Anda di halaman 1dari 64

dari redaksi

P
erjalanan hidup seseorang tidak terlepas
dari orang-orang yang telah lahir
sebelumnya. Tiada sesuatu yang berdiri sendiri,
semua terangkai dalam suatu sebab dan akibat yang saling
bergantungan. Kita dapat menikmati dan menjalani hidup kita
hingga detik ini tidak terlepas dari mereka-mereka yang telah
berjasa untuk kita. Kita dapat lahir dan tumbuh menjadi dewasa
sebagai sosok seorang manusia karena seorang ibu. Kita dapat
mengerti dan mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan
dan kebenaran karena seorang guru. Kita dapat hidup di alam
kemerdekaan dan terlindung dari berbagai penindasan karena
ada yang rela berkorban, yaitu para pahlawan. Ketiga sosok
yang berjasa tersebut diperingati setiap tahunnya, yaitu 10
Pemimpin Redaksi
November sebagai Hari Pahlawan, 25 November sebagai Hari Julifin
Guru, dan 22 Desember sebagai Hari Ibu. Namun, kesadaran
kita akan pentingnya penghormatan kepada mereka dalam
kehidupan sehari-hari hampir tersisihkan dari pikiran kita.
Selamat Tahun Baru 2006, Selamat Hari Metta 2006, & Selamat Hari Raya
Imlek 2557. GONG XI FAT CHAI!!!

Edisi Seks
S
eks bisa jadi merupakan sebuah paradoks terbesar dalam

48
sejarah umat manusia. Ketika diangkat ke ruang publik,
ia mengundang kehebohan, sensasi hingga kontroversi.
Di sisi lain, ia merupakan sesuatu yang wajar dan alamiah
yang menjadi sebab keberlangsungan hidup umat manusia
hingga saat ini. Bagaimana Buddhisme memandang seks dan
seksualitas? Mengapa seorang praktisi yang menjalani hidup
kebhikkhuan harus selibat? Bagaimana pula kaitan antara
hidup ber umah tangga dengan praktik dhar ma dan
Februari 2006 kesempatan mencapai pembebasan? Apa dan bagaimana
yang disebut sebagai tindakan seksual yang tidak pantas?
Ikuti pembahasannya di Dharma Prabha edisi 48. Tidak
ketinggalan liputan kegiatan di Vihara Buddha Prabha dan
sekitarnya, serta liputan kegiatan Munas dan Bina Widya di
Jawa Barat.
Sajian Utama
04 Siapakah Pahlawan Itu?
Pahlawan
Universal, tanpa penaklukan duniawi, nonviolent
(tanpa kekerasan/ Ahimsa
kekerasan/Ahimsa ),
Ahimsa), cinta sesama,
compassionate
compassionate,, tanpa klesha--kebencian,
kemelekatan, dan kebodohan; itulah motivasi mutlak
yang har us dimiliki seorang pahlawan.

Sajian Utama
10 Siapakah Gur u?
Guru?
Dalam ar ti yang lebih luas, gur u bisa jadi apa dan
arti
siapa saja yang dari mereka kita merasa dapat
menarik pelajaran.

Sajian Utama
16 Ibu, Maafkan Saya
Kunyatakan, O para bhikkhu, ada dua orang yang
tidak per nah dapat dibalas budinya oleh seseorang.
Apakah yang dua itu? Ibu dan A yah.
Ayah.

Penerbit
enerbit: GMCBP bekerjasama dengan DPD IPMKBI Sekber PMVBI. Pelindung elindung:
Sangha Agung Indonesia Wilayah IV. Penanggung Jawab Jawab: Ketua Umum GMCBP.
Pemimpin Redaksi : Julifin. Sekretaris
Sekretaris: Sri Linda Sartika. Bendahara
Bendahara: Eka. Edi-
tor
tor: Hendry, Joly, Minerva A.J.Lim. Redaksi
Redaksi: Benny, Christina Luis, Irwan. Lay
ay--out
out:
Benny, Erik Wardi. Sirk ulator: Jimmy Suhendra, Ronny. No.Rekening Bank : a.n.
Sirkulator:
Indra Cahaya BCA Pusat Yogyakarta no. 0371566766. Alamat Redaksi : Jln. Brigjend
Katamso no.3 Yogyakarta 55121, Telp. (0274) 378084. E-Mail :
redaksi@dharmaprabha.or.id. Website : http://www.dharmaprabha.or.id. Pencetak
: Cahaya Timur Offset Yogyakarta

Redaksi menerima sumbangan artikel, cerpen, dan jenis tulisan lainnya yang sesuai
dengan misi Memperkokoh dan Memperluas Wawasan Buddhis. Tulisan yang dikirim
merupakan hasil tulisan sendiri dan belum pernah diterbitkan di media cetak manapun.
Tulisan yang dikirim harap disertai dengan tanda pengenal diri. Redaksi berhak untuk
mengubah tulisan dengan tidak mengurangi isi dan tema tulisan.
daftar isi
Halaman Muka
Keterangan Halaman Muka
Tiga sosok yang sangat berjasa
bagi kita: pahlawan , guru, ibu.

Sajian Utama
14 Bolehkah Umat Buddha Menjadi
Tentara?
22 T erpujilah Dikau P
Terpujilah ahlawanku
Pahlawanku Berita
Cerpen 50 Upacara Ulambana (Chau T u)
Tu)
di V ihara Buddha P
Vihara rabha
Prabha
24 Mama, I Love You
You
50 Ziarah
51 P elatihan Jur
Pelatihan nalistik
Jurnalistik
Resensi
52 Perayaan K
Perayaan athina Dana 2549 BE
Kathina
27 Soe Hok Gie, di V ihara Buddha P
Vihara rabha
Prabha
Catatan Seorang Demonstran
Liputan Eksklusif
Ajaran Dasar 53 Open House Unit, GMCBP 2005
33 Sigalovada Sutta English corner
Artikel 54 Mr
Mr.. Lau: A Memor
Memoryy of Today
Today
36 Kondisi dan Sikap Sosial Data Donatur
terhadap W
terhadap anita
Wanita 56 Donatur Edisi 47, Laporan Keuangan,
45 Wanita dalam Sifat K
Wanita eibuan
Keibuan dan Anggaran
Renungan
Opini
57 K enangan Indah Belajar Dhar
Kenangan ma
Dharma
44 Mereka Bilang, Ibu Itu...
Kalyana Putra
Profil
58 Berita dan Laporan Keuangan
48 Ibu Yutar
Yutar to
utarto
59 Pelajaran Kecil
Siapakah Pahlawan Itu?

B
erjasa, gagah berani, penuh pengorbanan, pejuang keras,
dikagumiitulah beberapa hal yang selalu terlintas dalam
benak kita pada umumnya ketika mendefinisikan seorang
pahlawan. Pengertian itulah yang sudah membumi di benak masyarakat.
Ketika membuka kamus, umumnya kita akan menemukan hal yang sama
pula. Bahkan itu juga yang telah diajarkan dan menjadi suatu pengertian
umum di masyarakat. Tetapi apakah pengertian di atas cukup untuk
mendeskripsikan seorang pahlawan? Apakah kriteria di atas cukup untuk
dimiliki seorang pahlawan ideal dalam berjuang demi kebenaran dan keadilan?
Lantas pernahkah kita bertanya bagaimana pahlawan itu berjasa? Bagaimana
cara dia berjasa? Kepada siapakah dia berjasa?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, ada beberapa contoh kasus
kemanusiaan yang dapat kita lihat. Jika kita hanya berpatok pada pengertian
di atas dan hidup sebagai orang Jerman pada era 30-an 40-an, tentu kita
boleh menyebut Adolf Hitler sebagai pahlawan; pejuang Jerman yang sangat
berjasa dalam mengangkat nama baik bangsa Jerman dan memperbaiki
kehidupan rakyat Jerman dari keambrukan dan kelaparan sosial akibat
kekalahan dalam Perang Dunia I. Ia, dengan ambisinya menguasai dunia,
terutama Eropa, berusaha menebarkan kebencian terhadap bangsa lain,
bahkan dengan cara menjerumuskan dunia dalam bencana kemanusiaan
terbesar sepanjang masa, Perang Dunia II.

Tentu saja banyak cendekiawan tidak akan setuju dengan


hal di atas. Akan tetapi, pada kenyataannya, kita sering
menyalahartikan kata pahlawan dan salah kaprah tentang arti
kepahlawanan. Sebagai contoh, jika terjadi perselisihan antara
kelompok kita dengan kelompok lain, misalnya bentrokan antarkelas
ketika kita masih duduk di bangku sekolah, pihak yang bertindak
dengan rasa bangga mengalahkan kelompok lain baik dengan
maupun tanpa tindakan kekerasan fisik demi nama baik dan ego
kelompoknya selalu dianggap pahlawan, malah pihak penengah yang
mengusahakan perdamaian selalu dianggap pengecut, atau, lebih
sarkastis lagi, pengkhianat. Inilah salah satu fenomena masyarakat
yang sering terjadi dan sudah tidak asing lagi.

November 2005
sajian utama
Kita tentu dapat menyebut orangtua cerita pendekar yang sering kita dengar, baca,
kita pahlawan yang sangat berjasa dan dan tonton di berbagai media yang dengan
bertindak adil dalam menunjang kehidupan penuh dendam, bangga, ego menghancurkan
keluarga. Akan tetapi, masihkah kita lawan-lawannya dan akhirnya berdiri di atas
menyebut mereka pahlawan jika ternyata keambrukan lawannya dan mengacungkan
penghasilan mereka adalah hasil dari pedangnya menghadap langit sambil berseru
menghisap darah dan keringat rakyat? Jika aku telah mengalahkan semua musuhku,
pada suatu saat umat manusia di bumi akulah pemenang dari segala pemenang.
menemukan suatu kehidupan dan sumber Nonviolence is a way of life for
daya alam di luar bumi (misalnya planet lain), courageous people. Itulah pemaparan
kemudian umat manusia bumi seorang tokoh peraih Nobel Perdamaian,
mengeksploitasi planet tersebut dan bahkan Martin Luther King, Jr., tentang antikekerasan
melakukan penindasan keji terhadap (ahimsa). Praktisi nonviolence jauh lebih
penghuninya untuk memenuhi sumber daya berani daripada pihak yang selalu
alam bumi manusia sendiri yang semakin hari mengandalkan kekerasan untuk
semakin dalam keadaan krisis, apakah kita menyelesaikan masalah. Menerima,
akan menyebut tindakan itu sebagai mendengar, serta mentransformasikan
tindakan kepahlawanan? kejahatan menuju kebaikan, keadilan, dan
Fenomena-fenomena di atas perdamaian memerlukan keberanian yang
merupakan titik tolak untuk cukup tinggi dan sangatlah membutuhkan
mendeskripsikan apa itu seorang pahlawan. usaha yang tidak sedikit pula.
Lebih sempit lagi, bagaimana pahlawan itu Selain itu, praktik nonviolence jauh
termotivasi dan bertindak dalam membela lebih sulit daripada praktik violence.
kebenaran dan keadilan? Kriteria-kriteria apa Nonviolence bukan berarti pasif, lemah,
yang mutlak harus ditambahkan pada menyerah, atau pengecut. Nonviolence
pengertian umum tentang pahlawan? Siapa adalah suatu kekuasaan, keyakinan, dan
sajakah yang patut disebut pahlawan? perjuangan yang memerlukan kekuatan
Universal, tanpa penaklukan batin, kegigihan, dan ketekunan. Tokoh besar
duniawi, nonviolent (tanpa kekerasan/ Gandhi pernah mengatakan bahwa praktik
ahimsa), cinta sesama, compassionate, tanpa ahimsa memerlukan moralitas dan
kleshakebencian, kemelekatan, dan spiritualitas, sedangkan untuk
kebodohan; inilah motivasi mutlak yang harus mempraktikkan kedua hal tersebut
dimiliki.seorang pahlawan. Dia harus seseorang haruslah fearless (tidak memiliki
termotivasi dan bertindak untuk tidak sampai rasa takut). Kita bisa menjadi fearless apabila
merugikan, melukai, menimbulkan telah mengalami dan merasakan
penderitaan terhadap pihak manapun, kekosongan.
melainkan betul-betul untuk kebenaran dan Ketika seorang pahlawan
keadilan semua pihak. Dengan kata lain, dihadapkan pada suatu masalah atau
yang diperjuangkan seorang pahlawan konflik, hendaknya dia tidak terlalu
adalah perdamaian. Bukan seperti cerita- mementingkan solusinya; menang, kalah,

November 2005
06
atau berkompromi. Bukan hasil akhirnya kleshakebencian, kemelekatan, dan
yang menjadi titik fokus utama, tetapi kebodohan. Panna (kebijaksanaan) juga
bagaimana motivasi, cara, atau proses dia merupakan kriteria yang semestinya dimiliki
menyelesaikan hal tersebut. Seorang oleh pahlawan itu sendiri, terutama dalam
pahlawan bukan mencari cara untuk menaklukkan egois pribadinya itu.
menjatuhkan dan mengalahkan musuhnya, Tanpa pamrih, tanpa nama, tanpa
tetapi berusaha mencari cara untuk ego, tanpa aku. Seorang pahlawan
mengalahkan sistem ketidakadilan, bukan hendaknya memiliki motivasi murni dalam
orangnya (musuh). Lebih jauh lagi, seorang bertindak untuk membela kebenaran dan
pahlawan mencari cara untuk keadilan, bukan hanya semata-mata
memenangkan persahabatan, kerukunan, mengejar nama dan popularitas serta
dan perdamaian. memperbesar aku-nya. Jadi, dalam hal ini
Terdapat sebuah cerita jataka yang kebijaksanaan adalah kesadaran akan
mengisahkan seorang raja dan permaisuri tiadanya aku yang melakukan kebajikan ini,
yang dibunuh oleh seorang penguasa lain. yang ada hanyalah kebajikan itu sendiri.
Ketika mereka terbaring sekarat menjelang Misalnya, ketika menolong seseorang kita
kematian, mereka meminta anaknya yang masih berpikir, Akulah yang menolong orang
masih kecil untuk tetap sabar dan itu, itu bukanlah panna, melainkan hanya
memaafkan musuhnya. Akhirnya sang perbuatan baik biasa belaka. Tapi jika kita
pangeran yatim piatu menjadi anggota sadar, Tidak ada aku yang menolong orang
pelayan musuhnya, yakni raja yang itu, yang ada hanyalah peristiwa pertolongan
membunuh kedua orang tuanya. Ia menjadi terhadap orang itu, maka ini adalah panna.
pembantu kerajaan. Suatu ketika, tertinggal Lalu, bagaimanakah cara kita
dia dan pembunuh orang tuanya bersama di mempertahankan konsistensi kita
hutan. Ia mulai menghunus pedangnya dan mendukung kepahlawanan? Atau lebih
berniat membunuh musuhnya. Tetapi lugasnya, bagaimana kita menjadi supporter
kewaspadaan akan pesan orang tuanya pahlawan? Bagaimana kita bermain di balik
mulai mencengkeram pikirannya, dan panggung untuk mengindentifikasi dan
akhirnya ia membatalkan niatnya. Melihat mendukung munculnya benih-benih
pedang terhunus di tangan pelayannya, pahlawan yang baik? Kita biasanya
akhirnya raja itu mengetahui seluk beluk mengindentifikasi jasa-jasa pahlawan
riwayat si anak yang orang tuanya dengan memulai dari ego kita sebagai titik
dibantainya dulu. Semuanya dimaafkan dan nol. Ketika kita masih merasa memiliki
pelayan itu menikahi putri raja dan mewarisi kebersamaan atau hubungan timbal balik
mahkota raja. dengan pihak lain, misalnya, dalam
Cerita-cerita serupa cerita di atas mengembangkan kekeluargaan dan
sering diajarkan oleh umat Buddha untuk persaudaraan bersama, maka kerukunan,
mendorong umat manusia agar perdamaian, dan keadilan pun tumbuh.
menyelesaikan masalah dengan bijaksana, Tetapi, ketika merasa pihak luar sudah tidak
penuh cinta kasih, tanpa kekerasan, tanpa ada hubungan dengan aku kita lagi,

November 2005
merasa tidak ada kebersamaan lagi dengan Dari nama-nama di
pihak luar, maka hal-hal yang kontradiktif atas boleh dikatakan yang lebih
pun muncul. senior adalah Mahatma Gandhi
Tanpa sadar kita terus (1869-1948). Perjuangannya
mempersempit ego kita dari kepentingan terhadap kemerdekaan bangsa
bersama menjadi egoisme pribadi, sikap India yang berlandaskan
mementingkan diri sendiri. Oleh karena itu, ahimsa (tanpa kekerasan), satya
kita harus tetap selalu waspada dan (kebenaran), dan tapas
konsisten dengan melatih diri melalui (penderitaan), banyak memberi
mendengar atau membaca, berpikir dan inspirasi yang mendorong orang-
merenung, dan yang paling efektif adalah orang seperti Martin Luther King,
meditasi. Jr, Nelson Mandela dan tokoh-
Lantas, adakah tokoh-tokoh yang tokoh perdamaian dunia lainnya
pantas disebut pahlawan perdamaian yang untuk berjuang membangun
sesuai kriteria di atas? Apakah paparan di dunia yang lebih baik dengan
atas hanyalah sebatas teori atau jalan damai.
pengetahuan belaka yang tidak bisa Thich Nhat Hanh,
dibarengi praktik (salah satu faktor pokok seorang bhikkhu kelahiran
dalam berfilosofi)? Terutama pada zaman Vietnam, dengan berbagai upaya
kontemporer ini yang harus diakui semakin sepanjang kehidupannya untuk
hari semakin sensitif terhadap kekerasan. menghasilkan perdamaian dan
Pada persoalan ini akan diambil contoh rekonsiliasi telah menyentuh
beberapa tokoh yang kiranya dapat mewakili Martin Luther King, Jr (1929-
kriteria pahlawan di atas. 1968), peraih nobel perdamaian
Tokoh-tokoh perdamaian, atau dan pejuang HAM dan keadilan
boleh juga disebut pahlawan-pahlawan sosial bagi orang kulit hitam
perdamaian abad ke-20, seperti Nelson Amerika Serikat dari penindasan
Mandela, Mahatma Gandhi, Martin Luther dan penekanan; untuk
King, Jr, Aung San Suu Kyi, Thich Nhat Hanh, menominasikan beliau hadiah
Sulak Sivaraksa, dan lain-lain barangkali perdamaian nobel pada tahun
sudah tentu tidak asing lagi di telinga kita.. 1967. Selama perang Vietnam,
Kebanyakan dari mereka adalah nominator ia gigih mengampanyekan
dan peraih nobel perdamaian, dan untuk dua gerakan antiperang dan
tokoh terakhir adalah pencetus dan menyelenggarakan berbagai
penggerak konsep Engaged Buddhism. kegiatan untuk menolong
Sosok-sosok di atas selalu menyuarakan korban perang, seperti
kesamarataan, perubahan sosial, keadilan mendirikan rumah sakit,
sosial, tanpa kekerasan, dengan dilandasi sekolah, dan sebagainya. Ia
semangat pengabdian yang tinggi dan telah merintis isu-isu ekologi,
cinta tentunya. keadilan sosial, tatanan
08
sosioekonomi, public policy, kemiskinan tentunya) yang bercita-cita menciptakan
struktural, antikekerasan, feminisme, HAM , dunia yang lebih baik, membangun situasi
dan lain sebagainya. ekonomi yang sama untuk semua orang,
Pada gilirannya, Thich Nhat Hanh menggantikan usaha mengejar keuntungan
sendiri menjadi inspirator bagi sesosok tokoh pribadi dengan kesejahteraan umum, tidak
yang termasyur dalam kegigihan dan ada perang, semua orang menjadi saudara.
keberaniannya dalam memerjuangkan Tokoh terakhir yang akan dibahas
perubahan sosial ke arah yang lebih baik dan lebih jauh adalah Buddha. Sebagaimana yang
keadilan sosial masyarakat dengan cara- telah ditulis di atas, tokoh yang sudah
cara nonviolence; Sulak Sivaraksa. Tokoh melampaui batasan-batasan dan egoisme
kelahiran Thailand ini berani berdiri di pihak pribadi ini hidup pada zaman kapak juga.
yang berani mengungkapkan kebenaran, Setelah mencapai pencerahan (nirvana),
dan menentang tirani dan kediktatoran yang Buddha pun mulai mengajarkan ajaran
dalam pandangannya tak dapat ditolerir kebenaran universal, dhamma. Buddhisme
dengan alasan apapun di negaranya. Ide- tidak pernah mengindentifikasikan dan
idenya tentang sosialisme buddhisme mencari siapa musuh-musuh di luar diri kita,
membawanya untuk menyuarakan isu-isu malah yang diajarkan adalah bagaimana
sosial, seperti konservasi lingkungan dan cara membebaskan diri dari penderitaan,
perdamaian dunia, serta penolakan atas mengikis dan menaklukkan ke-ego-an, nafsu
segala bentuk tirani, konsumerisme brutal, keinginan, kotoran batin yang muncul dari
dan perusakan lingkungan. Inilah sekilas kita sendiri. Selain itu, Buddha berusaha
tentang beberapa tokoh pahlawan menolong dan mengajarkan cara
perdamaian abad ke-20. mengembangkan dan mempraktikkan metta
Ada beberapa tokoh atau filsuf (cinta kasih) dan welas asih bukan hanya
klasik yang kiranya juga dapat dianggap terhadap umat manusia, tetapi kepada
pemikir dan pencetus benih-benih pahlawan semua mahluk, yang terlihat maupun tak
perdamaian dan keadilan sosial yang sangat terlihat, dari dimensi kehidupan manapun
berpengaruh dalam sejarah umat manusia. (inilah yang sangat berbeda dengan ajaran-
Dari zaman kapak (800-200 SM) muncul ajaran tokoh lain pada umumnya). Dengan
para filsuf dan pemikir yang berupaya demikian, sesuai dengan kriteria pahlawan
mencari solusi atas krisis kemanusiaan yang di atas, dan oleh karena ajaran dan
mendera manusia, seperti Siddharta tindakan-Nya yang mengarah pada
Gautama, Konfusius, Lao Tse, Socrates, perdamaian yang sangat universal dan
Zoroaster, dan lain-lain. Di samping itu, sangat berpengaruh pada kehidupan
muncullah para nabi. Nabi Isa sendiri manusia sekarang ini, bukankah Buddha
mengajarkan pandangan cintailah pantas disebut sebagai pahlawan
musuhmu, mengasihi dan berbuat baik universal.
kepada mereka yang dendam dan membenci Jika Michael H.Hart dalam bukunya
kita. Seiring waktu, muncullah para pemikir yang termasyur Seratus Tokoh yang Paling
sosialisme purba dan utopis (tanpa kekerasan Berpengaruh dalam Sejarah dengan

