Anda di halaman 1dari 14

TEORI-TEORI PEMBANGUNAN

Jadi pada proses perangkuman teori dan aplikasi dari teori pembangunan ini, terdapat
beberapa konsep perumusan masalah yang fundamental yang penulis gagas pada
pembahasan ini, yakni:
1). Bagaimana memahami secara konvensional garis besar dari teori-teori pembangunan?
2). Bagaimana memahami konsep teori Rostow yang terbagi dalam lima tahap, sebagai salah
satu teori pembangunan yang diimplementasikan di Indonesia?
3). Bagaimana memeahami aplikasi pembangunan dalam perspektif Islam ?

Konsep Pemahaman Secara Garis Besar Dari Teori-Teori Pembangunan


PENGELOMPOKAN TEORI
Jadi untuk mengelompokkan teori-teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi secara
tepat dan sederhana bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan
misalnya "periode waktu" yang dilihat dari konsep etimologinya lahirnya teori tersebut atau "ide"
dari teori tersebut. Jadi dalam konsep teori pembangunan ini, terdapat dua macam mazhab,
yakni historismus dan analitis, berikut uraiannya :
A. MAZHAB HISTORISMUS
Mazhab Historismus ini melihat pembangunan ekonomi berdasarkan suatu pola
pendekatan yang berpangkal pada perspektif sejarah. Dalam alam pikiran mazhab ini fenomena
ekonomi adalah produk perkembangan menyeluruh dan dalam tahap tertentu dalam perjalanan
sejarah. Mazhab ini mendominasi pemikiran ekonomi di Jerman selama abad XIX sampai awal
XX.
1. FRIEDRICH LIST (Cara Produksi)
Dalam teori pembangunan ini, dimana List dipandang sebagai pelopor yang meletakkan
landasan bagi pertumbuhan pemikiran ekonomi mazhab Historismus ini. Menurut List, sistem
liberalisme yang laissez-faire dapat menjamin alokasi sumberdaya secara optimal.
Perkembangan ekonomi sebenarnya tergantung pada peranan pemerintah, organisasi swasta
dan lingkungan kebudayaan. Perkembangan ekonomi hanya akan terjadi, jika dalam
masyarakat ada kebebasan dalam organisasi politik dan kebebasan perorangan.
Perkembangan ekonomi, menurut List, melalui 5 tahap yaitu tahap primitif, beternak, pertanian,
pertanian dan industri pengolahan (manufacturing), dan akhirnya pertanian, industri pengolahan
dan perdagangan.
Pendekatan List dalam menentukan tahap-tahap perkembangan ekonomi tersebut
berdasarkan pada "cara produksi" nya. Selain itu, List juga berpendapat bahwa daerah-daerah
beriklim sedang paling cocok untuk pengembangan industri, karena adanya kepadatan
penduduk yang sedang yang merupakan pasar yang cukup memadai. Sedangkan daerah tropis

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 1


kurang cocok untuk industri karena pada umumnya daerah tersebut berpenduduk sangat padat
dan pertanian masih kurang efisien.
2. BRUNO HILDEBRAND (Cara Distribusi)
Pemikiran Hildebrand selalu menekankan suatu proses evolusi dalam perekonomian
masyarakat. Sebagai kritiknya terhadap List, Hildebrand mengatakan bahwa perkembangan
ekonomi bukanlah didasarkan pada "cara produksi" ataupun "cara konsumsi", mealinkan melalui
"cara distribusi" yang digunakan.
3. KARL BUCHER (Produksi & Distribusi)
Pendapat Bucher merupakan sintesa dari pendapat List dan Hildebrand. Menurut
Bucher, perkembangan ekonomi melalui 3 tahap yaitu:
1. Produksi untuk kebutuhan sendiri (subsistem)
2. Perekonomian kota di mana pertukaran sudah meluas .
3. Perekonomian nasional di mana peran pedagang menjadi semakin penting.
4. W. W. ROSTOW
Teori pembangunan ekonomi dari Rostow ini sangat populer dan paling banyak
mendapatkan komentar dari para ahli. Dimana teori ini pada mulanya merupakan artikel Rostow
yang dimuat dalam Economics Journal (Maret 1956) dan kemudian dikembangkannya lebih
lanjut dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economic Growth (1960). Menurut
pengklasifikasian Todaro, teori Rostow ini dikelompokkan ke dalam model jenjang linear (linear
stages mode).
Menurut Rostow, proses pembancunan ekonomi bisa dibedakan ke dalam 5 tahap :
1) Masyarakat tradisional (the traditional society),
2) Prasyarat untuk tinggal landas (the preconditions for take-off),
3) Tinggal landas (the take-off),
4) Menuju kekedewasaan (the drive to maturity),
5) Masa konsumsi tinggi (the age of high mass-consumption)
Jadi yang menjadi aumsi dasar pembedaan tahap pembangunan ekonomi menjadi 5
tahap tersebut adalah:
1) Karakteristik perubahan keadaan ekonomi,
2) sosial,
3) politik, yang terjadi.
Menurut Rostow, pembangunan ekonomi atau proses transformasi suatu masyarakat
tradisional menjadi masyarakat moderen merupakan suatu proses yang multidimensional.
Pembangunan ekonomi bukan hanya berarti perubahan struktur ekonomi suatu negara yang
ditunjukkan oleh menurunnya peranan sektor pertanian dan peningkatan peranan sektor industri
saja.

