Anda di halaman 1dari 31

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Produksi PT. Linde Group

PT. Gresik Power Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi

pembangkit listrik dan uap panas (steam). Pada PT. Gresik Power

Indonesia terdapat Combined Cycle Plant yang dimana pada proses

pembangkit listrik tenaga uap (steam), terjadi kerjasama yang

berkesinambungan antara PT.Gresik Power Indonesia dengan PT.

Smelting. Bentuk kejasama yang secara berkesinambungan ini adalah PT.

Smelting akan menerima listrik dan uap panas bertekanan rendah (sekitar

7 bar dan bersuhu 165oC) hasil produksi dari PT.Gresik Power Indonesia,

sedangkan PT. Gresik Power Indonesia akan menerima umpan balik

berupa steam bertekanan 39 bar dan bersuhu 250OC, Fresh Water untuk

Demineralization Plant dan Sea Water untuk bahan baku pendingin di

Menara Cooling Tower.

Untuk menghasilkan energi listrik, terdapat 3 unit combustion

turbin, 2 unit Steam Turbin, dan 4 unit Gas Engine. Namun tidak seluruh

unit beroperasi dalam waktu bersamaan. Combustion Turbine dipakai

untuk memutar generator listrik sehingga menghasilkan listrik sebesar

10MW untuk masing-masing combustion turbin. Turbin yang dapat

berputar 8625 rpm ini memutar generator dengan menggunakan energi

pembakaran yang terjadi antara kompresi udara, fuel dan spark.

34
35

Combustion turbin memakai dual fuel karena bahan bakar dapat berasal

dari Natural Gas yang disuplai dari Perusahaan Gas Negara, ISAR GAS,

CNG atau menggunakan liquid fuel (solar) apabila bahan bakar Natural

gasnya kurang.

Proses yang terjadi didalam Power Plant yang pertama adalah

pengaliran natural gas atau liquid fuel memasuki Combustion Turbine

(GT) untuk dikompresi dan berhungan dengan generator masing masing

menghasilkan 10 MW lalu dikirim ke PT. Smelting. Exhaust gas dari

pembakaran pada combustion turbine merupakan energi panas yang

dimanfaatkan untuk proses pemanasan air pada boiler (Heat Recovery

Steam Generator). Terdapat 3 unit HRSG yang digunakan untuk

memproduksi steam. Sebagai unit produksi uap panas, HRSG memperoleh

air yang berasal dari FlowWater yang disuplai dari PT.Smelting. Sebagai

air umpan boiler, Flow water ini perlu ditreatment terlebih dahulu untuk

menghilangkan kandungan mineral yang ada dalam air sehingga tidak

menyebabkan masalah pada boiler. Masalah yang paling sering terjadi

pada boiler adalah scaling. Selain dengan menggunakan energi panas dari

exhaust gas, HRSG ini juga menggunakan energi panas dari pembakaran

LP gas supply yang diinjeksikan ke dalam HRSG. Setelah itu steam dari

HRSG 35Ton/h dikirim ke Steam Turbine (ST-1,2) untuk mengubah

energi potensial dari steam menjadi energi kinetik dan selanjutnya diubah

menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros turbin yang

disambungkannya dengan generator menghasilkan Listrik dan Steam


36

Turbine (ST-18) energi potensial dari steam menjadi energi kinetik

selanjutnya diubah untuk menggerakan Compressor (CP-11) dan (CP-12)

pada ASU Plant.

5.2 Penunjang Power Plant Unit

Power Plant Unit adalah sebuah unit operasi yang dapat

menghasilkan power (Listrik) dengan memanfaatkan uap yang dihasilkan

oleh pembakaran air di dalam boiler, uap ini yang nantinya akan

menggerakkan turbin dengan memanfaatkan aliran fluida mengalir (Steam)

dengan temperatur tinggi , yang dapat dirubah menjadi energi kinetik , dan

energi ini yang nantinya akan menggerakkan generator sebagai

pembangkit listrik.

Fungsi steam disini juga selain dimanfaatkan untuk menghasilkan

listrik , juga berfungsi sebagai alat penggerak compressor pada ASU Plant

(Air Separation Unit) dimana compressor ini akan menyerap udara untuk

menghasilkan produk pada ASU Plant seperti Nitrogen, Oksigen, dan

Argon.

