Anda di halaman 1dari 19

64

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada 2 (dua) Badan Usaha Milik Negara bidang

perbankan yang terdaftar di BEI yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk..

Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan 30 Juni 2009 sampai 30 Juni 2014, untuk

mencari harga wajar saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder

yang terdiri dari :

a) Laporan Keuangan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dari Kuartal

II 2009 sampai Kuartal II 2014.

b) Historis harga saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dari 17

Desember 2009 sampai 30 Juni 2014, data dimulai dari 17 Desember 2009

dikarenakan PT Bank Tabungan Negara pada tanggal 17 Desember 2009

baru menjadi perusahaan terbuka.

c) Laporan Keuangan Perusahaan Pembanding seperti Laporan Keuangan PT

Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dari Kuartal II Tahun 2009 sampai

Kuartal II 2014.

d) Informasi mengenai PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan industri

perbankan di Indonesia yang diperoleh dari berbagai artikel di majalah,

koran, internet dan publikasi lainnya.


65

4.2 Kerangka Pemikiran


Rencana Akuisisi PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk. Oleh PT Bank Harga Saham Bank
Mandiri (Persero) Tk Tabungan Negara
30 Juni 2014

Lap.Keu Bank BTN Grafik Pergerakan Harga Saham BTN


KW II 2009- KW II 2014 KW II 2009- KW II 2014

Neraca Lap.Laba Rugi Proyeksi Neraca Proyeksi Lap.Laba Rugi

Analisis
Lap.Keuangan

Analisis Fundamental Free Cash Flow To Relative Valuation Divident Growth Model Analisis Teknikal
- DPR Equity - PER - Cost of Equity - Fibonacci
- PER - Aritmetic Average - PBV - CAPM Retracement
- ROE - Geometric Average - P / S Ratio - Value of Equity - Fibonacci
- Growth - FCFE - Harga Wajar Per Share Extention
- Harga Wajar - CAPM - Harga Wajar - Harga Wajar
- Harga Wajar

Range Harga Harga Saham


Wajar Saham Overvalued/Undervalued

Gambar 4.1 Kerangka Pemikiran


66

4.3 Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif karena dalam

perhitungan atau penelitian menggunakan data-data kuantitatif yaitu data laporan

keuangan dari masing-masing perusahaan. Data yang digunakan merupakan data

sekunder sebagai berikut :

1. Laporan Keuangan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan perusahaan

pembanding yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Negara

Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

2. Data Histori Harga Pasar saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

dari tanggal 17 Desember 2009 sampai dengan 30 Juni 2014, Data dimulai

tanggal 17 Desember 2009 dikarenakan PT Bank Tabungan Negara (Persero)

Tbk. menjadi perusahaan terbuka pada tanggal 17 Desember 2009.

3. Data diambil dari situs resmi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan

Bursa Efek Indonesia.

4. Laporan Keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan enam tahun

terakhir yang telah diaudit, yaitu Kuartal II tahun 2009 - Kuartal II tahun

2014.

Alat analisis dalam perhitungan penilaian harga wajar saham menggunakan 5

(lima) metode yaitu Analisis Fundamental, Free Cash Flow to Equity, Relative

Valuation, Gordon Growth Model dan analisis teknikal Fibonacci.

Pendekatan untuk penilaian equity menurut Damodaran melalui Astuti

(2013) terbagi menjadi 2 cara yaitu :


67

1. Discounted Cash Flow Techniques terdiri dari Present Value Of Dividend,

Present Value Of Operating Free Cash Flow dan Present Value Of Free

Cash Flow to Equity. Dalam Penilaian menggunakan metode Discounted

Cash Flow, nilai dari sebuah aset adalah nilai sekarang dari aliran kas yang

diharapkan pada aset tersebut.

2. Relative Valuation Techniques terdiri dari Price/Earning Ratio, Price/Cash

Flow Ratio, Price/Book Value dan Price/Sales Ratio. Dalam penilaian aset

menggunakan metode Relative Valuation, nilai dari sebuah aset adalah

dengan melihat bagaimana pasar memberikan harga atau nilai pada aset yang

sama atau sejenis.

