Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PELAKSANAAN

PROGRAM INDIVIDU PADA KULIAH KERJA NYATA


Sosialisasi Bahaya Narkoba Dan Safety Riding Menuju Canggal
Yang Bebas Narkoba Dan Menjadi Pelopor Lalu Lintas

Di
Dusun : Canggal
Desa : Merdikorejo
Kecamatan : Tempel
Kabupaten : Sleman
Propinsi : D.I Yogyakarta

Disusun Oleh:

1 Nugroho Wisnu W (152042003)

2. Ridho sulistyo (121031122)

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA

2017
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN PELAKSANAAN

PROGRAM INDIVIDU PADA KULIAH KERJA NYATA


SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DAN SAFETY RIDING MENUJU
CANGGAL YANG BEBAS NARKOBA DAN MENJADI PELOPOR LALU
LINTAS

Di Dusun Canggal, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman,


Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Disusun Oleh:

No Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa Tanda Tangan


1 Nugroho Wisnu W 152042003
2 Ridho sulistyo 121031122

Yogyakarta, 23 Januari 2017

Dosen Pembimbing Lapangan Ketua Kelompok

Taufik Hidayat, S.T Angger Wahyu P

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas
rahmat dan karunia-Nya kami akhirnya dapat menyelesaikan tugas Laporan
Pelaksanaan
Program Individu Pada Kuliah Kerja Nyata. Laporan Pelaksanaan ini merupakan
laporan
pelaksanaan program individu Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Safety
Riding Menuju canggal yang bebas narkoba dan menjadi pelopor
lalu lintas.
Terwujudnya penulisan laporan pelaksanaan ini pada hakekatnya
merupakan
pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa. Namun demikian, laporan pelaksanaan ini
pun
selesai berkat bantuan dari berbagai pihak yang telah memberikan dorongan,
semangat,
bantuan, serta bimbingannya. Untuk itu pada kesempatan ini, dengan rasa tulus
dan
kerendahan hati, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Bapak Ir. Prastyono Eko Pambudi, M.T. selaku Ketua LPPM IST
AKPRIND Yogyakarta.
2. Bapak Taufik Hidayat, S.T selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Terima kasih
atas dukungan yang diberikan kepada kami selama persiapan hingga kegiatan
berlangsung.
3. Bapak Suwandi selaku Kepala Dukuh di Dusun Canggal.
4. Bapak Yudifahrudin dan bapak Purnomo selaku perwakilan Polsek Tempel
dalam memberikan materi Sosialisasi.
5. Kedua Orang Tua serta seluruh keluarga yang selalu memberikan dukungan
baik moral maupun moril, memberikan nasehat serta doa, sehingga acara
berjalan dengan lancar.
6. Seluruh Anggota Kelompok 13 KKN Mandiri IST AKPRIND, terima
kasih telah membantu, mau direpotkan dan selalu memberikan
semangat dalam proses penyelenggaraan acara sosialisasi hingga penulisan
laporan pelaksanaan ini.
7. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat disebutkan satu per satu
sehingga program dan laporan ini dapat terselesaikan.
Kami menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna.
Untuk itu saran, kritik, dan pendapat dari berbagai pihak sangat kami harapkan.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami sendiri dan umumnya
bagi semua pembaca, Amin.

