Anda di halaman 1dari 136

PERATURAN MENTERI KESEHATAN

REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 75 TAHUN 2014

TENTANG

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

KEMENTERIAN KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
DAFTAR ISI

Halaman

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN
MASYARAKAT 1

BAB I KETENTUAN UMUM 3


BAB II PRINSIP PENYELENGGARAAN, TUGAS, FUNGSI DAN
WEWENANG 4
BAB III PERSYARATAN 7
BAB IV KATEGORI PUSKESMAS 11
BAB V PERIZINAN DAN REGISTRASI 14
BAB VI PENYELENGGARAAN 17
BAB VII PENDANAAN 22
BAB IX PEMBINAAN DAN PENGAWASAN 23
BAB X KETENTUAN PERALIHAN 23
BAB XI KETENTUAN PENUTUP 24

LAMPIRAN 25
I. PERSYARATAN LOKASI PUSKESMAS 25
II. PERSYARATAN BANGUNAN PUSKESMAS 27
III. PERSYARATAN PRASARANA PUSKESMAS 41
IV. PERSYARATAN PERALATAN PUSKESMAS 50
V. STANDAR KETENAGAAN PUSKESMAS 108
VI. KETENTUAN PUSKESMAS RAWAT INAP 109
VII. ORGANISASI PUSKESMAS 112
VIII. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS 116
IX. JARINGAN PELAYANAN PUSKESMAS 127
X. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN 130

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 i


DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1 Puskesmas Non Rawat Inap 29


Gambar 2 Puskesmas Rawat Inap 30
Gambar 3 Puskesmas Pembantu 31
Gambar 4 Lambang Puskesmas 32
Gambar 5 Ruang gerak dalam KM/WC pasien dan penyandang
disabilitas 40
Gambar 6. Ram 49

ii Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 75 TAHUN 2014

TENTANG

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah


satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama memiliki peranan penting dalam sistem
kesehatan nasional, khususnya subsistem upaya
kesehatan;
b. bahwa penyelenggaraan Pusat Kesehatan
Masyarakat perlu ditata ulang untuk meningkatkan
aksesibilitas, keterjangkauan, dan kualitas pelayanan
dalam rangka meningkatkan derajat masyarakat serta
menyukseskan program jaminan sosial nasional;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu
menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5063);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang
Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637);
4. Peraturan ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 1


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang


Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan
Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 8737);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2014
tentang Sistem Informasi Kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5542);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang
Kesehatan Lingkungan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 184, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5570);
7. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang
Sistem Kesehatan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 193);
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 Tahun
2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan
Perseorangan (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2013 Nomor 122);
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 37 Tahun
2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat
Kesehatan Masyarakat (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2013 Nomor 1118);
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2013
tentang Kriteria Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Terpencil, Sangat Terpencil, dan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan yang Tidak Diminati (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 153);
11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun
2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2013 Nomor 906);

Memutuskan : ...

2 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PUSAT


KESEHATAN MASYARAKAT.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:
1. Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan
untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif,
preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah,
pemerintah daerah dan/atau masyarakat.
2. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas
adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif,
untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
di wilayah kerjanya.
3. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota adalah satuan kerja pemerintahan
daerah kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
urusan pemerintahan dalam bidang kesehatan di kabupaten/kota.
4. Upaya Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disingkat UKM adalah
setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan
sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat.
5. Upaya Kesehatan Perseorangan yang selanjutnya disingkat UKP adalah
suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan
yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan, penyembuhan
penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan memulihkan
kesehatan perseorangan.
6. Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan
melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu
memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
7. Registrasi adalah proses pendaftaran Puskesmas yang meliputi
pengajuan dan pemberian kode Puskesmas.

8. Akreditasi ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 3


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

8. Akreditasi Puskesmas adalah pengakuan terhadap Puskesmas yang


diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang
ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai bahwa Puskesmas telah memenuhi
standar pelayanan Puskesmas yang telah ditetapkan oleh Menteri untuk
meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas secara berkesinambungan.
9. Sistem Rujukan adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
mengatur pelimpahan tugas dan tanggungjawab pelayanan kesehatan
secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal.
10. Pelayanan Kesehatan adalah upaya yang diberikan oleh Puskesmas
kepada masyarakat, mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi,
pencatatan, pelaporan, dan dituangkan dalam suatu sistem.
11. Sistem Informasi Puskesmas adalah suatu tatanan yang menyediakan
informasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam
melaksanakan manajemen Puskesmas dalam mencapai sasaran
kegiatannya.
12. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan
di bidang kesehatan.

Pasal 2
(1) Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan
untuk mewujudkan masyarakat yang:
a. memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat;
b. mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu
c. hidup dalam lingkungan sehat; dan
d. memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
(2) Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mendukung terwujudnya
kecamatan sehat.

BAB II
PRINSIP PENYELENGGARAAN, TUGAS, FUNGSI DAN WEWENANG

Pasal 3
(1) Prinsip penyelenggaraan Puskesmas meliputi:
a. paradigma sehat;

b. pertanggungjawaban ...

4 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

b. pertanggungjawaban wilayah;
c. kemandirian masyarakat;
d. pemerataan;
e. teknologi tepat guna; dan
f. keterpaduan dan kesinambungan.
(2) Berdasarkan prinsip paradigma sehat sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf a, Puskesmas mendorong seluruh pemangku kepentingan
untuk berkomitmen dalam upaya mencegah dan mengurangi resiko
kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
(3) Berdasarkan prinsip pertanggungjawaban wilayah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b, Puskesmas menggerakkan dan
bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya.
(4) Berdasarkan prinsip kemandirian masyarakat sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf c, Puskesmas mendorong kemandirian hidup sehat
bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
(5) Berdasarkan prinsip pemerataan sebagaimana pada ayat (1) huruf
d, Puskesmas menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang dapat
diakses dan terjangkau oleh seluruh masyarakat di wilayah kerjanya
secara adil tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama, budaya
dan kepercayaan.
(6) Berdasarkan prinsip teknologi tepat guna sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf e, Puskesmas menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan
dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan
kebutuhan pelayanan, mudah dimanfaatkan dan tidak berdampak
buruk bagi lingkungan.
(7) Berdasarkan prinsip keterpaduan dan kesinambungan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf f, Puskesmas mengintegrasikan dan
mengoordinasikan penyelenggaraan UKM dan UKP lintas program
dan lintas sektor serta melaksanakan Sistem Rujukan yang didukung
dengan manajemen Puskesmas.

Pasal 4
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk
mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam
rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.

Pasal 5 ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 5


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 5
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4,
Puskesmas menyelenggarakan fungsi:
a. penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
b. penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.

Pasal 6
Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5
huruf a, Puskesmas berwenang untuk:
a. melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan
masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
b. melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
c. melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan;
d. menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang
bekerjasama dengan sektor lain terkait;
e. melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan
upaya kesehatan berbasis masyarakat;
f. melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia
Puskesmas;
g. memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
h. melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses,
mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan; dan
i. memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat,
termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon
penanggulangan penyakit.

Pasal 7
Dalam menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5
huruf b, Puskesmas berwenang untuk:
a. menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu;
b. menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya
promotif dan preventif;
c. menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat;
d. menyelenggarakan ...

6 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

d. menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan


dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
e. menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan
kerja sama inter dan antar profesi;
f. melaksanakan rekam medis;
g. melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan
akses Pelayanan Kesehatan;
h. melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;
i. mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
j. melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan
Sistem Rujukan.

Pasal 8
(1) Selain menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal
5, Puskesmas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan Tenaga
Kesehatan.
(2) Ketentuan mengenai wahana pendidikan Tenaga Kesehatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB III
PERSYARATAN

Pasal 9
(1) Puskesmas harus didirikan pada setiap kecamatan.
(2) Dalam kondisi tertentu, pada 1 (satu) kecamatan dapat didirikan lebih
dari 1 (satu) Puskesmas.
(3) Kondisi tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan
berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan, jumlah penduduk
dan aksesibilitas.
(4) Pendirian Puskesmas harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan,
prasarana, peralatan kesehatan, ketenagaan, kefarmasian dan
laboratorium.

Pasal 10 ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 7


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 10
(1) Lokasi pendirian Puskesmas harus memenuhi persyaratan:
a. geografis;
b. aksesibilitas untuk jalur transportasi;
c. kontur tanah;
d. fasilitas parkir;
e. fasilitas keamanan;
f. ketersediaan utilitas publik;
g. pengelolaan kesehatan lingkungan; dan
h. kondisi lainnya.
(2) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pendirian
Puskesmas harus memperhatikan ketentuan teknis pembangunan
bangunan gedung negara.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai lokasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 11
(1) Bangunan Puskesmas harus memenuhi persyaratan yang meliputi:
a. persyaratan administratif, persyaratan keselamatan dan kesehatan
kerja, serta persyaratan teknis bangunan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
b. bersifat permanen dan terpisah dengan bangunan lain; dan
c. menyediakan fungsi, keamanan, kenyamanan, perlindungan
keselamatan dan kesehatan serta kemudahan dalam memberi
pelayanan bagi semua orang termasuk yang berkebutuhan khusus,
anak-anak dan lanjut usia.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai bangunan tercantum dalam Lampiran
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 12
(1) Selain bangunan Puskesmas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
11, setiap Puskesmas harus memiliki bangunan rumah dinas Tenaga
Kesehatan.
(2) Bangunan rumah dinas Tenaga Kesehatan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) didirikan dengan mempertimbangkan aksesibilitas tenaga
kesehatan dalam memberikan pelayanan.

Pasal 13 ...

8 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 13
(1) Puskesmas harus memiliki prasarana yang berfungsi paling sedikit
terdiri atas:
a. sistem penghawaan (ventilasi);
b. sistem pencahayaan;
c. sistem sanitasi;
d. sistem kelistrikan;
e. sistem komunikasi;
f. sistem gas medik;
g. sistem proteksi petir;
h. sistem proteksi kebakaran;
i. sistem pengendalian kebisingan;
j. sistem transportasi vertikal untuk bangunan lebih dari 1 (satu)
lantai;
k. kendaraan Puskesmas keliling; dan
l. kendaraan ambulans.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai prasarana sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 14
Bangunan dan prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 sampai
dengan Pasal 13 harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan pemeriksaan
secara berkala agar tetap laik fungsi.

Pasal 15
(1) Peralatan kesehatan di Puskesmas harus memenuhi persyaratan:
a. standar mutu, keamanan, keselamatan;
b. memiliki izin edar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
dan
c. diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh institusi penguji dan
pengkalibrasi yang berwenang.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai peralatan tercantum dalam Lampiran
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 16 ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 9


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 16
(1) Sumber daya manusia Puskesmas terdiri atas Tenaga Kesehatan dan
tenaga non kesehatan.
(2) Jenis dan jumlah Tenaga Kesehatan dan tenaga non kesehatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan analisis
beban kerja, dengan mempertimbangkan jumlah pelayanan yang
diselenggarakan, jumlah penduduk dan persebarannya, karakteristik
wilayah kerja, luas wilayah kerja, ketersediaan fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama lainnya di wilayah kerja, dan pembagian
waktu kerja.
(3) Jenis Tenaga Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling
sedikit terdiri atas:
a. dokter atau dokter layanan primer;
b. dokter gigi;
c. perawat;
d. bidan;
e. tenaga kesehatan masyarakat;
f. tenaga kesehatan lingkungan;
g. ahli teknologi laboratorium medik;
h. tenaga gizi; dan
i. tenaga kefarmasian.
(4) Tenaga non kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus
dapat mendukung kegiatan ketatausahaan, administrasi keuangan,
sistem informasi, dan kegiatan operasional lain di Puskesmas.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis dan jumlah minimal Tenaga
Kesehatan dan tenaga non kesehatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 17
(1) Tenaga Kesehatan di Puskesmas harus bekerja sesuai dengan standar
profesi, standar pelayanan, standar prosedur operasional, etika profesi,
menghormati hak pasien, serta mengutamakan kepentingan dan
keselamatan pasien dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan
dirinya dalam bekerja.
(2) Setiap Tenaga Kesehatan yang bekerja di Puskesmas harus memiliki
surat izin praktik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 18 ...

10 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 18
(1) Pelayanan kefarmasian di Puskesmas harus dilaksanakan oleh Tenaga
Kesehatan yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk melakukan
pekerjaan kefarmasian.
(2) Pelayanan kefarmasian di Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 19
(1) Pelayanan laboratorium di Puskesmas harus memenuhi kriteria
ketenagaan, sarana, prasarana, perlengkapan dan peralatan.
(2) Pelayanan laboratorium di Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB IV
KATEGORI PUSKESMAS

Pasal 20
Dalam rangka pemenuhan Pelayanan Kesehatan yang didasarkan pada
kebutuhan dan kondisi masyarakat, Puskesmas dapat dikategorikan
berdasarkan karakteristik wilayah kerja dan kemampuan penyelenggaraan.

Pasal 21
Berdasarkan karakteristik wilayah kerjanya sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 20, Puskesmas dikategorikan menjadi:
a. Puskesmas kawasan perkotaan;
b. Puskesmas kawasan pedesaan; dan
c. Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil.

Pasal 22 ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 11


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 22
(1) Puskesmas kawasan perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
21 huruf a merupakan Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi
kawasan yang memenuhi paling sedikit 3 (tiga) dari 4 (empat) kriteria
kawasan perkotaan sebagai berikut:
a. aktivitas lebih dari 50% (lima puluh persen) penduduknya pada
sektor non agraris, terutama industri, perdagangan dan jasa;
b. memiliki fasilitas perkotaan antara lain sekolah radius 2,5 km,
pasar radius 2 km, memiliki rumah sakit radius kurang dari 5 km,
bioskop, atau hotel;
c. lebih dari 90% (sembilan puluh persen) rumah tangga memiliki
listrik; dan/atau
d. terdapat akses jalan raya dan transportasi menuju fasilitas perkotaan
sebagaimana dimaksud pada huruf b.
(2) Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan oleh Puskesmas kawasan
perkotaan memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. memprioritaskan pelayanan UKM;
b. pelayanan UKM dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi
masyarakat;
c. pelayanan UKP dilaksanakan oleh Puskesmas dan fasilitas
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau
masyarakat;
d. optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan; dan
e. pendekatan pelayanan yang diberikan berdasarkan kebutuhan dan
permasalahan yang sesuai dengan pola kehidupan masyarakat
perkotaan.

Pasal 23
(1) Puskesmas kawasan pedesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
21 huruf b merupakan Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi
kawasan yang memenuhi paling sedikit 3 (tiga) dari 4 (empat) kriteria
kawasan pedesaan sebagai berikut:
a. aktivitas lebih dari 50% (lima puluh persen) penduduk pada sektor
agraris;

b. memiliki ...

12 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

b. memiliki fasilitas antara lain sekolah radius lebih dari 2,5 km, pasar
dan perkotaan radius lebih dari 2 km, rumah sakit radius lebih dari
5 km, tidak memiliki fasilitas berupa bioskop atau hotel;
c. rumah tangga dengan listrik kurang dari 90% (Sembilan puluh
persen; dan
d. terdapat akses jalan dan transportasi menuju fasilitas sebagaimana
dimaksud pada huruf b.
(2) Penyelenggaraan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas kawasan
pedesaan memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. pelayanan UKM dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi
masyarakat;
b. pelayanan UKP dilaksanakan oleh Puskesmas dan fasilitas pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat;
c. optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan; dan
d. pendekatan pelayanan yang diberikan menyesuaikan dengan pola
kehidupan masyarakat perdesaan.

Pasal 24
(1) Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 21 huruf c merupakan Puskesmas yang wilayah
kerjanya meliputi kawasan dengan karakteristik sebagai berikut:
a. berada di wilayah yang sulit dijangkau atau rawan bencana, pulau
kecil, gugus pulau, atau pesisir;
b. akses transportasi umum rutin 1 kali dalam 1 minggu, jarak tempuh
pulang pergi dari ibukota kabupaten memerlukan waktu lebih dari
6 jam, dan transportasi yang ada sewaktu-waktu dapat terhalang
iklim atau cuaca; dan
c. kesulitan pemenuhan bahan pokok dan kondisi keamanan yang
tidak stabil.
(2) Penyelenggaraan pelayanan kesehatan oleh Puskesmas kawasan
terpencil dan sangat terpencil memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. memberikan pelayanan UKM dan UKP dengan penambahan
kompetensi tenaga kesehatan;
b. dalam pelayanan UKP dapat dilakukan penambahan kompetensi
dan kewenangan tertentu bagi dokter, perawat, dan bidan;

c. pelayanan ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 13


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

c. pelayanan UKM diselenggarakan dengan memperhatikan kearifan


lokal;
d. pendekatan pelayanan yang diberikan menyesuaikan dengan pola
kehidupan masyarakat di kawasan terpencil dan sangat terpencil;
e. optimalisasi dan peningkatan kemampuan jaringan pelayanan
Puskesmas dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan; dan
f. pelayanan UKM dan UKP dapat dilaksanakan dengan pola gugus
pulau/cluster dan/atau pelayanan kesehatan bergerak untuk
meningkatkan aksesibilitas.

Pasal 25
(1) Berdasarkan kemampuan penyelenggaraan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 20, Puskesmas dikategorikan menjadi:
a. Puskesmas non rawat inap; dan
b. Puskesmas rawat inap.
(2) Puskesmas non rawat inap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
a adalah Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat
inap, kecuali pertolongan persalinan normal.
(3) Puskesmas rawat inap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
b adalah Puskesmas yang diberi tambahan sumber daya untuk
meenyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan
kebutuhan pelayanan kesehatan.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Puskesmas rawat inap sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

BAB V
PERIZINAN DAN REGISTRASI

Pasal 26
(1) Setiap Puskesmas wajib memiliki izin untuk menyelenggarakan
pelayanan kesehatan.
(2) Izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota.
(3) Izin berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang
selama memenuhi persyaratan.
(4) Perpanjangan ...

14 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

(4) Perpanjangan izin sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan


dengan mengajukan permohonan perpanjangan selambat-lambatnya 6
(enam) bulan sebelum habis masa berlakunya izin.

Pasal 27
(1) Untuk memperoleh izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 26,
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengajukan permohonan
tertulis kepada Bupati/Walikota melalui satuan kerja pada pemerintah
daerah kabupaten/kota yang menyelenggarakan perizinan terpadu
dengan melampirkan dokumen:
a. fotokopi sertifikat tanah atau bukti lain kepemilikan tanah yang sah;
b. fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
c. dokumen pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan;
d. surat keputusan dari Bupati/Walikota terkait kategori Puskesmas;
e. studi kelayakan untuk Puskesmas yang baru akan didirikan atau
akan dikembangkan;
f. profil Puskesmas yang meliputi aspek lokasi, bangunan, prasarana,
peralatan kesehatan, ketenagaan, dan pengorganisasian untuk
Puskesmas yang mengajukan permohonan perpanjangan izin; dan
g. persyaratan lainnya sesuai dengan peraturan daerah setempat.
(2) Satuan kerja pada pemerintah daerah harus menerbitkan bukti
penerimaan berkas permohonan yang telah lengkap atau memberikan
informasi apabila berkas permohonan belum lengkap kepada pemohon
yang mengajukan permohonan izin sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) hari kerja sejak berkas
permohonan diterima.
(3) Dalam hal berkas permohonan belum lengkap sebagaimana dimaksud
pada ayat (2), pemohon harus mengajukan permohonan ulang kepada
pemberi izin.
(4) Dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah bukti
penerimaan berkas diterbitkan, pemberi izin harus menetapkan untuk
memberikan atau menolak permohonan izin.
(5) Dalam hal terdapat masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam
kurun waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pemberi izin dapat
memperpanjang jangka waktu pemrosesan izin paling lama 14 (empat
belas) hari kerja dengan menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada
pemohon.

(6) Penetapan ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 15


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

(6) Penetapan pemberian atau penolakan permohonan izin dilakukan


setelah pemberi izin melakukan penilaian dokumen dan peninjauan
lapangan.
(7) Dalam hal permohonan izin ditolak, pemberi izin harus memberikan
alasan penolakan yang disampaikan secara tertulis kepada pemohon.
(8) Apabila pemberi izin tidak menerbitkan izin atau tidak menolak
permohonan hingga berakhirnya batas waktu sebagaimana dimaksud
pada ayat (3) dan ayat (4), permohonan izin dianggap diterima.

Pasal 28
(1) Setiap Puskesmas yang telah memiliki izin wajib melakukan registrasi.
(2) Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kepada Menteri setelah memperoleh
rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi.
(3) Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan dalam jangka
waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah izin Puskesmas ditetapkan.

Pasal 29
(1) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengajukan surat pemohonan
rekomendasi Registrasi Puskesmas kepada Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi dengan melampirkan izin Puskesmas dan surat keputusan dari
Bupati/Walikota terkait jenis Puskesmas berdasarkan karakteristik
wilayah kerjanya dan kemampuan penyelenggaraan rawat inapnya.
(2) Dinas kesehatan provinsi melakukan verifikasi dan penilaian kelayakan
Puskesmas dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja setelah surat permohonan rekomendasi Registrasi Puskesmas
diterima.
(3) Dalam hal Puskesmas memenuhi penilaian kelayakan, dinas kesehatan
provinsi memberikan surat rekomendasi Registrasi Puskesmas, paling
lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah melakukan penilaian.

Pasal 30 ...

16 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 30
(1) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengajukan surat permohonan
registrasi Puskesmas kepada Menteri sebagaimana dimaksud dalam
pasal 28 dengan melampirkan:
a. fotokopi izin Puskesmas;
b. profil Puskesmas;
c. laporan kegiatan Puskesmas sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan
terakhir;
d. surat keputusan dari Bupati/Walikota terkait kategori Puskesmas;
dan
e. rekomendasi dinas kesehatan provinsi.
(2) Menteri menetapkan nomor registrasi berupa kode Puskesmas paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak surat permohonan registrasi
Puskesmas diterima.
(3) Kode Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diinformasikan
kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dan dinas kesehatan provinsi.

Pasal 31
(1) Puskesmas dapat ditingkatkan menjadi rumah sakit milik Pemerintah
Daerah.
(2) Dalam hal Puskesmas dijadikan rumah sakit sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Pemerintah Daerah wajib mendirikan Puskesmas baru
sebagai pengganti di wilayah tersebut.
(3) Pendirian Puskesmas baru sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini.

BAB VI
PENYELENGGARAAN

Bagian Kesatu
Kedudukan dan Organisasi

Pasal 32
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/
kota, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 33 ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 17


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 33
(1) Puskesmas dipimpin oleh seorang Kepala Puskesmas.
(2) Kepala Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
seorang Tenaga Kesehatan dengan kriteria sebagai berikut:
a. tingkat pendidikan paling rendah sarjana dan memiliki kompetensi
manajemen kesehatan masyarakat;
b. masa kerja di Puskesmas minimal 2 (dua) tahun; dan
c. telah mengikuti pelatihan manajemen Puskesmas.
(3) Kepala Puskesmas bertanggungjawab atas seluruh kegiatan di
Puskesmas.
(4) Dalam melaksanakan tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat
(3), Kepala Puskesmas merencanakan dan mengusulkan kebutuhan
sumber daya Puskesmas kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.
(5) Dalam hal di Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil tidak
tersedia seorang tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
huruf a, maka Kepala Puskesmas merupakan tenaga kesehatan dengan
tingkat pendidikan paling rendah diploma tiga.

