Anda di halaman 1dari 8

TUGAS FARMAKOKINETIKA KLINIK

AMINOGLIKOSIDA GENTAMISIN

Disusun Oleh:
Asti Nurjanah
3351162194
Apoteker B

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2016
Aminoglikosida Gentamisin

Aminoglikosida merupakan antibiotika yang bersifat bakterisida digunakan


untuk mengobati infeksi oleh bakteri gram negatif. Absorpsi GIT buruk sehingga
harus diberikan secara parenteral. Diberikan dalam bentuk sediaan infus IV secara
berkala. Pemilihan dosis aminoglikosida berdasarkan: pengaruh spesifik agent
(gentamisin vs amikasin), infeksi, fungsi renal, berat badan pasien (obes/non
obes). Aminoglikosida yang sering dimonitoring adalah gentamisin, tobramisin
dan amikasin. Dosis lazim untuk gentamisin dan tobramisin adalah 5-7
mg/kg/hari. Dosis lazim untuk amikasin adalah 15-20 mg/kg/hari.

Farmakodinamika Aminoglikosida
Penggunaan aminoglikosida diberikan dalam dosis berulang setiap harinya.
Aktivitas bakterisida tergantung pada konsentrasi (konsentrasi plasma 10x dari
Minimum Inhibitory concentration lebih efektif dibandingkan konsentrasi diatas
MIC). Sifat farmakodinamik aminoglikosida menunjukkan bahwa pemberian
dosis besar dengan frekuensi lebih kecil dapat memaksimalkan aktivitas
bakterisida aminoglikosida. Berdasarkan percobaan terkontrol acak, bahwa
pemberian aminoglikosida sekali sehari menghasilkan efikasi yang sama dan
mungkin risiko toksisitas yang lebih kecil dibandingkan dengan metode
pendosisan konvensional.

Konsentrasi Terapeutik dan Toksisitas dalam Plasma


Konsentrasi plasma puncak untuk gentamisin dan tobramisin menggunakan dosis
5-7 mg/kg setiap 24 jam berada pada rentang 20-30 mg/L. Konsentrasi plasma
puncak untuk amikasin 20-30 mg/L. Konsentrasi plasma puncak < 2-4 mg/L tidak
efektif. Adanya korelasi antara konsentrasi aminoglikosida dengan terjadinya
ototoksik dan nefrotoksik. Konsentrasi plasma gentamisin >2 mg/L nefrotoksik
Konsentrasi plasma gentamisin > 4 mg/L selama 10 hari ototoksik. Resiko
ototoksik meningkat jika konsentrasi plasma meningkat lebih dari 40 mg-hari/L.
Parameter Utama
Konsentrasi Terapeutik dalam serum Dosis Konvensional Dosis 1x1hari
Konsentrasi Plasma Puncak 5-8 mg/L 20 mg/L
Gentamisin, Tobramisin
Konsentrasi Plasma < 2mg/L Tidak terdeteksi
Konsentrasi Plasma Puncak 20-30 mg/L 60 mg/L
Amikasin
Konsentrasi Plasma < 10 mg/L Tidak terdeteksi
a
V 0,25 L/kg
Cl
Fungsi ginjal normal Sama dengan Clcr
Pasien anferik fungsionalb 0,0043 L/kg/jam
Pasien anferik operasib 0,0021 L/kg/jam
Hemodialisisb 1,8 L/jam
AUC24 70-100 mg x jam/L
T1/2
Fungsi ginjal normal 2-3 jam
Pasien anferik fungsional 30-60 jam
a
Volume distribusi harus disesuaikan pada obesitas dan/atau perubahan status cairan
ekstraseluler.
b
Pasien anefrik fungsional adalah pasien dialisis yang ginjalnya utuh. Pasien anefrik
operasi adalah pasien dialisis yang ginjalnya telah diangkat. Klirens sebesar 1,8 L/jam
menunjukkan hemodialisis fluks-rendah, bukan dialisis fluks-tinggi atau dialisis
peritoneal.

Bioavailabilitas (F)
Sangat larut air dan sukar larut dalam lipid.
Absorpsi secara oral rendah, sehingga harus diberikan secara parenteral.

