Anda di halaman 1dari 7

LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK & HIDROGEOLOGI

(LONG-TERM CONSTANT RATE TEST)

BAB I

PENDAHULUAN
1.I Maksud dan Tujuan :

Untuk menentukan sifat hidrolik akuifer atau sumur.

2.I Dasar Teori :

Cara yang terbaik untuk menentukan sifat sifat hidrolika aquifer suatu
tempat atau daerah adalah dengan Long-term constant rate test, guna
mengetahui masalah aliran air tanah sehubungan dengan rencana
pengembangannya.

a. Hidrolika

Tingkah laku air dan sifatnya

b. Hidrolika Sumur

Merupakan ilmu yang membahas tentang aliran air tanah di sekitar sumur
atau pada lapisan pembawa air ( aquifer ).

Dalam menganalisa hidrolika sumur langkah langkah yang dipakai


adalah :

1. Tinjauan fisik
2. Dibuat langkah penyederhanaan
Dari langkah tersebut dapat dilakukan dengan apa yang disebut dengan
perlakuan matematikterhadap model yang dihasilkan.

Nama: Luthfi Fathani


NIM : 111.080.018
Plug : V
1
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK & HIDROGEOLOGI
(LONG-TERM CONSTANT RATE TEST)

Penyederhanaan :

Pengambilan anggapan
Pengambilan persyaratan
Berdasarkan pada anggapan dan persyaratan yang diberikan diperoleh
berdasarkan persamaan matematik.

Cara untuk menentukan sifat hidrolika akifer dan sumur, antara lain:

Metode penyelidikan dengan laboratorium, didasarkan pada :

Perhitungan neraca air ( water balance )


Penggunaan penurut ( tracer )
Uji Pompa ( pumping test )

c. Uji Pompa

Pada mulanya uji pompa didasarkan atas skala luas, tujuan demi
ketelitian yang akan diperoleh dibagi :

1. Pengujian Akuifer ( Aquifer test )

Metode Long-term constant test atau pengujian akuifer


dimaksudkan untuk pengukuran parameter yang arahnya horizontal
terhadap sumur uji, sehingga diperlukan beberapa sumur pengamatan
disekitar sumur uji. Dan pada uji akuifer ini biasanya disertai pula
dengan recovery test atau uji kambuh, merupakan uji pemulihan
kedudukan muka air tanah setelah dipompa. Maksud dan tujuan dari
pengukuran akuifer :

Nama: Luthfi Fathani


NIM : 111.080.018
Plug : V
2
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK & HIDROGEOLOGI
(LONG-TERM CONSTANT RATE TEST)

Dengan menganalisa data yang merupakan keterangan dasar


bagi pemecahan persoalan air tanah yang sifatnya menyeluruh
atau setempat diperoleh sifat hidrolik akifer.
Menyediakan keterangan besarnya debit hasil dan penurunan
muka air (drawdown) sumur.
Dasar pengujia akifer :

Dengan melakukan pemompaan air dari sumur yang berpipa


penyaring di dalam akifer yang diuji dengan debit dan waktu tertentu.
Pada akhirnya permukaan air dapat diamati dan diukur dalam sumur
yang dipompa dan di dalam piziometer ( sumur pengamatan )di
dekatnya. Dimana data diuji pompa yang dilakukan di lapangan harus
dievaluasi dan dianalisa dengan persamaan matematika, dan
persyaratan yang kita ambil harus sesuai dengan kondisi di lapangan
yang sebenarnya.

2. Pengujian Sumur ( Well Test )

Maksudnya hanya untuk menetapkan kemampuan sumur dan tidak


dibutuhkan piziometer di dekatnya serta lebih sederhana daripada
pengujian akuifer, uji ini lebih ditekankan pada perekaman data /
parameter sumur secara vertikal. Metode step drwdown test atau step
test dikenal juga dengan uji sumur, telah dibahas dalam bab
sebelumnya.

Dari pengukuran debit dan muka air tanah, dapat diperoleh kapasitas
sejenis ( specific capacity ) sumur, yang dapat dinyatakan oleh
besarnya debit setiap satuan penurunan dan dapat diperoleh

Nama: Luthfi Fathani


NIM : 111.080.018
Plug : V
3
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK & HIDROGEOLOGI
(LONG-TERM CONSTANT RATE TEST)

penurunan jenis ( specific drawdown )yang juga dinyatakan dengan


besarnya penurunan setiap satuan debit.

Perbedaan pengujian sumur termasuk dalam pengujian akuifer adalah


sebagai berikut :

UJI AKIFER UJI SUMUR

1. Uji Formasi 1. Uji kemampuan sumur


2. Perlu sumur pengamatan 2. Tidak perlu ada sumur
3. Menyediakan keterangan besar pengamatan
debit hasil dan penurunan muka 3. Hasilnya adalah kapasitas jenis
air tanah dan penurunan tanah
Metoda Yang Digunakan :

1. Aliran lunak dalam akifer tertekan


- Metode Theim ( 1960 )
2. Aliran tak tunak dalam akifer tertekan
- Metode Theis ( 1935 )
- Metode Chow ( 1952 )
- Metode Jacob ( Cooper & Jacob, 1946 )
3. Aliran tunak dalam akifer setengah tertekan
- De Glees Method
- Hantus Jacob Method
4. Aliran tak tunak dalam akifer setengah tertekan
- Metode Waltun I,II,III
5. Aliran tunak dalam akifer bebas
- Metode Theim-Dupuit
6. Aliran tak tunak dalam akifer bebas
- Metode Theis , Chow & Jacob I,II,III

Nama: Luthfi Fathani


NIM : 111.080.018
Plug : V
4
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK & HIDROGEOLOGI
(LONG-TERM CONSTANT RATE TEST)

BAB II

PEMBAHASAN

Kurva S vs t :

Kurva hubungan S vs Sr

(Perhitungan perhitungan terlampir)

Nama: Luthfi Fathani


NIM : 111.080.018
Plug : V
5
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK & HIDROGEOLOGI
(LONG-TERM CONSTANT RATE TEST)

BAB III

KESIMPULAN

Dari hasil analisa yang dilakukan pada Long test constant rate test ini, kita
melakukan atau membuat beberapa Kurva dengan beberapa metode diantaranya :

1. Metode Theis
2. Metode Jacob

Hasil hasil perhitungan yang bisa saya disimpulkan adalah sebagai berikut :

Kurva hubungan S vs t : T = kD = 20,98 m3/ hari

S = 3,845 x 10-4

Kurva hubungan S vs t/t2 : T = kD = 41,531 m3/ hari

S= 49,8372

Kurva Hubungan S vs t/t1 : T = kD = 30,65 m3/ hari

Kurva Hubungan S vs Sr : T = kD = 24, 694 m3/ hari

S = 3,33369x 10-4

DAFTAR PUSTAKA

Nama: Luthfi Fathani


NIM : 111.080.018
Plug : V
6
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK & HIDROGEOLOGI
(LONG-TERM CONSTANT RATE TEST)

Buku panduan praktikum Hidrogeologi 2009, Laboratorium Hidrogeologi,Fakultas


Teknologi Mineral,Universitas Pembangunan Nasional.

LAMPIRAN

Nama: Luthfi Fathani


NIM : 111.080.018
Plug : V
7