Anda di halaman 1dari 9

TOPIK IV

POIN CENTERED QUAETER


1. Latar Belakang

Metode point centered quarter (PCQ) adalah salah satu metode tanpa plot. Keuntungan
menggunakan metode tanpa plot daripada berbasis teknik plot yang standar adalah bahwa metode
point centered quarter (PCQ) cenderung lebih efisien. Metode tanpa plot lebih cepat untuk dilakukan,
membutuhkan peralatan yang relatif sedikit, sehingga hanya membutuhkan sedikit pekerja (Mitchell,
2007).

2. Tujuan
1. Mengetahui jenis tumbuhan yang hidup di Hutan Kota Malabar Kota Malang
2. Mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) setiap jenis tumbuhan pada suatu vegetasi dengan
menggunakan metode point centered quarter di di Hutan Kota Malabar Kota Malang
3. Mengetahui pengaruh faktor abiotik terhadap dominansi tumbuhan yang ada di di Hutan
Kota Malabar Kota Malang

3. Alat dan Bahan


Alat Bahan
1. roll meter 1. Kantong Plastik
2. meteran kain 2. Kertas label
3. klinometer
4. kompas bidik
5. alat tulis
6. tali rafia
7. camera
8. Termohigrometer
9. Soil Termo
10. Soil analyzer

4. Prosedur Kerja
1. Menentukan tempat pengamatan berupa vegetasi yang kompleks.
2. Menentukan subuah titik pusat pengamatan.
3. Menyiapkan klinometer dan roll meter.
4. Membuat kuadran dengan ukuran 5x5 m , sebanyak 3 plot tanpa
jarak antar plot
5. Mencari pohon yang memiliki keliling minimal 30 cm dan letaknya
paling dekat dengan titik pusat dari transek yang dibuat tadi di ke
empat kuadran.
6. Mengukur keliling pohon yang sejajar dengan dada pengamat
menggunakan roll meter.
7. Mengukur tinggi pengamat dari mata sampai ujung kaki
8. Mengukur jarak pohon dari titik pusat.
9. Mengukur jarak pengamat terhadap pohon.
10. Menentukan sudut elevasi dengan menggunakan klinometer.
11. Mengukur faktor abiotic masing-masing plot.
12. Menghitung variabel: densitas relatif, dominansi relatif, frekuensi
relatif, nilai penting.

5. Analisis Data

Basal area (BA) merupakan penutupan kanopi pohon . Diameter


didapatkan dari pengukuran keliling batang pohon. Diameter batang tiap
spesies tersebut kemudian digunakan untuk mencari nilai basal area dengan
menggunakan rumus:
d = K/

BA = 1/4 d2
Keterangan:
K = keliling pohon
BA = Basal Area
= 3,14
d = Diameter batang

Rata-rata jarak = Jumlah semua jarak yang terukur (jumlah plot x panjang
plot)
4 x jumlah titik pusat (n)

Kerapatan per 100 m2 = Jumlah individu spesies i / 100 x Faktor koreksi

Factor koreksi PCQ = 1.

Kerapatan Mutlak = BA x Kerapatan per 100 m2

Kerapatan relatif = Jumlah individu sejenis x 100%


Total individu seluruh spesies
Frekuensi relatif = Frekuensi spesies i x 100%
Total frekuensi
Dominasi relatif = dominansi spesies i x 100%
Dominansi total
Indeks Nilai Penting = kerapatan relatif + dominasi relatif +
frekuensi relatif
6. TABEL DATA
Tinggi
Diameter Pohon (,
Titik No. Jarak Nama Keliling
Pohon Jarak
Sampling Quarte (cm) Tumbuhan Pohon
(cm) Pengama
tan)
1
2
1
3
4
1
2
2
3
4
1
2
3
3
4
4 1
Dst... Dst..

