Anda di halaman 1dari 25

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan mengacu pada kegiatan


eksplorasi pada Wilayah IUP CV. Selama Indah dengan luas wilayah 2.000 Ha,
seperti yang telah diketahui kegiatan eksplorasi dan pengambilan sampel
dilakukan dengan cara pengambilan sampel random (acak) dan perhitungan
cadangan dilakukan dengan metode luas area pengaruh. Maka pada penelitian ini
didapatkanlah hasil dari perhitungan cadangan sebagai berikut:

4.1.1 Cadangan Pada IUP CV. Selama Indah


Kegiatan penghitungan sumber daya zirkon dilakukan dengan pembuatan
test pit guna pengambilan sampel, data yang digunakan pada saat penghitungan
sumber daya ini adalah penghitungan rata-rata ketebalan pasir pembawa zirkon,
rata-rata over burden, dan rata-rata kadar zirkon untuk daerah ini sehingga dapat
dinilai apakah daerah ini layak untuk dilakukan penambangan atau tidak, adapun
kedalaman test pit dibatasi sampai 4 meter dengan pertimbangan sebagai tahap
awal data yang digunakan untuk penambangan, adapun penghitungan sumber
daya cadangan ini digunakan metode area pengaruh.
Berdasarkan data dari kegiatan eksplorasi yang telah dilakukan, bahwa
sumber daya yang terdapat pada WIUP menyebar, membentuk blok yang
dianggap prospek dengan sumber daya sebagai berikut:
Material Pasir Pembawa Zirkon Sebanyak 4.654.073 Ton dan Zirkon Sebanyak
26.924,133 Ton

4.1.2 Rencana Penambangan


Dalam tahap penambangan, penentuan alat yang diperlukan disesuaikan
dengan sasaran produksi yang direncanakan. Pemilihan jenis peralatan ditentukan
oleh beberapa faktor seperti kondisi lapangan dan jenis material. Berdasarkan data
dari hasil eksplorasi bahwa jenis material yang akan digali adalah material lunak,

33
dengan ketebalan rata-rata pasir pembawa zirkon 4 meter maka CV. Selama Indah
direncanakan melakukan kegiatan eksploitasi dengan metode tambang semprot
(Hydraulicking).
Areal yang ditambang seluas 0,22 Ha/Bulan. Perhitungan berat jenis untuk
Raw of Material (RoM) dengan cara dilakukan penimbangan dengan menghitung
berat basah dan berat keringnya sampai mendapatkan selisih, yaitu sebesar 3,2871
m/Ton pada kondisi padat sehingga masa RoM yang harus diolah sebesar 1.144
Ton/hari (2 Shift/hari).

4.1.3 Rencana Pengolahan


Pada penelitian ini, perusahaan mempunyai target produksi 250 Ton/bulan
dengan produksi zirkon sebesar >65% per bulan, maka dari itu untuk mencapai
sasaran tersebut CV. Selama Indah akan melakukan pengolahan guna
meningkatkan kadar yang ditargetkan.
Pengolahan bertujuan untuk meningkatkan kadar zirkon yang akan
meningkatkan nilai jual dari suatu bahan galian. Pada tahap ini dilakukan
pengolahan yang meliputi pemasangan pompa gravel, screen deck, jig, jaringan
pipa HDPE yang bertujuan untuk menyalurkan raw material ke unit instalasi
pengolahan, magnetic separator, knelson dan humprey spiral.

4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian diatas dan menyesuaikan dengan target


produksi perusahaan, maka pembahasan ini akan mengintrepretasikan rencana
CV. Selama Indah akan melakukan penambangan dan pengolahan pada IUP
Operasi Produksi seluas 80 Ha dan areal prospek dengan luas 44 Ha, yaitu sebagai
berikut:

4.2.1 Pembahasan Rencana Penambangan CV. Selama Indah


Target atau sasaran dari operasi penambangan yang akan dilakukan adalah
terciptanya suatu operasi tambang zirkon yang efisien, teratur, lancar, terjaga
keselamatan dan kesehatan kerjanya. Kegiatan operasi penambangan ini

