terus ditingkatkan, baik pengelolaan

surat-surat maupun penyimpanan dokumen

c) Tenaga yang menangani kesiswaas khusunya Buku Induk Siswa harus

kompeten, sebab masih banyak yang pengisiannya tidak lengkap

2) Perpustakaan

a) Penyusunan sarana dan bahan pustaka sesuai ketentuan dan prasarana yang

tersedia

b) Pada umumnya Katalogisasi belum dilaksanakan

c) Teknik pemberian label pada setiap bahan pustaka belum sesuai panduan

d) Manajeman dan administrasi perpustakaan masih perlu dilengkapi

e) Buku Induk dan inventarisasi bahan pustaka belum terisi dengan lengkap
3. Hasil Pemantauan

a. Pemantauan Penerimaan siswa Baru (PSB)

1) Pelaksanaan PSB telah dilaksanakn sesuai ketentuan dari Kemendiknas, Dinas

Pendidikan Provisi, dan Dinas Pendidikan Kota

2) Daya tampung dalam satu rombongan belajar belum mengacu Standar Nasional

Pendidikan dengan jumlah maksimal 28 siswa/rombel.

b. Pemantauan Administrasi Sekolah

1) Administrasi Kepala Sekolah sebagian besar dilaksanakan sesuai dengan

ketentuan yang berlaku namun masih belum sesuai apa yang diharapkan.

2) Administrasi Kurikulum masih perlu pembinaan dan penyempurnaan (KTSP,

silabus, KKM, RPP, dan instrumen pendukung), masih banyak yang belum

melengkapi data perkembangan belajar siswa dari sistem pemantauan secara

periodik.

3) Admistrasi Sarana dan Prasarana; perlu dirtingkatkan pengelolaan administrasi

inventaris dan perawatan barang inventaris masih kurang.

4) Administrasi Kerjasama dan Hubungan dengan Masyarakat; umumnya masih

lemah pada administrasi dan kearsipan dukomen seperti agenda surat

masuk/keluar, notulen kegiatan, rekaman kegiatan (dokumentasi)

5) Administrasi Perkantoran; jumlah tenaga administrasi umumnya kurang dan

kompetensinya tidak sesuai dengan bidang tugasnya, masih banyak tugas rangkap

sehingga hasilnya tidak optimal

c. Pemantauan Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan

1) Standar Isi; semua telah melaksanakan KTSP tetapi penyusunan dan pengadaan

dokumen KTSP belum sesuai target waktu, substansinya perlu dikembangkan,

dan legalitas/pengesahan dokumen belum mencapai 100%

2) Standar Proses; proses PAIKEM perlu terus ditingkatkan pelaksanaannya sebab

ternyata masih banyak pendidikan yang terkondisi dengan pola pembelajaran

lama (ceramah)
3) Standar Kompetensi Lulusan; kajian dan analisis terhadap SKL (Permendiknas

RI No. 23 tahun 2006) perlu terus ditingkatkan, terbukti walau persentase lulusan

sudah baik tetapi prestasi nilai hasil lulusan masih rendah.

4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; sebagian besar pendidik belum

memenuhi kualifikasi S1, mengajar sesuai dengan spesifikasi ijazah, tetapi

dengan adanya sertifikasi pendidik banyak yang tidak memenuhi jumlah

mengajar.

5) Standar Sarana dan Prasarana; secara umum belum memenuhi standar, dengan

program sekolah gratis, pengembangan prasarana mengalami stagnasi, sebab

sangat tergantung dari bantuan pemerintah/pemerintah daerah yang jumlahnya

sangat terbatas sementara sumbangan pengembangan dari orang tua/wali siswa

belum ada.

6) Standar Pengelolaan; sesuai konsep manajemen peningkatan mutu berbasis

sekolah telah terjadi pengembangan yang cukup , walaupun masih perlu ada

kesamaan pemahaman dan persepsi terhadap konsep MPMBS.

7) Standar Pembiayaan; dengan adanya BOS sebenarnya cukup untuk membiayai

kegiatan operasional, tetapi karena alokasi penggunaan dana dibatasi hanya

kegiatan tertentu akibatnya kegiatan yang bersifat pengembangan oleh satuan

pendidikan tidak bisa dibiayai, terpaksa banyak yang meniadakan/menghentikan

kegiatan tersebut. Sementara sumbangan pengembangan untuk dari orang

tua/wali siswa tdak diperbolehkan.

