Anda di halaman 1dari 4

Gas Terlarut dalam Air Laut

Air laut mengandung 3,5% garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan
partikel-partikel tak terlarut. Keberadaan garam-garaman mempengaruhi sifat fisis
air laut (seperti: densitas, kompresibilitas, titik beku, dan temperatur dimana densitas menjadi
maksimum) beberapa tingkat, tetapi tidak menentukannya.Beberapa sifat (viskositas, daya
serap cahaya) tidak terpengaruh secara signifikan oleh salinitas.Dua sifat yang sangat
ditentukan oleh jumlah garam di laut (salinitas) adalah daya hantar listrik (konduktivitas) dan
tekanan osmosis.

1. Oksigen

Oksigen terlarut adalah jumlah oksigen dalam miligram yang terdapat dalam satu liter
air (ppt). Oksigen terlarut umumnya berasal dari difusi udara melalui permukaan air, aliran
air masuk, air hujan, dan hasil dari proses fotosintesis plankton atau tumbuhan air. Oksigen
terlarut merupakan parameter penting karena dapat digunakan untuk mengetahui gerakan
masssa air serta merupakan indikator yang peka bagi proses-proses kimia dan biologi . Kadar
oksigen yang terlarut bervariasi tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan
atmosfer. Kadar oksigen terlarut juga berfluktuasi secara harian (diurnal) dan musiman,
tergantung pada pencampuran (mixing) dan pergerakan (turbulence) massa air, aktivitas
fotosintesis, respirasi, dam limbah (effluent) yang masuk ke badan air. Selain itu, kelarutan
oksigen dan gas-gas lain berkurang dengan meningkatnya salinitas sehingga kadar oksigen di
laut cenderung lebih rendah daripada kadar oksigen di perairan tawar. Peningkatan suhu
sebesar 1oC akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10.
Oksigen terlarut yang terkandung di dalam air, berasal dari udara dan hasil proses fotosintesis
tumbuhan air. Oksigen diperlukan oleh semua mahluk yang hidup di air seperti ikan, udang,
kerang dan hewan lainnya termasuk mikroorganisme seperti bakteri.Oksigen terlarut
(Dissolved Oxygen =DO) dibutuhkan oleh semua jasad hidup inilah beberapa manfaatnya :
Untuk pernapasan

proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk
pertumbuhan dan pembiakan.

oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik dalam proses
aerobik.

Sumber utama oksigen dalam suatu perairan berasal sari suatu proses difusi dari udara
bebas dan hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan tersebut.

Oksigen juga memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan, karena
oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik.
Selain itu, oksigen juga menentukan khan biologis yang dilakukan oleh organisme aerobik
atau anaerobik. Dalam kondisi aerobik, peranan oksigen adalah untuk mengoksidasi bahan
organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang pada akhirnya dapat
memberikan kesuburan perairan. Dalam kondisi anaerobik, oksigen yang dihasilkan akan
mereduksi senyawa-senyawa kimia menjadi lebih sederhana dalam bentuk nutrien dan gas.
Karena proses oksidasi dan reduksi inilah maka peranan oksigen terlarut sangat penting untuk
membantu mengurangi beban pencemaran pada perairan secara alami maupun secara
perlakuan aerobik yang ditujukan untuk memurnikan air buangan industri dan rumah tangga.

Kecepatan difusi oksigen dari udara, tergantung sari beberapa faktor, seperti :
- kekeruhan air - suhu,
- salinitas - pergerakan massa, air dan udara seperti arus, gelombang dan
pasang surut.

Kadar oksigen dalam air laut akan bertambah dengan semakin rendahnya suhu dan
berkurang dengan semakin tingginya salinitas. Pada lapisan permukaan, kadar oksigen akan
lebih tinggi, karena adanya proses difusi antara air dengan udara bebas serta adanya proses
fotosintesis. Dengan bertambahnya kedalaman akan terjadi penurunan kadar oksigen terlarut,
karena proses fotosintesis semakin berkurang dan kadar oksigen yang ada banyak digunakan
untuk pernapasan dan oksidasi bahan-bahan organik dan anorganik Keperluan organisme
terhadap oksigen relatif bervariasi tergantung pada jenis, stadium dan aktifitasnya. Kebutuhan
oksigen untuk ikan dalam keadaan diam relatif lebih sedikit apabila dibandingkan dengan
ikan pada saat bergerak atau .
2. Karbondioksida

Laut mengandung sekitar 36.000 gigaton karbon, di mana sebagian besar dalam
bentuk ion bikarbonat. Karbon anorganik, yaitu senyawa karbon tanpa ikatan karbon-karbon
atau karbon-hidrogen, adalah penting dalam reaksinya di dalam air. Pertukaran karbon ini
menjadi penting dalam mengontrol pH di laut dan juga dapat berubah sebagai sumber
(source) atau lubuk (sink) karbon. Karbon siap untuk saling dipertukarkan antara atmosfer
dan lautan. Pada daerah upwelling, karbon dilepaskan ke atmosfer. Sebaliknya, pada
daerah downwelling karbon (CO2) berpindah dari atmosfer ke lautan.

a) Karbondioksida yang terdapat di dalam air dapat diperoleh dari:


Difusi dari atmosfer secara langsung
Hasil penguraian bahan organik di dasar perairan
Dari hasil proses pernafasan (respirasi) hewan dan tumbuhan air,
Hasil proses pemecahan/ penguraian senyawa-senyawa kimia.

b) Penurunan Karbondioksida dalam air.


Sebagaimana dengan faktorkimia lainnya, kelarutan karbondioksida ini dipengaruhi oleh
faktor suhu, pH dan senyawa karbondioksida.

Pengaruh karbondioksida terhadap kehidupan organisme air dapat secara langsung


(proses respirasi) maupun tidak langsung (proses fotosintesis). Secara umum pengaruh
karbondioksida terhadap organisme air adalah sebagai berikut:
a) Pada kisaran 15 ppm akan mempengaruhi kehidupan ikan(organisme akuatik) karena
merupakan racun bagi organisme tersebut.
b) Dibutuhkan oleh tanaman berhijau daun (berklorofil) untuk proses fotosintesis.
c) Dapat mempertahankan kestabilan pH dalam air, terutama dalam bentuk senyawa
karbonat/ bikarbonat. Hal tersebut, berarti dapat mempertahankan kondisi lingkungan
perairan yang stabil untuk mendukung kehidupan organisme.

Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer,
geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus
karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui. Dalam siklus ini terdapat
empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran. Reservoir-reservoir
tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial (biasanya termasuk pula freshwater system
dan material non-hayati organik seperti karbon tanah (soil carbon)), lautan (termasuk karbon
anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non-hayati), dan sedimen (termasuk bahan bakar
fosil).

Anda mungkin juga menyukai