Contoh Analisis:
No. Jarak Diameter Keliling Tinggi Pohon
Quarter Jenis Tumbuhan
Sampling (cm) Pohon (cm) Pohon (, Jarak
1 40 Swietenia macrophylla 19,74522293 62 600+(170cm)
Pengamatan
2
1
3 35 Swietenia macrophylla 23,88535032 75 500+(150cm)
4
1 370 Swietenia macrophylla 69,42675159 218 650+(70cm)
2 250 Swietenia macrophylla 38,21656051 120 600+(70cm)
2
3
4
1 360 Swietenia macrophylla 41,40127389 130 600+(580cm)
2
3
3 75 Swietenia macrophylla 23,88535032 75 640+(300cm)
4
1
2 450 Swietenia macrophylla 35,98726115 113 750+(70cm)
4
3
4 405 Swietenia macrophylla 46,17834395 145 550+(70cm)
1 390 Swietenia macrophylla 27,07006369 85 700+(70cm)
2 206 Swietenia macrophylla 34,7133758 109 800+(60cm)
5
3
4
1 480 Swietenia macrophylla 108,2802548 340 700+(75cm)
2
6
3 250 Swietenia macrophylla 47,77070064 150 650+(320cm)
4
1 935 Swietenia macrophylla 89,17197452 280 700+(150cm)
2
7
3 350 Swietenia macrophylla 31,84713376 100 600+(220cm)
4
1
2 175 Swietenia macrophylla 54,14012739 170 600+(140cm)
8
3
4 150 Swietenia macrophylla 39,8089172 125 700+(100cm)
1 350 Swietenia macrophylla 35,03184713 110 600+(180cm)
2 357 Swietenia macrophylla 89,17197452 280 700+(70cm)
9
3
4
1
2 415 Swietenia macrophylla 50,95541401 160 700+(70cm)
10
3
4 300 Swietenia macrophylla 35,03184713 110 700+(100cm)
1
2 414 Swietenia macrophylla 23,88535032 75 700+(70cm)
11
3
4
1 325 Swietenia macrophylla 80,25477707 252 600+(150cm)
2
12
3 200 Swietenia macrophylla 47,77070064 150 650+(200cm)
4
1 235 Swietenia macrophylla 27,07006369 85 750+(70cm)
2
13
3
4 235 Swietenia macrophylla 45,85987261 144 650+(280cm)
1
2
14
3 475 Swietenia macrophylla 42,99363057 135 600+(150cm)
4
1 426 Anandenanthera colubrina 53,50318471 168 600+(28cm)
2
15
3 150 Anandenanthera colubrina 35,03184713 110 750+(200cm)
4
Total 8803
Rata-rata Jarak = 8803/ 28 = 314,3926571
Densitas mutlak = Basal Area x (Rata-rata jarak)2
Jumlah pohon per 100 m2 = 100 / (314,3926571x 1)2 = 0,001011707
1. Menghitung Densitas
jenis tumbuhan jumlah jumlah pohon per 100 m2
Swietenia macrophylla 0,928571429 0,000939442
Anandenanthera 0,071428571 7,22648E-05
colubrina
total 0,001011707

Densitas Relatif
Swietenia macrophylla (0,000939442/0,001011707) x 100 92,85714286
Anandenanthera colubrina (7,22648E-05/0,001011707) x 100 7,142857143
Total 100

2. Menghitung Dominansi
Swietenia macrophylla Anandenanthera colubrina
D Pohon BA D pohon BA
19,74522293 306,0509554 53,50318471 2247,133758
23,88535032 447,8503185 35,03184713 963,375796
69,42675159 3783,757962
38,21656051 1146,496815
41,40127389 1345,541401
23,88535032 447,8503185
35,98726115 1016,640127
46,17834395 1673,964968
27,07006369 575,2388535
34,7133758 945,9394904
108,2802548 9203,821656
47,77070064 1791,401274
89,17197452 6242,038217
31,84713376 796,1783439
54,14012739 2300,955414
39,8089172 1244,028662
35,03184713 963,3757962
89,17197452 6242,038217
50,95541401 2038,216561
35,03184713 963,3757962
23,88535032 447,8503185
80,25477707 5056,050955
47,77070064 1791,401274
27,07006369 575,2388535
45,85987261 1650,955414
42,99363057 1451,035032
Total BA 54447,29299 3210,509554
Rata-rata BA 2094,126654 1605,254777

Menghitung Dominansi jenis tumbuhan


Swietenia macrophylla 2094,126654 x 0,000939442 1,967310546
Anandenanthera colubrina 1605,254777 x 7,22648E-05 0,116003367
total 2,083313913
Menghitung dominansi relatif