Pasal 34
(1) Organisasi Puskesmas disusun oleh dinas kesehatan kabupaten/kota
berdasarkan kategori, upaya kesehatan dan beban kerja Puskesmas.
(2) Organisasi Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling
sedikit terdiri atas:
a. kepala Puskesmas;
b. kepala sub bagian tata usaha;
c. penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat;
d. penanggung jawab UKP, kefarmasian dan Laboratorium; dan
e. penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring
fasilitas pelayanan kesehatan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai organisasi Puskesmas sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Bagian ...

18 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Bagian Kedua
Upaya Kesehatan

Pasal 35
(1) Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat tingkat
pertama dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama.
(2) Upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Pasal 36
(1) Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 35 meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan
upaya kesehatan masyarakat pengembangan.
(2) Upaya kesehatan masyarakat esensial sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) meliputi:
a. pelayanan promosi kesehatan;
b. pelayanan kesehatan lingkungan;
c. pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana;
d. pelayanan gizi; dan
e. pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.
(3) Upaya kesehatan masyarakat esensial sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) harus diselenggarakan oleh setiap Puskesmas untuk
mendukung pencapaian standar pelayanan minimal kabupaten/kota
bidang kesehatan.
(4) Upaya kesehatan masyarakat pengembangan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) merupakan upaya kesehatan masyarakat yang
kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan/atau
bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan
prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi
sumber daya yang tersedia di masing-masing Puskesmas.
(5) Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama yang dapat dilakukan
oleh Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam
Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini.

Pasal 37 ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 19


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Pasal 37
(1) Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 35 dilaksanakan dalam bentuk:
a. rawat jalan;
b. pelayanan gawat darurat;
c. pelayanan satu hari (one day care);
d. home care; dan/atau
e. rawat inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan
kesehatan.
(2) Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan standar prosedur operasional
dan standar pelayanan.

Pasal 38
Untuk melaksanakan upaya kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
35, Pasal 36, dan Pasal 37, Puskesmas harus menyelenggarakan:
a. manajemen Puskesmas;
b. pelayanan kefarmasian;
c. pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat; dan
d. pelayanan laboratorium.

Bagian Ketiga
Akreditasi

Pasal 39
(1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, Puskesmas wajib
diakreditasi secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.
(2) Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh lembaga
independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri.
(3) Lembaga independen penyelenggara akreditasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) bersifat mandiri dalam proses pelaksanaan, pengambilan
keputusan dan penerbitan sertifikat status akreditasi.
(4) Dalam hal lembaga Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
belum terbentuk, pelaksanaan akreditasi Puskesmas dilaksanakan
oleh komisi akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama
yang ditetapkan oleh Menteri.
(5) Ketentuan ...

20 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan akreditasi Puskesmas


diatur dengan Peraturan Menteri.

Bagian Keempat
Jaringan Pelayanan, Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan
dan Sistem Rujukan

Pasal 40
(1) Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pelayanan, Puskesmas
didukung oleh jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas
pelayanan kesehatan.
(2) Jaringan pelayanan Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
terdiri atas Puskesmas pembantu, Puskesmas keliling, dan bidan desa.
(3) Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) terdiri atas klinik, rumah sakit, apotek, laboratorium, dan fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya.
(4) Puskesmas pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memberikan
pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah
kerja Puskesmas.
(5) Puskesmas keliling sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memberikan
pelayanan kesehatan yang sifatnya bergerak (mobile), untuk
meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan bagi masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam
gedung Puskesmas.
(6) Bidan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan bidan
yang ditempatkan dan bertempat tinggal pada satu desa dalam wilayah
kerja Puskesmas.
(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan jaringan pelayanan
Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), (4), (5), dan (6)
tercantum dalam Lampiran yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Menteri ini.

Pasal 41
(1) Puskesmas dalam menyelenggarakan upaya kesehatan dapat
melaksanakan rujukan.

(2) Rujukan ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 21


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

(2) Rujukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai


sistem rujukan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem rujukan sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

BAB VII
PENDANAAN

Pasal 42
(1) Pendanaan di Puskesmas bersumber dari:
a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);
b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN);
c. sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
(2) Pengelolaan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB VIII
SISTEM INFORMASI PUSKESMAS

Pasal 43
(1) Setiap Puskesmas wajib melakukan kegiatan sistem informasi
Puskesmas.
(2) Sistem Informasi Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat diselenggarakan secara eletronik atau non elektronik.
(3) Sistem informasi Puskesmas paling sedikit mencakup:
a. pencatatan dan pelaporan kegiatan Puskesmas dan jaringannya;
b. survei lapangan;
c. laporan lintas sektor terkait; dan
d. laporan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.

Pasal 44
(1) Sistem Informasi Puskesmas merupakan bagian dari sistem informasi
kesehatan kabupaten/kota.
(2) Dalam menyelenggarakan sistem informasi Puskesmas, Puskesmas
wajib menyampaikan laporan kegiatan Puskesmas secara berkala
kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.

(3) Laporan ...

22 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

(3) Laporan kegiatan Puskesmas sebagaimana dimaksud pada ayat (2)


merupakan sumber data dari pelaporan data kesehatan prioritas yang
diselenggarakan melalui komunikasi data.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Sistem Informasi Puskesmas
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

BAB IX
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pasal 45
(1) Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota serta fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat
lanjutan milik Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan
pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Puskesmas,
sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
(2) Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota dapat melibatkan organisasi profesi dalam melakukan
pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Puskesmas.
(3) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan ayat (2) diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada
masyarakat.
(4) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan
ayat (2) dalam bentuk fasilitasi, konsultasi, pendidikan dan pelatihan
serta penelitian dan pengembangan.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan dan pengawasan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) tercantum
dalam Lampiran yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri ini.

BAB X
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 46
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku:
a. lokasi dan bangunan Puskesmas yang telah berdiri sebelum
ditetapkannya Peraturan Menteri ini, dianggap telah memenuhi
persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini.

b. Puskesmas ...

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 23


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

b. Puskesmas yang telah ada harus menyesuaikan dengan Peraturan


Menteri ini paling lambat 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini
diundangkan.

BAB XI
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 47
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor 128/Menkes/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat
Kesehatan Masyarakat, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 48
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 17 Oktober 2014

MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA,

NAFSIAH MBOI
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 17 Oktober 2014

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


REPUBLIK INDONESIA,

AMIR SYAMSUDIN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 1676

24 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KESEHATAN
NOMOR 75 TAHUN 2014
TENTANG
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

I. PERSYARATAN LOKASI PUSKESMAS

A. Geografis
Puskesmas tidak didirikan di lokasi berbahaya, yaitu:
1. tidak di tepi lereng;
2. tidak dekat kaki gunung yang rawan terhadap tanah longsor;
3. tidak dekat anak sungai, sungai atau badan air yang dapat
mengikis pondasi;
4. tidak di atas atau dekat dengan jalur patahan aktif;
5. tidak di daerah rawan tsunami;
6. tidak di daerah rawan banjir;
7. tidak dalam zona topan;
8. tidak di daerah rawan badai, dan lain-lain.
B. Aksesibilitas untuk jalur transportasi
Puskesmas didirikan di lokasi yang mudah dijangkau oleh
masyarakat dan dapat diakses dengan mudah menggunakan
transportasi umum. Tersedia jalur untuk pejalan kaki dan jalur-
jalur yang aksesibel untuk penyandang disabilitas.
C. Kontur Tanah
Kontur tanah mempunyai pengaruh penting pada perencanaan
struktur, dan harus dipilih sebelum perencanaan awal dapat dimulai.
Selain itu kontur tanah juga berpengaruh terhadap perencanaan
sistem drainase, kondisi jalan terhadap tapak bangunan dan lain-
lain.
D. Fasilitas parkir
Perancangan dan perencanaan prasarana parkir cukup penting
karena prasarana parkir kendaraan akan menyita banyak lahan.
Kapasitas parkir harus memadai, menyesuaikan dengan kondisi
lokasi, sosial dan ekonomi daerah setempat.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 25


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

E. Fasilitas Keamanan
Perancangan dan perencanaan prasarana keamanan sangat penting
untuk mendukung pencegahan dan penanggulangan keamanan
minimal menggunakan Pagar.
F. Ketersediaan utilitas publik
Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan
membutuhkan air bersih, pembuangan air kotor/limbah, listrik,
dan jalur telepon. Pemerintah daerah harus mengupayakan
utilitas tersebut selalu tersedia untuk kebutuhan pelayanan
dengan mempertimbangkan berbagai sumber daya yang ada pada
daerahnya.
G. Pengelolaan Kesehatan Lingkungan
Puskesmas harus menyediakan fasilitas khusus untuk pengelolaan
kesehatan lingkungan antara lain air bersih, pengelolaan limbah
B3 seperti limbah padat dan cair yang bersifat infeksius dan non
infeksius serta pemantauan limbah gas/udara dari emisi incinerator
dan genset.
H. Kondisi lainnya
Puskesmas tidak didirikan di area sekitar Saluran Udara Tegangan
Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

26 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

II. PERSYARATAN BANGUNAN PUSKESMAS

A. Arsitektur Bangunan
1. Tata Ruang Bangunan
a. Rancangan tata ruang/bangunan agar memperhatikan
fungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.
b. Bangunan harus diselenggarakan sesuai dengan
peruntukan lokasi yang diatur dalam Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota dan/Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang bersangkutan.
c. Tata ruang Puskesmas mengikuti Peraturan Tata Ruang
Daerah:
1) Ditetapkan nilai Koefisien Dasar Bangunan (KDB)
maksimal untuk Puskesmas adalah 60%.
2) Ditetapkan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
maksimal untuk Puskesmas adalah 1,8.
3) Ditetapkan nilai Koefisien Daerah Hijau (KDH) minimal
untuk Puskesmas adalah 15%.
4) Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan Garis Sempadan
Pagar (GSP).

2. Desain
a. Tata letak ruang pelayanan pada bangunan Puskesmas
harus diatur dengan memperhatikan zona Puskesmas
sebagai bangunan fasilitas pelayanan kesehatan.
b. Tata letak ruangan diatur dan dikelompokkan dengan
memperhatikan zona infeksius dan non infeksius.
c. Zona berdasarkan privasi kegiatan:
1) area publik, yaitu area yang mempunyai akses langsung
dengan lingkungan luar Puskesmas, misalnya ruang
pendaftaran.
2) area semi publik, yaitu area yang tidak berhubungan
langsung dengan lingkungan luar Puskesmas, umumnya
merupakan area yang menerima beban kerja dari area
publik, misalnya laboratorium, ruang rapat/diskusi.
3) area privat, yaitu area yang dibatasi bagi pengunjung
Puskesmas, misalnya ruang sterilisasi, ruang rawat
inap.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 27


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

d. Zona berdasarkan pelayanan:


Tata letak ruang diatur dengan memperhatikan kemudahan
pencapaian antar ruang yang saling memiliki hubungan
fungsi, misalnya:
1) Ruang rawat inap pasien letaknya mudah terjangkau
dari ruang jaga petugas.
2) Perawatan pasca persalinan antara ibu dengan bayi
dilakukan dengan sistem rawat gabung.
e. Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman dan aman
untuk semua bagian bangunan.
f. Harus disediakan fasilitas pendingin untuk penyimpanan
obat-obatan khusus dan vaksin dengan suplai listrik yang
tidak boleh terputus.
g. Lebar koridor disarankan 2,40 m dengan tinggi langit-langit
minimal 2,80 m. Koridor sebaiknya lurus. Apabila terdapat
perbedaan ketinggian permukaan pijakan, maka dapat
menggunakan ram dengan kemiringannya tidak melebihi
7.

28 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Gambar 1
Puskesmas Non Rawat Inap

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 29


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Gambar 2
Puskesmas Rawat Inap

30 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Gambar 3
Puskesmas Pembantu

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 31


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

3. Lambang
Bangunan Puskesmas harus memasang lambang sebagai
berikut agar mudah dikenal oleh masyarakat:
Gambar 4
Lambang Puskesmas

Lambang Puskesmas harus diletakkan di depan bangunan


yang mudah terlihat dari jarak jauh oleh masyarakat. Arti dari
lambang Puskesmas tersebut yaitu:
a. Bentuk segi enam (hexagonal), melambangkan:
1) keterpaduan dan kesinambungan yang terintegrasi dari
6 prinsip yang melandasi penyelenggaraan Puskesmas.
2) makna pemerataan pelayanan kesehatan yang mudah
di akses masyarakat.
3) pergerakan dan pertanggung jawaban Puskesmas di
wilayah kerjanya.
b. Irisan dua buah bentuk lingkaran melambangkan dua
unsur upaya kesehatan, yaitu:
1) Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah
kesehatan masyarakat.
2) Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah
kesehatan perorangan.
c. Stilasi bentuk sebuah bangunan, melambangkan
Puskesmas sebagai tempat/wadah diberlakukannya
semua prinsip dan upaya dalam proses penyelenggaraan
kesehatan.

32 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

d. Bidang segitiga mewakili tiga faktor yang mempengaruhi


status derajat kesehatan masyarakat yaitu genetik,
lingkungan, dan perilaku.
e. Bentuk palang hijau didalam bentuk segi enam
melambangkan pelayanan kesehatan yang mengutamakan
promotif preventif.
f. Warna hijau melambangkan tujuan pembangunan
kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas, dalam rangka
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya.
g. Warna putih melambangkan pengabdian luhur Puskesmas.

4. Ruang
Jumlah dan jenis ruang di Puskesmas dan Puskesmas
Pembantu ditentukan melalui analisis kebutuhan ruang
berdasarkan pelayanan yang diselenggarakan dan ketersediaan
sumber daya. Tabel dibawah ini menunjukkan program ruang
minimal pada Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, sebagai
berikut berikut:

a. Puskesmas Non Rawat Inap


No. Nama Ruang Keterangan

Ruang Kantor
Ruangan administrasi
1.
kantor
Ruangan Kepala
2.
Puskesmas
Dapat digunakan untuk
kegiatan lain dalam
3. Ruangan rapat mendukung pelayanan
kesehatan (ruang
multifungsi).
Ruang Pelayanan
Ruangan pendaftaran dan
4.
rekam medik
5. Ruangan tunggu

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 33


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

No. Nama Ruang Keterangan


Ruangan pemeriksaan
6.
umum
Ruang tindakan juga
7. Ruangan tindakan digunakan untuk pelayanan
gawat darurat.

Ruangan KIA, KB dan


8.
imunisasi
Ruangan kesehatan gigi
9.
dan mulut
10. Ruangan ASI
Ruangan promosi Dapat dipergunakan untuk
11. konsultasi dan konseling.
kesehatan
Sesuai dengan Standar
Pelayanan Kefarmasian
di Puskesmas.
Ruang penerimaan resep
dapat digabungkan
12. Ruang farmasi dengan ruang
penyerahan obat dan
dirancang agar tenaga
kefarmasian dapat
bertatap muka dengan
pasien.

13. Ruangan persalinan


Ruangan rawat pasca Hanya 1 tempat tidur
14.
persalinan
Sesuai dengan Standar
15. Laboratorium Pelayanan Laboratorium di
Puskesmas.

16. Ruangan sterilisasi


Dapat memiliki fungsi hanya
Ruangan Penyelenggaraan
17. sebagai tempat penyajian
Makanan
makanan.

34 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

No. Nama Ruang Keterangan

Kamar mandi/WC pasien Dikondisikan untuk dapat


18. (laki-laki dan perempuan digunakan oleh penyandang
terpisah) disabilitas.
Dikondisikan untuk dapat
19. KM/WC untuk persalinan digunakan oleh penyandang
disabilitas

Dikondisikan untuk dapat


20. KM/WC petugas digunakan oleh penyandang
disabilitas

21. Gudang umum


Pendukung
Merupakan rumah jabatan
Rumah dinas tenaga tenaga kesehatan dan
22. berjumlah paling sedikit 2
kesehatan
(dua) unit.

Parkir kendaraan roda 2


dan 4 serta garasi untuk
23.
ambulans dan Puskesmas
keliling

b. Puskesmas Rawat Inap


No. Nama Ruang Keterangan

Ruang Kantor
Ruangan administrasi
1.
kantor
Ruangan Kepala
2.
Puskesmas
Dapat digunakan untuk
kegiatan lain dalam
3. Ruangan rapat mendukung pelayanan
kesehatan (ruang
multifungsi).

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 35


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

No. Nama Ruang Keterangan

Ruang Pelayanan
Ruangan pendaftaran dan
4.
rekam medik
5. Ruangan tunggu
Ruangan pemeriksaan
6.
umum

7. Ruangan gawat darurat

Ruangan kesehatan anak


8.
dan imunisasi
Ruangan kesehatan ibu
9.
dan KB
Ruangan kesehatan gigi
10.
dan mulut
11. Ruangan ASI
Dapat dipergunakan untuk
Ruangan promosi konsultasi dan konseling.
12.
kesehatan

Sesuai dengan Standar


Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas
Ruang penerimaan resep
dapat digabungkan
13. Ruang farmasi dengan ruang penyerahan
obat dan dirancang agar
tenaga kefarmasian dapat
bertatap muka dengan
pasien

Letak ruang bergabung di


14. Ruangan Persalinan area rawat inap
Hanya 1 tempat tidur, letak
Ruangan rawat pasca ruang bergabung di area
15.
persalinan rawat inap

36 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

No. Nama Ruang Keterangan

16. Ruangan tindakan


Dibedakan antara laki-laki,
17. Ruangan rawat inap perempuan dan anak.

Kamar Mandi/ WC Pasien Dikondisikan untuk dapat


18. (laki-laki dan perempuan digunakan oleh penyandang
terpisah) disabilitas
Sesuai dengan Standar
19. Laboratorium Pelayanan Laboratorium di
Puskesmas

20. Ruangan cuci linen

21. Ruangan Sterilisasi


Memiliki fungsi sebagai
Ruangan Penyelenggaraan tempat pengolahan dan
22.
Makanan penyajian makanan.
Dikondisikan untuk dapat
23. KM/WC untuk rawat inap digunakan oleh penyandang
disabilitas
Dikondisikan untuk dapat
24. KM/WC Petugas digunakan oleh penyandang
disabilitas

25. Ruangan jaga petugas

26. Gudang umum

Pendukung
Rumah dinas merupakan
rumah jabatan tenaga
Rumah dinas tenaga kesehatan dan berjumlah
27.
kesehatan paling sedikit 2 (dua) unit.

Parkir kendaraan roda 2


dan 4 serta garasi untuk
28.
ambulans dan Puskesmas
keliling

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 37


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

d. Puskesmas Pembantu
No. Nama Ruang Keterangan

Ruang Pelayanan
Ruangan pendaftaran
1.
dan administrasi
2. Ruangan tunggu
Ruangan pemeriksaan
3.
umum
Dapat digunakan untuk
4. Ruangan KIA dan KB melakukan promosi
kesehatan
Dikondisikan untuk
KM/WC Petugas & dapat digunakan oleh
5.
Pasien penyandang disabilitas

Pendukung
Rumah dinas merupakan
rumah jabatan tenaga
Rumah dinas tenaga
6. kesehatan dan berjumlah
kesehatan
paling sedikit 1 (satu)
unit.
7. Parkir

5. Persyaratan Komponen Bangunan dan Material


a. Atap
1) Atap harus kuat terhadap kemungkinan bencana (angin
puting beliung, gempa, dan lain-lain), tidak bocor, tahan
lama dan tidak menjadi tempat perindukan vektor.
2) Material atap tidak korosif, tidak mudah terbakar.
b. Langit-langit
1) Langit-langit harus kuat, berwarna terang, dan mudah
dibersihkan, tanpa profil dan terlihat tanpa sambungan
(seamless).
2) Ketinggian langit-langit dari lantai minimal 2,8 m.

38 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

c. Dinding
1) Material dinding harus keras, rata, tidak berpori, tidak
menyebabkan silau, kedap air, mudah dibersihkan,
dan tidak ada sambungan agar mudah dibersihkan.
Material dapat disesuaikan dengan kondisi di daerah
setempat.
2) Dinding KM/WC harus kedap air, dilapisi keramik
setinggi 150 cm.
3) Dinding laboratorium harus tahan bahan kimia,
mudah dibersihkan, tidak berpori.
d. Lantai
Material lantai harus kuat, kedap air, permukaan rata,
tidak licin, warna terang, mudah dibersihkan, dan dengan
sambungan seminimal mungkin.
e. Pintu dan Jendela
1) Lebar bukaan pintu utama dan ruang gawat darurat
minimal 120 cm atau dapat dilalui brankar dan pintu-
pintu yang bukan akses brankar memiliki lebar bukaan
minimal 90 cm. Pintu harus terbuka ke luar.
2) Pintu khusus untuk KM/WC di ruang perawatan dan
pintu KM/WC penyandang disabilitas, harus terbuka
ke luar dan lebar daun pintu minimal 90 cm.
3) Material pintu untuk KM/WC harus kedap air.

f. Kamar Mandi (KM)/WC


1) Memiliki ruang gerak yang cukup untuk masuk dan
keluar oleh pengguna.
2) Lantai terbuat dari bahan yang tidak licin dan air
buangan tidak boleh tergenang.
3) Pintu harus mudah dibuka dan ditutup.
4) Kunci-kunci dipilih sedemikian sehingga bisa dibuka
dari luar jika terjadi kondisi darurat.
5) Pemilihan tipe kloset disesuaikan dengan kebutuhan
dan kebiasaan pengguna pada daerah setempat.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 39


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

6) Sebaiknya disediakan minimal 1 KM/WC umum


untuk penyandang disabilitas, dilengkapi dengan
tampilan rambu/simbol penyandang disabilitas pada
bagian luarnya dan dilengkapi dengan pegangan
rambat (handrail) yang memiliki posisi dan ketinggian
disesuaikan dengan pengguna kursi roda dan
penyandang disabilitas lainnya. Pegangan disarankan
memiliki bentuk siku-siku mengarah ke atas untuk
membantu pergerakan pengguna kursi roda (contoh
gambar 5).

Gambar 5
Ruang gerak dalam KM/WC pasien dan penyandang disabilitas

g. Aksesibilitas Penyandang Disabilitas dan Lansia


1) Umum.
Setiap bangunan Puskesmas harus menyediakan
fasilitas dan aksesibilitas untuk menjamin terwujudnya
kemudahan, keamanan, dan kenyamanan.
2) Persyaratan Teknis.
a) Fasilitas dan aksesibilitas meliputi KM/WC, tempat
parkir, telepon umum, jalur pemandu, rambu dan
marka, tangga, pintu, ram.

40 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

b) Penyediaan fasilitas dan aksesibilitas disesuaikan


dengan fungsi, luas, dan ketinggian bangunan
Puskesmas.

B. Struktur Bangunan
1. Struktur bangunan Puskesmas harus direncanakan kuat/
kokoh, dan stabil dalam menahan beban/kombinasi beban,
baik beban muatan tetap maupun beban muatan sementara
yang timbul, antara lain beban gempa dan beban angin, dan
memenuhi aspek pelayanan (service ability) selama umur
layanan yang direncanakan dengan mempertimbangkan fungsi
bangunan.
2. Ketentuan lebih lanjut mengenai pembebanan, ketahanan
terhadap gempa dan/atau angin, dan perhitungan strukturnya
mengikuti pedoman dan standar teknis yang berlaku.