8) Standar Penilaian Pendidikan; sistem penilaian yang dilaksanakan oleh pendidik

secara teknis belum memenuhi ketentuan, secara operasional belum memenuhi

pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi terutama dalam pencapai

ketuntasan belajar. Nilai hasil belajar sebagai simbol penguasaan kompetensi

belum valid dan akuntabel, akibatnya pada tahapan ujian nasional hasilnya belum

memuaskan
d. Pemantauan Linkungan Sekolah

1) Secara umum pengelolaan lingkungan sekolah telah dilaksanakan sesuai sumber

daya yang ada, namun masih ada beberapa satuan pendidikan yang masih perlu

ditingkatkan terutama komitmen stakeholder yang bertanggungjawab terhadap

bidang tersebut

2) Masih ada satuan pendidikan yang kepemilkan lahan tidak memenuhi standar,

hal ini menjadi kandala dalam pengelolaan lingkungan hidup

3) Kerjasama dengan Komite Sekolah dan masyarakat umumnya sudah cukup baik

e. Pemantauan Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester (UAS)/Ulangan

Kenaikan Kelas (UKK)

1) Ulangan tengah semester umumnya hanya dilaksanakan satu kali tiap semester

2) Pengadaan, penggandaan soal, pengawasan, dan koreksi dilakukan oleh satuan

pendidikan

3) Umumnya belum melaksanakan program perbaikan dan pengayaan dari hasil

ulangan tengah semester

4) Hasil ulangan tengah semester telah dilaporkan kepada orang tua/wali siswa

dalam bentuk Laporan Hasil Ulangan Tengah Semester, namun KKM yang

dicantumkan masih menggunakan KKM semester, mestinya KKM tengah

semester.

5) Hasil UAS dan UKK dilaksanakan dan dikelola oleh satuan pendidikan, namun

umumnya belum melaksanakan program perbaikan dan pengayaan, sehingga

kalau nilai UAS/UKK tidak mencapai KKM akan berpengaruh terhadap validitas

nilai akhir yang dimasukkan dalam LHB (rapor)

f. Pemantauan Kegiatan Muatan Lokal

1) Semua sekolah di GUGUS 29 melaksanakan muatan lokal wajib Bahasa

Makassar (Lontara) namun guru bahasa Makassar (lontara ) banyak yang tidak

memenuhi kualifikasi akademik.

2) Muatan lokal lain di Gugus SD 29 berpariasi sesuai kondisi sekolah dan

pelaksanaanya belum epektif.


g. Pemantauan Kegiatan Pengembangan Diri (ekstrakurikuler)

1) Pengembangan diri yang dipilih oleh masig-masing satuan pendidikan bervariasi

(olahraga, kesenian, keterampilan lain)

2) Persepsi pengembangan diri masih dianggap sama dengan ekstrakurikuler pada

kurikulum sebelumnya (Kurikulum 1994)

3) Karena pengembangan diri termasuk komponen kurikulum maka pengelolaannya

juga harus sama dengan komponen yang lain (mata pelajaran dan muatan lokal),

dalam hal ini masih belum demikian

h. Pemantauan Pemberdayaan Sarana dan Prasarana

1) Pemberdayaan sarana dan prasarana pendukung umumnya belum cukup efektif

dan efisian

2) Pemberdayaan sarana dan prasarana pembelajaran masih belum optimal,

motivasi pendidik dalam pemberdayaan sarana pebelajaran perlu ditingkatkan

i. Pemantauan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah

1) Ujian Nasional dan Ujian Sekolah telah dilaksanakan sesuai Permendiknas RI

dan Prosedur Operasi (POS) dari BSNP

2) Sebelum ujian dilaksanakan semua satuan pendidikan telah mempersiapkan

kompetensi peserta ujian dengan jalan memberikan uji coba (tryout) beberapa

kali sesuai kemampuan masing-masing satuan pendidikan

3) Dinas Pendidikan Kota telah memfasilitasi kegiatan tryout .