34
diusahakan dapat meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan terhadap
lingkungan hidup dan memaksimalkan dampak positif berupa manfaat yang akan
didapat dari adanya kegiatan penambangan, baik manfaat untuk perusahaan,
pemerintah, daerah dan masyarakat sekitar tambang.
Untuk dapat mewujudkan sasaran tersebut maka akan diterapkan strategi
operasi penambangan sebagai berikut:
1. Memaksimalkan potensi sumber daya menjadi cadangan layak
tambang, dengan cara melakukan penambangan, pengangkutan dan pengolahan
sesuai dengan praktek penambangan yang baik, sesuai dengan kondisi deposit
dan kondisi daerah.
2. Menjaga agar cadangan zirkon tidak banyak terbuang, baik pada waktu
penambangan, pengangkutan dan pengolahan, antara lain dengan cara
pemilihan peralatan yang baik dan sesuai dengan kondisi deposit, melakukan
perencanaan dan pelaksanaan penambangan secara teratur, terus melakukan
kegiatan eksplorasi tambahan dan selalu melakukan up dating data eksplorasi.
3. Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya dalam hal
operasi alat berat pada saat operasi penambangan dan pengangkutan.
4. Meminimalisir gangguan lingkungan yang timbul akibat penambangan,
pengolahan maupun pengangkutan.
5. Mengutamakan penggunaan local content, baik berkaitan dengan jasa,
tenaga kerja, keperluan material penunjang, logistik dan sebagainya.

35
Tahapan kegiatan yang akan dilakukan CV. Selama Indah meliputi:

Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.1 Bagan Alir Kegiatan CV. Selama Indah

Pengupasan Lapisan Penutup


Proses ini adalah awal sebelum pembongkaran bahan galian. Daerah
penambangan merupakan daerah yang tidak terlalu ditumbuhi oleh tanaman-
tanaman keras yang sukar untuk dilakukan pembersihan lahan. Pembersihan lahan
cukup menggunakan excavator dan dozer untuk land clearing. Setelah dilakukan
pengupasan lapisan penutup maka daerah tersebut akan siap untuk dilakukan
kegiatan pembongkaran.

36
Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.2 Kegiatan Pembukaan Lahan (Land Clearing)

Penambangan
Pada usaha pertambangan zirkon ini, kegiatan penambangan terbuka yang
akan dilaksanakan terdiri dari kegiatan pengupasan tanah pucuk, penggalian dan
pemindahan tanah penutup serta penggalian zirkon secara mekanis menggunakan
alat berat pada beberapa blok tambang secara bersamaan.
a. Pengupasan tanah pucuk dilakukan setelah pembersihan lahan dengan
menggunakan excavator. Tanah pucuk hasil kupasan kemudian dikumpulkan
pada tempat khusus yang terlindung dari bahaya erosi kemudian ditanami
dengan tumbuh-tumbuhan penutup yang sesuai (rumput-rumputan dan
kacang-kacangan) agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan reklamasi lahan
bekas tambang.
b. Penggalian tanah penutup atau sering disebut over burden dilakukan setelah
pengupasan tanah pucuk dengan menggunakan excavator. Tanah pucuk dan
tanah penutup yang digali setebal 0,20,5 meter. Tanah penutup hasil galian
dipindahkan ke lokasi yang tidak mempunyai kandungan mineral (waste
dump area).
Rencana penambangan tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan sebagai
berikut:
1. Material yang dibongkar
Untuk mendapatkan jumlah material yang dibongkar perbulan, yang pertama-
tama harus dicari yaitu jumlah zirkon dengan cara sebagai berikut:

37
Diketahui:
Target Produksi Perusahaan = 250 Ton/Bulan
Produksi Zirkon 65% = 163 Ton/Bulan
Jumlah Cadangan/Material Pembawa Zirkon = 4.654.073 Ton
Kadar Rata-rata Zirkon/Ton RoM = 0,57%
Penyelesaian Tahap Pertama:
Jumlah Zirkon = Produksi Zirkon 65% Persentase
= 163 Ton/Bulan 100
= 16.300

Penyelesaian Tahap Kedua:


Jumlah Zirkon
Material Yang Dibongkar = Kadar Rata-rata Zirkon/Ton Rom

16.300
= 0,57

= 28.596 Ton

Rancangan push back penambangan CV. Selama Indah direncanakan pertahun.