Pada Penelitian ini, penilaian harga wajar saham PT Bank Tabungan Negara

(Persero) Tbk. dilakukan menggunakan 5 metode yaitu Analisis Fundamental,

Free Cash Flow To Equity, Relative Valuation, Gordon Growth Model, Analisis

Teknikal Fibonacci.

4.3.1 Analisis Fundamental

Dengan Menggunakan Analisis Fundamental dalam menentukan nilai wajar

saham yang diharapkan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dengan

langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menentukan Return On Equity (ROE)

Laba Bersih Sebelum Pajak


ROE = x 100 %
Total Ekuitas
68

2. Menentukan Dividen Per Share (DPS)

Total Dividen yang dibagikan


DPS =
Jumlah Lembar Saham yang beredar

3. Menentukan Earning Per Share (EPS)

Laba Bersih Setelah Pajak


EPS =
Jumlah Lembar Saham yang beredar

4. Menentukan Dividen Payout Ratio (DPR)

DPS
DPR = x 100 %
EPS

5. Menentukan Price Earning Ratio (PER)

Harga Pasar Saham Per Lembar Saham


PER =
Earning Per Share
6. Menentukan Nilai Intrinsik saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Nilai Intrinsik = Estimasi EPS x Estimasi PER

4.3.2 Metode free cash flow to Equity (FCFE)

Pendekatan penilaian harga saham menggunakan metode free cash flow to

Equity merupakan turunan dari Discounted Cash Flow. Langkah-langkah

penilaian dengan menggunakan Free Cash Flow to Equity Discount Model adalah

sebagai berikut :

Langkah pertama adalah menentukan tingkat pertumbuhan perusahaan.

Menurut Damodaran melalui Astuti (2013), ada beberapa cara untuk

mengestimasi tingkat pertumbuhan yaitu :


69

1) Menggunakan Arithmatic Average

t 1
Aritmathic Average = gt (4-1)
t n
n
2) Menggunakan Geometric Average

1
earning0 n
Geometric Average = 1 (4-2)
earning n

Langkah kedua adalah membuat proyeksi laporan keuangan yaitu laporan

laba rugi dan laporan neraca. Proyeksi laba rugi dan neraca dilakukan dengan

teknik yang biasa digunakan secara umum yaitu percent of sales methode oleh

Brigham melalui Astuti (2013) yang dimulai dengan proyeksi penjualan yang

menggambarkan pertumbuhan penjualan tahunan.

Langkah ketiga adalah membuat proyeksi arus kas bebas ke ekuitas

(FCFE). Menurut Stowe (2009). Free Cash Flow to Equity (FCFE) adalah aliran

kas yang tersedia untuk pemegang saham biasa perusahaan setelah semua biaya

operasi, bunga dan setelah pembayaran kepada prinsipal dan investasi atas modal

kerja dan modal tetap.

Formula FCFE menurut Damodaran melalui Astuti (2013) adalah :

FCFE = Net Income (Capex Depreciation) (Change in Non Cash Working

Capital) + (New Debt Issued Debt Repayment). (4 -3)

Langkah keempat adalah menentukan tingkat diskonto (discount rate).

Tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto biaya modal yang

digunakan oleh perusahaan atas biaya ekuitas. Penemuan biaya modal ekuitas
70

(saham) ini menggunakan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM). Menurut

Brigham melalui Astuti (2013), untuk mengestimasi biaya modal saham (cost of

capital) dengan menggunakan CAPM langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1) Mengestimasi tingkat bunga bebas resiko (risk free rate), RF

2) Mengestimasi premi resiko yang diharapkan saat ini, RM yaitu tingkat

pengembalian pasar yang diharapkan (risk market) dikurangi tingkat bunga

bebas resiko (risk free rate).

3) Mengestimasi koefisien beta saham ( j ).