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 2


B. MAZHAB ANALITIS
Jadi teori-teori pembangunan ekonomi yang termasuk dalam mazhab ini berusaha
mengungkapkan proses pertumbuhan ekonomi secara logis dan taat-asas (konsisten), tetapi
sering bersifat abstrak dan kurang menekankan kepada aspek empiris (historis)nya. Dimana
kecenderungan semacam ini tampak lebih jelas dalam teori-teori pertumbuhan "modern".
TEORI KLASIK:
1. ADAM SMITH (1723 - 1790)
Adam Smith ternyata bukan saja terkenal sebagai pelopor pembangunan ekonomi dan
kebijaksanaan laissez-faire, tetapi juga merupakan ekonom pertama yang banyak
menumpahkan perhatian kepada masalah pertumbuhan ekonomi. Dalam bukunya AnInquiry into
the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) ia mengemukakan tentang proses
pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang secara sistematis. Agar inti dari proses
pertumbuhan ekonomi menurut Smith ini mudah dipahami, kita bedakan dua aspek
utamapertumbuhan ekonomi yaitu: a. pertumbuhan output total b. pertumbuhan penduduk
Unsur pokok dari sistem produksi suatu negara menurut Smith ada tiga yaitu:
1. sumberdaya alam yang tersedia (atau faktor produksi "tanah")
2. sumberdaya insani (atau jumlah penduduk)
3. stok barang modal yang ada.Menurut Smith, sumberdaya alam yang tersedia
merupakan wadah yang palingmendasar dari kegiatan produksi suatu masyarakat. Jumlah
sumberdaya alam yangtersedia merupakan "batas maksimum" bagi pertumbuhan suatu
perekonomian.Maksudnya, jika sumberdaya ini belum digunakan sepenuhnya, maka jumlah
penduduk dan stok modal yang ada yang memegang peranan dalam pertumbuhan output.
Tetapi pertumbuhan output tersebut akan berhenti jika semua sumberdayaalam tersebut telah
digunakan secara penuh. Sumberdaya insani jumlah penduduk yang mempunyai peranan yang
pasif dalam proses pertumbuhan output. Maksudnya, bahwa jumlah penduduk akan
menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan tenaga kerja dari suatu masyarakat. Stok modal,
menurut Smith, merupakan unsur produksi yang secara aktif menentukan tingkat output.
Peranannya sangat sentral dalam proses pertumbuhan output. Jumlah dan fingkat pertumbuhan
output tergantung pada laju pertumbuhan stok modal (sampai "batas maksimum" dari sumber
alam).
2. DAVID RICARDO (1772 - 1823)
Jadi secarra garis besar proses pertumbuhan dan kesimpulan-kesimpulan dari Ricardo
tidak jauh berbeda dengan teori Adam Smith. Tema dari proses pertumbuhan ekonomi masih
pada perpacuan antara laju pertumbuhan penduduk dan laju pertumbuhan output. Selain itu
Ricardo juga menganggap bahwa jumlah faktor produksi tanah (sumberdayaalam) tidak bisa
bertambah, sehingga akhirnya menjadi faktor pembatas dalam prosespertumbuhan suatu
masyarakat.Teori Ricardo ini diungkapkan pertama kali dalam bukunya yang berjudul The