14 Bolehkah Umat Buddha Menjadi Tentara?


Baca juga...
22 Terpujilah Dikau Pahlawanku
09
berbagai riset dan pertimbangan mengutak- mengembangkan, menanamkan
atik posisi urutan para tokoh dan akhirnya pemahaman yang mendalam bahwa
memosisikan Buddha pada posisi keempat. kekerasan tidak pernah dapat digunakan
Jika penulis mempunyai kesempatan untuk untuk mendukung kepercayaan seseorang,
menulis buku yang berjudul Seratus Tokoh maka kita tidak belajar apa pun dari
Pahlawan Perdamaian yang Paling Berjasa pengalaman pahit abad ke-20. Perjuangan
dengan berbagai riset dan pertimbangan sesungguhnya pada abad ke-21 ini akan
juga, sudah tentu penulis akan menempatkan menjadi antara kekerasan atau
Buddha pada posisi pertama. Bukankah nonviolence., suatu kampanye
suatu hal yang sangat menarik? perdamaian dari majalah SGI Quaterly
Setelah memahami apa arti (sebuah majalah yang diterbitkan Soka
pahlawan yang sesungguhnya itu, lalu apa Gakkai International).
tindakan kita selanjutnya? Apakah kita Jadi, sesuai dengan injakan kita
masih bertindak dan mengajarkan artinya dalam memasuki era baru abad ke-21 ini,
sesuai pandangan umum sebelumnya yang kita harus lebih aktif dalam menanamkan
mengandung kesalah-kaprahan arti benih-benih perdamaian yang kritis dan
kepahlawanan itu dan membiarkan mitos- berani, cinta kasih, welas asih, dan benih-
mitos tersebut terus merembes pada benih pahlawan yang baik terhadap diri
pemahaman masyarakat dan generasi muda sendiri, masyarakat, dan generasi selanjutnya
kita? Atau kita sendiri yang mulai sebagaimana yang telah dilakukan tokoh-
menumbuhkan benih-benih perdamaian tokoh pahlawan perdamaian yang saling
yang kritis, berani, gigih dan tentunya benih- memengaruhi antarsesama sesuai dengan
benih pahlawan yang baik terhadap diri kronologi yang telah dibahas di atas. Marilah
sendiri dan orang lain? Seberapa jauh kita kita mulai berperan aktif dalam bertindak dan
bermotivasi dan menempatkan ego kita selalu mengharapkan Semoga semua
dalam batas toleransi perjuangan kita? Diri mahluk berbahagia [Benny03].
sendiri, keluarga, teman, kampus, organisasi,
masyarakat, ras, agama, dunia atau seluruh
mahluk hidup dan alam semesta.
Kita sekarang telah memasuki era
baru abad ke-21, bukan lagi hidup di abad
ke-20, yang merupakan abad peperangan,
abad beratus-ratus juta jiwa menjadi korban
kekerasan perang. Di abad ke-21 ini,
kemanusiaan harus dipandu untuk
membuang segala prinsip-prinsip kekerasan
dan mengembangkan prinsip bahwa saling
melukai dan membunuh dalam kondisi
apapun adalah tidak dapat diterima atau
dibenarkan. Jika kita tidak menyadari,

November 2005
sajian utama

Siapakah
Guru?
Matapitaro pubbacariyati vuccare
(Orang tua disebut sebagai guru yang pertama)
Sabrahmaka Sutta, Anguttara Nikaya

S
ekilas mendengar kata guru,
sosok seperti apakah yang
terbayang dalam pikiran kita?
Tentu bisa bermacam-macam. Tulisan ini yang sangat mendalam dan luas. Salah satu
membagi definisi guru menjadi dua bagian besar, makna yang banyak dipakai adalah: the
yaitu secara sempit dan secara luas. Secara dispeller of darkness within us (orang yang
sempit, guru dapat dibagi menjadi dua bagian membantu melenyapkan kegelapan yang ada
besar, yaitu guru dalam lingkup pendidikan formal dalam diri kita). Guru seperti ini, dalam bahasa
(dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Inggris sering diterjemahkan menjadi spiritual
Tinggi) dan guru spiritual. Secara luas, guru preceptor. Kata spiritual di sini lebih
adalah apa dan siapa saja yang mana kita dapat dimaksudkan sebagai suatu pendekatan
menarik pelajaran darinya. Marilah kita lihat (approach) yang digunakan dalam
sekilas definisi ideal dari masing-masing kategori menghilangkan kegelapan tadi
tersebut. (Sudhamek:2004).
Untuk kategori guru dalam lingkup Dalam arti yang lebih luas, guru bisa
pendidikan formal, gambaran guru yang ideal jadi apa dan siapa saja yang dari mereka kita
dilukiskan oleh Earl V. Pullias melalui bukunya merasa dapat menarik pelajaran. Guru dalam
yang berjudul Guru sebagai Makhluk Serbabisa. artian luas ini bisa jadi siapa saja, baik orang
Sebagai makhluk serba bisa, maka seorang guru tua, teman, saudara, musuh, orang asing, dsb,
adalah seorang pembimbing guru itu sendiri, termasuk juga diri sendiri. Bisa pula dalam
moderator, modernisator, pemberi teladan, peneliti, bentuk peristiwa-peristiwa ataupun kejadian-
penasihat, pencipta, penguasa, pemberi inspirasi, kejadian yang mengajarkan sesuatu pada kita.
pelaku pekerjaan rutin, seorang pembaru, dan Dalam konteks inilah berlaku perkataan
juru cerita sekaligus merangkap pelaku Pengalaman adalah guru yang terbaik.
(Darmaningtyas:2005). Pelajaran dan pengalaman itu dapat berkaitan
Berkaitan dengan guru spiritual, dalam dengan bidang apa saja, bisa menyenangkan
bahasa Sanskerta, istilah guru mempunyai arti bisa pula tidak, selama orang ataupun hal

November 2005
11
3. Yonisomanasikara
Merenungkan dan menganalisa untuk
mengetahui dan mengerti mengenai hal
yang baik dan yang buruk.
4. Dhammanudhammapatipatti
Mempraktekkan Dhamma sesuai dengan
Dhamma yang telah diselidiki dan
dimengerti.
Hubungan di antara kelompok Dhamma di atas
secara keseluruhan dapat disimpulkan sebagai
suatu keadaan yang berguru, di mana seorang
siswa berguru kepada seorang guru.

Keadaan di atas dapat dibagi menjadi 4 tahapan,


yaitu:
Tahap ke-1: Carilah guru yang baik
Dalam pencarian guru yang baik (Sattapurisa/
tersebut laksana seorang guru yang sedang Sappurisa) Sang Buddha menegaskan agar kita
mengajarkan sesuatu pada kita, murid- berhati-hati, karena ada bermacam-macam jenis
muridnya. guru, misalnya:
Empat Dhamma yang Menunjang - ada guru yang betul-betul berilmu
Perkembangan (Cattari V uddhiyani)
Vuddhiyani) - ada guru yang mengajarkan Samma-
Ada empat metode untuk mempraktekkan Ajiva (mata pencaharian benar)
dhamma demi perkembangan diri sendiri. - ada guru yang mengajarkan Miccha-
Keempat dhamma yang diajarkan oleh Sang Ajiva (mata pencaharian yang tidak
Buddha ini merupakan dhamma dasar yang benar)
bersifat universal dalam membangun - ada guru yang mengajarkan hal-hal
perkembangan di semua bidang, tergantung yang jahat
dari keinginan si pelaksana serta watak dan - ada guru yang mengajarkan hal-hal
bakatnya, misalnya dapat berkembang yang baik
menjadi rohaniwan, guru, murid, pejabat, dsb.
Keempat dhamma yang menunjang tersebut Tahap ke-2: Mendengarkan ajaran guru tersebut
adalah: Tahap ini masih berhubungan dengan
1. Sappurisasamseva tahap yang pertama, yaitu setelah bergaul
Bergaul dengan orang-orang bijaksana, dengan guru yang baik, mendengarkan ajaran-
mulia dan terpuji dalam perbuatan, ajaran, nasehat-nasehat, wejangan-wejangan
ucapan, maupun pikiran. yang beliau sampaikan dengan hormat.
2. Saddhammassavana Pengertian dengan hormat berarti mendengarkan
Mendengarkan ajaran-ajaran dari orang dengan penuh perhatian, selalu ingat, hormat dan
bijaksana. sopan terhadap pengajar dan juga terhadap

November 2005
12
Dhamma pertama hingga yang ketiga secara
bertahap maka untuk selanjutnya patut
menyesuaikan, mengendalikan, melaksanakan,
mempraktekkan Dhamma yang sesuai dengan
diri kita sendiri.
Tiga Cara Sang Buddha Mengajar
Berbicara tentang sosok guru, kiranya kita
memiliki panutan sempurna yaitu Guru Agung
junjungan kita, Buddha Gautama. Pekerjaan
mulia Beliau adalah mengajar dan membimbing
semua makhluk khususnya manusia untuk
menjalankan dhamma yang akan membuat kita
semua memperoleh kebahagiaan dan mencapai
pembebasan sejati. Dalam Dhamma Vibhaga
(Penggolongan Dhamma) bagian Tika (kelompok
tiga), disebutkan tiga cara Sang Buddha
mengajar, yaitu:
1. Beliau mengajar agar mereka yang
ajarannya. Jika semuanya ini tidak kita mendengar dapat mengetahui secara
lakukan maka pergaulan kita dengan guru mendalam dan mengerti dengan benar apa
selama ini tidak mendatangkan manfaat. yang pantas untuk diketahui dan dimengerti.
Tahap ke-3: Merenungkan ajaran guru tersebut Dalam banyak kesempatan Sang Buddha
Tahap ketiga ini berkaitan dengan sering menekankan bahwa Beliau hanya
pengolahan di dalam hati. Setelah mengajarkan Dhamma kepada mereka yang
mendengarkan ajaran, wejangan, nasihat dapat menerima Dhamma-Nya tersebut.
beliau dengan hormat, maka untuk selanjutnya Beliau mengajarkan Dhamma bukan dengan
direnungkan, dianalisa dengan teliti dan tujuan supaya mereka yang mendengar akan
bijaksana. Penganalisaan dan penelitian ini mengetahui pengetahuan-Nya yang luas dan
bertujuan untuk mengetahui: apakah semua kebijaksanaan-Nya yang tinggi, akan tetapi
hal itu sesuai dengan Dhamma/kebenaran? semata-mata dengan tujuan agar mereka
Apakah semua hal itu bermanfaat bagi diri yang mendengar akan dapat mengerti
sendiri? Apakah semua hal itu sesuai dengan dengan benar. Beliau juga tidak akan
status dan kemampuan diri sendiri? Di dalam mengajarkan Dhamma-Nya apabila dirasa
bidang keagamaan, kegunaan penganalisaan waktunya masih belum tepat.
ini sangatlah perlu. Sekarang yang menjadi pertanyaan kita,
Tahap ke-4: Berusaha melaksanakan ajaran mengapa Dhamma itu patut untuk diketahui
guru tersebut dan dimengerti. Satu-satunya jawaban yang
Tahap yang keempat adalah tepat ialah karena Dhamma itu akan
mempraktekkan Dhamma yang sesuai dengan membawa banyak manfaat dan keuntungan
Dhamma yang telah diselidiki dan dimengerti. bagi mereka yang melaksanakannya.
Setelah kita menganalisa/ merenungkan Jelasnya Sang Buddha tidak akan

November 2005
13
mengajarkan sesuatu yang tidak dapat Mengajar adalah Belajar
membawa keuntungan, walaupun hal itu Setelah melewati tahap berguru dan melihat
merupakan suatu kebenaran. sekilas cara Sang Buddha mengajar, kita sampai
2. Beliau mengajar dengan menggunakan pada pemahaman bahwa setiap orang itu
contoh-contoh, sehingga mereka yang sesungguhnya adalah guru bagi dirinya masing-
mendengar dapat merenungkan dan masing, bahwasanya mengajar adalah belajar
melihat (Dhamma) dengan benar (bagi diri (teaching is learning). Artinya, pada saat kita
mereka sendiri). mengajar sesungguhnya kita juga sekaligus
Beliau mengajarkan dengan menggunakan belajar. Proses belajar itu terjadi dalam dua
alasan-alasan, sehingga mereka yang bentuk, yaitu:
mendengar akan dapat mengerti dan 1. Kalau akan mengajar (teaching), kita tentu
memahami Dhamma dengan benar. Jadi, akan melakukan persiapan dengan
semua ajaran-ajaran Sang Buddha adalah mempelajari (learning) segala bahan tentang
suatu kebenaran yang mutlak, bukanlah topik yang akan kita ajarkan tersebut.
sesuatu hal yang masih diragukan atau 2. Pada waktu kita sedang menjelaskan atau
masih samar-samar pengertiannya. berbicara dalam suatu proses belajar-
Semuanya itu merupakan sutau kenyataan mengajar, diri kita sesungguhnya juga
umum yang telah dialami oleh semua semakin mengalami proses pendalaman
makhluk hidup. Juga bukan sesuatu hal tentang apa yang sedang kita ajarkan
yang dibuat-buat atau diada-adakan tersebut. Dalam artian ini, proses intra-self-
sendiri, akan tetapi memang telah ada. teaching umumnya akan melampaui tahapan
Dalam suatu kesempatan, Sang Buddha kognitif semata-mata. Proses itu sudah
pernah bersabda: menyentuh tahap lanjutan, yaitu efektif atau
Oh para Bhikkhu, apakah Tathagata bahkan psikomotorik, sehingga proses
muncul atau tidak, Dhamma tetap ada. Ini transformasi pada diri seseorang akan sangat
merupakan Hukum Abadi. mungkin terjadi pada tahapan ini. Ini bisa
3. Beliau mengajar dengan suatu cara yang terjadi karena dengan penuh konsentrasi kita
luar biasa, sehingga mereka yang mendengar sendiri apa yang kita ucapkan. Hal
mengikuti dan melaksanakan Sang Jalan ini bisa terjadi karena sesungguhnya dalam
(Dhamma) itu dapat memperoleh faedah- diri kita sendiri itu juga ada seorang guru
faedah (keuntungan) sesuai dengan (Sudhamek, 2004:357).
praktek mereka. Bertemu dengan seorang guru yang baik adalah
Beliau mengajarkan Dhamma dengan sangat susah sekali. Oleh sebab itu, apabila kita
menggunakan suatu cara yang luar biasa, berkesempatan untuk bertemu jangan mensia-
sehingga mereka yang melaksanakan siakan kesempatan berguru. Di samping itu, kita
akan memperoleh manfaat dan juga tidak boleh melupakan jasa guru-guru kita,
keuntungan sesuai dengan praktek mereka. mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Apabila
Semua ajaran Sang Buddha akan kita merasakan manfaat dari apa yang telah
menghasilkan manfaat. Besar kecilnya kita pelajari, jangan ragu untuk membagikannya
manfaat tersebut tergantung sepenuhnya kepada orang lain dengan mengajar.[Joly]
pada usaha yang telah dilakukan (A.I. 276;
M. II.9.)
Bolehkah
Umat Buddha
Menjadi
Tentara?
Engkau dapat menjadi
seorang prajurit
kebenaran, tetapi
bukanlah seorang
penyerang.

S
uatu hari, Sinha, seorang tentara, mengunjungi
Guru Buddha dan mengatakan, O Bhagava,
saya adalah seorang tentara yang ditunjuk oleh
raja untuk menegakkan hukum dan berperang. Guru Buddha
mengajarkan cinta kasih yang universal, kebaikan, dan kasih
sayang untuk makhluk yang menderita. Apakah Buddha
mengizinkan pemberian hukuman untuk para penjahat? Dan juga,
apakah Buddha menyatakan bahwa berperang demi melindungi
rumah, istri, anak-anak, dan harta kita adalah salah? Apakah
Buddha mengajarkan agar kita menyerahkan diri sepenuhnya?
Apakah saya harus menderita dengan melakukan apa yang
disenangi oleh para pelaku kejahatan dan memberikan secara
patuh kepadanya yang mengancam akan mengambil secara
paksa apa yang menjadi milik saya? Apakah Buddha menetapkan
bahwa semua perselisihan termasuk berperang demi alasan-
alasan yang pantas seharusnya dilarang?
Buddha menjawab, Mereka yang pantas dihukum harus
dihukum. Dan mereka yang pantas ditolong wajib ditolong. Tidak
melukai makhluk hidup apapun, tetapi harus adil, penuh dengan
cinta dan kebaikan. Keputusan ini tidaklah bertentangan karena
orang yang dihukum atas kejahatannya akan menderita atas
lukanya bukan karena niat jahat sang hakim namun dikarenakan
oleh tindakan jahatnya itu sendiri. Tindakan jahat itu sendiri yang
telah mengakibatkan luka yang diberikan oleh sang penegak
hukum. Jika seorang hakim memberikan hukuman, dia
seharusnya tidak menyimpan rasa benci di hatinya. Jika seorang
pembunuh dieksekusi mati, dia seharusnya menyadari bahwa
hukumannya itu adalah akibat perbuatannya sendiri.

