Anda di halaman 1dari 34

KATA PENGANTAR

Segala Puji serta Syukur kita panjatkan kehadirat Allah


SWT.karena atas rahmat dan karunia-Nya Saya selaku penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul Hubungan
Internasional yang insyaallah bermanfaat bagi kita semua.
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan
banyak terimakasih kepada Guru Mata Pelajaran, Orang tua, dan
teman-teman yang sudah turut serta membantu dalam
pembuatan makalah ini sehingga bisa selesai pada waktunya.
Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi yang
membaca dan khususnya bagi saya yang menulis.Walaupun saya
tahu bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah
SWT.Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari
semua pihak yang membacanya yang bersifat membangun dalam
perbaikan makalah ini.Semoga keberhasilan selalu berpihak
kepada kita semua.
Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih banyak.

Penulis

DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ........................................................................................
........ i
Daftar
Isi ....................................................................................................
....... ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang .........................................................................................
...... 1
2.
Tujuan .............................................................................................
............... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hubungan
Internasional ............................................................. 2
2.2 Dampak Mengucilkan Diri Dari Pergaulan
Antarbangsa ............................. 4
2.3 Pentingnya Hubungan
Internasional ............................................................ 5
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .....................................................................................
................... 6
DAFTAR
PUSTAKA ..................................................................................... 7
BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Manusia dilahirkan dan hidup tidak terpisahkan satu sama lain,
melainkan berkelompok karena manusia adalah makhluk sosial.
Dalam hidup berkelompok itu terjadilah interaksi antar manusia
yang jika terus berjalan akan menjalin hubungan sosial.
\Manusia hidup berkelompok dan menetap disebuah tempat,
membentuk suatu negara. Dan suatu negara dengan negara yang
lain akan sama, saling membutuhkan dan berinteraksi. Maka
terbentuklah suatu hubungan internasional antar negara-negara
yang berinteraksi tersebut.

2. Tujuan
Makalah ini ditulis yaitu untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan, dengan tujuan untuk melengkapi
kekurangan nilai ulangan harian mata pelajaran tersebut.

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hubungan Internasional


a. Pengertian Hubungan Internasional dari Segi Sejarah
Hubungan Internasional adalah hubungan antarbangsa
di dunia. Dalam perkembangan sejarah, hubungan
internasional tersebut mengalami perubahan atau
perkembangan yang signifikan sejalan dengan perubahan
dan kemajuan kemasyarakatan itu sendiri. Hubungan
tersebut terkait antarbangsa, antar kelompok, antarsuku dan
antarindividu yang bersifat kesepakatan-kesepakatan
longgar dan kebanyakan nonformal.
Sejak abad pertengahan, kecenderungan hubungan
yang bersifat internasional semakin nyata sehingga benih
dan asas hukum internasional semakin berkembang
terutama dibidang perdagangan dan maritim. Hubungan
tersebut pada waktu itu sering menggunakan kekuatan
maupun penekanan dari satu suku lain atau dari negara
yang satu ke negara yang lainnya.
Menurut buku Rencana Strategi Pelaksana Luar Negeri
Indonesia (Renstra), hubungan internasional adalah
hubungan antarbangsa dalam segala aspeknya yang
dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan
nasional negara tersebut.
Bangsa Indonesia dalam membina hubungan dengan
negara lain menerapkan prinsip-prinsip politik luar negeri
yang bebas aktif yang diabdikan kepada kepentingan
nasional, terutama untuk kepentingan pembangunan
disegala bidang serta ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Ada beberapa pengertian Hubungan Internasional menurut
para ahli, yaitu sebagai berikut :

1. Charles A. Mc. Clelland


Hubungan Internasional adalah studi tentang keadaan-
keadaan relevan yang mengelilingi para ahli.
2. Tigve Nathiessen
Hubungan Internasional merupakan bagian dari ilmu
politik dan karena itu komponen-komponen hubungan
internasional meliputi politik internasional, organisasi dan
administrasi internasional,, serta hukum internasional.
3. Wasito Sunaryo
Hubungan Internasional merupakan studi antara
interaksi jenis kesatuan-kesatuan sosial tertentu, termasuk
studi tentang keadaan relevan yang mengelilingi
interaksi.Adapun yang dimaksud dengan kesatuan-
kesatuan sosial tertentu, bisa diartikan sebagai negara,
bangsa, maupun organisasi sepanjang bersifat
internasional.

b. Hubungan Internasional Sebagai Suatu Disiplin Ilmu


Hubungan internasional sebagai sebuah disiplin ilmu dipengaruhi
paling tidak 8 (delapan) disiplin ilmu lainnya, yaitu :
1) Hukum Internasional
2) Ilmu Kemiliteran
3) Organisasi Internasional
4) Hubungan luar negeri
5) Pemerintah kolonial
6) Sejarah diplomasi
7) Politik internasional
8) Perdagangan Internasional
2.2 Dampak Mengucilkan Diri dari Pergaulan Antarbangsa
Sumber kekuatan yang dimiliki oleh suatu negara akan berbeda-
beda, mungkin ada negara yang kaya akan sumber daya alam
dan ada pula negara yang sumber daya alamiahnya rendah.
Ada beberapa faktor yang menentukan dalam proses hubungan
internasional baik secara bilateral maupun multilateral, antara
lain :
a. Kekuatan nasional
b. Jumlah penduduk
c. Sumber daya
d. Letak geografis
Jika suatu negara memiliki empat faktor tersebut, maka negara
tersebut relatif longgar untuk mengadakan hubungan
internasional, namun jika empat faktor tersebut lemah, maka
suatu negara sangat membutuhkan hubungan internasional.
Perlu kerja sama dalam bentuk hubungan internasional, antara
lain karena faktor-faktor berikut :
a. Faktor Internal
Yaitu adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hisup baik
melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain.
b. Faktor Eksternal
Yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa
suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerja
sama dengan negara lain.

