Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan
menginformasikan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian
sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan
produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang
berarti "penutup".
Secara ilmiah kulit adalah lapisan terluar yang terdapat diluar jaringan yang terdapat pada
bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh, kulit merupakan organ yang paling
luas permukaan yang membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung
tubuh terhadap bahaya bahan kimia.
Cahaya matahari mengandung sinar ultra violet dan melindungi terhadap mikroorganisme
serta menjaga keseimbangan tubuh. misanya menjadi pucat, kekuning-kunigan, kemerah-
merahan atau suhu kulit meningkat.
Ganguan psikis juga dapat mengakibatkan kelainan atau perubahan pada kulit misanya
karna stress.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan sistem integumen?
2. Apa fungsi dari sistem integumen?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang sistem integument
2. Untuk mengetahui fungsi sistem integument
BAB II
TEORITIS

2.1 STRUKTUR SISTEM INTEGUMEN


Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut sebagai
sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas. Sistem ini terdiri atas
kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku, rambut, kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor
saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal). Berikut ini adalah
bagian-bagian dari sistem integumen :
1. EPIDERMIS
Epidermis sering kita sebut sebagai kuit luar. Epidermis merupakan lapisan teratas pada
kulit manusia dan memiliki tebal yang berbeda-beda : 400-600 m untuk kulit tebal (kulit pada
telapak tangan dan kaki) dan 75-150 m untuk kulit tipis (kulit selain telapak tangan dan kaki,
memiliki rambut). Selain sel-sel epitel, epidermis juga tersusun atas lapisan:

Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis.


Melanosit (sel pigmen) terdapat di bagian dasar epidermis. Melanosit menyintesis dan
mengeluarkan melanin sebagai respons terhadap rangsangan hormon hipofisis anterior, hormon
perangsang melanosit (melanocyte stimulating hormone, MSH). Melanosit merupakan sel-sel
khusus epidermis yang terutama terlibat dalam produksi pigmen melanin yang mewarnai kulit
dan rambut. Semakin banyak melanin, semakin gelap warnanya. Sebagian besar orang yang
berkulit gelap dan bagian-bagian kulit yang berwarna gelap pada orang yang berkulit cerah
(misal puting susu) mengandung pigmen ini dalam jumlah yang lebih banyak. Warna kulit yang
normal bergantung pada ras dan bervariasi dari merah muda yang cerah hingga cokelat. Penyakit
sistemik juga akan memengaruhi warna kulit . Sebagai contoh, kulit akan tampak kebiruan bila
terjadi inflamasi atau demam. Melanin diyakini dapat menyerap cahaya ultraviolet dan demikian
akan melindungi seseorang terhadap efek pancaran cahaya ultraviolet dalam sinar matahari yang
berbahaya.
Sel Langerhans, yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum tulang, yang
merangsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan merepresentasikan antigen
kepada sel Limfosit T. Dengan demikian, sel Langerhans berperan penting dalam
imunologi kulit.Sel-sel imun yang disebut sel Langerhans terdapat di seluruh
epidermis. Sel Langerhans mengenali partikel asing atau mikroorganisme yang masuk
ke kulit dan membangkitkan suatu serangan imun. Sel Langerhans mungkin
bertanggungjawab mengenal dan menyingkirkan sel-sel kulit displastik dan
neoplastik. Sel Langerhans secara fisik berhubungan dengan saraf-sarah simpatis ,
yang mengisyaratkan adanya hubungan antara sistem saraf dan kemampuan kulit
melawan infeksi atau mencegah kanker kulit. Stres dapat memengaruhi fungsi sel
Langerhans dengan meningkatkan rangsang simpatis. Radiasi ultraviolet dapat
merusak sel Langerhans, mengurangi kemampuannya mencegah kanker.

Sel Merkel, yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris dan
berhubungan fungsi dengan sistem neuroendokrin difus.

Keratinosit, yang secara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam
sebagai berikut:
1. Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng, tanpa inti dengan
sitoplasma yang dipenuhi keratin. Lapisan ini merupakan lapisan terluar dimana
eleidin berubah menjadi keratin yang tersusun tidak teratur sedangkan serabut
elastis dan retikulernya lebih sedikit sel-sel saling melekat erat.
2. Stratum Lucidum, tidak jelas terlihat dan bila terlihat berupa lapisan tipis yang
homogen, terang jernih, inti dan batas sel tak terlihat. Stratum lucidum terdiri dari
protein eleidin.
3. Stratum Granulosum, terdiri atas 2-4 lapis sel poligonal gepeng yang
sitoplasmanya berisikan granul keratohialin. Pada membran sel terdapat granula
lamela yang mengeluarkan materi perekat antar sel, yang bekerja sebagai
penyaring selektif terhadap masuknya materi asing, serta menyediakan efek
pelindung pada kulit.
4. Stratum Spinosum,tersusun dari beberapa lapis sel di atas stratum basale. Sel pada
lapisan ini berbentuk polihedris dengan inti bulat/lonjong. Pada sajian mikroskop
tampak mempunyai tonjolan sehingga tampak seperti duri yang disebut spina dan
terlihat saling berhubungan dan di dalamnya terdapat fibril sebagai intercellular
bridge.Sel-sel spinosum saling terikat dengan filamen; filamen ini memiliki
fungsi untuk mempertahankan kohesivitas (kerekatan) antar sel dan melawan efek
abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat di daerah yang
berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki.
5. Stratum Basal/Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada epidermis,
tersusun dari selapis sel-sel pigmen basal , berbentuk silindris dan dalam
sitoplasmanya terdapat melanin. Pada lapisan basile ini terdapat sel-sel mitosis.