Volume Distribusi (V)


V aminoglikosida = 0,25 L/Kg. Walaupun dilaporkan dapat berkisar antara
0,1-0,5 L/kg.
Aminoglikosida terdistibusi sangat rendah ke jaringan adiposa, sehingga
untuk pasien obes perlu diperhitungkan nilai V secara akurat.
V aminoglikosida (pasien obes) = (0,25 L/kg)(BBI)+0,1(BBT-BBI)
BBI = berat badan ideal
BBT = berat badan total
BBI u/ pria (kg) = 50+(2,3)(tinggi dlm inci>60)
BBI u/ wanita (kg) = 45+(2,3)(tinggi dlm inci>60)

Klirens (Cl)
Aminoglikosida dieliminasi melalu ginjal
Clcr u/ pria (mL/mnt) = (140-umur)(bobot)
(72)(SCrss)
Clcr u/ wanita (mL/mnt) = (0,85) (140-umur)(bobot)
(72)(SCrss)

Klirens Non-Renal
Faktor yang harus dipertimbangkan ketika mengestimasi klirens
aminoglikosida.
Klirens non-renal 0,0021 L/kg/jam (atau 2,5 mL/menit/70 kg).
Nilai klirens ini umumnya diabaikan pada kebanyakan pasien namun
signifikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
Nilai klirens pada pasien anefrik fungsional yang menjalani hemodialisis
secara intermiten 0,0043 L/kg/jam (5 mL/menit/70 kg), nilai ini
menunjukkan klirens renal sisa dan klirens non-renal.
Nilai tersebut hanya perkiraan, kosentrasi aminoglikosida dalam serum harus
dimonitor pada pasien dengan fungsi ginjal yang buruk.

Interaksi Penisilin
Karbenisilin, tikarsilin, dan senyawa-senyawa penisilin spectrum-diperluas
secara kimiawi menginaktivasi gentamisin dan tobramisin in vitro.
Interaksi ini ditentukan oleh jenis aminoglikosida, jenis senyawa penisilin,
konsentrasi senyawa penisilin dan suhu.
Tobramisin dan gentamisin berinteraksi dengan penisilin dengan cara yang
sama; amikasin lebih jarang berinteraksi dengan penisilin.

Waktu Paruh Eliminasi


Ditentukan oleh volume distribusi dan klirens.
Karena kondisi fungsi renal setiap orang berbeda, waktu paruh pun bervariasi
sehingga dosis aminoglikosida awal dan interval dosisnya harus dipilih
dengan hati-hati.

Nomogram dan Komputer


Dosis dalam nomogram ini adalah 7 mg/kg dengan target konsnetrasi puncak
20 hingga 30 mg/L, yang merupakan 10 kali lipat titik ambang kepekaan
untuk gentamisin dan tobramisin (yaitu 2 mcg/mL)
Klirens Kreatinin Dosis Awal dan Interval
>60 mL/menit 7 mg/kg setiap 24 jam
40-60 mL/menit 7 mg/kg setiap 36 jam
20-40 mL/menit 7 mg/kg setiap 48 jam
< 20 mL/menit 7 mg/kg, selanjutnya tentukan kadar-kadar yang
diperoleh untuk menentukan waku dosis berikutnya
(kadar < 1 mcg/mL)
Nomogram tersebut dapat digunakan untuk mengatur interval pendosisan
berdasarkan konsentrasi serum yang diukur pada 6 hingga 14 jam setelah
dosis diberikan. Tiga daerah akan tampak pada nomogram bila digunakan
interval pendosisan yang tepat yang harus dipilih berdasarkan konsentrasi
tunggal yang diukur.

Waktu Pengambilan Sampel


Waktu pengambilan sampel harus tepat karena antibiotik aminoglikosida
memiliki waktu paruh yang relatif pendek dan afse distribusi yang kecil tetapi
signifikan.
Konsentrasi serum puncak harus diperoleh 1 jam setelah dosis pemeliharaan
diberikan.
Pengukuran konsentrasi puncak harus diperoleh di akhir interval pendosisan
untuk menghindari fase distribusi, khususnya pada pendosisan dengan
interval yang diperpanjang karena fase distribusi kemungkinan bergantung
pada dosis.
Waktu pengambilan sampel yang tepat dan waktu pemberian dosis harus
selalu dicatat.
CONTOH SOAL