Yogyakarta, 23 januari 2017

Penanggung Jawab Kegiatan

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
i

HALAMAN PENGESAHAN
ii

KATA PENGANTAR
iii

DAFTAR ISI
v

DAFTAR GAMBAR
vi

DAFTAR TABEL
vii

BAB I PENDAHULUAN
1

I.1 Latar Belakang

I.2 Rumusan Masalah

I.3 Tujuan

I.4 Tinjauan Pustaka

I.4.1 Narkotika

I.4.2 Sosialisasi Narkoba

BAB II PELAKSANAAN PROGRAM


6
II.1 Bidang Kegiatan

II.2 Objek Kegiatan

II.3 Lokasi Kegiatan

II.4 Jenis dan Waktu Kegiatan

II.5 Pendanaan

BAB III PEMBAHASAN


8

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


11

IV.1 Kesimpulan

11

IV.2 Saran

11

DAFTAR PUSTAKA
12

LAMPIRAN
13

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif
berbahaya lainnya. Sebutan lainnya yang lebih banyak dipakai oleh praktisi bidang
kesehatan dan rehabilitasi yaitu Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) yang
inti pemaknaannya sama-sama merujuk pada ketiga jenis zat tersebut. Narkoba
merupakan zat maupun bahan yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik
sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan perubahan pikiran, suasana
hati atau perasaan, perilaku seseorang, hilangnya rasa sakit, penurunan kesadaran,
serta menimbulkan ketergantungan (adiksi) baik secara fisik maupun psikologis.
Bahan maupun zat-zat tersebut dapat masuk kedalam tubuh dengan cara diminum,
dihirup maupun disuntikkan kedalam tubuh.
Bahaya yang ditimbulkan akibat pemakaian narkotika sudah menjadi rahasia
umum bagi masyarakat, banyak kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku
kriminal dilatar belakangi akibat penggunaan narkotika. Bila melihat Data Jumlah
Penyalahgunaan Narkoba yang Dirawat di Tempat Terapi dan Rehabilitasi Seluruh
Indonesia Tahun 2010 pada Gambar 1.1, menunjukkan bahwa jumlah pengguna
narkoba paling banyak berasal dari kelompok usia remaja hingga dewasa yaitu kisaran
15 sampai 40 tahun. Dampak yang ditimbulkan pun kian bertambah seperti saling
tertular dan menularkannya HIV/AIDS yang sudah terbukti penularannya melalui
jarum suntik yang digunakan secara bergantian, hingga dampak yang paling fatal
berujung hingga kematian.
Berbagai kampanye anti narkotika dan penangulangannya terhadap orang-
orang yang ingin lepas dari ketergantungan narkoba semakin sering dilakukan. Para
pelaku yang mengedarkan narkotika pun kian diperberat hukumannya. Namun, lagi-
lagi masih sering kecolongan dengan masih bisa masuknya zat-zat tersebut ke wilayah
Indonesia. Bila tidak dicegah dan ditanggulangi bangsa ini akan kehilangan generasi-
generasi muda penerus bangsa akibat penyalahgunaan narkoba serta terjangkitnya
Gambar I. 1 Jumlah Penyalahgunaan Narkoba yang Dirawat di Tempat
Terapi
dan Rehabilitasi Seluruh Indonesia Tahun 2010

Di era globalisasi dan era modern seperti sekarang ini , menggunakan kendaraan
bermotor untuk melakukan berbagai aktivitas merupakan sesuatu yang wajar . sebab
dengan menggunakan kendaraan bermotor dirasa lebih efektif dan efisien. Namun
dilain sisi keadaan ini menimbulkan suatu problema . Problem tersebut meliputi :

1. Fenomena Kecelakaan

Era globalisasi menuntut masyarakat modern untuk mempunyai mobilitas yang


tinggi. Mobilitas yang tinggi tersebut mendorong teradi tingginya kepadatan lalu
lintas, baik barang maupun manusia di seluruh dunia. Melihat perkembangan yang
ada dari kepadatan lalu lintas tersebut, semakin banyak ditemukan fakta yang
menunjukkan bahwa jalan raya justru menjadi ladang pembunuhan manusia modern.
Sejak ditemukannya kendaraan bermotor lebih seabad lalu, diperkirakan sekitar 30
juta orang telah terbunuh akibat kecelakaan jalan.1 Angka tersebut merupakan
peningkatan dari 880.000 korban kecelakaan tahun 1999, dan pada 2010 diperkirakan
meningkat antara 1,1-1,2 juta, kemudian menjadi 1,3-1,4 juta per tahun pada tahun
2020. Pada periode yang sama terdapat fenomena yang menunjukkan bahwa
kendaraan bermotor menjadi pembunuh dengan banyak korban melebihi keseluruhan
korban perang termasuk dalam dua perang dunia. Korban kecelakaan jalan raya juga
lebih banyak dibandingkan dengan korban kecelakaan angkutan udara, laut, danau,
maupun kereta api.