III. PERSYARATAN PRASARANA PUSKESMAS

A. Sistem Penghawaan (Ventilasi)


1. Ventilasi merupakan proses untuk mensuplai udara segar
ke dalam bangunan gedung dalam jumlah yang sesuai
kebutuhan, bertujuan menghilangkan gas-gas yang tidak
menyenangkan, menghilangkan uap air yang berlebih dan
membantu mendapatkan kenyamanan termal.
2. Ventilasi ruangan pada bangunan Puskesmas, dapat berupa
ventilasi alami dan/atau ventilasi mekanis. Jumlah bukaan
ventilasi alami tidak kurang dari 15% terhadap luas lantai
ruangan yang membutuhkan ventilasi. Sedangkan sistem
ventilasi mekanis diberikan jika ventilasi alami yang memenuhi
syarat tidak memadai.
3. Besarnya pertukaran udara yang disarankan untuk berbagai
fungsi ruangan di bangunan Puskesmas minimal 12x
pertukaran udara per jam dan untuk KM/WC 10x pertukaran
udara per jam.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 41


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

4. Penghawaan/ventilasi dalam ruang perlu memperhatikan 3


(tiga) elemen dasar, yaitu: (1). jumlah udara luar berkualitas
baik yang masuk dalam ruang pada waktu tertentu; (2). arah
umum aliran udara dalam gedung yang seharusnya dari area
bersih ke area terkontaminasi serta distribusi udara luar
ke setiap bagian dari ruangan dengan cara yang efisien dan
kontaminan airborne yang ada dalam ruangan dialirkan ke
luar dengan cara yang efisien; (3). setiap ruang diupayakan
proses udara didalam ruangan bergerak dan terjadi pertukaran
antara udara didalam ruang dengan udara dari luar.
5. Pemilihan sistem ventilasi yang alami, mekanik atau campuran,
perlu memperhatikan kondisi lokal, seperti struktur bangunan,
cuaca, biaya dan kualitas udara luar.

B. Sistem Pencahayaan
1. Bangunan Puskesmas harus mempunyai pencahayaan alami
dan/atau pencahayaan buatan.
2. Pencahayaan harus terdistribusikan rata dalam ruangan.
3. Lampu-lampu yang digunakan diusahakan dari jenis hemat
energi.

Tabel 1
Tingkat pencahayaan rata-rata yang direkomendasikan.

FUNGSI RUANG TINGKAT PENCAHAYAAN (LUX)

Ruangan administrasi kantor,


ruangan Kepala Puskesmas, ruangan
rapat, ruangan pendaftaran dan
rekam medik, ruangan pemeriksaan
umum, ruangan Kesehatan Ibu
dan Anak (KIA), KB dan imunisasi, 200
ruangan kesehatan gigi dan mulut,
ruangan ASI, ruangan promosi
kesehatan, ruang farmasi, ruangan
rawat inap, ruangan rawat pasca
persalinan

42 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

FUNGSI RUANG TINGKAT PENCAHAYAAN (LUX)

Laboratorium, ruangan tindakan,


300
ruang gawat darurat
Dapur, ruangan tunggu, gudang
umum, KM/WC, ruangan sterilisasi, 100
ruangan cuci linen

C. Sistem Sanitasi
Sistem sanitasi Puskesmas terdiri dari sistem air bersih, sistem
pembuangan air kotor dan/atau air limbah, kotoran dan sampah,
serta penyaluran air hujan.
1. Sistem air bersih
a. Sistem air bersih harus direncanakan dan dipasang
dengan mempertimbangkan sumber air bersih dan sistem
pengalirannya.
b. Sumber air bersih dapat diperoleh langsung dari sumber
air berlangganan dan/atau sumber air lainnya dengan
baku mutu yang memenuhi dan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
2. Sistem penyaluran air kotor dan/atau air limbah
a. Tersedia sistem pengolahan air limbah yang memenuhi
persyaratan kesehatan.
b. Saluran air limbah harus kedap air, bersih dari sampah
dan dilengkapi penutup dengan bak kontrol untuk menjaga
kemiringan saluran minimal 1%.
c. Di dalam sistem penyaluran air kotor dan/atau air
limbah dari ruang penyelenggaraan makanan disediakan
perangkap lemak untuk memisahkan dan/atau menyaring
kotoran/lemak.
3. Sistem pembuangan limbah infeksius dan non infeksius.
a. Sistem pembuangan limbah infeksius dan non
infeksius harus direncanakan dan dipasang dengan
mempertimbangkan fasilitas pewadahan, Tempat
Penampungan Sementara (TPS), dan pengolahannya.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 43


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

b. Pertimbangan jenis pewadahan dan pengolahan limbah


infeksius dan non infeksius diwujudkan dalam bentuk
penempatan pewadahan dan/atau pengolahannya yang
tidak mengganggu kesehatan penghuni, masyarakat dan
lingkungannya serta tidak mengundang datangnya vektor/
binatang penyebar penyakit.
c. Pertimbangan fasilitas Tempat Penampungan Sementara
(TPS) yang terpisah diwujudkan dalam bentuk penyediaan
Tempat Penampungan Sementara (TPS) limbah infeksius
dan non infeksius, yang diperhitungkan berdasarkan
fungsi bangunan, jumlah penghuni, dan volume limbah.
d. Ketentuan lebih lanjut mengenai tatacara perencanaan,
pemasangan, dan pengolahan fasilitas pembuangan
limbah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.

D. Sistem Kelistrikan
1. Umum
a. Sistem kelistrikan dan penempatannya harus mudah
dioperasikan, diamati, dipelihara, tidak membahayakan,
tidak mengganggu lingkungan, bagian bangunan dan
instalasi lain.
b. Perancangan dan pelaksanaannya harus memenuhi SNI
0225-2011, tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik
(PUIL 2011) atau edisi yang terbaru.
2. Sumber Daya Listrik
a. Sumber daya listrik yang dibutuhkan, terdiri dari:
1) Sumber daya listrik normal dengan daya paling
rendah 2200VA; dan
2) Sumber daya listrik darurat 75% dari sumber daya
listrik normal.
b. Sumber daya listrik normal, diperoleh dari:
1) Sumber daya listrik berlangganan seperti PLN;

44 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

2) Sumber daya listrik dari pembangkit listrik sendiri,


diperoleh dari:
a) Generator listrik dengan bahan bakar cair atau
gas elpiji.
b) Sumber listrik tenaga surya.
c) Sumber listrik tenaga angin.
d) Sumber listrik tenaga mikro hidro.
e) Sumber listrik tenaga air.
c. Sumber daya listrik darurat, diperoleh dari :
1) Generator listrik.
2) Uninterruptible Power Supply (UPS)

3. Sistem Distribusi
Sistem distribusi terdiri dari :
a. Panel-panel listrik.
b. Instalasi pengkabelan.
c. Instalasi kotak kontak dan sakelar.

4. Sistem Pembumian
Nilai pembumian (grounding) bangunan tidak boleh kurang
impedansinya dari 0.5 . Nilai pembumian (grounding) alat
kesehatan tidak boleh kurang impedansinya dari 0.1 .

E. Sistem Komunikasi
Alat komunikasi diperlukan untuk hubungan/komunikasi di
lingkup dan keluar Puskesmas, dalam upaya mendukung pelayanan
di Puskesmas. Alat komunikasi dapat berupa telepon kabel, seluler,
radio komunikasi, ataupun alat komunikasi lainnya.

F. Sistem Gas Medik


Gas medik yang digunakan di Puskesmas adalah Oksigen (O2).
Sistem gas medik harus direncanakan dan diletakkan dengan
mempertimbangkan tingkat keselamatan bagi penggunanya.

Persyaratan Teknis:
1. Pengolahan, penggunaan, penyimpanan dan pemeliharaan gas
medik harus sesuai ketentuan berlaku.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 45


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

2. Tabung/silinder yang digunakan harus yang telah dibuat, diuji,


dan dipelihara sesuai spesifikasi dan ketentuan dari pihak yang
berwenang.
3. Tabung/silinder O2 harus di cat warna putih untuk membedakan
dengan tabung/silinder gas medik lainnya sesuai ketentuan
yang berlaku.
4. Tabung/silinder O2 pada saat digunakan, diletakkan di samping
tempat tidur pasien, dan harus menggunakan alat pengaman
seperti troli tabung atau dirantai.
5. Tutup pelindung katup harus dipasang erat pada tempatnya
bila tabung/silinder sedang tidak digunakan.
6. Apabila diperlukan, disediakan ruangan khusus penyimpanan
silinder gas medik. Tabung/silinder dipasang/diikat erat
dengan pengaman/rantai.
7. Hanya tabung/silinder gas medik dan perlengkapannya yang
boleh disimpan dalam ruangan penyimpanan gas medik.
8. Tidak boleh menyimpan bahan mudah terbakar berdekatan
dengan ruang penyimpanan gas medik.
9. Dilarang melakukan pengisian ulang tabung/silinder O2 dari
tabung/silinder gas medik besar ke tabung/silinder gas medik
kecil.

G. Sistem Proteksi Petir


Sistem proteksi petir harus dapat melindungi semua bagian dari
bangunan Puskesmas, termasuk manusia yang ada di dalamnya,
dan instalasi serta peralatan lainnya terhadap kemungkinan bahaya
sambaran petir.

H. Sistem Proteksi Kebakaran


1. Bangunan Puskesmas harus menyiapkan alat pemadam
kebakaran untuk memproteksi kemungkinan terjadinya
kebakaran.
2. Alat pemadam kebakaran kapasitas minimal 2 kg, dan dipasang
1 buah untuk setiap 15 m2.
3. Pemasangan alat pemadam kebakaran diletakkan pada dinding
dengan ketinggian antara 15 cm 120 cm dari permukaan lantai,
dilindungi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan
kerusakan atau pencurian.

46 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

4. Apabila bangunan Puskesmas menggunakan generator sebagai


sumber daya listrik utama, maka pada ruangan generator
harus dipasangkan Alat Pemadam Kebakaran jenis CO2.

I. Sistem Pengendalian Kebisingan


1. Intensitas kebisingan equivalent (Leq) diluar bangunan
Puskesmas tidak lebih dari 55 dBA, dan di dalam bangunan
Puskesmas tidak lebih dari 45 dBA.
2. Pengendalian sumber kebisingan disesuaikan dengan sifat
sumber.
3. Sumber suara genset dikendalikan dengan meredam dan
membuat sekat yang memadai dan sumber suara dari lalu
lintas dikurangi dengan cara penanaman pohon ataupun cara
lainnya.

J. Sistem Transportasi Vertikal dalam Puskesmas.


Setiap bangunan Puskesmas yang bertingkat harus menyediakan
sarana hubungan vertikal antar lantai yang memadai berupa
tersedianya tangga dan ram.
1. Tangga
a. Umum
Tangga merupakan fasilitas bagi pergerakan vertikal
yang dirancang dengan mempertimbangkan ukuran dan
kemiringan pijakan dan tanjakan dengan lebar yang
memadai.
b. Persyaratan tangga
1) Harus memiliki dimensi pijakan dan tanjakan yang
berukuran seragam, dengan tinggi masing-masing
pijakan/tanjakan adalah 15 17 cm.
2) Harus memiliki kemiringan tangga kurang dari 600.
3) Lebar tangga minimal 120 cm untuk mempermudah
evakuasi dalam kondisi gawat darurat.
4) Tidak terdapat tanjakan yang berlubang yang dapat
membahayakan pengguna tangga.
5) Harus dilengkapi dengan rel pegangan tangan
(handrail).

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 47


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

6) Rel pegangan tangan harus mudah dipegang dengan


ketinggian 65 cm - 80 cm dari lantai, bebas dari elemen
konstruksi yang mengganggu, dan bagian ujungnya
harus bulat atau dibelokkan dengan baik ke arah
lantai, dinding atau tiang.
7) Rel pegangan tangan harus ditambah panjangnya
pada bagian ujung-ujungnya (puncak dan bagian
bawah) sepanjang 30 cm.
8) Untuk tangga yang terletak di luar bangunan,
harus dirancang sehingga tidak ada air hujan yang
menggenang pada lantainya.
2. Ram
1) Umum
Ram adalah jalur sirkulasi yang memiliki bidang dengan
kemiringan tertentu, sebagai alternatif bagi orang yang
tidak dapat menggunakan tangga.
2) Persyaratan Ram.
a) Kemiringan suatu ram di dalam bangunan tidak
boleh melebihi 70, perhitungan kemiringan tersebut
tidak termasuk awalan dan akhiran ram (curb ramps/
landing).
b) Panjang mendatar dari satu ram (dengan kemiringan
70) tidak boleh lebih dari 9 m.
c) Lebar minimum dari ram adalah 120 cm dengan tepi
pengaman.
d) Muka datar (bordes) pada awalan atau akhiran
dari suatu ram harus bebas dan datar sehingga
memungkinkan sekurang-kurangnya untuk memutar
kursi roda dan stretcher, dengan ukuran minimum
180 cm.

48 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Gambar 6. Ram

K. Puskesmas Keliling (Pusling) dan Ambulans


Ketentuan mengenai kendaraan Puskesmas keliling dan ambulans
mengikuti ketentuan teknis yang berlaku.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 49


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

IV. PERSYARATAN PERALATAN PUSKESMAS

A. Ruangan Pemeriksaan Umum

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
I. Set Pemeriksaan Umum
1. Anuskop 3 buah 3 buah
2. Baki logam tempat alat steril bertutup 2 buah 2 buah
Bingkai uji-coba untuk pemeriksaan 1 buah 1 buah
3.
refraksi
4. Buku Ishihara Tes 1 buah 1 buah
Corong telinga/Speculum telinga ukuran 1 set 1 set
5.
kecil, besar, sedang
6. Emesis basin /Nierbeken besar 1 buah 1 buah
7. Garputala 512 Hz, 1024 Hz, 2084 Hz 1 set 1 set
8. Handle kaca laring 1 buah 1 buah
9. Handle kaca nasopharing 1 buah 1 buah
10. Kaca laring ukuran 2,4,5,6 1 set 1 set
11. Kaca nasopharing ukuran 2,4,5,6 1 set 1 set
12. Kaca pembesar untuk diagnostik 1 buah 1 buah
Lampu kepala/Head Lamp + Adaptor AC/ 1 buah 1 buah
13.
DC
14. Lampu senter untuk periksa/pen light 1 buah 1 buah
15. Lensa uji-coba untuk pemeriksaan refraksi 1 set 1 set
16. Lup binokuler (lensa pembesar) 3-5 Dioptri 1 buah 1 buah
17. Metline ( pengukur lingkar pinggang ) 1 buah 1 buah
18. Opthalmoscope 1 buah 1 buah
19. Otoscope 1 buah 1 buah
20. Palu reflex 1 buah 1 buah
Sesuai Sesuai
21. Pelilit kapas/Cotton applicator
kebutuhan kebutuhan
22. Skinfold calliper 1 buah 1 buah
Snellen Chart 2 jenis (E Chart + Alphabet 1 buah 1 buah
23.
Chart)
24. Spekulum vagina (cocor bebek) sedang 3 buah 3 buah

50 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
25. Spekulum hidung dewasa 1 buah 1 buah
26. Sphygmomanometer untuk dewasa 1 buah 1 buah
27. Stetoskop untuk dewasa 1 buah 1 buah
Sudip lidah logam/spatula lidah logam 4 buah 4 buah
28.
panjang 12 cm
Sudip lidah logam/spatula lidah logam 4 buah 4 buah
29.
panjang 16,5 cm
30. Tempat tidur periksa dan perlengkapannya 1 buah 1 buah
31. Termometer untuk dewasa 1 buah 1 buah
32. Timbangan dewasa 1 buah 1 buah
33. Tonometer Schiotz 1 buah 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


Sesuai Sesuai
1. Alkohol
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
2. Povidone Iodine
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
3. Podofilin Tinctura 25%
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Kapas
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
5. Kasa non steril
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
6. Kasa steril
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
7. Masker wajah
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
8. Sabun tangan atau antiseptic
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
9. Sarung tangan steril
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
10. Sarung tangan non steril
Kebutuhan Kebutuhan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 51


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
III. Perlengkapan
1. Bantal 1 buah 1 buah
2. Baskom cuci tangan 1 buah 1 buah
3. Kasur 1 buah 1 buah
4. Lampu spiritus 1 buah 1 buah
5. Lemari alat 1 buah 1 buah
6. Meja instrumen 1 buah 1 buah
7. Meteran tinggi badan 1 buah 1 buah
8. Perlak 2 buah 2 buah
9. Pispot 1 buah 1 buah
10. Sarung bantal 2 buah 2 buah
11. Seprei 2 buah 2 buah
12. Sikat untuk membersihkan peralatan 1 buah 1 buah
13. Stop Watch 1 buah 1 buah
Tempat sampah tertutup yang dilengkapi
14. 2 buah 2 buah
dengan injakan pembuka penutup

IV. Meubelair
1. Kursi Kerja 3 3
2. Lemari arsip 1 1
3. Meja tulis biro 1 1

V. Pencatatan dan Pelaporan


Sesuai Sesuai
1. Buku register pelayanan
Kebutuhan Kebutuhan
Formulir dan surat keterangan lain sesuai Sesuai Sesuai
2.
kebutuhan pelayanan yang diberikan Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
3. Formulir Informed Consent
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Formulir rujukan
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
5. Kertas resep
Kebutuhan Kebutuhan

52 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
Sesuai Sesuai
6. Surat Keterangan Sakit
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
7. Surat Keterangan Sehat
Kebutuhan Kebutuhan

B. Ruangan Tindakan dan Ruangan Gawat Darurat

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
I. Set Tindakan Medis/Gawat Darurat
1. Baki logam tempat alat steril tertutup 3 buah 3 buah
2. Collar Brace/Neck Collar anak 1 buah 1 buah
3. Collar Brace/Neck Collar dewasa 1 buah 1 buah
Corong telinga/Spekulum telinga ukuran 1 set 1 set
4.
kecil, besar, sedang
5. Doppler 1 buah 1 buah
6. Dressing Forceps 1 buah 1 buah
7. EKG* 1 buah 1 buah
8. Emesis Basin/ Nierbeken besar 2 buah 2 buah
9. Forceps Aligator 3 buah 3 buah
10. Forceps Bayonet 3 buah 3 buah
11. Guedel Airway (Oropharingeal Airway) 2 buah 2 buah
12. Gunting bedah standar, lengkung 3 buah 3 buah
Gunting bedah standar, lengkung, ujung 3 buah 3 buah
13.
tajam/tajam
Gunting bedah standar, lengkung, ujung 3 buah 3 buah
14.
tajam/tumpul
Gunting bedah standar, lengkung, ujung 3 buah 3 buah
15.
tumpul/tumpul
Gunting bedah standar, lurus ujung 3 buah 3 buah
16.
tumpul/tumpul

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 53


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
Gunting bedah standar, lurus, ujung 3 buah 3 buah
17.
tajam/tajam
Gunting bedah standar, lurus, ujung 3 buah 3 buah
18.
tajam/tumpul
19. Gunting pembalut 1 buah 1 buah
20. Gunting pembuka jahitan lurus 3 buah 3 buah
21. Handle kaca laring 1 buah 1 buah
22. Handle kaca nasopharing 1 buah 1 buah
23. Hooked probes 1 buah 1 buah
24. Kaca laring ukuran 2,4,5,6 1 set 1 set
25. Kaca nasopharing ukuran 2,4,5,6 1 set 1 set
26. Kait dan kuret serumen 1 buah 1 buah
27. Kanula hidung anak 1 buah 1 buah
28. Kanula hidung dewasa 1 buah 1 buah
29. Klem arteri 14 cm (Kocher) 3 buah 3 buah
Klem arteri, 12 cm lengkung, dengan gigi 3 buah 3 buah
30.
1x2 (Halstead-Mosquito)
Klem arteri, 12 cm lengkung, tanpa gigi 3 buah 3 buah
31.
(Halstead-Mosquito)
Klem arteri, 12 cm lurus, dengan gigi 1x2 3 buah 3 buah
32.
(Halstead-Mosquito)
Klem arteri, 12 cm lurus,tanpa gigi 3 buah 3 buah
33.
(Halstead-Mosquito)
34. Klem arteri, lurus (Kelly) 3 buah 3 buah
Klem/pemegang jarum jahit, 18 cm (Mayo- 3 buah 3 buah
35.
Hegar)
Korentang, lengkung, penjepit alat steril 2 buah 2 buah
36.
(23 cm)
37. Korentang, penjepit sponge 2 buah 2 buah
38. Kursi roda 1 buah 1 buah
39. Lampu kepala 1 buah 1 buah
40. Laringoskop anak 1 buah 1 buah
41. Laringoskop dewasa 1 buah 1 buah
42. Laringoskop neonatus bilah lurus 1 buah 1 buah
43. Magill Forceps 3 buah 3 buah

54 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
44. Nebulizer 1 buah 1 buah
45. Otoskop 1 buah 1 buah
46. Palu reflex 1 buah 1 buah
47. Pinset alat, bengkok (Remky) 3 buah 3 buah
48. Pinset anatomis, 14,5 cm 3 buah 3 buah
49. Pinset anatomis, 18 cm 3 buah 3 buah
50. Pinset bedah, 14,5 cm 3 buah 3 buah
51. Pinset bedah, 18 cm 3 buah 3 buah
52. Pinset epilasi 1 buah 1 buah
53. Pinset telinga 1 buah 1 buah
54. Pinset insisi Hordeolum/ Chalazion 1 buah 1 buah
55. Resusitator anak-anak & sungkup 1 buah 1 buah
56. Resusitator dewasa & sungkup 1 buah 1 buah
57. Resusitator neonatus & sungkup 1 buah 1 buah
58. Retraktor, pembuka kelopak mata 1 buah 1 buah
59. Semprit gliserin 1 buah 1 buah
60. Silinder korentang steril 1 buah 1 buah
61. Skalpel, tangkai pisau operasi 3 buah 3 buah
62. Spalk 1 buah 1 buah
63. Spekulum hidung 1 buah 1 buah
64. Spekulum mata 1 buah 1 buah
65. Sphygmomanometer untuk anak 1 buah 1 buah
66. Sphygmomanometer untuk dewasa 1 buah 1 buah
67. Stand lamp untuk tindakan 1 buah 1 buah
68. Standar infus 1 buah 2 buah
69. Steteskop anak 1 buah 1 buah
70. Steteskop dewasa 1 buah 1 buah
71. Steteskop janin/Laenac 1 buah 1 buah
72. Suction pump (alat penghisap) 1 buah 1 buah
Sudip lidah logam/Spatula lidah logam
73. 4 buah 4 buah
panjang 12 cm
Sudip lidah logam/Spatula lidah logam
74. 4 buah 4 buah
panjang 16,5 cm
75. Tabung oksigen dan regulator 1 buah 1 buah
76. Tempat tidur periksa dan perlengkapannya 1 buah 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 55


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
77. Termometer anak 1 buah 1 buah
78. Termometer dewasa 1 buah 1 buah
79. Timbangan anak 1 buah 1 buah
80. Timbangan dewasa 1 buah 1 buah
81. Tissue Forceps 1 buah 1 buah
82. Torniket karet 1 buah 1 buah
83. Usungan (brankar ) 1 buah 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


Sesuai Sesuai
1. Abocath/wing needle No. 20
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
2. Abocath/wing needle No. 23
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
3. Abocath/wing needle No. 26
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Abocath/wing needle No.18
kebutuhan kebutuhan
5. Alkohol 1 botol 1 botol
6. Anestesi topikal tetes mata 1 botol 1 botol
Sesuai Sesuai
7. Benang chromic catgut
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
8. Benang silk
kebutuhan kebutuhan
9. Cairan desinfektan/Povidone Iodine 1 botol 1 botol
Sesuai Sesuai
10. Disposable syringe 1 cc
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
11. Disposable syringe 10 cc
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
12. Disposable syringe 2,5 - 3 cc
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
13. Disposable syringe 5 cc
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
14. Disposable syringe 50 cc
kebutuhan kebutuhan