2. DERMIS
Dermis atau cutan (cutaneus), yaitu lapisan kulit di bawah epidermis. Penyusun utama
dari dermis adalah kolagen. Membentuk bagian terbesar kulit dengan memberikan kekuatan dan
struktur pada kulit, memiliki ketebalan yang bervariasi bergantung pada daerah tubuh dan
mencapai maksimum 4 mm di daerah punggung.
Dermis terdiri atas dua lapisan dengan batas yang tidak nyata, yaitu stratum papilare dan
stratum reticular.
1. Stratum papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri atas
jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast, sel mast, makrofag, dan
leukosit yang keluar dari pembuluh (ekstravasasi). Lapisan papila dermis berada
langsung di bawah epidermis tersusun terutama dari sel-sel fibroblas yang dapat
menghasilkan salah satu bentuk kolagen, yaitu suatu komponen dari jaringan ikat.
Dermis juga tersusun dari pembuluh darah dan limfe, serabut saraf , kelenjar keringat
dan sebasea, serta akar rambut. Suatu bahan mirip gel, asam hialuronat, disekresikan
oleh sel-sel jaringan ikat. Bahan ini mengelilingi protein dan menyebabkan kulit
menjadi elastis dan memiliki turgor (tegangan). Pada seluruh dermis dijumpai
pembuluh darah, saraf sensorik dan simpatis, pembuluh limfe, folikel rambut, serta
kelenjar keringat dan palit.
2. Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas jaringan
ikat padat tak teratur (terutama kolagen tipe I)

3. RAMBUT DAN KULIT


Kulit manusia mempunyai ketebalan yang bervariasi, muIai dari 0,5 mm sampai 5 mm,
dengan luas permukaan sekitar 2 m dan berat sekitar 4 kg. Kulit dalam bahasa Latin dinamakan
cutis dan di bagian bawahnya terdapat lapis an bemama subcutis.Jika kulit dicubit dan diangkat,
kulit itu terasa longgar terhadap lapisan subcutis di bawahnya. Lapisan subcutis ini sering
menjadi temp at untuk suntikan obat tertentu. Lapisan kulit sendiri terdiri dari dermis di sebelah
dalam dan lapisan epidermis di sebelah luar.
Dokter ahli penyakit kulit disebut dermatolog. Lapisan paling luar dibentuk oleh zat
tanduk (keratin) pada lapisan cornium yang dibentuk oleh sel kulit yang sudah tua. Pada orang
tertentu bagian kulit ini memberi gambaran seperti sisik tipis. Lapisan ini akan terlepas pada saat
digosok waktu mandi dan lapisan di bawahnya akan mengisi lapisan yang lepas. Lapisan paling
dalam dari epidermis dinamakan lapisan basal atau stratum germinativum. Disini ditemukan sel-
sel yang membelah diri dan membentuk sel kulit baru yang selanjutnya bergeser ke lapisan lebih
atas sehingga suatu saat menjadi lapisan cornium. Pigmen melanin yang memberi wama pada
kulit terdapat di lapisan ini. Untuk mencapai lapisan paling atas, sel-sel ini membutuhkan waktu
sekitar 5-6 minggu. Dengan demikian, setiap 4-5 minggu manusia sebenamya mengalami
pergantian kulit.ltu berarti juga bahwa obat jamur yang dimakan, yang akan melekat pada lapisan
basal barn akan membunuh semua jamur setelah sekitar 5 minggu, sesudah lapisan itu menjadi
lapisan corneum. Berikut adalah penjelasan tentang kulit berkaitan dengan struktur, derivat, dan
rambut :
Kulit Tebal dan Kulit Tipis
Kulit tebal, distribusinya terutama pada telapak tangan, dan pada umumnya daerah ini
tidak berambut. Lapisan epidermisnya sangat tebal tebal, terutama stratum korneum. Kulit tebal,
apabila dilihat dengan kaca pembesar tampak lekukan dan penonjolan dengan pola khas
membentuk cap jari/sidik jari yang akan menetap seumur hidup dan dapat untuk menentukan
identitas seseorang.
Kulit tipis, distribusinya pada lapisan tubuh yang dibungkus kulit kecuali kulit telapak.
Kulit tipis pada umumnya berambut dan epidermisnya tipis. Kulit paling tipis terdapat pada
kelopak mata yang ketebalannya kurang dari 0.5 mm dan kulit paling tebal terletak pada
punggung dan bahu yang ketebalannya lebih dari 5 mm. Pada bagian extensor lebih tebal
daripada fleksor. Kulit ini mempunyai kelompok sudorifera, folikel rambut dan kelenjar sebasea.
Penonjolan dan lekukan tidak seperti pada kulit tebal. Lapisan epidermis dari kulit tipis lebih
tipis dibanding kulit tebal, dengan stratum basale yang sama tebalnya dengan kulit tebal, stratum
spinosum lebih tipis, lapisan granulosum tidak jelas membentuk lapisan kontinyu, terdiri dari
selapis sel-sel dan granula keratohialin, stratum lusidum tidak ada dan stratum korneum relatif
tipis. Lapisan dermis pada kulit tipis tidak mengikuti permukaan kulit, relatif datar dan stratum
papillare yang teratur. Serabut elastis pada dermis di stratum papilare membentuk anyaman
sangat halus dibawah epitel dan pada stratum retikulare kasar dan tidak teratur di antara sel
kolagen di sekitar folikel rambut dan kelenjar sudorifera. Jumlah serabut elastis tidak begitu
banyak tapi lebih berperan dalam menentukan elastisitas kulit.
Derivat-Derivat Kulit
Derivat kulit atau disebut Skin Appendages/adnexa kulit merupakan struktur tambahan
kulit. Derivat kulit berasal dari epidermis, terdiri dari kelenjar sudorifera, kelompok sebasea,
rambut dan folikel rambut serta kuku. Nama lainnya appendages kulit / adneksa kulit / struktur
tambahan kulit.
Menurut cara pengeluaran hasil sekresinya kelenjar kulit dibagi dalam kelenjar merokrin,
apokrin, holokrin. Kelenjar keringat tipe merokrin didapatkan pada hampir seluruh permukaan
kulit terutama pada telapak tangan dan kaki. Kelenjar keringat tipe apokrin didapatkan pada
aksila dan areola mamma dan kelenjar tipe holokrin pada ternak.
a) Kelenjar Sudorifera
Kelenjar sudorifera merupakan kelenjar tubulus sederhana berselubung-selubung yang
terletak pada bagian dalam dermis. Kelenjar sudorifera ini terutama terdapat pada kulit tebal
(telapak tangan kurang lebih 3000/mm), terdiri dari bagian sekretorikdan bagian exretorik.
Bagian sekretorik merupakan bagian yang letaknya langsung dibawah dermis dalam
jaringan subkutan, bentuk bergulung-gulung dan berkelok-kelok terdiri atas sel-sel kollumner
selapis, susunan tak teratur. Disini inti relatif kecil, sitoplasma berisi pigmen dan vakuola, lumen
lebih besar dibanding tebal dinding. Pada kelenjar kecil epitel langsung menempel pada
membrana basalis, sedangkan pada kelenjar yang besar di luar epitel ada mioepitel kemudian
menempel membrana basalis. Sel mioepitel berbentuk fusiform seperti sel otot berasal dari
ektoderm berjalan spiral / longitudinal. Sel ini dapat berkontraksi untuk pengeluaran keringat.
Bagian exkretorik berperan dalam mengalirkan keringat. Tubulus berjalan agak spiral
pada dermis kemudian melalui ujung interpapillary pegs menuju ke epidermis. Dindingnya, pada
dermis terdiri dari 2 lapis sel kuboid yang tercat lebih gelap, sedangkan pada epidermis terdiri
dari sel-sel epidermis yang tersusun konsentris. Lumen exkretorik lebih kecil dari lumen
sekretorik. Kelenjar keringat tidak di dapatkan pada dasar kuku, preputium penis dan glans penis.
b) Kelenjar Sebasea (lemak)
Kelenjar sebasea terdapat pada seluruh permukaan tubuh, kecuali telapak tangan dan
kaki. Kelenjar sebasea ini hampir selalu berhubungan dengan folikel rambut kecuali pada papila
mama, labila minora, bibir, sudut mulut dan kelenjar meiboom. Pada kulit hidung lebih banyak
kelenjar sebasea dari folikel rambut. Bentuknya alveoler sederhana atau bercabang, tipe
holokrin. Sel-selnya terdiri dari beberapa lapis sel diatas membrana basalis dan diluarnya diliputi
jaringan ikat halus.
Sekresi dari kelenjar ini disebut sebum yang pembentukannya diawali dari proliferasi sel-
sel basal, pendorongan sel-sel hasil poliferasi kearah lumen, akumulasi tetesan-tetesan lemak
dalam sitoplasma, sehingga sel-sel membesar, nekrosis sel-sel yang jauh dari basal : inti piknotik
atau hilang. Beberapa sel mengandung keratohialin. Kearah bagian leher kelenjar (saluran
keluarnya), sel-sel kelenjar hancur, membentuk sekret sebum. Sebum terdiri dari lemak, butir-
butir keratohialin, keratin dan sisa-sisa sel. Fungsi sebum untuk meminyaki rambut dan
permukaan kulit. Untuk setiap lembar rambut terdapat sebuah kelenjar sebasea yang sekretnya
akan melumasi rambut dan membuat rambut menjadi lunak, serta lentur. Kelenjar sebasea
banyak terdapat di wajah, dada, dan punggung. Testosteron meningkatkan ukuran kelenjar
sebasea dan pembentukan sebum. Kadar testosteron meningkat pada pria dan wanita selama
pubertas.
c) Rambut dan folikel rambut
Rambut terdiri dari :
- Batang : diatas permukaan kulit
- Akar : bagian rambut di dalam kulit