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 3


Principles of Political Economy and Taxation yang diterbitkan pada tahun 1917. Proses
Pertumbuhan sebelum membicarakan aspek-aspek pertumbuhan dari Ricardo, terlebih dulu kita
coba untuk mengenai ciri-ciri perekonomian Ricardo sebagai berikut:
a) Jumlah tanah terbatas.
b) Tenaga kerja (penduduk) meningkat atau menurun tergantung pada apakah tingkat upah di
atas atau di bawah tingkat upah minimal (tingkat upah alamiah = natural wage).
c) Akumulasi modal terjadi bila tingkat keuntungan yang diperoleh pemilik modal berada di atas
tingkat keuntungan minimal yang diperlukan untuk menarik mereka melakukan investasi.
d) Kemajuan teknologi terjadi sepanjang waktu.
e) Sektor pertanian dominan. Dengan terbatasnya luas tanah, maka pertumbuhan.penduduk
(tenaga kerja) akan menurunkan produk marginal (marginal product) yang kita kenal dengan
istilah the law of diminishing returns. Selama buruh yang dipekerjakan pada tanah tersebut bisa
menerima tingkat upah di atas tingkat upah alamiah, maka penduduk (tenaga kerja) akan terus
bertambah, dan hal ini akan menurunkan lagi produk marginal tenaga kerja dan pada gilirannya
akan menekankan tingkat upah ke bawah.
Menurut Ricardo, peranan akumulasi modal dan kemajuan teknologi adalah cenderung
meningkatkan produktivitas tenaga kerja, artinya, bisa memperlambat bekerjanya the law of
diminishing returns yang pada gilirannya akan memperlambat pula penurunan tingkat hidup ke
arah tingkat hidup minimal. Inilah inti dari proses pertumbuhan ekonomi (kapitalis) menurut
Ricardo. Proses ini tidak lain adalah proses tarik menarik antara dua kekuatan dinamis yaitu
antara:
a) the law of diminishing returns dan
b) kemajuan teknologi.
3. TEORI NEO KLASIK (SOLOW-SWAN)
Teori pertumbuhan ekonomi Neo Klasik berkembang sejak tahun 1950-an. Teori ini
berkembang berdasarkan analisis-analisis mengenai pertumbuhan ekonomi menurut
pandangan ekonomi Klasik. Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi tergantung kepada
pertambahan penyediaan faktorfaktor produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal)
dan tingkat kemajuan teknologi. Pandangan ini didasarkan kepada anggapan yang mendasari
analisis Klasik, yaitu perekonomian akan tetap mengalami tingkat pengerjaan penuh (full
employment) dan kapasitas peralatan modal akan tetap sepenuhnya digunakan sepanjang
waktu. Dengan kata lain, sampai di mana perekonomian akan berkembang tergantung pada
pertambahan penduduk, akumulasi kapital, dan kemajuan teknologi. Selanjutnya menurut teori
ini, rasio modal-output (capital-output ratio = COR) bisa berubah. Dengan kata lain, untuk
menciptakan sejumlah output tertentu, bisa digunakanjumlah modal yang berbeda-beda dengan
bantuan tenaga kerja yang jumlahnya berbeda-beda pula, sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika
lebih banyakmodal yang digunakan, maka tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit.
Sebaliknya ika modal yang digunakan lebih sedikit, maka lebih banyak tenaga kerja yang

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 4


digunakan. Dengan adanya "keluwesan" (fleksibilitas) ini suatu perekonomian mempunyai
kebebasan yang talk terbatas dalam menentukan kombinasi modal dan tenaga kerja yang akan
digunakan untuk menghasilkan tingkat output tertentu.
4.TEORI KEYNESIAN (HARROD-DOMAR)
Teori pertumbuhan Harrod-Domar ini dikembangkan oleh dua ekonom sesudah Keynes
yaitu Evsey Domar dan R. F. Harrod. Domar mengemukakan teorinya tersebut pertama kali
pada tahun 1947 dalam jurnal American Economic Review, sedangkan Harrod telah
mengemukakannya pada tahun 1939 dalam Economic Journal. Teori ini sebenarnya
dikembangkan oleh kedua ekonom secara send iri-sendiri, tetapi karena inti teori tersebut sama,
maka sekarang ini dikenal sebagai teori Harrod-Domar. Teori Harrod-Domar itu merupakan
perluasan dari analisis Keynes mengenai kegiatan ekonomi secara nasional dan masalah
tenaga kerja. Analisis Keynes dianggap kurang lengkap karena tidak membicarakan masalah-
masalah ekonomi jangka panjang. Sedangkan teori HarrodDomar ini menganalisis syarat-
syarat yang diperlukan agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dalam jangka
panjang. Dengan kata lain, teori ini berusaha menunjukkan syarat yang dibutuhkan agar
perekonomian bisa
tumbuh dan berkembang dengan mantap (steady growth).
Teori Harrod-Domar ini mempunyai beberapa asumsi, yaitu:
1) perekonomian dalam keadaan pengerjaan penuh (full employment) dan barangbarang modal
yang terdiri dalam masyarakat digunakan secara penuh.
2) terdiri dari 2 sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, berarti pemerintah dan
perdagangan luar negeri tidak ada.
3) besarnya tabungan masyarakat adalah proporsional dengan besarnya pendapatan nasional,
berarti fungsi tabungan dimulai dari titik nol.
4) kecenderungan untuk menabung (marginal propensity to save = MPS) besarnya tetap,
demikian juga ratio antara modal-output (capital-output ratio = COR) dan rasio pertambahan
modal-output (incremental capital-output ratio = ICOR).