56 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
15. Endotracheal tube ( ETT ) 2.5 1 buah 1 buah
16. Endotracheal tube ( ETT ) 3 1 buah 1 buah
17. Endotracheal tube ( ETT ) 4 1 buah 1 buah
18. Goggle 1 buah 1 buah
Sesuai Sesuai
19. Infus set/ intra vena set dewasa kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
20. Infus set/intra vena set anak kebutuhan kebutuhan
Jarum jahit untuk operasi mata, Sesuai Sesuai
21. kebutuhan kebutuhan
lingkaran
Jarum jahit, lengkung, lingkaran Sesuai Sesuai
22. kebutuhan kebutuhan
penampang segitiga
Jarum jahit, lengkung, lingkaran, Sesuai Sesuai
23. kebutuhan kebutuhan
penampang bulat
Jarum jahit, lengkung, 3/8 lingkaran Sesuai Sesuai
24. kebutuhan kebutuhan
penampang segitiga
Jarum jahit, lengkung, 3/8 lingkaran, Sesuai Sesuai
25. kebutuhan kebutuhan
penampang bulat
Sesuai Sesuai
26. Kapas kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
27. Kasa non steril kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
28. Kasa steril kebutuhan kebutuhan
29. Kateter Foley ukuran 5-8 French 2 buah 2 buah
Sesuai Sesuai
30. Kateter karet No. 10 (Nelaton) kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
31. Kateter karet No. 12 (Nelaton) kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
32. Kateter karet No. 14 (Nelaton) kebutuhan kebutuhan
33. Lubricant gel 1 tube 1 tube
Sesuai Sesuai
34. Masker wajah kebutuhan kebutuhan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 57


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
Sesuai Sesuai
35. Micropore surgical tape kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
36. Mucous suction, silikon Nomor 8 dan 10 kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
37. Nasogastric Tube/selang lambung ( 3,5,8 ) kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
38. Pelilit kapas/Cotton applicator kebutuhan kebutuhan
39. Sabun tangan atau antiseptic 1 botol 1 botol
Sesuai Sesuai
40. Sarung tangan non steril kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
41. Sarung tangan steril kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
42. Selang karet untuk anus kebutuhan kebutuhan
43. Skapel, mata pisau bedah besar 1 box 1 box
44. Skapel,mata pisau bedah kecil 1 box 1 box
Sesuai Sesuai
45. Verban elastic kebutuhan kebutuhan
46. Water based gel untuk EKG dan Doppler 1 tube 1 tube

III. Perlengkapan
1. Bak instrument tertutup 1 buah 2 buah
2. Bantal 1 buah 1 buah
3. Celemek plastic 1 buah 1 buah
Dorongan tabung oksigen dengan tali 1 buah 1 buah
4.
pengaman
5. Duk bolong, sedang 2 buah 2 buah
6. Jam/timer 1 buah 1 buah
7. Kain balut segitiga ( mitella ) 5 buah 5 buah
8. Kasur 1 buah 1 buah
9. Kotak penyimpan jarum bekas 2 buah 2 buah
10. Lemari alat 1 buah 1 buah
11. Lemari obat 1 buah 1 buah
12. Mangkok untuk larutan 2 buah 2 buah

58 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN
Puskesmas Non Puskesmas
Rawat Inap Rawat Inap
13. Meja instrumen/alat 1 buah 1 buah
14. Perlak plastic 2 buah 2 buah
15. Pispot 2 buah 2 buah
16. Sarung bantal 2 buah 2 buah
17. Seprei 2 buah 2 buah
18. Sikat tangan 1 buah 1 buah
19. Sikat untuk membersihkan peralatan 1 buah 1 buah
20. Stop Watch 1 buah 1 buah
Tempat sampah tertutup yang dilengkapi
21. 2 buah
dengan injakan pembuka penutup 2 buah
22. Toples kapas/Kasa steril 1 buah 1 buah
23. Tromol kasa/Kain steril 25 X 120 mm 1 buah 1 buah
24. Waskom bengkok 4 buah 4 buah
25. Waskom cekung 2 buah 2 buah
26. Waskom cuci 2 buah 2 buah

IV. Meubelair
1. Kursi kerja 3 3
2. Lemari arsip 1 1
3. Meja tulis biro 1 1

V. Pencatatan & Pelaporan


Sesuai Sesuai
1. Buku register pelayanan
kebutuhan kebutuhan
Formulir dan Surat Keterangan lain sesuai Sesuai Sesuai
2.
kebutuhan pelayanan yang diberikan kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
3. Formulir Informed Consent
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Formulir rujukan
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
5. Kertas resep
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
6. Surat Keterangan Sakit
kebutuhan kebutuhan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 59


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Keterangan:
1. Bila ruangan tindakan dan ruangan gawat darurat terpisah, maka
di masing-masing ruangan harus tersedia set tindakan medis/gawat
darurat, bahan habis pakai, perlengkapan, meubelair, dan pencatatan
pelaporan sesuai tabel diatas.
2. (*) Harus tersedia tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan
kewenangan untuk mengoperasikan alat dan menginterpretasikan
hasil.

C. Ruangan Kesehatan Ibu, Anak (KIA), KB, dan Imunisasi

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No Jenis Peralatan Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
I. Set Pemeriksaan Kesehatan Ibu
1. 1/2 Klem Korcher 1 buah 1 buah
2. Anuskop 3 buah 3 buah
3. Bak Instrumen dengan tutup 1 buah 1 buah
4. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 1 buah 1 buah
5. Doppler 1 buah 1 buah
6. Gunting Benang 1 buah 1 buah
7. Gunting Verband 1 buah 1 buah
8. Korcher Tang 1 buah 1 buah
9. Mangkok untuk Larutan 1 buah 1 buah
10. Meja Instrumen/Alat 1 buah 1 buah
11. Meja Periksa Ginekologi dan kursi pemeriksa 1 buah 1 buah
12. Palu Refleks 1 buah 1 buah
13. Pen Lancet 1 buah 1 buah
14. Pinset Anatomi Panjang 1 buah 1 buah
15. Pinset Anatomi Pendek 1 buah 1 buah
16. Pinset Bedah 1 buah 1 buah
17. Silinder Korentang Steril 1 buah 1 buah
18. Sonde mulut 1 buah 1 buah
19. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Besar 3 buah 3 buah
20. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Kecil 2 buah 2 buah
21. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Sedang 5 buah 5 buah

60 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
22. Spekulum Vagina (Sims) 1 buah 1 buah
23. Sphygmomanometer Dewasa 1 buah 1 buah
24. Stand Lamp untuk tindakan 1 buah 1 buah
25. Stetoskop Dewasa 1 buah 1 buah
26. Stetoskop Janin/Fetoscope 1 buah 1 buah

27. Sudip lidah logam/Spatula Lidah Logam 2 buah 2 buah


panjang 12 cm
28. Sudip lidah logam/Spatula Lidah Logam 2 buah 2 buah
panjang 16,5 cm
29. Tampon Tang 1 buah 1 buah
30. Tempat Tidur Periksa 1 buah 1 buah
31. Termometer Dewasa 1 buah 1 buah
32. Timbangan Dewasa 1 buah 1 buah
33. Torniket Karet 1 buah 1 buah

II. Set Pemeriksaan Kesehatan Anak


1. Alat Pengukur Panjang Bayi 1 buah 1 buah
2. Flowmeter anak (high flow) 1 buah 1 buah
3. Flowmeter neonatus (low flow) 1 buah 1 buah
4. Lampu periksa 1 buah 1 buah
5. Pengukur lingkar kepala 1 buah 1 buah
6. Pengukur tinggi badan anak 1 buah 1 buah
7. Sphygmomanometer dan manset anak 1 buah 1 buah
8. Stetoskop pediatric 1 buah 1 buah
9. Termometer Anak 1 buah 1 buah
10. Timbangan Anak 1 buah 1 buah
11. Timbangan bayi 1 buah 1 buah

III. Set Pelayanan KB


1. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 1 buah 1 buah
2. Implant Kit 1 buah 1 buah
3. IUD Kit 1 buah 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 61


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
IV. Set Imunisasi
1. Vaccine carrier 1 buah 1 buah
2. Vaccine Refrigerator 1 buah 1 buah

V. Bahan Habis Pakai

1. Alkohol Sesuai Sesuai


Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
2. Benang Chromic Catgut Kebutuhan Kebutuhan

3. Cairan Desinfektan Sesuai Sesuai


Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Disposable Syringe, 1 cc Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
5. Disposable Syringe, 2,5 3 cc Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
6. Disposable Syringe, 5 cc Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
7. Kain Steril Kebutuhan Kebutuhan

8. Kapas Sesuai Sesuai


Kebutuhan Kebutuhan
9. Kasa Non Steril Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan
10. Kasa Steril Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
11. Lidi kapas Steril Kebutuhan Kebutuhan
12. Lubrikan gel 1 tube 1 tube

13. Masker Sesuai Sesuai


Kebutuhan Kebutuhan
14. Podofilin Tinctura 25% Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan
15. Sabun Tangan atau Antiseptik Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan

62 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
Sesuai Sesuai
16. Sarung tangan
Kebutuhan Kebutuhan

VI. Perlengkapan
1. Ari timer 1 buah 1 buah
2. Bantal 1 buah 1 buah
3. Baskom Cuci Tangan 1 buah 1 buah
4. Celemek Plastik 1 buah 1 buah
5. Duk Bolong, Sedang 2 buah 2 buah
6. Kasur 1 buah 1 buah
7. Kotak Penyimpan Jarum Bekas 1 buah 1 buah
8. Lemari Alat 1 buah 1 buah
9. Lemari Obat 1 buah 1 buah
10. Meteran (untuk mengukur tinggi Fundus) 1 buah 1 buah
11. Perlak 2 buah 2 buah
12. Pispot 1 buah 1 buah
13. Pita Pengukur Lila 1 buah 1 buah
14. Pompa Payudara untuk ASI 1 buah 1 buah
15. Sarung Bantal 2 buah 2 buah
16. Selimut 1 buah 1 buah
17. Seprei 2 buah 2 buah
18. Set Tumbuh Kembang Anak 1 buah 1 buah
19. Sikat untuk Membersihkan Peralatan 1 buah 1 buah
Tempat Sampah Tertutup yang dilengkapi
20. 2 buah 2 buah
dengan injakan pembuka penutup
21. Tirai 1 buah 1 buah
22. Toples Kapas/Kasa Steril 1 buah 1 buah
23. Tromol Kasa/Kain Steril 1 buah 1 buah
24. Waskom Bengkok Kecil 1 buah 1 buah

VII. Meubelair
1. Kursi Kerja 4 buah 4 buah
2. Lemari Arsip 1 buah 1 buah
3. Meja Tulis biro 1 buah 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 63


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
VIII. Pencatatan & Pelaporan
A. KESEHATAN IBU & KB
Sejumlah ibu Sejumlah ibu
1. Buku KIA hamil yang hamil yang
dilayani dilayani
2. Buku Kohort Ibu 1 buah 1 buah
3. Buku Register Ibu 1 buah 1 buah
Formulir dan surat keterangan lain sesuai Sesuai Sesuai
4. Kebutuhan Kebutuhan
kebutuhan pelayanan yang diberikan
Sesuai Sesuai
5. Formulir Informed Consent kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
6. Formulir Laporan kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
7. Formulir Rujukan kebutuhan kebutuhan

B. KESEHATAN ANAK
1. Bagan Dinding MTBS 1 buah 1 buah
2. Bagan MTBS 1 buah 1 buah
3. Buku register Bayi 1 buah 1 buah
Formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Sesuai Sesuai
4. Anak kebutuhan kebutuhan
Formulir Kuesioner Pra Skrining Sesuai Sesuai
5. Perkembangan (KPSP) kebutuhan kebutuhan
Formulir Laporan Kesehatan Anak Balita Sesuai Sesuai
6. dan Prasekolah kebutuhan kebutuhan
Formulir Laporan Kesehatan Bayi Sesuai Sesuai
7. kebutuhan kebutuhan
Formulir Pencatatan Balita Sakit umur 2 Sesuai Sesuai
8. bulan sampai 5 tahun kebutuhan kebutuhan
Formulir Pencatatan Bayi Muda umur Sesuai Sesuai
9. kurang dari 2 bulan kebutuhan kebutuhan
Formulir Rekapitulasi Laporan Kesehatan Sesuai Sesuai
10. Anak Balita dan Prasekolah kebutuhan kebutuhan

64 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMUM
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
Formulir Rekapitulasi Laporan Kesehatan Sesuai Sesuai
11. Bayi kebutuhan kebutuhan
Register Kohort Anak Balita Sesuai Sesuai
12. kebutuhan kebutuhan
13. Register Kohort Bayi 1 buah 1 buah

C. IMUNISASI
Formulir lain sesuai kebutuhan pelayanan Sesuai Sesuai
1. yang diberikan
kebutuhan kebutuhan
Formulir laporan Sesuai Sesuai
2.
kebutuhan kebutuhan

Keterangan:
Bila ruangan kesehatan Ibu dan KB terpisah dengan ruangan kesehatan
anak dan imunisasi, maka bahan habis pakai, perlengkapan, meubelair,
pencatatan dan pelaporan harus tersedia di masing-masing ruangan,
yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan dan berpedoman pada
tabel diatas.

D. Ruangan Persalinan

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
I. Set Obstetri & Ginekologi
1. Bak instrumen tertutup besar (Obgin) 3 buah 3 buah
2. Bak instrumen tertutup kecil 3 buah 3 buah
3. Bak instrumen tertutup Medium 3 buah 3 buah
4. Doppler 1 buah 1 buah
5. Doyeri Probe Lengkung 1 buah 1 buah
6. Endotracheal Tube Dewasa 2,5 3 buah 3 buah
7. Endotracheal Tube Dewasa 3 3 buah 3 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 65


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
8. Endotracheal Tube Dewasa 4 3 buah 3 buah
9. Gunting Benang 3 buah 3 buah
10. Gunting Episiotomi 3 buah 3 buah
11. Gunting Iris Lengkung 3 buah 3 buah
12. Gunting Operasi Lurus 3 buah 3 buah
13. Gunting Tali Pusat 3 buah 3 buah
14. Klem Fenster/Klem Ovum 3 buah 3 buah
15. Klem Kasa (Korentang) 3 buah 3 buah
16. Klem Kelly/Klem Kocher Lurus 3 buah 3 buah
17. Klem Linen Backhauss 3 buah 3 buah
18. Klem Mosquito Halsted Lengkung 3 buah 3 buah
19. Klem Mosquito Halsted Lurus 3 buah 3 buah
20. Klem Pemasang Klip Hegenbarth 3 buah 3 buah
21. Lampu Periksa Halogen 1 buah 1 buah
22. Masker Oksigen + Kanula Nasal Dewasa 2 buah 2 buah
23. Meja Instrumen 2 buah 2 buah
24. Needle Holder Matheiu 3 buah 3 buah
25. Pelvimeter Obstetrik 1 buah 1 buah
26. Pinset Jaringan (Sirurgis) 3 buah 3 buah
27. Pinset Jaringan Semken 3 buah 3 buah
28. Pinset Kasa (Anatomis) 3 buah 3 buah
29. Resusitator Dewasa 1 set 1 set
30. Retraktor Finsen Tajam 1 buah 1 buah
31. Setengah Kocher 3 buah 3 buah
32. Skalpel No. 3 3 buah 3 buah
33. Skalpel No. 4 3 buah 3 buah
34. Spekulum (Sims) Besar 5 buah 5 buah
35. Spekulum (Sims) Kecil 5 buah 5 buah
36. Spekulum (Sims) Medium 5 buah 5 buah
37. Spekulum Cocor Bebek Grave Besar 5 buah 5 buah
38. Spekulum Cocor Bebek Grave Kecil 5 buah 5 buah
39. Spekulum Cocor Bebek Grave Medium 5 buah 5 buah
40. Standar infus 1 buah 1 buah
41. Stetoskop Dewasa 1 buah 1 buah
42. Stetoskop Janin/ Fetoscope 1 buah 1 buah

66 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
43. Stilet untuk Pemasangan ETT 1 buah 1 buah
44. Tabung Oksigen dan Regulator 1 set 1 set
45. Tempat Klem Kasa (Korentang) 2 buah 2 buah
46. Tempat Tidur Periksa (examination bed) 1 set 1 set
47. Tempat Tidur untuk Persalinan 1 set 1 set
48. Tensimeter dewasa 1 buah 1 buah
49. Termometer Dewasa 1 buah 1 buah

II. Set Insersi dan Ekstraksi AKDR


1. Aligator Ekstraktor AKDR 3 buah 3 buah
2. Gunting Mayo CVD 3 buah 3 buah
3. Klem Kasa Lurus (Sponge Foster Straight) 3 buah 3 buah
4. Klem Penarik Benang AKDR 3 buah 3 buah
5. Sonde Uterus Sims 3 buah 3 buah
6. Tenakulum Schroeder 3 buah 3 buah

III. Set Resusitasi Bayi


1. Baby Suction Pump portable 1 set 1 set
2. Endotracheal Tube 2,5 1 buah 1 buah
3. Endotracheal Tube 3 1 buah 1 buah
4. Endotracheal Tube 3,5 1 buah 1 buah
5. Endotracheal Tube 4 1 buah 1 buah
6. Infant T piece resuscitator dengan PEEP 1 buah 1 buah
7. Infant T piece System 1 buah 1 buah
Laringoskop Neonatus Bilah Lurus (3 1 set 1 set
8.
ukuran)
Meja Resusitasi dengan Pemanas (Infant 1 set 1 set
9.
Radiant Warmer)
10. Oxygen Concentrator 1 buah 1 buah
11. Penghisap Lendir DeLee (neonatus) 1 buah 1 buah
12. Pompa Penghisap Lendir Elektrik 1 buah 1 buah
13. Stetoskop Duplex Neonatus 1 buah 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 67


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
IV. Bahan Habis Pakai
Sesuai Sesuai
1. Alkohol
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
2. Benang Chromic Catgut
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
3. Desinfektan
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Gelang Bayi
Kebutuhan Kebutuhan
5. Infus Set Dewasa 2 set 2 set
Infus Set dengan Wing Needle untuk Anak
6. 2 set 2 set
dan Bayi nomor 23 dan 25
Sesuai Sesuai
7. Jarum Jahit Tajam
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
8. Jarum Jahit Tumpul
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
9. Kantong Urin
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
10. Kapas
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
11. Kateter Folley dewasa
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
12. Kateter Nelaton
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
13. Kateter intravena 16 G
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
14. Kateter intravena 18 G
Kebutuhan Kebutuhan
Kateter Intravena 20 G Sesuai Sesuai
15.
Kebutuhan Kebutuhan
16. Kateter Penghisap Lendir Dewasa 10 2 buah 2 buah
17. Kateter Penghisap Lendir Dewasa 8 2 buah 2 buah
18. Nasogastric Tube Dewasa 3 buah 3 buah
19. Nasogastric Tube Dewasa 5 3 buah 3 buah

68 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
Sesuai Sesuai
20. Pembalut
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
21. Pengikat tali pusat
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
22. Plester Non Woven
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
23. Sabun Cair untuk Cuci Tangan
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
24. Sarung Tangan
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
25. Sarung Tangan Panjang (Manual Plasenta)
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
26. Sarung Tangan Steril
Kebutuhan Kebutuhan
27. Spuit disposable (steril) 20 ml 5 buah 5 buah
28. Spuit/Disposable Syringe (steril) 1 ml 5 buah 5 buah
29. Spuit/Disposable Syringe (steril) 10 ml 5 buah 5 buah
30. Spuit/Disposable Syringe (steril) 3 ml 5 buah 5 buah
31. Spuit/Disposable Syringe (steril) 5 ml 5 buah 5 buah
32. Three-way Stopcock (steril) 5 buah 5 buah

V. Perlengkapan
1. Lemari Alat 1 buah 1 buah
2. Lemari Obat 1 buah 1 buah
3. Mangkok Iodin 1 buah 1 buah
4. Pengukur panjang bayi 1 buah 1 buah
5. Pengukur Tinggi Badan (microtoise) 1 buah 1 buah
6. Pisau Pencukur 1 buah 1 buah
7. Timbangan bayi 1 buah 1 buah
8. Timbangan Dewasa 1 buah 1 buah
9. Tromol Kasa 1 buah 1 buah
10. Waskom Bengkok Ukuran 30 cm 1 buah 1 buah
11. Waskom Bengkok Ukuran 23 cm 1 buah 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 69


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
VI. Meubelair
1. Kursi Kerja 3 buah 3 buah
2. Lemari Arsip 1 buah 1 buah
3. Meja Tulis biro 1 buah 1 buah

VII. Pencatatan & Pelaporan


Sesuai Sesuai
1. Formulir Informed Consent
kebutuhan Kebutuhan
Formulir dan Surat Keterangan lain sesuai Sesuai Sesuai
2.
kebutuhan pelayanan yang diberikan kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
3. Formulir Laporan
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Formulir Partograf
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
5. Formulir Persalinan/nifas dan KB
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
6. Formulir Rujukan
kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
7. Formulir Surat Kelahiran
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
8. Formulir Surat Kematian
kebutuhan kebutuhan
Sesuai Sesuai
9. Formulir Surat Keterangan Cuti Bersalin
kebutuhan kebutuhan

E. Ruangan Rawat Pasca Persalinan

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
rawat inap
Inap
I. Set Perawatan Pasca Persalinan
1. ARI Timer 1 buah 1 buah

70 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
rawat inap
Inap
2. Boks Bayi 1 buah 1 buah
3. Sphygmomanometer Dewasa 1 buah 1 buah
4. Standar infus 1 buah 1 buah
5. Stetoskop Anak 1 buah 1 buah
6. Tabung Oksigen dan Regulator 1 buah 1 buah
7. Tempat Tidur Dewasa 1 set 1 set
8. Termometer Anak 1 buah 1 buah
9. Termometer Dewasa 1 buah 1 buah
10. Timbangan Bayi 1 buah 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


1. Infus Set Dewasa 2 set 2 set
2. Kantong Urin 2 buah 2 buah
Sesuai Sesuai
3. Kasa Non Steril
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Kasa Steril
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
5. Kateter Folley dewasa
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
6.
Kateter intravena 16 G Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
7. Kateter intravena 18 G
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
8. Kateter Intravena 20 G
Kebutuhan Kebutuhan
9. Kateter Penghisap Lendir Dewasa 10 2 buah 2 buah
10. Kateter Penghisap Lendir Dewasa 8 2 buah 2 buah
Sesuai Sesuai
11. Sarung Tangan
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
12. Sarung Tangan Steril
Kebutuhan Kebutuhan
13. Spuit disposable (steril) 20 ml 5 buah 5 buah
14. Spuit/Disposable Syringe (steril) 1 ml 5 buah 5 buah
15. Spuit/Disposable Syringe (steril) 10 ml 5 buah 5 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 71


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
rawat inap
Inap
16. Spuit/Disposable Syringe (steril) 3 ml 5 buah 5 buah
17. Spuit/Disposable Syringe (steril) 5 ml 5 buah 5 buah

III. Perlengkapan
1. Bantal 1 buah 1 buah
2. Baskom Kecil 1 buah 1 buah
3. Handuk Pembungkus Neonatus Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan
Kantong Metode Kanguru sesuai ukuran 1 set 1 set
4.
neonatus
5. Kasur 1 buah 1 buah
6. Kotak Penyimpan Jarum Bekas 1 buah 1 buah
7. Lemari Obat 1 buah 1 buah
8. Lemari Alat 1 buah 1 buah
9. Lemari Kecil Pasien 1 buah 1 buah
10. Perlak 2 buah 2 buah
11. Pispot 1 buah 1 buah
12. Pompa Payudara untuk ASI 1 buah 1 buah
13. Sarung Bantal 2 buah 2 buah
14. Selimut Bayi 2 buah 2 buah
15. Selimut Dewasa 2 buah 2 buah
16. Seprei 2 buah 2 buah
17. Set Tumbuh Kembang Anak 1 buah 1 buah
18. Sikat untuk Membersihkan Peralatan 1 buah 1 buah
Tempat Sampah Tertutup yang dilengkapi
19.
dengan injakan pembuka penutup 2 buah 2 buah
20. Toples Kapas/Kasa Steril 2 buah 2 buah
21. Tromol Kasa/Kain Steril 2 buah 2 buah
22. Waskom Bengkok Kecil 2 buah 2 buah

