Anda di halaman 1dari 8

FASE MITOSIS PADA AKAR BAWANG MERAH

LAPORAN PROYEK
disusun untuk memenuhi tugas Matakuliah Genetika
yang dibimbing oleh Prof. Dr. A. Duran Corebrima, M.Si
Oleh:
Kelompok 3
Offering A/2014
Dwi Arianita Wulan S (140341602770)
Anis Fitriana Pratama (140341606809)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
April 2016
A. Judul :
Tahap pembelahan mitosis pada akar bawang merah (Allium cepa)

B. Tujuan :
Untuk mengetahui tahapan pembelahan mitosis akar bawang merah (Allium cepa)

C. Rumusan Masalah :
Bagaimana tahap mitosis pada akar bawang merah (Allium cepa)?

D. Dasar Teori :
Menurut Heyne (1981), klasifikasi tanaman bawang merah sebagai berikut
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Liliales
Family : Liliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium cepa L

Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput,


berbatang pendek dan berakar serabut, tinggi dapat mencapai 15-20 cm dan
membentuk rumpun. Akarnya berbentuk akar serabut yang tidak panjang. Bentuk
daun tanaman bawang merah seperti pipa, yakni bulat kecil memanjang antara
50-70 cm, berlubang, bagian ujungnya meruncing, berwarna hijau muda
sampai hijau tua dan letak daun melekat pada tangkai yang ukurannya relatif
pendek. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis
(Hapsoh & Hasanah, 2011).

Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel mereproduksi dirinya


sendiri dengan jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel
induk (Welsh, 1991:15). Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang
sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut-turut. Proses ini
terjadi bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan diluar inti
sel (sitokinesis). Proses ini mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan hampir semua organisme (Crowder, 1986). Pertumbuhan akar
dapat terjadi akibat sel-sel yang berada di ujung akar membelah secara mitosis.
Pembelahan-pembelahan sel diikuti dengan perbesaraan sel serta diferensiasi
untuk daerah tertentu pada akar. Mitosis sendiri memiliki beberapa tahap
didalamnya, yaitu: interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase
(Satrosumarjo, 2006).
Pembelahan mitosis bekerja dengan mempertahankan pasangan kromosom
yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut-turut. Proses
ini terjadi bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar
inti sel (sitokinesis). Proses ini mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan
dan perkembangan pada hampir semua organisme(Crowder, 1993).
Pada fase profase, aktivitas pembelahan sel ditandai dengan berubahnya
kromatin menjadi kromosom. Sementara itu terjadi penggandaan tiap kromosom
menjadi dua yang disebut kromatid. Tiap kromatid masih melekat, berarti
sentromer induk masih satu. Nukleolus hilang, karyoteheca hilang, sentriol
diselimuti serat-serat radial pendek, berpisah dan pergi ke kutub berseberangan
menjadi bintang kutub. Terbentuknya serat gelendong di antara kedua bintang
kutub. (Yatim, 1980).
Pada fase metaphase, tiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatid
yang masih melekat pergi ke bidang ekuator. Kromatid akan menggantung pada
serat gelendong lewat sentromernya. Fase anafase ditandai dengan membelahnya
sentromer, kromatid dalam satu kromosom induk berpisah menjadi kromosom
anak, lalu pergi ke kutub yang bersebrangan. Fase telofase adalah fase yang
ditandai dengan kromosom berubah menjadi kromatin. Serat gelendong
menghilang, terbentuk kariotheca. Nucleus muncul, bintang kutub kembali
menjadi sentriol. Gentingan pada bidang ekuator, sampai ke tengah, putus,
terbentuk dua sel anak, masing-masing mengandung kromosom 2n(Yatim, 1980).

E. Alat dan Bahan :


Alat :
Mikroskop cahaya
Kaca benda
Kaca penutup
Pipet
Silet Berkarat

Bahan :
Kertas hisap
Akar bawang merah (Allium cepa)
Alcohol 70%
HCl 1 N
Acetocarmin
Aquades
Larutan FAA

F. Langkah Kerja
a. Prosedur penanaman akar bawang dan pemotongan
a. Prosedur pembuatan preparat
G. Hasil Diskusi
1. a) Jelaskan fungsi kemikalia yang digunakan untuk pada praktikum
mitosis
- Acetokarmin memberi warna pada kromosom agar terlihat saat
pengamatan di bawah mikroskop
- Alcohol 70% menguapkan FAA
- HCl 1 N untuk memperjelas tudung akar, melunakkan agar mudah
dicacah, mudah diamati pada mikroskop
- FAA menghentikan proses mitosis yang terjadi pada akar bawang
b) Bagaimana proses biologis kerja kemkalia diatas sehingga dapat
menjelaskan fungsi tersebut?
- Acetokarmin asetokarmin diteteskan pada amatan kemudian diserap
oleh bahan amatan hingga bewarna merah, hingga akar bawang yang
diamati tampak jelas bagian kromosomnya.
- Alcohol 70% larutan alkohol diteteskan pada saat baha telah diteteskan
FAA agar larutan FAA menguap atau dibersihkan.
- HCl 1 N larutan ini digunakan saat setelah bahan amatan ditetesi
alkohol 70% , kemudian dibiarkan beberapa menit agar HCL dapat
diserap leh bahan amatan agar mudah diamati.
- FAAlarutan ini digunakan untuk menghentikan proses mitosis pada
akar bawang.
c) Mengapa konsentrasi alcohol yang digunakan adalah 70%? Jelaskan!
Karena alkohol 70% berfungsi untuk membersihkan atau menguapkan
larutan FAA pada bahan amatan.