Konsep Pemahaman Teori Menurut Rostow


Jadi menurut Rostow, pembangunan ekonomi atau proses tranformasi suatu masyarakat
tradisional menjadi masyarakat modern merupakan proses yang multidimensional.
Pembangunan ekonomi bukan berarti hanya perubahan struktur ekonomi suatu Negara tetapi
juga ditunjukan oleh peranan sector pertanian dan peranan sector industri. Jadi menurut rostow
pembangunan ekonomi berarti pula sebagai suatu proses yang menyebabkan antara lain :
1. Perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik dan sosial yang pada mulanya
berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar.
2. Perubahan pandangan masyarakat menganai jumlah anak dalam keluarga yaitu dari
menginginkan banyak anak menjadi keluarga kecil.
Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 5
3. Perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat, dari melakuakn investasi yang tidak
produktif (menumpuk emas , membeli rumah dan sebagainya) menjadi investasi yang
produktif.
4. Perubahan sikap hidup dan adat istiadat yang terjadi , merangsang pembangunan
ekonomi ( misalnya penghargaan terhadap waktu , penghargaan terhadap prestasi
perorangan)
Jadi proses pembangunan ekonomi menurut W.W Rostow bisa dibedakan dalam 5
tahap, yaitu :
a. Masyarakat tradisional
Sistem ekonomi yang mendominasi masyarakat tradisional adalah pertanian, dengan
cara-cara bertani yang tradisional. Produktivitas kerja manusia lebih rendah bila dibandingkan
dengan tahapan pertumbuhan berikutnya. Masyarakat ini dicirikan oleh struktur hirarkis
sehingga mobilitas sosial dan vertikal rendah. Pada masyarakat tradisional ilmu pengetahuan
belum begitu banyak dikuasai , karena masyarakat pada saat itu, masih mempercayai
kepercayaan-kepercayaan tentang kekuatan diluar kekuasaan menusia atau hal gaib . manusia
yang percaya akan hal demikian, tunduk kepada alam dan belum bias menguasai alam
akibatnya produksi sangat terbatas masyarakat tradisioanal itu cenderung bersifat statis
(kemajuan berjalan sangat lamban) produksi dipakai untuk konsumsi sendiri, tidak ada di
investasi. Generasi ke generasi tidak ada perkembangan , dalam hal ini yaitu antara orangtua
dan anaknya, memilki pekerjaan yang sama dan keduduakn yang sederajat .
Ciri-ciri tahap masyarakat tradisional adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Produksi terbatas, cara produksi masih primitif, dan tingkat produktifitas
masyarakat rendah.2.
2. Struktur sosial bersifat hierarkis, yaitu kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan
nenek moyang mereka.
3. Kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan tuan tanah.
Contoh : Suku Baduy di Jawa Barat.
Orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah
Kabupaten Lebak, Banten. Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk
luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang
agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat
yang berpindah-pindah (nomaden). Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Sunda dialek
SundaBanten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan
Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah.
Orang Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis. Dimana menurut kepercayaan yang
mereka anut, orang Kanekes mengaku keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa
atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam
sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya,

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 6


termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga
harmoni dunia.
b. Pra-kondisi tinggal landas
Selama tahapan ini, tingkat investasi menjadi lebih tinggi dan hal itu memulai sebuah
pembangunan yang dinamis. Model perkembangan ini merupakan hasil revolusi industri.
Konsekuensi perubahan ini, yang mencakup juga pada perkembangan pertanian, yaitu tekanan
kerja pada sektor-sektor primer berlebihan. Sebuah prasyarat untuk pra-kondisi tinggal landas
adalah revolusi industri yang berlangsung dalam satu abad terakhir.
Pembangunan ekonomi menurut Rostow sadalah suatu proses yang menyebabkan
perubahan karekteristik penting suatu masyarakat, misalnya perubahan keadaan sistem politik,
struktur social, system nilai dalam masyarakat dan struktur ekonominya. Jika perubahan seperti
itu terjadi, maka pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan sudah terjadi. Suatu masyarakat yang
sudah mencapai proses pertumbuhan yang demikian sifatnya, dimana pertumbuhan ekonomi
sudah sering terjadi, boleh dianggap sudah berada pada tahap prasyarat tinggal landas.
Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi dimana
masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self-
sustainable growth). Menurut Rostow, pada tahap ini dan sesudahnya pertumbuhan ekonomi
akan terjadi secara otomatis.
Singkatnya, dalam konsep teori ini bahwa kenaikan investasi akan menciptakan
pembangunan ekonomi yang lebih cepat dari sebelumnya bukan semata-mata tergantung pada
kenaikkan tingkat tabungan, tetapi juga kepada perubahan radikal dalamsikap masyarakat
terhadap ilmu pengetahuan, perubahan teknik produksi, pengambilan resiko dan sebagainya.
Selain hal-hal diatas, Rostow menekankan pula kenaikan tingkat investasi hanya mungkin
terjadi jika terjsdi perubahan dalam struktur ekonomi. Kemajuan disektor pertanian,
pertambangan dan prasarana harus terjadi semata-mata dengan proses peningkatan investasi.
Pembangunan ekonomi hanya dimungkinkan oleh adanya kenaikan produktivitas di sektor
pertanian dan perkembangan di sector pertambangan. Menurut Rostow, kemajuan sektor
pertanian mempunyai peranan penting dalam masa peralihan sebelum mencapai tahap tinggal
landas. Peranan sector pertanian tersebut antara lain, pertama, kemajuan pertanian menjamin
penyediaan bahan makanan bagi penduduk di pedesaan maupun diperkotaan. Hal ini menjamin
penduduk agar tidak kelaparan dan menghemat devisa kerena import bahan makanan dapat
dihindari. Kedua, kenaikan produktivitas di sektor pertanian akan memperluas pasar dari
berbagai kegiatan industri.