B. Masalah dalam Pengawasan

1. Hasil penilaian

a. Mengingat instrumen penilaian kinerja baik manajerial maupun akademik baru saja

dibakukan (untuk sementara), sehingga sosialisasinya belum optimal akibatnya

masih banyak sekolah yang belum melaksanakan supervisi atau penilaian dengan

menggunakan instrumen tersebut

b. Jumlah satuan pendidikan binaan rata-rata pengawas khususnya SD cukup banyak.

c. Hasil penilaian secara umum cukup baik tetapi masih banyak yang belum memenuhi

Standar Nasional Pendidikan


2. Hasil pembinaan

a. Pembinaan secara kelompok lewat KKKS/KKG sangat tergantung pada kegiatan

lembaga tersebut, pengawas sifatnya ikut memanfaatkan kegiatan tersebut.

b. Intensitas dan frekuensi pembinaan masih rendah akibatnya hasilnya belum optimal

3. Hasil Pemantauan

a. Data/rekaman hasil pemantauan belum dapat menggambarkan/mewakili kondisi yang

sebenarnya karena jumlah sampling yang terekam datanya tidak memenuhi jumlah

satuan pendidikan

b. Informasi yang diperoleh kurang akurat dan kurang valid, hal ini akan menyebabkan

pengambilan keputusan yang tidak tepat

C. Kebijakan dalam Bidang Pendidikan

1. Mengacu pada tiga pilar kebijakan Pendidikan Nasional, yaitu :

a. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan;

b. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan;

c. Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik pendidikan.

2. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan

a. Pendanaan Biaya Operasional Wajar Dikdas 9 Tahun

b. Penyediaan Sarana dan Prasarna Pendidikan Wajar

c. Rekruitmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan

d. Pengembangan Pendidikan Layanan Khusus bagi Anak Usia Wajar Dikdas di Daerah

Bermasalah

e. Pendidikan Kecakapan Hidup

f. Peningkatan peran serta Masyarakat dalam Perluasan Akses

3. Peningkatan mutu, relevansi, daya saing keluaran pendidikan

a. Meningkatkan jumlah dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan serta

kesejahteraannya yang belum memadai baik secara kuantitas maupun kualitas

b. Melengkapi prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan meningkatkan

pendayagunaannya secara optimal


c. Mengupayakan penyediaan dana pendidikan yang belum memadai untuk menunjang

mutu pembelajaran sesuai kemampuan daerah

d. Meningkatkan proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.

4. Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitaan publik pendidikan

a. Menyempurnakan sistem dan struktur organisasi sesuai konsep desentralisasi yang

tercermin dalam Sruktur Organisasi dan Tata Kerja.

b. Mengupayakan tersedianya sistem informasi manajemen yang sistematis dengan

mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga mamiliki data yang

akurat

c. Meningkatkan sistem pengawasan terhadap berbagai program dan kegiatan yang

terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan

pemerataan mutu pendidikan.


BAB III

DESKRIPSI PROGRAM PENGAWASAN

SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR


PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

A Supervisi
manajerial
1. Pembinaan KTSP yang a. Sosialisasi Tersusunnya Supervisi Tersusun Juni - Juli
stadar isi : telah disahkan tentang KTSP dokumen KTSP standar isi dokumen
Penyusunan dan oleh pejabat b. Rapat yang sesuai menggunakan KTSP yang
pengembangan yang koordinasi kebutuhan dan instrumen telah
Kurikulum berwenang dengan tim konsisi satuan supervisi yang disahkan
Tingkat Satuan penyusun pendidikan mengacu pada oleh Kepala
Pendidikan KTSP standar isi Dinak
(KTSP) c. Memantau ( Instrumen Pendidikan
penyusunan Standar 1)
KTSP
d. Verifikasi
draf KTSP
e. Fasilitasi
pengesahan
KTSP
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

2. Pembinaan Rencana Induk a. Koordinasi Tersusun RIPS Supervisi TERSUSUN JULI -


standar sarana Pengembangan dengan untuk jangka standar sarana RENCANA AGUSTUS
prasarana : Strategis pendidik dan menengah dan prasarana INDUK
Penyusunan (RIPS) tenaga pendek sebagai menggunakan PENGEMBAN
rencana induk kependidikan, bagian dari instrumen GAN

pengembangan komite RIPS jangka supervisi yang STRATEGIS


startegis sekolah/ panjang yang mengacu pada JANGKA
(RIPS) dan penyelenggar telah ada standar sarana MENENGAH
pengadaan a lembaga dan prasarana DAN JANGKA

sarana pendidikan ( Instrumen PENDEK

prasarana (inventarisasi Standar 5)


kebutuhan)
b. Penyusunan
draf
pengembanga
n dan
pengadaan
sarpras
Finalisasi
RIPS dan
pengesahan
3. PEMBINAAN RENCANA A.KOORDINASI TERSUSUNNYA SUPERVISI TERSUSUN JULI -
STANDAR PENGEMBANGA DENGAN RENCANA STANDAR RENCANA AGUSTUS
PENGELOLAAN : N KEPALA PENGEMBANGA PENGELOLAAN PENGEMBAN
PENYUSUNAN SEKOLAH/MAD SEKOLAH, N SEKOLAH MENGGUNAKA GAN