November 2005
15
Dengan pemahaman ini, dia tidak perlu lagi meratapi nasibnya tetapi dapat
menenangkan pikirannya. Guru Buddha melanjutkan, Buddha mengajarkan bahwa segala
perang di mana terjadi pembantaian terhadap saudara-saudara sendiri adalah sangat
disayangkan sekali. Akan tetapi, Buddha tidak mengajarkan bahwa mereka yang terlibat
perang untuk memelihara perdamaian dan ketentraman, setelah menggunakan berbagai
cara untuk menghindari konflik, adalah pantas disalahkan.
Perjuangan tetap harus ada, karena pada hakikatnya hidup adalah perjuangan.
Tetapi pastikan bahwa engkau tidak berjuang demi kepentingan pribadi hingga menentang
kebenaran dan keadilan. Seseorang yang berjuang demi kepentingan pribadi untuk
membesarkan dirinya sendiri atau memiliki kekuasaan atau kaya atau terkenal, tidak akan
mendapatkan penghargaan. Tetapi, dia yang berjuang demi perdamaian dan kebenaran
akan memperoleh penghargaan besar; bahkan kekalahannya akan dianggap sebagai
kemenangan.
Kemudian Sinha, jika seseorang pergi berperang bahkan untuk alasan yang pantas,
dia harus siap-siap untuk dibunuh musuhnya karena kematian adalah bagian dari resiko
seorang prajurit. Dan jika karmanya itu mengikutinya, dia tidak memiliki alasan apapun
untuk mengeluh. Tetapi jika dia yang menang, keberhasilannya akan dianggap besar, tetapi
tidak peduli sebesar apapun itu, roda kehidupan akan berputar kembali dan membawa
hidupnya hancur lebur seperti debu. Akan tetapi, apabila dia mampu berkompromi dengan
dirinya sendiri dan melenyapkan semua kebencian di hatinya, dan jika dia dapat mengangkat
musuhnya yang tertindas dan mengatakan pada mereka, Marilah berdamai dan biarlah
kita menjadi saudara, maka dia akan memperoleh kemenangan yang bukan keberhasilan
sementara; dikarenakan buah kemenangan ini akan bertahan selamanya.
Seorang jenderal yang berhasil adalah seorang pemenang, Sinha, tetapi dia yang
menaklukkan diri sendiri adalah pemenang sejati. Ajaran penaklukkan diri sendiri ini, Sinha,
tidaklah diajarkan untuk menghancurkan kehidupan orang lain, tetapi untuk melindungi
mereka. Seseorang yang telah menaklukkan dirinya sendiri akan lebih siap menghadapi
hidup, mengukir keberhasilan, dan meraih kemenangan daripada seseorang yang diperbudak
diri sendiri. Seseorang yang pikirannya terbebas dari ilusi keakuan, akan lebih mampu
bertahan dan tidak terjatuh dalam pertempuran hidup. Dia, yang tujuannya penuh kebenaran
dan keadilan, tidak akan menemui kegagalan. Dia akan berhasil dalam usahanya dan
keberhasilannya akan bertahan. Dia yang memiliki cinta akan kebenaran dalam hatinya
akan hidup terus dan tidak akan menderita. Jadi, berjuanglah dengan berani dan bijaksana.
Kemudian, engkau akan menjadi prajurit pembela kebenaran.
Tidak ada keadilan dalam peperangan atau kekerasan. Ketika kita yang
menyatakan perang, kita membenarkannya; namun ketika pihak lain menyatakan perang,
kita menganggap itu tidak adil. Selanjutnya, siapa sebenarnya yang dapat membenarkan
perang? Orang seharusnya tidak mengikuti hukum rimba untuk mengatasi masalah manusia.
Diterjemahkan dari:
Dhammanada, K. Sri, 2002, What Buddhist Believe?, 4th Ed., pp. 385-387, Buddhist Missionary
Society Malaysia, Kuala Lumpur

November 2005
sajian utama
Ibu,
Maafkan Saya
(All is for our own good)

Kunyatakan, O para bhikkhu,


ada dua orang yang tidak
pernah dapat dibalas budinya
oleh seseorang. Apakah yang
dua itu? Ibu dan Ayah.

Bagaikan seorang ibu yang


melindungi anak tunggalnya dengan
mempertaruhkan nyawanya sendiri.
Demikianlah hendaknya pikiran
yang penuh cinta kasih terpancar
kepada semua makhluk tanpa batas.
(Khuddaka Nikaya 5; Suttanipata Pali
I; Uragavagga 8; Metta Sutta 7)
Ibu, Mami, Mama, Mom, Mother,
Mak, Emak, Mak E, panggilan ini sangat akrab
sekali di telinga kita. Mungkin hanya beberapa
dari kita yang belum pernah mengucapkan
panggilan tersebut; bisa jadi karena ibunya
telah meninggal sejak kecil ataupun karena hal
lainnya. Umumnya kita semua memiliki
seorang ibu karena kita dilahirkan dari rahim
seorang ibu. Tentu saja, umumnya kita akan
merasakan kasih sayang seorang ibu yang
penuh kehangatan dan cinta dalam menjaga,
merawat, membesarkan, mendidik kita semua,
dan masih banyak lagi pengorbanan besar
mereka. Tidak dapat dibayangkan betapa
Kita tidak akan pernah tahu betapa besar besarnya perjuangan dan penderitaan seorang
pengorbanan ibu kita, terutama ketika
melahirkan, sebelum kita menjadi seorang ibu.
sajian utama
ibu dalam membesarkan anak-anaknya, 8. Kebaikan selalu memikirkan kita bila berjalan
terutama pada saat melahirkan. Sebelum ibu jauh.
melahirkan kita, ibu mengandung kita selama 9. Kebaikan karena kasih sayang yang dalam
9 bulan dengan penuh pengorbanan. Coba dan pengabdian.
bayangkan apabila kita harus beraktivitas 10. Kebaikan dari rasa welas asih yang dalam
dengan selalu membawa beban di perut, dan simpati.
apakah kita akan sanggup melakukannya Adakah cara untuk membalas jasa ibu
dengan baik dan leluasa? Bayangkan betapa kita yang begitu mulia? Guru Buddha juga
banyaknya nutrisi, zat makanan yang kita pernah menjelaskan tentang betapa besarnya
sedot dari tubuh ibu kita sewaktu kita masih jasa seorang ibu, seperti yang tertulis dalam
dalam kandungan? Belum lagi penderitaan Anguttara Nikaya II, iv, 2 berikut ini:
ketika ibu melahirkan kita, nyawa mereka jadi Kunyatakan, O para bhikkhu, ada dua
taruhannya. Setiap wanita pasti akan orang yang tidak pernah dapat dibalas budinya
merasakan penderitaan melahirkan ini dan oleh seseorang. Apakah yang dua itu? Ibu dan
mungkin itu saatnya kita akan tahu betapa Ayah.
berharganya perjuangan ibu kita ketika Bahkan seandainya saja seseorang
melahirkan kita. Hingga ada pepatah memikul ibunya ke mana-mana di satu bahunya
mengatakan Surga berada di bawah telapak dan memikul ayahnya di bahu yang lain, dan
kaki ibu. Sadar akan semua hal itu, tetap saja ketika melakukan ini dia hidup seratus tahun,
kita masih suka melawan ibu kita, masih begitu mencapai usia seratus yahun; dan seandainya
jahat kepada sang ibu. saja dia melayani ibu dan ayahnya dengan
Guru Buddha menyabdakan bahwa meminyaki mereka, memijit, memandikan, dan
terdapat 10 jenis perbuatan baik, yang telah menggosok kaki tangan mereka, serta
kita terima dari seorang ibu, yang berhati mulia. membersihkan kotoran mereka di sana
Sepuluh jenis perbuatan baik itu adalah: bahkan perbuatan itu pun belum cukup, dia
1. Kebaikan di dalam memberikan belum dapat membalas budi ibu dan ayahnya.
perlindungan dan penjagaan, selama kita Bahkan seandainya saja dia mengangkat orang
dalam kandungan. tuanya sebagai raja dan penguasa besar di
2. Kebaikan menanggung derita selama bumi ini, yang sangat kaya dalam tujuh macam
kelahiran. harta, dia belum berbuat cukup untuk mereka,
3. Kebaikan melupakan semua kesakitan dia belum dapat membalas budi mereka.
begitu kita lahir. Apakah alasan untuk hal ini? Orang tua berbuat
4. Kebaikan dari memakan bagian yang pahit banyak untuk anak mereka; mereka
bagi dirinya dan menyimpan bagian yang membesarkannya, memberi makan, dan
manis buat kita. membimbingnya melalui dunia ini.
5. Kebaikan memindahkan kita ke tempat Tetapi, O para bhikkhu, seseorang
yang kering dan dirinya sendiri di tempat yang yang mendorong orang tuanya yang tadinya
basah. tidak percaya, membiasakan, dan
6. Kebaikan menyusui dan memberikan makan mengukuhkan mereka di dalam keyakinan;
serta memelihara kita. yang mendorong orang tuanya yang tadinya
7. Kebaikan membersihkan yang kotor. tidak bermoral, membiasakan dan

November 2005
18

Beberapa adegan dalam film I not Stupid


mengukuhkan mereka di dalam moralitas; Dalam Buddhisme, bulan Juli disebut
yang mendorong orang tuanya yang tadinya Bulan anak-anak membalas kasih sayang
kikir, membiasakan dan mengukuhkan orang tuanya. Tujuannya adalah untuk
mereka di dalam kedermawanan; yang mengenang cinta kasih ibu. Kita dapat
mendorong orang tuanya yang tadinya bodoh mencapai cinta sejati untuk semua makhluk
batinnya, membiasakan dan mengukuhkan dengan mengungkapkan cinta kita kepada ibu.
mereka di dalam kebijaksanaanorang Oleh sebab itu, kita harus berbahagia
seperti itu, O para bhikkhu, telah berbuat cukup mengenang semua kebaikan ibu, mengerti
untuk ibu dan ayahnya; dia telah membalas kesabaran ibu, dan berpikir bagaimana
budi mereka dan lebih dari membalas budi atas membalas kebaikannya. Maka kita bisa lebih
apa yang telah mereka lakukan. mengerti Buddha Dharma. Menyadari semua
Selanjutnya, dikatakan dalam makhluk adalah ibu kita, kita harus
Anguttara Nikaya III, 71 bahwa membunuh meningkatkan kualitas cinta pada ibu dan
ibu (matughata) merupakan salah satu bentuk melakukan yang terbaik untuk berbakti kepada
karma buruk yang memberikan akibat ibu.
langsung dari lima Anantariyakama. Lima Ada yang berkata, Ibu saya tidak
macam karma ini adalah bentuk kejahatan hidup di dunia ini. Ibunya telah meninggalkan
yang paling berat (akusala garuka kamma): dunia ini, tetapi dia masih ada di alam lain, di
mereka menghalangi seseorang untuk alam Dharma; dia ada di samping kita setiap
mencapai alam-alam kebahagiaan dan juga saat, maka kita harus berusaha keras
Nibbana. Mereka adalah parajika bagi semua melimpahkan semua kebajikan dan karma-
umat Buddha. Mereka tidak boleh dilakukan karma baik kita untuk menghormati ibu kita.
dalam keadaan apapun juga. Biksu Hai-Tao menggambarkan cinta
Sang Buddha juga membabarkan sejati seorang ibu dalam bukunya yang berjudul
tiga sappurisapannatti (hal-hal yang patut Cinta Sejati, di antaranya sebagai berikut.
dilakukan) seperti yang tertulis dalam Pertama, saat memikirkan ibu,
Anguttara Nikaya I, 151, di antaranya merawat terpikirkan cinta, cinta yang manis, lembut, dan
ibu dan ayah sehingga mereka berbahagia harum. Tanpa cinta, anak-anak tidak bisa
(matapitu upatthana).

33 Sigalovada Sutta
Baca juga... 44 Wanita dalam Sifat Keibuan
19

tumbuh, remaja tidak bisa menjadi dewasa. menginspirasi kita untuk berjanji melenyapkan
Tanpa cinta, semuanya akan pergi dan lenyap. penderitaan semua makhluk.
Kedua, jika ada yang kehilangan cinta
ibunya, ia kehilangan dunia, kemalangan Kasih ibu kepada beta
terbesar menimpanya. Tak terhingga sepanjang masa
Ketiga, cinta ibu adalah cinta pertama Hanya memberi
yang kita rasakan. Ia adalah akar dari semua Tak harap kembali
cinta. Ibu adalah guru pertama yang Bagai sang surya menyinari dunia
mengajarkan cinta kepada kita dan cinta Itulah syair lagu tentang ibu yang
adalah pelajaran terpenting di dalam hidup sangat akrab kita nyanyikan sewaktu kita
kita. Tanpa ibu, kita tidak akan pernah masih kecil. Mungkin sewaktu itu, kita masih
mengenal cinta. Berterimakasihlah kepada ibu, belum mengerti apa-apa makna dari lagu
karena kita telah mampu mencintai tetangga tersebut. Jika kita melihat jauh ke belakang
kita. Berterimakasihlah kepada ibu, karena akan masa-masa kecil, kita akan tahu betapa
kita telah mampu mencintai semua makhluk berjasanya ibu kita, tahu akan perjuangan ibu
hidup. Melalui ibu, kita belajar konsep tentang kita yang keras untuk membesarkan kita.
pengertian dan kasih sayang untuk pertama Kita juga sering mendengar istilah
kalinya, ibu adalah dasar bagi semua cinta. durhaka atau bo hau. Seorang ibu tentunya
Keempat, ibu adalah sumber cinta sangat mengharapkan anaknya berbakti.
yang tiada akhir, harta yang tak akan pernah Tetapi, kita sering melihat beberapa contoh
habis. Ibu juga merupakan pemberian terbaik kasus di masyarakat yang menunjukkan hal
kehidupan ini. Jika hadiah ini tidak bisa sebaliknya, misalnya seorang ibu yang sakit
memuaskan kita, kita juga tidak akan puas hati (khek-sim), bersedih karena anak-anaknya
sekalipun kita presiden dari perusahaan besar pergi meninggalkannya setelah mereka
atau penguasa alam semesta. berumah tangga. Meskipun dari luar kelihatan
Kelima, jangan pernah membuat ibu orang tua membiarkan anak-anaknya tinggal
Anda kuatir atau menderita. pisah dengan mereka, tetapi sebenarnya
Keenam, kita membutuhkan ibu mereka sangat berharap untuk dapat
untuk menghubungkan kita dengan cinta berkumpul bersama anak cucu mereka,
terdalam yang ada di hati kita sekaligus menghabiskan masa tua mereka bersama

November 2005
sajian utama
keluarga. Marilah kita merenung sejenak, dikelilingi oleh delapan puluh ribu yojana dan
apalah yang kita harapkan setelah tua nanti juga dikelilingi oleh dinding dinding besi pada
setelah menjadi orang tua? Apakah kita masih ke empat sisinya. Di atasnya ditutup oleh jaring-
akan mengejar karier, pekerjaan, harta, nama jaring dan lantainya juga dibuat dari besi, api
baik, dan sebagainya? Tentulah sangat logis, akan membakar dengan berkobar-kobar,
orang tua cuma bisa berharap berkumpul sementara itu petir bergemuruh dan sambaran
bersama keluarga menghabiskan sisa umur kilat yang berapi api akan membakar. Perunggu
mereka. Perlu diingat bahwa sebagai anak yang cair dan cairan besi akan disiramkan ke
yang berbakti, kita memiliki kewajiban atas badan orang-orang yang bersalah ini.
merawat orang tua kita sebagaimana yang Anjing-anjing perunggu dan ular-ular besi, terus
tertera pada Sigalovada Sutta. Sebagai anak menerus memuntahkan api dan asap, yang
yang berbakti, kita memiliki kewajiban untuk membakar orang-orang bersalah dan
merawat dan menjaga orang tua kita, terutama memanggang badan dan lemaknya, hingga
di hari tua mereka. menjadi bubur. Oh, penderitaan yang hebat!
Guru Buddha menyabdakan bahwa Sukar menahankannya, sukar
ibu adalah sahabat yang terbaik di rumah. menanggungnya! Ada galah yang mengait,
Kemudian apakah akibatnya, jika kita mengait, lembing-lembing, tombak-tombak
melupakan jasa-jasa mulia ibu, yang telah besi dan rantai-rantai besi, pemukul-pemukul
mengasuh kita dengan penuh kasih sayang? dari besi, dan jarum-jarum besi. Roda-roda dari
Di dalam Sonanda Jataka dikatakan, jika pisau besi bagai hujan dari udara. Orang yang
seorang anak berani menipu ibu, apakah yang bersalah itu dicincang, dipotong atau ditikam
akan diperolehnya, selain neraka? Di dalam dan mengalami hukuman-hukuman yang
agama Buddha, ibu merupakan salah satu dari mengerikan ini selama berkappa-kappa
empat ladang kebajikan yang tersubur, untuk lamanya dan tiada henti hentinya. Kemudian
menyemai/menimbun karma baik. Orang yang mereka memasuki neraka-neraka berikutnya,
semasa hidupnya sangat mencintai, di mana kepala mereka akan ditutupi dengan
menyayangi, dan melindungi serta merawat mangko-mangkok yang panas sekali,
ibunya, akan senantiasa hidup dengan penuh sedangkan roda-roda besi akan menggilas
kebahagiaan dan kesejahteraan. Dan badan mereka secara mendatar dan tegak
sebaliknya, jika hidupnya selalu menyakiti dan lurus, sehingga perut mereka pecah dan daging
membuat penderitaan bagi ibunya, maka serta tulang tulangnya menjadi lebur. Dalam
setelah kematiannya, tiada alam lain yang satu hari, mereka mengalami beribu-ribu
akan didiami, selain alam neraka. Anak yang kelahiran dan kematian. Penderitaan-
durhaka terhadap ibunya, tidak akan pernah penderitaan yang demikian adalah akibat
menikmati kebahagiaan, baik di kehidupan ini melakukan kelima perbuatan jahat
maupun mendatang. Sang Buddha bersabda: (membunuh ayah, ibu, arahat, melukai Sang
Bila seseorang tidak berbhakti (mencintai, Buddha dan memecah belah Sangha
melindungi, dan memelihara) ibunya, maka (persaudaraan bhikkhu bhikkhuni) dan karena
ketika hidupnya berakhir dan badannya tidak berbhakti selama seseorang masih
membusuk, dia akan jatuh ke dalam neraka hidup.
avici yang tak terbatas. Neraka yang besar ini

November 2005
21
Mungkin sejak kecil sering dimarahi anak yang dibesarkan dengan sia-sia saja, yang
dan diingati orang tua ini itu dan di antara kita hanya bisa menghabiskan beras saja.
pasti ada yang melawan, dan mungkin lebih Tulisan ini akan diakhiri dengan
parah lagi, kita membantah hingga bertekak sebuah kutipan dari internet: Tunjukkan kasih
dengan ibu kita sendiri. Mungkin kita juga sayangmu kepada ibumu sekarang selama
pernah membuat ibu kita menangis karena kita masih ada waktu, sebelum segala sesuatunya
bertengkar dengannya atau membuat malu terlambat.
keluarga dengan tindakan buruk kita di Mawar untuk Ibu
masyarakat. Perlu diingat bahwa apa yang ibu C.W
C.W.. McCall
lakukan pada kita adalah demi kebaikan kita. Seorang pria berhenti di toko bunga
Mungkin kita kadang-kadang menganggap untuk memesan seikat karangan bunga yang
ibu kita terlalu mengatur, melarang, akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal
mengatakan ini itu untuk kita. All is for your sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari
own goodinilah ungkapan yang ada dalam mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri
hati seorang ibu ketika seorang ibu melarang, di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu.
memarahi, ataupun menasehati anaknya. Jika Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh
Anda pernah menonton film I not Stupid, gadis kecil, Saya ingin membeli setangkai
kalimat tersebut cukup sering keluar mengisi bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya
beberapa adegannya dan dari film ini dapat cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan
diambil banyak makna untuk hubungan harga mawar itu seribu. Pria itu tersenyum dan
seorang ibu dan anaknya. Meskipun ibu marah berkata, Ayo ikut, aku akan membelikanmu
pada kita, tetapi ibu selalu membela anak- bunga yang kau mau. Kemudian ia
anaknya ketika anak-anaknya bermasalah membelikan gadis kecil itu setangkai mawar
dengan orang lain. Ibu menangis saat merah, sekaligus memesankan karangan
memukuli kita. Ibu memukul kita karena ia bunga untuk dikirimkan ke ibunya sendiri.
memeringatkan kita untuk tidak melakukan Ketika selesai dan hendak pulang, ia
hal-hal yang bisa menyusahkan kita. Sebab menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil
itu, hukuman demikian adalah salah satu itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak
bentuk cinta bukan, karena alasan lain. gembira, katanya, Ya tentu saja. Maukah Anda
Mungkin kita masih ingat ketika ibu mengantarkan ke tempat ibu saya? Kemudian
kita dengan rela memberikan makanannya mereka berdua menuju ke tempat yang
untuk kita meskipun ibu kita saat itu juga ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman
dalam keadaan lapar. Bahkan sebenarnya ini umum, di mana gadis kecil itu lalu meletakkan
hanya sebagai contoh kecil pengorbanan bunganya pada sebuah kuburan yang masih
seorang ibu. Mengingat ibu yang selalu saja basah. Melihat hal ini, hati pria itu menjadi
berkorban demi anaknya, sudah seharusnya tersentuh dan teringat sesuatu. Bergegas ia
kita menjadi anak yang berbakti padanya dan kembali menuju ke toko bunga tadi dan
selalu berusaha memberikan yang terbaik membatalkan kirimannya. Ia mengambil
baginya. Kita tentunya tidak mau dikatakan karangan bunga yang dipesannya dan
mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250
km menuju rumah ibunya. [Julifin]

November 2005
opini

Terpujilah Dikau Pahlawanku


Oleh UP Dharma Mitra (Peter Lim)
http://www.members.tripod.com/cahayakebahagiaan/terpujilah_dikau_pahlawanku.html