Folikel rambut : merupakan jaringan yang meliputi akar rambut


Pertumbuhan rambut dimulai pada bulan ke 3 masa janin. Mula-mula epidermis
mengalami invasi ke dermis. Pertumbuhan rambut pertama kali terjadi pada daerah : alis, dagu,
bibir atas selanjutnya diikuti bagian lain yang akan di tutup kulit tipis. Invasi epidermis ini akan
menjadi folikel rambut yang nantinya akan tumbuh menjadi rambut.
Pada bulan ke 5 sampai ke 6 janin mempunyai rambut yang sangat halus yang disebut
Lanugo. Sebelum lahir Lanugo rontok, kecuali pada daerah : alis, kelopak mata dan kulit kepala.
Beberapa bulan setelah lahir, rambut-rambut ini rontok, diganti yang lebih kasar yang disebut
vellus. Pada masa puber : tumbuh rambut di sekitas axila dan pubes. Pada pria juga tumbuh
kumis, jenggot, dan lain-lain.
Rambut kasar terdapat pada : kepala, alis dan tumbuh pada masa puber, disebut sebagai
Terminal Hairs.
Keratin Rambut
Ada 2 macam keratin rambut, yaitu :
1) Keratin Lunak : terdapat pada seluruh permukaan kulit, terutama kulit tebal,
yaitu pada bagian Medula rambut. Secara Histologis : terlihat perubahan sel-
sel epidermis : mula-mula sitoplasma mengandung keratohialin berubah
menjadi sel-sel jernih (Str. Lusidum), dan selanjutnya sel-sel mengalami
keratinisasi kemudian desquamasi.
2) Keratin keras : terdapat pada kuku, kutikula dan kortex rambut.
Pembentukannya tidak melalui butir-butir keratohialin, Str. Lusidum, tetapi
perubahannya terjadi perlahan-lahan dari sel-sel epidermis yang tetap hidup,
menjadi keratin. Keratin keras bersifat keras, tidak mengalami desquamasi
dan lebih banyak mengandung sullfur.
Struktur
1) Struktur Rambut
Rambut terdiri dari : medula yang terdiri dari keratin lunak dan kortex serta kutikula yang
terdiri dari keratin keras.
Medula : Merupakan bagian tengah rambut, terdiri dari sel-sel yang mengalami keratinisasi.
Sel-selnya terpisah satu sama lain, dan antara sel-sel kadang-kadang terdapat udara /
cairan. Bagian ini tak terdapat pada rambut tipis / halus.
Kortex : Merupakan bagian terbesar dari rambut, terdiri dari sel-sel berbentuk runcing, yang
mengalami keratinisasi dan banyak mengandung pigmen.
Kutikula : Merupakan membran tipis, terdiri dari sel-sel pipih/gepeng yang mengalami
keratinisasi, transparan. Secara mikroskopis tersusun seperti genting, terdiri dari 1-3
lapis sel-sel yang sebagian mengalami keratinisasi.
2) Struktur Folikel Rambut
Folikel rambut terdiri dari kompnen dermis dan epidermis. Pada dasarnya folikel rambut
bagian dermis terlihat menonjol, disebut papila yang terdiri dari : jaringan ikat, pembuluh darah
dan sel-sel saraf.
Bagian luar papila diliputi sel-sel epitel yang disebut germinal matri, dan ujung folikel
rambut tampak membesar. Sel-sel germinal matrik (puncak papila) berproliferasi membentuk
rambut yang dapat tumbuh terus.
- Bagian sentral Germinal Matrik (puncak papila) membentuk bagian medula rambut
dan kortex.
- Bagian perifer membentuk selubung akar rambut :
Selubung akar dalam
Selubung akar luar
Selubung akar dalam hanya pada bagian bawah folikel terdiri dari 3 lapisan :
1. Kutikula, merupakan lapisan dalam, dekat kutikula dari kortek rambut dan terdiri
dari sel-sel pipih.
2. Lapisan Husley, merupakan lapisan tengah.
3. Lapisan Henle, yaitu lapisan luar, terdiri dari 1 lapis sel yang seluruhnya mengalami
keratinisasi.
Sel-sel selubung akar dalam mempunyai keratohialin yang bersifat asidofil dan disebut
granula trichohyalin, yang dengan H.E. tampak kemerahan.
Selubung akar luar terletak pada dasar folikel, lanjutan dari Germinal Matrix, hanya terdiri dari
1 lapis sel-sel sesuai stratum basale epidermis. Lebih ke atas, sel-sel terdiri dari beberapa lapis,
sesuai lapisan epidermis.
Selubung Jaringan Ikat merupakan dermis yang langsung berhubungan / menyelubungi folikel
rambut. Dipisahkan dari selubung akar luar oleh membran basales.
Musculus Erector Pili merupakan otot polos yang melekat pada pertengahan selubung jaringan
ikat, ujung lainnya berakhir pada stratum papillare dermis, dengan arah miring ke atas. Kontraksi
otot ini menyebabkan : rambut berdiri tegak, kulit melekuk, dan sekret kelenjar sebasea keluar.
Inervasinya berasal dari serabut saraf simpatis.