Jika produksi pasir zirkon perbulan 28.596 Ton, maka produksi pasir zirkon
pertahun adalah 343.152 Ton.

2. Umur Tambang
Umur tambang diketahui dengan cara membagi jumlah cadangan yang ada
dengan raw material yang dibongkar per bulan kemudian dijadikan per tahun.
Diketahui:
Jumlah Cadangan/Material Pembawa Zirkon = 4.654.073 Ton
Material Yang Dibongkar = 28.596 Ton/Bulan
Jumlah Material Pembawa Zirkon
Umur tambang = Bongkaran Perbulan

38
4.654.073 Ton
= 28.596 Ton/Bulan

= 163 Bulan
163 Bulan
= 12 Bulan

= 13,58 Tahun (dibulatkan) = 14 Tahun

3. Luas Lahan yang Ditambang/Bulan


Untuk menentukan luasan lahan yang ditambang per bulan yaitu dengan cara
bongkaran per bulan di bagi dengan berat jenis material, kemudian di bagi lagi
dengan ketebalan rata-rata pasir pembawa zirkon, dan di jadikan hektar yaitu
dengan cara dibagi 10.000.
Diketahui:
Material Yang Dibongkar = 28.596 Ton/Bulan
Berat Jenis Raw of Material = 3,2871 m/Ton
Material Yang Dibongkar/Bulan
Luas Lahan yang Ditambang = Berat Jenis RoM

28.596 Ton
= 3,2871 m/Ton

8.700 m
= 4 meter

2.175 m
= 10.000

= 0,22 Ha/Bulan 12 Bulan


= 2,60 Ha/Tahun (dibulatkan) = 3 Ha/Tahun
Dimana untuk mendapatkan target penambangan per tahun sesuai dengan
perhitungan di atas harus dilakukan penyesuaian metode penambangan dengan
berdasarkan faktor-faktor dan pertimbangan bahwa sebaran endapan zirkon
terdapat dekat permukaan tanah, maka seperti pada umumnya penambangan

39
endapan alluvial, metode penambangan zirkon yang akan diterapkan adalah
tambang terbuka dan sistem penyemprotan menggunakan air (Hydraulicking).
Penambangan akan dilakukan pada beberapa blok tambang kecil, dibuka
secara bersamaan dalam rangka mendapatkan target produksi tambang zirkon
bersih per tahun. Sebagian besar penambangan dilakukan dengan serangkaian
alat-alat yang mana dinilai lebih efektif dan efisien dalam mencapai target
produksi.
Pada areal tambang akan dibuat sebuah lubang (feed hole), dimana pompa
gravel berukuran besar akan ditempatkan. Pompa gravel ini berfungsi untuk
menghisap campuran raw material/paygravel (campuran pasir dan batu yang
mengandung mineral berat) serta air yang akan dipompa ke peralatan pengolahan-
pemurnian. Pengumpanan raw material kearah lubang (feed hole) didorong
menggunakan buldozer dan excavator dimana jarak efektif untuk dozer adalah
100 meter di sekeliling lubang (feed hole). Pada tambang semprot digunakan
peralatan penambangan seperti:
1. Pompa semprot (Water Pump)
Pompa semprot digunakan untuk memompa air dari tempat penampungan
ke monitor. Pompa ini mempunyai 2 saluran, yaitu saluran tekan dan saluran
hisap. Saluran tekan berfungsi untuk mengalirkan air ke monitor sedangkan
saluran hisap berfungsi untuk mengalirkan air dari reservoir ke pompa hisap.