Tanggal 10 November diperingati sebagi Hari Pahlawan. Bangsa yang besar adalah bangsa
yang tahu menghargai jasa-jasa pahlawannya. Para pahlawan merupakan suri tauladan yang
patut ditiru, yang telah berkorban dan berjuang tanpa pamrih, demi pembebasan bangsa dan
negara ini dari belenggu penjajahan. Tanpa perjuangan para pahlawan di masa lalu, maka hingga
saat ini, mungkin saja kita masih hidup primitif dan menderita di bawah tekanan tekanan. Yang
namanya ketentraman, kedamaian maupun kebahagiaan serta kesejahteraan adalah hal yang
tidak mustahil dirasakan. Nah, di hari yang bersejarah ini, apakah yang seharusnya diperbuat? Di
alam kehidupan yang nyata ini, kalau kita mau mengakuinya dengan sejujurnya, sebenarnya
terdapat dua tipe manusia, yang sungguh sulit diketemukan. Kedua tipe manusia tersebut adalah:
a. Manusia yang disebut dengan Pubbakari: berani berkorban untuk kebahagiaan orang lain
b. Manusia yang disebut dengan Katannukatadevi: tahu berterima kasih.
A . Tipe Pubbak
Pubbakari ari
Tipe manusia Pubbakari adalah tipe manusia yang berani berkorban, untuk kebahagiaan
orang lain, yang tanpa dibonceng oleh unsur unsur kemelekatan. Jika dia menolong, maka yang
ditolong tidak hanya saudaranya, tetapi juga musuhnya atau orang orang yang tidak dikenal sama
sekali. Tipe manusia ini, harus diakui sudah mulai langka di alam kehidupan ini. Umumnya,
seseorang baru akan melakukan sesuatu (menolong), terutama sekali kepada saudaranya atau
yang seagama, sesuku, dan sealiran dengannya, jika suatu hari kelak memberikan manfaat
(imbalan) bagi dirinya. Sulitnya seseorang memiliki sifat pubbakari ini, umumnya dikarenakan
kuatnya keegoisan dan kemelekatan, yang membelenggu batin seseorang. Di dalam Kitab Suci
Dhammapada T anha V
Tanha agga XXIV
Vagga XXIV:: 335
335, Sang Buddha menyabdakan: Orang Orang yang
dicengkram oleh keinginan yang dipenuhi oleh racun keduniawian, kesedihannya
ak an ter
akan us berk
terus embang biak, bagaik
berkembang bagaikan an rrumput
umput birana yang berk embang subur
berkembang subur..
Kalau di masa yang lalu, para pahlawan telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan
tanah air tercinta ini; mengapa di masa ini, kita tidak mau meneladaninya? Tanpa adanya keinginan
untuk mau melepaskan diri dari kemelekatan, maka sampai kapanpun juga, yang namanya
sukkha: kebahagiaan akan jauh keberadaannya. Banyak cara yang bisa ditempuh, agar kita
bisa terbebaskan dari kemelakatan, misalnya menolong saudara kita yang tertimpa bencana alam,
yang berada di panti asuhan, panti jompo atau menjadi orang tua asuh, dan lain sebagainya.
Sebagai siswa Sang Buddha, sudah seharusnya sifat pubbakari ini, dimiliki sedini mungkin agar
lautan derita, bisa terhindari. Dan harus disadari bahwa kelebihan apapun yang berhasil dimiliki
saat ini, tidaklah terlepas dari pubbakari yang telah disemai di masa lalu. Ringkasnya, tanpa
adanya pubbakari di masa lalu, maka tidaklah mungkin bisa menikmati kelebihan kelebihan di
saat ini.
Apa yang ditanam maka itulah yang akan dipanen. Jangan sekali-kali timbul di dalam pikiran
kita bahwa dialah yang pantas ku tolong, sedangkan dia tidaklah pantas karena bukan temanku,
adikku, saudaraku, dan lain sebagainya. Di saat ber-pubbakari, tidaklah dibenarkan sama sekali
sajian utama
didasarkan atas faktor suka dan tidak. Di dalam untuk dilihat. Seseorang dapat
kitab suci Dhammapada Piya V agga XVI:
Vagga menunjukkan kesalahan-kesalahan
210 Jangan terlalu
210, Sang Buddha bersabda: Jangan orang lain seperti menampi dedak, tetapi
rapat bergaul dengan orang yang dicintai ia menyembunyikan kesalahan-
dan dibenci. T idak ber
Tidak temu dengan yang
bertemu kesalahannya sendiri seperti penjudi
dicintai dan berjumpa dengan yang licik, yang menyembunyikan dadu
dibenci, keduanya akan menimbulkan berangka buruk.
buruk. Di saat ber-
penderitaan
penderitaan Kalau kita ber-pubbakari yang katannukatavedi, kita juga harus mampu
didasarkan pada kemelekatan (ke-egoisan-an) menjaga sikap dan mencegah timbulnya
semata-mata, maka yakinlah, bukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji,
kebahagiaan yang akan dirasakan, tetapi misalnya mencari-cari kesalahan atau
malahan sebaliknya. mengkambinghitamkan pihak lain. Dalam hal
B . Tipe K atannuk
Katannuk atavedi
atannukatavedi ini, berterima kasihlah dengan tulus dan ikhlas,
Tipe manusia Katannukatavedi adalah tipe yang tanpa adanya unsur negatif. Semoga di
manusia yang tahu berterima kasih. Di hari yang alam kemerdekaan ini, kita hendaknya
bersejarah ini, sebagai manusia yang ber- senantiasa memiliki sifat pubbakari (berani
katannukatavedi, sudah sepantasnya, kita berkorban) dan katannukatavedi (tahu berterima
berterima kasih kepada para pahlawan, yang kasih), yang tanpa diboncengi oleh unsur
telah berjuang demikian beratnya, mewujudkan kefanatikan (kemunafikan), yang mana di
kemerdekaan ini. Wujud terima kasih yang akhirnya akan memberikan manfaaat bagi
sewajarnya dilaksanakan adalah dengan ikut kesejahteraan dan kebahagiaan bangsa dan
serta memakmurkan negara dan bangsa ini, negara pada khususnya dan dunia pada
melalui tindakan tindakan positif. Misalnya, kita umumnya. Semoga di hari yang bersejarah ini,
jaga perdamaian dan hindari perpecahan serta tekad persatuan dan kesatuan kita akan
kreatif di dalam menciptakan ide-ide persatuan. semakin kokoh. Ibarat pepatah mengatakan
Selain berterima kasih atas jasa-jasa mulia para bahwa bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
pahlawan, kita juga harus berterima kasih Sapu lidi akan bisa dimanfaatkan untuk
kepada para penerus para pahlawan, yang membersihkan pekarangan, kalau diikat di
dalam hal ini adalah pemerintah. Kita harus dalam satu kesatuan, tetapi jika masih tercerai-
berusaha menyokong dan membantu setiap berai, maka tiadalah manfaatnya sama sekali.
kebijaksanaan dan program pemerintah, agar Sang Buddha juga selalu menekankan, akan
cita-cita luhur untuk meraih keadilan dan perlunya persatuan dan kesatuan diterapkan
kemakmuran yang merata bisa terealisasikan. sedini mungkin di setiap aspek kehidupan ini.
Ini wujud dari ungkapan terima kasih yang Di dalam Dhammapada Y amak
Yamak
amaka a V agga 1:
Vagga
seharusnya diterapkan. Di dalam ber- 6 , Sang Buddha menyabdakan: SebagianSebagian
katannukatavedi (tahu berterima kasih), kita besar orang tidak menyadari bahwa
juga dituntut untuk berperan aktif mewujudkan dalam pertengkaran mereka akan binasa.
kesuksesan program pemerintah. Janganlah Namun, mereka yang memahami
sampai pengorbanan para pahlawan menjadi kebenaran ini akan segera mengakhiri
sia-sia. Sang Buddha menyabdakan: semua pertengkaran.
Kesalahan kesalahan orang lain mudah
Kesalahan
dilihat, tetapi kesalahan diri sendiri sulit
November 2005
cerpen

Mama,
I Love You
Pagi itu, seperti rutinitas yang gue imajinasi, sempat gue rasa gue bukan anak
jalani tiap pagi hari, meletakkan tasku di kandungnya, gue hanya anak titipan
bangku, bangku paling belakang dan pojok saudaraku yang menjadi beban bagi dia,
kanan yang selalu kosong, berbarengan selain 3 saudaraku, ditambah keanehan :
dengan lonceng sekolah. Kerutan di keningku wajahku yang mirip tanteku di Aceh!.
dan raut wajahku menandakan kepada Pengen banget gue nanyain ke mama,
teman-temanku untuk tidak menggangguku namun 2 kata anak kandung di kartu
atau mengajakku mengobrol. Gue tahu kalo keluarga dan penjelasan guru biologiku
si Jonathan pengen banget ngobrolin tentang bahwa mungkin saja wajah gue mirip tante,
pertandingan Arsenal semalam, tapi dia karena masih bersumber dari satu bloodline,
ngerti dan menjauhiku daripada dikacangin. mengurungkan niat gue untuk nanya (takut
Tidak ada yang duduk bersebelahan juga sih, kalo salah, ntar malah berabe). Gue
denganku, jadi gue memanfaatkan selalu merasa dibedain di rumah, yang
ketenangan itu untuk menenangkan diri dan melakukan pekerjaan berat dan kotor pasti
merenung kejadian semalam. Kata-kata gue, bukan kedua abangku dan paling tidak
mama (kalo ditulis, pake tanda seru banyak mungkin adik gue yang bungsu plus
banget) semalam masih terngiang di perempuan, the only girl in the house. Jogging
telingaku, semalaman dimarahi olehnya bisa naik turun tangga sudah olahraga tetap bagi
membuatku gila. Untung masih ada bangku gue di rumah. Kasus yang paling sering
kesayangan ini sebagai temanku yang baik. terjadi, yaitu sehabis makan, papa yang
Gue selalu berusaha menganggap amukan rokoknya ketinggalan di kamarnya (ruang
dia itu hanya sebagai nasehat, nasehat yang makan lantai 1 dan kamar tidur semuanya
diucapkan dengan suara tinggi dan keras, di lantai 2), tidak peduli kalo abangku sudah
namun selalu gagal. selesai makan ataupun gue yang belum
Akumulasi kemarahan dan selesai, pasti posisi kurier beruntung itu
kejengkelanku menyebakan gue jadi pintar jatuh kepada gue. Sama halnya dengan

November 2005
25
mama dengan dompetnya, kacamata bacanya serta mengajak kita untuk bergabung. Mereka
ataupun yang lain. Pernah terlintas di pikiran mengajak kita untuk berdebat singkat dengan
gue, kalo mereka itu mempercayakan tugas topik My Right to die (Hak untuk mati) dalam
penting itu kepada gue, bukan yang lain, tapi bahasa Inggris. Salah satu dari mereka, Joko,
kelamaan gue merasa semakin konyol. Kalo kemudian memulai pembicaraan. Joko
diperhatikan foto-foto album keluargaku, pasti dengan gencar berpidato. Gue gak terlalu
terlihat gue tersenyum ecek-ecek di foto mendengarkan, tapi sepintas gue mendengar
ultahnya saudaraku, senyuman penuh makna Joko menekankan bahwa kalo kita punya hak
iri dan bete. Soalnya gue sudah lupa dengan hidup, berarti kita juga punya hak mati karena
perayaan ultah gue, yang gue rasa gak pernah hal itu sangat berhubungan. Kemudian tiba-
ada, kalo ada itupun pas gue balita. Jangankan tiba mata gue tertuju ke Coolio yang berdiri
perayaan, kue yang bertuliskan Happy Birthday mendadak. Semua orang cukup terkejut
dengan nama gue di bawahya aja tidak pernah karena Coolio termasuk anak yang agak nakal
ada, selalu ada alasannya, entah mama lagi dan jarang mengikuti pelajaran. Kemudia
sakit lah, papa lagi keluar kota, ataupun ortu Coolio bertanya dengan nada yang sedikit sinis,
lagi sibuk. Mama selalu mempunyai alasan Kalo begitu, tidak ada orang yang
yang bagus, gue gak pernah tahu kalo itu benar boleh menghalangi niat elo untuk mati, let say,
ato bukan. Ironisnya, alasan untuk suicide may be?
kesalahanku tidak pernah cukup baginya. Yes, of course. Its my right to do so,
Kesalahanku selalu diungkit oleh mama, dan jawab Joko dengan suara yang lantang, dengan
marahnya juga yang paling dahsyat. Am I her sedikit membusungkan dada dan perutnya
really true son? Gue benci banget ma dia, gue yang tambun.
pengen dia tiba-tiba tersedot ke dalam pusat Termasuk Orangtuamu? Especially
bumi, mungkin gue akan lebih tenang tanpa Your Mom? lanjut Coolio, ekspresinya
kehadirannya, lagian gue udah cukup besar, menunjukkan dia sudah bisa menebak
bisa mandiri. jawabannya
Gue terbangun dari lamunanku akibat Yes, thats correct. Nobody does
suasana kelas yang tiba-tiba rebut, rupanya Kalo elo mau mati, elo perlu minta
sudah jam istirahat pertama. Gue masih malas ijin gak sama mama elu?
bangkit dari bangku gue. Rasa kesel terasa No, like Ive said, its my life and I
seberat 1 ton di pundak gue. Lonceng telah have the right to terminate it
berbunyi, guru bahasa Inggris masuk. Setelah Elo tau gak? jawab Coolio dengan
beberapa saat, ada 3 murid mengetuk pintu nada sedikit naik, Mama elu yang memberikan
dan masuk, kemudian berbincang sebentar kehidupan ke elu, kenapa tidak perlu meminta
dengan pak guru. Lalu terlihat pak guru ijin ke dia? Karena elu mau mengambil sesuatu
mengangguk dan dengan sikap tubuh yang diberikan olehnya. Belum sempat Joko
mempersilahkan mereka berdiri di depan kelas. membuka mulutnya, Coolio sudah memulai
Mereka kemudian memperkenalkan diri lagi, Kalo elu mau mati, gue sih gak peduli!
sebagai anggota English Debate Club (EDC). Tapi gue gak setuju kalo you dont think of your
Mereka mau mempromosikan kegiatan mereka mom at all, Mama elu susah payah 9 bulan

November 2005
artikel
mempertahankan isi perutnya, sampai sampai rela melepaskan predikat anak yang
membahayakan nyawanya sendiri sehingga gak perhatiin pelajaran itu keren, apalagi gue
elu bisa berdiri di sini sekarang. Sekarang gue yang dikenal cukup pintar.
kasih elu sebuah tantangan, a simple What have I done??! Tiba-tiba gue
challenge, coba elu mulai dari hari ini ikatkan merasa menyusut, merasa kecil sekali, segala
sebuah bola, oh no no no... sebuah mangkuk perasaan bersalah menyerangku dari segala
saja sampai 5 bulan, setelah itu baru ganti arah. Apa hak gue menjudge mama gue seperti
dengan bola voli hingga bulan ke-9. Mangkuk itu kalo gue gak bisa melakukan apa yang telah
itu harus selalu terikat dengan perut elo, gak dia lakukan untuk anak nakal seperti gue.
boleh dilepas sama sekali. You must eat with Semakin gue pikir, gue semakin gundah,
that thing tied up on your stomach, going out berusaha untuk memuntahkan prasangka
with that, sleep with that even shit with that..!!!. buruk yang tadinya kutelan bulat-bulat tanpa
Suara Coolio terdengar keras, tapi tidak gue cerna. Gue duduk bersandar, meletakkan
terkesan sok hebat. tangan di belakang kepala, terdiam, merenung.
Kalo elu bisa melakukannya tanpa 10 menit yang sungguh bermakna versus
mengeluh dan tidak merasa susah sedikitpun, akumulasi kekesalan gue selama ini sedang
gue salut. Gue akan bersujud di depan elu setiap berlangsung di otak gue. Setelah beberapa saat,
ketemu elu. Tapi kalo elu tidak bisa, gue gak timbul senyuman kecil di wajah gue, senyuman
minta macam-macam, gue hanya ingin elu yang mengejek kebodohan gue. Kalo dipikir-
lebih respect ke ortu u, especially your mom. pikir, mama gue sering marah memang karena
Seluruh kelas tercengang. Bahkan salah gue, Yah, mungkin biar gue ingat
guruku pun terangguk-angguk tanda puas. kesalahan gue. Mungkin eh gak, bukan
Coolio duduk kembali dengan mata tersorot ke mungkin, tapi pasti mama ingin anaknya jadi
arah Joko. Joko terdiam, mulutnya seakan-akan yang terbaik, jangan terus-terusan mengulangi
dilem. Untuk mencegah malu lebih lanjut, kesalahan. Gue orang yang ceroboh, jadi gak
guruku sambil bertepuk tangan heran kalo mama lebih keras dalam mendidik
mempersilahkan mereka keluar untuk gue. Setelah itu perasaan gue menjadi lebih
berkunjung ke kelas lainnya karena sisa waktu ringan, tanpa beban, jiwa ini ingin terbang
akan dipakai untuk memulai pelajaran. Semua keluar menikmati hangatnya matahari.
murid bertepuk tangan seiring keluarnya Kemudian gue lewati hari itu di sekolah dengan
mereka, gue rasa applause itu not for them, but hati riang. Si Jonathan pun keheranan melihat
for Coolio. Entah karena kata-kata Coolio, atau gue yang tiba-tiba berubah 180 derajat.
karena ini adalah penampilan perdananya Lonceng pulang telah berbunyi, gue
ngomong di kelas, yang tidak pernah dia bersiap-siap pulang ke rumah yang sudah
lakukan selama 3 tahun terakhir ini. Setelah ditunggu mama dan masakannya yang lezat.
mencerna kata-kata bijak Coolio, gue selaksana Semoga gue bisa membahagiakan mama dan
disambar petir, kalo di sinetron ini saatnya keluarga gue.
musik yang tense akan mengiringi ataupun Berbahagialah jika dimarah
tertulis di pojok bawah bersambung. Gue Mamamu, karena itu berarti kamu masih
benar tercengang, anak yang nakal seperti itu memiliki seorang mama yang perhatian
aja bisa menghargai mamanya sebesar itu denganmu. Mama, I love u. [^@^]

November 2005
27

Judul : Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran


Penerbit : Pustaka LP3ES Indonesia
Tahun Terbit : Juni 2005 (Cetakan kedelapan)
Isi : xxx + 385 halaman

Barangkali saat ini tidak ada mahasiswa seperti Soe


Hok Gie (selanjutnya disebut Gie), yang selalu meluangkan
waktunya untuk menggoreskan penanya ke dalam catatan
hariannya. Barangkali juga Gie tidak pernah berpikir bahwa
catatan sehari-harinya akan dibukukan. Catatan Seorang
Demonstran adalah buku harian yang ditulis oleh Gie, yang
tidak mengira bahwa tulisannya akan dibaca oleh banyak
orang. Catatan-catatan Gie sangatlah bersifat pribadi, namun memiliki arti yang
sangat berharga untuk memperoleh gambaran mengenai diri seorang pemuda
Indonesia yang terkemuka. Buku catatan hariannya diterbitkan agar dapat dibaca
dan direnungkan oleh semua pihak yang berkepentingan dan berminat untuk
memperoleh pengetahuan dan pengertian mengenai kehidupan mahasiswa.
Buku ini berisi catatan harian Gie sejak usia 15 tahun hingga beberapa
hari sebelum ia meninggal pada 16 Desember 1969. Namun, buku ini tidak memuat
seluruh catatan hariannya, yakni hanya sampai pada 8 Desember 1969 (tanggal
terakhir yang digoreskan Gie adalah 10 Desember 1969).
Gie adalah putra keempat dari Soe Lie Piet, seorang penulis, redaktur
berbagai surat kabar dan majalah di zamannya. Pada umur lima tahun, ia masuk
Sin Hwa School, sebuah sekolah khusus untuk keturunan Cina. Setelah lulus
sekolah dasar, Gie melanjutkan ke SMP Strada, sebuah sekolah menengah asuhan
para Bruder Katolik. Ia menghabiskan masa sekolah menengah atas di SMA Kanisius
Jakarta, salah satu sekolah terbaik di Jakarta, yang tidak banyak jumlahnya saat
itu.
Gagasan yang muncul dari hasil pemikiran Gie memang sangat idealis,
bahkan orang-orang masih menganggapnya GILA sampai sekarang. Gie memang
idealis (dan barangkali juga GILA), namun ia mengajak kita untuk berpikir kritis
dan realistis. Kita bahkan masih bisa menemukan banyak pemikirannya yang
masih relevan hingga saat ini dalam catatan hariannya.
Gie menjadi idealis karena ia muak melihat ketimpangan yang terjadi di
masyarakat (sebuah masalah sosial klasik yang terjadi hingga kini). Hal ini terlihat
pada catatan hariannya tanggal 10 Desember 1959, ..., aku bertemu dengan