Risiko saham atau beta () merupakan ukuran kepekaan saham terhadap

perubahan pasar atau dengan kata lain beta merupakan kepekaan suatau

saham atas perubahan-perubahan pada saham

(4-4)

Dimana :

j = Ukuran kepekaan terhadap perubahan pasar

= Hasil Imbang yang diharapkan

4) Memasukan nilai diatas kedalam persamaan CAPM untuk mengestimasi

tingkat pengembalian yang diharapkan atas saham.


71

Persamaan CAPM adalah :

(4-5)

= Tingkat keuntungan yang disyaratkan atas saham emiten.

= Tingkat pengembalian asset bebas risiko.

RM = Tingkat pengembalian pasar yang diharapkan dikurangi tingkat

pengembalian aset bebas resiko.

j = Ukuran kepekaan terhadap perubahan pasar.

Penentuan besaran RF dapat dilakukan dengan merujuk pada ketentuan

ketua Bapepam dan LK nomor : Kep 196/BL/2012 tanggal 12 April 2012 yang

menyempurnakan Ketua Bapepam dan LK nomor KEP-340/BL/2009 angka 10

huruf b adalah dalam hal transaksi dilakukan dengan mata uang rupiah, maka

penentuan tingkat bunga bebas resiko wajib didasarkan pada Surat Utang Negara

(SUN) yang masa jatuh tempo temponya paling kurang 10 (sepuluh) tahun.

Penentuan besarnya Beta () untuk perusahaan terbuka adalah dengan

cara melakukan regresi atas pendapatan (return) pasar di Indonesia, yaitu indeks

harga saham gabungan (IHSG), terhadap pendapatan (return) saham. Penentuan

besaran Beta perusahaan tertutup Menurut Tandelilin dan Nurbiyanto yang

disesuaikan dengan teknik Hamada.

1) Beta akuntansi, merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk

perusahaan privat dengan cara menggunakan Return On Equity industri

sebagai proksi pasar sehingga dapat disusun model sebagai berikut :


72

ROEj = + j RM + e

Keterangan :

ROEj = return on equity perusahaan private individual.

RM = return on equity pasar (diproksi dari IHSG atau LQ 45)

2) Estimasi Beta dengan Teknik Hamada dihitung berdasarkan nilai rata-rata

dari data historis Beta, Perbandingan nilai pasar utang dan ekuitas, serta tarif

pajak dari perusahaan pembanding. Hamada mengemukakan model

penyesuaian Beta bila terdapat perubahan levered dilakukan pendekatan

sebagai berikut :

L = U 1 + (1-T) (D/E) (4-6)

dengan demikian, Beta Unlevered dapat dihitung sebagai berikut :

U = L 1 + (1-T) (D/E) (4-7)

Keterangan :

L = Beta perusahaan yang memiliki leverage

U = Beta perusahaan yang tidak memiliki leverage

T = Tingkat pajak perusahaan.

D/E = rasio utang terhadap ekuitas

Penentuan risk premium ditetapkan berdasarkan premi resiko yang secara

umum digunakan di Indonesia


73

Langkah kelima adalah melakukan estimasi nilai, yaitu penjumlahan

antara present value FCFE yang didiskontokan dengan biaya modal K ehg

ditambah present value terminal value yang didiskontokan dengan biaya modal K

est.

Menurut Damodaran (2002), formula yang digunakan untuk

mengestimasi nilai perusahaan dengan model Free Cash Flow to Equity adalah :

n FCFEt Pn
Nilai Perusahaan = t 1 t n (4-8)
1 ke,hg 1 ke,hg

Dimana Pn (terminal value) umumnya dihitung dengan tingkat

pertumbuhan yang tetap selamanya yaitu :

Pn = FCFEn 1 (4-9)
ke,st g n

t n1 t n2
FCFEt FCFEt Pn 2
P0 = t t n (4-10)
t 1 1 ke,hg t n1 1 1 ke,t 1 ke,st

Keterangan :

FCFE = Free Cash Flow to Equity

Pn = harga pada saat setelah pertumbuhan tinggi

(terminal value).

