Anda di halaman 1dari 168

KONSTRUKSI BAJA GUDANG

1. PENUTUP ATAP
Penutup Atap

=Kemiringan Atap

Sebagai penutup atap dapat digunakan :


a. Genteng dengan reng dan usuk
b. Sirap dengan reng dan usuk
c. Seng gelombang
d. Akses gelombang
e. Aluminium gelombang
f. Dll.

-Genteng/
-Sirap Reng
Usuk tiap jarak 50 cm

Gording profil baja atau kayu

rl ap
Ove

Seng Gelombang
-Asbes Gelombang
-Aluminium Gelombang
Gording
Overlap / tumpang tindih harus cukup
supaya air hujan tidak tampias / bocor

a. GENTENG
Kemiringan atap : 30 60
60 : dipakai genteng khusus, dipaku pada reng
30 : dipakai genteng dengan presisi tinggi, dan diberi lapisan aluminium foil
di bawah reng.
Usuk dan reng harus mampu memikul beban hidup merata q dan terpusat p
1
b. SIRAP
Dilengkapi dengan usuk dan reng yang harus mampu memikul beban hidup merata
q terpusat p
Dapat dipakai pada sudut besar
Bila < 30 : tumpukan sirap diperbanyak dan diberi lapisan aluminium foil

b.d, e : Seng Gelombang, Asbes Gelombang dan Aluminium Gelombang


Dipakai pada bangunan industri
kemiringan atap lebih bebas ; 5 90
semakin kecil , overlap semakin besar
overlap : - pada arah mengalir air
- pada // arah mengalir air

perkiraan panjang overlap :


Sudut arah memanjang arah melintang
10-20 20 cm 2,5 gelombang
20-40 15 cm 1,5-2,5 gelombang
45 10 cm 1,5 gelombang

Untuk mengkaitkan seng dengan gording dipasang hook/kait yang dikait pada gording :

Salah! Pada puncak


c
b
Bisa
Bocor!
Penempatan kait Kait
a
bisa a, b atau c

2
Detail Hubungan Gording dengan kuda-kuda :
Angin yang kuat dapat mengangkat atap, maka gording perlu diikat kuat pada kuda-
kuda

Gording atau
baut
Contoh: Gording 1
Baut

Kuda-kuda Las
Pelat pengisi Potongan atau

Gording atau Gording atau


baut
Baut siku
Siku
Baut

dilas
Kepala diatas mur
dibawah,agar baut tidak
jatuh bila mur kendor/lepas
baut pengikat

Nok

2. PERHITUNGAN GORDING
Beban-beban yang dipikul oleh gording adalah :
a.beban mati
b. beban hidup
c. beban angin / beban sementara

Sedangkan untuk gording dapat dipakai :

, , ,
Gording rangka untuk bentang >
1. Beban mati (D) : - berat sendiri penutup atap
- berat sendiri gording
- alat-alat pengikat
2. Beban hidup (L) : sesuai peraturan pembebanan
a. Terbagi rata : q = (40 0,8 ) 20 kg/m2
Beban terbagi rata per m2 bidang datar berasal dari beban air hujan, dimana
adalah sudut kemiringan atap dalam derajat. Beban tersebut tidak perlu ditinjau
bila kemiringan atapnya lebih dari 500.

3
b. Terpusat P = 100 kg (beban orang saat pelaksanaan/perawatan)

3. Beban angin (W) : lihat Peraturan Pembebanan


besarnya tergantung dari daerah (wilayah) dan sudut

Beban rencana yang bekerja adalah beban terbesar dari :


U = 1,4 D
U = 1,2 D + 1,6 L + 0,5 (La atau H)
U = 1,2 D + 1,6 (La atau H) + (L . L atau 0,8 W)
U = 1,2 D + 1,3 W + L . L + 0,5 (La atau H)

Keterangan :
L = 0,5 bila L < 5 kPa : L = 1 bila L 5k Pa
D adalah beban mati yang diakibatkan oleh berat konstruksi permanen
L adalah beban hidup yang ditimbulkan oleh penggunaan gedung, termasuk kejut
tetapi tidak termasuk beban lingkungan seperti angin, hujan, dll.
La adalah beban hidup di atap yang ditimbulkan selama perawatan oleh pekerja,
peralatan, dan material, atau selama penggunaan biasa oleh orang dan benda
bergerak
H adalah beban hujan, tidak termasuk yang diakibatkan genangan air
W adalah beban angin
Contoh :
Kuda - kuda

Gording Q
x
in
Qc
os Qs
L L Penggantung
3
Gording
x
y

Kuda - kuda
Nok Catatan : bila L tidak terlalu besar, cukup
dipasang 1 penggantung gording

q cos
Terhadap sb x x profil :
Kuda 2 Kuda 2 Beban mati : MXD = 1
(q cos ) L2
L 8

P cos Beban hidup q : MXL = 1


8
(q cos ) L2

P : MXL = 1
4
(P cos ) L2
q sin
Terhadap sb y y profil :
- Beban mati : MYD = 1
8
(q sin ) ( L3 ) 2
P sin - Beban hidup q : MYL = 1
(q sin ) ( L3 )2
8

P : MYL = 1
4
(P sin ) ( L3 )2
L
3
4
- Momen-momen akibat beban hidup merata q, dan terpusat P diambil yang
berpengaruh terbesar. (akibat q atau akibat P)

Beban angin : lihat Peraturan Pembebanan

Wx kg/m' b
Wx

L b
b
Wx= C x b x tekanan angin kg/m2

Wx = c . b . tekanan angin kg/m2


Wy = 0
Dimana : c adalah koefisien angin
Momen yang diakibatkan oleh beban angin adalah :
1
M xw Wx L2
8
M yw 0

Beban angin yang harus diperhitungkan pada kombinasi pembebanan adalah beban
angin tekan. Sedangkan beban angin hisap digunakan untuk perhitungan kekuatan kait.
Mu yang bekerja :
Mux = 1,4 MxD
= 1,2 MxD + 1,6 MxL + 0,5 (MxLa atau MxH )
= 1,2 MxD + 1,6 (MxLa atau MxH ) + (L . MxL atau 0,8 Mxw)
= 1,2 MxD + 1,6 MxL + L . MxL + 0,5 (MxLa atau MxH )
Muy = sama seperti Mux

5
1) Kontrol Kekuatan Gording
M ux M uy
1
M nx M ny
= 0,9
Mnx = Momen nominal profil terhadap sb x - x
Mny = Momen nominal profil terhadap sb y - y
Mny = diambil momen nominal sayap atas profil
Penyederhanaan penyelesaian (Structural Steel Design Galambos hal 196)
a.
Px P bf
Py tf Py

x x
= +

y
dipikul oleh dipikul hanya
profil penuh sayap atas
Zy = tf . bf2 Zy profil
2

b.
H= P.e
d
P
e = P + d

2) Kontrol Lendutan
L
Lendutan terjadi f = fx 2 fy 2 f gording
180

5 q . L4
Rumus lendutan : f = .
384 E . I

1 P . L3
F= .
48 E . I

y
4
5 q.L
fg= 384 E.I x
L fy
x
P fx

f
1 3 y
fg= 48 P.L
E.I
6
Contoh : Perhitungan Gording
Kuda - kuda seng gelombang

m
,6 c
5 = 175
L=6,6 m L =2,2 m 1 6 0
3 s2
=20 o
c

165 165 cm

165 165 Kuda - kuda


Nok

Berat atap seng efektif = 8 kg/m2, mutu baja Bj 37


Dicoba profil WF 125 x 60 x 6 x 8 : A = 16,48 cm2
q = 13,2 kg/m1
Zx = 74 cm3
Zy = 15 cm3
Ix = 412 cm4
Iy = 29,2 cm4
a) Kontrol Kekuatan Profil
- Beban mati (D)
Berat seng = 1,756 x 8 = 14,05 kg/m1
Beban profil = 13,2 kg/m1 +
1
27,25 kg/m
Alat pengikat dan lain-lain 10% = 2,72 kg/m1 +
q = 29,97 kg/m 30 kg/m1
1

1 1
MxD = (q cos ) L2 = (30 cos 20) 6,62 = 153,5 kg-m
8 8
2
1 L 1
MyD = (q sin ) = (30 sin 20) (2,2)2 = 6,21 kg-m
8 3 8
- Beban hidup (L)
a) Beban hidup terbagi rata :
q = (40 0,8 ) = 24 kg/m2 20 kg/m2
Menurut peraturan pembebanan, dipakai 20 kg/m2
q = 1,65 x 20 = 33 kg/m1
1 1
MxL = (q cos ) L2 = (33 cos 20) 6,62 = 168,85 kg-m
8 8
2
1 L 1
MyL = (q sin ) = (33 sin 20) (2,2)2 = 6,83 kg-m
8 3 8

7
b) Beban hidup berpusat P = 100 kg
1 1
MxL = (p cos ) L = (100 cos 20) 6,6 = 155,1 kg-m
4 4

1 L 1
MyL = (p sin ) = (100 cos 20) 2,2 = 18,81 kg-m
4 3 4
- Beban angin (W)
Tekanan angin W = 30 kg/m2
Koefisien angin c = 0,02 . 20 0,4
c=0
Angin tekan = cxW
= 0 x 30 = 0
Angin hisap = 0,4 x 30 = 12 kg/m2
Bila dibandingkan dengan beban (bb. Mati + bb. hidup) = 30 + 20 = 50 kg/m, angin
hisap ini tidak bisa melawan beban (D + L), maka angin hisap ini tidak menentukan
tidak perlu diperhitungkan.

Besarnya momen berfaktor Mu


Mu = 1,2 MD + 1,6 (MLa atau MH) + (L . ML atau 0,8 MW)
Untuk beban mati, beban hidup terbagi rata, dan beban angin
Mux = 1,2 x 153,2 + 1,6 x 168,85 + 0 = 454,0 kg-m
Muy = 1,2 x 6,21 + 1,6 x 6,83 + 0 = 18,38 kg-m
Untuk beban mati, beban hidup terpusat, dan beban angin
Mux = 1,2 x 153,2 + 1,6 x 155,1 + 0 = 432,0 kg-m
Muy = 1,2 x 6,21 + 1,6 x 18,81 + 0 = 37,55 kg-m

8
- Kontrol tekuk lokal
Penampang profil (tabel 7.5-1 SNI)
bf 6
3,75
2tf 2 x 0,8
p
bf
170 170 2tf
p 11,0
fy 240
Penampang kompak
h

9,1
15,2
tw 0,6 h
p
p
1680
180
tw

240
Maka Mnx = Mpx

- Kontrol lateral buckling :


Misal Lb = 68 cm jarak penahan lateral (jarak kait atap ke gording)
Atau (lihat brosur seng) = jarak 2 pengikat seng

misal =
68 cm

E
Lp = 1,76 ry
fy

2,0 x 10 6
= 1,76 x 1,32 = 68,72 cm
2400
Ternyata Lb < Lp maka Mnx = Mpx
Momen Nominal
Dari kontrol tekuk lokal dan tekuk lateral didapatkan :
Mnx = Mpx = Zx . fy = 74,0 x 2.400 = 177.600,0 kg-cm = 1.776,0 kg-m
1
Mny = Zy (1 feans) x fy = ( tf . bf2) x fy
4
1
=( x 0,8 x 62) x 2.400 = 17.280 kg-cm
4
= 172,8 kg-m
Persamaan Interaksi:
M ux M uy
Pers. Interaksi : 1
b . M nx b . M ny

b = Faktor reduksi, untuk lentur = 0,90


Mnx = Kekuatan nominal lentur terhadap sb x - x

9
Mny = Kekuatan nominal lentur terhadap sb y y
Untuk beban mati dan beban hidup hidup merata :

(OK)

Untuk beban mati dan beban hidup hidup terpusat :

(OK)

Dari kedua persamaan interaksi tersebut terlihat bahwa pemilihan profil masih
belum efisien karena masih terlalu jauh dari nilai 1.

a) Kontrol Lendutan :
Lendutan ijin = L/180 (untuk gording)
Dicari fx = lendutan thd. Sb x-x profil
fy = lendutan thd. Sb. y-y profil

(f fx 2 fy 2 ) f

5 (q cos ) L4
Dimana : f x1 Lendutan akibat bb. Merata
384 EI x

1 ( P cos ) L3
f x2 Lendutan akibat bb. Terpusat
48 EI x
4
L
(q sin )
f y1
5 3 Lendutan akibat bb. Merata
384 EI y
3
L
(q sin )
f y1
1 3 Lendutan akibat bb. Terpusat
48 EI y

= 1,78 cm

= 0,68 cm

= 0,11 cm

= 0,13 cm

= 2,47 cm
fijin = L/180 = 660/180 = 3,67 cm
bf=6 cm
ftot = 2,47 cm < fijin = 3,67 cm (ok)
tf=0,8

h d=12,5 cm
tw=
0,6

10
3. PELAT SIMPUL
Untuk mempersatukan dan menyambung batang-batang yang bertemu di titik simpul,
diperlukan pelat simpul.
Sebagai pelat penyambung, pelat simpul harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Cukup lebar, sehingga paku keling/baut dapat dipasang menurut peraturan yang
ditentukan.
2. Tidak terjadi kerja takikan, seperti dijumpai pada pelat simpul yang mempunyai sudut
ke dalam. Pelat akan gampang sobek.

Contoh :

Pelat simpul

Tarikan
sebaiknya

3. Cukup kuat menerima beban dari batang-batang yang diteruskan pelat simpul, maka
simpul perlu diperiksa kekuatannya, dengan cara mengadakan beberapa potongan
untuk diperiksa kekuatannya pada potongan tersebut.

Namun sebelum dilanjutkan mengenai pemeriksaan pelat simpul, sekilas di ulang kembali
dulu tentang perhitungan banyaknya baut/paku keling yang diperlukan.

- Banyaknya baut yang diperlukan


a. Batang pinggir menerus

Contoh :
a) Batang pinggir menerus
Vn Dn

Batang Pinggir
n1

Pelat simpul
n2 tebal t1

Hn1 Hn2
n3 e w
Batang menerus

e = letak garis berat profil = garis kerja gaya


w = letak lubang baut
e dan w = dapat dilihat pada tabel profil

11
- Kekuatan baut tipe tumpu :
Kuat geser rencana tumpu baut : Rn = f . r1 . fub . Ab
Dimana : f = 0,75 adalah faktor reduksi kekuatan untuk fraktur
r1 = 0,5 untuk baut tanpa ulir pada bidang geser
r1 = 0,4 untuk baut dengan ulir pada bidang geser
b
fu adalah tegangan tarik putus baut
Ab adalah luas bruto penampang baut pada daerah tak
berulir

Kuat geser rencana tumpu pelat : Rn = f . 2,4 . db . tp . fu


Dimana : f = 0,75 adalah faktor reduksi kekuatan untuk fraktur
fu adalah tegangan tarik putus yang terendah dari baut atau
pelat
db adalah diameter baut nominal pada daerah tak berulir
tp adalah tebal pelat (harga terkecil dari t 1 atau 2t2 )
Rn = harga terkecil dari kuat geser tumpu baut atau tumpu pelat

- Banyaknya baut :
Dn
n1
Rn `
Vn
n2
Rn `
( H u 2 H u1 )
n3 (batang menerus)
Rn
n min = 2
b) Batang pinggir terputus
Untuk batang terputus, maka dihitung masing-masing
Vn Dn
Dn
n1
Rn `
Vn
n1

n2 Pelat simpul
Rn ` n2 tebal t1
H u1
n3
Rn
Hn1 Hn2
H
n4 n 2 n3 n4
Rn Batang terputus/tidak menerus
n min = 2, jarak baut sesuai SKSNI (tata cara)

12
- Cara menggambar pelat simpul
Setelah jumlah baut atau paku keling dihitung :
1) Digambar garis-garis sistem (= garis berat penampang profil) bertemu pada
satu titik
2) Gambarlah batang-batang utuhnya (sisi batang sejarak e dari garis sistem)
3) Tempatkan baut-batu / paku keling sesuai peraturan (letak baut/paku keling =
w dari sisi batang)
4) Tarik garis batas akhir baut/paku keling pada setiap batang (misal = 2d)
lihat tabel 13.4 1
5) Tarik garis-garis batas tepi pelat ------ lihat contoh

w
e
2d

5
Pelat simpul

1
2d
2 4 3
e jarak jarak jarak w
3 = 0,3d=15 tp d=diameter baut
atau 200 mm tp=elemen tertipis

13
- Pemeriksaan Kekuatan Pelat Simpul

Disini diambil contoh pada pelat penyambung batang pinggir :


a. Batang pinggirnya menerus
b. Batang pinggirnya terputus

a) Batang pinggir tepi menerus

Contoh :
Du1 Vu Du2

S2 Pelat simpul tebal t

S1

Hu1 Hu2
a

Batang menerus

Diketahui Hu1 > Hu2


Untuk salah satu potongan, misal potongan (a) (a)
Maka pada potongan (a) (a) bekerja gaya ;

Du1 a

S2 Du1 sin
g.n.pelat
S1 Du1 cos h

lobang
2 (Hu1-Hu2)
5
a t

Selisih gaya Hu1 dan Hu2 di terima oleh 5 baut, maka pada potongan (a) (a) menerima
2
gaya sebesar (Hu1 Hu2) (diterima 2 baut dari 5 baut)
5
Gaya yang bekerja :
2
Gaya normal (tarik) Nut = (Hu1 Hu2) + Du1 cos
5
Gaya lintang / geser Vu = Du1 sin
2
Momen Mu = (Hu1 Hu2) S1 + Du1 . S2
5

14
Kontrol kekuatan pelat :
Nut M n 2 Vu 2
1
N
t nt b n v n
M .V

Dimana : t . Nnt = harga terkecil dari 0,9 . fy . Ag (leleh) dan 0,75 . fu . An (fraktur)
b . Mn = 0,9 . Z . fy
v . Vn = 0,75 (0,6 An x fu)
Ag = t.h
An = t . h - A lubang
fy = tegangan leleh / yield pelat
fu = tegangan patah pelat
1
Z t . h2 A lubang x jarak
4

b) Batang pinggir tepi terputus


Contoh

Du1 Vu Du2

S2 Pelat simpul tebal t

S1
1 2
Hu1 Hu2
Hu2 a
Pelat penyambung dianggap meneruskan
2 Hu2 (siku sama kaki)
2
Diketahui Hu1>Hu2

Diketahui Hu1 > Hu2


Batang Hu1 dan Hu2 terputus, namun pada bagian tepi bawah dihubungkan dengan
pelat penyambung. Pelat penyambung dianggap memindahkan gaya
Hu2
(diketahui Hu2 < Hu1)
2
Maka pada potongan (a) (a) bekerja gaya :

Du1 a

S2 Du1 sin 1
g.n.pelat
1 h
S1
Du1 cos 1
lobang
(Hu1-Hu2)
2
a t

15
Hu2
- Baut pada batang Hu1 di pelat simpul menerima gaya (Hu1 - )
2
Gaya yang bekerja :
Hu2
Gaya normal (tarik) Nut = (Hu1 - ) + Du1 cos 1
2
Gaya lintang / geser Vu = Du1 sin 1
Hu2
Momen Mu = (Hu1 - ) x S1 + Du1 x S2
2
- Kontrol kekuatan pelat :
Nut M u 2 Vu 2
1
N
t nt b n v n
. . M .V

Dimana : t . Nnt dan seterusnya, sama seperti pada contoh a

- Pembentukan Pelat Simpul


Didalam pembentukan pelat simpul perlu diperhatikan syarat-syarat :
Cukup tempat untuk penempatan baut/paku keeling
Tidak terjadi takikan
Cukup kuat
Tidak terlalu banyak pekerjaan
Tidak terlalu banyak sisa pelat akibat bentuk dari pelat simpul

Contoh:

6 x potongan pelat lebih baik / praktis 4 x potongan pelat

lebih baik / praktis

lebih baik / praktis


16
dll.
4. BENTUK-BENTUK KONSTRUKSI RANGKA GUDANG
Banyak bentuk-bentuk konstruksi untuk gudang yang bisa digunakan. Hal-hal yang
mempengaruhi antara lain :
- Pemakaian gudang tersebut
- Keadaan suasana gudang akan dibangun :
Keadaan tanah
Besar dan kecilnya beban angin
Bentuk yang dipilih tentunya akan menentukan cara penyelesaian struktur dan biayanya.

a. Konstruksi kap rangka sendi rol

A B rol
sendi
sendi
Konstruksi kuda-kuda dengan tumpuan A sendi, B rol merupakan konstruksi statis
tertentu, maka penyelesaian statikanya dengan statis tertentu. Namun sering didalam
praktek dibuat A sendi, B sendi, dengan demikian konstruksi menjadi statis tak tentu.
Tetapi sering diselesaikan dengan cara pendekatan dengan menganggap perletakan A =
B didalam menerima beban H.
H
RAH = RBH =
2

A B
H/2 H/2=RBH

Untuk mencari gaya-gaya batangannya dapat digunakan cara :


Cremona
Keseimbangan titik
Ritter
Dan lain-lain

Kemudian untuk mendukung kuda-kuda diperlukan kolom. Apabila dipakai kolom


dengan perletakan bawah sendi, maka struktur menjadi tidak stabil bila ada beban H
(angin/gempa).