November 2005
resensi
seorang (bukan pengemis) yang tengah keadaan. Jadi apa sebenarnya yang saya
memakan kulit mangga. Rupanya ia lakukan? Saya ingin menolong rakyat kecil
kelaparan. Inilah salah satu gejala yang yang tertindas, tetapi kalau keadaan tidak
mulai tampak di ibukota. Dan kuberikan berubah, apa gunanya kritik-kritik saya?
Rp 2,50 dari uangku. Uangku hanya Rp Apa ini bukan semacam (maaf-red.) onani
2,50 waktu itu., ... Lihatlah Soekarno, yang konyol? Kadang-kadang saya merasa
Hatta, Sjahrir, Ali, dan sebagainya. sungguh-sungguh kesepian.
Tetapi, kini mereka telah mengkhianati Dari perkataan Gie tersebut,
apa yang diperjuangkan. Soekarno telah seakan-akan hidupnya sia-sia saja.
berkhianat terhadap kemerdekaan. Yamin Apakah benar? Cobalah simak apa yang
telah memalsukan sejarah Indonesia. dikatakan seorang tukang peti mati
Hatta tak berani menyatakan kebenaran. sambil menangis (saat itu akhir Desember
Dan rakyat yang makin lama makin 1969, beberapa hari setelah Gie tewas di
menderita., ... Indonesia sekarang Gunung Semeru) tentang Gie: Soe Hok
turun, dan selama tantangan sejarah Gie yang suka menulis di koran? Dia orang
belum dapat dijawabnya, ia akan hancur. berani. Sayang dia meninggal. Ada lagi
Tanahku yang malang. Harga barang perkataan dari seorang pilot AURI (saat
membumbung, semua semakin payah. itu-red.) tentang Gie: Saya kenal
Gerombolan menteror. Tentara menteror. namanya. Saya senang membaca
Semua menjadi teror. karangan-karangannya. Sayang sekali dia
Gie memang terlalu idealis meninggal. Dia mungkin bisa berbuat
sampai ia sendiri pernah berkata, Lebih lebih banyak, kalau dia hidup terus.
baik diasingkan daripada menyerah pada Ketidakadilan bisa merajalela tapi
kemunafikan. Pada akhir nya, Gie bagi orang yang jujur dan berani
memang ditinggalkan oleh rekan dan berusaha melawan semua ini, dia akan
teman-temannya. Sebenarnya ia hanya mendapat dukungan tanpa suara dari
berusaha untuk selalu jujur (sesuatu yang banyak orang. Mereka memang tidak
sangat sulit untuk dilakukan saat ini). berani membuka mulutnya karena
Hingga suatu hari di bulan Desember kekuasaan membungkamnya. Namun,
1969, ia berkata pada kakaknya sendiri, kekuasaan tidak bisa menghilangkan
Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa dukungan itu sendiri karena betapa pun
gunanya semua yang saya lakukan ini. kuatnya kekuasaan, seseorang masih
Saya menulis, melakukan kritik pada tetap memiliki kemerdekaan untuk
banyak orang yang saya anggap tidak berkata Ya atau Tidak meskipun
benar dan yang sejenisnya lagi. Makin hanya di dalam hatinya. Sebagai penutup,
lama, makin banyak musuh saya dan timbul sebuah pertanyaan untuk kita
makin sedikit orang yang mengerti saya. semua: Masihkah kita mau hidup dalam
Dan kritik-kritik saya tidak mengubah kemunafikan?[Hendri]

November 2005
November 2005
November 2005
November 2005
November 2005
ajaran dasar

Sigalovada
Sutta

Demikian telah kudengar:


Pada suatu ketika Sang Bhagava berdiam di Vihara Veluvana (Hutan Bambu) di
Kalandakanivapa (tempat pemeliharaan tupai), dekat kota Rajagaha. Pada waktu itu seorang
pemuda bernama Sigala, bangun pagi-pagi, pergi keluar kota dengan rambut dan pakaian basah
bersujud dengan merangkapkan kedua tangannya. Ia menyembah ke berbagai arah, yaitu arah
timur, barat, utara, selatan, atas dan bawah.
Dan Sang Bhagava pagi hari itu, setelah mengenakan jubah serta membawa mangkuk-
Nya (patta) memasuki kota Rajagaha untuk pindapata. Ketika Beliau melihat pemuda Sigala
sedang memuja dengan cara tersebut, Beliau bertanya, Mengapa, anak muda, engkau bangun
pagi-pagi, membasahi rambut dan pakaianmu kemudian menyembah ke enam arah langit dan
bumi?
Bhante, ketika ayahku mendekati ajal, ia berpesan, Anakku yang tercinta, engkau
harus memuja ke enam arah. Karena saya ingin menaati pesan ayahku yang kujunjung tinggi,
yang kuhormati dan kuanggap suci, maka saya bangun pagi-pagi, lalu pergi ke luar Rajagaha
dan memuja seperti begini.
Tetapi, putera kepala keluarga, dalam agama seorang Ariya enam arah itu tidak
seharusnya disembah dengan cara demikian.
Bhante, bagaimana cara memuja enam arah itu dalam agama Ariya? Alangkah baiknya,
apabila Sang Bhagava berkenan mengajarkannya kepada saya, bagaimana seharusnya enam
arah ini dipuja menurut ajaran agama Ariya.
Kalau begitu, dengarlah anak muda, perhatikan baik-baik kata-kata-Ku.
*Bagaimana caranya siswa Ariya melindungi enam arah itu?
Keenam arah itu harus dipandang sebagai berikut:

November 2005
34
1. Kedua orang tua sebagai arah timur. 3. Bertekad untuk belajar sungguh-
2. Guru sebagai arah selatan. sungguh.
3. Isteri dan anak sebagai arah barat. 4. Memberikan jasa-jasa kepadanya
4. Sahabat dan kenalan sebagai arah (memberikan makanan dan kebutuhan
utara. lainnya).
5. Pelayan dan karyawan sebagai arah 5. Memerhatikan dengan baik segala
bawah. uraian guru ketika diberi pelajaran.
6. Para guru agama dan pertapa sebagai Dengan lima cara guru memperlakukan
arah atas. muridnya, sebagai arah selatan :
Dengan lima cara seorang anak 1. Melatih muridnya dengan baik sesuai
memperlakukan orang tuanya sebagai arah dengan keahlian yang dimilikinya.
timur: 2. Membuat muridnya menguasai
1. Dahulu aku telah dipelihara/ pelajaran yang diberikan.
dibesarkan oleh mereka, sekarang aku 3. Ia mengajarkan secara mendalam
akan menyokong mereka. semua ilmu pengetahuan yang
2. Aku akan memikul beban kewajiban- dimilikinya.
kewajiban mereka. 4. Ia berbicara yang baik-baik tentang
3. Aku akan menjaga garis keturunan muridnya kepada sahabat dan
dan tradisi keluarga. kenalannya.
4. Aku akan membuat diriku pantas 5. Ia menjaga keselamatan muridnya di
untuk menerima warisan. semua tempat.
5. Aku akan melakukan upacara Dengan lima cara suami memperlakukan
pelimpahan jasa kepada sanak isterinya sebagai arah barat :
keluargaku yang telah meninggal 1. Dengan menghormati isterinya.
dunia. 2. Dengan bersikap lemah-lembut.
Dengan lima cara orang tua menunjukkan 3. Dengan setia kepada isterinya.
kasih sayangnya kepada anak sebagai arah 4. Dengan menyerahkan kekuasaaan
timur: rumah tangga kepada isterinya.
1. Mencegah anak berbuat jahat. 5. Dengan memberikan perhiasan kepada
2. Menganjurkan anak berbuat baik. isterinya.
3. Melatih anaknya dalam suatu profesi. Dengan lima cara seorang isteri memperlakukan
4. Mencarikan pasangan yang sesuai suaminya sebagai berikut:
untuk anak. 1. Melakukan semua tugas
5. Menyerahkan harta warisan kepada kewajibannya dengan baik.
anak pada saat yang tepat. 2. Bersikap ramah kepada keluarga dari
Dengan lima cara seorang murid kedua belah pihak.
memperlakukan gurunya sebagai arah selatan: 3. Setia kepadan suaminya.
1. Bangun dari duduk (apabila guu 4. Menjaga baik-baik barang-barang
datang menghampiri sebagai tanda yang dibawa suaminya.
hormat). 5. Pandai dan rajin dalam melaksanakan
2. Melayani guru secara hormat. semua pekerjaannya.

November 2005
35
Dengan lima cara orang wajib memperlakukan 3. Berterima kasih atas upah dan
sahabat atau kenalannya sebagai arah utara: perlakuan yang mereka terima.
1. Dengan bermurah hati kepada mereka. 4. Mereka bekerja dengan baik.
2. Dengan bersikap ramah tamah kepada 5. Mereka memuji dan menjaga nama
mereka. baik majikannya di manapun juga..
3. Dengan berbuat baik kepada mereka. Dengan lima cara seorang umat biasa
4. Memperlakukan mereka seperti memperlakukan para pertapa atau bhikkhu,
memperlakukan diri sendiri. sebagai arah atas:
5. Menepati janji kepada mereka. 1. Memperlakukan mereka dengan penuh
Dengan lima cara sahabat atau kenalan akan kasih sayang.
memperlakukannya sebagai arah utara: 2. Hanya mengucapkan kata-kata yang
1. Mereka akan melindunginya di kala ia ramah kepada mereka.
tidak siaga. 3. Memikirkan mereka dengan pikiran
2. Mereka akan menjaga harta bendanya cinta kasih.
di kala ia tidak siaga. 4. Selalu membuka pintu rumah bagi
3. Mereka akan melindunginya dalam mereka (mempersilahkan mereka).
bahaya. 5. Menunjang kebutuhan hidup mereka
4. Ketika berada dalam kesusahan, (pakaian, makanan, obat-obatan, dan
mereka tidak akan meninggalkannya. tempat tinggal).
5. Mereka akan menunjukkan perhatian Dengan enam cara para pertapa atau bhikkhu
kepada keluarganya. memperlakukan umat biasa, sebagai arah atas:
Dengan lima cara seorang majikan 1. Mencegah mereka berbuat kejahatan.
memperlakukan pelayan dan karyawannya, 2. Menganjurkan mereka berbuat
sebagai arah bawah: kebaikan.
1. Memberikan mereka pekerjaan yang 3. Memikirkan mereka dengan penuh
sesuai dengan kemampuannya. kasih sayang.
2. Memberi mereka makanan dan upah 4. Mengajarkan sesuatu yang mereka
yang sesuai. belum ketahui.
3. Memberi mereka pengobatan dan 5. Meluruskan pandangan mereka yang
perawatan di waktu sakit. keliru.
4. Memberi mereka makanan yang enak 6. Menunjukkan jalan ke surga.
pada waktu-waktu tertentu. Demikianlah apa yang disabdakan oleh Sang
5. Memberi mereka libur (cuti) pada Bhagava.[Irwan]
waktu-waktu tertentu. *sebelum masuk kalimat tersebut, masih
Dengan lima cara para pelayan atau karyawan banyak kalimat-kalimat sebelumnya karena
akan memperlakukan majikan mereka sebagai sebenarnya Sigalovada Sutta tidak sesingkat ini.
arah bawah: Pada Ajaran Dasar edisi ini hanya ditampilkan
bagian akhir Sigalovada Sutta yang berhubungan
1. Mereka bangun lebih pagi dari majikan.
dengan tema Sajuta yang diambil.
2. Mereka pergi tidur setelah majikan tidur.

November 2005
Kondisi dan
Sikap Sosial
terhadap Wanita
Oleh Bhikkhu Vajhiradhammo

Posisi wanita dalam ajaran Buddha golongan bukan sebagai ukuran utama
adalah unik. Buddha memberikan kebebasan untuk mengukur tinggi dan rendahnya
penuh bagi wanita untuk berpartisipasi dalam derajat manusia.
pengembangan Buddha Dhamma. Buddha b. P ada Masa Buddha
Pada
adalah guru yang pertama yang memberikan Buddha mereformasi pandangan
kebebasan religius kepada wanita. demikian dengan memberikan kesempatan
a. P ada Masa P
Pada ra-Buddha
Pra-Buddha kepada wanita untuk menjalani kehidupan
Dari berbagai literatur yang ada, suci, sehingga secara langsung Buddha telah
diketahui bahwa kondisi wanita pada masa memberikan kesempatan pada wanita untuk
India kuno atau tepatnya sebelum agama dapat menentukan kualitas harkat dan
Buddha muncul sangat memprihatinkan. martabatnya sendiri. Pada dasarnya wanita
Mereka tidak diberikan kebebasan, baik juga memiliki kemampuan yang sama
dalam lingkungan keluarga, masyarakat seperti laki-laki, yaitu memiliki kesempatan
maupun agama, bahkan dalam untuk menjalani kehidupan suci dan dapat
berkomunikasi. Hinaan, celaan, dan posisi mencapai kesempurnaan. Buddha
yang setara dengan kaum sudra (kasta menguraikan tentang kesempurnaan yang
terendah dalam struktur masyarakat India dimiliki seseorang untuk menjalani
zaman dahulu), itulah yang mereka dapatkan. kehidupan suci dan dapat mencapai
Tugas wanita terbatas pada dapur, kesempurnaan. Buddha menguraikan
melahirkan, dan merawat anak, bahkan bahwa kesempurnaan yang dimiliki
wanita tidak diperbolehkan memasuki tempat seseorang tidak diukur dari tinggi rendahnya
ibadah maupun membaca ayat religius. kedudukan manusia maupun dan jenis
Wanita dalam kehidupan pada kelaminnya, tetapi kesempurnaan dapat
zaman pra-Buddha diperlakukan tidak tumbuh apabila seseorang memiliki etika
sewajarnya dan dipandang rendah. Wanita moral yang baik.
dijadikan sebagai pelayan atau budak laki- Buddha menguraikan salah satu
laki. Kesan yang telah mengakar terhadap ajaran tentang derajat seseorang bukan
kedudukan wanita pada masa pra-Buddha berasal dari keturunan, yang isinya sebagai
ditepis oleh Buddha melalui peryataan yang berikut: Engkau sederajat dengan aku
tegas, bahwa kelahiran, keturunan, dan Ambata, engkau sederajat dengan aku.

November 2005
37
Ambata, siapapun yang terlahir dengan melahirkan, menunggu pasangan hidup, ikut
paham mengenai kelahiran, paham suami, dan meninggalkan keluarga (S.III.
mengenai keturunan, kebanggaan, mengenai 200-205). Ajaran Buddha menunjukkan
perkawinan, perceraian, mereka adalah jauh bahwa beban yang dialami wanita dapat
dari kesempurnaan pengetahuan dan tingkah mengganggu kesehatan fisiknya. Tetapi,
laku (Digha Nikaya, I.99). perjuangan wanita saat melahirkan anak
Ilustrasi yang bagus tentang sikap yang dikandungnya sangat besar dan tak
yang berlaku terhadap wanita pada masa ternilai harganya, demi cinta kasih dan kasih
Buddha ditemukan dalam kata-kata mara sayang terhadap anak yang dikandungnya,
(penggoda) ini Tidak ada wanita, dengan wanita rela mengorbankan jiwa dan raganya
kebijaksanaan yang sempit yang dimilikinya, tanpa memikirkan dirinya. Sifat wanita
dapat berharap untuk mencapai ketinggian diwujudkan
Be melalui
joyful and sharepelaksanaan
your LOVE hakwithdan
others
kesucian yang hanya dicapai oleh para kewajibannya dengan baik sebagai seorang
bijaksana. Biarawati (Bhikkhuni) perumah tangga. Seorang wanita dianggap
memberikan jawaban berikut; Ketika pikiran mampu memanajemen kehidupan rumah
seseorang terkonsentrasi dengan baik dan tangga dan akan diakui harkat serta
kebijaksanaan tidak pernah berhenti, apakah martabatnya dengan baik dalam status
kenyataan sebagai wanita menjadi berbeda? sosial kemasyarakatan. Kesempurnaan
Buddha telah menegaskan bahwa pelaksanaan tugas dan kewajiban
kaum pria tidak selalu menjadi satu-satunya merupakan cermin dan peran serta wanita
orang bijak, wanita juga bijak. Raja Kosala dalam kehidupan berkeluarga.
sangat kecewa ketika ia mendengar bahwa Buddha menunjukkan sifat alamiah
sang ratu telah melahirkan seorang bayi yang dimiliki wanita yang tidak dapat dimiliki
perempuan. Ia mengharapkan seorang anak oleh seorang pria, yaitu melahirkan. Wanita
laki-laki. Tanpa ragu-ragu, Buddha dengan normal yang berumah tangga akan
tegas menentang sikap semacam itu. Untuk melahirkan keturunannya berupa putra-
menghibur raja yang sedih, Buddha bersabda; putrinya sebagai penerus generasi. Wanita
Seorang anak perempuan, O Raja manusia, juga memiliki kesusilaan atau moral yang
ternyata dapat menjadi keturunan yang lebih baik sebagai pendidik anak-anaknya untuk
baik daripada anak laki-laki. Karena ia dapat membina tingkah laku yang baik. Buddha
tumbuh menjadi bijaksana dan berbudi, menguraikan tentang lima kekuatan seorang
dihormati mertuanya sebagai istri yang sejati. wanita, yaitu: (1) melahirkan, (2) mempunyai
Anak laki-laki yang dilahirkannya dapat kecantikan, (3) mempunyai kekayaan, (4)
melakukan perbuatan dan memerintah mempunyai sanak saudara, (5) mempunyai
kerajaan yang besar, anak laki-laki seperti itu kesusilaan atau moralitas (S.IV.246-248).
dan istri yang mulia menjadi panutan c. K ondisi W
Kondisi anita P
Wanita asca
Pasca
negaranya (Samyutta Nikaya, I.86). Buddha P arinibbana
Parinibbana
Buddha dalam ajaran-Nya Berdasarkan fakta yang ada serta atas
menguraikan bahwa secara fisik wanita lebih dasar catatan sejarah, ternyata aktivitas
lemah daripada laki-laki, karena wanita wanita khususnya bhikkhuni boleh dibilang
mengalami menstruasi, mengandung, sirna dari peredaran semenjak Sang Buddha

November 2005
artikel
maha parinibbana. Tidak banyak buku yang diskriminasi. Mereka yang telah berkunjung
mencatat aktivitas mereka. Padahal ke Gua Sattapanni, membeberkan kepada
keberadaan bhikkhuni tradisi Theravada penulis bahwa ditinjau secara lokatif, tempat
bertahan hingga abad kesebelas Masehi. Ini tersebut tidak memungkinkan wanita untuk
tentunya menimbulkan pertanyaan tersendiri turut berperan serta dalam konsili. Pertama,
bagi kita. Apakah bhikkhuni setelah Sang posisi Gua Sattapanni agak sulit untuk
Buddha parinibbana mendapatkan dijangkau. Kedua, tempat tersebut tidak
diskriminasi atau memang mereka tidak memungkinkan bhikkhu dan bhikkhuni
memiliki aktivitas yang memberikan tinggal bersama mengingat sempitnya area.
kontribusi cukup berarti bagi masyarakat? Ketiga, saat itu tidak ada penerangan yang
Tiga bulan setelah Sang Buddha cukup seperti zaman sekarang, sehingga
parinibbana, Sangha atas prakarsa Y.M. kurang layak bagi bhikkhu dan bhikkhuni
Maha Kassapa menyelenggarakan konsili. untuk tinggal bersama terutama pada malam
Secara historis, ini adalah konsili pertama hari.
dalam sejarah agama Buddha. Konsili ini Dalam lima konsili yang
dilaksanakan di Gua Sattapanni di Rajagaha. dilaksanakan pada abad-abad selanjutnya,
Konsili pertama tersebut diikuti oleh bhikkhuni juga tidak diikutsertakan dalam
500 bhikkhu yang kesemuanya telah konsili. Pada konsili kelima dan keenam
mencapai tujuan akhir dalam menjalani sudah jelas bahwa saat itu bhikkhuni dari
kehidupan keviharaan, yaitu arahat. Selama tradisi Theravada sudah tidak ada lagi. Tetapi
konsili berlangsung, tidak ada bhikkhu atau pada konsili kedua, ketiga, dan keempat, tidak
bhikkhuni yang diizinkan tinggal di Rajagaha ada catatan yang membuktikan bahwa
atau sekitarnya. Bhikkhu dan bhikkhuni yang mereka berperan serta dalam konsili tersebut.
tidak turut berpartisipasi dalam konsili harus Semasa Sang Buddha masih hidup,
bervassa di luar Rajagaha. nama wanita dipampang setara dengan
Di antara kita mungkin ada yang nama kaum pria. Namun, kita seharusnya
bertanya: Mengapa tidak satu pun bhikkhuni tidak merasa malu untuk mengakui bahwa
yang dipilih untuk turut berperan serta dalam wanita setara setelah Sang Buddha
konsili pertama? Mengapa pesertanya parinibbana, yang namanya boleh dibilang
semuanya adalah para bhikkhu? Bukankah sekarang ditempatkan di posisi kedua.
saat itu juga banyak bhikkhuni yang telah Setidaknya dari karya-karya sarjana Buddhis
mencapai kesucian tertinggi dan juga di masa lampau dapat dijadikan sebagai
mempunyai kemampuan intelektual yang bahan referensi. Mahisasaka yang
juga setara dengan kemampuan intelektual merupakan salah satu aliran dalam
para bhikkhu? Jawaban yang tidak Mahayana dengan jelas mendiskriminasikan
memuaskan atas pertanyaan semacam ini wanita. Dengan lantang aliran Mahisasaka
akan membuat banyak orang berkesimpulan mengatakan; Wanita tidak bisa mencapai
Ini jelas-jelas diskriminasi. lima kemampuan supernatural, ia tidak dapat
Tidak diikutsertakannya bhikkhuni terlahir kembali sebagai seorang Tathagata
dalam konsili pertama bukan berarti ada (seorang Buddha) yang tidak memiliki

