Anda di halaman 1dari 10

20.

Analisa kebutuhan Terminal Penumpang pada bandara Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur
Tabel Perhitungan Jam Puncak

BANDARA 2015 2020 2025 2030 2035


Volume penumpang tahunan 112855 126484 155063 191301 237282
volume penumpang harian 309 346 424 524 650
pergerakan pesawat Boeing 737-800 1 1 2 2 2
Boeing 737-200 1 1 1 0 0
TOTAL 2 2 3 2 2
0,975807 0,975807 0,7967433 0,975807
koef. Jam puncak 4 4 7 4 0,97580736
volume jam puncak 301 338 338 511 634
daya layan 260 260 411,2 302,4 302,4
pergerakan pesawat Boeing 737-800 1 1 2 2 2
pada jam puncak Boeing 737-200 0 0 0 0 0
TOTAL 1 1 2 2 2
Daya layan jam puncak 151,2 151,2 302,4 302,4 302,4

Diketahui :
a = Jumlah penumpang berangkat pada waktu sibuk
= 358 orang
b = Jumlah penumpang transfer
= 11 orang
c = Jumlah penumpang datang Pada waktu sibuk
= 292 orang

a. Keberangkatan
1) Kerb.
Tabel Lebar Kerb Standar

Mencari panjang kerb :

L = 0,095 a . p (+ 10 )

L = panjang kerb
a = jumlah penumpang berangkat pada waktu sibuk
p = proporsi penumpang menggunakan mobil/taxi (0,80)
L = ( 0,095 x 358 x 0,80 ) + 10%
L = 27,308 x 10
A = 273,08 m2 275 m2

2) Hall Keberangkatan

A = 0,75 { 358 (1+2) + 11} + 10


A = 823,75 m2 825 m2

3) Ruang Tunggu Keberangkatan

( 60 x 0,6 ) +(20 x 0,4)


A = 292 ( 30
+10

A = 255,63 m2 255 m2

4) Check-in area
A = 0,25 ( 358 + 11 ) + 10%

A= 92,35 m2 95 m2

5) Check-in Counter

N= ( 358+60 11 ) x 2 (+10%)

N = 6,12 unit x 2 m2
A = 12,3 m2 13 m2

6) Timbang Bagasi
Jumlah timbangan sesuai dengan banyaknya jumlah check-in counter. Timbangan di
letakkan menyatu dengan check-in counter. Menggunakan timbangan mekanikal
maupun digital. Deviasi timbangan 2,5 %.
Karena didapat jumlah check-in counter = 13 unit. Maka, jumlah timbangan = 13 unit.

b. Kedatangan

1) Baggage claim area


A = 0,9 x 292 + 10%

A = 262,9 m2 265 m2

2) Hall Kedatangan

A = 0,375 ( 11 + 292 +(2 x 292 x2)) + 10%

A = 551,725 m2 555 m2

3) Kerb Kedatangan
Lebar kerb kedatangan sama seperti pada terminal keberangkatan dan panjang kerb
sepanjang sisi luar bangunan terminal kedatangan yang bersisian dengan jalan umum.
Jadi, luasannya = 275 m2

18. Analisa perkerasan bandara pada bandara Tardamu, kab. Sabu Raijua
Data perencanaan :
- Lokasi perencanaan : kab. Sumba Timur, NTT
- Masa perencanaan : 20 tahun
- Pesawat rencana : Boeing 737-800
- CBR tanah : 12 %
- Rencana jenis perkerasan : Flexible
Data pesawat rencana :
MASA LAYANAN 20 TAHUN
No Jenis Data Karakteristik Pesawat Rencana Boeing 737-800
Nilai Satuan
1 Keberangkatan Ekivalen Tahunan 730 Pswt/Thn
2 Maksimum Take Off Weight (MTOW) 79.010 kg
3 Jumlah Penumpang 189 org/ trip
4 Tipe Roda Pendaratan B737-800

Dengan menggunakan bantuan aplikasi FAARFIELD didapat konfigurasi untuk tebal setiap
lapisan pada perkerasan

a. Modify Jenis Pesawat dan Departure


b. Modify Design Structure dan Desain Perkerasan Kaku
c. Hasil desain perkerasan flexible

12. Analisa geometric suatu bandara pada bandar udara Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur.

Data karakteristik lokasi :