Beberapa dampak suatu negara yang tidak mau bergaul dengan


negara lain, yaitu :
1) Negara akan terbelakang dari segi ilmu pengetahuan dan
teknologi
2) Kebutuhan masyarakat kurang terpenuhi
3) Rakyatnya cenderung miskin
4) Tanpa investasi asing pertumbuhan ekonomi berjalan
lambat
5) Bila menghadapai bencana sulit mengatasi tanpa bantuan
dan kerja sama dengan negara lain
2.3 Pentingnya Hubungan Internasional
Manusia hidup di dalam masyarakat dan selalu membutuhkan
orang lain dalam memenuhi kebutuhannya sendiri, sebagai
makhluk individu sekaligus makhluk sosial.
Hubungan Internasional Indonesia dengan negara lain dilandasi
prinsip :
a. Persamaan derajat
b. Didasarkan kehendak untuk bebas
c. Persetujuan dari beberapa atau semua negara
Dalam membina Hubungan Internasional diperlukan adanya taktik
dan strategi serta prosedur tertentu.
Berikut pentingnya hubungan internasional bagi suatu negara :
1. Ilmu pengetahuan dan teknologi relatif berkembang pesat
2. Memenuhi kepentingan nasional yang tidak dapat dipenuhi
oleh negara sendiri
3. Kesejahteraan rakyat cenderung terpenuhi
4. Pertumbuhan ekonomi cenderung baik
5. Memenuhi tanggung jawab warga dunia untuk mewujudkan
kehidupan dunia yang tertib, aman, adil dan merata.

2. Pentingnya Kerja Sama Ekonomi Internasional

Pada kenyataannya menunjukan bahwa setiap bangsa dan negara


memiliki kebutuhan mempertahankan kelangsungan hidupnya
dan tidak selalu dapat dipenuhi oleh potensi setiap
bangsa.Keadaan yang deimikian mendorong untuk saling
mengadakan hubungan antar negara.
Mengenai pentingnya hubungan internasional bahwa setiap
negara memiliki sumber kekuatan yang berbeda beda. Ada
negara yang kuat akan sumber daya alam, ada juga yang banyak
penduduknya, sementara ada negara lain yang mengandalkan
berlimpahnya jumlah ilmuwan. Kekurangan yang ada dapat
diatasi dengan saling berhubungan denga yang lain. Hal inilah
yang melahirkan hubungan internasional antar bangsa antar
negara.
Kartasasmita dalam Suprapto (2005) menyatakan bahwa
Hubungan Internasional dimaksudkan untuk :
Mempererat hubungan antar negara yang satu dengan yang lain
Mengadakan kerjasama dalam rangka saling membantu
Menjelaskan dan menegakkan kedaulatan dan batas-batas
wilayah
Mengadakan perdamaian dan perundingan pakta non agresi
Mengadakan hubungan dagang atau ekonomi sesuai dengan
kepentingan masing-masing
Setiap negara memiliki posisi yang berbeda beda, baik dalam
kemampuan ekonomi, keuangan, keamanan, politik maupun
sumber daya manusia. Oleh karenanya setiap negara tidak dapat
lepas dari keterlibatannya dengan negara lain, dalam
bentuk hubungan antar bangsa.
Secara umum, titik berat dalam hubunga internasional antara lain
adalah bidang pertahanan dan keamanan untuk memajukan
kepentingan masing masing negara atau untuk kepetingan
bersama umat manusia yang bersifat universal. Suatu negara
dapat mengadakan kerja sama antar negara atau hubungan
internasional apabila kemerdekaan dan kedaulatannya baik
secara de facto maupun de jure telah diaui oleh negara lain.
Faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya kerja sama dengan
bentuk hubungan internasional antara lain sebagai berikut :
1. Faktor internal, yaitu adanya kekhawatiran akan kelangsungan
hidupnya, baik melalui kudeta maupun intervensi dari negara lain.
2. Faktor external, yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat
dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa
bantuan dan kerjasama dengan negara lain.