RENCANA RASAH WAKIL KEPALA (PROGRAM N INSTRUMEN SEKOLAH


PENGEMBANGAN (RPS/M) ATAU SEKOLAH, TAHUNAN) SUPERVISI (PROGRAM
SEKOLAH (RPS) PROGRAM WAKIL YANG SESUAI YANG TAHUNAN)
JANGKA PENDIDIK, DENGAN MENGACU

PENDEK TENAGA SUMBER DAYA PADA

(TAHUNAN) KEPENDIDIKAN DAN STANDAR

TERKAIT, DAN KEBUTUHAN PENGELOLAAN

KOMITE TAHUN
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

SEKOLAH/PENY PELAJARAN ( INSTRUMEN


ELENGGARA YANG SEDANG STANDAR 6)
LEMBAGA BERJALAN

PENDIDIKAN

PENYUSUNAN
DRAF RPS

FINALISASI
RPS DAN
PENGESAHAN
4. PEMBINAAN RENCANA A.KOORDINASI TERSUSUNNYA SUPERVISI TERSUSUN AGUSTUS
STANDAR ANGGARAN DENGAN APBS SESUAI STANDAR ANGGARAN -
PEMBIAYAAN : PENDAPATAN KAPALA SKALA PEMBIAYAAN PENDAPATAN SEPTEMB
PENYUSUNAN DAN BELANJA SEKOLAH, PRIORITAS DAN MENGGUNAKA DAN ER

RENCANA SEKOLAH WAKIL KEBUTUHAN N INSTRUMEN BELANJA


ANGGARAN (RAPBS) KEPALA SEKOLAH SERTA SUPERVISI SEKOLAH
PENDAPATAN DAN MENJADI APBS SEKOLAH, SUMBER DANA YANG (APBS)
BELANJA BENDAHARAW YANG TERSEDIA MENGACU YANG TELAH

SEKOLAH AN, DAN PADA TAHUN PADA DISAHKAN

(RAPBS) TENAGA PELAJARAN STANDAR KEPALA


KEPENDIDIKA YANG SEDANG PEMBIAYAAN DINAS
N YANG BERJALAN PENDIDIKAN
TERKAIT ( INSTRUMEN
DENGAN STANDAR 7)
PEMBIAYAAN

B. PENYUSUNA
N DRAF

RAPBS
C. PENGESAHAN
RAPBS
D. REVISI
RAPBS
E. PLENO
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

DENGAN

ORANG TUA

SISWA DAN

DONATUR

PENDIDIKAN

F. FINALISASI
RAPBS
MANJADI

APBS
B SUPERVISI
AKADEMIK
1. PEMBINAAN PENDIDIK DAN A. SOSIALISASI, Tersusunnya Supervisi Terwujudnya Juli Mei
STANDAR TENAGA KOORDINASI, silabus, KKM, standar proses kegiatan
PROSES: KEPENDIDIKAN DAN RPP, program menggunakan pembelajara
PENYUSUNAN (TENAGA PEMBINAAN tahunan, dan instrumen n yang aktif,
DAN PERPUSTAKAANb. Workshop program supervisi yang inovatif,
PENGEMBANGAN DAN TENAGA dan tugas semester mengacu pada kreatif,
SILABUS, KKM, LABORATORIU mandiri standar proses efektif, dan
RPP, PROGRAM M) penysunan yang meliputi menyenangk
TAHUNAN, perangkat IPKG-1, an
PROGRAM pembelajara IPKG-2,
SEMESTER n IPKG-3,
c. Pengesahan IPKG-4, dan
oleh Kepala IPKG-5 ( 5
Sekolah tupoksi guru)
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