17
H

S S

akan roboh

sendi sendi

Karena itu untuk mendukung kuda-kuda ini, harus dipakai kolom dengan perletakan
bawah jepit.

H H
2 2

V V
M= H = h M
H 2 H
2 jepit 2 jepit

Bila gaya H bekerja maka struktur/konstruksi ini akan stabil/kokoh. Pada perletakan
H
bawah kolom terjadi gaya V, H dan M. Besarnya M = . h adalah cukup besar. Maka
2
bila struktur ini yang dipilih pada tanah yang jelek, pondasinya akan mahal.
Dicari penyelesaian suatu bentuk struktur agar pondasi tidak terlalu mahal.

b. Kuda-kuda dihubungkan dengan pengaku pada kolom


1. Kuda-kuda dengan pengaku dan perletakan bawah kolom jepitan.
Struktur dengan sistem ini cukup kaku dan memberikan momen M lebih kecil dari
pada struktur sebelumnya.

e f
h1
c d
a
S1 H/2 S2 H/2 S1 S2= titik balik
H/2 H/2
a M jepit M jepit

A B

18
Struktur semacam ini adalah statis tak tentu, maka statistikanya diselesaikan
dengan cara statis tak tentu.
Namun sering didalam prkateknya diselesaikan dengan cara pendekatan/sederhana
yaitu :
- Bila beban vertikal (gravitasi) yang bekerja, struktur dianggap statis tertentu,
yang bekerja pada kolom gaya V saja. Selanjutnya gaya-gaya batang KRB
dicari dengan : Cremona, Kesetimbangan Titik, Ritter, dan sebagainya.
- Bila beban H bekerja, dianggap terjadi titik balik (= inflection point) terjadi
ditengah-tengah yaitu S1 dan S2.
M pada titik balik = 0 (seperti sendi)
H
Gaya geser pada S1 dan S2 adalah =
2
H
M pada kolom bawah = xa
2

c
c
e E 1
H/2 b b
H
h1 a h1 2 a
2
c c

a H a
2 Titik balik H
H S1 S1
2 2
a y
V dapat dicari dengan MS2=0
jepit dari seluruh struktur S1 C E F D S2

V dapat dicari dengan MS2 = 0, dari seluruh struktur S1 C E F D S2.

Dengan meninjau kolom S1 . CE :


1. ME = 0
H
x (h1 + a) (a) cos 2 x h1 = 0 (a) didapat
2
2. KV = 0
-V + (a) sin 2 (c) sin 2 = 0 (c) didapat
3. MS1 = 0
H
x (h1 + a) (b) x (h1 + a) (c) cos 1 (h1 + a)
2
+ (a) cos 2 x a = 0 (b) didapat

Setelah didapatkan gaya, (a), (b), dan (c), maka gaya batang yang lain dari kuda-
kuda dapat dicari dengan Cremona, Kesetimbangan titik, Ritter, dan sebagainya.

19
w
w
angin
w

S1

2. Kuda-kuda dengan pengaku dan perletakan bawah kolom sendi.

c c

b b
h1 a h1
a

h h

sendi sendi sendi sendi

ALTERNATIF

Struktur ini sama seperti pada perletakan bawah kolom jepit. Gaya batang (a), (b) dan
(c) dapat dihitung seperti sebelumnya, hanya mengganti jarak a dengan h.
Keuntungan kolom dengan perletakan sendi ini adalah :
- Momen pada perletakan bawah/sendi = 0
- Momen pada pondasi menjadi kecil, pondasinya menjadi murah
- Namun momen pada kolomnya menjadi besar 2 kali dari pada kolom perletakan
jepit (h = 2a)

c. Konstruksi 3 Sendi

S Konstruksi ini adalah statis tertentu.


Dicari reaksi diperletakan dengan
persamaan :
H 0
V 0


RAH RBH
M 0
dan M S 0
A sendi sendi

RAV RBV
Didapat reaksi perletakan RAH, RAV, RBH
Dan RBV.
Kemudian gaya-gaya batangnya dicari dengan : Cremona, Kesetimbangan Titik, Ritter,
dan sebagainya.

20
d. Konstruksi Portal Kaku (Gable Frame)
Konstruksi ini adalah statis tak tentu.
Diselesaikan dengan cara cross,
clapeyron, slope deflection, tabel, dan
sebagainya.
Sambungan Gaya yang bekerja pada batang-
kaku
batangnya N, D dan M.
A sendi B sendi Batang menerima Nu dan Mu
jepit jepit
perhitungan sebagai beam column.

STABILITAS STRUKTUR / KONSTRUKSI


Yang telah dibicarakan adalah konstruksi/struktur yang seolah-olah pada suatu bidang.
Konstruksi dalam bidang ini memang stabil, karena sudah diperhitungkan terhadap
gaya-gaya yang bekerja pada bidang tersebut.
Dalam kenyataannya konstruksi adalah berbentuk ruang, sehingga secara keseluruhan
konstruksi belum stabil, maka perlu diatur lagi dalam arah yang lain.

Gording

Contoh Kud
a-ku
da

P Kud
a-ku
P da
P
H P

Kuda-kuda Kolom

Kolom Kolom

Ikatan Angin

Pada bidang kuda-kuda, konstruksi ini stabil, sebab sudah diperhitungkan terhadap
beban yang bekerja yaitu P dan H (angin / gempa)
Pada bidang yang bidang kuda-kuda, bila ada beban H bekerja dalam arah ini,
konstruksi akan roboh/terguling, jadi masih labil. Maka perlu distabilkan dalam arah
ini.
Konstruksi untuk memberikan stabilitas dalam arah ini dinamakan :
Ikatan angin
Ikatan pemasangan (montage)
Yang dipasang pada bidang atap dan pada bidang dinding.

21
5. BANGUNAN GUDANG DENGAN IKATAN ANGIN DAN IKATAN
MONTAGE (PEMASANGAN)

Untuk menjaga kestabilan struktur rangka kuda-kuda akibat tiupan angin/gempa


diberikan ikatan angin dalam arah memanjang gudang. Ikatan angin bersama-sama
dengan gording dan rangka kuda-kuda membentuk suatu rangka batang.
Karena ikatan angin ini diperlukan untuk menjamin stabilitas dalam arah memanjang
gudang, biasanya ditempatkan pada daerah ujung-ujung gudang saja. Sedangkan bila
gudangnya cukup panjang, maka diantaranya ditempatkan lagi ikatan-ikatan
pemasangan/Montage.
Contoh :
a
Kuda-kuda

Kuda-kuda

angin

dk dk dk dk penggantung
=(3-9)m gording
Ikatan Ikatan Ikatan
angin montage angin

Rencana / Denah Atap


- Seringnya dipasang ikatan angin memanjang, untuk memperkaku bidang atap arah
melintang.
Penggantung gording dipasang pada semua gording
Ikatan angin pada dinding /kolom untuk meneruskan beban angin ke pondasi
Biasanya untuk ikatan angin digunakan batang lemas. Batang ini hanya dapat menahan
gaya tarik, tidak dapat menahan gaya tekan.
H1 H2 Bila ada H1, yang bekerja batang (1) tarik
Bila ada H2, yang bekerja batang (2) tarik
1 2

22
Bentuk Dari Ikatan Angin Dan Ikatan Montage (Pemasangan)
1. Pada Gudang Tertutup
2. Pada Gudang Terbuka

1. Ikatan angin pada gudang tertutup


Contoh
Ikatan angin pada atap Kuda-kuda

Regel/Gewel

Pintu Pintu

M.Tanah

Ikatan angin pada penggantung gording


dinding/kolom pada dinding

gording 2
Kud
a-ku
da

Kolom/regel vertikal

Regel horizontal

Ikatan angin

Gavel / Portal Akhir / End Frame


- Letak regel vertikal sesuai dengan titik-titik rangka ikatan angin pada atap
- Regel horizontal dipasang sesuai dengan panjang seng untuk dinding

Catatan (anggapan konservatif) :


- Bila dinding dipakai dingin bata bata, dianggap tidak tahan angin, perlu
dipasang ikatan angin pada dinding,
- Bila dinding dipakai dinding bata 1 bata atau lebih dianggap dinding tahan
angin, tidak diperlukan ikatan angin pada dinding.

23
2. Ikatan Angin pada Gudang Terbuka (tanpa dinding)
Kuda-kuda

M.Tanah

Pengaku/bracing/ikatan memanjang Kolom-kolom

- Bentuk lain ikatan memanjang

Ikatan gigi anjing

Kolom

gording 2
Ikatan angin pada atap
Kud
a-ku
da
Kud
a-ku
da

Ikatan memanjang

Kuda-kuda

Kolom

- Termasuk tepi/akhir dipasang kuda-kuda


- Pengaku/bracing/ikatan memanjang pada kolom biasanya dipasang sepanjang
bangunan.
- Untuk kuda-kuda dengan bentang yang besar > 40 m, pengaku/bracing/ikatan
memanjang dipasang juga pada rangka kuda-kuda.

24
BEBAN YANG BEKERJA AKIBAT TIUPAN ANGIN
Pada Gudang Tertutup

N a N Kud
a-ku
da
R3
q=...kg/m'

h3

1 2 3 4 3 2 1

R3 a a a a
N =(3-4)m N

Pada regel vertikal / kolom(3)


q = (c . w . a) , dimana a adalah jarak regel-regel vertikal
R3 = q . h3
1
M= q . h32
8
N = berat atap + dinding + kolom
Maka pada regel/kolom (3) bekerja beban-beban Mu, Nu perhitungan sebagai
beam column.
Analog untuk regel (1), (2), dan (4).

Beban yang bekerja pada ikatan angin pada atap adalah :

R Batang Atas Kuda-kuda R=(R1+R2+R3+R4)


2

Gording
dk
Ikatan angin

R1 R2 R3 R4 R3 R2 R1

R1, R2, R3, R4 = gaya yang didapat dari reaksi pada regel (1), (2), (3) dan (4). Akibat
dari beban angin ini, maka dapat dicari yang bekerja pada rangka batang ikatan angin.
- Batang atas kuda-kuda mendapat beban tambahan
- Gording mendapat beban tambahan
Maka batang atas dari kuda-kuda dan gording harus diperhitungkan akibat beban
tambahan ini.

Gording pada rangka batang ikatan


25
beban Px,Py x
qx,qy sebagai gording y

N N
Jarak kuda-kuda x
y
sebagai ikatan angin

Sebagai gording terjadi Mu


Sebagai rangka ikatan angin terjadi Nu perhitungan gording sebagai beam
column.
Dengan jarak L bracing, dapat diambil jarak-jarak dari baut pengikat seng
gelombang.

Seng Gelombang
L

Ikatan angin pada dinding

0,9 2
c=
Angin
1
0,4 0,4
Angin 0,9
Gewel

Koefisien angin C :
Pada gevel c = 0,9
Pada dinding // c = - 0,4
* Angin bertiup pada dinding gevel (garis tidak terputus-putus)
* Angin bertiup pada dinding samping (garis putus-putus)
Didalam memperhitungkan beban ikatan angin pada dinding, kedua arah angin ini harus
ditinjau.

26
Gaya yang bekerja pada Ikatan Angin Dinding
Contoh

f4
f3 R4
f2 R3 R3 V
R2 V
R1 R2

R1
Kolom

Ikatan angin
L pada dinding

V V

R 1 1
R4
2 1
R = (R1 + R2 + R3 + )
2
Kolom Kolom 2 R2 . f3 2 R3 . f3 R4 . f 4
V=
2. L
L
3
L L Diterima oleh kolom.

Dari beban beban ini, maka dapat dihitung gaya-gaya pada rangka batang ikatan
angin dinding.
- Regel horisontal (2) menerima beban :
2
1 L
Beban mati qy My = qy
8 3
Beban angin c = 0,9; 0,4 dan 0,4; 0,9
1
Beban angin qx Mx = qx . L2
8
Beban normal N angin dari regel (=R)
Regel horisontal (2) menerima Mux, Muy dan N perhitungan sebagai beam
column.
- Regel horisontal (1) <bidang tengah> menerima beban :
2
1 L
Beban mati qy My = qy
8 3
1
Beban angin c = 0,9 qx Mx = qx . L2
8
Regel (1) menerima Mux, Muy perhitungan sebagai balok.

27
Beban angin pada Ikatan Angin Gevel
Contoh

Kolom Kuda2
Angin

Luas bidang yang diperhitungkan


ditiup angin Diterima oleh ikatan angin gewel
Ikatan angin gewel

Pada Gudang Terbuka

Angin 1 Ku
da-
kud
a

R Kuda-kuda
R
Kolom
Kolom

Angin 2

- Angin bertiup pada bidang atap (= angin 1) ditahan oleh kuda-kuda dan kolom
- Angin bertiup pada // bidang atap atau bidang kuda-kuda (= angin 2)
menabrak kuda-kuda, ditahan oleh ikatan angin :
Ikatan angin pada atap
Ikatan/bracing/pengaku memanjang pada kolom.
R Merupakan struktur statis tak tentu
penyelesaian statikanya kuda-kuda dengan
kolom.
KOLOM
Beban pada akhirnya, harus sampai ke pondasi.

PONDASI

28
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Pertimbangan Batang
* Pada Konstruksi rangka batang kuda-kuda
Pada batang tarik diperhitungkan Anetto
Pada batang tekan diperhitungkan panjang tekuk Lk

Lk y
y
Ikatan angin
x x
Lk x
y

Lkx : Panjang tekuk arah vertikal


Lky : Panjang tekuk arah horizontal

* Konstruksi console / Cantilever

Kud gording
a-kud
a
Ikatan khusus

Batang tekan di bawah, tidak


ada gording dan ikatan angin

Lkx : Panjang tekuk arah vertikal =


Lky : Panjang tekuk arah horizontal = 4
Jika diberi ikatan khusus seperti tergambar maka L ky 2

29
Pre - Eliminary Design
1 Perencanaan Atap

Perencanaan Atap

Merencanakan Pola Beban

Data Perencanaan

Perencanaan Dimensi Gording

Perencaan Penggantung Gording

Perencanaan Gording Ujung

Perencanaan Ikatan Angin

1.1 Merencanakan Pola Beban

Pola Beban Diambil dari peraturan Pembebanan Indonesia untuk gedung 1983

Merencanak
an
Pola Beban

Beban Mati Beban Hidup Beban Angin

Beban Beban
Penutup Beban Beban Beban Beban Angin
Beban Profil Tekanan
Atap Pengikat dll Terbagi Rata Terpusat Hisap
Angin

1.1.1 Merencanakan Beban Mati ( Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung )
a. Atap
Berat asbes : 10.3 kg/m2
Berat Profil : Menyesuaikan Perencanaan
Berat Pengikat dll : 10 % dari Berat Total

1.1.2 Merencanakan Beban Hidup ( Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung )

a. Beban Hidup Terbagi Rata ( Atap ) :


= 25 0
q = (40 - 0.8 ) = 20 kg/m2 20 kg/m2

ambil q = 20 kg/m2
b. Beban Hidup Terpusat ( Atap )

P= 100 kg

1.1.3 Merencanakan Beban Angin ( Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung )

a. Beban Tekanan Angin


Bangunan Jauh dari Pantai -> asumsi Tekanan Angin : 30 kg/m2

Koefisien Angin (C) tekan = (0.02 - 0.4) = 0.1

Angin Tekan = C x W = 3 kg/m2

Angin Hisap = 0.4 x W = 12 kg/m2

1.2 Data - Data perencanaan

Data Atap
Jenis : Asbes Gelombang
Tebal : 5 mm
Berat : 10.3 kg/m2
Lebar Gelombang : 110 mm
Kedalaman Gelombang : 57 mm
Jarak Miring Gording : 110 cm
Jarak Kuda-Kuda (L) : 400 cm
Sudut Kemiringan Atap : 0.44 rad = 25 0

1.3 Perencanaan Dimensi Gording


1.3.1 Perencanaan Profil WF untuk Gording Dengan ukuran :

WF 100 x 50 x 5 x 7
A = 11.85 cm2 tf = 7 mm Zx = 41.8 cm3
W= 9.3 kg/m Ix = 187 cm4 Zy = 8.94 cm3
a= 100 mm Iy = 14.8 cm4 h= 70 mm {=D - 2 x (tf + r)}
bf = 50 mm tw = 5 mm
iy = 1.12 cm ix = 3.98 cm

Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 = 370 Mpa
fy = 2400 kg/cm2 = 240 Mpa

1.3.2 Perencanaan Pembebanan


1.3.2.1 Perhitungan Beban
Beban Mati
Berat Gording = 9.3 kg/m
Berat Asbes Gelombang = w x l
= 10.3 x 1.1 = 11.33 kg/m
Berat Total = 20.63 kg/m
alat Pengikat dll 10 % = 0.1 x 20.63 = 2.06 kg/m
qD = 22.69 kg/m

Beban Hidup
Beban Terbagi Rata = (40 - 0.8 ) = 40 - 20 = 20 kg/m2
q = 20 kg/m2
qL = jarak gording horisontal x q = 0.997 x 20.00 = 19.94 kg/m

Beban Hidup Terpusat, PL = 100 kg

Beban Angin
Tekanan Angin = 30 kg/m2
Angin Tekan = 3 kg/m2
Angin Hisap = 12 kg/m2 (menentukan = q)
q = jrk gording horisontal x angin hisap = 0.997 x 12.00 = 11.96 kg/m

Beban Mati + Beban Hidup > dari Beban Angin Hisap : 22.69 + 19.94 > 11.96
Beban Angin Hisap tidak perlu diperhitungkan ==> qw = 3 kg/m

1.3.2.2 Perhitungan Momen Akibat Beban thp Sbx dan Sby


Beban Mati
MXD = 1/8 (qD x cos) L2 = 0.13 x ( 22.69 x 0.91 x 16 )= 41.13 kgm
MYD = 1/8(qDxsin xL/3)2 = 0.13 x( 22.69 x 0.42 x 1.78 )= 2.13 kgm

Beban Hidup Terbagi Rata


MXLD = 1/8 (qL x cos) L2 = 0.13 x( 19.94 x 0.91 x 16 )= 36.25 kgm
MYL = 1/8(qLxsinxL/3) =
2
0.13 x( 19.94 x 0.42 x 1.78 )= 1.87 kgm

Beban Hidup Terpusat


MXL = 1/4 (qL x cos) L = 0.25 x( 100 x 0.91 x 4 )= 90.63 kgm
MYL = 1/4(qL x sin)(L/3) = 0.25 x( 100 x 0.42 x 1.33 )= 14.09 kgm
Beban Angin Terbagi Rata
MXW = 1/8 x qw x L = 0.13 x 3 x 16 = 6 kgm

1.3.3.3 Besar Momen Berfaktor ( Mu = 1.2 M D + 1.6 ML + 0.8 MW )


* Mu Beban Mati ,Beban Angin dan Beban Hidup Terbagi Rata
Sumbu X Sumbu Y
MD = 41.13 kgm MD = 2.13 kgm
ML = 36.25 kgm ML = 1.87 kgm
Mw = 6 kgm

MUX = 1.2 x 41.13 + 1.6 x 36.25 + 0.8 x 6 = ### kgm


MUY = 1.2 x 2.13 + 1.6 x 1.87 + 0.8 x 0 = 5.55 kgm

* Mu Beban Mati, Beban Angin dan Beban Hidup Terpusat


Sumbu X Sumbu Y
MD = 41.13 kgm MD = 2.13 kgm
ML = 90.63 kgm ML = 14.09 kgm
Mw = 6 kgm

MUX = 1.2 x 41.13 + 1.6 x 90.63 + 0.8 x 6 = ### kgm


MUY = 1.2 x 2.13 + 1.6 x 14.09 + 0.8 x 0 = 25.1 kgm

1.3.3 Kontrol Kekuatan Profil


1.3.3.1 Penampang Profil
Untuk Sayap Untuk Badan
bf 170 h 1680

2 tf fy tw fy
50 170 70 1680

2 7 240 5 240
3.57 10.97 14.0 108.4
OK OK

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

1.3.3.2 Kontrol Lateral Buckling


Jarak Baut Pengikat / pengaku lateral = L B = 500 mm = 50 cm

E
LP = 1.76 x iY x
fy
200000
= 1.76 x 1.12 x = 56.90 cm
240

Ternyata : LB < LP maka : Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx . Fy = 41.8 x 2400 = ### Kgm


Mny = Zy ( satu sayap ) * fy
= 1/4 x tf x bf 2 x fy
= 0.25 x 0.7 x 52 x 2400 = 10500 kgcm
= 105 kgm
1.3.3.3 Persamaan Iterasi
Mux Muy
+ 1
b . Mnx b . Mny