IV.Meubelair
1. Kursi Kerja 3 buah 3 buah
2. Lemari Arsip 1 buah 1 buah
3. Meja Tulis biro 1 buah 1 buah

72 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
No JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
rawat inap
Inap
V. Pencatatan & Pelaporan
1. Buku Register Pelayanan 1 buah 1 buah
Sesuai Sesuai
2. Formulir lain sesuai kebutuhan pelayanan kebutuhan kebutuhan

Sesuai Sesuai
3. Rekam Medik Pasien kebutuhan kebutuhan

F. Ruangan Kesehatan Gigi dan Mulut

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN KESEHATAN
No Jenis Peralatan
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
I. Set Kesehatan Gigi & Mulut
1. Atraumatic Restorative Treatment (ART) 1 Buah 1 Buah
Enamel Access Cutter 1 Buah 1 Buah
Eksavator Berbentuk Sendok Ukuran 1 Buah 1 Buah
Kecil (Spoon Excavator Small)
Eksavator Berbentuk Sendok Ukuran 1 Buah 1 Buah
Sedang (Spoon Excavator Medium)
Eksavator Berbentuk Sendok Ukuran 1 Buah 1 Buah
Besar (Spoon Excavator Large)
Double Ended Applier and Carver 1 Buah 1 Buah
Spatula Plastik 1 Buah 1 Buah
Hatchet 1 Buah 1 Buah
Batu Asah 1 Buah 1 Buah
2. Bein Lurus Besar 1 Buah 1 Buah
3. Bein Lurus Kecil 1 Buah 1 Buah
Bor Intan (Diamond Bur Assorted) untuk 1set 1set
4. Air Jet Hand Piece (Kecepatan Tinggi)
(round, inverted dan fissure)

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 73


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN KESEHATAN
No Jenis Peralatan
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
Bor Intan Kontra Angle Hand Piece 1set 1 set
5. Conventional (Kecepatan Rendah) (round,
inverted dan fissure)
6. Ekskavator Berujung Dua (Besar) 5 Buah 5 Buah
7. Ekskavator Berujung Dua (Kecil) 5 Buah 5 Buah
8. Gunting Operasi Gusi (Wagner) (12 cm ) 1 Buah 1 Buah
9. Handpiece Contra Angle 1 Buah 1 Buah
10. Handpiece Straight 1 Buah 1 Buah
11. Kaca Mulut Datar No.4 Tanpa Tangkai 5 buah 5 buah
Klem/Pemegang Jarum Jahit (Mathieu 1 Buah 1 Buah
12.
Standar)
13. Set Kursi Gigi Elektrik yang terdiri dari:
Kursi Gigi 1 buah 1 buah
Cuspidor Unit 1 buah 1 buah
Meja Instrumen 1 buah 1 buah
Foot Controller untuk Hand Piece 1 buah 1 buah
Kompresor Oilless 1 PK 1 buah 1 buah
14. Jarum exterpasi 1 set 1 set
15. Jarum K-File (15-40) 1 set 1 set
16. Jarum K-File (45-80) 1 set 1 set
17. Light Curing 1 buah 1 buah
Mikromotor dengan Straight dan Contra 1 buah 1 buah
18. Angle Hand Piece (Low Speed Micro Motor
portable)
19. Pelindung Jari 1 buah 1 buah
1 buah 1 buah
20. Pemegang Matriks (Matrix Holder)

21. Penahan Lidah 1 buah 1 buah


Pengungkit Akar Gigi Kanan Mesial (Cryer 1 buah 1 buah
22.
Distal)
Pengungkit Akar Gigi Kanan Mesial (Cryer 1 buah 1 buah
23.
Mesial)
24. Penumpat Plastis 1 buah 1 buah
25. Periodontal Probe 1 buah 1 buah

74 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN KESEHATAN
No Jenis Peralatan
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
26. Penumpat Semen Berujung Dua 1 buah 1 buah
27. Pinset Gigi 5 buah 5 buah
28. Polishing Bur 1 set 1 set
Skeler Standar, Bentuk Cangkul Kiri (Type 1 buah 1 buah
29.
Chisel/Mesial)
Skeler Standar , Bentuk Cangkul Kanan 1 buah 1 buah
30.
(Type Chisel/Mesial)
31. Skeler Standar, Bentuk Tombak (Type Hook) 1 buah 1 buah
Skeler Standar, Black Kiri dan Kanan 1 buah 1 buah
32.
(Type Chisel/Mesial)
Skeler Standar, Black Kiri dan Kiri (Type 1 buah 1 buah
33.
Chisel/Mesial)
34. Skeler Ultrasonik 1 buah 1 buah
35. Sonde Lengkung 5 Buah 5 Buah
36. Sonde Lurus 5 Buah 5 Buah
37. Spatula Pengaduk Semen 1 buah 1 buah
38. Spatula Pengaduk Semen Ionomer 1 buah 1 buah
39. Set Tang Pencabutan Dewasa (set)
Tang gigi anterior rahang atas dewasa 1 buah 1 buah
Tang gigi premolar rahang atas 1 buah 1 buah
Tang gigi molar kanan rahang atas 1 buah 1 buah

Tang gigi molar kiri rahang atas 1 buah 1 buah

Tang molar 3 rahang atas 1 buah 1 buah

Tang sisa akar gigi anterior rahang atas 1 buah 1 buah

Tang sisa akar gigi posterior rahang atas 1 buah 1 buah

Tang gigi anterior dan premolar rahang 1 buah 1 buah
bawah
Tang gigi molar rahang bawah kanan/kiri 1 buah 1 buah
Tang gigi molar 3 rahang bawah 1 buah 1 buah
Tang sisa akar rahang bawah 1 buah 1 buah
40. Set Tang pencabutan gigi anak
Tang gigi anterior rahang atas 1 buah 1 buah
Tang molar rahang atas 1 buah 1 buah
Tang molar susu rahang atas 1 buah 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 75


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN KESEHATAN
No Jenis Peralatan
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
Tang sisa akar rahang atas 1 buah 1 buah
Tang gigi anterior rahang bawah 1 buah 1 buah
Tang molar rahang bawah 1 buah 1 buah
Tang sisa akar rahang bawah 1 buah 1 buah
41. Skalpel, Mata Pisau Bedah (Besar) 1 buah 1 buah
42. Skalpel, Mata Pisau Bedah (Kecil) 1 buah 1 buah
43. Skalpel, Tangkai Pisau Operasi 1 buah 1 buah
44. Tangkai kaca mulut 5 buah 5 buah

II. Perlengkapan
1. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 1 buah 1 buah
2. Korentang, Penjepit Sponge (Foerster) 1 buah 1 buah
3. Lampu Spiritus Isi 120 cc 1 buah 1 buah
4. Lemari peralatan 1 buah 1 buah
5. Lempeng Kaca Pengaduk Semen 1 buah 1 buah
6. Needle Destroyer 1 buah 1 buah
7. Silinder Korentang Steril 1 buah 1 buah
8. Sterilisator kering 1 buah 1 buah
9. Tempat Alkohol (Dappen Glas) 1 buah 1 buah
Toples Kapas Logam dengan Pegas dan 1 buah 1 buah
10.
Tutup (50 x 70 mm)
11. Toples Pembuangan Kapas (50 x 75 mm) 1 buah 1 buah
12. Waskom Bengkok (Neirbeken) 1 buah 1 buah

III. Bahan Habis Pakai


Sesuai Sesuai
1. Betadine Solution atau Desinfektan lainnya Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
2. Sabun tangan atau antiseptic Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
3. Kasa Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Benang Silk Kebutuhan Kebutuhan

76 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN KESEHATAN
No Jenis Peralatan
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
Sesuai Sesuai
5. Chromik Catgut Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
6. Alkohol Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
7. Kapas Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
8. Masker Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
9. Sarung tangan Kebutuhan Kebutuhan

IV. Meubelair
1. Kursi Kerja 3 buah 3 buah
2. Lemari arsip 1 buah 1 buah
3. Meja Tulis biro 1 buah 1 buah

V. Pencatatan dan Pelaporan

1. Buku register pelayanan Sesuai Sesuai


Kebutuhan Kebutuhan
2. Kartu Rekam Medis Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan
3. Formulir Informed Consent Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan
4. Formulir rujukan Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan
5. Surat Keterangan Sakit Sesuai Sesuai
Kebutuhan Kebutuhan
Formulir dan Surat Keterangan lain sesuai Sesuai Sesuai
6.
kebutuhan pelayanan yang diberikan Kebutuhan Kebutuhan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 77


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

G. Ruangan Promosi Kesehatan

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
I. Set Promosi Kesehatan
Alat Peraga Cara Menyusui yang Benar 1 paket 1 paket
1.
(Boneka dan fantom payudara)
2. Alat Permainan Edukatif (APE) 1 paket 1 paket
Sesuai Sesuai
3. Biblioterapi
Kebutuhan Kebutuhan
4. Boneka Bayi 1 buah 1 buah
5. Buletin Board/Papan Informasi 1 buah 1 buah
6. Cetakan Jamban 1 buah 1 buah
7. Cetakan Sumur Gali (Cicin) 1 buah 1 buah
8. Komputer dan Printer 1 unit 1 unit
9. Fantom Gigi Anak 2 buah 2 buah
10. Fantom Gigi Dewasa 2 buah 2 buah
11. Fantom Mata Ukuran Asli 1 buah 1 buah
12. Fantom Mata Ukuran Besar (Fiberglass) 1 buah 1 buah
13. Fantom Panggul Wanita 1 buah 1 buah
14. Flip Chart dan Stand 1 buah 1 buah
15. Food Model 1 paket 1 paket
16. Gambar Anatomi Gigi 1 lembar 1 lembar
17. Gambar Anatomi Mata 1 lembar 1 lembar
18. Gambar Anatomi Mata 60 x 90 1 lembar 1 lembar
19. Gambar Panggul Laki-Laki 1 lembar 1 lembar
20. Kamera Foto/Handy Camp 1 unit 1 unit
21. Laptop 1 unit 1 unit
22. Layar ukuran 1 x 1,5 M/Screen 1 buah 1 buah
Sesuai Sesuai
23. Leaflet-Leaflet
Kebutuhan Kebutuhan
24. Megaphone/Public Address System 1 buah 1 buah
25. Papan Tulis Putih 1 buah 1 buah
Sesuai Sesuai
26. Poster-Poster
Kebutuhan Kebutuhan
27. Proyektor/LCD Proyektor 1 unit 1 unit
28. Radio Kaset/ Tape Recorder 1 unit 1 unit

78 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
29. Televisi dan Antena 1 unit 1 unit
30. VCD/ DVD Player 1 unit 1 unit
Wireless System/Amplifier & Wireless 1 unit 1 unit
31.
Microphone

II. Bahan Habis Pakai


Sesuai Sesuai
1. Cairan Desinfektan Tangan
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
2. Cairan Desinfektan Ruangan
Kebutuhan Kebutuhan

III. Perlengkapan
1. Kabel Tambahan, @ 20 m 1 unit 1 unit
2. Portable Generator 1 unit 1 unit
3. Tempat Sampah Tertutup 2 buah 2 buah
4. Lemari alat 1 buah 1 buah

IV. Meubelair
1. Kursi kerja 2 buah 2 buah
2. Lemari Arsip 1 buah 1 buah
3. Lemari Alat-Alat Audiovisual 1 buah 1 buah
4. Meja tulis biro 1 buah 1 buah

V. Pencatatan dan Pelaporan


Sesuai Sesuai
1. Buku register pelayanan
Kebutuhan Kebutuhan
Formulir dan Surat Keterangan lain sesuai Sesuai Sesuai
2.
kebutuhan pelayanan yang diberikan Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
3. Kartu Status Pasien
Kebutuhan Kebutuhan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 79


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

H. Ruangan ASI

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
I. Set ASI
1. Breast pump 1 buah 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


Sesuai Sesuai
1. Cairan Desinfektan Tangan Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
2. Cairan Desinfektan Ruangan Kebutuhan Kebutuhan

III. Perlengkapan
1. Tempat Sampah Tertutup 2 buah 2 buah
2. Waskom 1 buah 1 buah
3. Waslap 2 buah 2 buah

IV. Meubelair
1. Kursi 3 buah 3 buah
2. Meja untuk ganti popok bayi 1 buah 1 buah
3. Meja perlengkapan 1 buah 1 buah

I. Laboratorium

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
non rawat
rawat inap
inap
I. Set Laboratorium
1 Batang Pengaduk 3 buah 3 buah
2 Beker, Gelas 3 buah 3 buah

80 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
non rawat
rawat inap
inap
3 Botol Pencuci 1 buah 1 buah
4 Corong Kaca (5 cm) 3 buah 3 buah
5 Erlenmeyer, Gelas 2 buah 2 buah
6 Fotometer 1 buah 1 buah
7 Gelas Pengukur (100 cc) 1 buah 1 buah
8 Gelas Pengukur (16 Oz/500 ml) 1 buah 1 buah
9 Hematology Analizer (HA) 1 set 1 set
10 Hemositometer Set/Alat Hitung Manual 1 set 1 set
11 Lemari Es 1 buah 1 buah
12 Mikroskop Binokuler 1 buah 1 buah
13 Pipet Mikro 5-50, 100-200, 500-1000 ul 1 buah 1 buah
14 Pipet Berskala (Vol 1 cc) 3 buah 3 buah
15 Pipet Berskala (Vol 10 cc) 3 buah 3 buah
16 Pipet Tetes (Pipet Pasteur) 12 buah 12 buah
Sesuai Sesuai
17 Pot Spesimen Dahak Mulut Lebar
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
18 Pot Spesimen Urine (Mulut Lebar)
Kebutuhan Kebutuhan
19 Rotator Plate 1 buah 1 buah
20 Sentrifuse Listrik 1 buah 1 buah
21 Sentrifuse Mikrohematokrit 1 buah 1 buah
22 Tip Pipet (Kuning dan Biru) 3 buah 3 buah
Sesuai Sesuai
23 Tabung Kapiler Mikrohematokrit
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
24 Tabung Reaksi (12 mm)
Kebutuhan Kebutuhan
25 Tabung Reaksi dengan tutup karet gabus 12 buah 12 buah
26 Tabung Sentrifus Tanpa Skala 6 buah 6 buah
27 Telly Counter 1 buah 1 buah
28 Termometer 0 50 Celcius 1 buah 1 buah
Urinometer (Alat Pengukur Berat Jenis 1 buah 1 buah
29
Urine)
30 Wadah Aquades 1 buah 1 buah
31 Westergren Set (Tabung Laju Endap Darah) 3 buah 3 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 81


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
non rawat
rawat inap
inap
II. Bahan Habis Pakai
Sesuai Sesuai
1. Blood Lancet dengan Autoklik Kebutuhan Kebutuhan
2. Kawat Asbes - 1
Sesuai Sesuai
3. Kertas Lakmus Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
4. Kertas Saring Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
5. Kaca Objek Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
6. Kaca Penutup (Dek Glass) Kebutuhan Kebutuhan
7. Penghisap Karet (Aspirator) 3 buah 3 buah

III. Perlengkapan
1. Kaki Tiga 1 buah 1 buah
2. Lampu Spiritus 1 buah 1 buah
3. Pembendung 1 buah 1 buah
4. Penjepit Tabung dari Kayu 2 buah 2 buah
5. Pensil Kaca 1 buah 1 buah
6. Pemanas/Penangas dengan Air 1 buah 1 buah
7. Rak Pengering 1 buah 1 buah
8. Rak Pewarna Kaca Preparat 1 buah 1 buah
9. Rak Tabung Reaksi 1 buah 1 buah
10. Stopwatch 1 buah 1 buah
11. Sengkelit/Ose 3 buah 3 buah
12. Sikat Tabung Reaksi 1 buah 1 buah
13. Timer 1 buah 1 buah

IV. Meubelair
1. Kursi Kerja 2 buah 2 buah
2. Lemari Peralatan 1 buah 1 buah
3. Meja Tulis biro 1 buah 1 buah

82 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
PERALATAN
NO JENIS PERALATAN Puskesmas
Puskesmas
non rawat
rawat inap
inap
V. Pencatatan dan Pelaporan
Sesuai Sesuai
1. Buku register pelayanan
Kebutuhan Kebutuhan
Sesuai Sesuai
2. Formulir Informed Consent
Kebutuhan Kebutuhan
Formulir dan Surat Keterangan lain sesuai Sesuai Sesuai
3.
kebutuhan pelayanan yang diberikan Kebutuhan Kebutuhan

J. Ruangan Farmasi

Jumlah Minimal Peralatan


No Jenis Peralatan Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
I. Set Farmasi
1. Analitical Balance (Timbangan Mikro) 1 buah 1 buah
2. Batang Pengaduk 1 buah 1 buah
3. Corong 1 buah 1 buah
4. Cawan Penguap Porselen (d.5-15cm) 1 buah 1 buah
5. Gelas Pengukur 10mL, 100mL dan 250mL 1 buah 1 buah
6. Gelas Piala 100mL, 500mL dan 1L 1 buah 1 buah
7. Higrometer 1 buah 1 buah
8. Mortir (d. 5-10cm dan d.10-15cm) + stamper 1 buah 1 buah
9. Pipet Berskala 1 buah 1 buah
10. Spatel logam 1 buah 1 buah
11. Shaker 1 buah 1 buah
12. Termometer skala 100 1 buah 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


1. Etiket 1 buah 1 buah
2. Kertas Perkamen 1 buah 1 buah
Wadah Pengemas dan Pembungkus untuk 1 buah 1 buah
3.
Penyerahan Obat

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 83


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Jumlah Minimal Peralatan


No Jenis Peralatan Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
III. Perlengkapan
1. Alat Pemanas yang Sesuai 1 buah 1 buah
2. Botol Obat dan Labelnya 1 buah 1 buah
3. Lemari pendingin 1 buah 1 buah
4. Lemari dan Rak untuk Menyimpan Obat 1 buah 1 buah
5. Lemari untuk Penyimpanan 1 buah 1 buah
Narkotika, Psikotropika dan Bahan Obat
Berbahaya Lainnya
6. Rak tempat pengeringan alat 1 buah 1 buah

IV. Meubelair
1. Kursi Kerja 2 2
2. Lemari arsip 1 buah 1 buah
3. Meja Tulis biro 1 buah 1 buah

V. Pencatatan & Pelaporan


1. Blanko LPLPO 1 1
2. Blanko Kartu Stok Obat 1 1
3. Blanko Copy resep 1 1
4. Buku Penerimaan 1 1
5. Buku Pengiriman 1 1
6. Buku Pengeluaran Obat Bebas, Bebas 1 1
Terbatas dan Keras
Buku Pencatatan Narkotika dan 1 1
7.
Psikotropika
8. Form Laporan Narkotika dan Psikotropika 1 1
Formulir dan Surat Keterangan lain sesuai Sesuai Sesuai
9.
kebutuhan pelayanan yang diberikan Kebutuhan Kebutuhan

84 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

K. Ruangan Rawat Inap

JUMLAH
NO JENIS PERALATAN
MINIMAL
A. Set Rawat Inap
1. Ari Sound Timer 1 buah
2. Baki Instrumen Bertutup 1 buah
3. Bak Instrumen Bertutup 30 X 30 Cm 1 buah
4. Bisturi No 10 1 kotak
5. Brankar 1 buah
Gunting Lengkung, Ujung Tajam (Metzenbaum) 3 buah
6.
(18 Cm)
Gunting Lengkung, Ujung Tumpul (Metzenbaum) 3 buah
7.
(18 Cm)
Gunting Lurus, Ujung Tajam (Metzenbaum) 3 buah
8.
(18 Cm)
Gunting Lurus, Ujung Tumpul (Metzenbaum) 3 buah
9.
(18 Cm)
10. Gunting Mayo Lurus/Lengkung 3 buah
11. Gunting Pembuka Jahitan, Lurus 3 buah
12. Kaca Pembesar 3 buah
13. Kanula Hidung 3 buah
14. Kateter, Selang Penghisap Lendir Bayi 3 buah
15. Kauter 3 buah
16. Klem Agrave, 14 Mm (Isi 100) 3 buah
Klem Arteri, 12 Cm, Lengkung Dengan Gigi 1 X 2 3 buah
17.
(Halstead-Mosquito)
Klem Arteri, 12 Cm, Lengkung Tanpa Gigi 3 buah
18.
(Halstead-Mosquito)
Klem Arteri, 12 Cm, Lurus Dengan Gigi 1 X 2 3 buah
19.
(Halstead-Mosquito)
Klem Arteri, 12 Cm, Lurus Tanpa Gigi 1 X 2 3 buah
20.
(Halstead-Mosquito)
21. Klem Arteri, Lurus (Kelly) 3 buah
Klem/Pemegang Jarum Jahit Dengan Kunci 3 buah
22.
(Baraquer)
23. Klem/Pemegang Jarum Jahit (Mathieu Standar) 3 buah
24. Klem/Pemegang Silet (Barraquer) 3 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 85


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH
NO JENIS PERALATAN
MINIMAL
Klem/Penjepit Kain (Kocher-Backhaus)/Duk 3 buah
25.
Klem
26. Klep Pengatur Oksigen Dengan Humidifer 3 buah
Korentang, Lengkung, Penjepit Alat Steril, 23 Cm 3 buah
27.
(Cheattle)
28. Korentang, Penjepit Sponge (Foerster) 3 buah
29. Inkubator Bayi 1 buah
30. Lampu Periksa 1 buah
31. Lampu Senter 1 buah
32. Manset Anak; Dengan Velecro 1 buah
33. Manset Dewasa 1 buah
34. Meja Instrumen, Mayo Berstandar 1 buah
35. Meja Instrumen/Alat 1 buah
36. Nebulizer 1 buah
37. Pinset Anatomis, 14,5 Cm 2 buah
38. Pinset Anatomis, 18 Cm 2 buah
39. Pinset Anatomis (Untuk Specimen) 2 buah
40. Pinset Bedah, 14,5 Cm 2 buah
41. Pinset Bedah, 18 Cm 2 buah
42. Resusitator Untuk Dewasa 1 buah
43. Resusitator For Infant 1 buah
44. Selang Oksigen 3 buah
45. Skalpel, Tangkai Pisau Operasi 2 buah
46. Spalk 1 buah
47. Sphygmomanometer 2 buah
sesuai jumlah
48. Standar Infus
tempat tidur
49. Standar Waskom, Tunggal 1 buah
50. Standar Waskom, Ganda 1 buah
51. Stetoskop Infant 1 buah
52. Stetoskop Anak 1 buah
53. Stetoskop Dewasa 1 buah
54. Suction Pump 1 buah
55. Sonde Dengan Mata, 14,5 Cm 1 buah
56. Sonde Pengukur Dalam Luka 1 buah
57. Tabung Oksigen 6 Meterkubik Dan Regulator 1 buah

86 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH
NO JENIS PERALATAN
MINIMAL
58. Tabung Oksigen 1 Meterkubik Dan Regulator 1 buah
59. Tabung/Sungkup Untuk Resusitasi 2 buah
60. Termometer Infant 1 buah
61. Termometer Dewasa 1 buah
62. Tempat Tidur Rawat Inap 5 s.d 8 buah
63. Tempat Tidur Rawat Inap Untuk Anak 2 buah
64. Torniket Karet 1 buah
65. Tromol Kasa/Kain Steril (125 X 120 Mm) 1 buah
66. Tromol Kasa/Kain Steril (150 X 150 Mm) 1 buah
67. Waskom Bengkok 1 buah
68. Waskom Cekung 1 buah
69. Waskom Cuci 1 buah
70. Wing Needle 3 buah