Contoh :
Seperti yang terjadi di jepang ,dengan di bukanya masyarakat ini pada saat itu terjadi
nya peningkatan tabungan masyarakat ,kemudian tabungan itu dipakai untuk melakukan

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 7


investasi pada sector-sektor produktif yang menguntungkan,misalnya pendidikan ,investasi yang
dilakukan baik perorangan maupun oleh Negara , maka terbentuklah Negara tradisional yang
sentralistis . Singkatnya, usaha dalam meningkatkan produksi mulai bergerak pada saat itu.
c. Tinggal landas (Lepas Landas)
Tahapan ini dicirikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Karakteristik utama
dari pertumbuhan ekonomi ini adalah pertumbuhan dari dalam yang berkelanjutan yang tidak
membutuhkan dorongan dari luar. Seperti, industri tekstil di Inggris, beberapa industri dapat
mendukung pembangunan. Secara umum tinggal landas terjadi dalam dua atau tiga dekade
terakhir. Pada tahap ini telah tersingkirnya hambatan-hambatan yang menghalangi pertumbuhan
ekonomi, serta tabungan dan investasi yang efektif meningkat dari 5% menjadi 10 % dari
pendapatan nasional atau lebih. Industry-industripun mulai berkembang dengan sangat pesat
keuntungan nya sebagian besar ditanamkan ke industri yang baru. Dan sector modern dalam
perekonomian pun berkembang.
Jadi pada tahap tinggal landas, pertumbuhan ekonomi selalu terjadi. Pada awal tahap ini
terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat seperti seperti revolusi politik, terciptanya
kemajuan yang pesat dalam inovasi, atau berupa terbukanya pasar baru. Sebagai akibat dari
perubahan-perubahan tersebut secara teratur akan tercipta inovasi-inovasi dan peningkatan
investasi. Investasi yang semakin tinggi ini akan mempercepat laju pertumbuhan pendapatan
nasional dan melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Dengan demikian tingkat pendapatan
perkapita semakin besar. Untuk mengetahui apakah sesuatu negara sudah mencapai tahap
tinggal landas atau belum, Rostow mengemukakan tiga ciri dari masa tinggal landas yaitu:
1. Berlakunya kenaikan dalam penanaman modal yang produktif dari 5 persen atau kurang
menjadi 10 persen dari Produk Nasional Netto atau NNP.2.
2. Berlakunya perkembangan satu atau beberapa sektor industri dengan tingkat laju
perkembangan yang tinggi.
3. Adanya atau segera terciptanya suatu rangka dasar politik, sosial, dan kelembagaan
yang bisa menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas ekonomi yang
bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus terjadi.
Contohnya :
Teknik-teknik pertanian yang mulai tumbuh dan berkembang. Pertanian menjadi usaha
kormesial untuk mencari keuntungan bukan sekedar konsumsi sendiri. Karena peningkatan
dalam produkfitas pertanian merupakan sesuatu yang penting dalam proses lepas landas,
sebab proses modernisasi membutuhkan hasil pertanian yang banyak supaya proses
perubahan dapat dijangkau. Teknik penanaman jamur yang telah dikembangkan oleh ahli-ahli
dalam bidang pertanian, agar produksi jamur lebih diminati dan lebih memiliki pasar yang luas,
Budidaya jamur tiram putih yaitu, proses pengomposan, proses pembungkusan, proses
sterilisasi, teknik penanama bibit (inokulasi), pemeliharaan dan inkubasi,pembukaan polibek,
pemanenan jamur. Budidaya jamur yang dapat dimakan (edible mushroom) merupakan salah