Warna rambut
Warna rambut tergantung kualitas dan kuantitas pigmen korteks. Bila sedikit / kurang
tampak putih. Campuran rambut putih dan berpigmen, tampak abu-abu (uban). Rambut coklat
atau hitam disebabkan oleh adanya melanin. Melanosit terdapat pada matrix folikel rambut, yang
dapat mengalami mitosis. Melanosit kemudian akan terdorong ke atas.
Vaskularisasi Kulit
Aliran darah untuk kulit berasal dari subkutan tepat di bawah dermis. Arteri membentuk
anyaman yang disebut retecutaneum yaitu anyaman pembuluh darah di jaringan subkutan, tepat
di bawah dermis. Cabang-cabang berjalan ke superficial dan ke dalam. Fungsi vaskularisasi yang
ke dalam ini adalah untuk memelihara jaringan lemak dan folikel rambut.
Cabang yang menembus stratum reticulare, memberi cabang ke : folikel rambut, kelenjar
keringat dan kelenjar sebasea.
Pada perbatasan Str. Reticullare Str. Papilare membentuk anyaman ke 2 yang disebut Rete
Sub Papillare berupa pembuluh darah yang lebih kecil. Arteriole-arteriole dari retesubpapillare
berjalan ke arah epidermis dan berubah menjadi anyaman kapiler (capilary beds). Pembuluh
kapiler ini terdapat pada tepat di bawah epidermis, sekitar matrik folikel rambut, papila folikel
rambut, sekitar kelenjar keringat dan sebasea. Selain itu di bagian superfisial di stratum
retikulare terdapat anyaman pembuluh darah yang disebut pleksus papilaris.
Pada keadaan temperatur udara lebih rendah dari tubuh maka kapiler venulae di stratum
papilare dan subpapilare menyempit sehingga temperatur tubuh tidak banyak yang hilang. Bila
udara panas kelenjar keringat aktif memproduksi keringat kapiler dan venulae dilatasi penguapan
keringat.

2.2 HIPODERMIS ATAU SUBKUTAN


Jaringan Subkutan atau hipodermis merupakan lapisan kulit yang paling dalam. Lapisan
ini terutama berupa jaringan adiposa yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur
internal seperti otot dan tulang. Banyak mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe dan
syaraf juga terdapat gulungan kelenjar keringat dan dasar dari folikel rambut. Jaringan ini
memungkinkan mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas tubuh
(Holbrook,1991). Lemak atau gajih akan bertumpuk dan tersebar menurut jenis kelamin
seseorang, dan secara parsial menyebabkan perbedaan bentuk tubuh laki-laki dengan perempuan.
Makan yang berlebihan akan meningkatkan penimbunan lemak di bawah kulit. Jaringan
subkutan dan jumlah lemak yang tertimbun merupakan faktor penting dalam pengaturan suhu
tubuh. Tidak seperti epidermis dan dermis, batas dermis dengan lapisan ini tidak jelas.
Pada bagian yang banyak bergerak jaringan hipodermis kurang, pada bagian yan melapisi
otot atau tulang mengandung anyaman serabut yang kuat. Pada area tertentu yng berfungsi
sebagai bantalan (payudara dan tumit) terdapat lapisan sel-sel lemak yang tipis. Distribusi lemak
pada lapisan ini banyak berperan dalam pembentukan bentuk tubuh terutama pada wanita.