Beban Mati , Beban Angin dan Beban Hidup Terbagi Rata


112.164 5.554
+ 1
0.9 x ### 0.9 x 94.5
0.12 + 0.07 1
0.19 1 OK

Beban Mati , Beban Angin dan Beban Hidup Terpusat


199.170 25.097 1
+
0.9 x ### 0.9 x 105
0.2 + 0.27 1
0.46 1 OK

1.3.3.4 Kontrol Lendutan Profil

L 400
Lendutan Ijin f = = = 2.22 cm
180 180

Lendutan Akibat Beban Merata (1)


5 qD + L cos L4 5 x 0.43 x 0.91 x 400 4
fx = x =
384 E x Ix 384 x 2000000 x 187
= 0.34 cm

5 qD + L sin (L/3)4 5 x 0.43 x 0.42 x ### 4


fy = x =
384 E x Iy 384 x 2000000 x 14.8
= 0.03 cm

Lendutan Akibat Beban Terpusat (2)


5 P cos L3 1 x 100 x 0.91 x 400 3
fx = x =
384 E x Ix 48 x 2000000 x 187
= 0.32 cm
5 P sin L3 1 x 30 x 0.42 x ### 3
fy = x =
384 E x Iy 48 x 2000000 x 14.8
= 0.02 cm

Lendutan Akibat Beban Angin merata (3)


5 qW cos L4 5 x 0.03 x 0.91 x 400 4
fx = x =
384 E x Ix 384 x 2000000 x 187
= 0.02 cm

5 qW sin (L/3)4 5 x 0.03 x 0.42 x ### 4


fy = x =
384 E x Iy 384 x 2000000 x 14.8
= 0 cm

Lendutan total yang terjadi

ftot = fx2 + fy2 = (fx1 + fx2 + fx3)2 + (fy1 + fy2 + fy3)2

= ( 0.34 + 0.32 + 0.02 ) 2 + ( 0.03 + 0.02 + 0 )2




ftot = 0.69 cm < fijin = 2.22 cm OK

1.4 Perencanaan Penggantung Gording

1.4.1 Data Penggantung Gording

Jarak Kuda - Kuda (L) = 400 cm


Jumlah Penggantung Gording = 2 buah
Jumlah Gording = 9 buah
Jarak Penggantung gording = ### cm

1.4.2 Perencanaan Pembebanan


Beban Mati
Berat Sendiri Gording = 9.3 kg/m
Berat Asbes gelombang = 11.33 kg/m
= 20.63 kg/m
Alat Pengikat dll 10 % = 0.1 x 20.63 = 2.06 kg/m
qD = 22.69 kg/m

RD = qD x sin x L/3
= 22.69 x 0.42 x 1.33 = 12.787 kg

Beban Hidup
Beban Terbagi Rata = (40 - 0.8 ) = 40 - 0.8 = 20 kg/m2
q = 20 kg/m2
qL = jarak gording horisontal x q = 0.997 x 20.00 = 19.94 kg/m
RL = qL x sin x L/3
= 19.94 x 0.42 x 1.33 = 11.235 kg

Beban Terpusat = PL = 100 kg


RL = PL x sin
= 100.0 x 0.42 = 42.262 kg

Beban Angin
Angin Tekan = q = 3 kg/m2
qW = jarak gording horisontal x q = 0.997 x 3.00 = 2.99 kg/m
RW = qW x sin x L/3
= 2.99 x 0.42 x 1.33 = 1.685 kg

1.4.3 Perhitungan Gaya


1.4.3.1 Penggantung Gording Tipe A
RA = 1.2 RD + 1.6 RL + 0.8 RW
= 1.2 x 12.8 + 1.6 x ( 11.2 + 42.3 ) + 0.8 x 1.7
= 102.29 kg

RA total = Ra x jumlah Gording = 102.29 x 9 = 920.60 kg

1.4.3.1 Penggantung Gording Tipe B


panjang miring gording 110
arctan = = = 0.83
L / 3 133.33
= 39.52 o
RA 920.60
RB = = = 1446.607 kg
sin sin 39.52

1.4.4 Perencanaan Batang Tarik

Pu = RB = 1446.607 kg
BJ 37 fu = 3700 kg/cm2
fy = 2400 kg/cm2

1.4.4.1 Kontrol Leleh


Pu = . fy . Ag ; dengan = 0.9

Ag perlu = Pu = 1446.607
= 0.670 cm2
fy 0.9 x 2400
Tidak Menentukan
1.4.4.2 Kontrol Putus
Pu = . fu . 0,75 Ag ; dengan = 0.75

Ag perlu = Pu = 1446.607
= 0.7 cm2
fu 0.75 0.75 x 3700 x 0.75
Menentukan
Ag perlu = 1/4 . . d 2

Ag x 4 0.7 x 4
d = = = 0.94 cm

==> Pakai d = 10 mm

1.4.5 Kontrol Kelangsingan


Jarak Penggantung Gording = ### cm

Panjang Rb = (jarak penggantung gording)2 + (panjang miring gording)2

= 133.33 2 + 110 2
= ### cm

Cek : Panjang Rb
d >
500
172.85
1 >
500
1 > 0.35 OK

1.5 Perencanaan Ikatan Angin Atap

1.5.1 Data Perencanaan Ikatan Angin Atap


Tekanan Angin W = 30 kg/m2
Koefisien Angin C tekan = 0.9
Koefisien Angin C hisap = 0.4
a1 = 300 cm a2 = 200 cm
= 0.44 rad = 25 0
1.5.2 Perhitungan Tinggi Ikatan Angin ( h )
h1 = 9 m
h2 = 9 + 2 x tg 0.44 = 9.93 m
h3 = 9 + 4 x tg 0.44 = 10.87 m
h4 = 9 + 6 x tg 0.44 = 11.8 m
h5 = 9 + 9 x tg 0.44 = 13.2 m

1.5.3 Perhitungan Gaya - Gaya yang Bekerja


R = 1/2 . W . C . a . h
R1 = 0.50 x 30 x 0.9 x 1 x 9 = 121.5 kg
R2 = 0.50 x 30 x 0.9 x 2 x 9.93 = ### kg
R3 = 0.50 x 30 x 0.9 x 2 x 10.87 = ### kg
R4 = 0.50 x 30 x 0.9 x 2.5 x 11.8 = ### kg
R5 = 0.50 x 30 x 0.9 x 3 x 13.2 = ### kg

Rtotal = ( R1+R2+R3+R4+(R5/2)) = 121.5 + 268.18 + 293.36 + ### + ###


= 1348.454 kg

1.5.4 Perencanaan Dimensi Ikatan Angin


1.5.4.1 Menghitung gaya Normal
2
tg = = 0.5
4
= 26.57 0

R1 = 121.5 kg
Rtotal = 1348.454 kg
Gaya Normal Gording Akibat Angin Dimana untuk angin tekan C = 0.9
dan untuk angin hisap C = 0.4
Chisap x Rtotal
N =
Ctekan
0.4 x 1348.454
= = 599.31 kg
0.9

1.5.4.2 Menghitung gaya Pada Titik Simpul


Pada Titik Simpul A
V = 0
Rtotal + S1 = 0 ===> S1 = - Rtotal ===> S1 = ### kg

H = 0
S2 = 0

Pada Titik Simpul B


EV = 0
R1 + S1 +S3 Cos = 0
S3 = -( R1 - S1 ) -( 121.5 - ### )
=
cos cos 26.57
S3 = -1643.458 kg

1.5.5 Perencanaan Batang Tarik


Pu = S3 x 1.6 x 0.75 = -1643.46 x 1.6 x 0.75 = -1972.150 kg
BJ 37 fu = 3700 kg/cm 2
fy = 2400 kg/cm2

1.5.5.1 Kontrol Leleh


Pu = . fy . Ag ; dengan = 0.9

Ag perlu = Pu = 1972.150
= 0.913 cm2
fy 0.9 x 2400
Tidak Menentukan

1.5.5.2 Kontrol Putus


Pu = . fu . 0,75 Ag ; dengan = 0.75

Ag perlu = Pu = 1972.150
= 0.95 cm2
fu 0.75 0.75 x 3700 x 0.75
Menentukan
Ag perlu = 1/4 . . d2
Ag x 4 0.95 x 4
d = = = 1.1 cm

==> Pakai d = 11 mm

1.5.6 Kontrol Kelangsingan


Jarak kuda-kuda = 400 cm

Panjang S3 = (jarak kuda-kuda)2 + (jarak miring gording)2


= 400 2 + 110 2
= ### cm

Cek : Panjang S3
d >
500
414.85
1.1 >
500
1.1 > 0.83 OK

1.6 Perencanaan Gording Ujung


1.6.1 Perencanaan Pembebanan Mntx , Mnty dan Gaya Normal Akibat Angin
Gording Ini adalah Balok Kolom. Akibat beban mati dan beban hidup Menghasilkan Momen Lentur
Besaran Diambil Dari Perhitungan Gording

Mntx = MUX (1.2 D + 1.6 L + 0.8 W) x 0.75 = 199.170 x 0.75 = 149.377 kgm
Mnty = MUY (1.2 D + 1.6 L + 0.8 W) x 0.75 = 25.097 x 0.75 = 18.823 kgm
Nu = 1.6 x Rtotal (dari ikatan angin atap) x 0.75 = 1618.144 kg

1.6.2 Perencanaan Profil Gording Ujung

WF 100 x 50 x 5 x 7
A = 11.85 cm2 tf = 7 mm Zx = 41.8 cm3
W = 9.3 kg/m Ix = 187 cm4 Zy = 8.9 cm3
a = 100 mm Iy = 14.8 cm4 h = 70 mm {=D - 2 x (tf + r)}
bf = 50 mm tw = 5 mm
iy = 1.12 cm ix = 3.98 cm

Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 = 370 Mpa
fy = 2400 kg/cm2 = 240 Mpa

1.6.3 Kontrol Tekuk Profil

Lkx 400
Lkx = 400 cm ==> x = = = 100.5
ix 3.98
2 . E . A 2 x 2000000 x 11.85
Ncrbx = =
x 2
100.5 2
= 23157.64 kg

Lkx 50
Lky = 50 cm ==> y = = = 44.64
iy 1.12
2 . E . A 2 x 2000000 x 11.85
Ncrby = =
y 2
44.64 2
= 117366.49 kg

Tekuk Kritis adalah arah X, Karena x > y = 2.29

Ag x fy 11.85 x 2400
Pn = = = 12437.136 kg
2.29

Pu 1618.144
= = 0.15 < 0.2 (Pu = Nu)
Pn 0.85 x 12437.136

Pakai Rumus =
Pu Mux Muy
+ + 1
2 x c . Pn b x Mnx b x Mny

1.6.4 Perhitungan Faktor Pembesaran Momen


Gording dianggap tidak bergoyang, maka :

Mux = Mntx . Sbx Cmx


Sbx = 1
Nu
1 - ( )
Ncrbx
Untuk elemen Beban Tranversal, ujung sederhana
Cmx = 1
1
Sbx = = 1.08
1618.144
1 - ( )
23157.64

Sbx = 1.08 > 1


Sbx = 1.08

Muy = Mnty * Sby Cmy


Sby = 1
Nu
1 - ( )
Ncrby
Untuk elemen Beban Tranversal, ujung sederhana
Cmy = 1
1
Sby = = 1.01
1618.144
1 - ( )
117366.49

Sby = 1.01 > 1


Sby = 1.01

1.6.5 Perhitungan Momen Ultimate Sbx dan Sby


Mux = Sbx . Mntx = 1.08 x 149.377 = 160.599 kgm
Muy = Sby . Mnty = 1.08 x 18.823 = 20.237 kgm

1.6.6 Perhitungan Persamaan Interaksi


Mnx = 1003 kgm Mny = 105 kgm

Pu Mux Muy
+ + 1
2 x c x Pn b x Mnx b x Mny
1618.144 160.599 20.237
+ + 1
2 x 0.85 x 12437.136 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.47 1
OK
Pre - Eliminary Design
2 Perencanaan Dinding
2.1 Data - Data perencanaan
Data Dinding :
Jenis : Seng Gelombang
Tebal : 4 mm
Berat : 4.15 kg/m2
Kedalaman Gelombang : 25 mm
Jarak Kolom Dinding (L) : 400 cm
Jarak Gording Lt Dasar : 125 cm
Jarak Gording Lt 1 : 100 cm

2.2 Perencanaan Regel Balok ( Dinding Samping )


2.2.1 Perencanaan Profil WF untuk Regel Balok Dinding Dengan ukuran :

WF 100 x 50 x 5 x 7
A = 11.85 cm2 tf = 7 mm Zx = 41.8 cm3
W= 9.3 kg/m Ix = 187 cm4 Zy = 8.94 cm3
a = 100 mm Iy = 14.8 cm4 h= 70 mm {=D - 2 x (tf + r)}
bf = 50 mm tw = 5 mm Sx = 37.5 mm
iy = 1.12 cm ix = 3.98 cm
r= mm
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 = 370 Mpa
fy = 2400 kg/cm2 = 240 Mpa

2.2.2 Perencanaan Pembebanan


2.2.2.1 Perhitungan Beban
Beban Mati
Lantai Dasar
Berat Gording = 9.3 kg/m
Berat Seng Gelombang = 4.15 x 1.25 = 5.19 kg/m
Berat Total = 14.49 kg/m
alat Pengikat dll 10 % = 0.1 x 14.49 = 1.45 kg/m
Berat Total = 15.94 kg/m
Myd = 1/8 x q x (L/3)2
= 0.13 x 15.94 x 1.78 = 3.54 kg/m

Lantai 1
Berat Gording = 9.3 kg/m
Berat Seng Gelombang = 4.15 x 1 = 4.15 kg/m
Berat Total = 13.45 kg/m
alat Pengikat dll 10 % = 0.1 13.45 = 1.35 kg/m
Berat Total = 14.8 kg/m
Myd = 1/8 x q x (L/3)2 = 0.13 x 14.8 x 1.78 = 3.29 kg/m

Beban Angin
Lantai Dasar
Tekanan Angin = 30 kg/m2
Angin Tekan ( C = 0.9 ) = 0.9 x 30 = 27 kg/m2
q = Angin Tekan x Jarak Gording = 27 x 1.25 = 33.75 kg/m
Angin Hisap ( C = 0.4 ) 0.4 x 30 = 12 kg/m2
q = Angin hisap x Jarak Gording = 12 x 1.25 = 15 kg/m
Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Dinding (tarik) :
Mxw = 1/8 x q x (L)2 = 0.13 x 33.75 x 16 = 67.5 kgm
N = q x Jarak Gording = 15 x 1.25 = 18.75 kg (Tarik)

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Gevel (tekan) :


Mxw = 1/8 x q x (L)2 = 0.13 x 15 x 16 = 30 kgm
N = q x Jarak Gording = 33.75 x 1.25 = 42.19 kg (Tekan)

Lantai 1
Tekanan Angin = 30 kg/m2
Angin Tekan ( C = 0.9 ) = 0.9 x 30 = 27 kg/m2
q = Angin Tekan x Jarak Gording = 27 x 1 = 27 kg/m
Angin Hisap ( C = 0.4 ) 0.4 x 30 = 12 kg/m2
q = Angin hisap x Jarak Gording = 12 x 1 = 12 kg/m

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Dinding (tarik)


Mxw = 1/8 x q x (L)2 = 0.13 x 27 x 16 = 54 kgm
N = q x Jarak Gording = 12 x 1 = 12 kg (Tarik)

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Gevel (tekan)


Mxw = 1/8 x q x (L)2 = 0.13 x 12 x 16 = 24 kgm
N = q x Jarak Gording = 27 x 1 = 27 kg (Tekan)

2.2.3 Kombinasi Pembebanan


Lantai Dasar
1. U = 1.4 D
Muy = 1.4 x 3.54 = 4.96 kgm

2. U = 1.2D + 1.3W + L + 0.5 ( La atau Ha )


Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Dinding (tarik) :
Mux = 1.2 x 0 + 1.3 x 67.5 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 87.75 kgm
Muy = 1.2 x 3.54 + 1.3 x 0 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 4.25 kgm
Nu = 1.2 x 0 + 1.3 x 18.75 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 24.38 kg

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Gevel (tekan) :


Mux = 1.2 x 0 + 1.3 x 30 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 39 kgm
Muy = 1.2 x 3.54 + 1.3 x 0 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 4.25 kgm
Nu = 1.2 x 0 + 1.3 x 42.19 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 54.84 kg

Lantai 1
1. U = 1.4 D
Muy = 1.4 x 3.29 = 4.6 kgm
2. U = 1.2D + 1.3W + L + 0.5 ( La atau Ha )
Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Dinding (tarik) :
Mux = 1.2 x 0 + 1.3 x 54 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 70.2 kgm
Muy = 1.2 x 3.29 + 1.3 x 0 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 3.95 kgm
Nu = 1.2 x 0 + 1.3 x 12 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 15.6 kg
Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Gevel (tekan) :
Mux = 1.2 x 0 + 1.3 x 24 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 31.2 kgm
Muy = 1.2 x 3.29 + 1.3 x 0 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 3.95 kgm
Nu = 1.2 x 0 + 1.3 x 27 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 35.1 kg

2.2.4 Kontrol Kekuatan Profil


2.2.4.1 Penampang Profil
Untuk Sayap Untuk Badan
bf 170 h 1680

2 tf fy tw fy
50 170 70 1680

2 7 240 5 240
3.57 10.97 14.0 108.4
OK OK
Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

2.2.4.1 Kontrol Lateral Buckling


Jarak Baut Pengikat / pengaku lateral = L B = 500 mm = 50 cm

E
LP = 1.76 x iY x
fy
200000
= 1.76 x 1.12 x = 56.90 cm
240
Ternyata : LB < LP maka : Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx . Fy = 41.8 x 2400 = ### Kgm


1.5 Myx = 1.5 Sx fy = 1.5 x 37.5 x 2400 = 1350 Kgm
===> Mnx < 1.5 Myx

Mny = Zy ( satu sayap ) * fy


= 1/4 x tf x bf 2 x fy
= 0.25 x 0.7 x 52 x 2400 = 10500 kgcm
= 105 kgm

2.2.5 Perhitungan Kuat Tarik


2.2.5.1 Kontrol Kelangsingan
p 300
Lk 400
= = = 100.5 < 300 OK
ix 3.98
p

2.2.5.2 Berdasarkan Tegangan Leleh


Nn = .Ag . fy = 0.85 x 11.85 x 2400 = 24174 kg
Menentukan
2.2.5.3 Berdasarkan Tegangan Putus
Nn = .Ae . fu = = 0.75 x 0.85 x Ag x fu
= 0.75 x 0.85 x Ag x fu
= 0.75 x 0.85 x 11.85 x 3700
= ### kg
Tidak Menentukan

2.2.5.4 Kontrol Kuat Tarik


Lantai Dasar
Nn > Nu
24174 > 54.84
OK
Lantai 1
Nn > Nu
24174 > 1404
OK

2.2.6 Perhitungan Kuat Tekan


2.2.6.1 Kontrol Kelangsingan
p 200
Lkx 400
px = = = 100.5 < 200 OK
ix 3.98
Lky 50
py = = = 44.64 < 200 OK
iy 1.12

2.2.6.2 Berdasarkan Tekuk Arah X


x fy 100.5 2400
c = = x = 1.11
E 3.14 2000000
0.25 < c < 1.2
1.43 1.43
= = = 1.67
1.6 - 0.67 c 1.6 - 0.67 x 1.11
fy 2400
Nn = Ag = 0.85 x 11.85 x = ### kg
1.67

2.2.6.3 Berdasarkan Tekuk Arah Y


y fy = 44.64 2400
c = x = 0.49
E 3.14 2000000
0.25 < c < 1.2
1.43 1.43
= = = 1.13
1.6 - 0.67 c 1.6 - 0.67 x 0.49
fy 2400
Nn = Ag = 0.85 x 11.85 x = ### kg
1.13

2.2.7 Perhitungan Pembesaran Momen


Ab x fy
Ncr =
c 2
11.85 x 2400
Ncrbx = = 23156.27 kg
1.108 2
11.85 x 2400
Ncrby = = 117359.57 kg
0.492 2

2.2.7.1 Komponen Struktur Ujung Sederhana Cm = 1


Cmx
Sbx = 1
Nu
1 - ( )
Ncrbx

Lantai Dasar
1
Sbx = = 1.001 (Tarik)
24.38
1 - ( )
23156.27
1
Sby = = 1.000 (Tarik)
Sby = = 1.000 (Tarik)
24.38
1 - ( )
117359.57

1
Sbx = = 1.002 (Tekan)
54.844
1 - ( )
23156.27
1
Sby = = 1.000 (Tekan)
54.844
1 - ( )
117359.57

Lantai 1
1
Sbx = = 1.001 (Tarik)
15.6
1 - ( )
23156.27
1
Sby = = 1.000 (Tarik)
15.6
1 - ( )
117359.57