5.2.1 Steam

Steam adalah bahasa teknis dari uap air, yaitu fase gas dari

air yang terbentuk ketika air mendidih. Untuk mengubah air dari

fase liquid (cair) menjadi fase gas (steam) diperlukan energi panas

untuk menaikan temperatur air yang biasa disebut sebagai


37

Sensible Heat. Pada tekanan atmosfir titik didih air adalah 1000C

(2120F) . Steam yang terus dipanaskan nantinya akan jenuh atau

dinamakan Saturated Steam. Steam ini belum bisa untuk

menggerakkan turbin karena masih berupa uap jenuh, untuk

menghasilkan uap kering sebagai sarana untuk menggerakkan

turbin dengan cara pemanasan kembali oleh Superheated Steam

dengan temperatur sekitar 4000C dan tekanan tetep 40 bar

Gambar 5.1 Steam and Water Sistem

5.2.2 Bahan Bakar pada Boiler

a) Natural Gas

Natural gas adalah sebuah bahan fosil yang

berbentuk gas yang biasanya terdapat pada pengolahan

minyak bumi , maupun pada ladang minyak dan batubara.

Natural gas umumnya berupa gas metana (CH4) dan juga

biasanya mengandung fraksi yang lebih berat seperti

propana (C3H8) dan butana (C4H10).

Pada bahan bakar industri biasanya gas alam ini

dikompresi terlebih dahulu atau biasa yang disebut CNG


38

(compressed natural gas) dengan tekanan 200-240 bar

pemyimpanan.

Keuntungan menggunakan CNG sendiri adalah :

1. Proses pencampuran udara dengan CNG relatif lebih

cepat terjadi karena kedua liquid tersebut berbentuk

gas.

2. Tidak akan menimbulkan kerak pada mesin khususnya

pada ruang pembakaran.

3. Polusi yang dihasilkan lebih rendah.

4. CNG menggunakan sistem sealing yang baik, dalam

hal mencegah kebocoran sehingga penyimpanannya

lebih efisien karena kemungkinan losses sangat kecil.

b) Fuel Oil (Solar)

Solar adalah salah satu jenis bahan bakar yang

dihasilkan dari proses pengolahan minyak bumi, pada

dasarnya minyak mentah dipisahkan fraksi-fraksinya pada

proses destilasi sehingga dihasilkan fraksi solar dengan

titik didih 250C sampai 300C , Fuel Oil ini digunakan

sebagai campuran antara Natural Gas dan Udara untuk

bahan bakar pada proses pembakaran pada boiler, Fuel Oil

juga digunakan apabila jumlah kandungan Natural gas

nya terbatas maka bisa dengan menambahkan fuel oil


39

sebagai pengganti dari natural gas , dengan rasio yang

telah di tentukan.

5.2.3 Air Umpan Boiler

Air umpan boiler adalah air yang digunakan untuk

membuat steam (uap) pada boiler , agar bisa digunakan sebagai air

umpan boiler, air harus bersih dari zat-zat yang dapat menyebabkan

permasalahan pada boiler seperti kerak, korosi, endapan dan lain

lain. Agar umpan air boiler harus sesuai dengan spesifikasi maka

air harus melewati proses treatment yang bertujuan menghilangkan

zat-zat yang dapat mengganggu proses pada boiler. Adapun

persyaratan air umpan boiler adalah :

Tabel 5.1 Persyaratan umpan boiler


40

Adapun yang mempengaruhi efesiensi boiler adalah bahan bakar

dan kualitas umpan air boiler. Parameter yang mempengaruhi

kualitas umpan air boiler antara lain :

1. Oksigen Terlarut : dapat menyebabkan korosi pada

peralatan boiler

2. Kekeruhan : dapat mengendap pada perpipaan dan peralatan

proses serta mengganggu proses

3. PH : terlalu tinggi atau rendah dapat menyebabkan korosi

4. Kesadahan : ion Ca dan Mg dapat menyebabkan kerak pada

perpipaan sehingga dapat menimbulkan Local Overheating

5. Asiditas : asiditas yang tinggi dapat menyebakan korosi.

5.3 Bagian-bagian Pada (HRSG)

HRSG adalah singkatan dari ( Heat Recovery Steam Generator )

yang berfungsi untuk memanfaatkan gas buang turbin gas untuk

memperoduksi uap bertekanan (khususnya superheated steam).