II. Bahan Habis Pakai


Cairan Antiseptik/Antimikroba (Klorheksidin Sesuai
1.
Glukonat 2-4%, Alkohol 60-90%) kebutuhan
2. Benang Cat Gut (15 Cm)/Rol/Kaset 1 roll
3. Disposable Syringe, 1 Cc 1 box
Disposable Syringe, 3 Cc 1 box
4. Disposable Syringe, 5 Cc 1 box
5. Disposable Syringe, 10 Cc 1 box
Jarum Jahit, Lengkung, 1/2 Lingkaran, 1 box
6.
Penampang Bulat
Jarum Jahit, Lengkung, 1/2 Lingkaran, 1 box
7.
Penampang Segitiga
Jarum Jahit, Lengkung, 3/8 Lingkaran, 1 box
8.
Penampang Bulat
Jarum Jahit, Lengkung, 3/8 Lingkaran, 1 box
9.
Penampang Segitiga
10. Kasa Non Steril 1 box
11. Kasa Steril 1 box
12. Kapas 1 box
13. Masker 1 box
14. Plester 1 box
15. Sarung Tangan , Nomor 6 Steril dan Non Steril 1 box

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 87


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH
NO JENIS PERALATAN
MINIMAL
16. Sarung Tangan, Nomor 7 Steril Dan Non Steril 1 box
Sarung Tangan, Nomor 7 Steril Dan Non 1 box
17. Steril

III. Perlengkapan
Sesuai Jumlah
1. Bantal
Tempat Tidur
2. Dorongan Untuk Tabung Oksigen 2 buah
3. Duk Biasa, Besar (274 X 183 Cm) 3 buah
Duk Biasa, Kecil (91 X 114 Cm) 3 buah
4. Duk Biasa, Sedang (91 X 98 Cm) 3 buah
Duk Bolong, Besar (274 X 183 Cm) Letak 3 buah
5. Lubang Di Tengah (23 X 10)
6. Duk Bolong, Kecil 3 buah
7. Duk Bolong, Sedang 3 buah
8. Handuk Bayi 3 buah
9. Handuk Kecil (60 X 40 Cm) 3 buah
10. Kain Penutup Meja Mayo 3 buah
Sesuai Jumlah
11. Kasur
Tempat Tidur
12. Kursi Roda 1 buah
13. Lap Untuk Mandi Pasien 10 buah
14. Pispot Anak 1 buah
15. Pispot Dewasa 2 buah
16. Pispot Fraktur/Immobilisasi 2 buah
17. Pispot Pria/Urinal 1 buah
18. Perlak, Tebal Lunak (200 X 90 Cm) 10 buah
19. Sarung Bantal 20 buah
20. Selimut 20 buah
21. Selimut Bayi 15 buah
22. Sikat Tangan 5 buah
23. Sprei 20 buah

88 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH
NO JENIS PERALATAN
MINIMAL
24. Sprei Kecil/Steek Laken 15 buah
25. Tempat Sampah Tertutup Dengan Injakan 4 buah

I. Meubelair
1. Kursi 12 buah
Sesuai Jumlah
2. Lemari Kecil untuk perlengkapan pasien
Tempat Tidur
3. Lemari Peralatan 1 buah
4. Penyekat Ruangan 7 buah

II. Pencatatan dan Pelaporan


Sesuai
1. Formulir Rujukan
Kebutuhan

Sesuai
2. Formulir Lain Sesuai Kebutuhan
Kebutuhan

Sesuai
3. Informed Consent
Kebutuhan

Sesuai
4. Kertas Resep
Kebutuhan

Sesuai
5. Rekam Medis Pasien Rawat Inap
Kebutuhan

Sesuai
6. Register Pasien Rawat Inap
Kebutuhan

Sesuai
7. Surat Keterangan Sakit
Kebutuhan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 89


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

L. Ruangan Sterilisasi

Jumlah Minimal
Peralatan
No Jenis Peralatan Puskesmas
Puskesmas
Non Rawat
Rawat Inap
Inap
I. Set Sterilisasi
1. Autoclave 1 buah 1 buah
Korentang, Lengkung, Penjepit Alat Steril, 23 Cm 3 buah 3 buah
2.
(Cheattle)

II. Bahan Habis Pakai


1. Masker 1 Box 1 Box
Larutan Klorin 0,5% Sesuai Sesuai
2. Kebutuhan Kebutuhan
3. Sarung Tangan Rumah Tangga Dari Lateks 5 Pasang 5 Pasang

III. Perlengkapan
1. Apron/Celemek Karet 3 buah 3 buah
2. Duk Pembungkus Alat 20 buah 20 buah
3. Ember Plastik Untuk Merendam Alat 3 buah 3 buah
4. Lemari Alat Untuk Alat Yang Sudah Steril 1 buah 1 buah
5. Sikat Pembersih Alat 5 Buah 5 Buah
6. Tempat Sampah Tertutup Dengan Injakan 2 buah 2 buah

IV. Meubelair
1. Kursi Kerja 2 buah 2 buah
2. Lemari arsip 1 buah 1 buah
3. Meja Tulis biro 1 buah 1 buah

V. Pencatatan & Pelaporan


Formulir dan Surat Keterangan sesuai Sesuai Sesuai
1.
kebutuhan pelayanan yang diberikan Kebutuhan Kebutuhan

90 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

M. JARINGAN PELAYANAN PUSKESMAS

1. Puskesmas Keliling

JUMLAH
No JENIS PERALATAN MINIMAL
PERALATAN
I. Set Puskesmas Keliling
1. Alat Pemasang IUD 1 set
2. Alat Pemasang, Norplant 1 set
3. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 2 buah
4. Bein Lurus Besar 1 buah
5. Bein Lurus Kecil 1 buah
6. Ekskavator Berujung Dua (Besar) 1 buah
7. Ekskavator Berujung Dua (Kecil) 1 buah
Generator Set mini dengan daya Output Maks.
0.85 KVA/850 Watt, Voltase AC 220 V/1 Phase/
8. 1 unit
DC 12V/8.3A, Kapasitas Tangki Bahan Bakar
4,5 L
9. Gunting Bedah Standar, Lengkung 2 buah
10. Gunting Pembalut (Lister) 2 buah
11. Irigator Dengan Konektor Nilon, Lurus 1 buah
12. Kaca Mulut Datar No.4 1 buah
13. Klem Arteri, Lurus (Kelly) 2 buah
Klem/Pemegang Jarum Jahit, 18 cm (Mayo- 2 buah
14.
Hegar)
15. Klem/Penjepit Porsio, 25 cm (Schroder) 2 buah
Korentang, Lengkung, Penjepit Alat Steril, 23 cm 1 buah
16.
(Cheattle)
17. Korentang, Penjepit Sponge (Foerster) 1 buah
LCD Projector dengan Pencahayaan Minimal 1 unit
18.
2000 Lumen
19. Mangkok untuk Larutan 1 buah
20. Mangkuk untuk larutan (Dappen glas) 1 buah
21. Meteran 1 buah
22. Microphone Tanpa Kabel 1 unit
23. Palu Pengukur Reflek 1 buah
Pemutar VCD/DVD dan Karaoke yang
24. 1 unit
Kompatibel dengan Berbagai Media

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 91


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH
No JENIS PERALATAN MINIMAL
PERALATAN
25. Pengukur Panjang Bayi dan Tinggi Badan Anak 1 buah
26. Pengungkit Akar Gigi (Cryer Distal) 1 buah
27. Pengungkit Akar Gigi (Cryer Mesial) 1 buah
28. Penumpat Plastis 1 buah
29. Pen Lancet 1 buah
30. Pinset Anatomis, 14,5 cm 2 buah
31. Pinset Anatomis, 18 2 buah
32. Pinset Gigi 1 buah
33. Pompa Payudara/Breast Pump 1 buah
34. Scaller , Black Kiri dan Kanan (Type Hoe) 1 buah
Scaller , Standar, Bentuk Bulan Sabit (Type
35. 1 buah
Sickle)
Scaller , Standar, Bentuk Cangkul Kanan (Type
36. 1 buah
Chisel/Mesial)
Scaller , Standar, Bentuk Cangkul Kiri (Type
37. 1 buah
Chisel/Distal)
38. Scaller Standar, Bentuk Tombak (Type Hoe) 1 buah
39. Semprit Untuk Telinga dan Luka 1 buah
40. Semprit, Air 1 buah
41. Semprit, Gliserin 1 buah
42. Silinder Korentang Kecil 1 buah
43. Skalpel Tangkai Pisau Operasi 1 buah
44. Skalpel, Mata Pisau Bedah (No.10) 1 buah
45. Sonde Bengkok 1 buah
46. Sonde lurus 1 buah
47. Sonde Uterus/ Penduga 1 buah
48. Spalk 1 buah
49. Spatula Pengaduk Semen Gigi 1 buah
50. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Besar 1 buah
51. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Kecil 1 buah
52. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Sedang 1 buah
53. Sphygmomanometer dewasa 1 buah
54. Sphygmomanometer anak 1 buah
55. Sterilisator Portable 1 buah
56. Stetoskop Dewasa 1 buah

92 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH
No JENIS PERALATAN MINIMAL
PERALATAN
57. Stetoskop Anak 1 buah
58. Stetoskop Janin 1 buah
59. Stereo Sound System 1 unit
60. Sudip Lidah Logam, Panjang 12 cm 1 buah
61. Sudip Lidah Logam, Panjang 16,5 cm 1 buah
62. Tandu Lipat 1 buah
63. Tang Pencabut Akar Gigi Atas Bentuk Bayonet 1 buah
64. Tang Pencabut Akar Gigi Depan Atas 1 buah
Tang Pencabut Akar Gigi Seri dan Sisa Akar
65. 1 buah
Bawah
66. Tang Pencabut Akar Gigi Terakhir Atas 1 buah
67. Tang Pencabut Akar Gigi Terakhir Bawah 1 buah
68. Tang Pencabut Gigi Geraham Atas Kanan 1 buah
69. Tang Pencabut Gigi Geraham Atas Kiri 1 buah
70. Tang Pencabut Gigi Geraham Besar Bawah 1 buah
71. Tang Pencabut Gigi Geraham Kecil Atas 1 buah
Tang Pencabut Gigi Geraham Kecil Kecil dan
72. 1 buah
Taring Bawah
73. Tangkai untuk Kaca Mulut 1 buah
74. Termometer Anak 1 buah
75. Termometer Dewasa 1 buah
76. Timbangan Bayi/Timbangan Dacin 1 buah
77. Timbangan Dewasa 1 buah
78. Torniket Karet 1 buah
79. Waskom Bengkok 1 buah
80. Waskom Cekung 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


1. Alkohol 1 buah
2. Benang Silk 1 buah
3. Betadine Solution atau Desinfektan lainnya 1 buah
4. Chromik Catgut 1 buah
5. Disposible Syringe 3cc 10 buah
6. Folley Kateter 1 buah
7. Kain Balut segitiga 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 93


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH
No JENIS PERALATAN MINIMAL
PERALATAN
8. Kapas 1 buah
9. Kasa 1 buah
10. Masker 1 buah
11. Mixing Pad 1 buah
12. Plester 1 buah
13. Sabun tangan atau antiseptik 1 buah
14. Sarung tangan 1 buah
15. Semen glass ionomer 1 buah

III. Perlengkapan
1. Botol Mulut Lebar 1 buah
2. Botol Mulut Sempit dengan Tutup Ulir 1 buah
3. Celemek Plastik Lampu senter Penggerus Obat 1 buah
4. Gelas Pengukur (16 Oz/500 ml) 1 buah
5. Penjepit Tabung dari Kayu 1 buah
6. Pompa Payudara untuk Asi 1 buah
7. Standar Waskom, Tunggal 1 buah
8. Tempat Alkohol (Dappen Glas) 1 buah
Toples Kapas Logam dengan Pegas dan Tutup 1 buah
9.
(50 x 75 mm)
10. Toples Kapas/Kasa Steril 1 buah
11. Waskom Cuci 1 buah

IV. Meubeulair
1. Kursi lipat 2 buah
2. Meja lipat 1 buah

V. Pencatatan dan Pelaporan


Sesuai
1. Buku register pelayanan
Kebutuhan
Sesuai
2. Formulir Informed Consent
Kebutuhan
Formulir & Surat Keterangan lain sesuai Sesuai
3.
kebutuhan pelayanan yang diberikan Kebutuhan

94 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

2. Puskesmas Pembantu

JUMLAH MINIMAL
No JENIS PERALATAN
PERALATAN

I. Set Pemeriksaan Umum di Puskesmas Pembantu


1. Aligator Forsceps P.247 2 buah
2. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 2 buah
Corong Telinga/Spekulum Telinga P.241, 1 set
3.
Ukuran Kecil, Besar, Sedang
4. Duk Bolong, Sedang 2 buah
5. Emesis basin/Nierbeken besar 1 buah
6. Gunting Bedah Standar, Lurus 2 buah
7. Gunting Benang 2 buah
8. Gunting Pembalut, Lister 1 buah
9. Klem Arteri, Lurus (Kelly) 2 buah
10. Klem/Pemegang Jarum Jahit, 18 cm (Mayo-Hegar) 2 buah
11. Korentang, Penjepit Sponge (Foerster) 2 buah
12. Lampu senter untuk periksa/pen light 1 buah
13. Meja Instrumen/Alat 1 buah
14. Pengukur tinggi badan 1 buah
15. Pengukur panjang badan 1 buah
16. Pinset Anatomis (Untuk Specimen) 2 buah
17. Pinset Anatomis, 14,5 cm 2 buah
18. Pinset Anatomis, 18 cm 2 buah
19. Pinset Bayonet P.245 2 buah
20. Pinset Bedah 18 cm 2 buah
21. Pinset Bedah, 14,5 cm 2 buah
22. Silinder Korentang Steril 2 buah
23. Skalpel, Tangkai Pisau Operasi 2 buah
24. Sphygmomanometer dewasa 1 buah
25. Standar infus 1 buah
26. Sterilisator 1 buah
27. Stetoskop 1 buah
28. Sudip Lidah, Logam, Panjang 12 cm 1 buah
29. Tempat Tidur Periksa Dan Perlengkapannya 1 buah
30. Termometer 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 95


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
No JENIS PERALATAN
PERALATAN

31. Timbangan Dewasa 1 buah


32. Timbangan Bayi 1 buah
33. Torniket karet 1 buah
34. Tromol Kasa/Kain Steril (125 x 120 mm) 1 buah

II. Set Pemeriksaan Kesehatan Ibu*

III. Set Pemeriksaan Kesehatan Anak*

IV. Set Pelayanan KB*

V. Set Pemeriksaan Laboratorium Sederhana


1 Alat pemeriksaan Hb POCT 1
2 Tes Celup Glucoprotein Urin 1
3 Tes Celup hCG (tes kehamilan) 1
4 Tes Golongan Darah 1
5 Kulkas (penyimpan reagen, vaksin dan obat) 1

VI. Bahan Habis Pakai


1. Benang Silk Sesuai kebutuhan
2. Betadine Solution atau Desinfektan lainnya 1 botol
3. Chromic Catgut Sesuai kebutuhan
4. Disposable Syringe, 1 cc Sesuai kebutuhan
5. Disposable Syringe, 10 cc Sesuai kebutuhan
6. Disposable Syringe, 3 cc Sesuai kebutuhan
7. Disposable Syringe, 5 cc Sesuai kebutuhan
Jarum Jahit, Lengkung, 1/2 Lingkaran, Sesuai kebutuhan
8.
Penampang Bulat
Jarum Jahit, Lengkung, 1/2 Lingkaran, Sesuai kebutuhan
9.
Penampang Segitiga
Jarum Jahit, Lengkung, 3/8 Lingkaran, Sesuai kebutuhan
10.
Penampang Bulat
Jarum Jahit, Lengkung, 3/8 Lingkaran, Sesuai kebutuhan
11.
Penampang Segitiga
12. Kateter, Karet Nomor 10 (Nelaton) Sesuai kebutuhan
13. Kateter, Karet Nomor 14 (Nelaton) Sesuai kebutuhan

96 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
No JENIS PERALATAN
PERALATAN

14. Pelilit Kapas/Cotton Aplicator Sesuai kebutuhan


15. Sabun Tangan atau Sabun Cair Antiseptik 1 buah
16. Sarung Tangan Sesuai kebutuhan
17. Selang Karet untuk Anus Sesuai kebutuhan
18. Semprit, Gliserin Sesuai kebutuhan
19. Skalpel, Mata Pisau Bedah (Nomor 10) Sesuai kebutuhan

VII. Perlengkapan
1. Handuk Kecil untuk Lap Tangan 1 buah
2. Kasur 1 buah
3. Kotak Penyimpan Jarum Bekas 1 buah
4. Pispot 2 buah
5. Sikat Tangan 1 buah
6. Sikat untuk Membersihkan Peralatan 1 buah
7. Steek Laken (Sprei Kecil) 1 buah
8. Tempat Sampah Tertutup 1 buah
9. Toples Kapas/Kasa Steril 1 buah

VIII. Meubelair
1. Kursi Kerja 3 buah
2. Lemari Peralatan 1 buah
3. Meja Tulis biro 1 buah

IX. Pencatatan dan Pelaporan


1. Buku register pelayanan Sesuai Kebutuhan
2. Formulir Informed Consent Sesuai Kebutuhan
Formulir lainnya sesuai kebutuhan pelayanan
3.
yang diberikan Sesuai Kebutuhan
4. Formulir laporan Sesuai Kebutuhan
5. Formulir rujukan ke Puskesmas Sesuai Kebutuhan

Keterangan:
(*) Disesuaikan dengan Set di Puskesmas

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 97


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

3. Peralatan untuk Bidan Desa mempergunakan peralatan Kit Bidan.


N. PERALATAN UNTUK PELAYANAN LUAR GEDUNG PUSKESMAS
1. Kit Keperawatan Kesehatan Masyarakat (PHN Kit)*

JUMLAH MINIMAL
No JENIS PERALATAN
PERALATAN
I. Set Keperawatan Kesehatan Masyarakat
Alat Test Darah Portable/rapid diagnostic test (Hb,
1 unit
1. Gula darah, Asam Urat, Kolesterol)
2. Bak Instrumen dilengkapi Tutup 1 buah
3. Gunting Angkat Jahitan 1 buah
4. Gunting Iris Lurus 1 buah
5. Gunting Jaringan 1 buah
6. Gunting Verband 1 buah
7. Klem Arteri 1 buah
8. Kom Iodine 1 buah
9. Kom Kapas Steril 1 buah
10. Kom dilengkapi tutup 1 buah
11. Nierbeken 1 buah
12. Palu Reflex 1 buah
13. Peak Flow Meter 1 buah
14. Pen lancet 1 buah
15. Penlight 1 buah
16. Pinset Anatomis 1 buah
17. Pinset Cirurgis 1 buah
18. Sphygmomanometer Dewasa dan anak 1 buah
19. Stetoskop Anak 1 buah
20. Stetoskop Dewasa 1 buah
21. Termometer 1 buah
22. Timbangan Badan Dewasa 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


1. Alat tenun perawatan luka 1 buah
2. Alkohol 70% kemasan botol 100 ml 1 botol
3. Alkohol Swab kemasan box isi 100 lembar 1 box
4. Blood Lancet kemasan box isi 25 buah 1 box
5. Handscrub kemasan botol 500 ml 1 botol

98 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
No JENIS PERALATAN
PERALATAN
Kasa Hidrofil Steril uk 16 cm x 16 cm kemasan dos
6. 1 dos
isi 16 lembar
7. Masker 1 buah
8. NaCl 0,9 % kemasan botol 500 ml 1 botol
9. Pembalut (gulung) hidrofil 4 m x 5 cm 10 roll
10. Plester 1 roll
11. Povidon Iodida larutan 10% kemasan botol 60 ml 1 botol
12. Refill Strip Asam Urat kemasan isi 25 strip 1 buah
13. Refill Strip Glukosa kemasan isi 25 strip 1 buah
14. Refill Strip Haemoglobin Darah kemasan isi 25 strip 1 buah
15. Refill Strip Kolesterol kemasan isi 25 strip 1 buah
16. Rivanol kemasan botol 300 ml 1 botol
17. Sarung Tangan Non Steril 1 pasang
18. Sarung Tangan Steril 1 pasang
19. Sudip Lidah 1 buah

III. Perlengkapan
1. Duk Biasa 1 buah
2. Duk Bolong 1 buah
3. Meteran Gulung 1 buah
4. Perlak Besar 1 buah
5. Perlak Kecil 1 buah
6. Tas Kanvas tempat kit 1 buah

Keterangan:
Jumlah minimal Kit Keperawatan Kesehatan Masyarakat adalah 2 (dua) Kit
untuk setiap Puskesmas.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 99


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

2. Kit Imunisasi

JUMLAH MINIMAL
No JENIS PERALATAN
PERALATAN
I. Kit Imunisasi
1. Vaksin Carrier 1 unit

II. Bahan Habis Pakai


1. Alat Suntik Sekali Pakai 1 ml Sesuai Kebutuhan
2. Alat Suntik Sekali Pakai 3 ml Sesuai Kebutuhan
3. Alkohol Swab kemasan box isi 100 lembar 1 box
4. Vaksin Sesuai Kebutuhan

III. Perlengkapan
1. Kotak penyimpan jarum bekas 1 buah
2. Tas Kanvas tempat kit 1 buah

Keterangan:
Jumlah minimal Kit Imunisasi adalah 2 (dua) Kit untuk setiap Puskesmas.

