Anda di halaman 1dari 3

1.

Terdapat hubungan erat antara tingkat perkembangan masyarakat diukur dengan income
perkapita dan dinyatakan dalam GNP/jumlah penduduk, dan kebutuhan transportasi
dinyatakan dalam kendaraan x km, serta perkembangan masyarakat adalah normal.
Gambarkan dan jelaskan grafik hubungan tingkat perkembangan masyarakat dengan
transportasi dimaksud.
2. Jelaskan definisi, fungsi dan peranan rekayasa lalu lintas.
3. Sebutkan maksud dan tujuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009
serta apa yang dimaksud dengan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menurut undang-undang
tersebut.
4. Sebutkan maksud manajemen dan rekayasa lalu lintas serta yang bertanggung jawab dalam
kegiatan tersebut menurut Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011.
5. Sebutkan dan jelaskan elemen dan karakteristik arus lalu lintas.

Penyelesaian :
1. Grafik hubungan antara tingkat perkembangan masyarakat dengan transportasi mengikuti
kurva Gauss.

Stadium I : Merupakan tingkat perkembangan yang paling rendah. Perekonomian masih


sangat lemah pendapatan per kapita sangat rendah dibandingkan dengan taraf kebutuhan
hidup yang normal. Dalam stadium ini seluruh tenaga masyarakat dikerahkan untuk
meningkatkan taraf hidup dengan jalan meningkatkan produksi. Kebutuhan transportasi
kurang. Growth-rate kendaraan x km lebih rendah daripada growth-rate income per capita.
Stadium II : Merupakan titik perkembangan yang dikenal dengan istilah take off. Pada
stadium ini masyarakat mulai mengerahkan segala daya untuk meningkatkan transportasi
agar dapat menyalurkan semua kelebihan produksinya. Ini berarti dinamika masyarakat
tersebut menjadi tinggi.
Dalam stadium ini dengan dinamika masyarakat lebih dilipat gandakan, growth rate kend x
km relatif lebih besar daripada growth rate income per capita.
Stadium III : Merupakan tingkat perkembangan yang berimbang atau equilibrium, yang
dalam proses perkembangannya dinamika masyarakat selalu seimbang dengan kenaikan
tingkat pendapatan. Segala kelebihan pendapatan yang diperoleh akan mulai diinvertasikan
dalam sector lain di luar angkutan, misalnya kenaikan comfort, safety, convenient. Dalam
stadium ini growth rate kend x km seimbang dengan growth rate income per capita.
Stadium IV : Merupakan tingkat perkembangan yang terakhir. Dalam stadium ini garis
perkembangan kebutuhan transportasi dan garis perkembangan dinamika masyarakat akan
naik secara asimptotis terhadap garis batas.

2. Rekayasa lalu lintas adalah suatu penanganan yang berkaitan dengan perencanaan,
perancangan geometrik dan operasi lalu lintas jalan raya serta jaringannya, terminal,
penggunaan lahan serta keterkaitannya dengan moda transportasi untuk menghasilkan
keselamatan, kenyamanan serta efisiensi dalam pergerakan orang atau barang.
Beberapa fungsi dan peranan rekayasa lalu lintas antara lain:
Melakukan pengumpulan, analisis dan interpretasi data lalu lintas
Membuat perencanaan lalu lintas dan transportasi
Membuat perancangan geometrik jalan
Melaksanakan pengoperasian lalu lintas
Melakukan pendekatan-pendekatan lalu lintas

3. Maksud dan tujuan UU No. 22 Tahun 2009 yaitu untuk membina dan menyelenggarakan Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar melalui :
a) Kegiatan gerak pindah kendaraan, orang, dan atau barang di jalan ;
b) Kegiatan yang menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan; dan
c) Kegiatan yang berkaitan dengan registrasi dan identifikasi Kendaraan bermotor dan
Pengemudi, pendidikan berlalu lintas, Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, serta
penegakan hukum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diselenggarakan dengan tujuan:

a) Terwujudnya pelayanan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib,
lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian
nasional, memajukan kesejahteraan umum, memperkukuh persatuan dan kesatuan
bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa;
b) Terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa; dan
c) Terwujudnya penegakan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas Lalu Lintas,
Angkutan Jalan, Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Prasarana Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan, Kendaraaan, Pengemudi, Pengguna Jalan, serta pengelolaannya.

4. Manajemen dan rekayasa lalu lintas adalah serangkaian usaha dan kegiatan yang meliputi
perencanaan, pengadaan, pemasangan, pengaturan, dan pemeliharaan fasilitas
perlengkapan jalan dalam rangka mewujudkan, mendukung dan memelihara keamanan,
keselamatan, ketertiban, dan keselamatan lalu lintas.
Kegiatan manajemen dan rekayasa lalu lintas merupakan tanggung jawab:
a) Menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan
jalan untuk jalan nasional;
b) Menteri yang bertanggung jawab di bidang jalan untuk jalan nasional;
c) Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk jalan nasional, provinsi,
kabupaten/kota dan desa;
d) Gubernur untuk jalan provinsi;
e) Bupati untuk jalan kabupaten dan jalan desa; dan
f) Walikota untuk jalan kota.
5. Elemen arus lalu lintas terdiri dari manusia, kendaraan, dan jalan. Karakteristik arus lalu
lintas merupakan perilaku arus lalu lintas pada saat melewati suatu sistem jaringan jalan
tertentu pada wilayah tertentu.
Faktor yang mempengaruhi karakteristik arus lalu lintas antara lain :
Karakteristik jalan yang dilewati
Karakteristik pengemudi
Karakteristik kendaraan yang digunakan
Karakteristik lingkungan

Karakteristik jalan antara lain ukuran jalan, lokasi jalan (perkotaan, pedesaan dan tol),
keadaan permukaan jalan, kondisi geometrik jalan, dan klasifikasi jalan menurut fungsinya.

Karakteristik kendaraan antara lain daerah pandangan, tahanan guling, tahanan udara,
tahanan akibat kelandaian, tahanan akibat tikungan, tahanan kelembaman, kekuatan mesin,
dan perbandingan berat kendaraan dengan kekuatan mesin.

Karakteristik pengemudi antara lain karakter pengemudi, kondisi fisik pengemudi seperti
penglihatan, pendengaran, waktu reaksi, usia,dll.

Karakteristik lingkungan antara lain tata guna tanah dan aktivitasnya, kondisi cuaca dan jarak
pandang, fasilitas prasarana transportasi yang tersedia (rute, terminal, rambu, dll)