Menurut perkirakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2020


penyebab terbesar ketiga kematian adalah kecelakaan jalan raya, tepat dibawah
penyakit jantung dan depresi. WHO mencatat bahwa 1 juta orang di seluruh dunia
meninggal setiap tahunnya di jalan raya akibat kecelakaan, dimana 40% diantaranya
berusia 25 tahun. Sementara itu, jutaan orang lainnya mengalami luka parah dan cacat
fisik akibat kecelakaan.Angka kecelakaan di Indonesia menunjukkan tren
peningkatan setiap tahunnya. Data Departemen Perhubungan RI menunjukkan bahwa
tahun 2003 terdapat terdapat 13.399 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia,
kemudian tahun 2004 terdapat 17.734 kecelakaan dan pada tahun 2005 terdapat
33.827 kasus kecelakaan dan 36% diantaranya (12.178 orang) meninggal dunia.3
Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di ruas jalan seluruh Jatim pun hingga kini
masih tergolong tinggi, dalam lima bulan ini telah tercatat 4.393 kasus kecelakaan
yang terjadi. Tiga wilayah tertinggi angka kecelakaannya adalah Malang, Kediri dan
Surabaya. Selama paro pertama tahun ini, catatan Polwiltabes Surabaya menunjukkan
terdapat 747 kasus laka lantas, dan hampir setengah diantaranya (337 kasus)
meninggal dunia.

Dengan kondisi tersebut, kami Tim 13 KKN Mandiri IST AKPRIND


Yogyakarta merencanakan kegiatan Sosialisi anti narkoba dan Safety Riding guna
memberikan penjelasan dan pemahaman narkotika serta memperkuat moral dan
kepribadian yang dimiliki para remaja untuk tidak mengkonsumsi narkoba, sehingga
mampu menjadi penerus bangsa yang berakhlak mulia.

I.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam program
individu Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini adalah
1. apakah pencegahan terhadap narkotika bisa memberikan dampak positif bagi diri
sendiri dan lingkungan?
2. Bagaimana cara meningkatkan dukungan masyarakat terhadap program safety
riding?
I.3 Tujuan
Kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba Dan Safety Riding Menuju
Canggal Yang Bebas Narkoba Dan Menjadi Pelopor Lalu Lintas yang
akan dilaksanakan bertujuan:
a. Memberikan pemahaman bagi remaja sebagai generasi penerus agar
berakhlak mulia bebas dari narkoba.
b. Memberikan pemahaman tentang bahaya penggunaan narkoba
c. Memberikan bimbingan untuk merubah masa depan bangsa dan negara yang
lebih
baik.
d. Memperkuat mental para remaja untuk menghadapi dampak globalisasi,
terutama
masalah narkoba.
e. Mempererat tali persaudaraan antar remaja. Menghindarkan para remaja dari
kenakalan remaja, terutama menjadi pengguna narkoba
f. Untuk memberitahukan khalayak khususnya remaja sebagai generasi muda
tentang pentingnya penerapan safety riding .
g. Memberikan ilmu kepada warga masyarakat tentang safety riding, manfaat
atau keuntunganya.
h. Menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan lalu lintas yang
berlaku.
i. Sebagai wadah untuk mensosialisasikan tentang tata cara berkendara yang
benar kepada seluruh warga masyarakat
1.4 Tinjauan Pustaka
I.4.1 Narkotika

Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai
menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, narkoba
sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk
membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.
Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar
peruntukan dan dosis yang semestinya.

Gambar I. 2 Jenis-jenis Narkotika menurut UU No 35 Tahun 2009

Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :


Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya.
Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian
dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium.
Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif
kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh :
petidin, benzetidin, dan betametadol.
Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif
ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh :
kodein dan turunannya.

Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan


sebagai berikut:
Halusinogen, yaitu efek dari narkoba bisa mengakibatkan seseorang menjadi
berhalusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak
ada /tidak nyata bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Contohnya
kokain
& LSD.
Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh
seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan
penggunanya lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan
gembira untuk sementara waktu.
Depresan, yaitu efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan
mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang
bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
Adiktif, yaitu efek dari narkoba yang menimbulkan kecanduan. Seseorang
yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat
tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif,
karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak.
Contohnya: ganja, heroin, dan putaw.

Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat


laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka
pengguna itu akan overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian

14.2 PENGERTIAN SAFETY RIDING


Safety Riding adalah suatu usaha yang dilakukan dalam
meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam
berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada titik
tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya
yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan
penanggulangannya. Beberapa tahun terakhir ini perkembangan roda 2 atau
motor mengalami pertambahan yang cukup menanjak tajam. Seiiring dengan
bertambahnya jumlah kendaraan motor, makin banyak persoalan didalamnya.
Hal yang paling mendasar adalahnya makin banyak kecelakaan yang
menimpa pengendara motor. Faktor penyebabnya juga banyak, selain kondisi
jalan yang tidak terawat dan banyak lobang serta pengaturan jalur dan
pembatas jalan dapat mengakibatkan kecelakaan.
Untuk hal itu diperlukan kewaspadaan pengendara dalam
mengendalikan kendaraannya, situasi sekitar dan mengendalikan karakter
pribadinya sendiri. Saat ini banyak orang, organisasi maupun instansi seperti
kepolisian mengungkapkan hal-hal berkenaan dengan SAFETY RIDING.
Namun banyak yang belum memahami benar apakah SAFETY
RIDING tersebut. Yang diperlukan dan dilakukan dalam berkendara adalah
sebaik mungkin melakukan tindakan preventif/menjaga tindakan kita yang
mengarah pada kondisi yang nanti berakibat fatal.

Ada 4 hal yang perlu disadari, yakni Manusia, Motor, Skill dan
Kondisi. Manusia adalah orang yang mengendalikan motor itu sendiri.
Kadang-kadang atau bahkan seringkali terjadi karakter seseorang
mempengaruhi cara berkendara dijalanan. Sifat-sifat tersebut cukup memberi
kontribusi jumlah kecelakaan, seperti emosional, tidak sabaran, arogan,
tergesa-gesa. Dari faktor tersebut akan mengurangi konsentrasi pengendara
dalam mengendalikan kendaraan dan memperhatikan kondisi sekitarnya.
1. Motor
Kadangkala sipengendara jarang memperhatikan juga kondisi
motornya. Dimana pada hal mendasar kesiapan motor juga faktor
kesempurnaan pengendara berada dijalanan. Contoh dasar yang perlu
diperhatikan adalah fungsi pengereman, namun pengereman yang standar
tidaklah cukup dijalanan. Pengendara harus paham betul kemampuan
pengereman motornya, misal saat mengendalikan pengereman secara
mendadak. Lampu-lampu juga hal yang sederhana namun kurang diperhatikan
pengendara.
2. Skill/kemampuan
Saat ini dengan banyaknya kendaraan baru membuat curiga, apakah
kemampuan berkendara mereka cukup. Meskipun telah memiliki SIM namun
tidak menjamin skill pengedara tersebut cakap dijalanan yang situasinya
kompleks. Skill dapat diasah bukan hanya pada saat latihan-latihan, namun
diperjalanan juga banyak hal yang dapat melatih kemampuan berkendara kita
dengan memasukkan pemahaman safety riding sehingga ada perbandingan
yang didapat langsung dijalanan.

3. Kondisi
Kondisi yang dimaksud adalah kondisi sekitar si pengendara seperti :
Jalanan, pengendara lain, rambu-rambu, cuaca, dan lain sebagainya. Disini
kesigapan pengendara dan reflek pada kejadian perlu juga diperhatikan
dengan cara konsentrasi pada situasi sekitar. Kewaspadaan adalah hal yang
perlu dan sikap yang defensif dalam berkendara sangat dibutuhkan supaya
kita selamat tiba ditempat tujuan. Gunakan perlengkapa sesuai standar
keselamatan misalnya Helm (fullface atau halfface), sarung tangan, sepatu,
jaket.

BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM

II.1 Bidang Kegiatan


Sosialisai narkoba dan Safety Riding yang mengangkat tema Menuju
Canggal Yang Bebas Narkoba Dan Menjadi Pelopor Lalu Lintas.

II.2 Objek Kegiatan


Adapun objek sasaran dalam kegiatan ini yaitu warga dan remaja di
Dusun Canggal, Desa Merdikorejo,Tempel, Sleman, Yogyakarta, khususnya para
remaja.