1. AT, 33 th, 74 kg, wanita non obes dengan serum kreatinin 0,9 mg/dL. Dosis
awal gentamisin yang diberikan adalah 140 mg diinfuskan selama 30 menit.
Hitung konsentrasi plasma dari gentamisisn setelah 1 jam pemberian infus &
waktu paruhnya.
Dik : Usia = 33 th wanita non obes
BB = 74 kg
SCrss = 0,9 mg/dL
Do = 140 mg -> t = 30 menit
Dit : Cp gentamisin -> t = 1 jam dan t1/2
Jawab :
Clcr u/ wanita (mL/mnt) = (0,85) (140-umur)(bobot)
(72)(SCrss)
= (0,85) (140-33)(74)
(72)(0,9)
= 103,86 mL/menit
Diubah dalam L/jam
Clcr (L/ jam) = 103,86 L/jam x (60menit/jam / 1000mL/L)
= 6,23 L/jam

Volume distribusi Aminoglikosida untuk pasien non Obes = 0,25 L/kg


Vd = 0,25 L/kg x 74 kg = 18,5 L

K = Cl / Vd = 6,23 / 18,5 = 0,337 /jam


C1 = (S)(F)(Loading dose) (e-kt1)
V
= (1)(1)(140) (e-0,337 (1))
18,5
= 5,40 mg/L

T1/2 = 0,693 / k = 0,693 / 0,337 = 2,.05 jam


2. AT, wanita dengan bobot badan 74 kg seperti yang dijelaskan pada contoh
1, diberikan gentamisin 140 mg selama jam setiap 8 jam. Prediksi
konsentrasi plasma puncak dan konsentrasi plasma palung pada keadaan
tunak.
Dik : Usia = 33 th wanita non obes
BB = 74 kg
Do = 140 mg -> t = 30 menit setiap 8 jam
Dit : Cp gentamisin -> t = 1 jam dan t1/2
Jawab :
(S) (F) (Dosis)
= V
-kt e-kt
Css (1-e )
1
(1) (1) (140)
Css1 = 18,5
e-0,337(1)
(1-e-0,337 (8) )

Css1 = 5,01 mg/L

(S) (F) (Dosis) e-kt


Cssmin = V
(1-e-kt )

(1) (1) (140)


e-0,337(8)
Cssmin = 18,5
-0,337 (8)
(1-e )

Cssmin = 0,472 mg/L

(S) (F) (Dosis/tinfus) (1-e-ktin)


Css2 = Cl -ktin
(e )
(1-e-kt )

(1) (1) (140/0,5jam) 1-e-0,337(0,5)


Css2 = 6,23
-0,337 (8) e-0,337(0,5)
(1-e ))

Css2 = 6,47 mg/L

(S) (F) (Dosis/tinfus) (1-e-ktin)


Cssmin2 = Cl
(e-K(T-tinfus))
(1-e-kt )
(1) (1) (140/0,5jam) 1-e-0,337(0,5)
Cssmin2 = 6,23
e-0,337(8-0,5)
(1-e-0,337 (8) )

Cssmin2 = 0,57 mg/L

3. AN, 78 kg, pasien berumur 38 tahun dengan kadar serum kreatinin 1,8
mg/dL. Mendapatkan tobramisin IV 100 mg selama jam setiap 8 jam
untuk beberapa hari. Konsentrasi plasma puncak dicapai 1 jam setelah
pemberian awal infus yaitu 8 mg/L dan konsentrasi plasma palung
diperoleh sebelum dosis inisiasi yaitu 3 mg/L. Estimasi tetapan laju
eliminasi (K), clearance (Cl) dan volume distribusi (V) dari tobramisin
pada pasien Y.B.
Dik : Usia = 38 th wanita non obes
BB = 78 kg
SCrss = 1,8 mg/dL
Tobramisin iv = 100 mg -> t = 30 menit setiap 8 jam
Css max setelah 1 jam = 8 mg/L
Css min = 3 mg/L
Dit : K, Cl, V tobramisin
Jawab :
K = ln (C1 / C2) = ln (8/3) = 0,14 /jam
t 7
(S) (F) (Dosis)
Css = V
-kt e-kt
1
(1-e )

(1) (1) (100)


8 = V
e-0,14(1)
(1-e-0,14 (8) )

V = 16,12 L

K = Cl / V
Cl = K.V = 0,14 . 16,2 = 2,3 L/jam