1
Sbx = = 1.002 (Tekan)
35.1
1 - ( )
23156.27
1
Sby = = 1.000 (Tekan)
35.1
1 - ( )
117359.57

2.2.8 Kontrol Gaya Kombinasi


2.2.8.1 Angin Dari Arah Tegak Lurus Dinding (tarik)
Lantai Dasar
Nu 24.38
= = 0 < 0.2 OK
. Nn 24174

Nu Mux x Sbx Muy x Sby


+ + < 1
2 x . Nn x Mnx b x Mny
24.375 87.8 x 1.001 4.250 x 1.000
+ + < 1
2 x 24174 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.14 < 1
OK
Lantai 1
Nu 15.6
= = 0 < 0.2 OK
. Nn 24174

Nu Mux x Sbx Muy x Sby


+ + < 1
2 x . Nn x Mnx b x Mny
15.600 70.2 x 1.001 3.945 x 1.000
+ + < 1
2 x 24174 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.12 < 1
OK

2.2.8.2 Angin Dari Arah Tegak Lurus Gevel (tekan)


Lantai Dasar
Nu 54.84
= = 0 < 0.2 OK
. Nn 24174
Nu Mux x Sbx Muy x Sby
+ + < 1
2 x . Nn x Mnx b x Mny
54.844 39.0 x 1.002 4.250 x 1.000
+ + < 1
2 x 24174 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.09 < 1
OK
Lantai 1
Nu 35.1
= = 0 < 0.2 OK
. Nn 24174
Nu Mux x Sbx Muy x Sby
+ + < 1
2 x . Nn x Mnx b x Mny
35.100 31.2 x 1.002 3.945 x 1.000
+ + < 1
2 x 24174 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.08 < 1
OK

2.3 Perencanaan Regel Horizontal Gevel


2.3.1. Data - Data perencanaan tambahan
Jarak Kolom Dinding (L) : 300 cm
Jarak Gording Lt Dasar : 125 cm
Jarak Gording Lt 1 : 100 cm

2.3.2 Perencanaan Profil WF untuk Regel Horizontal Gevel Dengan ukuran :


WF 100 x 50 x 5 x 7
A = 11.85 cm2 tf = 7 mm Zx = 41.8 cm3
W= 9.3 kg/m Ix = 187 cm4 Zy = 9 cm3
a = 100 mm Iy = 14.8 cm4 h= 70 mm
bf = 50 mm tw = 5 mm Sx = 37.5 mm
iy = 1.12 cm ix = 3.98 cm 41.8
r= 8.94
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 = 370 Mpa
fy = 2400 kg/cm2 = 240 Mpa

2.3.3 Perencanaan Pembebanan


2.3.3.1 Perhitungan Beban
Beban Mati
Lantai Dasar
Berat Gording = 9.3 kg/m
Berat Seng Gelombang = 4.15 x 1.25 = 5.19 kg/m
Berat Total = 14.49 kg/m
alat Pengikat dll 10 % = 0.1 x 14.49 = 1.45 kg/m
Berat Total = 15.94 kg/m
Myd = 1/8 x q x (L/3)2 = 0.13 x 15.94 x 1 = 1.99 kg/m

Lantai 1
Berat Gording = 9.3 kg/m
Berat Seng Gelombang = 4.15 x 1 = 4.15 kg/m
Berat Total = 13.45 kg/m
alat Pengikat dll 10 % = 0.1 x 13.45 = 1.35 kg/m
Berat Total = 14.8 kg/m
Myd = 1/8 x q x (L/3) 2
= 0.13 x 14.8 x 1 = 1.85 kg/m

Beban Angin
Lantai Dasar
Tekanan Angin = 30 kg/m2
Angin Tekan ( C = 0.9 ) = 0.9 x 30 = 27 kg/m2
q = Angin Tekan x Jarak Gording = 27 x 1.25 = 33.75 kg/m
Angin Hisap ( C = 0.4 ) 0.4 x 30 = 12 kg/m2
q = Angin hisap x Jarak Gording = 12 x 1.25 = 15 kg/m

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Dinding (tarik) :


Mxw = 1/8 x q x (L)2 = 0.13 x 33.75 x 9 = 37.97 kgm
N = q x Jarak Gording = 15 x 1.25 = 18.75 kg (Tarik)

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Gevel (tekan) :


Mxw = 1/8 x q x (L)2 = 0.13 x 15 x 9 = 16.88 kgm
N = q x Jarak Gording = 33.75 x 1.25 = 42.19 kg (Tekan)

Lantai 1
Tekanan Angin = 30 kg/m2
Angin Tekan ( C = 0.9 ) = 0.9 x 30 = 27 kg/m2
q = Angin Tekan x Jarak Gording = 27 x 1 = 27 kg/m
Angin Hisap ( C = 0.4 ) 0.4 x 30 = 12 kg/m2
q = Angin hisap x Jarak Gording = 12 x 1 = 12 kg/m

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Dinding (tarik) :


Mxw = 1/8 x q x (L)2 = 0.13 x 27 x 9 = 30.38 kgm
N = q x Jarak Gording = 12 x 1 = 12 kg (Tarik)

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Gevel (tekan) :


Mxw = 1/8 x q x (L)2 = 0.13 x 12 x 9 = 13.5 kgm
N = q x Jarak Gording = 27 x 1 = 27 kg (Tekan)

2.3.3.2 Kombinasi Pembebanan


Lantai Dasar
1. U = 1.4 D
Muy = 1.4 x 1.99 = 2.79 kgm
2. U = 1.2D + 1.3W + L + 0.5 ( La atau Ha )
Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Dinding (tarik) :
Mux = 1.2 x 0 + 1.3 x 37.97 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 49.36 kgm
Muy = 1.2 x 1.99 + 1.3 x 0 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 2.39 kgm
Nu = 1.2 x 0 + 1.3 x 18.75 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 24.38 kg

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Gevel (tekan) :


Mux = 1.2 x 0 + 1.3 x 16.88 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 21.94 kgm
Muy = 1.2 x 1.99 + 1.3 x 0 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 2.39 kgm
Nu = 1.2 x 0 + 1.3 x 42.19 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 54.84 kg

Lantai 1
1. U = 1.4 D
Muy = 1.4 x 1.85 = 2.59 kgm
2. U = 1.2D + 1.3W + L + 0.5 ( La atau Ha )
Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Dinding (tarik) :
Mux = 1.2 x 0 + 1.3 x 30.38 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 39.49 kgm
Muy = 1.2 x 1.85 + 1.3 x 0 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 2.22 kgm
Nu = 1.2 x 0 + 1.3 x 12 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 15.6 kg

Akibat Beban Angin yg Tegak Lurus Gevel (tekan) :


Mux = 1.2 x 0 + 1.3 x 13.5 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 17.55 kgm
Muy = 1.2 x 1.85 + 1.3 x 0 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 2.22 kgm
Nu = 1.2 x 0 + 1.3 x 27 + 0.5 x 0 + 0.5 x 0
= 35.1 kg

2.3.4 Kontrol Kekuatan Profil


2.3.4.1 Penampang Profil
Untuk Sayap Untuk Badan
bf 170 h 1680

2 tf fy tw fy
50 170 70 1680

2 7 240 5 240
3.57 10.97 14.0 108.4
OK OK
Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

2.3.4.1 Kontrol Lateral Buckling


Jarak Baut Pengikat / pengaku lateral = L B = 500 mm = 50 cm
E
LP = 1.76 x iY x
fy
200000
= 1.76 x 1.12 x = 56.90 cm
240
Ternyata : LB < LP maka : Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx . Fy = 41.8 x 2400 = ### Kgm


1.5 Myx = 1.5 Sx fy = 1.5 x 37.5 x 2400 = 1350 Kgm
===> Mnx < 1.5 Myx

Mny = Zy ( satu sayap ) * fy


= 1/4 x tf x bf 2 x fy
= 0.25 x 0.7 x 52 x 2400 = 10500 kgcm
= 105 kgm

2.3.5 Perhitungan Kuat Tarik


2.3.5.1 Kontrol Kelangsingan
p 300
Lk 300
= = = 75.38 < 300 OK
ix 3.98

2.3.5.2 Berdasarkan Tegangan Leleh


Nn = .Ag . fy = 0.85 x 11.85 x 2400 = 24174 kg
Menentukan
2.3.5.3 Berdasarkan Tegangan Putus
Nn = .Ae . fu = = 0.75 x 0.85 x Ag x fu
= 0.75 x 0.85 x Ag x fu
= 0.75 x 0.85 x 11.85 x 3700
= ### kg
Tidak Menentukan
2.3.5.4 Kontrol Kuat Tarik
Lantai Dasar
Nn > Nu
24174 > 54.84
OK
Lantai 1
Nn > Nu
24174 > 1404
OK

2.3.6 Perhitungan Kuat Tekan


2.3.6.1 Kontrol Kelangsingan
p 200
Lkx 300
px = = = 75.38 < 200 OK
ix 3.98
Lky 50
py = = = 44.64 < 200 OK
iy 1.12

2.3.6.2 Berdasarkan Tekuk Arah X


x fy 75.38 2400
c = = x = 0.83
E 3.14 2000000
0.25 < c < 1.2
1.43 1.43
= = = 1.37
1.6 - 0.67 c 1.6 - 0.67 x 0.83
fy 2400
Nn = Ag = 0.85 x 11.85 x = ### kg
1.37

2.3.6.3 Berdasarkan Tekuk Arah Y


y fy = 44.64 2400
c = x = 0.49
E 2000000
0.25 < c < 1.2
1.43 1.43
= = = 1.13
1.6 - 0.67 c 1.6 - 0.67 x 0.49
fy 2400
Nn = Ag = 0.85 x 11.85 x = ### kg
1.13

2.3.7 Perhitungan Pembesaran Momen


Ab x fy
Ncr =
c 2
11.85 x 2400
Ncrbx = = 41166.71 kg
0.831 2
11.85 x 2400
Ncrby = = 117366.49 kg
0.492 2

2.3.7.1 Komponen Struktur Ujung Sederhana Cm = 1


Cmx
Sbx = 1
Nu
1 - ( )
Ncrbx

Lantai Dasar
1
Sbx = = 1.001 (Tarik)
24.38
1 - ( )
1 - ( )
41166.71
1
Sby = = 1.000 (Tarik)
24.38
1 - ( )
117366.49

1
Sbx = = 1.001 (Tekan)
54.844
1 - ( )
41166.71
1
Sby = = 1.000 (Tekan)
54.844
1 - ( )
117366.49

Lantai 1
1
Sbx = = 1.000 (Tarik)
15.6
1 - ( )
41166.71
1
Sby = = 1.000 (Tarik)
15.6
1 - ( )
117366.49

1
Sbx = = 1.001 (Tekan)
35.1
1 - ( )
41166.71
1
Sby = = 1.000 (Tekan)
35.1
1 - ( )
117366.49

2.3.8 Kontrol Gaya Kombinasi


2.3.8.1 Angin Dari Arah Tegak Lurus Dinding (tarik)
Lantai Dasar
Nu 24.375
= = 0 < 0.2 OK
. Nn 24174
Nu Mux x Sbx Muy x Sby
+ + < 1
2 x . Nn x Mnx b x Mny
24.375 49.4 x 1.001 2.390 x 1.000
+ + < 1
2 x 24174 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.08 < 1
OK
Lantai 1
Nu 15.6
= = 0 < 0.2 OK
. Nn 24174
Nu Mux x Sbx Muy x Sby
+ + < 1
2 x . Nn x Mnx b x Mny
15.600 39.5 x 1.000 2.219 x 1.000
+ + < 1
2 x 24174 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.07 < 1
OK

2.3.8.2 Angin Dari Arah Tegak Lurus Gevel (tekan)


Lantai Dasar
Nu 54.84
= = 0 < 0.2 OK
. Nn 24174
Nu Mux x Sbx Muy x Sby
+ + < 1
2 x . Nn x Mnx b x Mny
54.844 21.9 x 1.001 2.390 x 1.000
+ + < 1
2 x 24174 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.05 < 1
OK
Lantai 1
Nu 35.1
= = 0 < 0.2 OK
. Nn 24174
Nu Mux x Sbx Muy x Sby
+ + < 1
2 x . Nn x Mnx b x Mny
35.100 17.6 x 1.001 2.219 x 1.000
+ + < 1
2 x 24174 0.9 x 1003 0.9 x 105
0.04 < 1
OK

2.4 Perencanaan kolom Gevel


2.4.1 Data Perencanaan
Panjang Beban Atap Regel 5 = 3 m Panjang Cantilever = 1 m
Panjang Beban Atap Regel 2 = 3 m Jarak Kuda-kuda = 4 m

Lebar Beban Atap Regel 5 = 2.5 m qw regel 5 = panjang x angin tekan


Lebar Beban Atap Regel 2 = 2 m = 3 x 27 = 81 kg/m
qw regel 2 = panjang x angin tekan
Tinggi Regel 5 = 7 m = 3 x 27 = 81 kg/m
Tinggi Regel 2 = 6 m

Regel 5
Luas atap yg Dipikul oleh Regel 5 ( A1 ) = Lebar Beban Atap Regel 5 x Pjg Beban Atap Regel 5
= 3 x 2.5
= 7.5 m2
Luas Dinding Regel 5 ( A2 ) = Pjg Beban Atap Regel 5 x Tinggi Regel 5
= 2.5 x 7
= 17.5 m2

Regel 2
Luas atap yg Dipikul oleh Regel 2 ( A3 ) =Lebar Beban Atap Regel 2 x Pjg Beban Atap Regel 2
= 3 x 2
= 6 m2
Luas Dinding Regel 2 ( A4 ) = Pjg Beban Atap Regel 2 x Tinggi Regel 2
= 2 x 6
= 12 m2

2.4.2 Perencanaan Pembebanan


2.4.2.1 Beban Mati
Regel 5
ND atap = A1 x qD atap = 7.5 x 20.63 = ### kg
ND Dinding = A2 x qD Dinding = 17.5 x 4.15 = 72.63 kg
ND Gording = Jml Gording . w Gording = 7 x 9.3 = 65.1 kg

Regel 2
ND atap = A3 x qD atap = 6 x 20.63 = ### kg
ND Dinding = A4 x qD Dinding = 12 x 4.15 = 49.8 kg
ND Gording = Jml Gording . w Gording = 6 x 9.3 = 55.8 kg

2.4.2.2 Beban hidup


Regel 5
NL atap = A1 x qL atap = 7.5 x 20 = 150 kg

Regel 2
NL atap = A2 x qL atap = 6 x 20 = 120 kg

2.4.2.3 Beban Angin


Regel 5
Mw = 1/8 x qw x (h)2 = 0.13 x 81 x 7 2 = ### kgm

Regel 2
Mw = 1/8 x qw x (h)2 = 0.13 x 81 x 6 2 = 364.5 kgm

2.4.3 Syarat Kekakuan


Regel 5
h 700
Y= = = 3.5 cm
200 200
5 q x L4
Ix = x
384 E x Y
5 4.96 x 7 4 = 2215.767 cm4
x
384 0.02 x 3.5
===> Ix Profil yg Dipakai > 2215.767 cm4

Pakai Profil :
WF 175 x 175 x 7.5 x 11
A = 51.21 cm2 tf = 11 mm Zx = ### cm3
W = 40.2 kg/m Ix = 2880 cm4 Zy = ### cm3
a = 175 mm Iy = 984 cm4 h= 175 - 2 x( 11 + 12 )
bf = 175 mm tw = 7.5 mm = 136 mm
iy = 4.38 cm ix = 7.5 cm Sx = 2050 mm
r= 12 cm
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 = 370 Mpa
fy = 2400 kg/cm2 = 240 Mpa

Nd Profil = 7 x 40.2 = 281.4 kg


Nd total = Nd atap + Nd (Dinding+Gording ) + Nd Profil
= ### + ### + 281.4 = ### kg
NL Total = NL atap = 150 kg
Mw = ### kgm
U = ( 1.2D + 1.6L+ 1.6W ) x 0.75
Nu = ( 1.2 x ### + 1.6 x 150 ) x 0.75 = ### kg
Mntx = 1.6 x Mw x 0.75 = 1.6 x ### x 0.75 = ### kg

Regel 2
h 600
Y= = = 3 cm
200 200
5 q x L4
Ix = x
384 E x Y
5 3.65 x 6 4 = 1025.156 cm4
x
384 0.02 x 3
===> Ix Profil yg Dipakai > 1025.156 cm4

Pakai Profil :
WF 150 x 100 x 6 x 9
A= 26.84 cm2 tf = 9 mm Zx = ### cm3
W= 21.1 kg/m Ix = 1020 cm4 Zy = 45.88 cm3
D= 148 mm Iy = 151 cm4 h= 150 - 2 x( 9 + 11 )
Bf = 100 mm tw = 6 mm = 116 mm
iy = 2.37 cm ix = 6.17 cm Sx = 138 mm
r = 11 cm
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 = 370 Mpa
fy = 2400 kg/cm2 = 240 Mpa

Nd Profil = 6 x 21.1 = 126.6 kg


Nd total = Nd atap + Nd (Dinding+Gording ) + Nd Profil
= ### + 105.6 + 126.6 = ### kg
NL Total = NL atap = 120 kg
Mw = 364.5 kgm
U = ( 1.2D + 1.6L+ 1.6W ) x 0.75
Nu = ( 1.2 x ### + 1.6 x 120 ) x 0.75 = ### kg
Mntx = 1.6 x Mw x 0.75 = 1.6 x 364.5 x 0.75 = 437.4 kg

2.4.4 Kontrol Tekuk


Regel 5
untuk arah x :
Lkx = 700 cm
Lkx 700
x = = = 93.33
ix 7.5
x fy 93.33 2400
c = = x = 1.03
E 2000000
2 . E . A 2 x 2000000 x 51.21
Ncrbx = =
x 2
93.33 2
= 116040.87 kg
untuk Arah y :
Lky = 100 cm
Lky 100
y = = = 22.83
iy 4.38
y fy 22.83 2400
c = = x = 0.25
E 2000000
2 . E . A 2 x 2000000 x 51.21
Ncrby = =
y 2
22.83 2
= 1939245.26 kg
Tekuk Kritis Adalah Arah ====> X karena x > y
0.25 < c < 1.2
1.43 1.43
= = = 1.57
1.6 - 0.67 c 1.6 - 0.67 x 1.03
Pn = Ag . fy = 51.21 x 2400 = 122904 kg
Pu 696.47
= = 0.01 < 0.2
. Pn 0.85 x 122904
Pakai Rumus :
Pu Mux Muy
+ + 1
2 x c . Pn b x Mnx b x Mny

Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :


Cmx
Sbx = 1 ;Cm = 1
Nu
1 - ( )
1 - ( )
Ncrbx
1
Sbx = = 1.006 1
696.5
1 - ( )
116040.87
Mux = Mntx . Sbx
Mux = ### x 1.006 = ### kgm

Regel 2
untuk arah x :
Lkx = 600 cm
Lkx 600
x = = = 97.24
ix 6.17
x fy 97.24 2400
c = = x = 1.07
E 2000000
2 . E . A 2 x 2000000 x 26.84
Ncrbx = =
x 2
97.24 2
= 56024.77 kg
untuk Arah y :
Lky = 100 cm
Lky 100
y = = = 42.19
iy 2.37
y fy 42.19 2400
c = = x = 0.47
E 2000000
2 . E . A 2 x 2000000 x 26.84
Ncrby = =
y 2 42.19 2
= 297583.57 kg 0.25 <
c <
1.2

Tekuk Kritis Adalah Arah ====> X karena x > y


0.25 < c < 1.2
1.43 1.43
= = = 1.62
1.6 - 0.67 c 1.6 - 0.67 x 1.07
Pn = Ag . fy = 26.84 x 2400 = 64416 kg
Pu 464.38
= = 0.01 < 0.2
. Pn 0.85 x 64416
Pakai Rumus :
Pu Mux Muy
+ + 1
2 x c . Pn b x Mnx b x Mny

Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :


Cmx
Sbx = 1 ;Cm = 1
Nu
1 - ( )
Ncrbx
1
Sbx = = 1.008 1
464.4
1 - ( )
56024.77
Mux = Mntx . Sbx
Mux = 437.4 x 1.008 = ### kgm

2.4.5 Menentukan Mnx


Regel 5
* Penampang Profil
Untuk Sayap : Untuk Badan :
bf 170 h 1680

2 tf fy tw fy
175 170 136 1680

2 11 240 7.5 240
7.95 10.97 18.1 108.4
OK OK

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

* Kontrol Lateral Buckling


Lateral Bracing = L B = 1000 mm = 100 cm

E
LP = 1.76 x iY x
fy
200000
= 1.76 x 100 x = ### cm
2400

Ternyata : LB < LP maka : Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx . Fy = 0 x p = 0 Kgm


Mny = Zy ( satu sayap ) * fy
= 1/4 x tf x bf 2 x fy
= 0.25 x 0 x 02 x p = 0 kgcm
= 0 kgm

Regel 2
Penampang Profil
untuk Sayap untuk Badan

b 170 h 1680

2tf fy t fy

#REF! 170 #REF! 1680


#REF! #REF! #REF! #REF!
#REF! #REF! #REF! #REF!
#REF! #REF!