II.3 Lokasi Kegiatan


Kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Kalangan Generasi Muda
dilaksanakan di Dusun Canggal, Desa Merdikorejo,Tempel, Sleman, Yogyakarta.

II.4 Jenis dan Waktu Kegiatan


Jenis kegiatan : Sosialisai
Hari / tanggal : Rabu / Desember 2016
Waktu : Pk. 19.30-22.00 WIB
Tempat : Masjid Al-Ikhlas, Dusun Canggal, Desa
Merdikorejo,Tempel, Sleman,

II.5 Pendanaan
Rincian Pendanaan Program kegiatan Sosialisasi bahaya Narkoba dan safety riding
disajikan dalam Tabel 1 berikut ini.

tgl pengeluaran satuan jumlah QTY Kas Total


Bungku
19-Des Snack 3.100 120 372.000 372.000
s
21-Des Fee Narasumber 1 100.000 100.000
472.000 472.000

BAB III
PEMBAHASAN
Pada hari Rabu, 21 Desember 2016, Kelompok 13 TIM KKN Mandiri IST
AKPRIND Yogyakarta bekerja sama dengan Polsek Tempel Sleman, Yogyakarta
menyelenggarakan Sosialisai Bahaya Narkoba dan Safety Riding di Kalangan
Generasi Muda yang merupakan salah satu program kegiatan mandiri kelompok 13
KKN Mandiri IST AKPRIND Yogyakarta dan ditargetkan kepada para pemuda Dusun
Canggal.

Gambar II. Persiapan Acara Sosialisasi


Acara yang bertempat di Joglo Rumah bapak Yanto, Dusun Canggal,
Desa Merdikorejo,Tempel, Sleman, dibuka dengan sambutan dari Bapak
Suwandi selaku Kepala Dukuh, dihadiri kurang lebih 60 warga dan pemuda dari
Dusun Canggal, serta sekitar 17 panitia yang merupakan anggota KKN. Acara tersebut
berlangsung sekitar 2-3 jam yang diselenggarakan dari Pk. 17.30 - 22.00 WIB, dimana
materi baru diberikan pada Pk. 20.00 WIB oleh bapak Purnomo didampingi Bapak
Yudifahrudin. serta Ridho Sulistyo sebagai moderator dan Nugroho Wisnu sebagai
Notulen.
Bapak Yudifahrudin memberikan materi Implementasi P4GN yang
merupakan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran
Gelap Narkoba. Didalamnya dibahas mengenai apa itu Narkotika menurut UU No. 35
Th 2009, bagaimana tahap penggunaan NAPZA, bahaya yang diakibatkan dari
penyalahgunaan narkoba dan alkohol, typelogi kejahatan narkoba, hingga jalur
peredaran narkoba yang masuk ke Yogyakarta.

Gambar III. Bapak Yudifahrudin Saat Memberikan Materi

Setelah materi diberikan sekitar 45 menit, dibuka 1 sesi untuk tanya jawab.
Diawali pertanyaan dari salah satu warga Bagaimana penanganan dari pihak
Narasumber/ Polisi ketika menghadapi seseorang yang meminum obat yang awalnya
bukan karena ketergantungan tetapi karena keharusan meminum obat tersebut?
yang ditanggapi oleh Pak Yudifahrudin.dengan memberikan jawaban Ketika
seseorang sakit, kemudian meminum obat, contohnya puyer, kemudian orang
tersebut sembuh. Besoknya ketika mengalami sakit lagi akan terdoktrin untuk
meminum obat tersebut kembali. Ini juga merupakan contoh bahwa kita telah mencicipi
narkoba.

Kemudian, pertanyaan kedua disampaikan oleh Nur Ashlihatul Lathifa Merujuk


pada UU No. 35 tentang Narkotika, untuk melakukan rehabilitasi bagaimana
prosesnya? yang kemudian ditanggapi oleh Bapak Yudifahrudin dengan memberikan
jawaban
Untuk proses rehabilitasi tergantung kriteria, apakah orang tersebut sebagai
pengedar, pemakai, atau keduanya.
Setelah sesi tanya jawab selesai, dilakukan pembacaan rangkuman acara Narkoba
merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya
lainnya yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik sintesis maupun
semi sintesis yang dapat menyebabkan perubahan pikiran, suasana hati atau
perasaan, perilaku seseorang, hilangnya rasa sakit, penurunan kesadaran, serta
menimbulkan ketergantungan (adiksi) baik secara fisik maupun psikologis.
Dampak yang ditimbulkan oleh para pengguna narkoba mulai dari menjadi
penyakit keresahan masyarakat hingga berakibat fatal atau kematian yang dialami oleh
pengguna. Jadi, katakan tidak pada narkoba.