Swietenia macrophylla (1,967310546/2,083313913) x 100 94,43178649


Anandenanthera colubrina (0,116003367/2,083313913) x 100 5,568213515
Total 100

3. Menghitung Frekuensi Relatif


Swietenia macrophylla (14/15) x 100 93,33333333
Anandenanthera colubrina (1/15) x 100 6,666666667
Total 100

Swietenia macrophylla (93,33333333/100) x 100 93,33333333


Anandenanthera colubrina (6,666666667/100) x 100 6,666666667
Total 100

4. Menghitung Indeks Nilai Penting


Indeks Nilai Penting setiap jenis tumbuhan
Densitas Frekuensi Dominansi
jenis Tumbuhan INP rangking
Relatif Relatif Relatif
Swietenia macrophylla 92,85714286 93,3333333 94,43179 280,6222662 1
Anandenanthera
7,142857143 6,66666667 5,568214 19,37773781 2
colubrina
Dari hasil analisis vegetasi menggunakan metode PCQ (Point Centered Quarter), diketahui
yang menghasilkan urutan jenis tumbuhan yang mendominasi yaitu : (1) Swietenia macrophylla (2)
Anandenanthera colubrina.
TOPIK VII
METODE NON FLORISTIK
A. Latar Belakang
Metode no-floristik merupakan metode yang menggambarkan penyebaran vegetasi
berdasarkan penutupannya, dan juga masukan bagi disiplin ilmu yang lainnya (Syafei,1990).
B. Tujuan
1. Untuk memahami dan menerapkan pendekatan non-floristik dalam
metode analisis vegetasi di di Hutan Kota Malabar Kota Malang
2. Untuk mengetahui stratifikasi vegetasi pada area

C. Alat dan Bahan


Alat Bahan
1. roll meter 1. Kantong Plastik
2. alat tulis 2. Kertas label
3. tali rafia 3. Table pengamatan
4. camera
D. Prosedur Kerja
1. Membagi plot yang telah ditentukan menjadi empat daerah yaitu
kuadran 1, 2, 3, dan 4.
2. Melakukan analisis vegetasi pada kuadran 3 dengan menggunakan
metode non floristik (Destruktif).Pengamatan meliputi:
a) Bentuk Hidup
Pohon tinggi berkayu (Tinggi lebih dari 3 m,
W
keliling lebih dari 30 cm)
L Tumbuhan memanjat pada pohon
E Epifit
H Herba (tumbuhan tidak berkayu)
Bryoid (tumbuhan berbentuk batang termasuk
M
lumut daun, lumut hati, lumut kerak, dan jamur)
S Perdu (tumbuhan berkayu pendek)
b) Stratifikasi
1. Lebih dari 25 meter
2. 10-25 meter
3. 8-10 meter
4. 2-4 meter
5. 0,5-2 meter
6. 0,1-0,5 meter
7. 0,0- 0,1 meter
c) Cover
B Sangat jarang
P Berkelompok
I Diskontinu (< 60 %)
C Kontinue (> 60 %)

d) Fungsi daun

D Luruh atau desidous

S Tak berdaun

E Selalu hijau (evergreen)

I Selalu hijau daun (sekulenta)

e)Bentuk dan ukuran daun

O Tak berdaun

N Seperti jarum atau duri

G Graminoid, rumput

A Medium atau kecil (2:5)

H Lebar dan besar


V Majemuk
Bertalus
q

f) Tekstur daun

O Tak berdaun

F Sangat tipis, seperti film

E Seperti membran

X Sclerophyllous
Sukulenta
K

3. Memberikan rumus sesuai dengan ciri atau sifat yang tampak pada
tumbuhan yang ada dalam kuadran 3 disetiap plot.
4. Menggambar stratifikasi tumbuhan pada kertas millimeter sesuai
dengan rumus yang telah didapatkan.

2. Analisis Data
Data yang telah terkumpul dalam laporan sementara berupa rumus statifikasi tumbuhan.
TABEL DATA
Jenis
Plot No. Rumus Jumlah jenis
Tumbuhan
1
2
1 3
4
Dst..
1
2
2 3
4
Dst..
Dst.. Dst..