2. Pembinaan Lulusan Koordinasi SUPERVISI MENGHASIL FEBRUARI


standar dengan dan pembinaan TERSUSUNNYA STANDAR KAN APRIL
kompetensi persentase dan Bedah HASIL TELAAH KOMPETENSI LULUSAN

lulusan : kualitas yang (kajian) SKL, SKL DALAM LULUSAN DENGAN

Penyusunan tinggi baik SKL UN BENTUK KISI- MENGGUNAKA PROSENTASE

rencana strategis dan US maupun KISI UN DAN N INSTRUMEN DAN NILAI

dalam SKL dalam US SUPERVISI RATA-RATA

meningkatkan Permendiknas YANG YANG TINGGI

pencapaian hasil RI No. 23 / TERWUJUDNYA MENGACU

ujian (kelulusan) 2006 KRITERIA PADA

Penetapan KELULUSAN STANDAR

stndar/kriteria UJIAN SEKOLAH PROSES

kelulusan DAN UJIAN ( INSTRUMEN


NASIONAL STANDAR 2)
PENGESAHAN
KRITERIA

KELULUSAN

UJIAN SEKOLAH

DAN UJIAN

NASIONAL
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

3. PEMBINAAN PENDIDIK DAN KOORDINASI SUPERVISI TERWUJUDN Oktober -


STANDAR TENAGA DAN TERWUJUDNYA STANDAR YA PENDIDIK Januari
PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN PEMBINAAN PENDIDIK DAN PENDIDIK DAN (GURU) DAN

TENAGA YANG BIMBINGAN TENAGA TENAGA TENAGA

KEPENDIDIKAN : PROFESIONAL TEKNIS KEPENDIDIKAN KEPENDIDIKA KEPENDIDIK

PENYUSUNAN TERHADAP YANG N AN (TENAGA

INSTRUMEN TUPOKSI KOMPETEN MENGGUNAKA ADMINISTRA

SUPERVISI DAN PANDIDIK DAN TERWUJUD N INSTRUMEN SI, TENAGA

PELAKSANAAN TENAGA KUALIFIKASI SUPERVISI PERPUSTAKA

SUPERVISI KEPENDIDIKAN GURU SESUAI YANG AN, TENAGA

BIMBINGAN BIDANG MENGACU LABORATORI

TEKNIS TUGASNYA PADA UM) YANG

PENGEMBANGA (TIDAK STANDAR KOMPETEN

N PROFESI MISSMED) PENDIDIK DAN DAN

GURU (PTK) TENAGA PROFESIONA

BIMBINGAN KEPENDIDIKA L

TEKNIS KHUSU N

TENAGA ( INSTRUMEN
KEPENDIDIKAN STANDAR 4)
(ADMINISTRASI,
PERPUSTAKAAN,

LABORATORIUM

)
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

4. Pembinaan Sistem KOORDINASI TERSUSUNNYA SUPERVISI TERCAPAINY AGUSTUS


standar penilaian penilaian yang DAN INSTRUMEN STANDAR A PENILAIAN JUNI
pendidikan : valid, obyektif, PEMBINAAN PENILAIAN, PENILAIAN HASIL

Penyusunan adil, terpadu, BIMBINGAN ANALISIS HASIL MENGGUNAKA BELAJAR

instrumen terbuka, TEKNIS PENILAIAN, DANN INSTRUMEN DENGAN

penilaian dan menyeluruh PENGEMBANGA TINDAK LANJUT SUPERVISI TINGKAT

supervisi penilain dan N SISTEM (PERBAIKAN YANG KETUNTASA

hasil belajar berkesinambun PENILAIAN DAN MENGACU N YANG

gan , WORKSHOP PENGAYAAN) PADA TINGGI

sistematis, PENYUSUNAN STANDAR (PENCAPAIN


acuan kriteria, INSTRUMEN PENILAIN KKM),
dan akuntabel PENILAIAN, PENDIDIKAN PROSENTASE

ANALISIS, DAN ( INSTRUMEN KENAIKAN,

TINDAK LANJUT STANDAR 8) DAN HASIL

KELULUSAN
PROGRAM
II
PENILAIAN
1. Kepala Sekolah Manajemen Melaksanakan Terwujud Supervisi Terwujud November
Kepala supervisi manajemen manajemen sistem
Sekolah manajerial yang sistematis, Kepala pengelolaan
transparan, dan Sekolah yang tertib,
akuntabel menggunakan sistematis,
instrumen transparan
manajerial dan
akuntabel.
Iklim
sekolah yang
aman,
nyaman, dan
penuh
kekeluargaa
n
2. Pendidik Tugas pokok Melaksanakan Nilai kinerja Supervisi Nilai kinerja Desember
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