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

Lateral BracingLb = 100 cm

E
Lp = 1.76 * iy Lp = #REF! cm
fy

Ternyata Lp > Lb maka Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx. Fy = #REF! * #REF! = #REF! Kgm


Mny = Zy ( 1 flen ) * fy
= (1 / 4 * tf * bf 2) * fy
= 0.25 x#REF! x#REF! x#REF! = #REF! kgcm
= #REF! kgm

2.4.6 Persamaan Interaksi


Pu Mux Muy
+ + < 1
+ + < 1
2 x c . Pn b x Mnx b x Mny

Regel 5

#REF! + 598.94 + 0
0.17 x x 0.9 x#REF! 0.9 x#REF!

#REF! + #REF! +

#REF! < 1

OK

Regel 2

#REF! + #REF! + 0
0.17 x#REF! 0.9 x#REF! 0.9 x#REF!

#REF! + #REF! +

#REF! < 1

OK

2.5 Perencanaan Penggantung Gording Dinding Samping dan Gevel

2.5.1 Data Penggantung Gording

Jarak Kuda - Kuda = 400 cm


Jumlah Penggantung Gording
= 2 buah
Jumlah Gording Gevel = 7 buah
Jumlah Gording Dinding= 3 buah
Jarak Penggantung gording= ### cm
Jarak antara Gevel = 300 cm
Jarak Antar Gordng Horizontal 125
Dinding
cm =
Jarak Antar Gordng Horizontal 100
Gevel
cm=
2.5.2 Perencanaan Pembebanan
Dinding Samping
Beban Mati
Berat Sendiri Gording = 0 kg/m
Berat Seng Gelombang = 4.15 kg/m
= 4.15 kg/m
Alat Pengikat dll 10 =% 0.1 x 4.15 = 0 kg/m
= 4.15 kg/m

Ra = q * JarakKuda Kuda = 16.6 kg

Gevel
Beban Mati
Berat Sendiri Gording = 0 kg/m
Berat Seng Gelombang = 4.15 kg/m
= 4.15 kg/m
Alat Pengikat dll 10 =% 0.1 x 4.15 = 0.42 kg/m
= 4.57 kg/m
Ra = q * JarakGevel = 13.7 kg

2.5.3 Perhitungan Gaya


2.5.3.1 Penggantung Gording Tipe A
Dinding Samping `
Ra = 23.24 kg

Ra Total = Ra * jumlah Gording


Ra = 69.72 kg

Gevel `
Ra = 19.17 kg

Ra Total = Ra * jumlah GordingRa = ### kg


2.5.3.2 Penggantung Gording Tipe B
Dinding Samping
arctgn = 0.94
= 0.75
= 43.14 o

RA Rb = 69.72 = ### kg
RB =
Sin 0.68

Gevel
arctgn = 1.4
= 0.95
= 54.44 o

RA Rb = ### = ### kg
RB =
Sin 0.81

2.5.4 Perencanaan Batang Tarik


Dinding Samping
Pu = ### kg
BJ 37 fu = 0 kg/cm2
fy = 0 kg/cm3

Gevel
Pu = ### kg
BJ 37 fu = 0 kg/cm2
fy = 0 kg/cm3
2.5.4.1 Kontrol Leleh
Dinding Samping
Pu = fy Ag dengan = 0.9

Ag perlu = Pu/ fy
= ### = ### cm2
0 ###
Ag * 4
d=

Gevel
Pu = fy Ag dengan = 0.9
Ag perlu = Pu/ fy
= ### = ### cm2
0 ###
Ag * 4
d=

2.5.4.2 Kontrol Putus
Dinding Samping
Pu = fu 0.75 Ag dengan = 0.75

Ag Perlu = Pu = ### = ### cm2


fu 0.75 0 ###

Ag = 1 / 4 d=2 ### cm2

= ### x 4 d= ### cm
3.14

Pakai d = 10 mm

Dinding Samping
Pu = fu 0.75 Ag dengan = 0.75

Ag Perlu = Pu = ### = ### cm2


fu 0.75 0 ###

Ag = 1 / 4 d=2 ### cm2

= ### x 4 d= ### cm
3.14

Pakai d = 10 mm

2.5.5 Kontrol Kelangsingan


Dinding Samping
Jarak Penggantung Gording
### cm
=

PanjangRb = JrkPenggantungGording 2 + JrkantarGordingHorizontal 2


Panjang Rb = ### + 15625

Panjang Rb = ### cm
1 > ###
PanjangRb 500
d
500
1 > 0.37
OK

Gevel
Jarak Penggantung Gording
100 cm
=

PanjangRb = JrkPenggantungGording 2 + JrkantarGordingHorizontal 2


Panjang Rb = 10000 + 10000

Panjang Rb = ### cm
1 > ###
PanjangRb 500
d
500
1 > 0.28
OK

2.6 Perencanaan Ikatan Angin Dinding

2.6.1 Data Perencanaan Ikatan Angin Dinding


Tekanan Angin W =0 kg/m2
Koefisien Angin C0.9
=
a1 = 300 cm a2 = 200 cm
= 0 = 00

2.6.2 Perhitungan Tinggi Ikatan Angin ( h )


h1 = 9m
h2 = 9 + 2 x tg x 0.44 = 9.93 m
h3 = 9 + 4 x tg x 0.44 = 10.87 m
h4 = 9 + 6 x tg x 0.44 = 11.8 m
h5 = 9 + 9 x tg x 0.44 = 13.2 m

2.6.3 Perhitungan Gaya - Gaya yang Bekerja


R = 1/2 W C a h
R1 = 0.50 x 0 x#REF! x 1 x 9 = #REF! kg
R2 = 0.50 x 0 x#REF! x 2 x 9.93 = #REF! kg
R3 = 0.50 x 0 x#REF! x 2 x10.87 = #REF! kg
R4 = 0.50 x 0 x#REF! x 2.5 x 11.8 = #REF! kg
R5 = 0.50 x 0 x#REF! x 3 x 13.2 = #REF! kg

Rtotal = ( R1+R2+R3+R4+(R5/2)) = #REF! kg

2.6.4 Perencanaan Dimensi Ikatan Angin


tg = 1
4
= 0.25

= 0.24 rad

R1 = #REF! kg
Rtotal = #REF! kg

2.6.4.1 Menghitung gaya Pada Titik Simpul


Pada Titik Simpul A
V = 0
Rtotal + S1 = 0
S1 = - Rtotal
S1 = #REF! kg

H = 0
S2 = 0

Pada Titik Simpul B


EV = 0
R1 + S1 +S3 Cos = 0

( R1 S1 )
S3 =
Cos
S3 = #REF! kg

2.6.5 Perencanaan Batang Tarik

Pu = #REF! kg Pu = S 3 *1.6 * 0.75


BJ 37 fu = 0 kg/cm2
fy = 0 kg/cm3

2.6.5.1 Kontrol Leleh

Pu = fy Ag dengan = 0.9

Ag perlu = Pu/ fy
= #REF! = #REF! cm2
0 #REF!

2.6.5.2 Kontrol Putus

Pu = fu 0.75 Ag dengan = 0.75

Ag Perlu = Pu = #REF! = #REF!


fu 0.75 0 #REF!

Ag = 1 / 4 d=2 #REF! cm2

Ag * 4
d= = #REF! x 4 d = #REF! cm
3.14
Pakai d = 12 mm
2.6.6 Kontrol Kelangsingan

Jarak Kuda - Kuda


400
= cm

PanjangS 3 = JrkantarKuda Kuda 2 + Jrkantar 2 Re gelHorizontal 2

Panjang S3 = 0 + 0

Panjang S3 = 0 cm
1.2 > 0
PanjangS 3 500
d
500 1.2 > 0
OK
Start

Masukkan Data - Data Perencanaan Bondex dan Balok Anak :


Panjang Bentang Beban Bondex Yang Dipikul Balok Anak = ?
Panjang Balok Anak = ?
Berat Sendiri Beton = ?
Berat Sendiri Bondex = ?
Berat Spesi per cm Tebal = ?
Berat Tegel = ?
Beban Berguna = ?

Hitung Pembebanan terhadap Balok Anak :


Beban Mati
Beban Hidup

Hitung Tebal Lantai Bondex


Tebal Lantai Bondex Dicari dengan Menggunakan Tabel yang
ada dengan memperhitungkan Beban Berguna yang akan
Disalurkan Bondex ke Balok Anak sebagai Dasar Perencanaan.
T=?

Hitung Luasan Tulangan Negatif Bondex


Luasan Tulangan Negatif Bondex Dicari dengan Menggunakan
Tabel yang ada dengan memperhitungkan Beban Berguna yang
akan Disalurkan Bondex ke Balok Anak sebagai Dasar
Perencanaan.
A=?

Asumsikan Diamter Tulangan Negatif


Bondex :
= ? Mm

Hitung Banyaknya Tulangan Yang Diperlukan Tiap 1 m :


A/As = ?
Hasilnya Dibulatkan Keatas

Hitung Jarak Tulangan Tarik :


Jarak Tulangan Tarik = Jarak Tulangan yang Diperlukan ( 1
m ) Dibagi dengan Banyaknya Tulangan yang diperlukan
dengan Jarak yang Telah Ditetapkan Diatas

Perencanaan Pembebanan
Beban Mati
Beban Hidup

Hitung qU, Mu Max dan Du Max :


qU = 1.2 qD + 1.6 qL

1 1
Mu max = qu l 2 Du max = qu l
8 2
PERHITUNGAN Ix PROFIL MINIMUM
Dimana Y ijin = L/360
5 ( qD + qL ) * l 4
Ix >
384 EY

Pilih Profil Baja Dimana Ix-nya Harus > Ix Minimum :


A = ? ; W = ? ; a = ? ; bf = ? ; iy = ? ;tf = ? ; Ix = ? Iy = ? ; tw = ? ; Zx = ? ; Zy
= ? ; h = ? ; fu = ? ; Fy = ?

Perencanaan Pembebanan + Berat Profil


Beban Mati
Beban Hidup

Hitung qU, Mu Max dan Du Max ( Berat Profil Dimasukkan ) :


qU = 1.2 qD + 1.6 qL

1 1
Mu max = qu l 2 Du max = qu l
8 2

KONTROL LENDUTAN BALOK


Dimana Y ijin = L/360
5 (qD + qL) * l 4
Y max =
384 EIx

KO
Perbesar Profil Y mak < Y ijin

OK

KONTROL LOKAL BUCKLING


Hitung p, r Penampang Sayap dan p, r Penampang Badan :
Sayap Badan
170 1680
p = p =
fy fy
370 2550
r = r =
f y fr fy

b h
2tf t

1 2
b Sayap Badan h
p p
2tf t

Profil Kompak OK Profil Kompak OK


Mnx = Mnp Mnx = Mnp
KO KO

b h
p r p r
2tf t

Profil Tak Kompak


OK OK
p
KO Mn = Mp ( Mp Mr ) KO
r p
Profil Langsing Profil Langsing

Mn = Mr (r / ) 2 Mn = Mr (r / ) 2

Profil Tak Kompak


p Mnx Sayap > Mnx
Mn = Mp ( Mp Mr ) Badan
r p 2
OK KO
Ambil Mnx Badan Ambil Mnx Sayap
Local Buckling Local Buckling

KONTOL LATERAL BUCKLING


Hitung p dan r daripada Lateral Buckling

E
Lp = 1.76 * iy
fy

X1 2
Lr = ry ( ) 1+ 1+ X 2 fL
fL
E
G=
2(1 + )

EGJA
X1 =
Sx 2

S 2 Iw
X 2 = 4( )
GJ Iy

Jarak Lateral Bracing b :


b = ?

KO KO
p b r b p

OK OK
Bentang Pendek
Mnx = Mpx
Bentang Menengah
Lr L
Mn = Cb( Mr + ( Mr Mp )( ) Mp
Lr Lp

Bentang Panjang
E
Mn = Mcr = Cb E _ I y GJ + ( ) 2 I y I w Mp
L L

Mnx Local Buckling > Mnx Lateral


Buckling

OK KO

Ambil Mnx Lateral Buckling Ambil Mnx Local Buckling

Hitung : 0.9 Mnx

KO
Perbesar Profil 0.9 Mnx > Mu max

OK

KONTROL KUAT RENCANA GESER


Hitung h
tw

h 1100
OK
Vn = 0.6 fy Aw tw fy

KO
1100 h 1370 OK 1100t w
Vn = 0.6 f y Aw
fy tw fy h fy

KO

900000 Aw
Vn =
( h )2
tw

Hitung 0.9 Vn

KO
Perbesar Profil 0.9 Vn > Vu Max

OK

Profil Dapat Dipakai


Pre - Eliminary Design
3 Perencanaan Bondex dan Balok Anak
3.1 Data - Data perencanaan
Beban Hidup : 400 Kg/m2
Beban Finishing : 90 Kg/m2
Beban Berguna : 490 Kg/m3

Berat Beton Kering : 2400 kg/m3


Panjang Bentang Beban Bondex yang Dipikul Oleh Balok Anak : 3 m
Panjang Balok Anak : 4 m

3.2 Perencanaan Pelat Lantai Bondex

3.2.1 Data Perencanaan


Berat Sendiri Beton = 2400 kg/m3
Berat Sendiri Bondex = 10.1 kg/m2
Berat Spesi per cm Tebal = 21 kg/m2
Berat Tegel = 24 kg/m2

3.2.2 Perencanaan Pembebanan


Beban Mati
Berat Beton = 2400 * 0.12 = 288 Kg/m2
Berat Bondex = 10.1 Kg/m2
Berat Spesi 2 Cm = 21 * 2 = 42 Kg/m2
Berat Tegel 2 Cm = 24 * 2 = 48 Kg/m2
qD = 388.1 Kg/m2
Beban Hidup
Beban Hidup Lantai gudang = 400 Kg/m2
Beban Finishing = 90 Kg/m2
qL = 490 Kg/m2

3.2.3 Perencanaan Tebal Lantai Beton dan Tulangan Negatif


3.2.3.1 Perencanaan Tebal Lantai
qL = 490 kg/m2

Beban Berguna yang Dipakai = 500 kg/m2


Jarak Antar Balok = 300 cm
Jarak Kuda - Kuda = 400 cm

Dari Tabel Brosur ( Bentang Menerus dengan Tulangan Negatif ),didapat :


t = 12 mm
A = 3.57 cm2/m

3.2.3.2 Perencanaan Tulangan Negatif


Direncanakan Tulangan Dengan = 10 mm
As = 0.79 mm2

Banyaknya Tulangan Yang diperlukan Tiap 1 m = A = 3.57


As 0.79
= 4.55 Buah
= 5 Buah
Jarak Tulangan Tarik = 200 cm
Pasang Tulangan Tarik 10 - 200

3.3 Perencanaan Dimensi Balok Anak


3.3.1 Perencanaan Pembebanan
Beban Mati ( D )
Bondex = 3 10.1 = 30.3 kg/m
Plat Beton = 3 0.12 2400 = 864 kg/m
Tegel + Spesi = 3 90 = 270 kg/m
qD = 1164.3 kg/m

Beban Hidup ( L )
qL = 3 490 = 1470 kg/m

3.3.3 Perhitungan qU , Mu Max dan Du Max


qU = 1.2 qD + 1.6 qL
qU = 1.2 1164.3 1.6 1470 = 3749.16 Kg/m
1
Mu max = qu l 2 = 0.13 3749.16 16 = 7498.32 Kgm
8
1
Du max = qu l = 0.5 3749.16 4 = 7498.32 Kg
2

3.3.4 Perhitungan Ix Profil Yang Diperlukan


Y= L = 400 = 1.11
360 360
5 ( qD + qL ) * l 4
Ix >
384 EY
Ix > 5 ( 11.64 14.7 ) 2.56E+10
384 2100000 1.11

Ix > 3763.29 cm4

3.3.5 Perencanaan Profil WF untuk Balok Anak

250 x 125 x 6 x 9

A= 37.66 cm2 tf = 9 mm Zx = 351.86 cm3


W= 29.6 kg/m Ix = 4050 cm4 Zy = 72.02 cm3
a= 250 mm Iy = 294 cm4 h= 208 mm
bf = 125 mm tw = 6 mm r= 12 mm
iy = 2.79 cm ix = 10.4 cm 351.86
72.02
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2
fy = 2400 kg/cm2

3.3.6 Perencanaan Pembebanan + Beban Profil


Beban Mati ( D )
Bondex = 3 10.1 = 30.3 kg/m
Plat Beton = 3 0.12 2400 = 864 kg/m
Tegel + Spesi = 3 90 = 270 kg/m
Berat Profil = = 29.6 kg/m
qD = 1193.9 kg/m

Beban Hidup ( L )
qL = 3 490 = 1470

3.3.7 Perhitungan qU , Mu Max dan Du Max ( Berat Profil Dimasukkan )


qU = 1.2 qD + 1.6 qL
qU = 1.2 1193.9 1.6 1470 = 3784.68 Kg/m
1
Mu max = qu l 2 = 0.13 3784.68 16 = 7569.36 Kgm
8
1
Du max = qu l = 0.5 3784.68 4 = 7569.36 Kg
2

3.3.8 Kontrol Lendutan Balok


Y= L = 400 = 1.11
360 360
5 ( qD + qL) * l 4
Y max =
384 EIx
= 5 ( 11.94 14.7 ) 2.56E+10
384 2100000 4050

= 1.04 < 1.11

OK

3.3.9 Kontrol Kuat Rencana Momen Lentur


3.3.9.1 Kontrol Penampang

untuk Sayap untuk Badan


b 170 h 1680

2tf fy t fy

125 170 208 1680


18 15.49 6 15.49
6.94 10.97 34.67 108.44
OK OK

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

Mp = fy * Zx
= 2400 * 351.86
= 844466.4 kgcm
= 8444.66 kgm

3.3.9.2 Kontrol Lateral Buckling

Jrk Pengikat Lateral : 1000 mm = 100 cm

E
Lp = 1.76 * iy Lp = 141.75 cm
fy
E
Lp = 1.76 * iy
fy

Ternyata Lp > Lb maka Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx. Fy = 351.86 * 2400 = 8444.66 Kgm


Mny = Zy ( 1 flen ) * fy
= (1 / 4 * tf * bf 2) * fy
= 0.25 x 0.9 x 156.25 x 2400 = 84375 kgcm
= 843.75 kgm

0.9 Mp = 0.9 * 8444.66 = 7600.2 kgm

0.9 Mp > Mu
7600.2 > 7569.36
OK

3.3.9.3 Kontrol Kuat Rencana Geser

h 1100

tw fy
208 < 1100
6 15.49

34.67 < 71
Plastis

Vn = 0.6 fy Aw
= 0.6 2400 0.6 25
= 21600 Kg

Vu < Vn
7569.36 < 0.9 21600
7569.36 < 19440
OK
4 Perencanaan Tangga Baja
4.1 Data Perencanaan
Tinggi tangga = 250 cm
Lebar injakan (i) = 28 cm
Panjang Tangga = 600 cm
Lebar Pegangan Tangga = 10 cm

4.2 Perencanaan Jumlah Injakan Tangga


4.2.1 Persyaratan - Persyaratan Jumlah Injakan Tangga

60 cm < ( 2t + I ) < 65 cm
25 o < a < 40 o

Dimana : t = tinggi injakan (cm)


i = lebar injakan (cm)
a = kemiringan tangga

4.2.2 Perhitungan Jumlah Injakan Tangga

Tinggi tanjakan (t) = 65 - 28 / 2


= 18.5 cm
Jumlah Tanjakan = 250 = 13.51 buah
18.5
= 14 buah

Jumlah injakan (n) = 14 buah

Lebar Bordes = 600 392 = 208 cm


Lebar Tangga = 200 20 = 180 cm

a = 32.54 0 = 0.57 rad

392 cm 208 cm

180 cm

180 cm

4.3 Perencanaan Pelat Tangga


4.3.1 Perencanaan Tebal Pelat Tangga

Tebal Pelat Tangga = 4 mm


Berat Jenis Baja = 7850 kg/m3
Tegangan Leleh Baja = 2400 kg/m2
4.3.2 Perencanaan Pembebanan Pelat Tangga
Beban Mati
Berat Pelat = 0 x 1.8 x 7850 = 56.52 kg/m'
Alat Penyambung (10 %) = 5.65 kg/m'
qD = 62.17 kg/m'
Beban Hidup
qL = 500 x 1.8 = 900 kg/m'

4.3.3 Perhitungan M D dan ML


1
MD = qDl 2
8
MD = 0.13 x 62.17 x 0.08 = 0.61 kgm

1
ML = qLl 2
8
MD = 0.13 x 900 x 0.08 = 8.82 kgm

4.3.4 Perhitungan Kombinasi Pembebanan M U

MU = 1.4 MD
Mu = 1.4 x 0.61 = 0.85 kgm
Tidak Menentukan
MU = 1.2 MD + 1.6 ML
Mu = 1.2 x 0.61 + 1.6 x 8.82 = 14.84 kgm
Menentukan