2.3 FUNGSI SISTEM INTEGUMEN


Kulit memiliki banyak fungsi, yang berguna dalam menjaga homeostasis tubuh. Fungsi-
fungsi tersebut dapat dibedakan menjadi fungsi proteksi, absorpsi, ekskresi, persepsi, pengaturan
suhu tubuh (termoregulasi), dan pembentukan vitamin D.
1. Fungsi proteksi
Kulit menyediakan proteksi terhadap tubuh dalam berbagai cara sebagai yaitu berikut:
Keratin melindungi kulit dari mikroba, abrasi (gesekan), panas, dan zat kimia.
Keratin merupakan struktur yang keras, kaku, dan tersusun rapi dan erat seperti batu
bata di permukaan kulit.
Lipid yang dilepaskan mencegah evaporasi air dari permukaan kulit dan dehidrasi;
selain itu juga mencegah masuknya air dari lingkungan luar tubuh melalui kulit.
Sebum yang berminyak dari kelenjar sebasea mencegah kulit dan rambut dari
kekeringan serta mengandung zat bakterisid yang berfungsi membunuh bakteri di
permukaan kulit. Adanya sebum ini, bersamaan dengan ekskresi keringat, akan
menghasilkan mantel asam dengan kadar pH 5-6.5 yang mampu menghambat
pertumbuhan mikroba.
Pigmen melanin melindungi dari efek dari sinar UV yang berbahaya. Pada stratum
basal, sel-sel melanosit melepaskan pigmen melanin ke sel-sel di sekitarnya. Pigmen
ini bertugas melindungi materi genetik dari sinar matahari, sehingga materi genetik
dapat tersimpan dengan baik. Apabila terjadi gangguan pada proteksi oleh melanin,
maka dapat timbul keganasan.
Selain itu ada sel-sel yang berperan sebagai sel imun yang protektif. Yang pertama
adalah sel Langerhans, yang merepresentasikan antigen terhadap mikroba. Kemudian
ada sel fagosit yang bertugas memfagositosis mikroba yang masuk melewati keratin
dan sel Langerhans.
2. Fungsi absorpsi
Kulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap material larut-lipid seperti vitamin A,
D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon dioksida. Permeabilitas kulit terhadap
oksigen, karbondioksida dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi
respirasi. Selain itu beberapa material toksik dapat diserap seperti aseton, CCl 4, dan merkuri.
Beberapa obat juga dirancang untuk larut lemak, seperti kortison, sehingga mampu berpenetrasi
ke kulit dan melepaskan antihistamin di tempat peradangan. Kemampuan absorpsi kulit
dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme dan jenis vehikulum.
Penyerapan dapat berlangsung melalui celah antarsel atau melalui muara saluran kelenjar; tetapi
lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada yang melalui muara kelenjar.
3. Fungsi ekskresi
Kulit juga berfungsi dalam ekskresi dengan perantaraan dua kelenjar eksokrinnya, yaitu
kelenjar sebasea dan kelenjar keringat:
- Kelenjar sebasea
Kelenjar sebasea merupakan kelenjar yang melekat pada folikel rambut dan melepaskan
lipid yang dikenal sebagai sebum menuju lumen. Sebum dikeluarkan ketika muskulus arektor
pili berkontraksi menekan kelenjar sebasea sehingga sebum dikeluarkan ke folikel rambut lalu ke
permukaan kulit. Sebum tersebut merupakan campuran dari trigliserida, kolesterol, protein, dan
elektrolig. Sebum berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri, melumasi dan memproteksi
keratin.
- Kelenjar keringat
Walaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar 400 mL air dapat keluar dengan cara
menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Seorang yang bekerja dalam ruangan
mengekskresikan 200 mL keringat tambahan, dan bagi orang yang aktif jumlahnya lebih banyak
lagi. Selain mengeluarkan air dan panas, keringat juga merupakan sarana untuk mengekskresikan
garam, karbondioksida, dan dua molekul organik hasil pemecahan protein yaitu amoniak dan
urea. Terdapat dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar keringat apokrin dan kelenjar keringat
merokrin.
- Kelenjar keringat apokrin terdapat di daerah aksila, payudara dan pubis, serta aktif pada
usia pubertas dan menghasilkan sekret yang kental dan bau yang khas. Kelenjar keringat
apokrin bekerja ketika ada sinyal dari sistem saraf dan hormon sehingga sel-sel
mioepitel yang ada di sekeliling kelenjar berkontraksi dan menekan kelenjar keringat
apokrin. Akibatnya kelenjar keringat apokrin melepaskan sekretnya ke folikel rambut
lalu ke permukaan luar.
- Kelenjar keringat merokrin (ekrin) terdapat di daerah telapak tangan dan kaki. Sekretnya
mengandung air, elektrolit, nutrien organik, dan sampah metabolisme. Kadar pH-nya
berkisar 4.0 6.8. Fungsi dari kelenjar keringat merokrin adalah mengatur temperatur
permukaan, mengekskresikan air dan elektrolit serta melindungi dari agen asing dengan
cara mempersulit perlekatan agen asing dan menghasilkan dermicidin, sebuah peptida
kecil dengan sifat antibiotik.
4. Fungsi persepsi
Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Terhadap
rangsangan panas diperankan oleh badan-badan Ruffini di dermis dan subkutis. Terhadap dingin
diperankan oleh badan-badan Krause yang terletak di dermis, badan taktil Meissner terletak di
papila dermis berperan terhadap rabaan, demikian pula badan Merkel Ranvier yang terletak di
epidermis. Sedangkan terhadap tekanan diperankan oleh badan Paccini di epidermis. Saraf-saraf
sensorik tersebut lebih banyak jumlahnya di daerah yang erotik.
5. Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)
Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) melalui dua cara:
pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di pembuluh kapiler. Pada saat suhu tinggi,
tubuh akan mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak serta memperlebar pembuluh darah
(vasodilatasi) sehingga panas akan terbawa keluar dari tubuh. Sebaliknya, pada saat suhu rendah,
tubuh akan mengeluarkan lebih sedikit keringat dan mempersempit pembuluh darah
(vasokonstriksi) sehingga mengurangi pengeluaran panas oleh tubuh.
6. Fungsi pembentukan vitamin D
Sintesis vitamin D dilakukan dengan mengaktivasi prekursor 7 dihidroksi kolesterol
dengan bantuan sinar ultraviolet. Enzim di hati dan ginjal lalu memodifikasi prekursor dan
menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin D yang aktif. Calcitriol adalah hormon yang berperan
dalam mengabsorpsi kalsium makanan dari traktus gastrointestinal ke dalam pembuluh darah.
Walaupun tubuh mampu memproduksi vitamin D sendiri, namun belum memenuhi kebutuhan
tubuh secara keseluruhan sehingga pemberian vitamin D sistemik masih tetap diperlukan.
Pada manusia kulit dapat pula mengekspresikan emosi karena adanya pembuluh darah, kelenjar
keringat, dan otot-otot di bawah kulit.

2.4 STRUKTUR KULIT BAYI

Kulit bayi yang strukturnya masih sangat halus dan lembut, memiliki fungsi yang sama dengan
kulit orang dewasa. Kulit bayi melindungi organ-organ sensitif di dalam tubuh, menjaga agar
bayi berada pada suhu yang tepat - dengan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan suhu
tubuh, bulu-bulu halus di permukaan kulit berfungsi menghangatkan, dan ribuan ujung syaraf
sensitif pada kulit, adalah penghubung antara tubuh bayi dengan dunia luar.

