Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sektor pendidikan merupakan bagian yang sangat penting untuk

memajukan suatu daerah. Sekolah-sekolah yang ada di Indonesia telah dilengkapi

dengan berbagai fasilitas, namun terdapat anak yang putus sekolah. Angka putus

sekolah di tingkat sekolah dasar di beberapa provinsi melebihi 3 persen. Salah

satu upaya pemerintah dalam menangani hal tersebut adalah melalui program

Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah atau PMT-AS.1

Selama tahun 2010 dan 2011, program tersebut dilaksanakan oleh

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama

(Kemenag). Pada tahun 2010, sasaran penerima dibatasi pada murid sekolah dasar

umum/madrasah ibtidaiyah (SD/MI) kelas 1-6, dan pada tahun 2011, anak

prasekolah (TK/RA) ditambahkan ke dalam program tersebut. Pada tahun 2011,

program tersebut dilaksanakan di 27 kabupaten dalam 27 provinsi, yang meliputi

1,2 juta anak TK/SD dan 180.000 murid RA/MI.1

Insiden terhambatnya pertumbuhan fisik pada anak usia 6-14 tahun terjadi

pada 13.3 persen anak laki-laki dan 10.9 persen anak perempuan di tahun 2010.

PMT-AS ditujukan untuk meningkatkan ketahanan fisik dan perbaikan gizi bagi

peserta didik keluarga tidak mampu atau miskin. Berdasarkan Peraturan Menteri

Dalam Negeri nomor 18 tahun 2011 program PMT-AS diharapkan dapat

memenuhi kecukupan asupan gizi peserta didik melalui makanan tambahan.

Tujuan lainnya yaitu meningkatkan pengetahuan dan perilaku peserta didik untuk
menyukai makanan lokal bergizi, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

(PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS).1,2


Puskesmas adalah salah satu unit pelaksana teknis dinas kesehatan

Kabupaten/Kota merupakan ujung tombak dan pelaksana tingkat pertama

pembangunan kesehatan di Indonesia. Sebagai ujung tombak dan pelaksana

tingkat pertama pembangunan kesehatan, maka puskesmas diharapkan dapat

mencapai tujuan diadakannya program PMT-AS.2

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, masalah yang akan

diidentifikasi tentang :
1. Bagaimana pelaksanaan program PMT-AS di pelayanan kesehatan primer?
2. Bagaimana pelaksanaan program PMT-AS di puskesmas Cimahi Utara?

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, tujuan kajian pustaka ini

adalah:

1. Mengetahui pelaksanaan program PMT-AS di pelayanan kesehatan primer.


2. Mengetahui pelaksanaan program PMT-AS di puskesmas Cimahi-Utara.

1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Pedoman Nasional


Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah. Jakarta: 2011
2. Kartono J, Haryadi Y, Somali L, Priyadi T dkk. Evaluasi Program Pemberian
Makanan Tambahan Anak Sekolah. Jakarta: 2013.