- Elevasi Bandar udara : 10,00 mdpl


- Suhu rata-rata : 29 o C
- Slope runway : 2%

Data spesifikasi pesawat rencana :

- Nama pesawat : Boeing 737-800


- Panjang : 39,50 m
- Tinggi : 12,50 m
- Wingspan : 34,30 m
- Jarak lepas landas : 2.700 m
- Kapasitas penumpang : 189 orang

Tabel Aerodrome Reference Code (ARC)

Code Element 1 Code Element 2

Code ARFL Code Wing Span Outer Main Gear


Number Letter Wheel Span

1 <800 m A <15 m <4.5 m

2 800 s.d. 1200 m B 15 s.d. 24 m 4.5 s.d. 6 m

3 1.200 s.d 1.800 C 24 s.d. 36 m 6 s.d. 9 m


m

4 >1.800 m D 36 s.d. 52 m 9 s.d. 14 m

E 52 s.d. 60 m

Berdasarkan tabel ARC diatas dengan ARFL 2.256 m dan lebar sayap 34,30 m sehingga
pesawat ini mempunyai ARC 4D.

a. Runway

1) Panjang Runway

Adapun perhitungan koreksi terhadap runway berdasarkan data-data di atas adalah


sebagai berikut:
- Koreksi terhadap elevasi

elevasirun way
KE 1 7% * * ARFL
300

sehingga:

10
KE 1 7% * * 2256 1.0023m
300

- Koreksi terhadap elevasi dan temperatur

KET [1 0,01( suhulokasi (15 0,0065h)] * KE

sehingga:

KET [1 0,01(29 (15 0,0065 *10)] *1.0023 1.13935m

- Koreksi terhadap elevasi, temperatur, dan slope

KETS [1 * slope * 10%] * KET

sehingga:

KETS [1 * 0.20 *10%] *1.13935 1.0002

2) Panjang runway aktual

Karena pertimbangan faktor keamanan dan kemudahan dalam pengerjaan,


maka panjang runway aktualnya dibulatkan menjadi 1.000 m.

a. Lebar Runway
Tabel Lebar Runway
Karena ARC dari pesawat kritis adalah 4D, maka lebar runway berdasarkan tabel di atas
adalah 45 m.

b. Stopway
Tabel Dimensi Stopway

Karena ARC pesawat rencana adalah 4D maka lebar stoway = 30 m ; panjang stopway =
60 m ; dan kemiringan stopway = 0,3 % per 30 m.

c. Taxiway
1). Lebar taxiway

Keterangan:
a. Bila taxiway digunakan pesawat dengan roda dasar kurang dari 18 m.
b. Bila taxiway digunakan pesawat dengan seperempat roda dasar lebih dari 18 m.
c. Bila taxiway digunakan pesawat dengan roda putaran kurang dari 9 m.
d. Bila taxiway untuk pesawat dengan seperempat roda putaran lebih dari 9 m.

Karena jarak antar roda kurang dari 18 m maka lebar taxiway yang digunakan adalah
18 m.

e. Apron

1) Panjang Apron
Untuk merencanakan panjang apron type apron yang dipakai adalah type Open
Apron System dan direncanakan 1 baris, dan jumlah pesawat yang direncanakan
parkir dalam 1 baris sebanyak 2 pesawat. Dengan jarak cleareance antar pesawat
adalah 4,5 m. Menurut FAA ( pada AC 150/5300-13,Airport Design) jarak dari as
pesawat terbang paling tepi ke tepi apron minimum adalah :
= 1,5 x lebar Taxiway
= 1,5 x 15,0
= 22,5 m
Sehingga panjang apron
L = (2 x 34,30) + 4,5 + (2 x 22,5)
= 118,1 m
2) Lebar Apron
Service road = 10 m. dan lebar Ground Support Equipment (GSE) adalah 20 m
(Sumber : Peraturan Dirjen perhubungan udara tentang persyaratan teknis
pengoperasian fasilitas teknik Bandar udara, tahun 2005). Sedangkan dari
wingspan adalah 17,15, dan jarak as apron taxiway sampai tepi apron adalah 22,50.
Sehingga lebar apron adalah :
W = 10 + 20 +39,50 + 17,15 + 22,50
W = 109,15 m