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 8


satu cara mengatasi kekurangan pangan dan gizi serta menganekaragamkan pola komsumsi
pangan rakyat. Dari analisa menunjukkan bahwa kandungan mineral jamur lebih tinggi daripada
gading sapi dan domba, bahkan hampir dua kali lipat jumlah garam mineral dalam sayuran.
Jumlah proteinnya dua kali lipat protein asparagus, kol, kentang dan empat kali lipat daripada
tomat dan wortel serta enam kali lipat dari jeruk. Selain itu jamur juga mengandung zat besi,
tembaga, kalium dan kapur, kaya vitamin B dan D, sejumlah enzim tripsin yang berperan sangat
penting pada proses pencernaan, kalor dan kolesterolnya rendah.
d. Menuju Kedewasaan
Setelah lepas landas akan terjadi proses kemajuan yang terus bergerak ke depan,
meskipun kadang-kadang terjadi pasang surut. Pendapatan asional selalu di investasikan
kembali sebesar 10% sampai 20%, untuk mengatasi persoalan pertambahan penduduk.
Kedewasaan pembangunan ditandai oleh investasi yang terus-menerus antara 40 hingga 60
persen. Dalam tahap ini mulai bermunculan industri dengan teknologi baru, misalnya industri
kimia atau industri listrik. Ini merupakan konsekuensi dari kemakmuran ekonomi dan sosial.
Pada umumnya, tahapan ini dimulai sekitar 60 tahun setelah tinggal landas. Di Eropa, tahapan
ini berlangsung sejak tahun 1900. Kedewasaan dimulai ketika perkembangan industry terjadi
tidak saja meliputi teknik-tiknik produksi, tetapi juga dalam aneka barang yang diproduksi. Yang
diproduksikan bukan saja terbatas pada barang konsumsi, tetapi juga barang modal.
Contoh :
Industri berkembang dengan pesat, Negara menetapkan posisinya dalam perekonomian global.
Barang-barang yang tadinya di impor sekarang di produksikan didalam negari, impor baru
menjadi kebutuhan, jadi untuk mengimbangi barang impor maka barang-barang ekspor harus
berkualitas. Misalnya saja ekspor dan impor batik di Indonesia, batik di indonsia mempunyai
potensi dan kualitas yang bagus jika dibandingkan dengan impor batik yang ada di Indonesia,
kebanyakan dari Negara Malaysia dan Negara Srilanka, jadi ekspor batik Indonesia lebih
berkualitas dari impor batik yang ada di Indonesia.
e. Era konsumsi tinggi
Tahap ini dalam teori Rostow merupakan tahapan terakhir dari lima tahap model pembangunan
Rostow. Dimana pada tahap ini, sebagian besar masyarakat hidup makmur. Orang-orang yang
hidup di masyarakat itu mendapat kemakmuran dan keseberagaman sekaligus. Menurut
Rostow, saat ini masyarakat yang sedang berada dalam tahapan ini adalah masyarakat Barat
atau Utara. Pada tahap ini perhatian masyarakat sudah lebih menekankan pada masalah-
masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat bukan lagi kepada
masalah produksi.
Penerapan Keseluruhan Teori W.W Rostow :
Di Indonesia teori Rostow pada masa Soeharto dilaksanakan sebagai landasan
pembangunan jangka panjang Indonesia yang ditetapkan secara berkala untuk waktu 5 tahunan

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 9


, yang terkenal dengan pembangunan 5 tahun. Dengan demikian implementasi teori Rostow
berdasarkan 5 tahap teori Rostow, yaitu:
1. masyarakat tradisional
2. Prakondisi tinggal landas
3. masyarakat tinggal landas
4. menuju kedewasaan
5. High konsumsi.
Maka soeharto mengaplikasikan agar pembangunan merata dengan menerapkan 5
tahap pembangunan Teori W.W Rostow.
Keunggulan Teori Rostow
1. Memberikan kejelasan tahapan-tahapan pencapaian kemajuan 2.
2. Petunjuk jelas yang disampaikan oleh Rostow tentang cara praktis dalam memperoleh
sumberdaya modal untuk mencapai tingkat investasi produktif yang tinggi. Jadi cara
tersebut disajikan dalam berbagai alternatif yaitu:
a) Dana investasi dari pajak yang tinggi
b) Dana invesatasi dari pasar uang atau pasar modal
c) Melalui perdagangan internasional
d) Investasi langsung modal asing
Kelemahan teori Rostow
Adapun kelemahan teori rostow adalah sebagai berikut:
1. Sering terjadi pertumbuhan ekonomi yang semu tidak seperti yang diharapkan oleh teori
ekonomi ini. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi tertutupi oleh pertumbuhan
penduduk akibat penurunan angka kematian. Akibat lanjutannya adalah sebuah Negara
menjadi sulit untuk berkembang dan melalui tahap tinggal landas.2.
2. Dengan dasar teori ini, seringkali Negara harus melakukan mobilisasi seluruh
kemampuan modal dan sumber daya alamnya sehingga mencapai tingkat investasi
produktif sebesar 10% dari pendapatan nasionalnya.
3. Negara yang menerapkan teori ini seringkali memperoleh sumberdaya modal dari
investasi langsung modal asing yang ditanamkan pada bidang pembangunan prasarana,
pembukaan tambang, dan struktur produktif yang lain.