Kulitnya Saat Lahir. Di awal kelahirannya, kulit bayi belum sesempurna yang kita bayangkan.
Justru terlihat seram, sebab:
Permukaannya berselaput vernix caseosa - berfungsi sebagai pelindung kulit di dalam
rahim. Lapisan itu bertahan pada minggu pertama, setelah itu mengelupas, seolah-olah
bayi berganti kulit. Setelah lapisan itu luruh, barulah muncul kulit bayi yang sebenarnya.
Terkadang ditumbuhi bulu-bulu halus yang disebut lanugo, yang dibawa sejak di dalam
rahim.
Kulit tampak keriput, permukaannya lebih tipis sehingga pembuluh darah dapat
membayang.
Berwarna kemerahan, kemudian berubah menjadi kuning akibat produksi bilirubin di
dalam darah - warna kuning akan hilang dalam 2X 24 jam. Pada beberapa bayi, kulit
baru lahir berwarna sangat merah, biru atau pucat, yang menandakan adanya gangguan
kesehatan, misalnya kurang pasokan oksigen.
Meski struktur dan komponen kulit bayi baru lahir sudah lengkap, sebagaimana organ
tubuh bayi yang lain, kulit tersebut belum berfungsi sempurna, misalnya:
Produksi kelenjar keringat lebih sedikit, sehingga bayi jarang berkeringat. Itu sebabnya,
kita harus mengupayakan suhu tubuhnya stabil dengan memastikan bayi tidak kedinginan
atau kepanasan.
Kulitnya masih rentan terhadap iritasi, infeksi dan alergi, karena zat imunitas pada kulit
belum kuat dan struktur kulit lebih renggang serta tipis.

Kulit masih sedikit memroduksi melanin (pigmen yang berfungsi melindungi kulit dari
sinar matahari) sehingga kandungan air pada kulit lebih cepat menguap dan lebih mudah
terbakar sinar ultraviolet.

Seiring pertumbuhannya, kulit bayi mengalami pekembangan, yaitu lapisan pelindung


vernix casiosa sedikit demi sedikit terlepas, lapisan kulit menebal meski tetap halus dan lembut,
kulit berwarna kemerahan, kelenjar keringat mulai berproduksi normal dan zat imunitas pada
kulit semakin kuat.
Struktur kulit bayi dengan orang dewasa berbeda. Bila dilihat menggunakan
mikroskop, perbedaan tersebut akan terlihat, yaitu: struktur kulit bayi lebih renggang, lebih tipis,
ikatan antar sel lebih longgar, produksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak lebih sedikit. Jika
dianalogikan, struktur kulit bayi tampak bak susunan batu bata yang renggang.
2.5 STRUKTUR KULIT REMAJA HINGGA DEWASA
Remaja
Di masa kanak-kanak, hampir semua memiliki kulit yang sangat sempurna sehingga
hampir berkilau dalam kegelapan. Pubertas menandakan transisi besar dalam kulit,
menjadikannya berminyak sehingga pori-pori cenderung tersumbat. Akan tetapi, terlepas dari
jerawat, perubahan tersebut positif karena minyak melindungi kulit dari dehidrasi, menjaganya
tetap lembut dan lembab. Sementara itu sel kulit mengalami regenerasi secara cepat, berjalan
dari lapisan basal ke epidermis hanya dalam 28 hari.
Kulit remaja juga memiliki kemampuan mengganti kerusakan berupa bintik-bintik yang
muncul dipermukaan kulit.Kolagen dan elastin dalam jaringan ikat pada remaja masih masih
membentuk mata rantai menyatu yang sempurna, menjadikan kulit kenyal dan kencang.
Meskipun paparan sinar matahari mungkin telah merusak lapisan bawah kulit yang sangat halus,
kerusakan tersebut belum sampai ke permukaan.
Dua Puluhan

Garis-garis ekspresi mulai terbentuk, khususnya di antara alis, sudut luar mata dan dahi.
Pergantian sel menurun secara bertahap, menjadi setengah kali lebih lambat pada usia 25-30
tahun. Stratum korneum menjadi lebih tebal dan kurang fleksibel. Jaringan ikat muli kehilangan
daya pegasnya, terutama mereka yang gemar berlibur di bawah sinar matahari. Akan tetapi, kulit
wajah masih terlihat segar, lembab dan kenyal
Tiga Puluhan
Epidermis mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan karena dampak kumulatif matahari,
polusi, stress, dan gizi yang tidak sempurna. Perubahan tidak terlihat melalui permukaan yang
tidak rata, kusam, dan cairan yang tertahan. Penebalan straktum korneum dan penuruan
pergantian sel menjadi lebih jelas. Ekspresi wajah berulang mendorong lemak pada lapisan
subcutis menjadi garis sehingga mengurangi kekenyalan. Kerutan terlihat jelas dan dampak
komulatif gravitasi mulai kelihatan. Inilah saatnya orang-orang mulai mengunjungi gerai-gerai
kecantikan mencari obat mujarab antipenuaan.
Empat Puluhan
Perjalanan dari lapisan basal ke epidermis saat ini memakan waktu 40 hari. Lapisan luar
yang merata dari masa muda memudar seiring dengan tidak meratanya pigmentasi. Untuk
sebagian orang akan mengakibatkan bercak gelap. Lapisan basal perlahan-lahan menipis,
menjadikan sel kulit sulit menjaga kelembabannya, sementara straktum korneum terus menebal.
Produksi sebum yang sangat tinggi saat remaja sekarang menurun tajam. Oleh karena itu, banyak
sel mati yang menumpuk karena pergantian sel menurun. Alur urat mulai tampak, terutama pada
kulit sensitive. Garis ekspresi yang semakin dalam memberikan kejelasan sejarah emosional
seseorang.
Lima Puluhan
Bagi wanita, inilah perubahan terbesar sejak masa remaja. Menopause, yang biasanya
terjadi saat seseorang berusia di awal lima puluhan, membawa penurunan tajam dalam produksi
estrogen seiring dengan penurunan produksi sebum. Hal ini mempermudah penguapan air,
sehingga kulit menjadi kering dan kadang bersisik.
Saat ini, epidermis akan terus mengalami penipisan hingga 20 % dibandingkan saat
remaja. Selain itu, distribusi sel lemak menjadi tidak merata. Jumlah jaringan bagian bawah
tidak proporsional mengakibatkan lemak dibawah dagu jatuh dan lebih berat. Efek kumulatif dari
paparan sinar matahari nampak dalam bercak gelap tidak berbahaya yang disebut solar keratoses.
2.6 LAMPIRAN GAMBAR

struktur kulit Stratum germinatum


Stratum lusidum
Stratum Soinusum

stratum corneum

Stratum granulosum
BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian
3.1.1 Identitas Pasien
Nama : Ny. T
Umur : 25 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Status perkawinan : Kawin
Suku : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT
Alamat : Kamp. Skip, Gang Ampera, Lubuk Pakam
Golongan darah :B
Tanggal masuk :
No. RM : 44 53- 98
Diagnosa : luka bakar derajat II
Tanggal pengkajian : 23 12 2010