November 2005
39
kemelekatan dan telah mencapai pencerahan muncul dalam tradisi Buddhis karena
sempurna. Ia tidak dapat terlahir kembali perkembangan ide-ide sektarian. Sang
sebagai Dewa Sakka, Mara, Brahma atau Buddha menempatkan nama pria dan
sebagai Raja Cakkavati. Tetapi, pria dapat wanita setara, tanpa ada perbedaan.
terlahir kembali sebagai seorang Tathagata d. Kondisi wanita Buddhis di Era
yang tidak memiliki kemelekatan dan telah Modern
mencapai pencerahan sempurna. Pria juga Akibat pengaruh budaya dan
dapat terlahir kembali sebagai Raja agama, selama berabad-abad wanita
Cakkavati Dewa Sakka, Brahma atau ditempatkan dalam posisi yang lebih rendah
sebagai Mara. daripada kaum pria. Adanya keyakinan yang
Tentu tidak semua aliran setuju sangat kuat bahwa wanita diciptakan setelah
dengan pendapat ini. Ada juga yang pria dan diciptakan dari tulang rusuk pria,
menentang, dan berpendapat bahwa wanita membuat wanita Barat terkungkung dalam
juga dapat terlahir kembali sebagai seorang penjara diskriminasi. Mereka tidak diberi
Buddha. Aliran Sarvastivada sebagai kebebasan baik dalam berpolitik maupun
contohnya. Cheng-Mei Ku yang telah dalam kepemimpinan spiritual.
melakukan penelitian di bidang gender Pada abad keenambelas, wanita-
menegaskan: Membutuhkan beberapa abad wanita negara Barat mendapatkan tekanan
bagi agama Buddha untuk menjadikannya yang cukup berat. Alfred Lord Tennyson
kebudayaan yang lazim di Asia. Selama masa (1809-1892), salah seorang sastrawan
perkembangannya, beberapa praktisi Inggris menggambarkannya dalam syair
Buddhis, terutama kaum elit, berikut: Lelaki adalah pemburu; wanita
mengonfrontasikan semua bentuk adalah permainannya; kelembutan dan
permasalahan, doktrin, dan praktik dalam cahaya makhluk buruan, kita berburu demi
konteks budaya yang berbeda dan keindahan kulitnya, dan syairnya yang lain
masyarakat yang berbeda pula. Dalam adalah: Lelaki untuk ladang dan wanita
proses mempertahankan tradisi kehidupan untuk hati. Lelaki untuk pedang dan untuk
brahmacarya, bhikkhu-bhikkhuni awal jarum adalah wanita. Lelaki dengan kepala
sudah selayaknya bertanggungjawab atas dan wanita dengan hati. Lelaki untuk
transformasi bertahap konseptualisasi mengomando dan wanita untuk
gambaran wanita yang dimanfaatkan pada menurutinya. Semua yang lain
tingkat vinaya ke dalam kenyataan. Proses membingungkan.
transformasi mungkin telah terjadi selama Pada abad pertengahan, wanita
beberapa saat. Pada akhirnya wanita sulit mendapatkan kepercayaan dari
dianggap merugikan, baik dalam lingkungan masyarakat di bidang politik karena secara
sosial maupun dalam lingkungan kolektif telah tertanam pandangan bahwa
keagamaan. Walaupun anggapan ini wanita adalah penggoda pria sehingga umat
bertentangan dengan ajaran Sang Buddha manusia terjerumus ke dalam dosa. Baru di
yang sesungguhnya, tetapi anggapan abad keduapuluh wanita-wanita Barat bisa
tentang wanita tersebut sesungguhnya mendapatkan kesempatan untuk tampil di

November 2005
40
atas pentas politik. Kumaratunga, terpilih sebagai presiden pada
Tercatat Inggris pertama kali tahun 1994, Chandrika Bandaranaike
memilih wanita menjadi perdana menteri Kumaratunga kembali memilih ibunya
pada tahun 1979 atau sembilan belas tahun sebagai perdana menteri. Ia menjadi perdana
setelah Sri Lanka memilih wanita sebagai menteri hingga menjelang akhir hayatnya,
perdana menteri. Wanita yang terpilih menjadi yaitu pada tahun 2000.
perdana menteri saat itu adalah Margaret Aung San Suu Kyi bukanlah nama
Thatcher. Ia sempat memimpin Inggris yang asing di telinga kita maupun di mata
hingga tahun 1990. Hingga sekarang dunia. Ia berasal dari Birma. Ia adalah alumni
Margaret Thatcher adalah satu-satunya Oxford University, dan kemudian tinggal
perdana menteri wanita di Inggris. Menyikapi bersama suaminya. Ia kembali ke Birma pada
kondisi semacam ini Catharina Halkes tahun 1988 ketika ibunya meninggal.
berpendapat bahwa agama memberikan Sesampainya di Birma, ia menyaksikan
pengaruh yang sangat kuat terhadap demonstrasi massa menentang
didiskriminasikannya wanita. pemerintahan militer yang dipimpin oleh Ne
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Win. Kondisi ini membuatnya prihatin dan ia
karena adanya pernyataan dalam Alkitab memutuskan untuk memulai perjuangan
yang bersifat diskriminatif, selama berabad- tanpa kekerasan demi terciptanya demokrasi
abad wanita berada dalam kekuasaan lelaki. yang murni dan penghargaan secara utuh
Sistem kekuasaan tersebut juga terhadap hak asasi manusia.
mempengaruhi kehidupan agama kristiani, Untuk merealisasikan cita-citanya,
misalnya jabatan imamat dalam tradisi Aung San Suu Kyi kemudian mendirikan
gereja Katolik Roma dikhususkan bagi laki- partai National League for Democracy (NLD).
laki saja. Kita tidak perlu malu untuk Pada pemilihan umum tahun 1990, partainya
mengakui bahwa suara wanita Buddhis memenangkan 80 persen kursi parlemen.
nyaris tidak terdengar selama abad Namun, pemerintahan militer mengabaikan
pertengahan. Cukup sulit untuk menemukan hasil pemilu tersebut. Bahkan sebaliknya,
alasan mengapa suara mereka tidak begitu pemerintah menetapkan Aung San Suu Kyi
nyaring. Akan tetapi, dua belas tahun setelah sebagai tahanan rumah dan mengisolasinya
merdeka, Sri Lanka sebagai negara Buddhis dari segala komunikasi dengan massa.
menggoreskan tinta emas dengan menerima Pemerintah akan membebaskannya bila ia
wanita sebagai Perdana Menteri. mau meninggalkan Myanmar. Aung San Sun
Sirimavo Bandaranaike adalah Kyi menolak tawaran tersebut dan tetap
perdana menteri wanita pertama di Sri Lanka mengharapkan agar negara kembali ke
dan juga merupakan perdana menteri wanita dalam pemerintahan sipil.
pertama di dunia. Ia menjadi perdana menteri Atas perjuangannya untuk
pertama kalinya pada tahun 1960 hingga menegakkan demokrasi dan hak asasi
1965. Pada tahun 1970, ia kembali terpilih manusia melalui jalur tanpa kekerasan,
sebagai perdana menteri hingga tahun 1977. hadiah Nobel diberikan kepadanya pada
Ketika putrinya, Chandrika Bandaranaike

November 2005
41
tahun 1991. Empat tahun kemudian tidak sebanyak kaum pria. Ini bisa
pemerintah membebaskan Aung San Sun Kyi dibuktikan dari catatan-catatan yang ada
dari tahanan rumah. Sampai sekarang ia dan vihara yang dibangun untuk wanita juga
tetap terus berjuang untuk merealisasikan jumlahnya relatif sedikit.
cita-citanya. Dalam kasus yang di alami Selama satu dasawarsa
Aung San Sun Kyi, tidak ada tanda-tanda belakangan ini, Sangha bhikkhuni di Sri
diskriminasi. Apa yang ia alami adalah murni Lanka kembali dibentuk setelah lenyap dari
urusan politik. Keengganan pemerintah keberadaannya selama beberapa abad.
Myanmar menerima aspirasinya bukan Sangha bhikkhuni kembali dibentuk dengan
karena alasan gender melainkan keinginan bantuan dari Sangha bhikkhuni Mahayana.
pemerintah Myanmar untuk terus Di balik semua itu, mereka harus berjuang
mempertahankan sistem pemerintahan keras karena banyak orang, baik dari
militer di negara tersebut. kalangan bhikkhu maupun perumah tangga
Di bidang religius, ceritanya sedikit yang menentang keberadaan mereka. Salah
berbeda dengan peran politik Di negara- satu argumen yang mereka lontarkan adalah
negara yang penduduknya mayoritas bahwa Sangha bhikkhuni dalam tradisi
beragama Buddha seperti Sri Lanka, Theravada sudah lenyap.
Thailand, dan Myanmar, wanita bebas Di Myanmar kita juga bisa
menjalankan kegiatan spiritual. Karena menemukan wanita yang menjalani
negara-negara ini menganut agama Buddha kehidupan selibat berkat perjuangan
Theravada, bhikkhuni sebagai suatu ayahandanya, Raja Asoka Sanghamitta
lembaga bagi wanita untuk menjalani Theri, dan dibantu Putri Anuladewi. Pakaian
kehidupan selibat atau keviharaan selama yang mereka kenakan warnanya cukup
beberapa dekade tidak ada. Namun berbeda dengan warna jubah yang
demikian, bukan berarti wanita tidak dapat dikenakan oleh dasasilamata di Sri Langka
mejalani kehidupan selibat. Mereka tetap maupun dengan jubah para bhikkhu
dapat menjalankan kehidupan selibat. Myanmar. Mereka disebut Thilashen. Jumlah
Di Sri Lanka, wanita yang Thilashen di Myanmar juga tidak terlalu
menjalani kehidupan selibat, tinggal di vihara banyak dan pada umumnya mereka adalah
disebut dasasilamata, artinya wanita yang wanita-wanita lanjut usia. Wanita yang
mempraktikkan sepuluh peraturan moralitas. menjalani kehidupan selibat juga dapat kita
Mereka mengenakan jubah yang warnanya temukan di Thailand. Wanita-wanita di
tidak berbeda dengan jubah para bhikkhu. Myanmar memiliki kebebasan yang cukup
Hanya saja bentuknya berbeda dengan jubah baik. Untuk urusan rumah tangga, istrilah
para bhikkhu atau bhikkhuni. Jubah mereka yang menentukan. Kendati pada dasarnya
polos, tidak ada jahitan yang memotong agar masyarakat Myanmar menganut paham
jubah tersebut tampak seperti sawah yang umum terjadi di mana-mana yang
Magadha di India kuno. Sepanjang sejarah bersifat father-oriented. Seperti program
perkembangan agama Buddha di Sri Lanka, berapa anak yang harus mereka miliki, yang
wanita yang menjalani kehidupan selibat menentukan adalah istri bukan suami.

November 2005
42
Di Taiwan dan China, bhikkhuni begitu luhur, baik dalam skala nasional
masih dapat ditemukan karena mereka maupun internasional. Kendati banyak orang
menganut aliran Mahayana. Berdasarkan menganggapnya sebagai makhluk yang
informasi yang penulis dapatkan dari lemah, pada kenyataannya, mereka mampu
bhikkhuni Dhammacan, bhikkhuni mengangkat derajat bangsa ini sehingga
jumlahnya cukup banyak. Mereka memiliki mendapatkan pengakuan dan decak kagum
posisi yang cukup kuat, baik di dalam Sangha dari banyak orang di seantero dunia.
maupun di mata masyarakat. Mereka Kabupaten Jepara terkenal baik di
mempunyai organisasi yang sangat baik. dalam dan di luar negeri karena ukirannya.
Salah satu organisasi yang berada di bawah Dari Kabupaten ini lahir dua wanita yang
otoritas Sangha bhikkhuni Taiwan adalah sangat terkenal, yaitu R.A Kartini dan Ratu
Tzu Chi. Tzu Chi juga memiliki cabang di Sima. R.A. Kartini terkenal karena usahanya
Indonesia dan tampaknya organisasi ini dalam membebaskan kaum wanita dari
sangat populer. Organisasi ini diskriminasi, sedangkan Ratu Sima terkenal
menitikberatkan pada pelayanan sosial, karena sistem pemerintahannya yang sangat
seperti pengobatan massal, bakti sosial, dan jujur, semaksimal mungkin menegakkan
sebagainya. hukum dan berorientasi pada kesejahteraan
e. W anita Buddhis di Indonesia
Wanita rakyatnya.
Kemajuan wanita Indonesia dalam Ratu Sima adalah seorang ratu
pembangunan telah melahirkan suatu yang beragama Buddha. Dipercaya bahwa
budaya kemitrasejajaran laki--laki dan ia dan kebanyakan rakyatnya menganut
wanita, yang diikuti dengan berbagai agama Buddha aliran Hinayana atau
gerakan pemberdayaan kaum wanita. sekarang dikenal dengan sebutan
Wanita mulai menunjukkan potensi yang Theravada. Kalinga adalah nama
dimilikinya, sehingga dapat mengangkat kerajaannya saat itu. Nama ini juga dipakai
harkat dan martabat kaum wanita. Semenjak oleh salah satu kerajaan di India kuno yang
agama Buddha tumbuh dan berkembang di juga pernah menjadi basis agama Buddha
Indonesia, wanita-wanita Buddhis Indonesia di masa lampau. Bahkan, berdasarkan
menikmati kesetaraan gender, bahkan boleh catatan sejarah, relik gigi Sang Buddha yang
dibilang wanita-wanita Buddhis Indonesia sekarang ada di Sri Lanka dan menjadi
memiliki posisi yang sama baiknya bila kita barang yang paling berharga di seluruh negeri
membandingkannya dengan keadaan atau tersebut diberikan oleh raja Kalinga yang
kondisi wanita Buddhis di negara-negara kerajaannya sedang dalam ancaman
Buddhis di dunia ini. Tentu ada banyak bahaya.
alasan untuk hal ini Ratu Sima memerintah
Wanita-wanita Buddhis Indonesia kerajaannya dengan keadilan dan kejujuran.
telah turut berperan serta mewarnai lembaran Mungkin juga ia ingin mewujudkan konsep
sejarah bangsa ini dengan mengoreskan tinta Raja Cakkavati, sebagaimana terdapat
emas yang tak mungkin terlupakan. Mereka dalam kitab suci agama Buddha. Konsep
telah melakukan aktivitas-aktivitas yang Raja Cakkavati adalah konsep sistem

November 2005
43
pemerintahan yang mengutamakan keadilan, pembangunan Candi Borobudur selesai
kesejahteraan, kejujuran, dan kebenaran karena pembangunan Candi Borobudur
(Dharma). Salah seorang raja Buddhis yang sendiri memakan waktu hingga sekitar satu
sukses mengaplikasikan konsep ini dalam abad. Ratu Smaratungga adalah yang
sistem pemerintahannya adalah Raja Asoka melanjutkan cita-cita luhur ayahnya. Di
yang berkuasa di India pada abad ketiga bawah pemerintahannya, Candi Borobudur
sebelum Masehi. Karena sang ratu terselesaikan dengan sukses.
memerintah kerajaan dengan kejujuran, Sejak bangkitnya kembali agama
keadilan, dan kebenaran, seluruh rakyatnya Buddha di Indonesia (tahun 50-an) sudah
pun hidup dalam ketenangan, ketentraman terbentuk seksi wanita buddhis dari berbagai
dan tidak mengganggu yang lain. Saat itu, vihara, hingga kemudian terbentuk
tidak ada pencurian, perampokan, pelecehan organisasi dan koordinasi berbagai cabang
gender di mana wanita hanya dijadikan yang berkembang di bumi nusantara. Wanita
ladang pemuasan nafsu seksual. maupun Buddhis Indonesia terbentuk pada tanggal
bentuk kejahatan lainnya. Dengan kata lain, 14 Juli 1973. Sebagai pelopornya adalah
pancasila Buddhis, yaitu menghindari berkat jasa-jasa ibu yang bergerak dalam
pembunuhan. pencurian, pemuasan nafsu perkembangan wanita buddhis seperti Ibu
seksual secara salah, berbohong, minum Sujata, Ibu Vesakha Gunadharma, Ibu
minuman yang dapat menimbulkan Djamhir dan lainnya, generasi penerus
lemahnya kesadaran, dipraktikkan dengan merasa perlu adanya koordinator dan
baik. organisasi yang mantap. Maka, pada tahun
Sang ratu, yang mungkin tidak 1976 di Bandung diadakan re-organisasi
percaya terhadap kejujuran rakyatnya, ingin dengan bantuan Sangha Agung Indonesia
menguji rakyatnya; Apakah benar mereka sehingga dapat dibentuk organisasi wanita
semua mematuhi hukum, tidak mengambil buddhis dan vihara-vihara yang tersebar
barang orang lain meskipun barang itu dalam 18 provinsi, sebagai wadah yang tetap
tercecer di jalan. Untuk menguji kejujuran bernama Wanita Buddhis Indonesia dengan
rakyatnya, ia meletakkan emas di ketua umum DR. Parwati Soepangat, MA.
perempatan jalan. Karena semua rakyat Bhante Ashin Jinarakhita atau Sukong
mematuhi hukum, tidak mengganggu harta pernah mengatakan: Parwati itu putri
milik orang lain, tidak ada orang yang Srikandi Buddhis asal Solo.
mengambil emas itu atau sekedar Sebagian besar aktivitas wanita
memindahkan emas tersebut dari tempatnya. Buddhis berdasarkan kerja sama dengan
Ratu Buddhis yang mempunyai kaum lelaki dalam aktivitas Dharma yang
kontribusi terhadap perkembangan agama hanya sewaktu dalam bentuk perayaan hari
Buddha selanjutnya adalah Ratu besar maupun pelayaan sosial
Smaratungga. Setelah ayahnya kemasyarakatan umat Buddha melalui
menyelesaikan Candi Mendut, ia kemudian cetiya maupun vihara-vihara yang tersebar
terobsesi untuk membangun candi yang lebih
besar. Namun, disayangkan ia wafat sebelum (Bersambung di Hal. 49)

November 2005
opini
Mereka Bilang, Ibu Itu...
I love my mom. I guess everybody does. I know that shes kinda bossy, knows everything
bout me and scolds me when I do something bad. She can be annoying sometimes though
(sorry mom ^|^ hehehehe). I hate her when she yelled at me. But thinking it all over again,
shes just a human being, like me. I also can loose my temper sometimes. Then what makes us
have the right to hate her? I love my mom bcoz when the first time she delivered me in this
world, Ive been a burden for her 9 months and she risked her life for me! Thanks Mom! Happy
Moms daY! LuV ya! [^@^]

Suatu hari, Mama meneleponku dan mengatakan bahwa Mama divonis kanker. Mulut dan
lidahku terkunci, tidak tahu mau ngomong apa. Saat itulah, untuk pertama kalinya, aku baru
sadar betapa pentingnya seorang ibu bagiku. [Ch1n]

Talk bout mom, huh?!