Katergantungan tersebut terutama dalam upaya memecahkan


masalah masalah ekonomi, politik hukum, social budaya,
pertahanan dan keamanan.
Adapun faktor-faktor yang menyebapkan diadakannya kerja sama
internasional adalah sebagai berikut :
1. Adanya dua negara atau lebih yang menghadapi hal tertentu
dan merupakan kepentingan bersama. Misalnya Indonesia dan
Malaysia yang mengatur perlindungan TKI.
2. Adanya usaha kerjasama yang dijalani dalam berbagai
organisasi dan lembaga internasional. Misalnya PBB, Uni Eropa,
OPEC, ASEAN, AFTA, dan sebagainya.
3. Munculnya isu isu yang berkaitan dengan ekspansi teknologi
dan perdagangan sehingga memerlukan ketentuan dan peraturan
yang baru yang membantu menangani masalah melallui
konferensi dan pertemuan-pertemuan ad hoc (sementara).
Misalnya tentang penerbangan internasional yang mengatur rute
dan ongkos, konferensi hukum laut internasional dan sebagainya.
4. Dua negara atau lebih yang mempunyai benyak transaksi dan
interaksi terus menerus, tetapi tidak memerlukan organisasi
resmi untuk kerjasama. Pada dasarnya adalah semua hubungan
diantara unit unit dapat berjalan dan damai, dan apabila muncul
konflik biasanya akan diselesaikan dengan kompromi. Misalnya,
Indonesia dengan Jepang.

Kerjasama internasional perlu dikembangkan dengan


perimbangan pertimbangan sebagai berikut :
1. Sebagai negara, tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan
sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Oleh karena itu, munculah
sifat saling ketergantungan antar bangsa.
2. Dengan kerjasama internasional, berarti melaksanakan hidup
berdampingan secara damai, yang mengandung aspirasi
kemanusiaan secara universal, sehingga dapat meredakan
ketegangan yang terjadi. Dengan demikian perdamaian dapat
terus dipelihara dengan baik.
3. Kerjasama internasional sangan penting terutama bagi negara
negara yang berkembang untuk mengembangkan pembangunan
dalam rangka memajukan kesejahteraan rakyatnya.
4. Dengan kerjasama internasional, berarti menegakkan
kedaulatan.

Sumber : Modul Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan


Untuk SMA, SMK, MAK, Kelas 11 semester 2 MGMP Pkn Propinsi
DIY.
Baca Juga : Pengertian Budaya Politik dan Tipe tipe Budaya Politik
Hubungan Internasioal menjadi penting bagi suatu negara, karena
di masa sekarang diyakini bahwa tidak ada negara yang dapat
berdiri sendiri. Dengan adanya hubungan internasional,
pencapaian tujuan negara akan lebih mudah dilakukan dan
perdamaian dunia lebih mudah diciptakan. Dengan demikian tak
satu bangsa pun di dunia ini dapat membebaskan diri dari
keterlibatan dengan bangsa dan negara lain. Bagi suatu negara
hubungan dan kerjasama internasional sangat penting. Menurut
Mochtar Kusumaatmadja (1982), hubungan dan kerja sama
tersebut timbul karena adanya kebutuhan yang disebabkan
antara lain oleh pembagian kekayaan alam dan perkembangan
industri yang tidak merata di dunia. Jadi, ada saling
ketergantungan dan membutuhkan antarbangsa.Ketergantungan
terjadi dipelbagai bidang kehidupan baik perdagangan,
kebudayaan, ilmu pengetahuan, keagamaan, sosial maupun olah
raga. Disamping itu, hubungan dan kerja sama internasional juga
penting untuk : a. memelihara dan menciptakan hidup
berdampingan secara damai dan adil dengan bangsa lain; b.
mencegah dan menyelesaikan konflik, perselisihan, permusuhan
atau persengketaan yang mengancam perdamaian dunia sebagai
akibat adanya kepentingan nasional yang berbeda di antara
bangsa dan negara di dunia; c. mengembangkan cara
penyelesaian masalah secara damai melalui perundingan dan
diplomasi yang lazim ditempuh negara-negara beradab, cinta
damai dan berpegang kepada nilai-nilai etik dalam pergaulan
antarbangsa; d. membangun solidaritas dan sikap saling
menghormati antarbangsa; e. membantu bangsa lain yang
terancam keberadaannya sebagai akibat pelanggaran atas hak-
hak kemerdekaan yang dimiliki; f. berpartisipasi dalam rangka
ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan social; g. menjamin
kelangsungan hidup bangsa dan negara, kelangsungan
keberadaan dan kehadirannya ditengah bangsa-bangsa lain.
Beberapa faktor yang ikut menentukan dalam proses hubungan
internasioanal, baik secara bilateral maupun multilateral antara
lain adalah kekuatan nasional, jumlah penduduk, sumber daya
dan letak geografis. Suatu negara dapat mengadakan hubungan
internasional manakala kemerdekaan nya telah diakui oleh
negara lain, baik secara de facto, maupun de jure. Perlunya
kerjasama dalam bentuk hubungan internasional antara lain
karena faktor-faktor berikut: a. Faktor internal, yaitu adanya
kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik melaui
kudeta maupun intervensi dari negara lain. b. Faktor eksternal,
yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa
suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan
kerjasama dengan negara lain. Ketergantungan tersebut terutama
dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, hukum
sosial budaya dan pertahanan keamanan.Berdasarkan uraian di
atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor pendorong hubungan
internasional adalah sebagai berikut. a. Faktor kodrat manusia
sebagai makhluk social yang harus mengadakan kerjasama
dengan sesama. b. Faktor wilayah yang saling berjauhan akan
mengakibatkan timbulnya kerja sama regional dan internasional
c. Faktor pertumbuhan bangsa dan negara itu sendiri. d. Faktor
kepentingan nasional yang tidak selamanya dapat dipenuhi di
dalam negeri sendiri. e. Faktor tanggung jawab sebagai warga
dunia untuk mewujudkan kehidupan yang aman, tertib serta
damai. Disamping itu hubungan kerjasama antar negara di dunia
diperlukan guna memenuhi kebutuhan hidup dan eksistensi
keberadaan suatu negara dalam tata pergaulan internasional,
disamping demi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan hidup
yang merupakan dambaan setiap manusia dan negara di
dunia.Kerjasama antarbangsa di dunia didasari atas sikap saling
menghormati dan saling menguntungkan. Kerja sama
internasional antara lain bertujuan untuk : a. Memacu
pertumbuhan ekonomi seiap negara. b. Menciptakan saling
pengertian antarbangsa dalam membina dan menegakkan
perdamaian dunia. c. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan
sosial bagi seluruh rakyatnya.
Hubungan Internasional dimaksudkan untuk: Mempererat
hubungan antar negara antara yang satu dengan yang lain.
Mengadakan berbagai kerjasama dalam rangka saling membantu
dan saling menguntungkan. Menjelaskan dan menegakkan
kedaulatan negara serta memperjelas batas-batas wilayah negara
Mengadakan perdamaian dan perundingan pakta non agresi
Mengadakan hubungan dagang serta hubungan ekonomi sesuai
dengan kepentingan masing-masing negara