40
Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.3 Pompa Air di Atas Rangka Baja

2. Monitor
Monitor adalah alat yang digunakan untuk menggali tanah. Pada ujung
monitor dipasang nozzle untuk menghasilkan pancaran air yang dinyatakan dalam
meter kolom air (mka). Besarnya tekanan semprot dan diameter nozzle untuk
setiap lapisan tanah yang berbeda-beda (lihat Tabel 4.1 dan 4.2)

Tabel 4.1 Tekanan semprot yang dibutuhkan untuk tiap lapisan


Lapisan Tanah Tekanan Semprot mka
Pasir laut, tanah humus 25
Tanah lempung liat 50 100
Pasir kasar / lempung lemah 35 50
Krikil yang disemen limonit 50 80
Tanah liat berpasir 50 100
Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Tabel 4.2 Diameter nozzle untuk jenis lapisan tanah


Jenis Lapisan Tanah Diameter Nozzle
Lempeng Liat 2
Lempung Lemah 2,5
Lempung Pasir 3
Sumber: CV. Selama Indah, 2016

41
Sumber: http://gemileum.blogspot.co.id/2015/02/alluvial-mine-penambangan-
alluvial.html, 2016

Gambar 4.4 Monitor

3. Pompa Gravel (Gravel Pump)


Pompa gravel digunakan untuk menghisap raw material dari lubang hisap
(feed hole) dan mengalirkannya ke instalasi pengolahan.

Foto 4.1 Pompa Gravel

Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.5 Pompa Gravel (Gravel Pump)

Terdapat beberapa hal spesifik yang perlu diperhatikan dalam penentuan


metoda penambangan yang sesuai untuk endapan zirkon. Beberapa hal tersebut
antara lain:

42
1. Keterdapatan endapan yang relative horizontal terhadap bidang perlapisan.
2. Bentuk material endapan zirkon, dimana keterdapatannya juga berada dalam
suatu lapisan yang sudah terliberasi sempurna.
3. Sifat fisik material zirkon yang cenderung lebih berat dibandingkan dengan
mineral pengikut lainnya.
4. Lapisan endapan umumnya berada pada kedalaman tertentu dimana lapisan
tanah diatasnya disebut lapisan tanah penutup atau over burden.
Dengan pertimbangan hal-hal tersebut diatas, untuk alat penambangan
zirkon, digunakan cara penyemprotan untuk pemberaian endapan tersebut yang
selanjutnya material akan terbawa bersama-sama dengan air yang mengalir
menuju lubang penampungan (camuy). Material-material tersebut selanjutnya
diproses untuk mendapatkan konsentrasi zirkon. Penambangan endapan zirkon
dengan semprot meliputi aktivitas penggalian tanah dengan menggunakan daya
pancaran air yang bertekanan tinggi sampai dengan konsentrasi zirkon di instalasi
pengolahan. Mekanisme kerja tambang semprot adalah penggalian dengan
monitor meliputi pekerjaan meruntuhkan tanah sampai lapisan bawah pembawa
zirkon, menghancurkan tanah menjadi material yang dapat dibawa oleh air dan
mengalirkannya kedalam lubang pompa hisap. Untuk mendapatkan kapasitas gali
yang sebesar-besarnya dari metode tambang semprot ini, diperlukan suatu teknik
penyemprotan yang baik, cara menggerakan monitor ke sasaran selama operasi
penyemprotan.
Penentuan alat yang diperlukan disesuaikan dengan sasaran produksi yang
direncanakan. Pemilihan jenis peralatan ditentukan oleh beberapa faktor seperti
kondisi lapangan dan jenis material. Diasumsikan bahwa jenis material yang akan
digali adalah material lunak, sehingga tidak diperlukan peledakan dalam operasi
penggaliannya.

Berikut alat-alat yang akan digunakan dalam rencana penambangan oleh


CV. Selama Indah meliputi:

Tabel 4.3 Rencana Penggunaan Peralatan Tambang

43
No Nama Alat Jumlah Penggunaan

1 Dozer 1 Land Clearing

2 Excavator 2 Land Clearing

3 Pompa Gravel Besar + Mesin Diesel 1 Penambangan

4 Pompa Air + Mesin Diesel 2 Penambangan

5 Genset 1 Penambangan

6 Saringan Getar 1 Penambangan

7 Jigs 2 Penambangan

8 Pompa Gravel Kecil 2 Penambangan

9 Tangki Air 1 Penambangan

10 Pipa Air 1 Penambangan

11 Pipa Lumpur 1 Penambangan


Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Adapun perkiraan umur tambang yang direncanakan selama 14 tahun


dengan luas masing-masing blok tambang dan volume dari material yang diambil
adalah sebagai berikut:
1. Blok tambang tahun pertama dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
2. Blok tambang tahun kedua dengan luasan 3 hektare dan volume material yang
di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
3. Blok tambang tahun ketiga dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
4. Blok tambang tahun keempat dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
5. Blok tambang tahun kelima dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
6. Blok tambang tahun keenam dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.

44
7. Blok tambang tahun ketujuh dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
8. Blok tambang tahun kedelapan dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
9. Blok tambang tahun kesembilan dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
10. Blok tambang tahun kesepuluh dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
11. Blok tambang tahun kesebelas dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
12. Blok tambang tahun keduabelas dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
13. Blok tambang tahun ketigabelas dengan luasan 3 hektare dan volume material
yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.
14. Blok tambang tahun keempatbelas dengan luasan 3 hektare dan volume
material yang di tambang (raw consentrate) 343.152 Ton.

45
Sumber: Data Pengolahan Pribadi, 2016

Gambar 4.6 Peta Rencana Kemajuan Tambang

46
4.2.2 Pengolahan Zirkon
Pengolahan zirkon termasuk sangat komplek karena selain
memisahkannya dari mineral pengganggu (gangue minerals), tetapi juga
dipisahkan dari mineral-mineral berat lainnya (multi mineral processing).
Pengolahan dan pemurnian merupakan proses meningkatkan kadar
konsentrat zirkon menjadi lebih tinggi dengan cara memisahkan dengan
mineral lainnya, didasarkan sifat fisik mineral yang ada seperti berat
jenis, kemagnetan dan kelistrikan.

4.2.2.1 Tata Cara Pengolahan Zirkon


Pengolahan zirkon yang akan dilakukan oleh CV. Selama Indah
yaitu dengan meningkatkan kadar konsentrat zirkon menjadi lebih tinggi
dengan cara memisahkan dengan mineral lainnya, didasarkan dari sifat
fisik mineral yang ada seperti berat jenis, kemagnetan dan kelistrikan.
Rencana produksi konsentrat zirkon yang dilakukan oleh
perusahaan dengan beberapa proses yaitu:
1. Penambangan
Raw material dari penambangan setiap hari dialirkan kedalam rol
screen.
2. Rol screen atau alat pemisah tailing dengan konsentrat.
Material yang masuk kedalam roll screen ini akan dipisahkan menjadi dua,
yaitu:
Tailing, langsung ditimbun karena tidak berguna.
Konsentrat, dialirkan ke Vibrator Spiral dan dipisahkan menjadi 3 bagian
yaitu:
1. Konsentrat
2. Middling
3. Tailing

4.2.2.2 Tahap Pengolahan

47
Pada penelitian ini proses pengolahan yang akan dilakukan oleh
CV. Selama Indah berdasarkan dari bagan alir yang telah ditentukan oleh
perusahaan dan dibagi dalam 2 tahap, yaitu sebagai berikut:
CONCENTRATING FLOWCHART

100%

80%

30%

15%

14%

13%

10%

5%

2%

2%

0,5%

48
Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.7 Bagan Alir Pengolahan Pasir Zirkon


Proses pengolahan pertama dilakukan dengan cara mengambil material
dari lubang penambangan (feed hole) sebanyak 1.144 Ton yang terdiri dari
1.125,58 Ton Raw Material (Pasir dan Gravel), Zirkon 6,52 Ton, Ilmenite
7,89 Ton dan magnetite 4,00 Ton dialirkan menggunakan gravel pump
melalui pipa alir menuju Screen deck.