Pembangunan dalam Perspektif Islam


Jadi dalam pemikiran pembangunan dalam paradigma Islam diantaranya berasal dari Ibn
Khaldun dan Shah Wali Allah. Islam menempatkan manusia sebagai fokus dalam
pembangunan. Manusia dilihat hanya dari pengakuan manusia pada keesaan Tuhan dan
kepatuhan manusia pada kehendak dan bimbingan-Nya. Misi manusia menjadi pengabdi bagi
pencipta-Nya, sementara ibadah dan pengabdian pada Sang Pencipta menjadi tujuan hidup
manusia. Islam bersifat menyeluruh (kaffah), ibadah juga bersifat menyeluruh. Oleh karena

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 10


itu,agar proses pembangunan dapat dipandang sebagai ibadah, pembangunan harus
dilaksanakan berdasarkan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam perspektif Islam, pembangunan dilaksanakan berdasarkan lima fondasi dan
kelima fondasi ini menjadi syarat minimum yang diperlukan dalam pembangunan, yaitu sebagai
berikut.
1. Tauheed Uluhiyyah
2. Tauheed Rububiyyah
3. Khilafah
4. Tazkiyyah an-nas
5. Al-falah
Lima tahap utama yang harus dilalui agar tujuan akhir proses pembangunan, yaitu
tercapainya sukses di akhirat, terpenuhi sebagai berikut.
1. Tahap persiapan kualitatif. Aspek kualitatif bersumber dari manusia. Dalam
Alquran manusia diumpamakan sebagai sebuah pohon (Q.S. 14-24-26).
2. Tahap peran dan kedudukan manusia dalam sebuah sistem. Pada tahapan ini,
status manusia tidak hanya dipandang sebagai individu, tetapi juga statusnya
sebagai bagian dari masyarakat sebagai suatu sistem dalam kehidupan sehari-
hari. Sistem tersebut akan mampu menciptakan berbagai manfaat/keuntungan
yang berpengaruh pada tahapan selanjutnya.
3. Tahap terciptanya keuntungan kualitatif dan kuantitatif. Bentuk dari keuntungan
tersebut yaitu keuntungan alam, keuntungan teknologi, keuntungan sosio-
ekonomi, kepuasan spiritual dan moral, serta berbagai bentuk keuntungan
lainnya.
4. Tahap utilisasi hasil-hasil pembangunan bagi proses pembangunan selanjutnya.
Islam sangat menekankan pada upaya keberlangsungan proses pembangunan
generasi berikutnya (intertemporal economics decision). Sehingga hasil-hasil
pembangunan sekarang didistribusikan secara merata untuk mendapatkan hasil-
hasil yang lebih baik di masa yang akan datang.
5. Tahap tercapainya kesuksesan di akhirat.

Dalam realitasnya telah terjadi begitu banyak kesalahpahaman tentang Islam baik di
kalangan muslim maupun nonmuslim. Hal tersebut umumnya disebabkan oleh beberapa faktor
berikut.
1. Islam dipandang tidak menurut sudut pandang Islam secara keseluruhan, tetapi
secara parsial.
2. Banyak penelitian tentang Islam tidak berasal dari sumber yang dipandang telah
menggambarkan perspektif Islam yang benar.

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 11


Delapan kesalahpahaman yang berkembang dan berkaitan dengan aspek pembangunan
yaitu:
1. Islam bukanlah perpaduan antara kapitalisme dan sosialisme.
2. Sikap yang hanya percaya kemampuan manusia secara fatalistik tidak sesuai
dengan Islam.
3. Meskipun konsep pembangunan Islam berlaku umum, hal ini tidak berarti bahwa
tidak dimungkinkannya pengambilan kebijakan atau strategi berbeda menurut
perbedaan sosial ekonomi dan pertimbangan politik.
4. Islam tidak meniadakan kebebasan praktik-praktik keagamaan dalam negara-
negara Islam.
5. Islam tidak menolak modernisasi selama modernisasi tersebut ditujukan untuk
memperbaiki kehidupan manusia.
6. Tidak dibenarkan sepenuhnya untuk menyatakan bahwa konsep pembangunan
Islam sepenuhnya sama dengan teori modal manusia atau pendekatan
kebutuhan.
7. Islam tidak menolak menikmati kemewahan dunia asalkan hal tersebut dilakukan
secara tidak berlebihan.
8. Perlu dikatakan bahwa saat ini tidak ada satu negara pun yang dapat dijadikan
sebagai model negara Islam yang benar.

A. Pemikiran Ibn Khaldun Tentang Pembangunan


Karya terbesar Ibn Khaldun memiliki dampak yang sangat besar bagi para pelajar barat
dan muslim yaitu Kitab al-Ibar (Sejarah Dunia), dengan pendahuluannya, Muqaddimah. Para
akademisi barat sangat tertarik dengan sumbangan Kitab al-Ibar dalam isu sosial, ekonomi, dan
politik. Dalam buku Ibar, ia memilih media khusus komunikasi dan topik khusus: tidak hanya
menulis, namun juga menulis mengenai sejarah (Mahdi, 1964).
1. Teori Siklus
Bagi Ibn Khaldun, produksi tergantung pada permintaan dan penawaran produk. Namun,
penawaran sendiri tergantung pada jumlah produsen dan keinginannya untuk bekerja,
sebagaimana permintaan juga tergantung pada jumlah konsumen dan keinginannya untuk
membeli. Produsen adalah populasi yang aktif. Keinginan produsen untuk memproduksi
dihasilkan dari motif psikologi dan finansial, ditentukan oleh tingginya permintaan dan distribusi.
Sementara itu, konsumen adalah populasi dan negara. Kekuatan untuk membeli ditentukan oleh
tingginya pendapatan, yang berarti tingginya penawaran, dan untuk negara, jumlah pajak yang
besar. Konsekuensinya, untuk menentukan variabel produksi hal yang perlu diperhatikan adalah
populasi dan pendapatan dan pengeluaran negara. Ibn Khaldun menjelaskan bahwa populasi
dan keuangan publik harus mengikuti hukum dan fluktuasi.