3. Teori Perdagangan Internasional

Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan


oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas
dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat
berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara
individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu
negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak
negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor
utama untuk meningkatkan GDP.Meskipun perdagangan
internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra,
Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial,
dan politik baru dirasakan beberapa abad
belakangan.Perdagangan internasional pun turut mendorong
Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran
perusahaan multinasional.

A. Teori Perdagangan Internasional


Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan
perdagangan di dalam negeri, perdagangan
internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut
antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan
kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya
dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor. Selain itu,
kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya,
bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam
perdagangan.
a. Teori Klasik Dalam PerdaganganInternasional
1) Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya
produksi, walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja.
Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Ongkos produksi
menentukan harga relatif barang, sehingga tercipta dua macam
harga, yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka
panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah,
dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai.
2) Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di
antara segenap pakar Mazhab Klasik. Ia sangat terkenal karena
kecermatan berpikir, metode pendekatannya hampir seluruhnya
deduktif. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-
pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih
sistematis.Dan pendekatannya teoretis deduktif, pemikirannya
didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya
untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan
logika. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat
kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi
pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan
disajikan sebagai teori upah, teori sewa tanah, teori bunga dan
laba, teori tentang nilai dan harga, teori perdagangan
internasional dan, teori tentang akumulasi dan perkembangan
ekonomi.
b. Teori Neo-Klasik Dalam PerdaganganInternasional
1) Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang
ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Teori
nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya
produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal
utility).Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam
teori ekonomi.
2) Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen, dia telah
memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang
kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Hukum Gossen
I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan
tingkat kepuasan yang diperoleh, sedangkan Hukum Gossen II,
bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk
berbagai jenis barang yang diperlukannya. Selain Gossen, Jevons
dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan
marjinal. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang
berperan dalam menentukan nilai barang.Dan perbedaan
preferences yang menimbulkan perbedaan harga.Sedangkan
Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang,
menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan
terendah yang dapat dipenuhinya.Dengan teori orde barang ini
maka tercakup sekaligus teori distribusi.
3) Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh
Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem
persamaan yang serempak. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan
antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi,
konsumsi dan distribusi.Asumsi yang digunakan Walras adalah
persaingan sempurna, jumlah modal, tenaga kerja, dan lahan
terbatas, sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen
tetap. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka
terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas
ekonomi

B. Persamaan Teori Klasik Dan Teori Neo-Klasik Dalam


Perdagangan Internasional
Sebetulnya pandangan ini bersumber pada teori atau sudut
pandangan kaum klasik dan neo klasik, yang tidak lain adalah
ilmu ekonomi liberal
Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat, prinsipil tidak
berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat, kaum klasik
mendasarkan diri pada tindakan-tindakan rasional, dan bertolak
dari suatu metode alamiah. Kaum klasik juga memandang ilmu
ekonomi dalam arti luas, dengan perkataan lain secara normatif.
Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez
faire. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh mazhab klasik, dan dengan keseimbangan yang
bersifat otomatis, di mana masyarakat senantiasa secara
otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full
employment.
Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada
mekanisme pasar. Teori harga merupakan bagian sentral dari
mazhab klasik, dan mengajarkan bahwa proses produksi dan
pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. Dan
dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan
menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). Jadi dalam
susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik
perseorangan, inisiatif dan perusahaan orang-perorangan.
Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan
alamiah, pemikiran pesimistik dan individu serta negara.
Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah,
mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya, dan kebebasan
individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa,
dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire.
Pemikiran kaum klasik telah membawa perubahan besar
dalam bidang ekonomi. Salah satu hasil pemikiran kaum klasik
telah mempelopori pemikiran sistem perekonomian liberal. Dalam
pemikiran kaum klasik bahwa perekonomian secara makro akan
tumbuh dan berkembang apabila perekonomian diserahkan
kepada pasar. Peran pemerintah terbatas kepada masalah
penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan
infrastruktur.
Sedangkan Neo-klasik yang percaya bahwa semakin sedikit
peranan pemerintah akan semakin baik memberikan teori baru
yang menyatakan bahwa perekonomian secara alami akan
bergerak kearah full employment dan ekuilibriumnya berada
dalam steady state.
Peran pemerintah di dalam pembangunan lebih dititikberatkan
kepada penertiban APBN, dan pemanfaatan/penggunaan
kekuatan pasar.
Peran pemerintah dalam pembangunan harus dibatasi dan
berorientasi kepada pembangunan infrastruktur, kesehatan dan
pendidikan.Campur tangan pemerintah yang berkelebihan dalam
perencanaan pembangunan dikhawatirkan menimbulkan
Government Failure, seperti birokrasi yang berkelebihan, KKN,
dan lain sebagainya. Membatasi APBN dapat mengurangi defisit,
karena akan menimbulkan ketidakstabilan di dalam ekonomi.
Pemanfaatan kekuatan pasar yaitu mengembangkan pasar yang
efisien, bebas dari monopoli, oligopoli, dan eksternal
disekonomis.Oleh karena itu kebijakan pemerintah harus bersifat
Market Friendly.