Tabel 4.4 Hasil Pengolahan Screen Deck


Dari Penambangan Screen Deck
Bahan Baku Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(Ton) (%) (Ton) (%)
Raw Material (Pasir) 1125,58 98,39 900,47 98,00
Zirkon 6,52 0,57 6,52 0,71
Ilmenite 7,89 0,69 7,89 0,86
Magnetite 4,00 0,35 4,00 0,44
1144,00 100,00 918,88 100,00
Sumber: Data Pengolahan Pribadi, 2016

Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.8 Pipa HDPE Untuk Mengalirkan Material

49
kemudian dari screen deck didapat raw material (Pasir) 900,47 Ton, zirkon
6,52 Ton, Ilmenite 7,89 Ton dan magnetite 4,00 Ton yang lolos dari screen
deck kemudian di proses ke jig separator, proses ini menghasilkan raw
material (Pasir) 337,67 Ton, Zirkon 6,52 Ton, Ilmenite 7,89 Ton dan
magnetite 4,00 Ton, proses selanjutnya dilakukan dengan menggunakan
magnetic separator dimana sebagian mineral yang bersifat magnet akan
terpisahkan dan menghasilkan raw material (Pasir) 168,84 Ton, Zirkon 6,52
Ton, Ilmenite 1,18 Ton dan magnetite 0,60 Ton dari magnetic separator
dilanjutkan ke proses knelson concentrator dimana sebagian mineral berat
terpisah dari pasir pembawa zirkon proses dari pengolahan ini menghasilkan
Raw Material (Pasir) 157,58 Ton, Zirkon 6,52 Ton, Ilmenite 1,18 Ton dan
magnetite 0,56 Ton

Tabel 4.5 Hasil Pengolahan dengan Peralatan jig separator, magnetic


separator dan knelson concentrator
Jig Separator Magnetic Separator Knelson Concentrator
Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(Ton) (%) (Ton) (%) (Ton) (%)
337,67 94,83 168,84 95,31 157,58 95,02
6,52 1,83 6,52 3,68 6,52 3,93
7,89 2,22 1,18 0,67 1,18 0,71
4,00 1,12 0,60 0,34 0,56 0,34
356,09 100,00 177,14 100,00 165,85 100,00
Sumber: Data Pengolahan Pribadi, 2016

dari knelson concentrator dilanjutkan ke micron screen menghasilkan raw


material (Pasir) 146,33 Ton, Zirkon 6,52 Ton, Ilmenite 1,18 Ton dan
magnetite 0,52 Ton proses akhir tahap pertama ini menggunakan humprey
spiral yang menghasilkan raw konsentrat (Pasir) 112,56 Ton, Zirkon 6,52
Ton, Ilmenite 1,18 Ton dan magnetite 0,52 Ton

50
Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.9 Jig Separator

Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.10 Knelson Concentrator

Tabel 4.6 Hasil Pengolahan dengan Micron screen dan Humprey spiral
Micron Screen Humprey Spiral
Jumla
Persent Jumla Persent
h
ase (%) h (Ton) ase (%)
(Ton)
146,33 94,68 112,56 93,19
6,52 4,22 6,52 5,40
1,18 0,77 1,18 0,98
0,52 0,34 0,52 0,43
154,55 100,00 120,78 100,00
Sumber: Data Pengolahan Pribadi, 2016

51
Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.11 Micron Screen

Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.12 Humprey Spiral

Proses pengolahan tahap kedua dilakukan dengan peralatan diantaranya


magnetic separator, shacking table, rotary dryer dan electrolysis separator.
Dimana bahan baku dari pengolahan awal di olah didalam ruangan. Adapun
bahan baku yang digunakan berupa raw konsentrat (Pasir) 112,56 Ton, zirkon
6,52 Ton, Ilmenite 1,18 Ton dan magnetite 0,52 Ton dan menghasilkan pasir
zirkon dengan kadar >65% sebanyak 6,52 Ton.
Tabel 4.7 Hasil Pengolahan dengan Magnetic separator
Dari Proses Pengolahan I Magnetic separator
Bahan Baku Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(Ton) (%) (Ton) (%)

52
Raw konsentrat 112,56 93,19 5,63 46,00
Zirkon 6,52 5,40 6,52 53,30
Ilmenite 1,18 0,98 0,06 0,48
Magnetite 0,52 0,43 0,03 0,21
120,78 100,00 12,23 100,00
Sumber: Data Pengolahan Pribadi, 2016

Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2016

Gambar 4.13 Magnetic Separator

53
https://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/rancangan-pengolahan-bijih/tipe-model-
magnetic-seperator/

Gambar 4.14 Ilustrasi Skemamatika dari Magnetic Separator

Tabel 4.8 Hasil Pengolahan dengan shacking table, rotary dryer dan
electrolysis separator
Shacking Table Rotary Dryer Electrolysis Separator
Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase
(Ton) (%) (Ton) (%) (Ton) (%)
2,25 25,46 2,25 25,49 0,5628 7,94
6,52 73,75 6,52 73,84 6,52 91,98
0,06 0,67 0,06 0,67 0,01 0,08
0,01 0,12 0,00 0,00 0,00 0,00
8,84 100,00 8,83 100,00 7,09 100,00
Sumber: Data Pengolahan Pribadi, 2016

54
Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.15 Meja Goyang Jenis Deister (Shacking Table)

Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.16 Mesin Pengering (Rotary Dryer)

4.2.2.3 Hasil Pengolahan dan Rencana Pemanfaatan Mineral Ikutan


Hasil dari pengolahan yang dilakukan CV. Selama Indah berupa
pasir zirkon dengan kadar diatas 65% atau telah mencapai nilai yang
ditargetkan dimana sebelumnya dilakukan pengepakan setelah pasir
zirkon yang tercuci ditiriskan. Packing digunakan kantong ukuran 20
liter untuk memuat pasir zirkon seberat 40kg yang nantinya akan
dipasarkan untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. Sedangkan

55
mineral ikutan berupa magnetite, ilmenite dan rutil akan dipasarkan
untuk kebutuhan dalam negeri.

4.2.2.4 Pengolahan Tailing


Instalasi penanganan air limbah (IPAL) merupakan rangkaian unit
pengolahan limbah (tailing) yang dihasilkan dari proses pencucian.
Instalasi pengolahan air limbah yang akan dibangun disesuaikan dengan
karakteristik dan volume air limbah dan proses penanganan limbah yang
akan dilaksanakan.
Proses penanganan limbah (tailing) diawali dengan pengaliran
material dan air bekas pencucian yang tidak terproses ulang menuju
tailing dam secara gravitasi. Tailing yang ada didalam tailing dam akan
mengalami proses sedimentasi untuk memisahkan padatannya dan
equalisasi laju aliran cairan limbah menuju IPAL untuk pengolahan lebih
lanjut. Pengolahan cairan limbah di- IPAL dilakukan dengan proses
sedimentasi hingga air hasil pengolahan layak untuk digunakan kembali
daiam proses pencucian. Sedimen tailing dalam tailing dam dan IPAL
dibersihkan dengan proses pengerukan untuk kemudian digunakan
kembali sebagai material uruk lubang (feed hole) bekas tambang.
Kolam pengendap (settling pond) yang akan dibangun di lokasi
unit pengolahan zirkon ini untuk mengantisipasi air hujan yang melewati
tumpukan tailing zirkon di stockpille.
Partikel-partikel pengotor yang terbawa oleh air hujan di unit
pengolahan, diendapkan terlebih dahulu di kolam pengendapan dan
sekaligus dinetralkan kembali dengan menggunakan gamping (lime),
setelah itu baru dibuang ke luar area pengolahan. Adanya kolam
pengendap ini akan mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang
disebabkan pembuangan air dari lokasi pengolahan zirkon ke sungai.
Kolam pengendapan dibuat di bagian terendah dari topografi yang ada di
lokasi pengolahan zirkon, dengan dimensi ukuran 15m 15m 15m
sebanyak 3 buah, sehingga sirkulasi air yang mengalami proses

56
pelimpasan secara bertahap-tahap dan berakhir dengan air yang memiliki
tingkat kekeruhan yang minimalis dari pencemaran disekitar lokasi
penambangan terhadap penggunaan air bagi masyarakat penduduk
setempat/lingkungan sekitarnya.

Sumber: CV. Selama Indah, 2016

Gambar 4.17 Dimensi dan Jumlah Settling Pond

57