Anda di halaman 1dari 2

Tata Cara Kepengurusan Ijin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT)

Dasar Hukum :

1.Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang PANGAN


2.Peraturan Pemerintah No.28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan
3.Perka BPOM Nomor : HK.03.1.23.04.12.2205 tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga
4.Perka BPOM Nomor : HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 tentang Cara Produksi Pangan Yang Baik Untuk Industri Rumah Tangga
5.Perka BPOM Nomor : HK.03.1.23.04.12.2207 tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga
PANGAN : segala sesuatu yg berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah/tdk diolah,yg diperuntukkan sbg makanan atau minuman bagi konsumsi manusia,
termasuk Bahan Tambahan Pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yg digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/ atau pembuatan makanan atau
minuman

Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)

1.Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) : perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga semi
otomatis
2.SPP-IRT : jaminan tertulis yg diberikan oleh Bupati/Wako cq. Dinkes thd pangan produksi IRTP di wilayah kerjanya yg telah memenuhi persyaratan pembrian SPP-
IRT dlm rangka peredaran Pangan Produksi IRT
3.Nomor PIRT: nomor pangan IRT yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari SPP-IRT dan wajib dicantumkan pada label pangan IRT yg tlh memenuhi persyaratan
pemberian SPP-IRT
4.Label : setiap keterangan (gambar/tulisan/kombinasi) yg disertakan pd pangan (dimasukkan/di tempel/bagian dari kemasan)
SPP-IRT :
Diberikan Oleh Bupati/ Walikota cq. Dinas Kesehatan
Setelah IRTP memenuhi persyaratan
Berlaku selama 5(lima tahun) dan dapat diperpanjang
Pangan Produksi IRTP yang SPP-IRT telah berakhir masa berlakunya dilarang untuk diedarkan
Persyaratan :
1.Mempunyai Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan
2.Hasil Rekomendasi Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga
3.Jenis Pangan yang diijinkan untuk memperoleh SPP-IRT tercantum pada Peraturan ini.
Langkah-langkah untuk memperoleh SPP-IRT :
1. Mengikuti PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN (PKP)

1.Mendaftarkan diri (Pemilik/Penanggung Jawab IRTP) ke Dinkes (Seksi Farmakmin) untuk mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP)
2.Mengisi Formulir Pendaftaran dan melengkapi dokumen (pas foto 34 berwarna 2 lembar, dan fc KTP)
3.Mengikuti materi PKP sampai selesai dengan materi yang telah ditentukan
4.Mengerjakan Pre-test dan Post test
5.lulus mengikuti PKP dengan hasil evaluasi minimal nilai cukup (60) (untuk nilai Post Test)
6.Setelah lulus maka diberikan sertifikat PKP yang sudah tercantum nomor PKP nya : 9 digit : 123/4567/89
Mulai tahun 2012 Nomor PIRT minimal 15 digit : P-IRT No.1234567890123-45
Nomor P-IRT diberikan untuk 1(satu) jenis pangan IRT
Setiap perubahan (pemilik/penanggung jawab), dan perubahan atau penambahan produk (jenis/kemasan) harus dilaporkan ke bupati/wako cq.Dinkes)
Pengajuan perpanjangan SPP-IRT dilakukan minimal 3 bulan sblm masa SPP-IRT berakhir
PENCABUTAN SPP-IRT : dilakukan oleh Bupati/Wako cq. DINKES apabila terjadi salah satu dari hal-hal berikut :

pemilik dan/ penanggungjawab perusahaan melakukan pelanggaran terhadap peraturan yg berlaku


Pangan terbukti sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan
Pangan mengandung bahan berbahaya
Sarana terbukti tidak sesuai dengan kriteria IRTP
Monitoring SPP-IRT

Dilakukan minimal 1 kali dalam setahun


Dilakukan oleh Bupati/Wako cq. Dinas Kesehatan dan atau Puskesmas
Kemasan yg diijinkan dipakai untuk IRTP :

Gelas
Plastik
Karton/ Kertas
Kaleng
Alumunium Foil
Lain lain
Jenis pangan yg diizinkan untuk memperoleh SPP-IRT :

01. Hasil Olahan Daging Kering

02. Hasil Olahan Ikan Kering

03. Hasil Olahan Unggas Kering

04. Sayur Asin dan Sayur Kering

05. Hasil Olahan Kelapa

06. Tepung dan hasil olahnya


07. Minyak dan Lemak

08. Selai, Jeli dan Sejenisnya

09. Gula, Kembang Gula dan Madu

10. Kopi, Teh, Coklat Kering atau campurannya

Jenis pangan yg diizinkan untuk memperoleh SPP-IRT :

11. Bumbu

12. Rempah-rempah

13. Minuman ringan, minuman serbuk

14. Hasil Olahan Buah

15. Hasil Olahan Biji-bijian dan Umbi

16. Lain-lain Es