C. Kelebihan Teori Klasik Dan Teori Neo-Klasik


Kelebihan Teori Klasik Dalam Perdagangan Internasional
Adam Smith mengajukan teori perdagangan internasional yang
dikenal dengan teori keunggulan absolut.Ia berpendapat bahwa
jika suatu negara menghendaki adanya persaingan, perdagangan
bebas dan spesialisasi di dalam negeri, maka hal yang sama juga
dikehendaki dalam hubungan antar bangsa. Karena hal itu ia
mengusulkan bahwa sebaiknya semua negara lebih baik
berspesialisasi dalam komoditi-komoditi di mana ia mempunyai
keunggulan yang absolut dan mengimpor saja komoditi-komoditi
lainnya. Apa yang dimaksud dengan keunggulan yang absolut?
Maksudnya begini, jika negara A dapat memproduksi kentang
untuk 8 unit per tenaga kerja sedangkan negara B untuk komoditi
yang sama hanya dapat memproduksi 4 unit per tenaga kerja,
sedangkan untuk komoditi lain misalnya gandum, negara A hanya
dapat memproduksi 6 unit per tenaga kerja sedangkan untuk
negara B dapat memproduksi 12 unit per tenaga kerja, maka
dapat disimpulkan bahwa negara A mempunyai keunggulan
absolut dalam produksi kentang dibandingkan dengan negara B,
sedangkan negara B dapat dikatakan mempunyai keunggulan
absolut dalam produksi gandum dibandingkan negara A.
Perdagangan internasional yang saling menguntungkan antara
kedua negara tersebut jika negara A mengekspor kentang dan
mengimpor gandum dari negara B, dan sebaliknya negara B
mengekspor gandum dan mengimpor kentang dari negara A.
Teori perdagangan internasional yang lain diperkenalkan oleh
David Ricardo. Teorinya dikenal dengan nama teori keunggulan
komparatif. Berbeda dengan teori keunggulan absolut yang
mengutamakan keunggulan absolut dalam produksi tertentu yang
dimiliki oleh suatu negara dibandingkan dengan negara lain, teori
ini berpendapat bahwa perdagangan internasional dapat terjadi
walaupun satu negara tidak mempunyai keunggulan absolut,
asalkan harga komparatif di kedua negara berbeda. Ricardo
berpendapat sebaiknya semua negara lebih baik berspesialisasi
dalam komoditi-komoditi di mana ia mempunyai keunggulan
komparatif dan mengimpor saja komoditi-komoditi lainnya. Teori
ini menekankan bahwa perdagangan internasional dapat saling
menguntungkan jika salah satu negara tidak usah memiliki
keunggulan absolut atas suatu komoditi seperti yang diungkapkan
oleh Adam Smith, namun cukup memiliki keunggulan komparatif
di mana harga untuk suatu komoditi di negara yang satu dengan
yang lainnya relatif berbeda.

Kelebihan Teori Neo-Klasik Dalam Perdagangan Internasional


Kaum neoklasik mengatakan bahwa baik perdagangan
international maupun aliran modal international cenderung untuk
meratakan distribusi pendapatan didalam suatu Negara maupun
antar Negara.