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 12


2. Siklus Populasi
Produksi ditentukan oleh populasi. Populasi yang besar, berarti produksi juga besar.
Juga semakin besar populasi maka akan semakin besar juga permintaan terhadap pasar dan
semakin besar produksinya. Namun populasi sendiri juga ditentukan oleh produksi. Produksi
yang besar menyebabkan tingginya permintaan terhadap tenaga kerja di pasar, tingginya upah,
dan lebih banyak tenaga kerja yang tertarik untuk masuk ke dalamnya sehingga populasi
meningkat. Konsekuensinya, terdapat sebuah proses kumulatif dari pertumbuhan populasi dan
produksi, pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh pertumbuhan populasi dan sebaliknya.
Proses kumulatif terjadi karena alasan sosiologis dan psikologis. Para pekerja ingin
untuk hidup dalam sebuah lingkungan intelektual yang baik dan merupakan produk dari
infrastruktur intelektual yang baik. Tetapi infrastruktur intelektual dari sebuah kota ditentukan
oleh jumlah pekerja yang memiliki keahlian dan pendapatan mereka. Konsekuensinya, semakin
kaya dan memiliki populasi yang tinggi, semakin baik struktur intelektualnya dan lebih menarik
sehingga menciptakan para pekerja baru yang memiliki keahlian.
Jadi, terdapat siklus populasi di kota-kota. Populasi mengalami pertumbuhan dan dalam
pertumbuhannya, mengakibatkan peningkatan permintaan dan produksi yang pada gilirannya
membawa imigran baru. Namun, pertumbuhan ini terlalu besar dibandingkan kemungkinan daya
dukung geografis dan produksi agrikultur kota tersebut, dan populasi akan menurun secara
alamiah. Siklus populasi ini menentukan siklus ekonomi, karena populasi adalah faktor produksi
yang terutama.
3. Siklus Keuangan Publik
Negara juga merupakan faktor produksi penting. Pengeluaran negara dapat mendorong
produksi dan perpajakan membuat produksi menjadi lesu.
1. Pengeluaran pemerintah
Bagi Ibn Khaldun, sisi pengeluaran keuangan publik sangat penting. Di satu sisi,
sejumlah pengeluaran dibutuhkan untuk menciptakan infrastruktur yang mendorong aktivitas
ekonomi. Tanpa infrastruktur yang disiapkan oleh pemerintah, tidak mungkin dapat memiliki
populasi yang besar. Tanpa stabilitas politik dan keteraturan, produsen tidak mendapatkan
insentif untuk memproduksi. Di sisi lain, pemerintah menjalankan fungsi terhadap sisi
permintaan pasar. Dengan permintaannya, pemerintah mendorong produksi. Jika pemerintah
menghentikan belanjanya, krisis akan terjadi. Konsekuensinya, semakin banyak pemerintah
melakukan pengeluaran, semakin baik bagi perekonomian.
2. Perpajakan
Uang yang dikeluarkan pemerintah diperoleh melalui perpajakan. Pemerintah dapat
meningkatkan pengeluarannya hanya jika meningkatkan pajaknya, tetapi tekanan fiskal yang
terlalu tinggi dapat mengurangi pekerjaan. Konsekuensinya, terjadilah siklus fiskal. Pemerintah
menarik pajak yang kecil dan wajib pajak memiliki profit yang tinggi. Mereka terdorong untuk

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 13


bekerja. Tetapi kebutuhan pemerintah, maupun tekanan fiskal, meningkat. Profit produsen dan
penjual menurun, dan mereka kehilangan keinginan untuk berproduksi.
Jadi bagi Ibn Khaldun, terdapat sebuah optimum fiskal juga sebuah mekanisme yang
tidak dapat dibalik, yang memaksa pemerintah untuk membelanjakan lebih banyak dan
memungut lebih banyak pajak, yang menimbulkan siklus produksi. Dengan demikian, Ibn
Khaldun menguraikan sebuah teori dinamik yang berdasarkan hukum populasi dan hukum
keuangan publik. Menurut hukum yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, suatu negeri tidak dapat
tidak, harus melalui siklus-siklus perkembangan ekonomi dan depresi.

Pembahasan Teori-Teori Pembangunan, Universitas Haluoleo 2014 14