Well Mom is the closest & greatest figure to me in our big family. Shes the one whos supporting
me to continue my study at the island of Java. There was a precious moment that made me feel
so touched, at the time when I was about to leave my hometown to continue my study. At that
time my mother was crying silently. When I knew that, my tears started to fall down. It was that
time; I really felt how much her love to me. Thanks mom, for everything u gave all this time.
Happy Mommys Day (this is one of the greatest gift I can give for u).
Luv u always. [Lyank^-^]

Berbeda dengan kebanyakan teman-teman lainnya, saya tidak mendapat dukungan orang
tua sewaktu dating ke Jogja. Walaupun demikian, saya tetap ngotot untuk pergi. Terlepas dari
apa yang telah saya dapatkan dan berikan semampu saya, masih tersisa perasaan bersalah.
Berbeda dengan teman-teman lainnya yang memiliki hubungan yang akrab dengan ibu mereka,
saya tidak memiliki hubungan yang demikian. Namun, saya tetap merasa hormat dan dengan
hati yang tulus menginginkan agar mereka bahagia. [Jc]

Mama
When the first time I could recognize this world, the first one I did recognize was You. When I am
sick, the first one I remember is You. When Im fear and in terrible troubles, the first one I want
to seek a refuge in is You. When I have a wonderful experience, the first one I want to share with
is You. When I arrive at Polonia, the first one I want to see and embrace is You. When our most
beloved papa had gone, the first one I wanted to give all my faith to was You. When Im success,
the first one I want to thank is You. When I cant draw much at ATM in the particular time, the
first one I remember is You, too. And many more. Mom, I love u. Youre everything for me. You are
the first in my life. [Benny03]

Seseorang yang bisa diajak bertengkar.


Seseorang yang selalu mengkhawatirkan kita.
Selalu menunggu di rumah dengan tangan terbuka.
Seseorang yang takkan bisa kubalas budinya sampai kapan pun. [ts]
(Bersambung di Hal. 60)
Wanita
dalam
Sifat
Keibuan
Oleh Bhikkhu Vajhiradhammo

Seorang ibu memang memiliki jasa Buddha bersabda, Tinggal yang sesuai,
yang amat besar terhadap keberadaan anak. bergaul dengan orang-orang yang baik,
Ia rela mempertaruhkan nyawanya ketika ia mampu menyesuaikan diri atau penempatan
melahirkan sang anak. Dalam tradisi diri yang baik dan banyak berbuat kebajikan.
Brahmanisme, seorang ibu tidak memiliki (A. IV;31). Sehingga Buddha memandang ibu
kekuasaan apa pun dalam mendidik anak. dan ayah memiliki kesetaraan, hak dan
Hanya sang ayah yang mempunyai kekuasaan kewajiban dalam mendidik, merawat, dan
untuk mendidik anak. Sebaliknya, agama membesarkan anak. Tak satu pun dan mereka
Buddha memandang bahwa seorang ibu yang dianggap paling berkuasa, paling
mempunyai pengaruh dan peranan yang cukup bertanggungjawab terhadap keberadaan
signifikan dalam mendidik anak. Ia juga anak.
memiliki posisi yang setara, mempunyai hak Tiada seorang pun yang tidak
yang sama dalam mendidik, membina, dilahirkan melalui ibu. Ibu yang pertama kali
membesarkan anak. Kesetaraan ibu dan ayah memberikan cinta, cinta kasih sejati,
dalam peran sebagai orang tua adalah menjadi mengasuh, dan mengorbankan segalanya.
guru yang mendidik dan mengajarkan anak- Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan
anaknya untuk selalu bertindak benar, jiwanya melindungi anaknya yang tunggal
berperilaku yang sesuai dengan aturan dan (Karaniyametta Sutta). Cinta kasih seorang ibu
norma, serta menganjurkan untuk adalah cinta yang memberikan pengorbanan
menghormati orang yang lebih tua. Ayah dan tanpa pamrih. Cinta yang selalu memberi
ibu dihormati dan dijunjung laksana dewa adalah cinta tanpa pamrih ibu sejati. Cinta
brahma (pubbadevat), laksana guru bijaksana kasih yang tanpa pamrih inilah yang
(pubbacariya) yang patut mendapat menyebabkan semuanya menjadi hidup.
persembahan (A.II. 69). Bagaimana jadinya hidup ini akan dapat
Orang tua berperan penting dalam bertahan terhadap kematian kalau seorang ibu
mendidik anak agar anak tidak mengikuti tidak mau memberi tanpa pamrih, bagaimana
arus, dan bahkan dapat melawan arus jadinya hidup ini tanpa adanya cinta kasih ibu?
sehingga anak bertindak secara positif. Sang Tanpa cinta kasih, hidup ini tidak akan dapat

November 2005
artikel
bertahan dari liang kubur. ibarat jika ayah sebagai atap bangunan, ibu
Karena ibu merupakan lambang dari sesungguhnya tiang bangunan yang menjiwai
cinta kasih, cinta sejati, maka berkah keluarga. Banyak masyarakat tercela,
kehidupan ini juga ada di tangan ibu. Karena keluarga tercerai berai dan remaja berhati
itulah, surga dikatakan ada di telapak kaki kacau karena kurangnya kasih sayang ibu.
ibu. Begitu seorang ibu berkata, Kau bukan Arahat Mogallana terkenal memiliki
anakku lagi, maka pada saat itu api neraka iddhi (kekuatan gaib) yang luar biasa, setelah
sudah mulai menyala perlahan-lahan di dalam berkali-kali meloloskan diri dari ancaman
anak yang durhaka terhadap ibunya tersebut. perampok akhirnya dengan penuh kesadaran
Tetapi bilamana seorang anak menghormati menerima kematian yang sangat mengerikan.
ibunya, ibaratnya ia bersujud di bawah kaki Beliau dibunuh, tubuhnya dipotong-potong
telapak ibunya, maka hingga hancur berkeping-
surga akan terwujud di Namun terdapat suatu yang keping, akibat buah
dalam kehidupan si anak. tertinggi; didikan dari seorang garuka kamma yang
Raja Dharma (Sang ibu yang tiada bandingnya, mengejarnya. Iddhi yang
Buddha) pun dilahirkan adalah menghantarkan putra- luar biasa tidak dapat
ibu-Nya dengan penuh putrinya ke jalan pabbajja pabbajja,, menghapuskannya
kasih sayang di tengah memberikan kesempatan bagi garuka kamma yang
perjalanan ke Devadaha; putra--putrinya untuk berlatih d i t u m b u h k a n
Sivali yang mencapai dan melepaskan hidup Moggallana pada
arahat pada waktu dumawi, melangkahkan kaki beberapa kelahiran
rambutnya dicukur, ke jalan pembebasan. terdahulu, di mana beliau
dilahirkan ibunya yang sampait hati membunuh
telah dengan menderita mengandung selama ibunya karena hasutan temannya.
tujuh tahun, tujuh bulan, tujuh hari; demikian Penghormatan dan cinta kasih untuk
juga Anggulimala (Ahimsakha) yang ibu sesungguhnya jauh tidak berarti bagi jasa
sebaliknya akan membunuh ibunya sendiri, beliau yang sejati. Melayani ibu dengan penuh
dilahirkan ibunya dengan penuh rasa kasih kasih sayang, dengan keinginan untuk
sayang yang sejati. Jika kita merenungkan membahagiakan ibu sebagai pembawa jasa
dengan pikiran jernih, setiap orang telah utama, hanyalah kebahagiaan yang kecil
mendapatkan cinta kasih dan kasih sayang untuk pengorbanan yang sejati. Bodhisattva
yang sejati dari seorang wanita, yaitu seorang Siddharta dalam kelahiran yang dahulu pernah
ibu, walaupun hanya sebentar. Tiada orang hampir mati terpanah racun, karena mencari
lain selain ibu, dapat memberikan permata susu di antara kijang-kijang untuk ibunya yang
yang melebihi itu dari segalanya. buta. Sebagai seorang pertapa, Beliau juga
Ibu sejati yang pertama kali melatih pernah membagi dana makanan yang
sila kepada putra-putrinya, yang diterima, semata-mata untuk ibu kandungnya
menumbuhkan hiri dan ottappa (malu berbuat yang menderita.
jahat dan takut akan akibat perbuatan jahat). Arahat Sariputra siswa utama Buddha
Ibu sejati merupakan pendukung masyarakat, dituduh memberi contoh yang menyesatkan

November 2005
47
umat. Setiap memasuki tidur, setelah berlatih dan melepaskan hidup dumawi,
menghormat Sang Tri Ratna, beliau melangkahkan kaki ke jalan pembebasan.
melakukan namaskara ke arah tertentu. Sungguh sifat sejati manusia dari seorang
Arahat Sariputra menjelaskan di hadapan ibu yang telah memberikan nilai yang
Buddha bahwa ia menghormat ke arah di tertinggi untuk putra-putrinya. Itulah langkah
mana ibunya tinggal, dan Buddha memuji menuju akhir dari derita, terpotongnya
perbuatan mulia ini. Namun, Buddha telah kelahiran kembali untuk selama-lamanya.
memberikan jasa yang tertinggi dengan Cinta ibu dari sifat kewanitaanya
memberikan khotbah Dharma setelah tujuh adalah cinta yang pertama dirasakan umat
tahun mencapai penerangan sempurna, manusia, dan merupakan akar dan semua
datang ke surga Tavatimsa di mana ibunya cinta. Ibu adalah guru pertama yang
yang meninggal tujuh hari setelah melahirkan mengajarkan pemahaman makna cinta dan
beliau, yang lahir di Tusita Loka, berkunjung cinta adalah pelajaran yang terpenting di
juga ke Tavatimsa ini dengan penuh cinta dalam kehidupan. Tanpa ibu (juga ayah),
kasih. Buddha memberikan Dhamma umat manusia maupun mahluk hidup tidak
kebebasan kepada ibu-Nya dan akhirnya akan mengenal cinta. Berterimakasihlah
beliau mencapai kebebasan. Ini adalah kepada ibu karena dari ibulah, kita mengenal
bentuk penghormatan yang tertinggi dari cinta bagi semua makhluk. Melalui ibu, kita
seorang anak terhadap ibu-Nya. dapat belajar konsep tentang pengertian dan
Ibu sejati dituntut pada setiap zaman, kasih sayang untuk yang pertama kalinya,
yang sudi memberikan pengorbanan ibu adalah dasar bagi semua cinta. Cinta
mendidikan dan segala-galanya untuk putra- orang tua adalah sepanjang jalan tanpa
putrinya dengan penuh cinta kasih tanpa bertepi, dan tidak mengharap balas budi,
pamrih. Namun terdapat suatu yang tertinggi; tetapi sebagai seorang anak harus wajib
didikan dari seorang ibu yang tiada menghormati, menghargai, membantu orang
bandingnya, adalah menghantarkan putra- tua, bahkan menyokong orang tua, anak dan
putrinya ke jalan pabbajja, memberikan istri, bekerja bebas dari pertentangan; itulah
kesempatan bagi putra--putrinya untuk berkah utama (Manggala Sutta).

November 2005
48
Ibu Yutarto
Seorang Ibu tua yang bekerja mengurus Vihara Buddha Prabha

D
i kalangan muda-mudi Vihara Buddha Prabha, mungkin tidak banyak yang
mengenal betul sosok seorang Ibu Yutarto (50 tahun, selanjutnya disebut
Bu Yu-red). Seorang wanita kecil yang tampak renta, jauh lebih tua dari
usianya yang baru memasuki setengah abad. Dalam kesibukannya sehari-hari di vihara
terutama dalam hal kebersihan, Bu Yu justru merasa pekerjaan seperti itu bukanlah beban.
Nggak, gak pernah ngerasa gimana-gimana. Pokoknya senang aja di sini, katanya.
Barangkali juga banyak yang tidak tahu kalau wanita yang berasal dari sebuah
desa di Wonosobo ini sangat dekat dengan Pakme Santoso (selanjutnya disebut
Pakme-red). Saat pertama kali datang ke Jogja, ia bekerja sebagai perawat
cucu Pakme yang baru berusia satu minggu di rumah Pakme, jalan
Malioboro. Pada tahun 1993, Pakme yang sudah menetap di vihara Buddha
Prabha, mulai menderita sakit parah (penyakit lever-red). Mulai saat itulah
atas permintaan Pakme, Bu Yu bekerja dan menetap di vihara. Sewaktu
Pakme masih ada, Bu Yu merawat Pakme dengan sungguh-sungguh mulai
dari mandi, makan, berjalan sampai tidur. Sejak saat itu, ia sudah tinggal
di vihara lebih dari 10 tahun.
Karena sudah ikut dengan Pakme selama 25 tahun,
memorinya akan Pakme sulit sekali hilang. Bahkan ada
pengalaman aneh dari Bu Yu ketika Pakme baru saja meninggal
(18 Oktober 1994-red). Waktu itu, selama 7-10 hari sejak Pakme
meninggal, ia merasa ketakutan tinggal di vihara dan susah tidur
karena melihat bayangan Pakme di kamarnya seolah-olah masih
ada di sana. Setelah lewat dari 10 hari, peristiwa itu tak terjadi
lagi sampai sekarang. Sekarang udah nggak lagi, katanya
sambil tertawa. Namun, satu hal yang sangat berkesan di hati Bu Yu adalah sifat Pakme
yang lembut dan baik sehingga patut diteladani. Aku seneng orangnya itu gak pernah pake
kata-kata kasar.
Seiring bertambahnya usia, kondisi kesehatan Bu Yu pun semakin menurun. Kadar
gula dalam tubuhnya mulai bermasalah dan dokter menyuruhnya untuk pantang beberapa
jenis makanan. Kata dokter penyakit gula, dua bulan lalu baru periksa di Wonosobo. Bu Yu
yang mendapat upah Rp 275.000,- per bulan, melakukan pengobatan hampir tiap dua
bulan sekali di sebuah klinik di Wonosobo. Perjalanan untuk pulang ke Wonosobo tidaklah
mudah. Ia harus naik bus 3 kali, mulai dari terminal Giwangan untuk singgah di Magelang,
kemudian melanjutkan perjalanan lagi sampai ke terminal Binangan, Wonosobo.
Sesampainya di sana, Bu Yu masih harus 1 kali lagi naik bus agar sampai ke desanya,
Getas. Seluruh perjalanannya ke kampung halaman memakan waktu kurang lebih 4 jam.

November 2005
liputan eksklusif
Selain saat berobat, Bu Yu juga pulang ke desanya waktu lebaran tiba. Di hari
tuanya nanti, ia berkeinginan untuk pulang ke kampung halamannya. Di sana, salah satu
keponakannya pernah memintanya untuk menjaga anaknya yang masih kecil. Kalo gak
ngejaga anaknya ponakanku, yah bisa bantu jualan sayur di pasar, kata Bu Yu. Sampai
sekarang, Bu Yu masih senang dan betah tinggal di vihara. Senang liat muda-mudi di sini.
Baik-baik anaknya, ujarnya sambil tersenyum ceria di balik raut wajahnya yang keriput
dan sedikit lesu, mungkin karena lelah atau juga karena penyakitnya. [Hendri]

Kondisi dan Sik ap Sosial


Sikap
(sambungan hal.43)
....di Indonesia. Kenyataannya hanya ada seorang Bhikkhuni Sangha di seluruh
pulau Jawa, yang pertama kali ditabiskan oleh Ven. Ashin-Jinarakhita Maha Nayaka Sangha
Agung Indonesia, yaitu Bhikkhuni Jinakumari Theri Nayaka di Vihara Nagasena, Sindang-
Laya, Cipanas, Jawa Barat. Disusul oleh Bhikkhuni Dharmagantha dan Bhikkhuni
Dharmagiri. Kini, Bhikkhuni Sangha yang masih ada, yaitu Bhikkhuni Nyana Santi Then
dan Bhikkhuni Nyana Pundarikha Then, Nayaka Sangha Agung Indonesia dan bhikkhuni
lainya. Bhikkhuni Sangha lainya ada di Medan, Sumatera Utara, tepatnya di Vihara Maha
Mauggala. Mereka ditabiskan di Taiwan pada tahun 1981 sebagai Bhikkhuni Padma Dana
Sasmita, Bhikkhuni Bgo Me Ngo, Bhikkhuni Tan Meng Kie, dan Bhikkhuni Fan Sioe Jin yang
beraliran Sangha Mahayana.
Pergerakan organisasi wanita Buddhis berkembang pesat setelah sukses
pelaksanaan kongres yang dibuka oleh Ibu Tien Soeharto pada tangal 14 Pebuari 1987,
yang berganti nama Keluarga Besar Wanita Buddhis Indonesia (KBWBI). Sebagai ketua
umum, Ibu DR. Parwati Soepangat, MA., dengan ketua-ketua Sri Utami Oka Diputhera, Dr.
Somali Tamsil, dan Ariyani Wijaya, SH.; sebagai sekretaris Ir. Martine Sradaputta, Vimaladewi
Salim, SH, dan Dra. Soeyati Prawoto; dan bendahara Saniwati Haryanto Wijaya, Ratna
Mumiwati Tedja, dan Lilies Hasan Soenardi; serta dibantu oleh bagian-bagian lainya.
Sejalan dengan semangat reformasi dan pentingnya pembinaan serta konsolidasi
kaum perempuan, pada Munas VII Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) pada tanggal 24-
26 Oktober 2003 di Pasuruhan, Jawa Timur, sidang komisi D membahas pemberdayaan
wanita yang sepakat untuk menghidupkan dan mengembangkan kembali organisasi Wanita
Buddhis Indonesia dan disahkan sebagai salah satu organisasi badan otonom MBI dan
Sekber PMVBI. Terpilih sebagai ketua umum Metta Sun Citradi dan Sekjend-nya Padma
Dewi, S.Kom. DR. Parwati Soepangat, MA diangkat sebagai ketua kehormatan WBI dan
tetap menjabat sebagai ketua umum KBWBI.
Wanita Buddhis Indonesia sebagai bagian dari potensi perempuan Indonesia
diharapkan mampu menjawab tantangan dengan menampilkan keselarasan dan keserasian
di antara berbagai peran sehingga dapat turut serta mewujudkan masyarakat yang adil
dan makmur, sejahtera, dan bahagia yang berlandaskan spiritual Buddha Dharma.

November 2005
berita
Upacara Ulambana (Chau Tu) di
Vihara Buddha Prabha
Rabu, 10 Agustus 2005 diadakan
upacara ulambana di Vihara Buddha Prabha
dengan diadakan kebaktian bersama Biksu
Sasanarakkhita (Suhu Teng Sin), Bhante
Arya Kusalo, Bhante Nyana Wibowo, Bhante
Sasana Bodhi, Bhante Nyana Shanti, dan Ai-
ai Vihara Buddha Prabha. Pembacaan keng,
di antaranya Kshitigarbha Sutta dimulai
dari subuh hingga pukul 18.00 WIB. Upacara
ulambana ini ditutup dengan pembakaran
koper. Para umat (kebanyakan umat Buddha
KebaktianPara bhikkhu sedang memimpin
tradisired.) tur ut berpartisipasi dan
kebaktian ulambana yang diikuti oleh Ai-ai Vihara memesan tempat berupa altar untuk sanak
Buddha Prabha (10/08/05). keluarga mereka yang telah meninggal.
Upacara juga diselenggarakan untuk Pakme
Santoso dan Biksuni Dharmaganta (Suhu
Ting Ling). Kegiatan ini merupakan salah
satu sumber pemasukan dana rutin utama
vihara yang diselenggarakan tiap tahun.
[red.]

Ziarah
2 September 2005, muda-mudi
bersama ibu-ibu dan beberapa keluarga
almarhum, di antaranya Ibu Winantya
Sudjas dan Ibu Aris Munandar, melakukan
ziarah ke beberapa makam para aktivis
buddhis yang telah merintis agama Buddha
Umat yang mengikuti upacara ulambana di Vihara di Yogyakarta dan sekitarnya. Makam yang
Buddha Prabha sedang berdoa untuk sanak
keluarganya yang telah meninggal (10/08/05).
pertama kali dikunjungi adalah R.
Soerdarsono Soedjasayahanda Romo
Winantya Sudjas. Kemudian ziarah dilanjutkan ke makam Up. Ananda Aris
Munandar.
Setelah berziarah ke kedua makam yang berada di Yogyakarta, rombongan
melanjutkan ziarahnya ke makam S. Hadi Soemarto dan Bp. Sudiyono yang berada
di Wonosari. Selanjutnya, dilakukan kebaktian bersama di rumah Ibu Kawi untuk

November 2005
51

mendoakan Ibu dan Bapak Kawi agar


dalam kondisi kesehatan yang baik.
Ziarah diakhiri dengan tabur bunga di
salah satu pantai di daerah Baron, karena
menurut para peziarah masih banyak
pahlawan-pahlawan perintis agama
Buddha yang telah meninggal yang
abunya ditabur di laut. [red.]