D. Arti Penting Teori Klasik Dan Neo-Klasik Dalam Perdagangan


Internasional
Teori klasik dan neo-klasik mempunyai arti penting dalam
perdagangan internasional karena perdagangan sudah menjadi
isu penting sejak jaman para filusuf yang mempermasalahkan
apakah perdagangan itu secara moral diterima atau tidak.
Perdagangan atau pertukaran mempunyai arti khusus dalam ilmu
ekonomi. Perdagangan diartikan sebagai proses tukar-menukar
yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing
pihak. Pertukaran yang terjadi karena paksaan, ancaman perang
dan sebagainya tidak termasuk dalam arti perdagangan yang
dimaksud disini.
Teori perdagangan telah mengubah dunia menuju globalisasi
dengan lebih cepat. Kalau dahulu negara yang memiliki
keunggulan absolut enggan untuk melakukan perdagangan,
berkat law of comparative costs dari Ricardo (1772-1823),
Inggris mulai kembali membuka perdagangannya dengan negara
lain.
Pemikiran kaum klasik telah mendorong diadakannya perjanjian
perdagangan bebas antara beberapa negara.Teori comparative
advantage telah berkembang menjadi dynamic comparative
advantage yang menyatakan bahwa keunggulan komparatif
dapat diciptakan.Oleh karena itu penguasaan teknologi dan kerja
keras menjadi faktor keberhasilan suatu negara. Bagi negara
yang menguasai teknologi akan semakin diuntungkan dengan
adanya perdagangan bebas ini, sedangkan negara yang hanya
mengandalkan kepada kekayaan alam akan kalah dalam
persaingan internasional.
Globalisasi merupakan hal yang tidak terhindarkan lagi.Mau tidak
mau, Indonesia harus siap menghadapinya. Kebijakan pemerintah
yang salah akan membuat Indonesia semakin terpuruk. Untuk itu
penguasaan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia
harus diperhatikan.

E. Manfaat perdagangan internasional


Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional
adalah sebagai berikut.
1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri
sendiri
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil
produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut diantaranya :
Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain.
Dengan adanyaperdagangan internasional, setiap negara mampu
memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.
2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk
memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi.
Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang
sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada
kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang
tersebut dari luar negeri.
3. Memperluas pasar dan menambah keuntungan
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya
(alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir
akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya
harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan
internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya
secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar
negeri.
4. Transfer teknologi modern
Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk
mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara
manajemen yang lebih modern.
F. Faktor pendorong Perdagangan Internasional
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan
perdagangan internasional, di antaranya sebagai berikut :
Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan
pendapatan negara
Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan
dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru
untuk menjual produk tersebut.
Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim,
tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan
adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan
produksi.
Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan
dari negara lain.
Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia
dapat hidup sendiri.

G. Peraturan/Regulasi Perdagangan Internasional


Umumnya perdagangan internasional diregulasikan melalui
perjanjian bilatera antara dua negara.Selama berabad-abad
dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara
memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan
internasional.pada abad ke 19, terutama di Britania, ada
kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting
dan pandangan ini mendominasi pemikiran diantaranegara barat
untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa
mereka ke kemunduran besar Britania. Pada tahun-tahun sejak
Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT
dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam
perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut
terkadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim
dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan
secara mutual.
perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh
sebagian besar negara yang berekonomi kuat, walaupun mereka
terkadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang
penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur
oleh Amerika Serikat dan Eropa. Belanda dan Inggris Raya
keduanya mendukung penuh perdagangan bebas dimana mereka
secara ekonomis dominan, sekarang Amerika Serikat, Inggris,
Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya.
Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan
Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah
menjadi kuat secara ekonomi.Karena tingkat tarif turun ada juga
keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif, termasuk
investasi luar negri langsung, pembelian, dan fasilitasi
perdagangan. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan
dnegan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai.
Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari
perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung
oleh proteksi.Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir,
bagaimanapun.Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika
Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama
untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang
memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan
kebanyakan barang dan jasa lainnya.
Selama reses ada seringkali tekanan domestik untuk
meningkatkan arif dalam rangka memproteksi industri dalam
negri.Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar membuat
kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam
depresi tersebut.
Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui
World Trade Organization pada level global, dan melalui beberapa
kesepakatan regional seperti MerCOSUR di Amerika Selatan,
NAFTA antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, dan Uni
Eropa anatara 27 negara mandiri. Pertemuan Buenos Aires tahun
2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America
(FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara
Amerika Latin.Kesepakatan serupa seperti MAI (Multilateral
Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun
belakangan ini.

4. Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran adalah catatan dari semua transaksi


