Anda di halaman 1dari 5

5.

Density Log
Density Log adalah log porositas yang mengukur elektron density dari
formasi. Instrumen pengukuran densitas secara umum terdiri atas sumber energi
gamma ray berupa Cobalt 60 atau Cesium 137 dan dua detektor. Sumber dan
detektor terletak pada bantalan yang diperkuat dengan dinding lubang. Detector
spasi panjang untuk membaca formasi, Detector spasi pendek untuk mengukur
material yang terjadi antara bantalan dan formasi.
Pada kurva Density Log dinyatakan dalam satuan gr/cc karena energi yang
diterima detektor dipengaruhi oleh matrik batuan ditambah kandungan yang ada
dalam pori-pori batuan. Maka densitas batuan dengan satuan gr/cc adalah :
1. Batuan sangat kompak
Batuan sangat kompak porositasnya mendekati harga nol, sehingga per satuan
volume (cc) seluruhnya/hampir seluruhnya terdiri dari matriks batuan.
Dengan demikian batuan mempunyai densitas paling besar, dimana = 0,
dan ini disebut densitas matriks (ma). Setiap jenis batuan mempunyai harga
ma yang berbeda.
2. Batuan permeabel dengan kandungan air asin
Air asin mempunyai densitas lebih rendah dibanding batuan yang seluruhnya
terdiri dari matriks.
3. Batuan permeabel dengan kandungan minyak
Batuan yang mengandung minyak, densitasnya lebih rendah daripada berisi
air asin, sebab densitas air asin lebih besar daripada minyak.
4. Batuan permeabel mengandung gas
Batuan yang mengandung gas, densitasnya lebih rendah dibandingkan dengan
batuan yang mengandung minyak.
5. Batubara (coal)
Batubara mempunyai densitas paling rendah diantara semua jenis batuan.
Prinsip Pengukuran :
Prinsip kerja Density Log yaitu suatu sumber radioaktif dari alat pengukur
dipancarkan sinar gamma dengan intensitas energi tertentu menembus batuan.
Batuan terbentuk dari butiran mineral, mineral tersusun dari atom atom yang
terdiri dari proton dan elektron. Partikel sinar gamma membentur elektron-
elektron dalam batuan. Akibat benturan ini sinar gamma akan mengalami
pengurangan energi. Energi yang kembali sesudah mengalami benturan akan
diterima oleh detektor yang berjarak tertentu dari sumbernya, semakin lemah
energi yang kembali maka semakin banyak elektron dalam batuan yang berarti
makin padat butir penyusunan volumenya.
Skema rangkaian dasar Density Log

Gambar Skema Rangkaian Dasar Density Log

Hubungan antara porositas batuan dengan densitas batuan yang diukur


oleh Density Log adalah :
ma b
ma f
D =
Dimana :
D = Porositas pada Density Log (fraksi)
b = Densitas bulk (gr/cc).
ma = Densitas matrik (gr/cc).
= 2.65 untuk sand, sandstones, and quartzites
= 2.68 untuk limey sand or sandy limes
= 2.71 untuk limestones
= 2.87 untuk dolomites
f = 1.0 untuk fresh mud
= 1.0 + 0.73 N untuk salt mud , dimana N adalah konsentrat sodium
klorida dalam ppm x 10-6.
f = Densitas fluida (gr/cc).

Fungsi Density Log :


1 Menentukan nilai b.
2 Menentukan porositas batuan.
3 Mendeteksi gas bearing zone.

Kondisi Optimum :
Kriteria yang harus diperhatikan agar pengukuran Density Log dapat optimum
yaitu :
1. Densitas batuan formasi rendah.
2. Unconsolidated sand formation.
3. Porositas antara 20% - 40%.

Selain dengan menggunakan persamaan (3-10) porositas dapat juga dicari dengan
menggunakan grafik yang ditunjukkan oleh Gambar 3.11.
Gambar Grafik Penentuan Nilai Porositas

Contoh kurva defleksi Density Log


Gambar Contoh Defleksi Kurva Density Log