Panas/kalor yang dipindahkan dari gas buang tersebut seluruhnya

berpindah dengan cara konveksi ke air yang berada dalam pipa. Gas buang

turbin gas mengalir memanasi peralatan HRSG mulai dari superheater,

kemudian menuju ke evaporator, ke economizer dan preheater dan

selanjutnya keluar melalui cerobong pembuangan.


41

Gambar 5.2 mekanisme HRSG (heat Recovery Steam Generator)

HRSG (heat Recovery Steam Generator) tujuan nya sama dengan

boiler untuk membuat steam sebagai penggerak steam turbine, perbedaan

nya adalah dari sumber panasnya, boiler menggunakan pemanasan

langsung dengan menggunakan energi dari bahan bakar, sedangkan HRSG

menggunakan sisa panas dari proses pembakaran exhaust gas.

Gambar 5.3 HRSG (Heat Recovery Steam Generator)

(http://rakhman.net/heat-recovery-steam-generator-hrsg/)
42

HRSG yang terdapat pada PT. Gresik Power Indonesia

menggunakan HRSG dengan bantuan burner (auxiliary burner). Hal ini

diterapkan agar panas yang dihasilkan konstan dan untuk meningkatkan

jumlah steam yang dihasilkan, burner ini menggunakan bahan baku

Natural Gas dan Fuel oil yang di kombinasikan dengan compresed air (

udara bertekanan ). Penggunaan burner bantu pada HRSG tujuannya

adalah untuk meningkatkan temperatur gas (sekitar 8200C) sehingga

diperoleh produksi uap yang lebih besar. Pembakaran bahan bakar dengan

memanfaatkan excess air yang tinggi dalam gas buang. Dengan cara ini

dapat menaikkan kapasitas output turbin uap hingga 85 %, tetapi disisi lain

polusi akibat emisi gas buang menjadi lebih besar.

5.3.1 Superheater

superheater memproduksi uap air superheated atau kering. Uap air

ini menyimpan lebih banyak energi panas daripada uap air saturated (uap

air basah), ditandai dengan nilai entalphi yang lebih tinggi. Uap air yang

diproduksi oleh boiler konvensional umumnya hanya mencapai fase

saturated, dan pada boiler superheater uap air saturated ini akan

dipanaskan lebih lanjut mencapai fase superheated sekitar 280-400oC.

Selain menyimpan energi panas yang lebih besar, uap air superheater juga

menghilangkan sifat basah dari uap saturated sehingga tidak akan terjadi

kondensasi yang terlalu cepat di dalam mesin yang menggunakan uap air

tersebut.
43

Keuntungan utama menggunakan superheater dapat mengurangi

konsumsi bahan bakar dan air, namun di sisi lain ada biaya tambahan yang

diperlukan untuk perawatan yang lebih besar. Tanpa adanya perawatan

yang baik pada boiler superheater, resiko keselamatan sangat mungkin

terjadi. Karena boiler superheater bekerja pada tekanan dan temperatur

yang tinggi, sangat berbahaya bila terjadi kerusakan pipa pada boiler

tersebut.

Gambar 5.4 Skema Superheater

5.3.2 Economizer

Economizer merupakan alat yang dapat memanfaatkan panas dari

hasil pembuangan gas sisa pembakaran pada boiler yang memanaskan

umpan feed water sebelum masuk pada boiler, dengan meningkatnya


44

temperatur dari umpan feed water maka efisiensi boiler juga akan

meningkat.

Gas sisa pembakaran bahan bakar di dalam boiler masih

mempunyai temperatur yang cukup tinggi , dengan melewatkan gas sisa

pembakaran melalui pipa-pipa economizer maka akan terjadi transfer

panas yang akan diserap oleh pipa economizer dan panas tersebut

diteruskan ke dalam air pengisi umpan boiler.