2. a) Mengapa pada praktikum mitosis akar bawang bagian akar yang


dipakai adalah bagian tudung akar? Kemukakan pendapat saudara
Karena tudung akar merupakan bagian titik tumbuh akar yang bersifat
meristematik dimana tersusun dari jaringan meristem sehingga pada tudung
akat terus terjadi pertumbuhan dan pembelahan mitosis.
b) Apabila bagian akar yang dipakai adalah bagian selain bagian tudung
akar, bagaimanakah hasilnya?
Tidak ada pembelahan mitosis yang terjadi karena jaringannya sudah termasuk
dalam jaringan dewasa bukan jaringan meristem yang bersifat meristematik
lagi.
3. Jika ada permasalahan berikut,jelaskan kemungkinan penyebabnya dan
usulkan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut!
a) Pada pengamatan di bawah mikroskop , sel-sel penyebarannya banyak
yang bertumpuk tumpuk
b) Warna sel terlalu pekat ketika diwarnai dengan acetokarmin
c) Warna sel terlalu pucat ketika diwarnai dengan acetokarmin
d) Pada preparat hanya ditemukan beberapa fase saja dari keseluruhan
fase saja dari keseluruhan fase mitosis
jawab : a. Karena pada saat pencacahannya masih kurang halus dan belum
sempuran,solusinya adalah pada saat pemotongan lebih lama dan
pencacahannya yang lebih halus hingga dapat diamati.
b. karena pemberian warnanya yang berlebihan dan tidak diisap dengan
kertas hisap. Solusinya pada saat pemberian warna sebaiknya disambi
dengan pemberian kertas isap
c. karena pada saat pembakarannya terlalu lama atau pada saat pemerian
warnanya kurang, solusinya pada saat pembakaran lebih baik hanya
sebentar saja dan pemberian warnanya juga sesuai dengan prosedur.
d. Pada saat pemotongan waktunya masih kurang tepat atau kurang tepat
dalam pemotongan akarnya. Solusinya lebih tepat waktu pada saat
pemotongan akar dari segi waktu maupun segi pemotongan bahannya.
4. jelaskan alasan pemotongan tudung akar pada pukul 00.00!
Jawab: Mitosis memiliki jadwal terstruktur yang menyebabkan fisiologi
suatu organisme dapat berlangsung dengan baik. Mitosis dapat terjadi setiap hari
mengingat banyaknya sel yang rusak atau terlepas dari tubuh. Namun demikian,
waktu pembelahan sel setiap tanaman berbeda-beda dan tidak konstan sepanjang
hari. Waktu pemotongan ini terkait dengan durasi dan indeks mitosis. Pemotongan
jam 00.00 pada jam tersebut akar bawang mengalami fase mitosis yang cukup
tinggi.
5. bila anda harus memilih menggunakan silet baru dan silet berkarat untuk
membuat preparat, silet manakah yang anda gunakan? Apa alasannya?
Jelaskan!
Jawab : saya memilih menggunakan silet berkarat karena pencacahan dengan silet
berkarat dapat membantu pengikatan warna yang dilakukan oleh kromosom
karena silet yang berkarat terdapat Fe yang teroksidasi
6. terkait dengan ilmu genetika, jelaskan tujuan peristiwa mitosis pada
makhluk hidup.
Jawab : Tujuan dari pembelahan mitosis antara lain yaitu mengganti sel-sel yang
rusak (regenerasi), perkembangan dari satu sel menjadi banyak, dan membentuk
individu baru (reproduksi sel baru)
H. Kesimpulan
Pembelahan mitosis pada akar bawang merah (Allium cepa L) terdiri dari lima
fase, yaitu interfase, profase, metaphase, anaphase, dan telofase. Tetapi yang
ditemukan metafase,profase, dan telofase.
Pada praktikum pembelahan mitosis menggunakan tudung akar bawang merah
karena pada bagian tudung akar aktif melakukan pembelahan dan tersusun
dari jaringan meristematik.
I. Daftar Rujukan
Crowder, L. V. 1986.Genetika Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah Mada University
Pers
Hapsoh & Hasanah, Yaya. 2011. Budidaya Bawang Merah. Medan: Usu Press.
Heyne, K. 1981. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Badan Litbang
Kehutanan.
Sastrosumarjo, S. 2006. Panduan laboratorium, hal. 38 - 63. Dalam S.
Sastrosumarjo (Ed. Sitogenetika Tanaman. IPB Press. Bogor.
Welsh, J.R, 1991. Dasar-Dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Jakarta:
Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai