Anda di halaman 1dari 29

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan pertolongan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Geoanalitik Ruang yang diampu oleh Pak Muhammad Taqwa, S.Pd,M.Pd Penyusunan makalah ini berdasarkan sumber-sumber informasi yang relevan baik dari buku dan media elektronik seperti internet. Kami mengharapkan tulisan pada makalah ini dapat menambah wawasan kami sebagai mahasiswa mengenai kajian Bangun Ruang “Bola”.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karenanya kami senantiasa menerima kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan makalah selanjutnya. Akhirnya, semoga makalah yang sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Pangkep, 08 November 2016

Penulis

1
1

Daftar Isi

KATA PENGANTAR

1

BAB I

1

PENDAHULUAN

3

A. Latar Belakang

3

B. Rumusan Masalah

3

C. Tujuan

4

BAB II

5

PEMBAHASAN

5

A. Pengertian Bola

5

B. Luas Permukaan Bola

6

C. Volume Bola

7

D. Persamaan Bola

8

E. Persamaan Bidang Singgung Bola

13

F. Hubungan Bola dan Bidang Rata

15

G. Kuasa Titik pada Bola

19

H. Persamaan Bidang Kutub pada Bola

23

BAB III

26

PENUTUP

26

A. Model

26

B. Penelitian

27

Daftar Pustaka

29

2
2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sebagaimana yang sudah diketahui, matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang cukup memusingkan. Hal ini tidaklah mengherankan karena selama ini pembelajaran matematika masih bersifat konvensional dan monoton. Guru lebih aktif berceramah dibandingkan dengan siswa. Akibatnya, perasaan bosan belajar matematika sewaktu-waktu bisa muncul pada diri siswa. Untuk mengimbangi kebosanan tersebut maka sudah tidak ada cara lain bagi siswa dalam memahami konsep matematika melainkan dengan cara menghafal. Fakta seperti yang tersebut di atas tenyata dapat memunculkan persepsi siswa yang selalu mengidentikkan matematika dengan rumus. Rumus- rumusyang ada harus dihafal tanpa harus mengetahui tahapan penemuan dan manfaat rumus tersebut. Karena rumus hanya dihafal, maka banyak siswa mengalami kesulitan menerapkan dan memilih rumus tersebut dalam menyelesaikan soal. Terlebih lagi ketika sis wa diminta menyelesaikan beberapa soal pengembangan yang model dan bentuknya tidak seperti contoh soal yang diberikan pada saat guru menerangkan materi tersebut. Akibatnya, prestasi belajar siswa dipastikan jauh dari yang diharapkan. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika, yaitu guru setidaknya harus mengetahui hakikat matematika, hakikat anak, dan cara mengajarkan matematika yang berdasar pada teori yang ada. Ketiga hal tersebut sangat diperlukan bagi guru agar dasar dan tujuan pengajaran menjadi jelas.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian bola?

2. Bagaimana menghitung luas permukaan bola?

3. Bagaimana menemukan dan menghitung volume bola?

3
3

C.

4. Bagaimana menentukan persamaan bola?

5. Bagaimana mengetahui persamaan bidang singgung bola?

6. Bagaimana kedudukan dan hubungan bola dan bidang rata?

7. Bagaimana menentukan kuasa titik pada bola?

8. Bagaimana menentukan persamaan bidang kutub pada bola? Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian bola?

2. Untuk mengetahui luas permukaan bola?

3. Untuk menemukan dan menghitung volume bola?

4. Untuk menentukan persamaan bola?

5. Untuk mengetahui persamaan bidang singgung bola?

6. Untuk kedudukan dan hubungan bola dan bidang rata?

7. Untuk menentukan kuasa titik pada bola?

8. Untuk menentukan persamaan bidang kutub pada bola?

4
4

A.

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Bola Bola adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tak hingga lingkaran berjari-jari sama panjang dan berpusat pada satu titik yang sama. Bola hanya memiliki 1 sisi. Bola adalah bangun salah satu ruang sisi lengkung yang dibatasi oleh satu bidang lengkung. Bola di dapat dari bangun setengah lingkaran yang diputar satu putaran penuh atau 360 derajat pada garis tengahnya untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah.

garis tengahnya untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah. Dimensi sebuah bola dinyatakan dalam besaran jari-jari

Dimensi sebuah bola dinyatakan dalam besaran jari-jari atau diameter. Jari- jari atau radius bola adalah jarak antara permukaan bola terhadap titik pusat bola. Diameter bola adalah jarak garis lurus antara suatu permukaan bola dengan permukaan di seberang titik pusat yang melalui titik pusat bola. Diameter bola sama dengan dua kali jari-jari bola. Bola mempunyai 1 titik pusat dan 1 sisi, untuk lebih jelasnya berikut adalah ciri-ciri Bola

1. Sisi bola disebut dinding bola.

2. Bola tidak mempunyai rusuk maupun titik sudut.

3. Jarak titik pusat ke dinding bola disebut jari-jari.

5
5

4. Jarak dinding ke dinding yang melewati titik pusat disebut diameter.

B. Luas Permukaan Bola Luas permukaan bola adalah luasan bidang yang membentuk permukaan bola. Permukaan bola sering disebut juga kulit bola atau selimut bola sehingga luas permukaan bola sering disebut juga luas kulit bola atau luas selimut bola. Cara Menghitung Luas Permukaan Bola:

Untuk menghitung luas permukaan sebuah bola maka harus diketahui ukuran jari-jari atau diameter bola tersebut. Luas permukaan sebuah bola dengan jari-jari r dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

Rumus :

Keterangan :

Contoh soal :

rumus berikut. Rumus : Keterangan : Contoh soal : Hitunglah luas permukaan bola yang jari-jarinya 4
rumus berikut. Rumus : Keterangan : Contoh soal : Hitunglah luas permukaan bola yang jari-jarinya 4

Hitunglah luas permukaan bola yang jari-jarinya 4 cm.( π=3,14) Jawab :

Luas Permukaan bola = 4 π (

=

)

=

6
6

C. Volume Bola Volume atau bisa juga disebut kapasitas adalah penghitungan seberapa banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu objek. Objek itu bisa berupa benda yang beraturan ataupun benda yang tidak beraturan. Benda yang beraturan misalnya kubus, balok, silinder, limas, kerucut, dan bola. Benda yang tidak beraturan misalnya batu yang -ditemukan di jalan. Volume digunakan untuk

benda.

menentukan

massa asal usul Rumus Volume Bola :

jenis

suatu

menentukan massa asal usul Rumus Volume Bola : jenis suatu Keterangan : Untuk menentukan volume benda

Keterangan :

massa asal usul Rumus Volume Bola : jenis suatu Keterangan : Untuk menentukan volume benda yang

Untuk menentukan volume benda yang tidak beraturan bisa digunakan. Gelas ukur. Satuan SI volume adalah m3. Contoh soal :

Diketahui jari-jari dari sebuah bola adalah 21 cm, apabila π = maka

berapakah volume dari bola tersebut? Jawab :

V = = = =
V =
=
=
=

= 38.808 cm³. Maka, volume dari bola basket itu adalah 38.808 cm³.

7
7

Cara Menghitung Jari-Jari (Radius) Bola:

Berdasarkan rumus menghitung volume bola tersebut maka dapat dihitung jari-jari atau radius bola jika diketahui volume bola dengan mengubah rumus tersebut untuk mendapatkan variabel r (radius) menurut cara berikut.

untuk mendapatkan variabel r (radius) menurut cara berikut. Jadi untuk menghitung jari-jari atau radius sebuah bola

Jadi untuk menghitung jari-jari atau radius sebuah bola berdasarkan volume bola dapat digunakan rumus berikut.

√

D. Persamaan Bola Permukaan bola merupakan titik kedudukan titik-titik ujung vektor didalam ruang yang titik awalnya tertentu dan panjang vektor tersebut konstan. Titik awal yang tertentu itu disebut titik pusat dan panjang yang konstan itu disebut jari-jari bola atau. Permukaan bola adalah titik kedudukan titik-titik di dalam ruang yang berjarak sama terhadap sebuah titik tertentu. Bola dengan pusat titik O (titik asal) dan berjari-jari r, persamaannya diperoleh dengan cara mengambil sebarang titik P(x, y, z) pada bola. Sehingga

8
8

⃗⃗⃗⃗⃗

(

)

⃗⃗⃗⃗⃗ ( ) Pada gambar diatas | | ⃗⃗⃗⃗⃗ | | √ jari-jarinya r = |

Pada gambar diatas

|

| ⃗⃗⃗⃗⃗ |

|

jari-jarinya r = | |

) pada

bola berlaku Ini berarti persamaan bola dengan pusat O dan berjari-jari r adalah:

Karena P(

) sebarang titik pada bola, maka setiap titik (

Karena P ( ) sebarang titik pada bola, maka setiap titik ( Selanjutnya akan dicari persamaan

Selanjutnya akan dicari persamaan bola dengan jari-jari r dan titik pusat M(a,b,c). Ambil sebarang titik P(x,y,z) pada bola, maka vector ⃗⃗⃗⃗⃗⃗

| ⃗⃗⃗⃗⃗⃗ |

 

(

).

 

|

|

(

(

)

(

)

(

)

.

)

(

| ⃗⃗⃗⃗⃗⃗ |   ( ) .   | | ( ( ) ( ) (

).

9
9

Karena ( ) sebarang titik pada bola yang memenuhi persamaan

) pada bola memenuhi persamaan

tersebut. Hal ini berarti persamaan bola dengan jari-jari r dan titik pusat

( ) adalah:

tersebut diatas, maka setiap titik (

( Rumus persamaan bola yaitu ( ditulis sebagai berikut: ) ( ) ( ) )
(
Rumus persamaan bola yaitu (
ditulis sebagai berikut:
)
(
)
(
)
)
(
)
(
)
dapat
Jika
persamaan bola tersebut dapat ditulis sebagai berikut
maka

Nampak disini bahwa persamaan bola adalah suatu persamaan kuadrat dalam x, y, dan z dengan cirri-ciri: (a) tidak memuat suku-suku xy,xz, atau yz, dan (b) koefisien-koefisien selalu sama. Selanjutnya akan ditentukan titik pusat dan jari-jari dari bola dengan persamaan

Persamaan ini bisa diubah dengan melengkapi kuadrat dari x, y, dan z sebagai berikut:

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

Dari persamaan ini dapat dengan mudah ditentukan titik pusat dan jari-jari bola, yaitu:

(

) Sebagai titik pusatnya, dan

Adalah jari-jarinya

10
10
Jadi Rumus: Secara umum persamaan bola Menyatakan persamaan bola. Secara simbolis ditulis: bola S=0. Dalam
Jadi Rumus:
Secara umum persamaan bola
Menyatakan persamaan bola. Secara simbolis ditulis: bola S=0.
Dalam hal ini pusat (
) dan
jari-jari = √
Contoh Soal 1.
Carilah persamaan bola yang berpusat di titik (1, 3, 2) dan melalui titik (2, 5,

0).

Jawab:

Jari-jari bola adalah jarak dua titik tersebut, yaitu

(

)

(

)

(

)

.

Persamaan bola yang dicari adalah persamaan bola dengan jari-jari 3 dan berpusat di titik (1, 3, 2), yaitu:

( )

Jika dijabarkan menjadi

Contoh Soal 2. Tentukan pusat dan jari-jari bola, jika diketahui persamaan bola tersebut

adalah sebagai berikut:

Jawab :

Dengan proses melengkapkan kuadrat, persamaan bola diubah menjadi:

( )

(

)

(

)

.

(

)

(

)

(

( Ini berarti bola berpusat dititik (5,4,6) dengan jari-jari 3. Soal diatas dapat juga diselesaikan dengan menggunakan rumus, sehingga diperoleh:

)

(

)

)

11
11
Titik pusat bola M( ) ( ( ) ( ) ( )) ( ) Jari-jari
Titik pusat bola
M(
)
(
(
)
(
)
(
))
(
)
Jari-jari bola adalah
(
)
(
)
(
)
Catatan:
Pada
persamaan
terdapat
tiga
kemungkinan terhadap
yaitu
Bila
Bila
Bila
bola tersebut adalah bola sejati
bola berjari-jari nol (titik)
bola merupakan bola khayal

Contoh soal 3 :

Apakah persamaan bola ini merupakan bola khayal ? buktikan! Jawab :

(

)

(

)

(

)

, A = 2, B= 2, C= 4, D=20

Jadi terbukti bahwa persamaan bola tersebut merupakan bola khayal karena jari-jari kurang dari nol.

12
12

E. Persamaan Bidang Singgung Bola

Bidang singgung di

(

) pada bola.

Misalkan bola

,

Pusat

M

(

)

Titik singgung

(

)

, Pusat M ( ) Titik singgung ( ) Karena MN bidang singgung (Q) MN NQ

Karena MN bidang singgung (Q)

MN NQ maka ̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅ ( ̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅

̅̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅ ̅̅̅̅̅̅

)

Jelas bahwa MN merupakan normal bidang singgung V, jadi persamaan V

mudah dihitung sebagai berikut:

 

*

+ Sehingga persamaan

 

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

.

 

(

)

(*)

Tetapi (

) pada bola, berarti:

 
 

,

Sehingga (*) menjadi

13
13
 

(

)

(

)

(

)

,

Merupakan bidang singgung yang ditanyakan.

 

Kalau bola ( adalah

)

(

)

(

)

, maka bidang singgungnya

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

Dan bila bola

 

maka bidang singgungnya adalah

 
 

.

Contoh soal 1:

 

Tentukan persamaan

bidang

singgung

pada

bola

(

)

(

)

(

)

di titik (

).

Jawab :

Titik (1, 3, 3) terletak pada bola, sebab koordina-koordinatnya memenuhi pada persamaan bola. Maka persamaan bidang singgung pada bola di titik (1, 3, 3) adalah:

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

(

)

(

)

(

)

 

Contoh soal 2:

 

Tentukan persamaan bidang singgung pada bola dititik (0,0,0)

 

Jawab :

 

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

Sehingga persamaan bidang singgung bola adalah

14
14

F. Hubungan Bola dan Bidang Rata Kedudukan Bola dan bidang rata.

Jika Bola S (x a) 2 + (y b) 2 + (z c) 2 = 0 berjari-jari r, pusat M(a, b, c). Bidang rata V ≡ Ax + By + Cz + D = 0, dengan d adalah jarak antara pusat bola M(a, b, c) ke bidang rata V ≡ Ax + By + Cz + D = 0, maka ada 3 kemungkinan kedudukan antara bola S = 0 dengan bidang V = 0. Bagaimana hubungan bola dengan bidang rata? Untuk menentukan hubungan antara bola dan bidang rata langkah-langkahnya di bawah ini. Langkah-langkahnya:

1. Lukislah suatu lingkaran dengan r X d, berarti bola S = 0 berpotongan dengan bidang rata V = 0, seperti yang terlihat pada Gambar 3.1 di bawah ini.

V = 0, seperti yang terlihat pada Gambar 3.1 di bawah ini. Gambar 9.1 Bola berpotongan

Gambar 9.1 Bola berpotongan dengan Bidang

Rata

Perpotongan Bola S = 0 dengan bidang rata V = 0 akan membentuk sebuah lingkaran dengan persamaan lingkaran adalah:

,

Bagaimanakah cara menentukan pusat dan jari-jari lingkaran

tersebut? Untuk menentukan pusat dan jari-jari lingkaran berpotongan tersebut lakukanlah langkah-langkah di bawah ini.

a. Perhatikan AMN siku-siku di N. N adalah titik pusat lingkaran.

15
15

b. Untuk

menentukan

jari-jari

lingkaran

kita

dapat

menggunakan

dalil phytagoras yaitu AM 2 = MN 2 + NA 2 sehingga diperoleh:

Jadi, jari-jari lingkaran yang disimbolkan dengan R adalah:

c. Untuk menyatakan persamaan lingkaran di dalam ruang, kita dapat mengambil sebuah bola S = 0 dan sebuah bidang rata V = 0 yang saling berpotongan menurut lingkaran tersebut. Jadi, persamaan lingkaran dinyatakan dengan dua persamaan yaitu:

,

d. Selain berpotongan bola dan bidang rata, suatu lingkaran dapat pula dinyatakan sebagai berikut:

(1) Perpotongan silinder (tabung) atau kerucut lingkaran tegak lurus dengan bidang paralelnya(=bidang yang tegak lurus poros) seperti yangterlihat pada Gambar 9.2 (a) dan (b) di bawah ini.

lurus poros) seperti yangterlihat pada Gambar 9.2 (a) dan (b) di bawah ini. Gambar 9.2 (a)

Gambar 9.2 (a) Bidang Rata dan Tabung

16
16
Gambar 9.2 (b) Bidang Rata dan Kerucut e. Dari persamaan (c) di atas, kita dapat

Gambar 9.2 (b) Bidang Rata dan

Kerucut

e. Dari persamaan (c) di atas, kita dapat menentukan titik pusat lingkarantersebut yaitu dengan cara:

(1) Pusat lingkaran L adalah titik tembus antara garis MN dengan bidang rata V = 0. Garis MN tegak lurus dengan bidang rata V = 0, berarti vektor arah garis MN sama dengan vektor normal

bidang rata V atau dapat di tulis menjadi [a, b, c] = [A, B, C].

{

(2) Subsitusikan persamaan (1) ke persamaan bola sehingga

diperoleh

nilai

(3) Setelah

nilai

di

dapatkan

maka

subsitukan

nilai

tersebut

ke persamaan (1) sehingga diperoleh titik pusat

lingkaran. 2. r = d berarti bola S = 0 menyinggung bidang rata V = 0, seperti yang terlihat pada Gambar 9.3 di bawah ini.

bidang rata V = 0, seperti yang terlihat pada Gambar 9.3 di bawah ini. Gambar 9.3

Gambar 9.3 Bola menyinggung bidang

rata

17
17

Jika bidang rata V = 0 menyinggung bola S = 0 maka bidang rata V= 0 disebut juga dengan bidang singgungnya.

a. Misalkan

(

) dan

(

bola S = 0 dan bidang rata V = 0.

dengan pusat bola

) adalah titik singgung

b. Vektor ⃗⃗⃗⃗⃗⃗⃗ tegak lurus terhadap bidang rata V = 0, berarti vektor arah garis sama dengan vector normal bidang rata V yaitu:

[

]

[

] sehingga diperoleh :

 

⃗⃗⃗⃗⃗

*

+ ……. (1)

 

Bidang rata V melalui titik bidang rata.

 

(

) maka persamaan

 

(

)

(

)

(

)

(2)

c. Subsitusikan persamaan (1) ke persamaan (2) sehingga diperoleh garis

singgung bola S = 0 dititik

(

)

(

(

)

) adalah:

(

)

Berdasarkan proses diatas, dapat disimpulkan bahwa :

1) Jika

maka persamaan

bidang singgung di titik

 

(

) adalah:

 
 

(

)

(

)

(

)

2) Jika

(

)

(

)

(

)

maka

persamaan

bidang singgung di titik

(

) adalah:

 

(

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

3) Jika

,

maka

persamaan

bidang

singgung

dititik

(

) adalah:

 
18
18

Persamaan bidang singgung di atas mengikuti yaitu pergantian:

kaidah “Membagi Adil”

(

)

(

)

(

)

 

(

)

3. r < d berarti bola S = 0 tidak memotong dan tidak menyinggung bidang rata V = 0 seperti yang terlihat pada Gambar 9.4 di bawah ini.

V = 0 seperti yang terlihat pada Gambar 9.4 di bawah ini. Gambar 9.4 bola tidak

Gambar 9.4 bola tidak memotong maupun menyinggung bidang rata

G.

Kuasa Titik Pada Bola

(

(

)

Kuasa Titik Misalkan bola

)

dan misalkan titik

(

).

Definisi 1 Kuasa titik

) terhadap bola

(

) di defenisikan sebagai:

(

ada 3 kemungkinan nilai k yaitu:

Titik G di luar bola jika dan hanya jika k > 0 Titik G pada bola jika dan hanya jika k = 0

19
19

Titik G di dalam bola jika dan hanya jika k < 0 Arti Geometri dari Kuasa Titik Masalah 9.2 Misalkan bola dan titik G(x 1 , y 1 , z 1 ) adalah titik sebarang. Bagaimana cara

menentukan persamaan garis singgung bola jika titiknya di luar bola. Untuk menentukan persamaan garis lurus tersebut lakukanlah kegiatan di bawah ini dengan langkah-langkah sebagai berikut:

(

)

1. Perhatikan Gambar di bawah ini

sebagai berikut: ( ) 1. Perhatikan Gambar di bawah ini Gambar 9.4 Titik di luar bola

Gambar 9.4 Titik di luar bola

2. Tarik garis g melalui

(

). Misalkan cosinus arah g adalah:

[

] sehingga persamaan parameter garis g adalah :

{

……. (1)

Garis g ada yang menembus bola, ada yang menyinggung bola, dan ada yang tidak menyinggung atau tidak menembus bola.

20
20

3. Andaikan garis g tersebut menembus bola pada titik P dan Q untuk mencari titik tembus, subsitusikan persamaan (1) ke dalam persamaan bola S = 0 sehingga diperoleh:

,(

)

(

)

(

)

.…

(2)

-

Persamaan diatas adalah persamaan kuadrat dalam , ada beberapa ketentuan persamaan kuadrat tersebut yaitu :

1. Jika D > 0 maka persamaan kuadrat tersebut mempunyai dua buah akar dan yang berbeda.

2. Jika D = 0 maka persamaan kuadrat tersebut mempunyai dua buah akar dan yang konstan (sama).

3. Jika D < 0 maka persamaan kuadrat tersebut mempunyai dua buah akar dan yang imaginer.

Andaikan persamaan kuadrat (1) mempunyai dua akar yang berbeda yaitu dan .Berarti garis g menembus bola pada dua titik. Misalkan titik itu adalah titik P dan Q dengan :

dan

(

(

))

(

(

))

(

(

 

(

)

))

| | ……………………. Akar dari persamaan kuadrat (1)

(

(

))

(

(

))

(

(

))

21
21

(

)

|

| ……………………. Akar dari persamaan kuadrat (2)

(

)

|

||

|

 

|

|

 

|

|

Jadi,

(

)

|

(

)|

 

||

||

= Harga mutlak kuasa titik

(

)

Atau

Bila dari titik tertentu G ditarik garis sebarang yang memotong bola di P dan

Q maka harga (

= kuasa G, dan kalau G didalam bola maka harga negatifnya = kuasa G. Contoh soal:

Kuasa titik P(1, 2, 3) terhadap bola

) adalah konstan. Kalau G diluar bola maka harganya

.

Jawab :

Diketahui ( Ditanya Kuasa titik ? (

)

)

(

)

(

)

(titik P di luar bola S)

(

)

dan

(

)

22
22

H. Persamaan Bidang Kutub pada Bola

Misalkan persamaan bola

(

)

dan sebarang titik

(

).

Persamaan bidang kutub:

1. Perhatikan Gambar 9.5 (a) di bawah ini.

bidang kutub : 1. Perhatikan Gambar 9.5 (a) di bawah ini. Gambar 9.5 (a) Bola dan

Gambar 9.5 (a) Bola dan garis

2. Tarik garis g melalui titik G(x 1 , y 1 , z 1 ) sehingga menembus bola di P

dan Q.

3. Misalkan titik R(x O , y O , z O ) pada garis g sehingga titik P dan Q sekawan

haromonis

dengan

titik

G

dan

R.

Artinya

jika

GP

RP =

1

maka GQ

RQ

=

-

1. Seperti yang terlihat pada Gambar 9.5(b) di

bawah ini.

23
23
Gambar 9.5(b) Bola dan garis 4. Jika garis g digunakan, maka tempat kedudukan titik R

Gambar 9.5(b) Bola dan garis

4. Jika garis g digunakan, maka tempat kedudukan titik R merupakan suatu bidang rata, yang disebut dengan bidang kutub (bidang polar) bola S = 0, dengan titik kutubnya adalah titik G.

5. Misalkan persamaan bola = 0 dengan titik kutubnya

( ) maka koordinat titik P adalah:

Agar

(

)

(1)

= 0

…… (2)

6. Subsitusikan persamaan (1) ke (2) sehingga diperoleh persamaan bidang

kutub adalah

.

Contoh soal:

1. Tentukan bidang kutub bola dengan titik kutub (6, 4, -8)! Jawab:

Dengan kaidah membagi adil, bidang kutub:

(

(

)

(

)

)

(

) berarti diperoleh :

(

)

, dimana

24
24

2. Tentukan titik kutub dari bidang

Jawab :

terhadap bola

Bidang kutub bola

adalah

. Kita

identikan dengan titik kutub (6, -8,10)

atau

. Jadi, titik-

25
25

A.

BAB III

PENUTUP

Model CTL merupakan cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan. Model CTL mengandung unsur prosedur yang disusun secara teratur dan logis serta dituangkan dalam suatu rencana kegiatan untuk mencapai tujuan. Menurut Knowles (1977:133) dalam Sudjana (2005:14) Model CTL adalah pengorganisasian peserta didik di dalam upaya mencapai tujuan. Model berkaitan dengan teknik yaitu langkah- langkah yang ditempuh dalam metode untuk mengelola kegiatan pembelajaran. Langkah-langkah atau Sintaks Model Contextual Teaching and Learning (CTL):

Langkah-langkah pembelajaran CTL berpedoman pada prinsip pembelajarannya. Menurut sutardi dan sudiro (2007:106), “pembelajaran CTL

meliputi empat tahapan, yaitu invitasi, eksplorasi, penjelasan dan solusi serta pengambilan tindakan”.

1. Invitasi, siswa didorong agar mengemukakan pengetahuan awal tentang konsep yang dibahas. Bila perlu guru memancing dengan memberikan pertanyaan yang problematik tentang kehidupan sehari-hari.

2. Eksplorasi, siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian, perinterpretasian data dalam sebuah kegiatan yang telah dirancang oleh guru. Kemudian secara berkelompok siswa berdiskusi tentang masalah yang siswa bahas.

3. Penjelasan solusi, siswa menyampaikan, membuat model dan membuat rangkuman serta ringkasan hasil pekerjaan bimbingan guru.

4. Pengambilan tindakan, siswa dapat membuat keputusan menggunakan pengetahuan dan keterampilan, berbagai informasi dan gagasan,

26
26

B.

mengajukan pertanyaan lanjutan, mengajukan saran baik secara individu maupun secara kelompok yang berhubungan dengan pemecahan masalah. Penelitian Sebelum memulai pembelajaran, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dengan anggota antara tiga sampai dengan lima siswa. Setelah itu guru, memberikan beberapa bahan percobaan seperti bola plastik diameter sedang, kertas karton satu lembar, beras, gunting, dan lem/selotip. Untuk menanggulangi terhambatnya pembelajaran akibat bahan tidak terdistribusi secara merata, guru memeriksa kelengkapan setiap kelompok. Perlu diketahui bahwa keseluruhan pembelajaran model ini menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dibagikan kepada masing-masing kelompok. Langkah selanjutnya yaitu meminta siswa memulai kegiatan kelompoknya.

Secara umum, lankah-langkah pembelajaran dapat dilihat pada langkah-langkah berikut:

1. Siswa membelah menjadi dua yang sama, kemudian diukur diameter bola,

2. Siswa menentukan jari-jari bola,

3. Siswa membuat topi berbentuk kerucut dari kertas karton dengan diameter sama dengan diameter bola dan tinggi sama dengan jari-jari bola,

4. Siswa mengisi topi tersebut dengan beras hingga penuh, kemudian tuangkan kedalam belahan bola sampai penuh,

5. Siswa mengisi langkah-langkah pada LKS sehingga siswa dapat menentukan rumus volume bola,

6. Hasil kelompok ditempelkan di papan tulis,

7. Salah satu kelompok mempresetasikan hasil kerja kelompoknya sedangkan kelompok yang lain menanggapi, dan

8. Bagi kelompok yang paling bagus hasil penyajian dan selesai tepat waktu

diberi bintang sebagai penghargaan. Selanjutnya guru meminta siswa secara berkelompok membuat kesimpulan dari percobaan yang mereka lakukan yang terdiri atas (1) berapa kali mereka

27
27

menuangkan beras sehingga belahan bola pe-nuh, (2) mencari perbandingan volume bola dan volume kerucut sehingga medapatkan hubungan volume bola = … × volume kerucut, dan (3) menuliskan rumus volume bola. Untuk mematangkan pemahaman siswa, guru memberikan beberapa soal yang harus diselesaikan dengan rumus yang telah mereka temukan.Pembelajaran ini diakhiri dengan meminta setiap siswa membuat laporan tertulis secara individu yang berisikan langkah-langkah yang siswa lakukan dan beberapa pengalaman yang dialami sehingga mendapatkan rumus volume bola. Ini sangat penting untuk mengukur sejauh mana siswa dapat mempelajari dan memahami konsep volume bola dengan bekerja kelompok. Penelitian di atas dalam jurnal berjudul “Pemahaman Konsep Volume Bola dengan Model Pembelajaran Kontruktivisme dan Kontekstual pada siswa Kelas III SMP” Oleh Setya Dewi.

28
28

Daftar Pustaka

Ari Rosihan. 2012. Perspektif Matematika. Solo:Platinum

www. https://jurnaljpi.files.wordpress.com/2007/09/04-setya-dewi.pdf pada tanggal 04 November 2016 pukul 13.00

permukaan-bola-rumus-volume-bola.html pada tanggal 11 November 2016 pukul

14.24

November pukul 19.10

29
29