3.1.2 Penanggung Jawab


Nama : Tn. S
Umur : 36 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Suku : Jawa
Agama : Islam
Hubungan dengan pasien : Suami
Pekerjaan : wiraswasta
Alamat : Kamp. Skip, Gang Ampera, Lubuk Pakam

3.1.3 A. Riwayat Keperawatan Sekarang


Pasien merasa nyeri dan panas pada daerah luka bakar
B. Riwayat penyakit saat ini
Pada tanggal 18 9 2010 terjadi ledakan kompor yang menyebabkan luka bakar pada
pasien. Pada saat itu pasien sedang memasak sate di dapur, lalu minyak didalam kompor habis,
ketika itu pasien ingin menambah minyak kedalam kompor namun ketika pasien memasukkan
minyak kedalam kompor tiba-tiba kompor meledak dan mengenai tubuh dan wajah pasien, lalu
keluarga pasien langsung membawa pasien ke rumah sakit umum pusat haji Adam Malik Medan
dan setelah tiba di IGD, pasien langsung ditangani dan dilakukan pencucian luka (debridemen).
Lalu setelah luka pasien dibersihkan pasien dibawa keruang RB2B. Pasien dirawat dan dilakukan
pencucian luka (debridemen) hingga beberapa kali hampir setiap hari, hingga sampai saat
dilakukan pengkajian pada tanggal 23 12 - 2011 terlihat luka pasien sudah mulai mengering
namun pasien masih mengeluh nyeri dan panas pada daerah luka.

3.1.4 Riwayat Kesehatan yang lalu


Pasien tidak pernah menderita penyakit serius dapat DM, hipertensi dan lainnya. Pasien
hanya pernah menderita penyakit demam, pusing dan pasien hanya membeli obat diwarung.
Pasien tidak pernah melakukan operasi dan tidak ada alergi terhadap makanan atau obat-obatan.

3.1.5 Riwayat Kesehatan Keluarga


Anggota keluarga pasien tidak pernah menderita penyakit serius. Anggota keluarga yang
meninggal adalah ibu pasien tidak ada penyebab yang serius dan abang pasien juga meninggal
karena sakit demam. GENOGRAM
Keterangan :
: laki-laki
: perempuan
: pasien
: perempuan meninggal
: laki-laki meninggal
: tinggal serumah

3.1.6 Riwayat / keadaan Psikososial dan Spiritual


Bahasa yang digunakan pasien sehari-hari adalah bahasa Indonesia. Klien kurang
menyukai tubuhnya, semenjak terkena luka bakar status klien dalam keluarga adalah sebagai istri
dan ibu. Pasien puas terhadap posisi dalam keluarga dan pasien terhadap jenis kelaminya, pasien
ingin melanjutkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, pasien ingin kembali kerumah dan
berjumpa dengan tetangganya. Pasien berharap lukanya cepat sembuh. Hubungan pasien dengan
keluarga baik, dengan pasien sering mendapat dukungan dari keluarga, pasien yakni terhadap
kesembuhannya, persepsi terhadap penyakit hanya sebagai cobaan.

3.1.7 Pola kebiasaan sehari-hari


Sebelum sakit Sesudah sakit
- Pemenuhan nutrisi cairan
Makan 3x sehari
jenis nasi biasa, tidak ada kesulitan dalam makan
minum: 2000-2500 cc/hari , jenis air putih, berat badan 63 kg - Pemenuhan nutrisi cairan
Makan 3x sehari
Jenis : MB, TKTP, nafsu makan menurun, jenis makanan pantangan tidak ada makanan
yang disajikan
habis porsi
Minum : 2000 2500 CC/hari
Jenis : air putih
Berat badan : 57 kg
Eliminasi
- BAK : 1500 CC
Warna kuning jernih, tidak ada kesulitan
- BAB : frekuensi 1 kali/hari
Warna kuning, konsistensi lunak, tidak ada kesulitan Eliminasi
- BAK : 1500 CC
Warna kuning jernih, tidak ada kesulitan, berbau khas
- BAB : frekuensi 1 kali/hari
Warna kuning, konsistensi lunak, tidak ada kesulitan
Pada istirahat tidur
Tidur malam 6 7 jam
Tidur siang 1 2 jam
Tidak ada kesulitan Pada istirahat tidur
Tidur malam 4 6 jam
Tidur siang 1 jam
Ada kesulitan yaitu adanya luka bakar pada tubuh
Aktivitas
- Duduk duduk dirumah Aktivitas
- Keadaan umum lemah, tidak ada melakukan aktivitas
Kebersihan diri
- Mandi 2x sehari, menggosok gigi 2x sehari, pemeliharaan kuku teratur, mencuci rambut setiap
hari
Kebersihan diri/personal hygiene
- Mandi tidak pernah
- Menggosok gigi 1 x sehari
Pemeliharaan kuku tidak teratur, mencuci rambut 1x seminggu dengan bantuan perawat dan
keluarga

3.1.8 Pemeriksaan Fisik


Keadaan umum pasien lemah dan kesadaran compos mentis.
Tanda-tanda vital
TD : 120/80 mmHg RR : 36 x/i
Suhu : 36,7o C HR : 82 x/i
Pemeriksaan struktur organ dan fungsi
1. Kepala dan rambut
- Kepala berbentuk bulat, ubun-ubun simetris, kulit kepala sedikit terlihat kotor, warna rambut
hitam.
- Wajah berbentuk oval dan warna kulit sawo matang