Ke, hg = biaya modal ekuitas pada high growth


74

Ke, st = biaya modal ekuitas pada stable growth

FCFEn 2 1
Pn2 = terminal value pada akhir periode transisi =
ke,st g n
gn = tingkat pertumbuhan setelah terminal value

R = cost of equity

Harga wajar saham = nilai perusahaan dibagi dengan jumlah lembar saham

4.3.3 Metode Relative Valuation

Menurut Koller melalui Astuti (2013) metode Relative Valuation dapat

diterapkan untuk menentukan nilai wajar atau intrinsik perusahaan yang akan

dijual. Metode ini tidak memerlukan proyeksi masa depan yang sulit, sehingga

metode ini kan mengimbangi kelemahan metode Discounted Cash Flow dengan

menghindari proyeksi yang subyektif.

Ada empat langkah yang diperlukan untuk menghitung nilai wajar saham

berdasarkan pendekatan ini. Langkah pertama adalah pemilihan perusahaan

pembanding didasarkan pada perusahaan yang memiliki kriteria relatif sama

sebagaimana yang diatur dalam keputusan Ketua Bapepam LK yaitu, pembanding

berada dalam bidang usaha yang sama, karakteristik pertumbuhan (growth in

sales and earnings) sebanding atau kinerja keuangan historis relatif sebanding.

Langkah kedua adalah memilih multiple/faktor pengali perusahaan pembanding

yaitu :
75

Harga Per Lembar Saham


1. Price Earning Ratio (PER) =
Earnings Per Lembar Saham

Harga Per Lembar Saham


2. Price to Book Value Ratio (PBV) =
Nilai Buku Per Lembar Saham

Harga Per Lembar Saham


3. Price to Sales Value Ratio (P/S ) =
Nilai Buku Per Lembar Saham

Langkah yang ketiga adalah melakukan perhitungan untuk menentukan

besaran multiple/faktor pengali perusahaan pembanding. Perhitungan dilakukan

dengan cara memasarkan data perusahaan pembanding (earning / laba bersih, nilai

buku dan penjualan) ke dalam formula multiple / faktor pengali yang telah

ditentukan sebelumnya sehingga didapat besaran multiple/faktor pengalinya.

Langkah terakhir adalah melakukan estimasi nilai wajar saham/ekuitas

perusahaan yang dilakukan dengan cara mengalikan rata-rata besaran

multiple/faktor pengali PER, PBV, P/S, perusahaan pembanding dengan

earning/laba bersih, nilai buku, penjualan perusahaan yang dinilai.

Perhitungan estimasi nilai wajar saham dengan relative valuation adalah

sebagai berikut :

1. Multiple PER dari perusahaan pembanding sebesar 21,1 dikalikan dengan

laba bersih per saham dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
76

2. Multiple PBV dari perusahaan pembanding sebesar 2,1 dikalikan dengan nilai

buku ekuitas per lembar saham dari PT Bank Tabungan Negara (Persero)

Tbk.

3. Multiple P/S dari perusahaan pembanding sebesar 4,4 dikalikan dengan nilai

pendapatan per lembar saham dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

4.3.4 Metode Gordon Growth Model

Metode Gordon Growth Model adalah perhitungan keuangan yang

digunakan oleh investor dalam melakukan valuasi nilai perusahaan terbuka.

Pemegang saham sebagai investor sangat berkepentingan atas valuasi nilai

intrinsik suatu perusahaan. Perhitungan harga wajar saham menggunakan metode

Gordon Growth Model memerlukan 3 langkah yang harus dilakukan, yaitu

menghitung Cost of Equity dengan pendekatan Capital Asset Pricing Model

(CAPM), estimasi pertumbuhan dan Value of Equity per Share.

Langkah pertama adalah menentukan Cost of Equity yang merupakan

tingkat pengembalian yang diisyaratkan oleh investor sebagai konsekuensi atas

investasi pada saham perusahaan. Cost of Equity yang menjadi tingkat diskonto

dalam perhitungan harga wajar saham pada Gordon Growth Model adalah sama

dengan yang digunakan CAPM pada persamaan :

= Tingkat keuntungan yang disyaratkan atas saham emiten.