Fungsi utama dari economizer adalah untuk mengefesiensikan

bahan bakar dari boiler dengan meningkatnya temperatur keluar dari

ecomomizer maka temperatur air pada boiler drum juga akan tinggi, jika

temperatur di dalam drum sudah tinggi maka akan diperlukan kalor yang

lebih sedikit untuk merubah air menjadi uap. Berkurangnya kalor yang

diperlukan sedikit maka akan berdampak pada berkurangnya kebutuhan

penggunaan bahan bakar. Dengan meningkatnya efesiensi pada boiler

maka akan membuat biaya yang dikeluarkan lebih ekonomis dalam

pembelian bahan bakar boiler.

Temperatur air yang keluar dari Economizer harus dibawah

temperatur jenuhnya hal ini untuk mencegah terjadinya boiling dalam

Economizer. Karena perpindahan panas yang terjadi dalam Economizer

merupakan konveksi, maka menaikkan luas permukaan akan

mempermudah perpindahan panas ke air. Inilah sebabnya mengapa desain

pipa Economizer dibuat bertingkat .


45

Lokasi dari economizer sendiri berada di dalam boiler terletak

diantara superheater dan air header yang berfungsi agar transfer panas

berjalan maksimal, aliran gas ini juga berfungsi agar gas yang dibuang ke

atmosfer temperaturnya bisa lebih rendah karena tranfer panas tersebut dan

temperatur dalam economizer akan naik untuk memaksimalkan panas

untuk pemanasan awal pada air umpan boiler. aliran air dalam economizer

berasal dari boiler feed pump yang melewati economizer sebelum menuju

ke boiler drum. Temperatur air dalam economizer tergantung dari air yang

berasal dari deaerator, jika air dari deaerator temperaturnya tinggi maka

air dalam economizer juga akan tinggi.

Panas dalam economizer biasanya berasal dari :

a) Memanfaatkan sisa panas dari condensat, yang dikembalikan menjadi

feed water.

b) Memanaskan feed water dengan steam injector, hasil dari boiler itu

sendiri.

c) Memanfaatkan panas gas buang (Chimney) untuk memanaskan air

sebelum masuk feed water.

Keuntungan dengan menggunakan economizer adalah :

a) Meningkatkan efisiensi unit karena dengan memanfaatkan kalor fuel

gas untuk memanaskan air, dapat mengurangi kebutuhan kalor yang

besar untuk pemanasan air sampai terbentuk uap kering pada

Superheater.
46

b) Biaya Operasi lebih ekonomis karena jumlah bahan bakar untuk

pemanasan pada Superheater menjadi lebih sedikit.

c) Maintenance Cost dapat dihemat karena dengan adanya Economizer,

thermal shock pada pipa boiler dapat dihindari

5.3.3 Evaporator

Evaporator atau boiler bank merupakan alat penukar kalor dimana

akan menghasilkan uap jenuh (saturated) dari feed water. Feed water

yang telah melewati economizer masuk ke pipa dalam evaporator,

prinsip kerja evaporator adalah dengan cara memisahkan gas dari

cairanya dengan memanfaatkan transfer panas yang diterima dari exhaust

gas dari gas turbin. Di dalam evaporator ini terdapat steam drum dimana

fluida yang temperaturnya rendah akan turun kebawah melalui down

comer sedangkan fluida yang temperaturnya tinggi akan naik, komposisi

dari steam drum sendiri adalah 50% air dan 50% uap. Menghasilkan uap

jenuh (saturated) dan di alirkan ke pipa superheater.

Terdapat 4 faktor yang mempengaruhi proses pada evaporator :

a) Tinggi Boiler

b) Tekanan Operasi

c) Tingkat panas input

d) Daerah aliran bebas dari komponen


47

5.4 Mekanisme Proses pembentukan Steam (uap)

Untuk memperoleh steam yang dapat dimanfaatkan untuk

menghasilkan power (Listrik) dibutuhkan proses yang panjang serta analisis

yang dilakukan dari segi alat, bahan baku, dan penunjang sebuah proses

dengan spesifikasi yang sesuai dengan analisis yang telah ditentukan.

Gambar 5.5 Proses Power plant unit

(PT Gresik Power Indonesia)

Umpan Feed water pada Power Plant Unit ini berasal dari PT.

Smelting tapi belum sesuai dengan spesifikasi dari umpan feed pada boiler

maka perlu di treatment terlebih dahulu. proses demineralization untuk

menghilangkan kandungan-kandungan mineral yang dapat menyebabkan


48

scale pengendapan pada pipa, dengan menambahkan Resin untuk

menghilangkan kandungan ion positif maupun negatif pada air umpan

boiler. Setelah itu air umpan boiler masuk ke dalam Deaerator, di dalam

deaerator ini air umpan tadi di minimalisir kandungan oksigen terlarut nya

sesuai dengan spesifikasi yang telah di tetapkan, di dalam deaerator ini

umpan feed di tambahkan dengan steam dengan suhu saturated 100oC yang

berasal dari main steam. Steam ini selain untuk membantu menghilangkan

kandungan oksigen terlarut dalam umpan boiler juga sebagai pemanasan

awal untuk mengefisiensi pemanasan dalam boiler.

Gambar 5.6 Boiler feed

(PT Gresik Power Indonesia)


49

Air yang telah diolah dalam deaerator selanjutkan di alirkan

menggunakan boiler feed pump untuk masuk ke dalam economizer , di

dalam economizer ini terjadi transfer panas antar air dengan pipa

economizer yang mendapat sumber panas dari sisa pembakaran dalam

boiler, economizer berguna sebagai pemanasan awal sebelum masuk ke

dalam steam drum dalam boiler, diharapkan dalam economizer agar suhu

tidak mencapai saturated karena dapat mengakibatkan boiling.

Setelah air umpan boiler sudah sesuai maka akan di kumpulkan di

dalam steam drum, pemanasan dilakukan dengan menambahkan Natural

Gas, fuel oil , dan udara agar dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan

untuk menguapkan air , Natural gas yang masuk ini memiliki suhu sekitar

20oC , Volume maksimum 5,409 m3/h , volume minimum 1,082 Nm3/h ,

tekanan maksimum 2 bar, tekanan minimum 1,7 bar , dengan tingkat density

0,78 kg/m3. Sedangkan untuk fuel oil nya suhu sekitar 10 - 30oC , tekanan

14 15 bar , Campuran Udara dengan suhu 10 40oC . Boiler yang

digunakan adalah boiler dengan jenis water tube boiler artinya air umpan

berada di dalam tube sedangkan api berada di luarnya , setelah air menguap

maka akan ditampung oleh steam drum , gunanya steam drum disini sebagai

tempat penampungan air sekaligus tempat penempungan uap jenuh, dengan

perbandingan antar 50% air dan 50% uap , air yang belum menjadi uap akan

turun oleh pipa down steam dan yang yang telah menjadi uap akan naik dan

melalui proses selanjutnya.


50

Uap yang dihasilkan pada proses ini masih dalam fase saturated

steam yang bersuhu sekitar 100oC masih banyak mengandung uap air dan

kedaan masih jenuh dan belum dapat untuk menggerakkan turbin,

selanjutnya dilakukan pemanasan lanjut untuk menghasilkan uap kering

yang memiliki energi yang besar sebagai penggerak turbin. Uap yang masih

saturated tadi masuk ke dalam superheater. Di superheater ini terjadi

pemanasan kembali dengan memanfaatkan panas dari exchaust gas (gas

buang) dari Gas Turbine (GT), yang mempunyai suhu sekitar 280 400oC,

di dalam superheated terdapat dua proses pemanasan, pertama pemanasan

dalam superheated secondary di pemanasan awal ini steam saturated

dinaikkan temperaturnya sekitar 120-280oC, pemanasan ini masih memiliki

uap jenuh , sehingga dilakukan pemanasan lagi dalam superheater primary

pada pemanasan ini uap sudah kering dengan suhu sekitar 400oC dengan

tekanan 40 bar.
51

Gambar 5.7 Proses pada Superheater

( PT Gresik Power Indonesia )

Setelah menjadi uap kering , steam akan masuk ke dalam pipa

Main Steam untuk di distribusikan ke seluruh alat yang membutuhkan,

Steam ini di distribusikan ke Steam turbin (ST-1), Steam Turbin (ST-2),

Steam turbin pada ASU Plant dan ke Deaerator, Steam Turbin (ST-1) dan 2

bekerja secara bergantian jika Steam Turbin 1 on maka Steam Turbin 2 off,

begitu juga sebaliknya, pada Steam Turbin ini dapat memutar generator

yang dapat menghasilkan listrik sekitar 9 MW dari masing-masing Steam

Turbin.
52

Gambar 5.8 Mainsteam System

( PT Gresik Power Indonesia )

Setelah steam melewati steam turbin, steam tersebut akan dialirkan

menuju ke kondensor untuk di dinginkan dengan mnggunakan air laut, dan

air kondensat ini digunakan kembali untuk umpan feed pada boiler.

5.5 Proses Instalasi New Boiler

Kebutuhan akan industri gas ini mengakibatkan banyak nya jumlah

produksi yang dihasilkan sangat besar juga power yang di bangkitkan ,

untuk menanggulangi ini PT LINDE GROUP berencana untuk menambah

jumlah boiler dengan kapasitas 60 Ton/Jam , untuk memenuhi kebutuhan

energi untuk menggerakkan steam turbin 1 (ST 1) dan steam turbin 2 (ST 2)
53

dari power plant dan steam turbin 18 (ST 18) pada ASU Plant untuk

menggerakkan compressor

Tujuan utama dari dibutuhkan nya New Boiler adalah untuk

memenuhi kebutuhan suplai power yang besar, serta untuk tidak lagi

mengguanakan power dari PLN agar lebih ekonomis. New Boiler ini

nantinya mempunyai kapasitas 60 Ton/Jam untuk memaksimalkan dua

steam turbin yang ada pada power plant agar bisa berjalan bersamaan, untuk

meningkatkan jumlah power yang dihasilkan.

Boiler baru ini 60 Ton/Jam diharapkan nantinya dapat memenuhi

kebutuhan akan power bagi industri maupun yang di distribusikan ke PT

Smelting. Adapun spesifikasi dari new boiler tersebut adalah :

Boiler water tube type D dengan pembakaran otomatis oleh

natural gas dan light oil yang sepenuhnya terisolasi untuk memproduksi

superheated steam lengkap dengan economizer.


54

Data Teknis :

Kapasitas Produksi Steam 60.000 Kg/jam

132.300 Lb/jam

Kondisi Steam di superheater 420 oC

Tekanan Operasi 42,0 bar

Kapasitas Thermal 41.274.744 Kcal/jam

Heat Output 47.970 KW

Input panas dari MCR natural gas 51.087 KW

Permukaan panas pada water tube furnace 166,5 m2

Permukaan panas pada tube evaporator 498 m2

Permukaan panas pada superheater 178 m2

Efisiensi pembakaran 100% Nat Gas 93.9%

Efisiensi pembakaran 100% Light Oil 92.8%

Konsumsi Nat Gas 100% 4851 Nm3/jam

Konsumsi Light Oil 100% 4940 Nm3/jam

5923 Lt/jam

Kalori yang dihasilkan Nat Gas 9062 Kcal/Nm3

37.941 KJ/Nm3

Kalori yang dihasilkan Light Oil 9004 Kcal/Nm3

7509 Kcal/Liter

37698 KJ/Kg
55

5.5.1 Sistematis New Boiler 60 Ton/jam

Berdasarkan pada boiler baru kapasitas 60 ton/jam, membutuhkan

kebutuhan Main Steam, Natural gas, Minyak bahan bakar cair (solar), air

umpan, udara , dan sistem kelistrikan. Berdasarkan dari spesifikasi boiler

baru maka instrumenya sebagai berikut :

Gambar 5.9 Sistematis New boiler 60 Ton/Jam

(EMOC PT. LINDE)

a) Natural Gas Sistem

Kebutuhan Natural Gas pada Boiler baru ini berasal dari PGN dan ISAR,

nantinya akan digabung untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pada

boiler baru ini.


56

Natural Gas yang diperlukan 4,851 Nm3/hr

Tekanan dari pemasok 22 bar

Tekanan yang dibutuhkan 4 bar

Temperature 32 oC

Gambar 5.10 Sistem distribusi Natural Gas

(EMOC PT. LINDE)

boiler baru 60 Tph membutuhkan gas alam 4851 Nm3 / jam

dengan tekanan 20 bar dan temperatur 30oC. Laju aliran pada kebutuhan

natural gas ini 50% dari PGN dan 50% dari ISAR, jika PGN off maka

kebutuhan natural gas hanya dari ISAR, sebaliknya jika ISAR off maka

natural gas sepenuhnya berasal dari PGN, tekanan dari masing-masing

adalah 22 bar.

Pipa yang digunakan pada ISAR berukuran 8 inch dengan

menggunakan carbon stell dengan katup 2 inch, berguna untuk agar dapat

menstabilkan tekanan, Sedangkan pipa yang berasal dari PGN berukuran 4

inch dengan menggunakan bahan carbon stell dengan katup 2 inch,


57

nantinya disini akan bertemu debit dari ISAR, kombinasi dari ISAR dan

PGN akan menuju ke new boiler.

Gambar 5.11 Layout Natural Gas

(EMOC PT. LINDE)


58

Gambar 5.12 PID Natural Gas

(EMOC PT. LINDE)

b) Fuel Oil sistem

bahan bakar minyak cair akan digunakan sebagai bahan bakar dalam

Boiler baru datang dari Linde.

Kapasitas pompa baru 8000 lt / h

Tekanan outlet 11-15 bar

FO Kapasitas diperlukan 5923 lt / hr

(untuk boiler baru)


59

Tekanan dari pemasok 1 bar

suhu 35

kelas pipa untuk menggunakan: SCH 40

Bahan konstruksi: ASTM A106 GR B CARBON STEEL

Ukuran garis: 2 inci

Gambar 5.13 sistem fuel oil

(EMOC PT. LINDE)

Gambar 5.14 Layout Fuel Oil

(EMOC PT. LINDE)


60

Gambar 5.15 PID fuel oil sistem

(EMOC PT. LINDE)

c) Kondensat sistem

Air untuk air umpan boiler berasal dari air demin plant di PTS,

kondensat berasal dari ST 1 kondensor dan ST 2 kondensor. Sebelum

masuk untuk air umpan boiler akan proses terlebih dahulu pada

deaeration. Deaeration adalah pengolahan air untuk menghilangkan gas

terlarut dalam air. Gas tersebut adalah Oksigen dan Karbon dioksida.
61

Pengaruh CO2 dapat menjadi asam dalam air. dan CO2 yang banyak

terkandung tersebut akan menyebabkan korosi pada pipa. O2 merupakan

zat yang dapat mempercepat korosi, alat yang dapat mnghilangkan kedua

zat tersebut adalah deaerator, yang juga digunakan untuk pemanas awal

sebelum feed boiler masuk dalam boiler.

Gambar 5.16 Diagram Mainsteam dan kondensor

(EMOC PT. LINDE)


62

Gambar 5.17 Layout Kondensat

(EMOC PT. LINDE)


63

Gambar 5.18 PID Kondensat dari surface kondensor

( EMOC PT. Linde )

d) Mainsteam sistem

Dalam sistem ini, uap dari HRSG 1/2/3, limbah panas boiler, dan boiler

baru 60 ton / jam akan pasokan ke ASU turbin, uap turbin 1, Steam turbin

2 dan deaerator baru. Uap yang ada di deaerator baru akan digunakan

untuk mengumpulkan uap, bertujuan untuk mencampurkan steam dari

mainsteam dan air umpan agar dapat menghilangkan gas korosif terutama
64

oksigen terlarut yang korosif pada suhu tinggi. Penghilangan gas-gas ini

diperlukan untuk melindungi pipa dan peralatan. Gas yang dihilangkan

akan dikeluarkan dari deaerator ke atmosfer.

Gambar 5.19 PID mainstem

(EMOC PT. LINDE)