Gambar IV. Foto Bersama


BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1 Kesimpulan
Setelah melakukan kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Kalangan
Generasi Muda ini, dapat diambil kesimpulan:
1. Generasi muda dalam perkembangan era sekarang ini banyak menggunakan
narkotika dengan alasan coba coba dan alasan gengsi.
2. Dampak yang ditimbulkan dari penggunan narkotika ini tidak hanya kesehatan
tapi berdampak ke kriminalitas.
3. Selain narkotika yang dikonsumsi seperti Metafetamhine (shabu) Amphetamine,
banyak ditemukan dimakanan atau obat obatan yang tersebar diapotik seperti
contoh obat untuk pelangsing
4. Kendaraan Roda 2 (dua) sebagai bagian yang tak terpisahkan dari hiruk pikuk
kendaraan yang hilir mudik di jalan raya memiliki andil yang sangat besar
terhadap terjadinya kemacetan.
5. Secara ideal, adalah merupakan suatu syarat mutlak bagi seseorang yang ingin
berkendara, minimal dapat memahami dan menerapkan secara penuh tentang
pentingnya Safety Riding dan Tertib Lalu Lintas ditunjang dengan komitmen dan
pemikiran akan perilaku berkendara yang baik. Karena betapa pun banyaknya
teori tentang Safety Riding tanpa dibarengi dengan hal tersebut tidak akan
berjalan dengan baik.
6. Dukungan dari semua elemen khususnya dalam hal ini adalah masyarakat sangat
dibutuhkan . Sehingga dapat tercipta keadaan yang menunjukan keamanan dan
kenyamanan dalam berkendara.

IV.2 Saran
Berdasarkan pembahasan pada laporan kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba di
Kalangan Generasi Muda yang telah dilakukan, maka penulis mengajukan saran
sebagai berikut:
1. Lebih sering dan rutin melaksanakan program penyuluhan bahaya narkoba, baik
di kalangan generasi muda maupun di lingkungan warga.
2. Sebaiknya pemberian undangan penyuluhan langsung secara perorangan dari
rumah ke rumah dan seluruh anggota KKN ikut membantu penyebaran undangan.
3. Bagi orang tua yang memiliki anak yang beranjak dewasa maka perhatian
terhadap anak haruslah ditingkatkan karena pada fase ini lah anak akan mencoba
sesuatu yang belum ia ketahui.
4. Untuk warga sekitar, kepada anak-anak yang menggunakan narkotika jangan
dikucilkan.
5. Bukan dari anak yang ingin menggunakan melainkan lingkungan sekitar yang
mengakibatkan anak itu akan terjerumus ke dalam narkotika itu sendiri.
6. Dilakukan seminar , kampanye safety riding , mengumpulan dana sosial untuk
membantu berbagai korban bencana alam ataupun pembangunan fasilitas sosial ,
hal tersebut dilakukan dengan tujuan bahwa dengan berkendara dengan baik
sebetulnya kita telah membantu mereka yang ada dalam kesusahan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Buku Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bagi
Petugas Lapas dan Rutan.
http://www.bnn.go.id/portal/uploads/post/2010/11/23 /2010-11-
23__19-44-55.pdf, Jakarta, Diakses 16 Januari 2017.

Hariyanto. 2012. Pengertian Narkoba. http://belajarpsikologi.com/pengertian-


narkoba/, 29 Maret 2012, Diakses 16 Januari 2017

Herawaty. 2015. Proposal Kegiatan Penyuluhan Narkoba.


http://herawaty19. blogspot.co.id/2015/02/ proposal-kegiatan-
penyuluhan-narkoba_50.html, Senin, 09 Februari 2015, Diakses 16
Januari 2017