4.3.5 Kontrol Momen Lentur


1 2
Zx = bh = 0.25 x 180 x 0.16 = 7.2 cm3
4
Mn = Zx * fy = 0.9 x 7.2 x 2400 = 15552 kgcm

Mn = 155.52 kgm

Syarat -> Mn > Mu


155.52 kgm > 14.84 kgm
OK

4.3.6 Kontrol Lendutan

f = L = 28 = 0.08
360 360
1
Ix = bh 3 = 0.08 x 180 x 0.06 = 0.96 cm4
12
Ix = 0.96 cm4

5 ( qD + qL) * l 4
Y max =
384 EIx
5 ( qD + qL) * l 4
Y max =
384 EIx

= 5 ( 0.62 9 ) 6.15E+05
384 2100000 x 0.96

= 0.04 < 0.08

OK

Ambil Pelat Tangga dengan Tebal = 4 mm

4.4 Perencanaan Penyangga Pelat Injak

4.4.1 Perencanaan Pembebanan


Beban Mati
Berat Pelat = 0.14 x 0 x 7850 = 4.4 kg/m'
Berat Baja Siku = 45 x 45 x 7 = 4.6 kg/m'
9 kg/m'
Alat Penyambung ( 10 % ) = 0.9 kg/m'
qD = 9.9 kg/m'

Beban Hidup
qL = 500 x 0.14 = 70 kg/m'
.
4.4.2 Perhitungan M D dan ML
1
MD = qDl 2
8
MD = 0.13 x 9.9 x 3.24 = 4.01 kgm

1
ML = qLl 2
8
MD = 0.13 x 70 x 3.24 = 28.35 kgm

4.4.3 Perhitungan Kombinasi Pembebanan M U

MU = 1.4 MD
Mu = 1.4 x 4.01 = 5.61 kgm
Tidak Menentukan
MU = 1.2 MD + 1.6 ML
Mu = 1.2 x 4.01 + 1.6 x 28.35 = 50.17 kgm
Menentukan

4.4.4 Kontrol Momen Lentur


Dari Perhitungan Sap 2000 Version 8.2.3 Didapat untuk Profil Siku 45x45x7 :
Zx = 6.14 cm3 ( Modulus Plastis )

Mn = Zx * fy = 0.9 x 6.14 x 2400 = 13262.4 kgcm

Mn = 132.62 kgm

Syarat -> Mn > Mu


132.62 kgm > 50.17 kgm
OK

4.4.5 Kontrol Lendutan

f = L = 180 = 0.5
360 360

Dari Tabel Profil Baja Didapat :

Ix = 10.42 cm4

5 ( qD + qL) * l 4
Y max =
384 EIx

= 5 ( 0.1 0.7 ) 1.05E+09


384 2100000 x 10.42

= 0.5 < 0.5

OK

Ambil Profil Baja Siku Sama Kaki 45 x 45 x 7

4.5 Perencanaan Pelat Bordes


4.5.1 Perencanaan Tebal Pelat Bordes

Tebal Pelat Tangga = 8 mm


Berat Jenis Baja = 7850 kg/m3
Tegangan Leleh Baja = 2400 kg/m2
Lebar Pelat Bordes = 2 m

4.5.2 Perencanaan Pembebanan Pelat Bordes


Beban Mati
Berat Pelat = 0.01 x 2 x 7850 = 125.6 kg/m'
Alat Penyambung (10 %) = 12.56 kg/m'
qD = 138.16 kg/m'
Beban Hidup
qL = 500 x 2 = 1000 kg/m'

4.5.3 Perhitungan M D dan ML


1
MD = qDl 2
8
MD = 0.13 x 138.16 x 0.48 = 8.3 kgm

1
ML = qLl 2
8
MD = 0.13 x 1000 x 0.48 = 60.09 kgm

4.5.4 Perhitungan Kombinasi Pembebanan M U


MU = 1.4 MD
Mu = 1.4 x 8.3 = 11.62 kgm
Tidak Menentukan
MU = 1.2 MD + 1.6 ML
Mu = 1.2 x 8.3 + 1.6 x 60.09 = 106.1 kgm
Menentukan

4.5.5 Kontrol Momen Lentur


1 2
Zx = bh = 0.25 x 200 x 0.64 = 32 cm3
4
Mn = Zx * fy = 0.9 x 32 x 2400 = 69120 kgcm

Mn = 691.2 kgm

Syarat -> Mn > Mu


691.2 kgm > 106.1 kgm
OK

4.5.6 Kontrol Lendutan

f = L = 69.33 = 0.19
360 360
1
Ix = bh 3 = 0.08 x 200 x 0.51 = 8.53 cm4
12
Ix = 8.53 cm4

5 ( qD + qL) * l 4
Y max =
384 EIx

= 5 ( 1.38 10 ) 2.31E+07
384 2100000 x 8.53

= 0.19 < 0.19

OK

ambil Tebal Pelat Bordes = 8 mm

4.6 Perencanaan Balok Bordes

4.6.1 Perencanaan Balok Bordes dengan Profil I


100 x 100 x 6 x 8

A= 21.9 cm2 tf = 8 mm Zx = 84.18 cm3


W= 17.2 kg/m Ix = 383 cm4 Zy = 40.61 cm3
a= 100 mm Iy = 134 cm4 h= 84 mm
bf = 100 mm tw = 6 mm
iy = 2.47 cm ix = 4.18 cm 84.18
40.61
4.6.2 Perencanaan Pembebanan
Beban Mati
Berat Pelat = 0.01 x 0.69 x 7850 = 43.54 kg/m'
Berat Profil I = = 17.2 kg/m'
= 60.74 kg/m'
Alat Penyambung ( 10 % ) = 6.07 kg/m'
qD = 66.82 kg/m'
1
MD = q D L2 = 0.13 x 66.82 x 4.33 = 36.13 kgm
8
1
PD = q D L = 0.5 x 66.82 x 4.33 = 144.54 kg
2
Beban Hidup qL = 500 x 0.69 = 346.67 kg/m'
1 .
ML = q L L2 = 0.13 x 346.67 x 4.33 = 187.48 kgm
8
1
PL = q L L = 0.5 x 346.67 x 4.33 = 749.91 kg
2
4.6.3 Perhitungan Kombinasi Pembebanan
MU = 1.4 MD
Mu = 1.4 x 36.13 = 50.59 kgm
Pu = 1.4 x 144.54 = 202.35 kgm
Tidak menentukan
MU = 1.2 MD + 1.6 ML
Mu = 1.2 x 36.13 + 1.6 x 187.48 = 343.32 kgm
Pu = 1.2 x 144.54 + 1.6 x 749.91 = 1373.3 kgm
Menentukan
4.6.4 Kontrol Kekuatan Profil
4.6.4.1 Penampang Profil fy = 2400 kg/m2

untuk Sayap untuk Badan

b 170 h 1680

2tf fy t fy

100 170 84 1680


16 15.49 6 15.49
6.25 10.97 14 108.44
OK OK

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

4.6.4.2 Kontrol Lateral Buckling

Jarak Baut Pengikat : 250 mm = 25 cm

E
Lp = 1.76 * iy
fy
E
Lp = 1.76 * iy Lp = 125.49 cm
fy

Ternyata Lp > Lb maka Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx. Fy = 84.18 * 2400 = 2020.42 Kgm


Mny = Zy ( 1 flen ) * fy
= (1 / 4 * tf * bf 2) * fy
= 0.25 x 3.2 x 100 x 2400 = 192000 kgcm
= 1920 kgm

4.6.5 Kontrol Momen Lentur

Zx = 84.18 cm3

Mn = Zx * fy = 0.9 x 84.18 x 2400 = 181837.44 kgcm

Mn = 1818.37 kgm

Syarat -> Mn > Mu


1818.37 kgm > 343.32 kgm
OK

4.6.6 Kontrol Lendutan

f = L = 180 = 0.5
360 360

Ix = 84.18 cm4

5 ( qD + qL) * l 4
Y max =
384 EIx

= 5 ( 0.67 3.47 ) 1.05E+09


384 2100000 x 84.18

= 0.32 < 0.5

OK

4.7 Perhitungan Balok Induk Tangga

4.7.1 Data - Data Perencanaan


h min = I sin = 28 x sin 32.54 = 15.06 cm
4.7.2 Perencanaan Balok Induk Dengan Menggunakan Profil WF

250 x 125 x 5 x 8

A= 32.68 cm2 tf = 8 mm Zx = 310.45 cm3


W= 25.7 kg/m Ix = 3540 cm4 Zy = 63.71 cm3
a= 250 mm Iy = 255 cm4 h= 210 mm
bf = 125 mm tw = 5 mm r = 12 mm
iy = 2.79 cm ix = 10.4 cm 310.45
63.71

Syarat --> h > hmin


25 > 15.06
OK

4.7.3 Perencanaan Pembebanan

4.7.3.1 Perencanaan Pembebanan Anak Tangga


Beban Mati
Berat Pelat = 0 x 1.04 x 7850 = 32.66 kg/m'
Berat Profil siku = 4.6 x 2 x 0.9 0.28 = 29.57 kg/m'
Berat Sandaran Besi = 15 kg/m'
Berat Profil WF = 32.68 / cos 32.54 = 38.76 kg/m'
115.99 kg/m'
Alat Penyambung (+ 10 %) = 11.6 kg/m'
qD1 = 127.59 kg/m'

Beban Hidup
qL1 = 500 x 1.04 = 520 kg/m'

Beban q1 Total = 1.2 qD + 1.6 qL


= 1.2 x 127.59 + 1.6 x 520
= 985.1 kg/m'

4.7.3.2 Perencanaan Pembebanan Bordes


Beban Mati
Berat Profil WF = = 25.7 kg/m'

Berat Pelat Bordes = 0.01 x 1 x 0.69 x 7850 = 43.54 kg


Berat Profil I = 17.2 x 1 = 17.2 kg
60.74 kg
Alat Penyambung (+ 10 %) = 6.07 kg
Pd = 66.82 kg

Beban Hidup
qL2 = 500 kg/m2 PL2 = 500 x 0.69 x 1
= 346.67 kg
jadi q2 total = 1.2 qD + 1.6 qL
= 1.2 x 25.7 + 1.6 x 500
= 830.84 kg/m'

jadi P total = 1.2 PD + 1.6 PL


= 1.2 x 66.82 + 1.6 x 346.67
= 634.85 kg

4.7.4 Perhitungan Gaya - Gaya pada Tangga


Lab = 3.92 m
Ma = 0 Lbc = 2.08 m
1 2 1
( q 1 l ab ) + ( p (3l ab + 1.5l bc )) + (q 2 l cb ( l cb + l ab )) ( Rc(l ab + l bc )) = 0
2 2
492.552 15.366 + 634.845 ( 11.76 + 3.120 ) + 1728.147 ( 1.040 + 3.92 ) RC
6
Rc = 4264.48 kg

V=0
Rva = q1l ab + q 2 l bc + 3P Rc
Rva = ( 985.10 3.92 ) +( 830.84 2.08 ) + 1904.54 _ 4264.48
Rva = 3229.81 kg

B C
+

+
A
5092.12 kgm
5294.72 kgm

3229.81

RAh = 0

Bidang M
Pers : Mx1 = RVA x X1 - 0.5 x q1 x X12
Mx1 = 3229.81 x X1 - 492.55 x X12
dMx1
= 0 985.1 X1 = 3229.81
dX1 X1 = 3.28 m

X1 = 0 m MA = 0 Kgm
Xmax = 3.28 m Mmax= 5294.72 Kgm tangga
X1 = 3.92 m MB = 5092.12 Kgm tangga

B C

4.65

A a= 32.5444
Rav cos a

Rav sin a 3.92 m 2.08 m


Rav
X1 X2

-532.68 kg

-2944 -
2722.65 kg -4264.48 kg

Bidang D
Permisalan gayaDari kiri : searah jarum jam gaya dianggap positif
X= 0 m
DA = Rva x cos a
= 3229.81 cos 32.544
= 2722.65 kg
X= 3.92 m
Dbkiri = Rva x cos a - q1 x LAB
= -532.68 kg
cos a
Dbkanan = P x LBC - RC
= 634.85 2.08 - 4264.48
= -2944 kg
X= 6 m
Dc = - RC
= -4264.48 kg

726.51 kg

-1737.49 kg

Bidang N
NA = -RVA sin a
= -3229.81 sin 32.544
= -1737.49 kg

NBkiri = -RVA sin a + q1 L1


= 726.51 kg
sin a
NBkanan -C = 0

4.7.5 Kontrol Kekuatan Profil


4.7.5.1 Penampang Profil fy = 2400 kg/m2

untuk Sayap untuk Badan

b 170 h 1680

2tf fy t fy

125 170 210 1680


16 15.49 5 15.49
7.81 10.97 42 108.44
OK OK

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

4.7.5.1 Kontrol Lateral Buckling

Jarak Baut Pengikat : 250 mm = 25 cm

E
Lp = 1.76 * iy Lp = 0 cm
fy

Ternyata Lp > Lb maka Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx. Fy = 310.45 * 2400 = 7450.68 Kgm


Mny = Zy ( 1 flen ) * fy
= (1 / 4 * tf * bf 2) * fy
= 0.25 x 2.56 x 0.64 x 2400 = 983.04 kgcm
= 9.83 kgm

4.7.5 Kontrol Momen Lentur

Zx = 310.45 cm3

Mn = Zx * fy = 0.9 x 310.45 x 2400 = 670561.2 kgcm

Mn = 6705.61 kgm

Syarat -> Mn > Mu


6705.61 kgm > 5294.72 kgm
OK

4.7.6 Kontrol Lendutan

f = L = 600 = 1.67
360 360

Ix = 3540 cm4
5 ( qD + qL) * l 4
Y max =
384 EIx

= 5 ( 1.53 5.2 ) 1.30E+11


384 2100000 x 3540

= 1.53 < 1.67

OK
Profil yang Dipakai untuk Balok induk Adalah
Profil WF 250 x 125 x 5 x 8
5. Pembebanan
5.1 Perencanaan Beban Atap

Beban Mati
Berat Gording = 9.3 x 4 = 37.2 kg
Berat Asbes Gelombang = 11.33 x 4 = 45.32 kg
= 82.52 kg
Alat Pengikat dll (+10 %) = 8.25 kg
Pm = 90.77 kg
Berat Profil Kuda - Kuda = 0 cos 0.44 = 0 kg
Pmtot 90.77
Beban Hidup
Ph = 19.94 x 4 = 79.76 kg

P Ultimate = 1.2 P D+ 1.6 PL = 108.93 + 127.61 = 236.53 kg

5.2. Perencanaan Beban Angin (Gudang Tertutup)

(- 0,02 - 0,4) - 0,4

0,9 - 0,4

W = 30 kg/m2

Beban Tekan Atap = 0.1 x 30 x 4 = 12 kg/m

Beban Sedot Atap = -0.4 x 30 x 4 = -48 kg/m

BebanTiup Kolom = 0.9 x 30 x 4 = 108 kg/m

Beban Sedot Atap = -0.4 x 30 x 4 = -48 kg/m

5.3 Perencanaan Beban Akibat Plat Lantai, Kolom Memanjang dan Melintang

P4 memanjang

I
P3
I
I
P3
I

600
P5 P2 P6 P6

I
I P1
600
melintang
P2

I
P3
I
600 I
P4

I
V B
400 400 400
. C
A
B

A ( Balok Induk Melintang )


0 x 0 x 0 x 0

A= 0 cm2 tf = 0 mm Zx = 0 cm3
W= 0 kg/m Ix = 0 cm4 Zy = 0 cm3
a= 0 mm Iy = 0 cm4 h= 0 mm
bf = 0 mm tw = 0 mm r= 0 mm
iy = 0 cm ix = 0 cm 0
0
B ( Balok Anak )
250 x 125 x 6 x 9

A= 37.66 cm2 tf = 9 mm Zx = 351.86 cm3


W= 29.6 kg/m Ix = 4050 cm4 Zy = 72.02 cm3
a= 250 mm Iy = 294 cm4 h= 208 mm
bf = 125 mm tw = 6 mm r= 12 mm
iy = 2.79 cm ix = 10.4 cm 351.86
72.02
C ( Balok Induk Memanjang)
0 x 0 x 0 x 0

A= 0 cm2 tf = 0 mm Zx = 0 cm3
W= 0 kg/m Ix = 0 cm4 Zy = 0 cm3
a= 0 mm Iy = 0 cm4 h= 0 mm
bf = 0 mm tw = 0 mm r= 0 mm
iy = 0 cm ix = 0 cm 0
0
Beban Mati
- Bondex = 10.1 kg/m2
- Beton = 0.12 x 2400 = 288 kg/m2
- Beban Finishing = 90 kg/m2
qM = 388.1 kg/m2
Beban Hidup

qL = 400 kg/m2

5.3.1 Perencanaan Pembebanan Portal Melintang

5.3.1.1 Beban P1
Beban Mati
Berat Pelat = 388.1 x 3 x 4 = 4657.2 kg
Balok induk melintang = 0 x 3 = 0 kg
Balok anak = 29.6 x 4 = 118.4 kg
Pm1 = 4775.6 kg

Beban Hidup
Ph1 = 400 x 3 x 4 = 4800 kg

5.3.1.2 Beban P2
Beban Mati
Berat Pelat = 388.1 x 3 x 4 = 4657.2 kg
Balok induk memanjang = 0 x 4 = 0 kg
Balok induk melintang = 0 x 6 = 0 kg
Pm2 = 4657.2 kg

Beban Hidup
Ph2 = 400 x 3 x 4 = 4800 kg

5.3.1.3 Beban P3
Beban Mati
Berat Pelat = 388.1 x 3 x 4 = 4657.2 kg
Balok induk melintang = 0 x 6 = 0 kg
Balok anak = 29.6 x 6 = 177.6 kg
Pm1 = 4834.8 kg

Beban Hidup
Ph3 = 400 x 3 x 4 = 4800 kg

5.3.1.4 Beban P4
Beban Mati
Berat Pelat = 388.1 x 1.5 x 4 = 2328.6 kg
Balok induk memanjang = 0 x 4 = 0 kg
Berat Dinding = 4.15 x 4.5 x 4 = 74.7 kg
Balok induk melintang = 6 x 0 = 0 kg
Pm4 = 2403.3 kg

Beban Hidup
Ph4 = 400 x 1.5 x 4 = 2400 kg

5.3.2 Perencanaan Pembebanan Portal Memanjang

5.3.2.1 Beban P5
* Beban
Beban Mati
Mati
Berat Pelat 388.1 x 6 x 2 = 4657.2 kg
Balok induk melintang = 0 x 6 = 0 kg
Balok induk memanjang = 0 x 2 = 0 kg
Pm5 = 4657.2 kg
* Beban
Beban Hidup
Hidup
Ph5 = 400 x 6 x 2 = 4800 kg

5.3.2.2 Beban P6
* Beban
Beban Mati
Mati
- Berat Pelat = 388.1 x 4 x 6 = 9314.4 kg
- Balok induk memanjang = 0 x 4 = 0 kg
- Balok induk melintang = 0 x 6 = 0 kg
Pm5 = 9314.4 kg
* Beban
Beban Hidup
Hidup
Ph5 = 400 x 4 x 6 = 9600 kg

5.3.3 Beban Portal - Portal Melintang


P1 Pm1 = 4775.6 kg
Ph1 = 4800 kg

P2 Pm3 = 4657.2 kg
Ph3 = 4800 kg

P3 Pm2 = 4834.8 kg
Ph2 = 4800 kg

P4 Pm4 = 2403.3 kg
Ph4 = 2400 kg

5.3.4 Beban - beban Portal Memanjang


P5 Pm5 = 4657.2 kg
Ph5 = 4800 kg

P6 Pm6 = 9314.4 kg
Ph6 = 9600 kg

5.4 Perencanaan Beban Gempa ( Arah X )

F2
2
4

F1 4.5 9

6 6 6

Data Gempa:
- Zone Gempa = 6
- tanah lunak
C = 0.95
-I = 1
4
F
1 4
4

6 6 6

18

Kolom
0 x 0 x 0 x 0

A= 0 cm2 tf = 0 mm Zx = 0 cm3
W= 0 kg/m Ix = 0 cm4 Zy = 0 cm3
a= 0 mm Iy = 0 cm4 h= 0 mm
bf = 0 mm tw = 0 mm r= 0 mm
iy = 0 cm ix = 0 cm 0
0

5.4.1 Perencanaan Beban Lantai (W1)


5.4.1.1
- BebanBeban
Mati: Mati
Berat Plat = 388.1 x 18 x 4 = 27943.2 Kg
Balok Induk Memanjang = 0 x 4 = 0 Kg
Balok Induk Melintang = 0 x 18 = 0 Kg
Berat Dinding = 8.3 4 x 4.5 = 149.4 Kg
Kolom = 0 x 4.5 x 2 = 0 Kg
0 x 4.5 x 1 = 0 Kg
= 28092.6 Kg