dan fungsi supervisi pendidik kinerja guru guru 90%


pendidik akademik menggunakan minimal
Instumen baik
Penilaian
Kinerja Guru
(IPKG)
3. Tenaga Tugas pokok Melaksanakan Nilai kinerja Supervisi Nilai kinerja Januari
Kependidikan dan fungsi supervisi tenaga kinerja tenaga tenaga
tenaga akademik kependidikan kependidikan kependidika
kependidikan menggunakan n minimal
Instumen 90% lbaik
Penilaian
Kinerja
Tendik (IPKT)
PROGRAM
III
PEMANTAUAN
1. Administrasi Administrasi Memantau dan Administrasi Pemeriksaan 90% Maret
Sekolah Kepala verifikasi yang tertib, fisik dan administrasi
Sekolah, administrasi benar, dan dokumentasi terlaksana
kurikulum, Kepala sistematis, dan dengan tertib
kesiswaan, Sekolah, lengkap dan benar
sarana kurikulum,
prasarana, kesiswaan,
hubungan sarana
masyarakat,dan prasarana,
perkantoran hubungan
masyarakat,dan
perkantoran
2. Standar Nasional Standar isi, Memantau Tercapainya Pemeriksaan Minimal 3 April
Pendidikan standar proses, pelaksanaan standar nasional fisik dan dari 8
SKL, standar pencapaian pendidikan (8 dokumentasi standar
pendidik dan standar nasional standar) memenuhi
tendik, standar pendidikan dan standar
sarara memeriksa nasional
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

prasarana, dokumennya, pendidikan


standar dapat
pengelolaan, diintegrasikan
standar dengan
pembiayaan, kegiatan
dan strandar penilaian dan
penilaian pembinaan
3. Ulangan Tengah Ulangan Monitoring Terlaksana UTS Menggunakan Mencapai Oktober
Semester (UTS) tengah pelaksanaan yang tertib, instrumen ketuntasan
semester 1 dan ulangan tengah aman, dan monitoring UTS klasikal
2 semester lancar minimal
85%
4. Ulangan Akhir Ulangan akhir Monitoring Terlaksana Menggunakan Mencapai Desember
Semester dan semester(smt pelaksanaan UAS dan UKK instrumen ketuntasan dan Mei
Ulangan Kenaikan 1) dan ulangan ulangan akhir yang tertib, monitoring UAS dan
Kelas (UAS dan kenainakan semester dan aman, dan UKK
UKK) kelas (smt 2) ulangan lancar klasikal
kenaikan kelas minimal
85%
5. Lingkungan Keamanan, Memantau Tercipta Menggunakan Kondisi Februari -
Sekolah ketertiban, pelaksanaan lingkungan instrumen sekolah yang Maret
kebersihan, dan memeriksa sekolah yang monitoring memenuhi
kesehatan, dokumen memenuhi 7K 7K
kerindangan,
kenyamanan,
keindahan
6. Ujian Sekolah dan Pelaksanaan Monitoring Terlaksana UN Menggunakan Mencapai April -
Ujian Nasional UN dan US ujian nasional dan US yang instrumen persentase Mei
yang tertib, dan ujian tertib, aman, monitoring kelulusan
aman, dan sekolah/madras dan lancar minimal
lancar ah 95% dengan
nilai rata-
rata di atas
nilai rata-
SASARAN / KEGIATAN HASIL YANG METODE / INDIKATOR
PROGRAM DAN JADWAL
No TUJUAN YANG AKAN TEKNIK KEBERHASI
RINCIAN TUGAS KERJA
SUPERVISI DILAKUKAN DIPEROLEH SUPERVISI LAN

PROGRAM
I
PEMBINAAN

rata provinsi
7. Penerimaan Peserta Pelaksanaan Monitoring Terlaksana Menggunakan Memperoleh Juni/Juli
Didik Baru (PPDB) Penerimaan pelaksanaan PPDB yang instrumen siswa baru
Peserta Didik PPDB tertib, aman, monitoring yang
Baru lancar, kompeten
transparan, dan dan
akuntabel memenuhi
target daya
tampung
8. Pengembangan Diri Pelaksanaan Monitoring dan Terlaksana Menggunakan Menghasilka Agustus
(ekstrakurikuler) kegiatan supervisi kegiatan instrumen n siswa yang Mei
pengembangan pelaksanaan pengembangan monitoring kompeten
diri program diri yang tertib, sesuai minat
pengembangan lancar sesuai dan
diri bakat dan minat bakatnya
9. Sarana dan Pengadaan dan Monitoring dan Terwujud Menggunakan Minimal
Prasarana pemberdayaan supervisi sarana dan instrumen 75%
sarana dan pengadaan dan prasarana monitoring kebutuhan
prasarana pemberdayaan sesuai standar sarana dan
sarana dan nasional prasarana
prasarana pendidikan dan terpenuhi
pemberdayaan
yang optimal

Anda mungkin juga menyukai