Pelatihan Jurnalistik
Dhar ma Prabha mengadakan
Menabur bungaIbu Winantya Sudjas sedang pelatihan jurnalistik untuk muda-mudi
menabur bunga di pusara R. Soedarsono Soedjas GMCBP yang dilaksanakan setiap hari
pada kegiatan ziarah bersama muda-mudi GMCBP minggu. Pelatihan ini dimulai dari
(02/09/05).
minggu terakhir Agustus dan berakhir
sementara pada minggu terakhir
September. Pelatihan ini akan dilanjutkan
pada bulan November. Adapun materi yang
dipelajari antara lain dasar-dasar teori
Bahasa Indonesia yang baik dan benar
hingga penulisan karangan argumentasi,
deskripsi, narasi dan teknik wawancara
Pelatihan ini dibawakan oleh Sdr.
Heriyantoseorang mahasiswa Hukum
Universitas Gadjah Mada yang memiliki
kemampuan jurnalistik yang baik. Pelatihan
ini bertujuan untuk menjaring muda-mudi
yang berbakat di bidang jurnalistik agar
dapat terlibat bersama Dharma Prabha
karena saat ini Dharma Prabha kekurangan Belajar jurnalistikSaudara Heriyanto sedang
sumber daya manusia yang berkompeten memberikan pelatihan jurnalistik kepada muda-mudi
GMCBP (11/09/05).
dan berkualitas di bidang tersebut. Namun,
sangat disayangkan yang mengikuti
pelatihan ini hanya beberapa orang saja, sehingga tujuan yang diharapkan tidak
tercapai sepenuhnya.[red.]

November 2005
52
Perayaan Kathina Dana 2549
BE/2005 di Vihara Buddha
Prabha
Perayaan Kathina Dana 2549 BE di
Vihara Buddha Prabha dilaksanakan pada
hari Sabtu, 22 Oktober 2005. Perayaan
Kathina yang dihadiri oleh lebih dari 200
umat, dimulai pada pukul 18.00 dan diawali
dengan prosesi penyambutan
penganugerahan kitab suci Tripitaka.
Sebanyak 121 kitab dibawa oleh umat,
kemudian diletakkan di altar. Prosesi ini
diiringi dengan pemukulan genta dan
gendang secara silih berganti dan
Siripada PujaUmat sedang meletakkan bunga
teratai di kolam sebagai wujud penghormatan kepada
pembacaan Gatha Tisarana.
tapak kaki Sang Buddha (22/10/05). Dalam perayaan ini dihadiri oleh lima
orang Bhante dan tiga orang samanera.
Puja bakti Kathina dipimpin oleh Bhante
Khemacaro dan dalam dhammadesananya
Bhante menjelaskan makna perayaan
Kathina bagi umat Buddha. Dalam
perayaan Kathina ini, setiap umat
berkesempatan mempersembahkan dana
kepada anggota Sangha dengan diiringi
nyanyian yang dibawakan oleh tim paduan
suara.
Perayaan Kathina Dana kali ini juga
dirangkaikan dengan ritual penghormatan
terhadap tapak kaki Sang Buddha atau
dikenal dengan Siripada Puja. Pada ritual
ini dilakukan prosesi membawa bunga
Pemercikan air berkahBhante Sasana Bodhi teratai yang telah dilengkapi dengan
sedang memberikan pemberkahan kepada umat persembahan lilin, bunga, dan dupa, dan
menjelang selesainya upacara Kathina Dana 2549
BE di Vihara Buddha Prabha (22/10/05).
diiringi dengan Gatha Tisarana. Ritual
Siripada Puja diawali dengan pembacaan
doa dan selanjutnya anggota Sangha beserta seluruh umat meletakkan bunga
teratai di kolam buatan yang terletak pada bagian depan Kelenteng Gondomanan.
[Minerva]

November 2005
53

Open House Unit, Stand Mitra


GMCBP 2005
Kesekretariatan
2 Oktober 2005 yang lalu
GMCBP menggelar kegiatan yang
tidak per nah dilakukan
sebelumnya, yaitu Open House
Unit. Pada kesempatan itu, GMCBP
membukakan diri kepada Stand Siripada Puja
masyarakat umum dengan
memperkenalkan setiap bagian Stand Upacarika
yang ada di GMCBP. Kegiatan ini
mengambil bentuk seperti
pameran, di mana setiap bidang
yang ada di GMCBP mendirikan
stand-nya masing-masing yang
memiliki ciri khas masing-masing.
Stand yang ada yaitu Stand Kalyana Putra
Kesekretariatan, Vidyaka,
Upacarika, GABVBP, Dhar ma Pameran Foto
Prabha, Dana Usaha, Mitra,
Siripada Puja, dan ditambah Kalaya
Putra. Selain itu, juga terdapat stand
pameran foto yang menampilkan
sekitar 80 foto koleksi Dhar ma
Prabha. Objek foto yang ditampilkan Dana Usaha
antara lain kegiatan Sejuta Pelita
Sejuta Harapan, Waisak Candi Sewu
2005, kegiatan GMCBP, candi, dan Stand Dharma Prabha
Vihara Buddha Prabha zaman
Pakme Santoso. Pameran foto ini
mer upakan pameran foto yang
pertama kali di Vihara Buddha
Prabha. [red.]

Stand GABVBP Stand Vidyaka


Mr. Lau:
A Memory of
Today
There are a myriad of reasons for my
ceaseless gratefulness to Mr. Lau.
Managing to attend and present a paper
in an international academic congress in
Tokyo, Japan, late March 2005 (as seen in
this picture), is to name but one.

L
ife is a chances encounter. It a poor-eyesighted English teacher in his mid
was my 15th birthday; nothing forties. As hinted by his name, he is a Medan
special, no party, no celebration. Chinese. When he was 29, a gas accident
Barely did I realize that that day, October 3, 1995, rendered him almost blind, and he has since
would be the most defining day in my life. It just then, being incapable of reading
dawned on me years later that that day would notwithstanding, learnt English
shape the course of my life. autodidactically. He moved on to teach the
A week earlier, my dad was attending language a few years later.
his high school reunion party. Life is a chances Since day one, I have found myself
(read: karmic) encounter, really. Of thousands to be in a meeting of mind with him. The way
attending the party, as destiny would have it, my he teaches is one in his own right, one in a
dad was seated next to Mr. Lau Ping Hui, an class of its own: no note taking, no exams
erstwhile senior of his in high school, after some and grades, no class promotion, somewhat
20 years of total loss of contact with him. Soon, pedantic, easily understood verbal
they were found exchanging pleasantries, and, explanation by him, much practice rather than
before long, got down to asking each others well- the Medan-patented learning-by-heart and
being hitherto. He told my dad he had been compulsory-jotting-down methods, a mix of
teaching English for the last few years, and pedantic English-language lessons and
cordially invited my dad to send his son to study enlightenment sessions. He imbued me with
with him for FREE! For him, teaching English values, principles I am holding now. His
is absolutely a labor of love. edifying, lofty, altruistic ideals continue to be
So, there I found myself sitting in a study well embedded in my mind. He has made me
on Jln. Madong Lubis Dalam, Medan, on that determine my purpose of life. Suffice it to say,
very day, October 3, 1995. For the next ten months, not only did he teach me sheer English, but he
I would study intensively under Mr. Lau, or, as I also enlightened me. And, to top it all, he
would affectionately call him later, Ping Hui Suk leads by example; he does not only preach. In
Suk (Uncle Ping Hui), or simply Suk Suk (Uncle), the words of another student, he is a living

November 2005
english corner
Buddha, a Buddha to the life (and, mind you, thoroughly and embellishing it with New Years
he has no vices!). Therefrom, I began to realize decorations. Conventionally, this is carried out
the nobility of the teaching profession. Once a by every member of a household. An unmarried
teacher is always a teacher. There is no ex- and almost blind man he was, of course Mr.
teacher, goes a philosopher. For me, when it Lau could not duly observe such a tradition.
comes to Mr. Lau this shall forever hold true. Therefore, on each Chinese New Years Eve he
Oh yeah, political discussion was our would ask me to come to his house and help
daily bread. Surely enough, we did not always him do the cheng chu. As much as he needed
see eye to eye. However, we never failed to agree me in doing the cheng chu, I myself felt the
to disagree. dire need of expressing and performing my
Of the universe of things I have learnt filial piety toward him. Thats why, for six
from Mr. Lau, English alone has earned me an consecutive years I never missed a single New
array of advantages and accolades, from Years Eve helping him do the cheng chu.
making myself the youngest teacher at three Ping Hui Suk Suk, as you read this
English courses when I was high school to account, I hope you know how much I want to
being the first runner-up in Asian-level law thank you for having played such a material,
student debate competitions conducted in indispensable role in my life for you are the
English. Countless have I received the reason I call my formative years my formative
response, Then your teacher must be a native years. My parents have raised me up
speaker of English, when I replied, The credit comprehensively, so to speak (and have been
goes to my English teacher, to native-speakers- undoubtedly perfect ones at that); but you have
of-Englishs credit for my English fluency. As raised me up intellectually. Allow me to proudly
always, it came as startling to them when I claim that you are my intellectual parent, my
answered, No, he is a local, a pure Medan teacher-cum-comrade-in-arms.
product; and he is a literally almost-blind man. Today, on my 25th birthday, I still
David Farmer, a sympathetic and caring believe that having known you on my 15th
American buddhist scholar with whom I stayed birthday has been the greatest gift of all
for five days when I was in Thailand, once said, birthdays in my life. Today, ten years on, I still
Heri, if I have the chance to meet your English and will always put you on a pedestal the
teacher someday, I will tell him that he has highest, grandest pedestal!!!
been absolutely successful. Until now, his Suk Suk, I hope this little piece, long
trademark vocabularies (edifying books, overdue though it may be, stands testimony to
cultivate your mind, aim high, enlighten, the memory of today, a memory owed to a time
outargue, preach, wisdom, lofty, etc) ten years back
remain constituting major parts of my active
vocabulary. As time and moments pass just like a
Of the manifold sweet memories I had flash my gratitude to you ever lasts
with Mr. Lau, I would like to share one here. Though now distance does us apart you
Once a year, as the Chinese New Year is around are always in my heart
the corner, the Chinese would observe the
tradition of cheng chu, i.e. cleaning the house Heriyanto, Sei Kera, Medan, October 3, 2005

November 2005
data donatur

Donatur Edisi 47 Laporan Keuangan


Nama Dana
Go Thik, Medan
NN, Yk
Rp
Rp
50,000
77,000 Edisi 46
NN, Yk Rp 122,000
Agus Arben, Bagan Batu Rp 100,000 Saldo Awal Rp 19,775,771.75
Sani Yanti, Ampel Rp 10,000
Suharni, Ampel Rp 10,000 Pendapatan:
3K, Yk Rp 20,000 Dana dari Donatur Rp 5,559,000.00
Yunus Alias, Mdn Rp 50,000 Pendapatan Bunga Rp 136,016.10
Ibu Kawi, Wonosari Rp 100,000 Pendapatan Iklan Rp 1,310,000.00 +
Eka Rahayu Sartika Rp 50,000 Total Pendapatan Rp 7,045,016.10
Liem Djing Siong, ParakanRp 30,000
Rudyanto, Yk Rp 3300 Pengeluaran:
Bina Jaya, Jakarta Rp 2,000,000 Biaya Administrasi & Pajak Rp 49,703.22
Tan Lie Ling Biaya Kirim dalam negeri Rp 2,715,300.00
& Keluarga, Medan Rp 100,000 Biaya Pengepakan Rp 83,525.00
Liong Soei Tjin Rp 50,000 Biaya Cetak Rp 5,800,000.00
Agusman Surya Rp 500,000 Biaya Operasional Rp 15,000.00
Megawati, Palembang Rp 50,000 Biaya Pembelian Utilitas Rp 172,400.00
Vika Rp 50,000 Pelatihan Jurnalistik Rp 184,270.00 +
Yanto Setiawan Rp 50,000 Total Pengeluaran Rp 9,020,198.22
Jakarta Rp 1,000,000
NN* Rp 225,000 Dana Akhir Rp 17,800,589.63
Purwanto. S, Bekasi Rp 100,000
Yen Hun, Tangerang Rp 250,000 +
Total Rp 4,997,300 Rencana Anggaran
NN* = Gabungan donatur via transfer bank yang
tidak diketahui identitas donatur
Ralat:
Pengeluaran Edisi 47
1. Dana dari Paramitha sebesar Rp. Biaya administrasi & Pajak Rp. 60,000.00
3.000.000,- pada edisi 46 seharusnya tidak Biaya kirim dalam negeri Rp. 3,000,000.00
tercantum karena untuk sementara Biaya cetak (2000 exp) Rp. 7,000,000.00
Paramitha sudah tidak menjadi donatur tetap
Biaya Pengepakan Rp. 200,000.00
Dharma Prabha.
2. Donatur NN* pada edisi 46 lalu yang
To t a l R p ..1
10,260,000.00
tercantum Rp. 2.535.000,- seharusnya
adalah bernilai Rp. 2.410.000,- Pembaca yang hendak menjadi donatur dapat
3. Dana atas nama Agung Sutrisno yang
tercantum pada edisi 46, seharusnya dana langsung ditransfer ke rekening BCA
untuk pemasangan iklan, bukan sebagai 0371566766, setelah itu dapat mengirimkan
donatur. sms untuk pengecekkan kepada bendahara
Seluruh kru Dharma Prabha minta maaf atas dp Eka (081328033360).
kesalahan-kesalahan yang terjadi, mohon para
pembaca dapat memakluminya. Atas perhatiannya Untuk Pemasangan Iklan dapat menghubungi
kami mengucapkan terima kasih. Linda (0813 28362422) dan Julifin (0818 0272
Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama, 6086).
alamat, ataupun nama donatur yang lupa tercantum Kritik dan saran dapat langsung disampaikan
di atas.
melalui sms ke 081802726086
November 2005
Sepuluh tahun sudah ke nangan indah aku lalui renungan
Aku datang tanpa seberkas be kal maupun harta
Hanyalah te kad se mangat yang me mbara
Untuk belajar Buddha Dharma, me nyimbak ketidaktahuan
Terde ngar sahdu alunan paritta suci
Me nyejukkan jiwa raga yang lagi gundah
Me mancarkan k e damaian setiap insani
Me nunjukkan k ebe naran me nghilangkan hati yang gelisah
Ke kaburan pe ngertian hidup dalam dukkha Kenangan
Telah tersimbak di sini
Kini ku tahu latihan k ehidupan samana Indah
Hidup se derhana pe nuh k ewaspadaan Belajar
Me mahami k ehidupan yang pe nuh makna
Kini me ninggalkan k e nangan indah di lubuk hatiku Dharma
Mere nungkan arti k ehidupan dalam Buddha Dharma
Me mberikan kete duhan dan k ete nangan jiwa
De ngan te kad dan se mangat jiwa raga Oleh Sujayanto
Me ngabdikan diri untuk perk e mbangan Buddha Dharma
Dan me mbangunkan diri dari k egelapan
Tuk terbebas dari dukkha me nuju kebahagian
Aku datang tanpa apa-apa
Namun, aku pulang me mbawa be kal diri
Sege ngam Dharma pe nuntun dalam hidup ini
Untuk hari esok yang lebih baik dan se mpurna
Se ntuhan Dharma-Mu yang mulia
Me mbuka suasana k eraguan dalam kata
De ngan Dharma yang terpancarkan
Me nyadarkan diri dari kegelapan
Sukkha dan dukkha silih berganti
Me nce ngkram roda yang teramat hakiki
Namun, di bawah lindungan Sang Tri Ratna
Hidup akan te ntram dan bahagia dalam setiap perubahan
Dari Dharma-Mu aku dapatkan
Jalan k ebe naran dan ke indahan
Tuk me mahami hidup yang pe nuh dukkha
Di mana dalam dukkha ada k ebahagiaan yang tiada tara
Tak terasa waktu telah berlalu me mbawa ke indahan
Dalam belajar Dharma de ngan me nge nakan jubah
Walau hanya se me ntara, sebatas ke mampuan yang ada
Namun, telah me nyimbak takbir kehidupan
Kini tak ada yang dapat kuberikan
Kepada se mua yang telah berjasa
Atas segala jasa-Mu yang tiada tara
Setulus hatiku bernamaskara
Terucapkan lirih hati yang tulus
Terima kasih, Guru pe mbimbing Dharma.
kalyana putra
Untuk tiga bulan terakhir ini, Kalyana Putra selain memberikan beasiswa dan
pengajaran kepada anak asuh, Kalyana Putra juga melakukan pemberdayaan terhadap
alumni anak asuh Kalyana Putra. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan adalah memberikan
bantuan modal untuk membuka warung sembako kepada Sutarnimantan anak asuh
Kalyana Putra dan saat ini menjadi pengurus Kalyana Putra yang menangani semua anak
asuh Kalyana Putra di Panggang. Modal tersebut tidak diambil dari dana Kalyana Putra,
tetapi diperoleh dari beberapa donatur yang mengenal Sutarni, seperti Hery Subandar (Dunia
Plastik). Bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang, namun dalam bentuk barang awal
yang dapat diperdagangkan. Kalyana Putra berharap anak asuhnya tidak hanya meneruskan
pekerjaan orang tuanya sebagai petani, namun juga melakukan inovasi yang baru, seperti
berdagang.
LAPORAN KEUANGAN PROGRAM
BEASISW
BEASISWAA K AL
KAL YANA PUTRA
ALY
(AGUSTUS 2005-OKTOBER 2005)

1. Saldo A wal
Awal Rp 7.532.361
2. P endapatan
Pendapatan
Pendapatan Bunga Rp 113.657
Dana dr Open House KP Rp 185.000
Dana Donatur
STIE IBII Rp 4.560.000
Carolin Wulan Sari Rp 100.000
Rinawati Rp 400.000
Lisya Rp 100.000
Wenny Rp 100.000
Enny, Tangerang Rp 750.000
Guna Dharma Rp 300.000
Eka Rahayu Sartika Rp 150.000
Chairil Kennedy Rp 150.000
Manggala Rp 50.000
Johannes Rp 250.000
Thomas Rudi Rp 900.000
Souw Hang Heng Rp 500.000
Total P endapatan
Pendapatan Rp 8.310.000
3. Pengeluaran
Pengeluaran
Biaya Adm. Tabungan Rp 45.230
Biaya Beasiswa Rp 6.950.000
Biaya Kesekretariatan Rp 124.600
Biaya Telepon Rp 54.600
Biaya lain-lain Rp 85.000
Total P engeluaran
Pengeluaran Rp 7.259.430
4. Saldo Akhir Rp 8.881.588
pelajaran kecil

Seorang bhikkhu
yang bodoh
menginginkan
ketenaran yang
keliru, ingin
menonjol di antara
para bhikkhu, ingin
berkuasa dalam
wihara-wihara, dan
ingin dihormati
oleh semua
keluarga.
(Dhammapada ,
Bala Vagga, 73)

November 2005
Mereka Bilang, (sambungan hal. 44)
When the first time I had a girl friend, my mother didnt agree with me to have a relationship with
her. She worried about my study that the girl friend would disturb my study activities and make
me not concern to my study. She said that it wasnt too late if I had a girl friend ten years later. I
disputed with her about this that made me have a long conflict with her until we didnt talk one
another for a few days because I decided choosing to be with my girl friend; and placed me in all
wrong positions for my guilty feeling of my decision. I realize that all is for my own good. I know
that it is very difficult to make the both sides feel satisfy of our decision that one of our choices
wont hurt one of them, but actually my mother is my higher priority to consider far from the other.
I always want to give the best things to my mother, such as I always show my best achievements
in my study. But, I still havent been able to do the most important things for her that is more
useful for her forever that are sharing Dharma with my mother and making her have a good
understanding of this life based on Dharma. My mother knows that Im very active in Buddhists
activities and I think that she must be proud of two of her sons being the leaders of Buddhists
organizations. [fin]

Mom? Mama? Amak? Lau Bu? Yup, she is the greatest woman in da world. I believe everybody
thinks so. She has unlimited reasons to love and protect her children. Im very close to her. Noone
knows me better than she does. She looks like having a sixth sense coz I cant hide somethin
from her. I think thats cool when my friends called me anak mami. Although sometimes she is
overprotecting, she is never too pushy. She also has a sense of humor. She always tells me and my
sis jokes. Mom, I miss your jokes and red bean soup, haha Please forgive all of my faults.
Thanks for everything you have done for me. Happy mamas day. Luv ya forever!! I hope everybody
who reads this will respect and love his mom. Please tell your mom how much you love her.
Remember, time is waiting for no man. [>>>jimz]