ekonomi internasional yang meliputi perdagangan, keuangan dan
moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar
negeri selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun atau
dikatakan sebagai laporan arus pembayaran (keluar dan masuk)
untuk suatu negara. Neraca pembayaran secara esensial
merupakan sistem akuntansi yang mengukur kinerja suatu
negara. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan
berpasangan (double-entry bookkeeping system), yaitu; tiap
transaksi dicatat satu sebagai kredit dan satu lagi sebagai debit.
Transaksi yang dicatat sebagai kredit adalah arus masuk valuta.
arus masuk valuta adalah transaksi-transaksi yang mendatangkan
valuta asing, yang merupakan suatu peningkatan daya beli
eksternal atau sumber dana. Sedangkan transaksi yang dicatat
sebagai debit adalah arus keluar valuta. Arus keluar valuta adalah
transaksi-transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing,
yang merupakan suatu penurunan daya beli eksternal atau
penggunaan dana.
Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan
(balanced) dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama.
Kedua entries tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan
laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional (dari
mana kita memperoleh dana-dana/ daya beli, dan bagaimana kita
mengunakannya). Jadi, total kredit dan debit dari neraca
pembayaran suatu negara akan sama secara agregat; namun,
dari komponen-komponen neraca pembayaran, mungkin terdapat
surplus dan defisit.
Contoh : Suatu perusahaan RI meminjam Poundsterling Inggris.
Jelas, pinjaman ini merupakan peningkatan hutang
penduduk/perusahaan RI pada pihak luar negeri (Inggris).
Pinjaman ini merupakan suatu credit entry pada neraca
pembayaran. Debit entry yang sama akan diklasifikasikan sebagai
suatu peningkatan dalam kepemilikan aset financial luar negeri,
yaitu rekening bank debitor RI (yang didenominasi) dalam sterling
merupakan suatu aset.
Memiliki aset dalam valuta asing sama seperti memberikan
pinjaman jangka pendek kepada negara lain
(http://sobatbaru.blogspot.com/2008/08/pengertian-neraca-
pembayaran.html)
PENGERTIAN NERACA PERDAGANGAN
Neraca perdagangan (balance of trade) adalah sebuah istilah
yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan antara nilai
moneter antara ekspor dan impor. Neraca perdagangan biasa
disebut dengan ekspor netto. Neraca perdagangan yang positif
berarti negara tersebut mengalami ekspor yang nilai moneternya
melebihi impor, dan biasa disebut surplus perdagangan.
Sementara itu jika neraca perdagangan menunjukkan kondisi
negatif artinya nilai moneter impor melebihi ekspor, dan disebut
sebagai defisit perdagangan.
Contoh :
Sepanjang Januari, total ekspor Indonesia mencapai US$ 15,49
miliar atau turun 9,28 persen dibanding bulan sebelumnya.
Namun bila dibandingkan dengan Januari tahun lalu, nilai ekspor
tersebut tumbuh 6,07 persen.

Ekspor bulan lalu masih didominasi oleh sektor bahan bakar


mineral dan lemak hewan atau nabati. Sektor tersebut masing-
masing menyumbang US$ 2.166 juta dan US$ 2.142 juta. Dari
segi impor, mesin dan peralatan mekanik mencatat kenaikan
signifikan menjadi US$ 2.320 juta dari US$ 1.724,3 juta Januari
tahun lalu.

Manfaaf neraca pembayaran:


q Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk
mengambil langkah di bidang ekonomi.Data yang ada dijadikan
dasar bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan di bidang
ekonomi.
q Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk
mengambil kebijakan di bidang moneter dan fiscal. Dari neraca
pembayaran dapat dilihat berapa saldo devisa.
q Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk
mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap
pendapatan nasional.
q Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk
mengambil kebijakan di bidang politik perdagangan internasional.
Neraca pembayaran terdiri dari komponen-komponen sebagai
berikut : neraca perdagangan, neraca jasa, neraca modal dan
neraca moneter (lalulintas moneter).

Manfaaf neraca Perdagangan :


Adalah untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi
ekspor dan impor suatu Negara. Beberapa faktor yang
mempengaruhi ekspor dan impor adalah : kurs, pendapatan luar
negeri, pendapatan dalam negeri, harga relatif dan pendapatan
5. Pasar Valuta Asing Dan Nilai Tukar

Setiap negara di dunia memiliki mata uang sendiri-sendiri,


misalnya; Indonesia memiliki mata uang Rupiah, Singapura
memiliki Dolar Singapura, Amerika memiliki Dolar Amerika dan
seterusnya.
Pada kenyataan lain bahwa setiap negara memiliki hubungan
perdagangan antara negara satu dengan negara lain atau bahkan
masing-masing warga negara memiliki urusan dengan negara
lain. Kita tahu bahwa salah satu syarat uang adalah diterima oleh
masayarakat. Apabila masing masing negara memiliki mata uang
sendiri-sendiri apa yang kan terjadi ? Nah disinilah fungsi kurs
mata uang dalam rangka pertukaran mata uang asing. Untuk
Memudahkan bagaimana cara menghitung Valuta Asing
perhatikan ilustrasi berikut:
Kurs Beli
Kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar (bank, money
changer) membeli valuta asing misalnya Yen, Dolar, Euro dan
seterusnya.
Kurs Jual
Kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar (bank, money
changer) memenjual valuta asing
Untuk mudahnya perhatikan contoh berikut:
Tuan Ahmad pulang dari Amerika dan membawa uang hasil
kerjanya selama di Amerika sebesar US $ 1.000,00. Apabila Tuan
Ahmad menukarkan uang tersebut dalam bentu Rupiah, berapa
rupiahkan uang yang diterima Tuan Ahmad ?
Sebelum kita menjawab pertanyaan di atas kita harus
mengetahui nilai kurs jual dan kurs beli. Misalnya kurs jualdan
kurs beli seperti contoh di bawah ini :

Kurs Jual Kurs Beli

USD $ 1 = Rp USD $ 1 = Rp
9.400,00 9.000,00
1 Riyal = Rp 1 Riyal = Rp
2.500,00 2.100,00

Perhatikan : Tuan Ahmad memilikim mata uang asing (USD $).