77

= Tingkat pengembalian asset bebas risiko.

RM = Tingkat pengembalian pasar yang diharapkan dikurangi tingkat

pengembalian aset bebas resiko.

j = Ukuran kepekaan terhadap perubahan pasar.

Langkah kedua adalah menentukan tingkat pertumbuhan yang

dipergunakan sebagai dasar untuk memproyeksikan revenue dan earnings.

Estimasi pertumbuhan menempati posisi yang sangat sensitif karena jika salah

mengestimasi pertumbuhan, harga wajar saham tersebut tidak akan sesuai atau

jauh dari harga pasar. Estimasi pertumbuhan dapat dihitung sebagai berikut :

g = retention ratio x ROE

g = (1-DPR) x ROE

Keterangan :

g = growth

ROE = Return on Equity

DPR = Dividend Payout Ratio

Langkah ketiga adalah mencari atau menghitung Value Of Equity yang

digunakan untuk menentukan harga wajar saham perusahaan. Value Of Equity

terdiri dari tiga unsur yaitu Dividend Per Share, Cost Of Equity dan Expected

Growth Rate. Perhitungan Value Of Equity sebagai berikut :


78

Vo = Do x ( 1 + g ) = D1

(R - g) R - g

Keterangan :

Vo = Fundamental Value

Do = Dividen yang dibayarkan

g = Dividen Growth Rate

D1 = Dividen yang diharapkan

R = Required Rate of Return

4.4 Analisis Teknikal

Pergerakan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dapat dilihat

dengan menggunakan Analisis Teknikal Fibonacci Retracement.

Cara menarik Fibonacci Retracement adalah:

1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan tren yang sedang

terjadi saat ini. Tren yang bisa digunakan untuk Analisa Fibonacci ini hanya

dua yaitu tren bullish atau bearish.

2. Tentukan titik tertinggi dan titik terendah.

3. Hubungkan antara titik tertinggi dan titik terendah (dapat juga sebaliknya).

maka akan didapat garis-garis 0, 23.6, 38.2 , 50, 61.8, 78.6, 100.
79

Garis 0, 23,6 ,38,2 ,50, 61,8, 78,6 dan 100 mengacu pada angka Fibonacci

yaitu :

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181,

6765, 10946, 17711, 28657, 46368, 75025, 121393, 196418,..............

Maka pada setiap garis-garis tersebut dapat dikatakan sebagai support dan

resistance level yang perlu di perhatikan.

Untuk menentukan harga wajar saham dalam perhitungan Analisis

Teknikal Fibonacci adalah sebagai berikut :

1. Ratio 0% dan 100%

Ratio 0% merupakan posisi titik tertinggi harga saham histori perusahaan dan

ratio 100% merupakan posisi titik terendah harga saham histori perusahaan.

Dalam menentukan harga saham pada ratio 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8% dan 78,

6% menggunakan Analisis Teknikal Fibonacci biasanya dengan menarik garis dari

titik tertinggi sampai titik terendah atau sebaliknya, dengan menarik garis tersebut

secara otomatis Program Fibonacci menyampaikan informasi harga saham pada

masing-masing ratio tersebut.

Tetapi dengan cara manula pun dapat diketahui informasi harga saham pada

masing-masing ratio dengan formula sebagai berikut :