5.4.1.2 Beban Hidup


Balok + Plat = Ph1 + 2 x Ph2 + 2 x Ph3 + 2 x Ph4
= 4800 + 9600 + 9600 + 4800
= 28800 Kg

Beban Lantai ( W1 tot) = 28092.6 + 28800


= 56892.6 Kg

5.4.2 Perencanaan Beban Atap ( W2)


5.4.2.1 Beban Mati
Berat Atap = 22.69 Cos 4 x 18 = 1802.8 Kg
Balok Kuda-kuda = 0 x Cos x 18 = 0 Kg
Kolom = 0 x 2 x 2 = 0 Kg
Berat Dinding = 8.3 x 2 x 4 = 14.3 Kg
= 1817.1 Kg
5.4.2.2 Beban Hidup
Ph1 = 19.94 x 4 x 18 = 1435.59 kg

Beban Atap ( W2 tot) = 1817.1 + 1435.59


= 3252.7 Kg

5.4.3 Berat Total Wt

Berat Total ( W tot ) = W1 + W2


= 56892.6 + 3252.7
= 60145.3 Kg

5.4.4 Perencanaan Gaya Gempa

T = 0.09 x H3/4
= 0.09 x 9 3/4
= 0.44

Tanah Lunak
C = 0.95 I = 1
R = 4.5

V = (C x I x Wt )/R = 0.95 x 1 x 60145.3 4.5


= 12697.34 Kg

Lantai = W1 x h1 = 56892.6 x 5
= 284463 Kgm
Atap = W2 x H = 3252.7 x 9
= 29274.27 Kgm

Wi Hi = 313737.27 Kgm

F1 = W1 h1 x V
S Wi hi

= 284463 x 12697.34
313737.27

= 11512.57 Kg

F2 = W2 h2 x V
S Wi hi

= 29274.27 x 12697.34
313737.27

= 1184.77 Kg
5.4.5 Gambar Perencanaan Beban Akibat Gempa ( Arah X )

F2
1184.77 kg

F1
11512.57 kg

6 6 6

5.5 Perencanaan Beban Gempa ( Arah Y )

Data Gempa:
- Zone Gempa = 6
- tanah lunak
C = 0.95
-I = 1

Balok Kuda-Kuda
0 x 0 x 0 x 0

A= 0 cm2 tf = 0 mm Zx = 0 cm3
W= 0 kg/m Ix = 0 cm4 Zy = 0 cm3
a= 0 mm Iy = 0 cm4 h= 0 mm
bf = 0 mm tw = 0 mm r= 0 mm
iy = 0 cm ix = 0 cm 0
0
Kolom
0 x 0 x 0 x 0

A= 0 cm2 tf = 0 mm Zx = 0 cm3
W= 0 kg/m Ix = 0 cm4 Zy = 0 cm3
a= 0 mm Iy = 0 cm4 h= 0 mm
bf = 0 mm tw = 0 mm r= 0 mm
iy = 0 cm ix = 0 cm 0
0

5.5.1 Perencanaan Beban Lantai (W1)


5.5.1.1
- BebanBeban
Mati: Mati
Berat Plat = 388.1 x 6 x 40 = 93144 Kg
Balok Induk Memanjang = 0 x 40 = 0 Kg
Balok Induk Melintang = 0 x 40 = 0 Kg
Berat Dinding = 8.3 6 x 4.5 = 224.1 Kg
Kolom = 0 x 4.5 x 2 = 0 Kg
0 x 4.5 x 4.5 = 0 Kg
= 93368.1 Kg

5.5.1.2 Beban Hidup


Beban Hidup Merata = 250 x 40 x 6 Kg
= 60000 Kg

Beban Lantai ( W1 tot) = 93368.1 + 60000


= 153368.1 Kg

5..2 Perencanaan Beban Atap ( W2)


5.5.2.1 Beban Mati
Berat Atap = 22.69 x 6 x 40 = 5446.32 Kg
Balok Kuda-kuda = 0 x Cos x 40 = 0 Kg
Kolom = 0 x 2 x 2 = 0 Kg
Berat Dinding = 8.3 x 6 x 2 = 16.3 Kg
= 5462.62 Kg

5.5.2.2 Beban Hidup


Ph1 = 19.94 x 6 x 40 = 4785.31 kg

Beban Atap ( W2 tot) = 5462.62 + 4785.31


= 10247.93 Kg

5.4.3 Berat Total Wt

Berat Total ( W tot ) = W1 + W2


= 153368.1 + 10247.93
= 163616.03 Kg

5.4.4 Perencanaan Gaya Gempa

T = 0.09 x H3/4
= 0.09 x 9 3/4
= 0.44

Tanah Lunak
C = 0.95 I = 1
R = 4.5

V = (C x I x Wt )/R = 0.95 x 1 x163616.03 4.5


= 34541.16 Kg

Lantai = W1 x h1 = 153368.1 x 5
= 766840.5 Kgm
Atap = W2 x H = 10247.93 x 9
= 92231.33 Kgm
Wi Hi = 859071.83 Kgm

F1 = W1 h1 x V
S Wi hi

= 766840.5 x 34541.16
859071.83

= 30832.77 Kg

F2 = W2 h2 x V
S Wi hi

= 92231.33 x 34541.16
859071.83

= 3708.39 Kg

5.4.5 Gambar Perencanaan Beban Akibat Gempa ( Arah Y )

F2
3708.39 kg

P4 P3 P2 P1 P2 P3
F1
30832.77 kg

Kombinasi Pembebanan

* Beban Mati + Beban Hidup

Pm = 90.77 kg
Ph = 79.76 kg

200

P4 P3 P2 P1 P2 P3 P4
P4 P3 P2 P1 P2 P3 P4

6 6 6

Pm1 = 4775.6 kg Pm2 = 4657.2 kg


Ph1 = 4800 kg Ph2 = 4800 kg

Pm3 = 4834.8 kg Pm4 = 2403.3 kg


Ph3 = 4800 kg Ph4 = 2400 kg

* Beban Mati + Beban Hidup + Beban Angin

q = 12 kg/m q = -48 kg/m

P4 P3 P2 P1 P2 P3 P4

q = 108 kg/m q = -48 kg/m


6 6 6

* Beban Mati + Beban Hidup + Beban Gempa

1184.77 kg

P4 P3 P2 P1 P2 P3 P4
11512.57 kg

6 6 6
melintang
P4
6 Perencanaan Dimensi Struktur Utama
6.1 Kontrol Dimensi Kuda -Kuda
Dari Hasil Sap 2000 Diperoleh Mmax dan N max pada Frame 9:

(U-G) Beban Ultimate - Beban Gempa


Mutx = -3679.74 Kgm
Muty = 0 Kgm
Nu = -2677.93 Kg
Vu = -1184.35 kg

Ma = -3679.4 Kgm
Mb = -466.19 Kgm
Ms = 301.67 Kgm

6.1.1 Profil Baja yang Didapatkan Di SAP 2000 8.2.3 :

200 x 200 x 8 x 12

A= 63.53 cm2 tf = 12 mm Zx = 513.15 cm3


W= 49.9 kg/m Ix = 4720 cm4 Zy = 216.32 cm3
a= 200 mm Iy = 1600 cm4 h= 150 mm
bf = 200 mm tw = 8 mm Sx = 37.5 mm
iy = 5.02 cm ix = 8.62 cm 513.15
216.32
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2
fy = 2400 kg/cm2

6.1.2 Kontrol Lendutan

f ijin = L = 993.2 = 2.76 cm


360 360

5 L2
f = ( Ms 0.1( Ma Mb))
48 EI
f= 5 98.64 301.67 0.1 -3679.4 -466.19
48 200 4720

f= 0.68 cm

f < f ijin
OK

6.1.3 Kontrol Tekuk

untuk arah x :
kcx = 1.2 (jepit-rol tanpa putaran sudut)
L= 993.2 cm
Lkx = 1191.84 cm
Lkx
x = = 138.26 cm (MENENTUKAN)
ix
2 EA
Ncrbx = Ncrbx = 9.87 x 2000000 x 63.53
x 2 19117.07
Ncrbx = 65593.62 kg

untuk arah y :
kcy = 0.8 (jepit-Sendi)
L= 110 cm
Lky = 88 cm

Lky = 17.53 cm
y =
iy
2 EA x 2000000 x 63.53
Ncrby = Ncrby = 9.87
y 2 307.3
Ncrby = ### kg

Maka dipakai x karena x > y

x fy c = 138.26 2400
c = 3.14 2000000
E
c = 1.52

c > 1.2

= 1.25 c2 = 2.91

Pn = Ag fy = 63.53 * 2400 = 52474.9 kg


w 2.91

Pu
= 2677.93 = 0.06 < 0.2
cPn 0.85 x 52474.9

Pakai Rumus = Pu Mux Muy


+ + 1
2cPn bMnx bMny

X Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :


Cmx
Sbx = 1
Nu
1 ( )
Ncrbx

Cmx = 1
Sbx = 1
1 - 2677.93
65593.62

Sbx = 1.04 < 1

Sbx = 1.04

Mux = Mutx * Sbx


Mux = -3679.74 x 1.04 = -3836.36 kgm

Y Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :

Cmy
Sby = 1
Nu
1 ( )
Ncrby
Cmy = 1
Sby = 1
1 - 2677.93
65593.62

Sby = 1.04 < 1

Sby = 1.04

Muy = Muty * Sby


Muy = 0 x 1.04 = 0 kgm

6.1.4 Menentukan Mnx

6.1.4.1 Kontrol Penampang profil


untuk Sayap untuk Badan

b 170 h 1680
Kgm
2tf fy t fy

200 170 150 1680


24 15.49 8 15.49
8.33 10.97 18.75 108.44
OK OK
Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

Lateral Bracing Lb = 110 cm

E
Lp = 1.76 * iy Lp = 255.05 cm
fy

Ternyata Lp > Lb maka Mnx = Mpx

Mnx = Mpx = Zx. Fy = 513.15 * 2400 = 12315.65 kgm


Mny = Zy ( 1 flen ) * fy
= (1 / 4 * tf * bf 2) * fy
= 0.25 x 1.2 x 400 x 2400 = 288000 kgcm
= 2880 kgm

6.1.5 Persamaan Interaksi


Pu Mux Muy
+ + 1
2cPn bMnx bMny

2677.93 + 3836.36 + 0
1.7 x 52474.9 0.9 x 12315.65 0.9 x 2880

0.03 + 0.35 + 0

0.38 < 1

OK

6.1.6 Kontrol Kuat Rencana Geser

h 1100

tw fy
150 < 1100
2400 15.49

0.06 < 71
Plastis

Vn = 0.6 fy Aw
= 0.6 2400 0.8 20
= 23040 Kg

Vu < Vn
1184.35 < 0.9 23040
1184.35 < 20736
OK

6.2 Kontrol Dimensi Kolom


Dari Hasil Sap 2000 Diperoleh Mmax dan N max pada Frame 13:

(U-G) Beban Ultimate - Beban Gempa


Sbx --> Mutx = 10123.25 Kgm
Nu = -28026.45 Kg
Vu = 3834.45 kg

Max = 9049.01 Kgm


Mbx = 10123.25 Kgm
Msx = 537.12 Kgm

Sby --> Muty = -8137 Kgm


Nu = -27466 Kg
Vu = 3149 kg

Max = 8137 Kgm


Mbx = 7611.48 Kgm
Msx = 262.96 Kgm
6.2.1 Profil Baja yang Didapatkan Di SAP 2000 8.2.3 :

300 x 300 x 10 x 15

A= 119.8 cm2 tf = 15 mm Zx = 1464.75 cm3


W= 94 kg/m Ix = 20400 cm4 Zy = 652.5 cm3
a= 300 mm Iy = 6750 cm4 h= 234 mm
bf = 300 mm tw = 10 mm Sx = 1360 cm3
iy = 7.51 cm ix = 13.1 cm 1464.75
652.5
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 fr = 700 kg/cm2
fy = 2400 kg/cm2

6.2.1 Kontrol Lendutan


6.2.1.1 Kontrol Lendutan Arah X
f ijin = L = 500 = 1.39 cm
360 360

5 L2
f = ( Ms 0.1( Ma Mb))
48 EI
f= 5 25.00 537.12 0.1 9049.01 10123.25
48 200 20400

f= 0.04 cm

f < f ijin
OK

6.2.1.2 Kontrol Lendutan Arah Y


f ijin = L = 500 = 1.39 cm
360 360

5 L2
f = ( Ms 0.1( Ma Mb))
48 EI
f= 5 25.00 262.96 0.1 8137 7611.48
48 200 6750

f= 0.04 cm

f < f ijin
OK

6.2.3 Kontrol Tekuk

untuk arah x :
kcx = 0.8 (jepit-Sendi)
L= 500 cm
Lkx = 400 cm
Lkx
x = = 30.53 cm
ix
2 EA
Ncrbx =
x 2
2 EA
Ncrbx = Ncrbx = 9.87 x 2000000 x 119.8
x 2 932.35
Ncrbx = ### kg

untuk arah y :
kcy = 0.8 (jepit-Sendi)
L= 500 cm
Lky = 400 cm

Lky = 53.26 cm (MENENTUKAN)


y =
iy

2 EA x 2000000 x 119.8
Ncrby = Ncrby = 9.87
y 2 2836.87
Ncrby = 833529.23 kg

Maka dipakai y karena y > x

y fy c = 53.26 2400
c = 3.14 2000000
E
c = 0.59

0.25 < c < 1.2

= 1.43 = 1.12
1,67-0,67c

Pn = Ag fy = 119.8 * 2400 = 256656.17 kg


w 1.12

Pu
= 28026.45 = 0.13 < 0.2
cPn 0.85 x256656.17

Pakai Rumus = Pu Mux Muy


+ + 1
2cPn bMnx bMny

X Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :


Cmx
Sbx = 1
Nu
1 ( )
Ncrbx

Cmx = 1
Sbx = 1
1 - 28026.45
###

Sbx = 1.01 < 1


Sbx = 1.01

Mux = Mutx * Sbx


Mux = 10123.25 x 1.01 = 10236.37 kgm

Y Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :

Cmy
Sby = 1
Nu
1 ( )
Ncrby
Cmy = 1
Sby = 1
1 - 28026.45
###

Sby = 1.01 < 1

Sby = 1.01

Muy = Muty * Sby


Muy = -8137 x 1.01 = -8227.92 kgm

6.2.4 Menentukan Mnx

6.2.4.1 Kontrol Penampang profil


untuk Sayap untuk Badan

b 170 h 1680
Kgm
2tf fy t fy

300 170 234 1680


30 15.49 10 15.49
10 10.97 23.4 108.44
OK OK

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

Lateral Buckling Lb = 500 cm

E
Lp = 1.76 * iy Lp = 381.56 cm
fy

Lr = iy . [x1/(fy-fr)] . Sqrt{1+[sqrt(1+(x2 . fl2))]}

J = (1/3).b.(t^3) = 76.5 cm4

Iw = Iy.((h^2)/4) = ### cm6

x1 = [/s]*[sqrt((EGJA)/2)] = 197694.62 kg/cm2


x2 = 4.[(S/GJ)^] = 4.01E-07 cm2/kg

Lr = 1372.41 cm

Lp < Lb < Lr (INELASTIC BUCKLING)

Mnx = Cb.[Mr+[(Mp-Mr).((Lr-Lb)/(Lr-Lp))]]

12,5 Mmax
Cb =
2,5Mmax + 3Ma + 4Mb + 3Mc

Cb = 2.25

Mr = Sx(fy-fr) = 2312000 kgcm


Mp = Zx . fy = 3515400 kgcm < 1,5My
My = Sx . fy = 3264000 kgcm
1,5 . My = 4896000 kgcm > Mp

Mnx = ### kgcm > Mp

Mnx=Mp= 3515400 kgcm

Mny = Zy * fy
= 652.5 x 2400
= 1566000 kgcm
= 15660 kgm

6.2.5 Persamaan Interaksi


Pu Mux Muy
+ + 1
2cPn bMnx bMny

28026.45 + 10236.37 + 8227.92


1.7 x256656.17 0.9 x 35154 0.9 x 15660

0.06 + 0.32 + 0.58

0.97 < 1

OK

6.2.6 Kontrol Kuat Rencana Geser

h 1100

tw fy
234 < 1100
2400 15.49

0.1 < 71
Plastis

Vn = 0.6 fy Aw
= 0.6 2400 1 30
= 43200 Kg

Vu < Vn
3834.45 < 0.9 43200
3834.45 < 38880
OK

6.3 Kontrol Dimensi Balok Melintang


Dari Hasil Sap 2000 Diperoleh Mmax dan N max pada Frame 5 :

(U-G) Beban Ultimate - Beban Gempa


Mutx = -15837.38 Kgm
Muty = 0 Kgm
Nu = -8457.09 Kg
Vu = 9218.69 kg

Ma = 970.4 Kgm
Mb = 15837.88 Kgm
Ms = 11818.69 Kgm

6.3.1 Profil Baja yang Didapatkan Di SAP 2000 8.2.3 :

340 x 250 x 9 x 14

A= 101.5 cm2 tf = 14 mm Zx = 1360.02 cm3


W= 79.7 kg/m Ix = 21700 cm4 Zy = 439.2 cm3
a= 340 mm Iy = 3650 cm4 h= 276 mm
bf = 250 mm tw = 9 mm Sx = 1280 cm3
iy = 6 cm ix = 14.6 cm 1360.02
439.2
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 fr = 700 kg/cm2
fy = 2400 kg/cm2

6.3.1 Kontrol Lendutan

f ijin = L = 500 = 1.39 cm


360 360

5 L2
f = ( Ms 0.1( Ma Mb))
48 EI

f= 5 25.00 11818.69 0.1 970.4 15837.88


48 200 21700

f= 0.8 cm

f < f ijin
OK

6.3.3 Kontrol Tekuk

untuk arah x :
kcx = 1 (Sendi-Sendi)
L= 600 cm
Lkx = 600 cm
Lkx
x = = 41.1
ix
2 EA
Ncrbx = Ncrbx = 9.87 x 2000000 x 101.5
x 2 1688.87
Ncrbx = ### kg

untuk arah y :
kcy = 1 (Sendi-Sendi)
L= 600 cm
Lky = 600 cm

Lky = 100 (MENENTUKAN)


y =
iy

2 EA x 2000000 x 101.5
Ncrby = Ncrby = 9.87
y 2 10000
Ncrby = 200341.15 kg

Maka dipakai y karena y > x

y fy c = 100 2400
c = 3.14 2000000
E
c = 1.1

0.25 < c < 1.2


= 1.43 = 1.54
1,67-0,67c

Pn = Ag fy = 101.5 * 2400 = 158629.17 kg


w 1.54

Pu
= 8457.09 = 0.06 < 0.2
cPn 0.85 x158629.17

Pakai Rumus = Pu Mux Muy


+ + 1
2cPn bMnx bMny

X Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :


Cmx
Sbx = 1
Nu
1 ( )
Ncrbx

Cmx = 1
Sbx = 1
1 - 8457.09
###

Sbx = 1.01 < 1

Sbx = 1.01

Mux = Mutx * Sbx


Mux = 15837.38 x 1.01 = 15951.1 kgm

Y Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :

Cmy
Sby = 1
Nu
1 ( )
Ncrby
Cmy = 1
Sby = 1
1 - 8457.09
###

Sby = 1.01 < 1

Sby = 1.01

Muy = Muty * Sby


Muy = 0 x 1.01 = 0 kgm
6.3.4 Menentukan Mnx

6.3.4.1 Kontrol Penampang profil


untuk Sayap untuk Badan

b 170 h 1680
Kgm
2tf fy t fy

250 170 276 1680


28 15.49 9 15.49
8.93 10.97 30.67 108.44
OK OK

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

Lateral Buckling Lb = 600 cm

E
Lp = 1.76 * iy Lp = 304.84 cm
fy

Lr = iy . [x1/(fy-fr)] . Sqrt{1+[sqrt(1+(x2 . fl2))]}

J = (1/3).b.(t^3) = 53.32 cm4

Iw = Iy.((h^2)/4) = 969768.5 cm6

x1 = [/s]*[sqrt((EGJA)/2)] = 161407.01 kg/cm2

x2 = 4.[(S/GJ)^] = 3.60E-09 cm2/kg

Lr = 806.68 cm

Lp < Lb < Lr (INELASTIC BUCKLING)

Mnx = Cb.[Mr+[(Mp-Mr).((Lr-Lb)/(Lr-Lp))]]

12,5 Mmax
Cb =
2,5Mmax + 3Ma + 4Mb + 3Mc

Cb = 1.81

Mr = Sx(fy-fr) = 2176000 kgcm


Mp = Zx . fy = 3264057.6 kgcm < 1,5My
My = Sx . fy = 3072000 kgcm
1,5 . My = 4608000 kgcm > Mp
Mnx = ### kgcm > Mp

Mnx=Mp= 3264057.6 kgcm

Mny = Zy ( 1 flen ) * fy
= (1 / 4 * tf * bf 2) * fy
= 0.25 x 1.4 x 625 x 2400 = 525000 kgcm
= 5250 kgm