Maka sesuai dengan ketentuan maka kurs yang kita pakai adalah
kurs beli ( Ingat bank/money changer membeli valuta asing)
Jadi Uang yang diterima oleh Tuan Ahmada adalah:
1.000,00 X 9.000 = 9.000.000,00 RP 9.000.000,00
Nilai kurs mata uang terhadap valuta asing tidak selamanya tetap
kadang naik kadang turun hal ini dipengaruhi beberapa yaitu :
1. Kebijakan Pemerintah
Ada beberapa kebijakan pemerintah terhadap nilai tukar uang
diantaranya adalah :
a. Devaluasi, yaitu kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai
mata uangnya sendiri terhadap valuta asing.
b. Revaluasi, yaitu kebijakan pemerintah untuk menaikkan nilai
mata uangnya sendiri terhadap valuta asing.
2. Mekanisme Pasar
Pengaruh permintaan dan penawaran di pasar dapat
mempengaruhi nilai mata uang menjadi menguat atau melemah.
3. Sistem Kurs Yang Dipakai
Ada dua sistem kurs valuta asing, yaitu:
a. kurs mengambang
kurs mengambang nilai mata uang tergantung pada mekanisme
pasar yaitu berdasarkan permintaan dan penawaran.
b. Kurs tetap
Kurs tetap yaitu kurs valuta asing yang nilainya ditetapkan oleh
pemerintah.
4. Jumlah Uang Yang Beredar
Semakin banyak uang yang beredar dimasyarakat maka akan
semakin lemah nilai kurs uang tersebut terhadap valuta asing,
sebaliknya semakin sedikit uang yang beredar di masyarakat
maka nilai mata uang tersebut akan semakin kuat.
Kurs Valuta Asing
Kurs Valuta Asing
Setiap negara di dunia memiliki mata uang sendiri-sendiri,
misalnya; Indonesia memiliki mata uang Rupiah, Singapura
memiliki Dolar Singapura, Amerika memiliki Dolar Amerika dan
seterusnya.
Pada kenyataan lain bahwa setiap negara memiliki hubungan
perdagangan antara negara satu dengan negara lain atau bahkan
masing-masing warga negara memiliki urusan dengan negara
lain. Kita tahu bahwa salah satu syarat uang adalah diterima oleh
masayarakat. Apabila masing masing negara memiliki mata uang
sendiri-sendiri apa yang kan terjadi ? Nah disinilah fungsi kurs
mata uang dalam rangka pertukaran mata uang asing. Untuk
Memudahkan bagaimana cara menghitung Valuta Asing
perhatikan ilustrasi berikut:
Kurs Beli
Kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar (bank, money
changer) membeli valuta asing misalnya Yen, Dolar, Euro dan
seterusnya.
Kurs Jual
Kurs yang dihitung pada saat pelaku pasar (bank, money
changer) memenjual valuta asing
Untuk mudahnya perhatikan contoh berikut:
Tuan Ahmad pulang dari Amerika dan membawa uang hasil
kerjanya selama di Amerika sebesar US $ 1.000,00. Apabila Tuan
Ahmad menukarkan uang tersebut dalam bentu Rupiah, berapa
rupiahkan uang yang diterima Tuan Ahmad ?
Sebelum kita menjawab pertanyaan di atas kita harus
mengetahui nilai kurs jual dan kurs beli. Misalnya kurs jualdan
kurs beli seperti contoh di bawah ini :

Kurs Jual Kurs Beli

USD $ 1 = Rp USD $ 1 = Rp
9.400,00 9.000,00
1 Riyal = Rp 1 Riyal = Rp
2.500,00 2.100,00

Perhatikan : Tuan Ahmad memilikim mata uang asing (USD $).


Maka sesuai dengan ketentuan maka kurs yang kita pakai adalah
kurs beli ( Ingat bank/money changer membeli valuta asing)
Jadi Uang yang diterima oleh Tuan Ahmada adalah:
1.000,00 X 9.000 = 9.000.000,00 RP 9.000.000,00
Nilai kurs mata uang terhadap valuta asing tidak selamanya tetap
kadang naik kadang turun hal ini dipengaruhi beberapa yaitu :
1. Kebijakan Pemerintah
Ada beberapa kebijakan pemerintah terhadap nilai tukar uang
diantaranya adalah :
a. Devaluasi, yaitu kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai
mata uangnya sendiri terhadap valuta asing.
b. Revaluasi, yaitu kebijakan pemerintah untuk menaikkan nilai
mata uangnya sendiri terhadap valuta asing.
2. Mekanisme Pasar
Pengaruh permintaan dan penawaran di pasar dapat
mempengaruhi nilai mata uang menjadi menguat atau melemah.
3. Sistem Kurs Yang Dipakai
Ada dua sistem kurs valuta asing, yaitu:
a. kurs mengambang
kurs mengambang nilai mata uang tergantung pada mekanisme
pasar yaitu berdasarkan permintaan dan penawaran.
b. Kurs tetap
Kurs tetap yaitu kurs valuta asing yang nilainya ditetapkan oleh
pemerintah.
4. Jumlah Uang Yang Beredar
Semakin banyak uang yang beredar dimasyarakat maka akan
semakin lemah nilai kurs uang tersebut terhadap valuta asing,
sebaliknya semakin sedikit uang yang beredar di masyarakat
maka nilai mata uang tersebut akan semakin kuat.

DAFTAR PUSTAKA
1. Burhanstani, Muhammad. 1990; Hukun dan Hubungan
Internasional, Yogyakarta: Penerbit Liberty
2. Budiyanto. 2005. Kewarganegaraan Untuk SMA Kelas
XI. Jakarta: Erlangga