2. Penginderaan
- Mata
Pupil isokor, refleks cahaya positif, konjungtiva tampak merah muda, dan sklera putih, palpebra
tidak
ada oedem, pergerakan bola mata normal, stabismus tidak ada, ketajaman penglihatan normal,
pasien
tidak menggunakan alat bantu.
- Hidung
Bentuk hidung normal, ketajaman penciuman normal, yaitu klien dapat membedakan bau wangi
dan busuk.
- Telinga
Bentuk telinga normal, ketajaman pendengar normal, klien dapat mendengar gesekan rambut,
sekret
tidak ada, serum dalam batas normal.
3. Pencernaan
- Mulut
Mulut bersih, mukosa lembab, bentuk bibir normal, tidak ada kelainan, lidah tampak kotor, gigi
kotor dan ada caries
- Tenggorokan
Tidak ada kesulitan menelan dan tidak dijumpai pembesaran tonsil
- Abdomen
Bentuk abdomen normal simetris kanan/kiri, tidak dijumpai massa, peristaltik 10 12 x/i
4. Respirasi
- Bentuk dada normal tidak ada kelainan, pola nafas teratur, retraksi otot bantu nafas tidak ada,
dan tidak ditemukan adanya nyeri ketok
- Vokal fremitus normal, diafragma normal, dan suara pernafasan vesikuler.
5. Kardiovaskuler
Tidak ada nyeri dada, irama jantung teratur, dan tidak ada cyanosis dan clubbing finger
6. Endoktrin
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar parotis

7. Genitaurinaria
Bentuk alat kelamin normal, tidak ada kelainan
8. Persyarafan
Keadaan composmentis, GCS 15, dapat berorientasi dengan orang, nyeri kepala tidak ada
9. Muskuloskletal dan integumen
Kemampuan pergerakan sendi terbatas, kekuatan otot 4

Keadaan kulit basah pada daerah luka bakar, pada kulit tampak merah dan ada kekauan sendi
pada :
a. Leher
b. Ektremitas atas
c. Ektremitas bawah
- Pada saat melakukan pergerakan
- Pada bagian abdomen terdapat luka bakar luas 9%
Hasil Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Normal 10/12/2010 17/12/2010 18/12/2010
Darah lengkap 11,7 15,5 8.50 8.20 15.40
Hemoglobin (HGB) 4,20 4,87 3.37 3.48 4.96
Eritrosit (RBC) 4,50 11,0 4.79 5.72 33.10
Leukosit (WBC) 38 - 44 24.90 25.50 42.60
Hematokrit 150 450 50 95 296
Trombosit Lk :<38, Pr:<32 13 18 56
SGOT (AST) Lk :<40, Pr:<31 14 11 26
SGPT (ALT) 3,5 5,0 2.2 2.5 2.9
Albumin 135 155 129 131 134
Natrium 3,6 5,5 1.4 1.7 3.2
Kalium 96 106 98 103 108
Clorida < 50 32 12.80
Ureum 0,50 0,90 0.41 0.31 0.61
Kreatinin

Therapy
No Nama Obat Dosis Efek Therapy Efek Samping
1 Inj. Cefotaxim 1 gr/12 jam Anti infeksi Tukak lambung
2 Inj. Ketorolac 1 gr/8 jam Anti nyeri Luka lambung, GGA, gagal hati
3 Tramadol 50 mg/8 jam Anti nyeri akut dan kronik yang berat Gangguan fungsi ginjal
4 Mebo salep
5 Supratul

Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1 DS : Pasien mengatakan nyeri pada daerah luka bakar
DO : Adanya luka bakar pada daerah leher bagian dada, perut lengan kanan
dan kiri dan paha (skal
nyeri 3 -4) Luka bakar

Kerusakan jariangan

Memasuki ambang nyeri

Nyeri
Gangguan rasa nyaman nyeri

2 DS : Pasien mengatakan terkena ledakan kompor saat memasak


DO : Adanya luka pada bagian badan, lengan kanan dan kiri, paha sudah mulai
tumbuh jaringan baru
kemerah-merahan Gas panas

Luka bakar

Trauma

Kerusakan jaringan dermis

Kerusakan integritas kulit

Kerusakan integritas kulit


3 DS : Pasien mengatakan leher dan ekstermitas atas dan bawah sulit digerakkan
DO : Adanya kaku sendi pada daerah :
Leher
Ekstremitas atas
Ekstremitas bawah
Axsila
Skala otot 4 Luka bakar

Nyeri

Kerusakan integritas kulit

Penurunan kekuatan otot

Gangguan mobilitas fisik Gangguan mobilitas fisik

4 DS : Pasien mengatakan tidak percaya diri dengan kondisi sekarang


DO : Adanya perubahan fisik pada tubuh pasien
Luka bakar

Kerusakan jaringan

Kerusakan integritas kulit

Gangguan citra tubuh Gangguan citra tubuh

Rencana Asuhan Keperawatan


Nama pasien : Ny. T
Umur : 25 tahun
Diagnosa : flame Burn Grade II
No Diagnosa Tujuan Interversi Rasional
1 Nyeri berhubungan dengan kerusakan jaringan sekunder dari cedera luka bakar, pasca drainase
d/d adanya luka pada bagian leher, ekstremitas atas kanan dan kiri, ekstremitas bawah kanan dan
kiri. Klien tampak meringis saat luka dibersihkan skala (3-4) Tujuan:
- Dalam waktu 1 x 24 jam nyeri berkurang / hilang atau terhadaptasi

Hasil
- Secara subjektif melaporkan nyeri berkurang atau dapat teradaptasi skala nyeri 0-1 (0-4)
- Pasien tidak gelisah
- Dapat mengidentifikasi aktivitas yang meningkatkan atau menurunkan nyeri Kaji nyeri dengan
pendekatan PQRST secara periodik atau apabila ada keluhan dari pasien secara subjektif

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan
menginformasikan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian
sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan
produknya (keringat atau lendir).
Kulit merupakan organ tubuh paling besar yang melapisi seluruh bagian tubuh,
membungkus daging dan organ-organ yang ada di dalamnya. Luas kulit pada manusia rata-rata 2
meter persegi dengan berat 10 kg jika ditimbang dengan lemaknya atau 4 kg jika tanpa lemak
atau beratnya sekitar 16 % dari berat badan seseorang. Kulit memiliki fungsi melindungi bagian
tubuh dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar.
Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti
pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel kulit ari
yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat serta
pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultra violet matahari.

DAFTAR PUSTAKA

Mutaqqin, Arif dan Sari, Kumala. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen.
Jakarta: Salemba Medika.
Finn Geneser. Buku teks Histologi. Jilid 2, terjemahan Arifin Gunawijaya. Jakarta: Binarupa
Aksara, 1994 : 1-32.
Cormark DH, Ham Histologi, jilid 1, edisi 9, terjemahan Jam Tambojang, Jakarta: Binarupa
Aksara, 1987 : 100-135.