Anda di halaman 1dari 1

Kafein merupakan sejenis alkaloid heterosiklik dalam golongan methylxanthine,

yang menurut definisi berarti senyawa organik yang mengandung nirogen dengan
struktur dua-cincin atau dual-siklik. Kafein dalam bentuk murni muncul sebagai
bedak kristal putih yang pahit dan tidak berbau. Kafein memiliki efek farmakologis
yang bermanfaat secara klinis, seperti menstimulasi susunan syaraf pusat, relaksasi otot
polos terutama otot polos bronkus dan stimulasi otot jantung. Pada praktikum kali ini
bertujuan untuk mengidentifikasi bahan baku kafein melalui analisis kulitatif dan
kuantitatif. Uji kualitatif yang dilakukan meliputi, uji organoleptis, uji kelarutan, dan
uji parry. Hasil yang didapat dari uji kualitatif terhadap sampel bahan baku memiliki
hasil positif yang menunjukan bahwa bahan baku berupa kafein. Sedangkan uji
kuantitatif yang dilakukan adalah titrasi bebas air. Kadar yang diperoleh sebesar %,
hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan parameter sebesar %

Caffeine is an alkaloid similar heterocyclic in the methylxanthine class, which by


definition means organic compounds containing nirogen with a two-ring structure or
dual-cyclic. Caffeine in its pure form appears as a white crystalline powder bitter and
odorless. Caffeine has a pharmacological effect clinically useful, such as stimulating the
central nervous system, especially smooth muscle relaxation of bronchial smooth muscle
and cardiac muscle stimulation. At this time the lab aims to identify the raw materials of
caffeine through qualitative and quantitative analysis. Qualitative test performed
included, organoleptic test, solubility test, and test parry. The results of qualitative tests
on samples of raw materials had a positive result indicating that the raw material in the
form of caffeine. While quantitative test performed is non-aqueous titration. Levels
obtained by%, the results are not in accordance with the parameters of%