3. Kit UKS

JUMLAH MINIMAL
No JENIS PERALATAN
PERALATAN
I. Kit UKS
1. Garpu Tala 512 HZ/1024 HZ/2084 HZ 1 buah
2. Palu pengukur refleks 1 buah
3. Pengait serumen 1 buah
4. Pengukur tinggi badan 1 buah
5. Pinhole 1 buah
6. Snellen, alat untuk pemeriksaan visus 1 buah
7. Speculum hidung (Lempert) 1 buah
Speculum telinga dengan ukuran kecil, sedang,
8. 1 set
besar
9. Stetoskop 1 buah
10. Sudip lidah, logam panjang 12 cm 1 buah
Sphygmomanometer dengan manset anak dan
11. 1 set
dewasa

100 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
No JENIS PERALATAN
PERALATAN
12. Thermometer klinis 1 buah
13. Tes buta warna (ISHIHARA) 1 buah
14. Timbangan dewasa 1 buah
15. Torniket Karet 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


1. Alkohol Sesuai Kebutuhan
2. Cairan Desinfektan atau Povidone Iodin Sesuai Kebutuhan
3. Sabun tangan atau antiseptik Sesuai Kebutuhan
4. Kasa Sesuai Kebutuhan
5. Kapas Sesuai Kebutuhan
6. Masker Sesuai Kebutuhan
7. Sarung tangan Sesuai Kebutuhan

III. Perlengkapan
1. Pen Light 1 buah
2. Tempat Alkohol 1 buah
Toples Kapas Logam dengan Pegas dan Tutup (50
3. 1 buah
x 75 mm)
4. Toples Kapas/Kasa Steril 1 buah
5. Toples Pembuangan Kapas (50 x 75 mm) 1 buah
6. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 1 buah
7. Waskom Cekung 1 buah
8. Tas Kanvas tempat kit 1 buah
Keterangan:
Jumlah minimal Kit UKS adalah 2 (dua) Kit untuk setiap Puskesmas

4. Kit UKGS

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
I. Kit UKGS
1. Atraumatic Restorative Treatmen (ART)
Enamel Access Cutter 1 buah
Eksavator Berbentuk Sendok Ukuran Kecil
1 buah
(Spoon Excavator Small)

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 101


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
Eksavator Berbentuk Sendok Ukuran Sedang
1 buah
(Spoon Excavator Medium)
Eksavator Berbentuk Sendok Ukuran Besar
1 buah
(Spoon Excavator Large)
Double Ended Applier and Carver 1 buah
Spatula Plastik 1 buah
Hatchet 1 buah
Batu Asah 1 buah
2. Ekskavator Berujung Dua (Besar) 5 buah
3. Ekskavator Berujung Dua (Kecil) 5 buah
4. Kursi Gigi Lapangan 1 buah
5. Kaca mulut nomor 4 tanpa tangkai 5 buah
6. Penumpat Plastis 2 buah
7. Pinset Gigi 5 buah
8. Skeler Standar, Bentuk Tombak (Type Hoe)
9. Skeler, Black Kiri dan Kanan (Type Hoe) 1 buah
10. Skeler, Standar, Bentuk Bulan Sabit (Type Sickle) 1 buah
Skeler, Standar, Bentuk Cangkul Kanan (Type
11. 1 buah
Chisel/Mesial)
Skeler, Standar, Bentuk Cangkul Kiri (Type Chisel/
12. 1 buah
Distal)
13. Sonde Lengkung 5 buah
14. Sonde Lurus 5 buah
15. Spatula Pengaduk Semen 2 buah
16. Tang Pencabutan Anak (1 Set)
Tang Gigi Anterior Rahang Atas 1 buah
Tang Molar Rahang Atas 1 buah
Tang Molar Susu Rahang Atas 1 buah
Tang Gigi Anterior Rahang Bawah 1 buah
Tang Molar Rahang Bawah 1 buah
Tang Sisa Akar Rahang Bawah 1 buah
17. Sterilisator (Pressure Cooker) 1 buah
18. Tangkai untuk Kaca Mulut 5 buah

II. Bahan Habis Pakai


1. Cairan Desinfektan atau Povidone Iodine Sesuai Kebutuhan

102 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
2. Sabun tangan atau antiseptik Sesuai Kebutuhan
3. Kasa Sesuai Kebutuhan
4. Alkohol Sesuai Kebutuhan
5. Kapas Sesuai Kebutuhan
6. Masker Sesuai Kebutuhan
7. Sarung tangan Sesuai Kebutuhan

III. Perlengkapan
1. Tempat Alkohol (Dappen Glas) 1 buah
Toples Kapas Logam dengan Pegas dan Tutup (50
2. 1 buah
x 75 mm)
3. Toples Kapas/Kasa Steril 1 buah
4. Toples Pembuangan Kapas (50 x 75 mm) 1 buah
5. Pantom Model Gigi 1 buah
6. Gambar Anatomi Gigi 1 buah
7. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 1 buah
8. Tas Kanvas tempat kit 1 buah
Keterangan:
Jumlah minimal Kit UKGS adalah 2 (dua) Kit untuk setiap Puskesmas

5. Kit Bidan

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
I. Kit Bidan
1. Alat Penghisap Lendir DeLee/Bulb 1 buah
2. Alat Penghisap Lendir Elektrik 1 buah
3. Bak Instrumen dengan tutup 2 buah
4. Baki Logam Tempat Alat Steril Bertutup 2 buah
5. Bengkok Kecil 2 buah
6. Bengkok Besar 2 buah
7. Doppler 1 buah
8. Gunting Benang 2 buah
9. Gunting Episiotomi 2 buah
10. Gunting Verband 1 buah
11. Gunting Tali Pusat 2 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 103


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
12. Pemeriksaan Hb 1 buah
13. Klem Pean/ Klem Tali Pusat 2 buah
14. Korcher Tang 2 buah
15. 1/2 Klem Korcher/ Pemecah Ketuban 2 buah
16. Lancet 1 buah
17. Mangkok untuk Larutan 2 buah
18. Meteran 2 buah
19. Palu Refleks 1 buah
20. Penjepit Uterus 2 buah
21. Pelvimeter Obstetrik 1 buah
22. Pengukur Panjang Badan Bayi 1 buah
23. Pengukur Lingkar Kepala 1 buah
24. Pengukur Panjang Badan Bayi 1 buah
25. Pengukur Tinggi Badan (Microtoise) 1 buah
26. Pinset Anatomi Pendek 2 buah
27. Pinset Anatomi Panjang 2 buah
28. Pinset Bedah 2 buah
29. Pisau Pencukur 2 buah
30. Pita Pengukur Lila 1 buah
31. Penutup Mata (Okluder) 1 buah
32. Stetoskop Janin 1 buah
33. Stetoskop Neonatus 1 buah
34. Sudip lidah logam panjang 12 cm 1 buah
35. Sudip lidah logam panjang 16,5 cm 1 buah
36. Sonde mulut 1 buah
37. Sonde Uterus/Penduga 2 buah
38. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Besar 1 buah
39. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Kecil 1 buah
40. Spekulum Vagina (Cocor Bebek) Sedang 1 buah
41. Stetoskop 2 buah
42. Silinder Korentang Steril 2 buah
43. Spekulum Vagina (Sims) 1buah
44. Tabung untuk bilas vagina 1 buah
45. Tampon Tang 1 buah
46. Termometer Dahi dan Telinga 1 buah
47. Thermometer digital 1 buah
48. Termometer Dewasa 1 buah

104 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
49. Tensimeter Dewasa 1 buah
50. Timbangan Dewasa 1 buah
51. Timbangan Bayi 1 buah
52. Toples Kapas/Kasa Steril 1 buah
53. Torniket Karet 1 buah
54. Tromol Kasa/Kain Steril 1 buah
55. Resusitasi Dewasa beserta masker 1 buah
56. Resusitasi Bayi beserta masker 1 buah
57. Waskom Bengkok 1 buah
58. Waskom Cekung 1 buah
59. Weight baby scale + tray for 20 kg 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


1. Alkohol 5 botol
2. Betadine Solution atau Desinfektan lainnya 5 botol
3. Chromic Catgut 1 pak
4. Cairan NaCl 1 pak
5. Disposable Syringe, 1 cc 5 dus
6. Disposable Syringe, 2,5 3 cc 5 dus
7. Disposable Syringe, 5 cc 5 dus
8. Disposable Syringe, 10 cc 5 dus
Infus Set dengan Wing Needle untuk Anak dan Bayi
9. 2 set
no. 23 dan 25
10. Kasa 1 gulung
11. Kapas 1 pak
12. Kateter Karet 2 buah
13. Lidi kapas 1
14. Masker 1 pak
15. Pelumas 1 buah
16. Sarung tangan 1 buah
17. Sabun Tangan atau Antiseptik 1 buah
18. Tes kehamilan strip 50 tes
19. Ultrasonic gel 250 ml 1 buah
20. Umbilical cord klem plastik 2 pak

III. Perlengkapan
1. Duk steril kartun 1 buah
2. Kotak Penyimpan Jarum atau Pisau Bekas 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 105


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
3. Senter + baterai besar 1 buah
4. Sarung Tangan Karet untuk Mencuci Alat 1 pasang
5. Sikat untuk Membersihkan Peralatan 1 buah
6. Stop Watch 1 buah
7. Tas tahan air tempat kit 1 buah
8. Tempat Kain Kotor 1 buah
9. Tempat Plasenta 1 buah
Keterangan:
Jumlah minimal Kit Bidan adalah 2 (dua) Kit untuk setiap Puskesmas

6. Kit Posyandu
JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
I. Kit Posyandu
1. Alat Permainan Edukatif 2 set
2. Food Model 1 set
Gunting perban 1 buah
3. Timbangan Bayi 1 unit
4. Timbangan Dacin dan perlengkapannya 1 set
5. Timbangan Dewasa 1 unit
6. Termometer Anak 1 buah

II. Bahan Habis Pakai


1. Alkohol 1 botol
2. Cairan Desinfektan atau Povidone Iodin 1 botol
3. Kasa steril 1 kotak
4. Kapas 1 kotak
5. Perban 1 roll
6. Plester 1 roll
7. Masker Sesuai kebutuhan
8. Sarung tangan Sesuai kebutuhan

III. Perlengkapan
1. Tas kanvas tempat kit 1 buah
Keterangan:
Jumlah Kit Posyandu harus disesuaikan dengan jumlah Posyandu di
wilayah kerja Puskesmas.

106 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

7. Kit Kesehatan Lingkungan

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN

I. Set Kesehatan Lingkungan


1. 5000 photo meter 1 buah
2. Botol sampel air bermulut lebar 1 buah
3. Botol sampel air berpemberat 1 buah
4. Cakram (kekeruhan kolam renang) 1 buah
Comparator untuk mengukur (iron, magnese, nitrat, 1 buah
5. nitrit, total hardness, total dissolved solid)
6. Digital chlorin test kit 1 buah
7. Digital Ph meter 1 buah
8. Thermometer 1 buah
9. Turbidity meter 1 buah
10. Tabung pengukur kekeruhan 1 buah
11. Komparator untuk mengukur chlor (chlor meter) 1 buah
12. Pengukur colinesterase (cholisterase kit) 1 buah
13. Pengukur kelembaban (hygrometer) 1 buah
Alat untuk pengukur jumlah cacing dalam tanah 1 buah
14. (Soil test kit)
15. Alat pengukur kebutuhan nutrisi rumah tangga 1 buah
Alat pengukur kontaminasi makanan dan minuman 1 buah
16. (food sanitation kit)
17. Fly sweep net (fly griil) 1 buah
18. Pipet tetes 1 buah
19. Pisau pemotong yang steril 1 buah
Penangkap nyamuk dan larva (surveillance vector 1 buah
20. kit)
21. Alat pemberantasan sarang nyamuk 1 buah

II. Perlengkapan
1. Sendok tahan karat 1 buah
Boks pendingin, tahan dingin selama 7 hari (cool 1 buah
2. box)
3. Selang pipa plastik diameter 0,25 inchi 1 buah

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 107


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

JUMLAH MINIMAL
NO JENIS PERALATAN
PERALATAN
4. Jerigen (wadah, sampel) 1 buah
5. Tas tahan air tempat kit 1 buah

III. Bahan Habis Pakai


1. Sarung tangan 1 buah

Catatan untuk seluruh peralatan:


1. Daerah tertentu yang belum tersedia aliran listrik 24 jam, dapat
menyesuaikan dengan alat lain yang memiliki fungsi yang sama.
2. Jumlah dan jenis peralatan kesehatan, perlengkapan, dan bahan habis
pakai dapat berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi serta kebijakan dan ketentuan perundang-undangan.
3. Penamaan set atau kit tidak terikat dengan program tertentu, sehingga
dapat dipergunakan untuk menunjang program lain yang menggunakan
peralatan yang sama.

V. STANDAR KETENAGAAN PUSKESMAS

Puskesmas
Puskesmas Puskesmas kawasan
kawasan kawasan Terpencil
Perkotaan Pedesaan dan Sangat
No Jenis Tenaga Terpencil

Non Non Non


Rawat Rawat Rawat
Rawat Rawat Rawat
Inap Inap Inap
Inap Inap Inap

Dokter atau dokter


1. 1 2 1 2 1 2
layanan primer

2. Dokter gigi 1 1 1 1 1 1
3. Perawat 5 8 5 8 5 8
4. Bidan 4 7 4 7 4 7
Tenaga kesehatan
5. 2 2 1 1 1 1
masyarakat

108 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Puskesmas
Puskesmas Puskesmas kawasan
kawasan kawasan Terpencil
Perkotaan Pedesaan dan Sangat
No Jenis Tenaga Terpencil

Non Non Non


Rawat Rawat Rawat
Rawat Rawat Rawat
Inap Inap Inap
Inap Inap Inap

Tenaga kesehatan
6. 1 1 1 1 1 1
lingkungan
Ahli teknologi
7. 1 1 1 1 1 1
laboratorium medik
8. Tenaga gizi 1 2 1 2 1 2
9. Tenaga Kefarmasian 1 2 1 1 1 1
10. Tenaga administrasi 3 3 2 2 2 2
11. Pekarya 2 2 1 1 1 1
Jumlah 22 31 19 27 19 27

Keterangan:
Standar ketenagaan sebagaimana tersebut diatas:
a. merupakan kondisi minimal yang diharapkan agar Puskesmas dapat
terselenggara dengan baik.
b. belum termasuk tenaga di Puskesmas Pembantu dan Bidan Desa.

VI. KETENTUAN PUSKESMAS RAWAT INAP

1. Ketentuan umum:
a. Puskesmas yang menjadi Puskesmas rawat inap merupakan
Puskesmas yang letaknya strategis terhadap Puskesmas non
rawat inap dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
disekitarnya, yang dapat dikembangkan menjadi pusat
rujukan antara atau pusat rujukan.
b. Rawat inap di Puskesmas hanya diperuntukkan untuk kasus-
kasus yang lama rawatnya paling lama 5 hari. Pasien yang
memerlukan perawatan lebih dari 5 (lima) hari harus dirujuk
ke rumah sakit, secara terencana.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 109


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

c. Harus dilengkapi dengan sumber daya untuk mendukung


pelayanan rawat inap, sesuai dengan ketentuan.
d. Puskesmas di kawasan perkotaan dapat menyelenggarakan
pelayanan rawat inap dengan jumlah tempat tidur paling
banyak 5 (lima) tempat tidur.
e. Puskesmas di kawasan perdesaan, terpencil, dan sangat
terpencil dapat menyelenggarakan pelayanan rawat inap
dengan jumlah tempat tidur paling banyak 10 (sepuluh) tempat
tidur. Dalam kondisi tertentu berdasarkan pertimbangan
kebutuhan pelayanan, jumlah penduduk dan aksesibilitas,
jumlah tempat tidur di Puskesmas di kawasan perdesaan,
terpencil dan sangat terpencil dapat ditambah, dengan tetap
mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang ada.
2. Fungsi:
Sebagai pusat rujukan dan rujukan antara dari Puskesmas non
rawat inap dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
lainnya yang ada di sekitarnya, sebelum dapat dirujuk ke fasilitas
kesehatan rujukan.
3. Kegiatan:
a. Merawat penderita yang memerlukan rawat inap secara tuntas
sesuai standar operasional prosedur dan standar pelayanan.
b. Merawat penderita gawat darurat secara tuntas ataupun
merawat sementara dalam rangka menstabilkan kondisi
sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan, sesuai standar
operasional prosedur dan standar pelayanan.
c. Observasi penderita dalam rangka diagnostik.
d. Pertolongan persalinan normal dan atau persalinan dengan
penyulit, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
e. Puskesmas kawasan perdesaan, terpencil dan sangat terpencil
yang jauh dari rujukan, dapat diberi kewenangan tambahan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Langkah-langkah persiapan peningkatan Puskesmas non rawat
inap menjadi Puskesmas rawat inap:
1) Perencanaan

..

110 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Perencanaan pengembangan Puskesmas rawat inap tidak


bisa terpisah dari mekanisme perencanaan kesehatan yang
dilakukan melalui 2 (dua) tahap yaitu: (1) tahap persiapan;
dan (2) tahap analisis situasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap persiapan:
a. Lokasi/distribusi Puskesmas yang akan dikembangkan
menjadi Puskesmas rawat inap mempertimbangkan area
cakupannya dengan memperhatikan:
Penyebaran penduduk
Akses penduduk terhadap Puskesmas
Sumber daya Puskesmas yang ada
Jarak dengan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama di sekitarnya dan fasilitas kesehatan rujukan.
b. Menyusun kebijakan di tingkat kabupaten/kota:
Sistem rujukan di daerah (regionalisasi pelayanan
kesehatan)
Regulasi penempatan tenaga
Perlindungan hukum
Sedangkan tahap analisa situasi, dimaksudkan untuk
memperoleh informasi mengenai keadaan dan permasalahan
yang dihadapi kabupaten/kota melalui proses analisis
terhadap data yang dikumpulkan.

2) Sosialisasi dan advokasi


Sasaran utama kegiatan ini adalah para pengambil keputusan
atau pengambil kebijakan pada masing-masing tingkat
administrasi pemerintah untuk mendapat dukungan dalam
pengembangan Puskesmas rawat inap. Pihak-pihak yang
harus dilibatkan secara aktif seperti pemerintah daerah,
rumah sakit kabupaten/kota, organisasi profesi, lembaga
swadaya masyarakat, lintas sektor dan lintas program terkait
serta perwakilan dari masyarakat.
Hal yang perlu diadvokasikan antara lain penyebab kematian
ibu dan bayi baru lahir berdasarkan hasil analisa data
Puskesmas, konsep penanganan komplikasi dan sistem
rujukan, kebutuhan bagi pengembangan Puskesmas rawat
inap dan bagaimana pemenuhannya, serta bentuk dukungan
lintas sektor dan lintas program yang diperlukan dalam
pengembangan Puskesmas rawat inap.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 111


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

3) Diseminasi
Maksud diseminasi adalah agar semua pihak yang terkait
dengan Puskesmas rawat inap mempunyai persepsi yang sama
dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam pengembangan
rawat inap. Diseminasi juga dimaksudkan untuk menggalang
komitmen lintas program melalui pertemuan-pertemuan yang
melibatkan pemerintah daerah kabupaten/kota, rumah sakit
serta lintas sektor terkait.
Jenis diseminasi yang harus dilakukan antara lain mengenai
upaya yang mendorong masyarakat agar memanfaatkan
pelayanan kesehatan ibu baik di bidan desa maupun di
Puskesmas, serta upaya pemberdayaan masyarakat untuk
mengenali tanda bahaya/risiko tinggi penyakit. Selain itu,
perlu dibangun kesepakatan dan komitmen dari lintas program
dan lintas sektor.

VII. ORGANISASI PUSKESMAS

A. PUSKESMAS KAWASAN PERKOTAAN


Pola struktur organisasi Puskesmas yang dapat dijadikan acuan di
Puskesmas kawasan perkotaan adalah sebagai berikut:
1. Kepala Puskesmas
Kriteria Kepala Puskesmas yaitu tenaga kesehatan dengan
tingkat pendidikan paling rendah sarjana, memiliki kompetensi
manajemen kesehatan masyarakat, masa kerja di Puskesmas
minimal 2 (dua) tahun, dan telah mengikuti pelatihan
manajemen Puskesmas.
2. Kasubag Tata Usaha, membawahi beberapa kegiatan
diantaranya Sistem Informasi Puskesmas, kepegawaian, rumah
tangga, dan keuangan.
3. Penanggungjawab UKM esensial dan keperawatan kesehatan
masyarakat yang membawahi:
a. pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS
b. pelayanan kesehatan lingkungan
c. pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM
d. pelayanan gizi yang bersifat UKM
e. pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit
f. pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat

112 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

4. Penanggungjawab UKM Pengembangan


Membawahi upaya pengembangan yang dilakukan Puskesmas,
antara lain:
a. pelayanan kesehatan jiwa
b. pelayanan kesehatan gigi masyarakat
c. pelayanan kesehatan tradisional komplementer
d. pelayanan kesehatan olahraga
e. pelayanan kesehatan indera
f. pelayanan kesehatan lansia
g. pelayanan kesehatan kerja
h. pelayanan kesehatan lainnya
5. Penanggungjawab UKP, kefarmasian, dan laboratorium
Membawahi beberapa kegiatan, yaitu:
a. pelayanan pemeriksaan umum
b. pelayanan kesehatan gigi dan mulut
c. pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP
d. pelayanan gawat darurat
e. pelayanan gizi yang bersifat UKP
f. pelayanan persalinan
g. pelayanan rawat inap untuk Puskesmas yang menyediakan
pelayanan rawat inap
h. pelayanan kefarmasian
i. pelayanan laboratorium
6. Penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring
fasilitas pelayanan kesehatan, yang membawahi:
a. Puskesmas Pembantu
b. Puskesmas Keliling
c. Bidan Desa
d. Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan

B. PUSKESMAS KAWASAN PERDESAAN


Pola struktur organisasi Puskesmas yang dapat dijadikan acuan di
Puskesmas kawasan perdesaan adalah sebagai berikut:
1. Kepala Puskesmas
Kriteria Kepala Puskesmas yaitu tenaga kesehatan dengan
tingkat pendidikan paling rendah sarjana, memiliki kompetensi
manajemen kesehatan masyarakat, masa kerja di Puskesmas
minimal 2 (dua) tahun, dan telah mengikuti pelatihan
manajemen Puskesmas.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 113


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

2. Kasubag Tata Usaha, membawahi beberapa kegiatan


diantaranya Sistem Informasi Puskesmas, kepegawaian,
rumah tangga, dan keuangan.
3. Penanggungjawab UKM esensial dan keperawatan kesehatan
masyarakat yang membawahi:
a. pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS
b. pelayanan kesehatan lingkungan
c. pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM
d. pelayanan gizi yang bersifat UKM
e. pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit
f. pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat
4. Penanggungjawab UKM Pengembangan
Membawahi upaya pengembangan yang dilakukan Puskesmas,
antara lain:
a. pelayanan kesehatan jiwa
b. pelayanan kesehatan gigi masyarakat
c. pelayanan kesehatan tradisional komplementer
d. pelayanan kesehatan olahraga
e. pelayanan kesehatan indera
f. pelayanan kesehatan lansia
g. pelayanan kesehatan kerja
h. pelayanan kesehatan lainnya
5. Penanggungjawab UKP, kefarmasian, dan laboratorium
Membawahi beberapa kegiatan, yaitu:
a. pelayanan pemeriksaan umum
b. pelayanan kesehatan gigi dan mulut
c. pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP
d. pelayanan gawat darurat
e. pelayanan gizi yang bersifat UKP
f. pelayanan persalinan
g. pelayanan rawat inap untuk Puskesmas yang menyediakan
pelayanan rawat inap
h. pelayanan kefarmasian
i. pelayanan laboratorium
6. Penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring
fasilitas pelayanan kesehatan, yang membawahi:
a. Puskesmas Pembantu
b. Puskesmas Keliling
c. Bidan Desa
d. Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan

114 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

C. PUSKESMAS KAWASAN TERPENCIL DAN SANGAT TERPENCIL


Pola struktur organisasi Puskesmas yang dapat dijadikan acuan
Puskesmas di kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil adalah
sebagai berikut:
1. Kepala Puskesmas; dengan kriteria yaitu tenaga kesehatan
dengan tingkat pendidikan minimal diploma tiga bila tidak
tersedia tenaga kesehatan dengan pendidikan sarjana, memiliki
kompetensi manajemen kesehatan masyarakat, masa kerja
di Puskesmas minimal 2 (dua) tahun, dan telah mengikuti
pelatihan manajemen Puskesmas.
2. Kepala sub bagian Tata Usaha, yang bertanggung jawab
membantu kepala Puskesmas dalam pengelolaan Sistem
Informasi Puskesmas, kepegawaian, rumah tangga. Bendahara
termasuk dalam bagian Tata Usaha.
3. Penanggungjawab UKM Esensial, UKM Pengembangan dan
Keperawatan Kesehatan Masyarakat.
4. Penanggungjawab UKP, kefarmasian dan laboratorium
5. Penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring
fasilitas pelayanan kesehatan, yang membawahi:
a. Puskesmas Pembantu
b. Puskesmas Keliling
c. Bidan Desa
d. Jejaring fasilitas pelayanan kesehatan

Struktur organisasi lebih sederhana karena disesuaikan dengan


keterbatasan sumber daya manusia di Puskesmas kawasan Terpencil
dan Sangat Terpencil.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 115


116
VIII. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS

PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
1. UKM Esensial:
a. Pelayanan Penyuluhan Promosi kesehatan Promosi kesehatan di Promosi kesehatan di
Promosi di sekolah sekolah pendidikan sekolah pendidikan
Kesehatan pendidikan dasar dasar dasar
Promosi Promosi Promosi