6.3.5 Persamaan Interaksi


Pu Mux Muy
+ + 1
2cPn bMnx bMny

8457.09 + 15951.1 + 0
1.7 x158629.17 0.9 x 32640.58 0.9 x 5250

0.03 + 0.54 + 0

0.57 < 1

OK

6.3.6 Kontrol Kuat Rencana Geser

h 1100

tw fy
276 < 1100
2400 15.49

0.12 < 71
Plastis

Vn = 0.6 fy Aw
= 0.6 2400 0.9 34
= 44064 Kg

Vu < Vn
9218.69 < 0.9 44064
9218.69 < 39657.6
OK
6.3 Kontrol Dimensi Balok Memanjang
Dari Hasil Sap 2000 Diperoleh Mmax dan N max pada Frame 5 :

(U-G) Beban Ultimate - Beban Gempa


Mutx = 6219 Kgm
Muty = 0 Kgm
Nu = -28073 Kg
Vu = -2663 kg

Ma = 6219 Kgm
Mb = 4435 Kgm
Ms = 891 Kgm

6.3.1 Profil Baja yang Didapatkan Di SAP 2000 8.2.3 :

300 x 200 x 8 x 12

A= 72.38 cm2 tf = 12 mm Zx = 843.55 cm3


W= 56.8 kg/m Ix = 11300 cm4 Zy = 248.32 cm3
a= 300 mm Iy = 1600 cm4 h= 240 mm
bf = 200 mm tw = 8 mm Sx = 771 cm3
iy = 4.71 cm ix = 12.5 cm 843.55
248.32
Mutu Baja = BJ 37
fu = 3700 kg/cm2 fr = 700 kg/cm2
fy = 2400 kg/cm2

6.3.1 Kontrol Lendutan

f ijin = L = 500 = 1.39 cm


360 360

5 L2
f = ( Ms 0.1( Ma Mb))
48 EI

f= 5 25.00 891 0.1 6219 4435


48 200 11300

f= 0.08 cm

f < f ijin
OK

6.3.3 Kontrol Tekuk


untuk arah x :
kcx = 1 (Sendi-Sendi)
L= 600 cm
Lkx = 600 cm
Lkx
x = = 48
ix
2 EA
Ncrbx = Ncrbx = 9.87 x 2000000 x 72.38
x 2 2304
Ncrbx = 620069.3 kg

untuk arah y :
kcy = 1 (Sendi-Sendi)
L= 600 cm
Lky = 600 cm

Lky = 127.39 (MENENTUKAN)


y =
iy

2 EA x 2000000 x 72.38
Ncrby = Ncrby = 9.87
y 2 16227.84
Ncrby = 88036.35 kg

Maka dipakai y karena y > x

y fy c = 127.39 2400
c = 3.14 2000000
E
c = 1.4

0.25 < c < 1.2

= 1.43 = 1.96
1,67-0,67c

Pn = Ag fy = 72.38 * 2400 = 88538.49 kg


w 1.96

Pu
= 28073 = 0.37 < 0.2
cPn 0.85 x88538.49

Pakai Rumus = Pu Mux Muy


+ + 1
2cPn bMnx bMny

X Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :


Cmx
Sbx = 1
Nu
1 ( )
Ncrbx
Cmx
Sbx = 1
Nu
1 ( )
Ncrbx

Cmx = 1
Sbx = 1
1 - 28073
620069.3

Sbx = 1.05 < 1

Sbx = 1.05

Mux = Mutx * Sbx


Mux = -6219 x 1.05 = -6513.91 kgm

Y Batang Dianggap Tidak Bergoyang Maka :

Cmy
Sby = 1
Nu
1 ( )
Ncrby
Cmy = 1
Sby = 1
1 - 28073
620069.3

Sby = 1.05 < 1

Sby = 1.05

Muy = Muty * Sby


Muy = 0 x 1.05 = 0 kgm

6.3.4 Menentukan Mnx

6.3.4.1 Kontrol Penampang profil


untuk Sayap untuk Badan

b 170 h 1680
Kgm
2tf fy t fy

200 170 240 1680


24 15.49 8 15.49
8.33 10.97 30 108.44
OK OK

Penampang Profil Kompak, maka Mnx = Mpx

Lateral Buckling Lb = 600 cm


E
Lp = 1.76 * iy Lp = 239.3 cm
fy

Lr = iy . [x1/(fy-fr)] . Sqrt{1+[sqrt(1+(x2 . fl2))]}

J = (1/3).b.(t^3) = 53.32 cm4

Iw = Iy.((h^2)/4) = 969768.5 cm6

x1 = [/s]*[sqrt((EGJA)/2)] = 226284.21 kg/cm2

x2 = 4.[(S/GJ)^] = 3.60E-09 cm2/kg

Lr = 806.68 cm

Lp < Lb < Lr (INELASTIC BUCKLING)

Mnx = Cb.[Mr+[(Mp-Mr).((Lr-Lb)/(Lr-Lp))]]

12,5 Mmax
Cb =
2,5Mmax + 3Ma + 4Mb + 3Mc

Cb = 1.81

Mr = Sx(fy-fr) = 1310700 kgcm


Mp = Zx . fy = 2024524.8 kgcm < 1,5My
My = Sx . fy = 1850400 kgcm
1,5 . My = 2775600 kgcm > Mp

Mnx = ### kgcm > Mp

Mnx=Mp= 2024524.8 kgcm

Mny = Zy ( 1 flen ) * fy
= (1 / 4 * tf * bf 2) * fy
= 0.25 x 1.2 x 400 x 2400 = 288000 kgcm
= 2880 kgm

6.3.5 Persamaan Interaksi


Pu Mux Muy
+ + 1
2cPn bMnx bMny

28073 + 6513.91 + 0
1.7 x 88538.49 0.9 x 20245.25 0.9 x 2880

0.19 + 0.36 + 0

0.54 < 1

OK

6.3.6 Kontrol Kuat Rencana Geser

h 1100

tw fy
240 < 1100
2400 15.49

0.1 < 71
Plastis

Vn = 0.6 fy Aw
= 0.6 2400 0.8 30
= 34560 Kg

Vu < Vn
2663 < 0.9 34560
2663 < 31104
OK
7 Sambungan
A

C D

7.1 Sambungan Kuda - Kuda ( Detail A )

60

420 80

180
100

200

7.1.1 Data Perencanaan Sambungan


Dari hasil perhitungan SAP diperoleh:

Mu = 1279.27 kgm = 127927 kgcm


Pu = 1152 kg

Baut Tanpa Ulir ( Bor ) Diameter = 8 mm


Tebal Plat = 10 mm

7.1.2 Kontrol Kekuatan Baut


7.1.2.1 Perhitungan Ruv yang Diterima Setiap Baut
Ruv = Pu = 1152 = 192 kg
n 6
7.1.2.2 Perhitungan Kuat Geser Baut
f Rnv = 0.75 0.5 fu Ab n
= 0.75 0.5 4100 0.5 1
= 772.44 kg

7.1.2.3 Perhitungan Kuat Tumpu Baut


f Rn = 2.4 d tp fu 0.75
= 2.4 0.8 1 4100 0.75
= 5904 kg

7.1.2.4 Perhitungan Kuat tarik Baut


f Rnt = 0.75 0.75 fu Ab
= 0.75 0.75 4100 0.5
= 1158.66 kg

7.1.2.5 Rumus Interaksi Geser dan Kuat Tarik Baut

Ruv 2 R
( ) + ( ut ) 2 1
Rnv Rnt
192 + Rut < 1
772.44 1158.66

Rut = T = 870.66 kg

7.1.2.6 Kontrol Momen Sambungan

Letak Garis Netral a:


2T
60

80 2T
d3
180 2T d2
d1
100
a
200

a = T = 870.66 x 6
fy B 2500 x 20
= 0.1 cm

d1 = 9.9 cm
d2 = 27.9 cm
d3 = 35.9 cm
Sdi = 73.69 cm
f Mn = 0.9 fy a2 B + S T di
2
= 0.9 2500 0.01 20 + 128311.88
2
= 128557.49 kgcm > 127927 kgcm
OK

7.2 Sambungan Kuda - Kuda dan Kolom ( Detail B )

Pu

Mu 60

420 80
180

100
200

7.2.1 Data Perencanaan Sambungan


Dari hasil perhitungan SAP diperoleh:

Mu = 3240 kgm = 324000 kgcm


Pu = 1344.96 kg

Baut Tanpa Ulir ( Bor ) Diameter = 12 mm


Tebal Plat = 10 mm

7.2.2 Kontrol Kekuatan Baut


7.1.2.1 Perhitungan Ruv yang Diterima Setiap Baut
Ruv = Pu = 1344.96 = 224.16 kg
n 6

7.2.2.2 Perhitungan Kuat Geser Baut


f Rnv = 0.75 0.5 fu Ab n
= 0.75 0.5 4100 1.13 1
= 1737.99 kg

7.2.2.3 Perhitungan Kuat Tumpu Baut


f Rn = 2.4 d tp fu 0.75
= 2.4 1.2 1 4100 0.75
= 8856 kg
7.2.2.4 Perhitungan Kuat tarik Baut
f Rnt = 0.75 0.75 fu Ab
= 0.75 0.75 4100 1.13
= 2606.99 kg

7.2.2.5 Rumus Interaksi Geser dan Kuat Tarik Baut

Ruv 2 R
( ) + ( ut ) 2 1
Rnv Rnt
224.16 + Rut < 1
1737.99 2606.99

Rut = T = 2270.75 kg

7.2.2.6 Kontrol Momen Sambungan

Letak Garis Netral a:

60 2T

80 2T
d3
180 2T d2
d1
100
a
200

a = T = 2270.75 x 6
fy B 2500 x 20
= 0.27 cm

d1 = 9.73 cm
d2 = 27.73 cm
d3 = 35.73 cm
Sdi = 73.18 cm

f Mn = 0.9 fy a2 B + S T di
2
= 0.9 2500 0.07 20 + 332357.74
2
= 334028.37 kgcm > 324000 kgcm
OK

7.3 Sambungan Balok dan Kolom ( Detail C )


Pu

57
Mu 60

576 60
60

198
141

200

7.3.1 Data Perencanaan Sambungan


Dari hasil perhitungan SAP diperoleh:

Mu = 12614 kgm = 1261400 kgcm


Pu = 12203 kg

Baut Tanpa Ulir ( Bor ) Diameter = 18 mm


Tebal Plat = 10 mm

7.3.2 Kontrol Kekuatan Baut


7.3.2.1 Perhitungan Ruv yang Diterima Setiap Baut
Ruv = Pu = 12203 = 1220.3 kg
n 10

7.3.2.2 Perhitungan Kuat Geser Baut


f Rnv = 0.75 0.5 fu Ab n
= 0.75 0.5 4100 2.54 1
= 3910.48 kg

7.3.2.3 Perhitungan Kuat Tumpu Baut


f Rn = 2.4 d tp fu 0.75
= 2.4 1.8 1 4100 0.75
= 13284 kg

7.3.2.4 Perhitungan Kuat tarik Baut


f Rnt = 0.75 0.75 fu Ab
= 0.75 0.75 4100 2.54
= 5865.72 kg

7.3.2.5 Rumus Interaksi Geser dan Kuat Tarik Baut

Ruv 2 R
( ) + ( ut ) 2 1
Rnv Rnt
1220.3 + Rut < 1
3910.48 5865.72
Rut = T = 4035.27 kg

7.3.2.6 Kontrol Momen Sambungan

57
2T
60
2T
576 60
60 2T
d4 d5
2T d3
198
2T d2
141 d1
a

200

a = T = 4035.27 x 10
fy B 2500 x 20
= 0.81 cm

d1 = 13.29 cm
d2 = 33.09 cm
d3 = 39.09 cm
d4 = 45.09 cm
d5 = 51.09 cm
Sdi = 181.66

f Mn = 0.9 fy a2 B + S T di
2
= 0.9 2500 0.65 20 + ###
2
= ### kgcm > 1261400 kgcm
OK

7.4 Sambungan Balok dan Kolom ( Detail D )

Pu Pu
Pu Pu
57

Mu Mu 60
576 60

60

198
141

7.4.1 Data Perencanaan Sambungan


Dari hasil perhitungan SAP diperoleh:

Mu = 12976 kgm = 1297600 kgcm


Pu = 7343 kg

Baut Tanpa Ulir ( Bor ) Diameter = 18 mm


Tebal Plat = 10 mm

7.4.2 Kontrol Kekuatan Baut


7.4.2.1 Perhitungan Ruv yang Diterima Setiap Baut
Ruv = Pu = 7343 = 734.3 kg
n 10

7.4.2.2 Perhitungan Kuat Geser Baut


f Rnv = 0.75 0.5 fu Ab n
= 0.75 0.5 4100 2.54 1
= 3910.48 kg

7.4.2.3 Perhitungan Kuat Tumpu Baut


f Rn = 2.4 d tp fu 0.75
= 2.4 1.8 1 4100 0.75
= 13284 kg

7.4.2.4 Perhitungan Kuat tarik Baut


f Rnt = 0.75 0.75 fu Ab
= 0.75 0.75 4100 2.54
= 5865.72 kg

7.4.2.5 Rumus Interaksi Geser dan Kuat Tarik Baut

Ruv 2 R
( ) + ( ut ) 2 1
Rnv Rnt
734.3 + Rut < 1
3910.48 5865.72

Rut = T = 4764.27 kg
7.4.2.6 Kontrol Momen Sambungan

57 2T
60
2T
60
60 2T
d4 d5
2T d3
198 2T
d1 d2
141
a
200

a = T = 4764.27 x 10
fy B 2500 x 20
= 0.95 cm

d1 = 13.15 cm
d2 = 32.95 cm
d3 = 38.95 cm
d4 = 44.95 cm
d5 = 50.95 cm
Sdi = 180.94

f Mn = 0.9 fy a2 B + S T di
2
= 0.9 2500 0.91 20 + ###
2
= ### kgcm > 1297600 kgcm
OK

7.5 Kontrol Kekuatan Sambungan Las


7.5.1 Perencanaan Tebal Las Efektif pada Sambungan
7.5.2 Perhitungan Tebal Las Efektif Pada Web
aeff max Di Web = 0.71 x fu
70 70.3
= 0.71 x 3700 10
70 70.3
= 5.32 mm

aeff max Di end plate = 1.41 x fu


70 70.3
= 1.41 x 4100 10
70 70.3
= 11.75 mm

7.5.3 Perhitungan Gaya yang Bekerja Pada Sambungan Las

Misal te = 1 cm

A = 72.2 + 34.8 = 107 cm2

Sx = d2 x 1 x 2
3

= 72.2 + 34.8 x 1 x 2
3

= 2544.22 cm3

fv = Pu = 7343 = 68.63 kg/cm2


A 107

fh = Mu = 1297600 = 510.02 kg/cm2


Sx 2544.22

f total = fv2 + fh2


= 68.63 +
2
510.02 2
= 514.61 kg/cm2

7.5.4 Kontrol Kekuatan Las

fn = 0.75 0.6 70 70.3 = 2214.45 kg/cm2

fn > f total
OK

7.5.5 Perhitungan Tebal efektif

te perlu = f total = 514.61 = 0.23 cm


f fn 2214.45
7.5.6 Perhitungan Lebar Perlu

a perlu = 0.87 = 1.23 mm < 5.89 mm


0.71 OK

7.5.7 Perhitungan Tebal Efektif Dengan Lebar Minimum

a minimum = 4 mm
te perlu = 4 x 0.71 = 2.83 mm

7.5 Sambungan Kolom Pondasi


7.5.1 Data Perencanaan

Rencana Panjang Plat Dasar kolom L 40 cm


Rencana Lebar Plat Dasar kolom B 40 cm
fc' beton 20 Mpa
P
Momen yang bekerja pada dasar kolom Mu 1093100 kgcm
Lintang yang bekerja pada dasar kolom Du 3854 kg
M Normal yang bekerja pada dasar kolom Pu 22617 kg
a 300 mm
a1 50 mm
b 150.0 mm
c 50 mm
d 300 mm
s pelat 1600 kg/cm2

a1 a a1

b
d1 B
b

7.5.2 Kontrol Pelat Landasan Beton ( Pondasi )

fc' beton = 20 Mpa = 200 kg/cm2


Pu yang bekerja = 22617 kg
Kekuatan nominal tumpu beton
Pn = 0.85 fc' A
A = 40 x 40 = 1600 cm2
Pn = 0.85 200 1600 = 272000 kg

Pu <= f Pn
22617 <= 0.6 x 272000
22617 <= 163200 OK

7.5.2 Perencanaan Tebal Pelat Baja Pondasi


7.5.2.1 Perhitungan Tegangan Yang Bekerja Akibat Adanya Eksentrisitas

e = M = 1093100 = 48.33 cm
P 22617
A = 40 x 40 = 1600 cm2
W = 1/6 B L 2 = 1/6 40 40 2 = 10666.67 cm3

= P + M
A W
= 22617 + 1093100
1600 10666.67
maks = 116.61 kg/cm2
min = 88.34 kg/cm2
Jadi, q = 116.61 kg/cm2

3
1

7.5.2.2 Perhitungan Momen Yang Bekerja


~ Daerah 1
M = 1/2 q L2
= 1/2 116.61 52
= 1457.67 kgcm

~ Daerah 2
a/b = 30 / 15 = 2
a1 = 0.1 a2 = 0.05

Ma = a1 q b2
= 0.1 116.61 15 2 = 2623.81 kgcm

Mb = a2 q b2
= 0.05 116.61 15 2 = 1206.95 kgcm

~ Daerah 3
a/b = 5 / 30 = 0.17 < 0.5

M3 = 1/2 q a12
= 1/2 116.61 52 = 1457.67 kgcm

7.5.2.3 Perhitungan Tebal Pelat Baja


s = 6 M t= 6 M
t2 s plat

= 6 x 1457.67
1600

= 2.34 ~ 3 cm

7.5.3 Perencanaan Diameter Angker


7.5.3.1 Perhitungan Tegangan Yang Bekerja Pada Angker

40
x y

M
20
min
P
max

1/3x C 1/3y

min = max
x B-x

x = min B = 88.34 x 40
min + max 88.34 + 116.61
= 17.24 cm

y =B - x = 40 - 17.24 = 22.76 cm

S min = 1.5 d = 1.5 ( 2 x tf )


= 1.5 2 x 1.2
= 3.6 cm

1/3 x = 5.75 cm > S min

1/3 y = 7.59 cm > S min

r = 20 - 1/3 y = 20 - 7.59 = 12.41 cm

C = 40 - 7.59 - 5.75 = 26.67 cm

T = M - P r = 1093100 - 22617 12.41


C 26.7

= 30424.65 kg = Pu

7.5.3.2 Perencanaan Diameter Angker


- Leleh: Pu = fy Ag

Ag perlu = 30424.65 = 8.25 cm2


0.9 4100 #DIV/0!

- Putus: Pu = 0.75 fu Ag

Ag perlu = 30424.65 = #DIV/0! cm2


0.75 0.75 0 #DIV/0!

- A baut perlu = 30424.65 = 27.16 cm2 #DIV/0!


1120

Untuk tiap sisi A baut perlu = 27.16 / 2 sisi = 13.58 cm2


Direncanakan menggunakan angker D30 ( A = 7.07 cm2 )
Jumlah angker dalam 1 sisi = #DIV/0! / 7.07
= #DIV/0! ~ #DIV/0! buah
Dipasang 3 D 30 A = 21.2 cm2
Abaut > Aperlu
OK

7.5.4 Perencanaan Panjang Angker

Kekuatan Baut untuk menerima beban tarik pada tiap sisi adalah:
30424.65 / #DIV/0! baut = #DIV/0! kg
2 sisi

l = #DIV/0! = #DIV/0! cm
4.47 2p 1.5

7.5.5 Perencanaan Sambungan Las

t plat = 3 cm

Profil Baja Bj 52 fu = 0 kg/cm2


fu las E70 xx = 70 ksi
= 70 x 70.3 kg/cm3

Syarat tebal plat:


a min = 3 mm
a max = t - 0.1 = 3 - 0.1
= 2.9 cm

af max = 1.41 x fu elemen t


fu las
= 1.41 x 0 x 3
70 x 70.3
= 0 cm = 0 mm

Pakai a = 3 mm
te = 0.707 a = 2.12 mm
b = 30 cm
d = 30 cm
Sx = b * d + ( d2 / 3)
= 30 30 + 900
3
= 1200 cm3

Akibat Pu : fvp = Pu
2 ( 2 b + d ) te

= 22617
2 2 30 + 30 2.12
= 592.41 kg/cm2

Akibat Mu: fhm = Mu = 1093100


Sx 1200
= 910.92 kg/cm2

f las = 0.75 x 0.6 x 70 x 70.3


= 2214.45

f total = fv2 + fh2


= 592.41 2
+ 910.92 2

= ### kg/cm2 <= 0.75 0.6 fu las


= 1086.61 kg/cm2 <= 2214.45 kg/cm2 OK !!