2. Ratio 23,6%

Harga saham Ratio 23,6%

= (100% - 23,6%) x (Titik tertinggi Titik terendah) + Titik terendah


80

3. Ratio 38,2%

Harga saham Ratio 38,2%

= (100% - 38,2%) x (Titik tertinggi Titik terendah) + Titik terendah

4. Ratio 50%

Harga saham Ratio 50%

= (100% - 50%) x (Titik tertinggi Titik terendah) + Titik terendah

5. Ratio 61,8%

Harga saham Ratio 61,8%

= (100% - 61,8%) x (Titik tertinggi Titik terendah) + Titik terendah

6. Ratio 78,6%

Harga saham Ratio 78,6%

= (100% - 78,6%) x (Titik tertinggi Titik terendah) + Titik terendah

0,00%

23,6%

38,2%

50,0%

61,8%

78,6%

100%

Gambar 4.2 Candlestick Chart Pergerakan Harga saham PT Bank


Tabungan Negara Tbk. Juni 2009 Juni 2014
81

Garis Fibonacci dapat ditarik dengan dua cara yaitu dari titik tertinggi ke

titik terendah dan dari titik terendah ke titik tertinggi. Dalam penarikan titik

tertinggi ke titik terendah maka kita dapat melihat peluang kenaikan harga dimasa

yang akan datang. Penarikan titik terendah ke titik tertinggi membuat kita dapat

melihat peluang koreksi dimasa yang akan datang.

Setiap persen mengandung suatu artian tersendiri dimana garis 23% menjadi

suatu garis yang menandakan suatu konfirmasi awal apakah pada saat harga berada di

titik tersebut akan menjadi bertanda suatu awal koreksi atau awal kenaikan.

Pada garis 38% adalah suatu garis yang akan menjadi area tengah pergerakan

harga antara 23% dan 50% dimana ketika harga bergerak antara 23% dan 38% maka akan

terjadi suatu indikasi akan terjadi pembalikan harga (reversal) dan bila terjadi pada area

38% dan 50% menjadi suatu pertanda keadaan tersebut menjadi suatu indikasi kelanjutan

(continous).

Level 50% adalah suatu level psikologis karena pada saat ini ketika terjadi

penurunan menuju 50% maka keadaan market sudah dapat dikatakan melemah dan

terkoreksi cukup dalam dan pada saat kenaikan menuju 50% maka keadaan market dapat

dikatakan menguat cukup tajam. Pada level ini akan terjadinya suatu upaya dari 2

kepentingan berbeda dalam membeli dan menjual hingga akhirnya tercipta keadaan baru.

Bila level 50% dapat ditembus maka akan ditemukan garis support atau

resistance kuat 61%. Dalam keadaan yang cukup stabil koreksi dan kenaikan hingga 61%

garis Fibonacci merupakan suatu indikasi market akan berbalik arah dan bisa dijadikan

suatu momentum jual ataupun beli. Dan dilevel 61,8% ini harga wajar saham perusahaan

didapatkan.
82

Bila level 61% terlalui level konfirmasi 78% menjadi suatu konfirmasi break

atas penurunan maupun kenaikan yang bila dilalui akan menuju garis 100% yang

biasanya akan cenderung membuat suatu nilai tertinggi atau nilai terendah baru.

4.5 Rekonsiliasi nilai

Rekonsiliasi nilai harga wajar saham dilakukan untuk mendapatkan satu

harga wajar saham dari beberapa harga dengan metode yang berbeda. Rekonsiliasi

dilakukan setelah harga wajar saham dari masing-masing metode didapat,

kemudian melakukan pembobotan pada masing-masing indikasi nilai yang

dihasilkan. Setelah bobot ditentukan maka bobot-bobot tersebut dikalikan dengan

indikasi nilai wajar dari hasil perhitungan masing-masing metode penilaian

sehinga didapatkan nilai wajar tertimbang untuk PT Bank Tabungan Negara

(Persero) Tbk.

Nilai saham yang didapat dengan menggunakan 5 (lima) metode

menghasilkan besaran yang berbeda, ada yang tinggi dan ada yang rendah

sehingga diperlukan rekonsiliasi nilai. Rekonsiliasi nilai menghasilkan hanya satu

nilai dengan rentang nilai sebesar 7,5 persen dari nilai yang diperoleh. Hasil dari

rekonsiliasi tersebut menjadi acuan untuk para stakeholder, investor maupun

pemerintah. Nilai rekonsiliasi dipakai sebagai acuan untuk investor, apakah

melakukan aksi jual, beli ataupun menanam saham yang dimiliki.