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


pemberdayaan pemberdayaan pemberdayaan
masyarakat dibidang masyarakat dibidang masyarakat dibidang
kesehatan kesehatan kesehatan
Penyuluhan Penyuluhan Penyuluhan
kesehatan jiwa kesehatan jiwa kesehatan jiwa
masyarakat dan masyarakat & napza masyarakat dan
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

napza napza

Penyuluhan Penyuluhan Penyuluhan


kesehatan jiwa kesehatan jiwa kesehatan jiwa
bagi ibu hamil dan bagi ibu hamil dan bagi ibu hamil dan
menyusui menyusui menyusui
Penyuluhan
kesehatan jiwa
masyarakat dan
napza pada populasi
beresiko (lansia,
anak dan remaja)
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
Penyuluhan pada Penyuluhan pada Penyuluhan pada
kelompok atau kelompok atau kelompok atau
masyarakat tentang masyarakat tentang masyarakat tentang
perilaku menjaga perilaku menjaga perilaku menjaga
kebersihan diri kebersihan diri kebersihan di

Penyuluhan Penyuluhan Penyuluhan


Kesehatan Gigi Kesehatan Gigi Kesehatan Gigi
dan Mulut pada dan Mulut pada dan Mulut pada
ibu hamil, anak ibu hamil, anak ibu hamil, anak
balita, anak, remaja, balita, anak, remaja, balita, anak, remaja,
dewasa, lansia dewasa, lansia dewasa, lansia
(pendekatan siklus (pendekatan siklus (pendekatan siklus
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

kehidupan) kehidupan) kehidupan)


Penyuluhan Penyuluhan Penyuluhan
peningkatan peningkatan peningkatan
kesadaran kesadaran kesadaran
masyarakat tentang masyarakat tentang masyarakat tentang
Imunisasi Imunisasi Imunisasi
Konseling kesehatan Konseling kesehatan Konseling kesehatan
reproduksi pada reproduksi pada reproduksi pada
kelompok anak kelompok anak kelompok anak

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


remaja remaja remaja

117
118
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
Peningkatan Peningkatan Peningkatan
pengetahuan pengetahuan pengetahuan
komprehensif komprehensif komprehensif
masyarakat tentang masyarakat tentang masyarakat tentang
pencegahan pencegahan pencegahan
penularan HIV-AIDS penularan HIV-AIDS penularan HIV-AIDS
dan IMS dan IMS dan IMS
Peningkatan Peningkatan Peningkatan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


pengetahuan pengetahuan pengetahuan
dan kepedulian dan kepedulian dan kepedulian
masyarakat tentang masyarakat tentang masyarakat tentang
penyakit diare, tifoid penyakit diare, tifoid penyakit diare, tifoid
dan hepatitis dan hepatitis dan hepatitis
Edukasi dan Edukasi dan Edukasi dan
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

konseling Pemberian konseling Pemberian konseling Pemberian


Makanan Bayi Makanan Bayi Makanan Bayi
dan Anak (PMBA) dan Anak (PMBA) dan Anak (PMBA)
meliputi ASI dan meliputi ASI dan meliputi ASI dan
MP-ASI untuk balita MP-ASI untuk balita MP-ASI untuk balita
sehat,balita kurang sehat,balita kurang sehat,balita kurang
gizi, dan balita gizi gizi, dan balita gizi gizi, dan balita gizi
buruk rawat jalan buruk rawat jalan buruk rawat jalan
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
Edukasi dan Edukasi dan Edukasi dan
konseling mengenai konseling mengenai konseling mengenai
pola makan, pola makan, perilaku pola makan, perilaku
perilaku makan dan makan dan aktifitas makan dan aktifitas
aktifitas fisik bagi fisik bagi anak usia fisik bagi anak usia
anak usia sekolah sekolah sekolah
Edukasi dan Edukasi dan Edukasi dan
konseling mengenai konseling mengenai konseling mengenai
pola makan, pola makan, perilaku pola makan, perilaku
perilaku makan bagi makan bagi bumil makan bagi bumil
bumil KEK/Kurus KEK/Kurus KEK/Kurus
Konseling Dietetik Konseling Dietetik Konseling Dietetik
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Kegiatan Kegiatan Edukasi Kegiatan Edukasi


Edukasi dan dan Konseling dan Konseling
Konseling tentang tentang Swamedikasi tentang Swamedikasi
Swamedikasi dan dan Penggunaan dan Penggunaan
Penggunaan Obat Obat Obat
Pemberdayaan Memotivasi tokoh Memotivasi tokoh Memotivasi tokoh
masyarakat masyarakat dalam masyarakat dalam masyarakat dalam
pembentukan pembentukan pembentukan
kader kesehatan kader kesehatan kader kesehatan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


atau pembentukan atau pembentukan atau pembentukan
kelompok yang kelompok yang peduli kelompok yang
peduli terhadap terhadap kesehatan peduli terhadap
kesehatan kesehatan

119
120
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
Membentuk jejaring Membentuk jejaring Membentuk jejaring
dalam pembentukan dalam pembentukan dalam pembentukan
PHBS di masyarakat PHBS di masyarakat PHBS di masyarakat

Penggerakan Penggerakan Penggerakan


kelompok kelompok masyarakat kelompok
masyarakat dalam dalam pemanfaatan masyarakat dalam
pemanfaatan Posyandu pemanfaatan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


Posyandu Posyandu
Kegiatan Kegiatan Kegiatan
Pemberdayaan Pemberdayaan Pemberdayaan
Masyarakat untuk Masyarakat untuk Masyarakat untuk
Peningkatan Peningkatan Peningkatan
Penggunaan Obat Penggunaan Obat Penggunaan Obat
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Rasional melalui Rasional melalui Rasional melalui


Metode Cara Belajar Metode Cara Belajar Metode Cara Belajar
Insan Aktif (CBIA) Insan Aktif (CBIA) Insan Aktif (CBIA)
Pelatihan Melatih kader Melatih kader Melatih kader
kesehatan tentang kesehatan tentang kesehatan tentang
perawatan diri dan perawatan diri dan perawatan diri dan
mempraktikkan mempraktikkan mempraktikkan
PHBS PHBS PHBS
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
Melatih kader Melatih kader Melatih kader
kesehatan dalam kesehatan dalam kesehatan dalam
menyampaikan menyampaikan menyampaikan
informasi pada informasi pada informasi pada
kelompok atau kelompok atau kelompok atau
masyarakat tentang masyarakat tentang masyarakat tentang
perawatan diri dan perawatan diri dan perawatan diri dan
mempraktikkan mempraktikkan mempraktikkan
PHBS di daerah PHBS di daerah PHBS di daerah
binaan binaan binaan
Melatih Kader Melatih Kader Melatih Kader
tentang Swamedikasi tentang Swamedikasi tentang Swamedikasi
dan Penggunaan dan Penggunaan dan Penggunaan
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Obat melalui Metode Obat melalui Metode Obat melalui Metode


Cara Belajar Insan Cara Belajar Insan Cara Belajar Insan
Aktif (CBIA) Aktif (CBIA) Aktif (CBIA)
Advokasi Mengadvokasi Mengadvokasi Mengadvokasi
masyarakat dan masyarakat dan masyarakat dan
lintas terkait dalam lintas terkait dalam lintas terkait dalam
praktik PHBS dan praktik PHBS dan praktik PHBS dan
penanggulangan penanggulangan penanggulangan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


masalah kesehatan masalah kesehatan masalah kesehatan
tertentu tertentu tertentu

121
122
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
Advokasi tokoh Advokasi tokoh Advokasi tokoh
masyarakat dalam masyarakat masyarakat dalam
membentuk dalam membentuk membentuk
kelompok swabantu kelompok swabantu kelompok swabantu
terkait perawatan terkait perawatan terkait perawatan
masalah gizi masalah gizi masalah gizi
b. Pelayanan Pemantauan Pemantauan Pemantauan
kesehatan tempat tempat tempat tempat tempat tempat

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


lingkungan umum, pengelolaan umum, pengelolaan umum, pengelolaan
makanan, dan makanan, dan makanan, dan
sumber air bersih sumber air bersih sumber air bersih

c. Pelayanan KIA & Pelayanan imunisasi Pelayanan imunisasi Pelayanan imunisasi


KB di kelompok atau di kelompok atau di kelompok atau
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

masyarakat masyarakat masyarakat


Skrining kesehatan Skrining kesehatan Skrining kesehatan
siswa sekolah siswa sekolah siswa sekolah
pendidikan dasar pendidikan dasar pendidikan dasar

Penyuluhan KB Penyuluhan KB Penyuluhan KB


sesuai program sesuai program sesuai program
pemerintah pada pemerintah pada pemerintah pada
kelompok usia subur kelompok usia subur kelompok usia subur
atau masyarakat atau masyarakat atau masyarakat
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
d. Pelayanan Gizi Deteksi dini Melakukan deteksi Melakukan deteksi Melakukan deteksi
dini/penemuan dini/penemuan dini/penemuan
kasus gizi di kasus gizi di kasus gizi di
masyarakat masyarakat masyarakat
Surveilans Gizi Surveilans Gizi Surveilans Gizi
Pelayanan Melakukan asuhan Melakukan asuhan Melakukan asuhan
keperawatan keperawatan keperawatan
pada kasus gizi pada kasus gizi pada kasus gizi
di kelompok atau di kelompok atau di kelompok atau
masyarakat masyarakat masyarakat
e. Pelayanan 1. Pencegahan Posbindu PTM Posbindu PTM Posbindu PTM
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

pencegahan dan dan


pengendalian pengendalian
penyakit: penyakit
tidak
menular

2. Pencegahan Pengendalian Pengendalian Pengendalian


dan filariasis* filariasis* filariasis*
pengendalian
Pengendalian Pengendalian Pengendalian
penyakit
kecacingan kecacingan kecacingan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


menular
Pengendalian infeksi Pengendalian infeksi Pengendalian infeksi
Dengue/DBD* Dengue /DBD* Dengue /DBD*

123
124
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
Pengendalian Pengendalian Pengendalian
malaria* malaria* malaria*
Pengendalian Pengendalian Pengendalian
Zoonosis* Zoonosis* Zoonosis*
Pengendalian HIV/ Pengendalian HIV/ Pengendalian HIV/
AIDS* AIDS* AIDS*

Pengendalian Infeksi Pengendalian Infeksi Pengendalian Infeksi

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


Menular Seksual Menular Seksual Menular Seksual

Pengendalian Pengendalian Pengendalian


Penyakit yang dapat Penyakit yang dapat Penyakit yang dapat
dicegah dengan dicegah dengan dicegah dengan
imunisasi imunisasi imunisasi
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

2. UKM
Pengembangan**
a. Pelayanan Pelayanan Konseling narkoba Konseling narkoba
kesehatan jiwa Napza

Program wajib lapor Program wajib lapor


pecandu narkotika pecandu narkotika
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
b. Upaya kesehatan Pelayanan Pelayanan Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan
gigi masyarakat Kesehatan Gigi Kesehatan Gigi Gigi Masyarakat Gigi Masyarakat
Masyarakat Masyarakat pada ibu pada ibu hamil, pada Bumil, Balita,
hamil,Balita, PAUD, Balita, PAUD, Lansia Lansia
Lansia

c. Pengobatan Pemanfaatan Pemanfaatan Pemanfaatan


tradisional, Tanaman Obat Tanaman Obat Tanaman Obat
komplementer Keluarga (TOGA) Keluarga (TOGA) Keluarga (TOGA)
dan alternatif

e. UKS Pelaksanaan Pemberian Imunisasi Pemberian Pemberian


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Bulan pada anak sekolah Imunisasi pada Imunisasi pada


Imunisasi dasar klas 1,2 dan 3 anak sekolah anak sekolah
Anak Sekolah dasar klas 1,2 dasar klas 1,2
(BIAS) dan 3 dan 3
Usaha UKGS Tahap 3 SD-
Kesehatan Gigi SMA
Sekolah SD- UKGS Tahap 2 UKGS Tahap 1
SMA SD-SMA SD-SMA

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


125
126
PUSKESMAS
PUSKESMAS PUSKESMAS KAWASAN
No. UPAYA KEGIATAN KAWASAN KAWASAN TERPENCIL
PERKOTAAN PERDESAAN /SANGAT
TERPENCIL
f. kesehatan indera Pelayanan Penyuluhan Penyuluhan Penyuluhan
kesehatan kesehatan indera kesehatan indera kesehatan indera
indera

g. kesehatan lansia Pelayanan Posyandu Lansia Posyandu Lansia Posyandu Lansia


kesehatan
Lansia
h. kesehatan kerja Deteksi Dini pembinaan Pos pembinaan Pos pembinaan

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


dan olahraga Upaya Kesehatan Upaya Kesehatan kesehatan kelompok
Kerja (UKK) Kerja (UKK) petani dan nelayan

KETERANGAN:
MENTERI KESEHATAN

1. Matriks yang tersebut diatas merupakan beberapa contoh kegiatan yang dilakukan Puskesmas
REPUBLIK INDONESIA

untuk UKM. Kegiatan UKM yang lain mengacu kepada pedoman atau standar pelaksanaan
program.
2. (*) Sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
3. (**) Jenis dan bentuk UKM Pengembangan dapat disesuaikan dengan prioritas masalah
kesehatan, kekhususan wilayah kerja, dan potensi sumberdaya yang tersedia dimasing-masing
Puskesmas.
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

IX. JARINGAN PELAYANAN PUSKESMAS

Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pelayanan, Puskesmas


didukung oleh jaringan pelayanan yaitu:
1. Puskesmas Pembantu
a. Puskesmas Pembantu merupakan jaringan pelayanan
Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara
permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas.
Puskesmas Pembantu merupakan bagian integral Puskesmas,
yang harus dibina secara berkala oleh Puskesmas.
b. Tujuan Puskesmas Pembantu adalah untuk meningkatkan
jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di
wilayah kerjanya.
c. Fungsi Puskesmas Pembantu adalah untuk menunjang dan
membantu melaksanakan kegiatan yang dilakukan Puskesmas,
di wilayah kerjanya.
d. Puskesmas Pembantu didirikan dengan perbandingan 1 (satu)
Puskesmas Pembantu untuk melayani 2 (dua) sampai 3 (tiga)
desa/kelurahan.
e. Peran Puskesmas Pembantu:
Meningkatkan akses dan jangkauan pelayanan dasar di
wilayah kerja Puskesmas.
Mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan terutama
UKM.
Mendukung pelaksanaan kegiatan Posyandu, Imunisasi,
KIA, penyuluhan kesehatan, surveilans, pemberdayaan
masyarakat, dan lain-lain.
Mendukung pelayanan rujukan.
Mendukung pelayanan promotif dan preventif.
f. Penanggungjawab Puskesmas Pembantu adalah seorang
perawat atau Bidan, yang ditetapkan oleh Kepala Dinas
Kesehatan atas usulan Kepala Puskesmas.
g. Tenaga minimal di Puskesmas Pembantu terdiri dari 1 (satu)
orang perawat dan 1 (satu) orang bidan.
h. Pendirian Puskesmas Pembantu harus memenuhi persyaratan
lokasi, bangunan, prasarana, peralatan kesehatan dan
ketenagaan.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 127


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

i. Bangunan, prasarana dan peralatan kesehatan di Puskesmas


Pembantu harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan
pemeriksaan secara berkala agar tetap laik fungsi.

2. Puskesmas Keliling
a. Puskesmas Keliling merupakan jaringan pelayanan
Puskesmas yang sifatnya bergerak (mobile), untuk
meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan bagi
masyarakat di wilayah kerja Puskesmas yang belum
terjangkau oleh pelayanan dalam gedung Puskesmas.
Puskesmas Keliling dilaksanakan secara berkala
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dengan
memperhatikan siklus kebutuhan pelayanan.
b. Tujuan dari Puskesmas Keliling adalah untuk
meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan
bagi masyarakat terutama masyarakat di daerah terpencil/
sangat terpencil dan terisolasi baik di darat maupun
di pulau-pulau kecil serta untuk menyediakan sarana
transportasi dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan.
c. Fungsi dari Puskesmas Keliling adalah sebagai: (1). sarana
transportasi petugas; (2). sarana transportasi logistik; (3.
sarana pelayanan kesehatan; dan (4). sarana pendukung
promosi kesehatan.
d. Peran Puskesmas Keliling:
Meningkatkan akses dan jangkauan pelayanan dasar
di wilayah kerja Puskesmas.
Mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan di
daerah yang jauh dan sulit.
Mendukung pelaksanaan kegiatan luar gedung seperti
Posyandu, Imunisasi, KIA, penyuluhan kesehatan,
surveilans, pemberdayaan masyarakat, dll.
Mendukung pelayanan rujukan.
Mendukung pelayanan promotif dan preventif.
e. Aspek yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan
Puskesmas Keliling:
Aspek program:
Puskesmas Keliling digunakan untuk sarana penunjang
pelaksanaan pelayanan kesehatan. Kegiatan yang
dilaksanakan relatif terbatas karena peralatan dan
tenaga yang ada terbatas. Untuk itu dinas kesehatan
kabupaten/kota serta Puskesmas harus dapat

128 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada


kegiatan Puskesmas keliling. Hal ini akan berkaitan
dengan peralatan dan obat-obat yang akan dibawa.
Aspek tenaga
Tenaga kesehatan yang akan bertugas pada Puskesmas
keliling diharapkan merupakan tim yang dapat
bekerjasama dengan baik serta memiliki kemampuan
yang cukup.
Aspek sarana
Sarana yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan
dan kondisi yang dihadapi, dan memenuhi persyaratan
keselamatan dan keamanan petugas.

JENIS PUSKESMAS KELILING SARANA


Kendaraan Roda 2
Kendaraan Roda 4
Puskesmas Keliling Darat Biasa
Kendaraan Roda 4
Double Gardan
Perahu Polyetylen
Perahu Fiberglass
Puskesmas Keliling Perairan
Perahu kayu
Ketinting

Aspek pembiayaan
Aspek pembiayaan perlu diperhatikan terkait biaya
operasional dan biaya pemeliharaan kendaraan.
Aspek pendukung
Dalam pelaksanaan Puskesmas keliling ada subsistem
yang harus dibangun untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan. Subsistem ini antara lain sistem rujukan, sistem
komunikasi dengan Puskesmas, dan sistem pencatatan
dan pelaporan.
Untuk operasional Puskesmas keliling, pendukung yang
harus dipenuhi yaitu peralatan pelayanan kesehatan,
obat dan bahan habis pakai, perlengkapan keselamatan
tim dan perorangan, dan alat komunikasi.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 129


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

3. Bidan Desa
Bidan desa adalah bidan yang ditempatkan dan bertempat
tinggal pada satu desa dalam wilayah kerja Puskesmas
sebagai jaringan pelayanan Puskesmas. Penempatan bidan di
desa utamanya adalah dalam upaya percepatan peningkatan
kesehatan ibu dan anak, disamping itu juga untuk peningkatan
status kesehatan masyarakat. Wilayah kerja bidan di desa
meliputi 1 (satu) wilayah desa, dan dapat diperbantukan pada
desa yang tidak ada bidan, sesuai dengan penugasan kepala
Puskesmas.
Tugas bidan desa, sesuai kewenangannya, yaitu:
a. Pelayanan KIA-KB.
b. Pelayanan promotif, preventif dan pemberdayaan
masyarakat.
c. Deteksi dini dan pengobatan awal terkait kesehatan ibu
dan anak, termasuk gizi.

X. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN


Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah
kabupaten/kota serta fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat
lanjutan milik pemerintah dan pemerintah daerah melakukan
pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Puskesmas,
sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Dalam melakukan
pembinaan dan pengawasan, dapat mengikutsertakan organisasi profesi
dan perhimpunan/asosiasi terkait.
Pembinaan dan pengawasan diarahkan untuk meningkatkan mutu
pelayanan kepada masyarakat, dan dilaksanakan dalam bentuk
fasilitasi, konsultasi, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan
pengembangan.
1. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
Tugas utama pemerintah daerah kabupaten/kota dalam pembinaan
dan pengawasan Puskesmas yaitu:
a. Menjamin kesinambungan ketersediaan sumber daya
Puskesmas sesuai standar, dalam menjamin mutu pelayanan.
b. Memastikan kesinambungan ketersediaan dana operasional
dan pemeliharaan sarana, prasarana serta peralatan Puskesmas
termasuk alokasi dana kalibrasi alat secara berkala.
c. Melakukan peningkatan kompetensi tenaga Puskesmas.

130 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

d. Melakukan monitoring dan evaluasi kinerja Puskesmas di


wilayah kerjanya secara berkala dan berkesinambungan.
e. Melakukan bimbingan teknis secara terintegrasi antar program-
program kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas.
Memberikan solusi atas masalah yang tidak mampu diselesaikan
di Puskesmas.
f. Mendukung pengembangan upaya kesehatan di wilayah kerja
Puskesmas.
g. Mengeluarkan regulasi yang bertujuan memfasilitasi untuk
meningkatkan akses dan mutu pelayanan.
h. Memfasilitasi integrasi lintas program terkait kesehatan dan
profesi dalam hal perencanaan, implementasi dan evaluasi
pelaksanaan program Puskesmas.
i. Menyampaikan laporan kegiatan, data dan masalah kesehatan
prioritas di Puskesmas yang terdapat di kabupaten/kota
secara berkala kepada pemerintah daerah provinsi, termasuk
diantaranya jika terjadi perubahan kategori Puskesmas.
Dalam hal pemerintah daerah kabupaten/kota tidak dapat
memenuhi tugasnya, maka pemerintah daerah kabupaten/kota
mengajukan permintaan bantuan kepada tingkat administrasi
diatasnya.

2. Pemerintah daerah Provinsi


Tugas utama pemerintah daerah Provinsi dalam pembinaan dan
pengawasan Puskesmas yaitu:
a. Melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan berbagai
standar dan pedoman yang terkait dengan penyelenggaraan
Puskesmas, sesuai kondisi daerah.
b. Melaksanakan koordinasi dengan lintas sektor di tingkat
Provinsi.
c. Melaksanakan sosialisasi dan advokasi.
d. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga di Dinas
Kesehatan Kabupaten/kota.
e. Memberikan bantuan teknis atas ketidakmampuan yang
dihadapi Kabupaten/Kota dalam mendukung penyelenggaraan
dan pelaksanaan fungsi Puskesmas.
f. Menyampaikan laporan kegiatan, data dan masalah kesehatan
prioritas di wilayah kerjanya secara berkala kepada Pemerintah
Pusat, termasuk diantaranya jika terjadi perubahan kategori
Puskesmas.

Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014 131


MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Dalam hal pemerintah daerah provinsi tidak dapat memenuhi


tugasnya, maka pemerintah daerah provinsi mengajukan
permintaan bantuan kepada tingkat administrasi diatasnya.

3. Pemerintah
a. Menyusun dan menetapkan berbagai standar dan pedoman
yang terkait penyelenggaraan Puskesmas.
b. Melaksanakan koordinasi dengan lintas sektor di tingkat pusat
c. Melaksanakan sosialisasi & advokasi
d. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga di Dinas
Kesehatan Provinsi
e. Memberikan dukungan bagi pemerintah daerah provinsi dan
atau kabupaten/kota dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan
fungsi Puskesmas, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pembinaan dan pengawasan kepada Puskesmas dapat dilakukan


secara terintegrasi dan berjenjang dimulai dari tingkat kabupaten/
kota ke tingkat provinsi sampai pemerintah pusat, salah satunya
melalui kegiatan penilaian Puskesmas Berprestasi.

MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA,

NAFSIAH MBOI

132 Permenkes Nomor : 75 Tahun 2014