Anda di halaman 1dari 2

TUGAS PROTEKSI TANAMAN

Ahmad Lizikri

20160210067

Jumat, 13 Maret 2015 10:16

Benih Impor di Indonesia Jumat, 13 Maret 2015 10:16 Bertempat di Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya,

Bertempat di Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, pada tanggal 9 Maret 2015 dilakukan rapat koordinasi kerjasama antar instansi dan pemangku kepentingan untuk mendukung swasembada pertanian khususnya padi, jagung, kedelai dan gula di Jawa Timur. Rapat dibuka oleh Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati dan Nabati dengan membahas 4 topik terkait dengan sistem perkarantinaan di Indonesia, khususnya untuk di Jawa Timur, yaitu (1) Kepentingan Pemantauan OPT/OPTK dalam Kebijakan Teknis Perkarantinaan dalam Program Swasembada Pangan disampaikan oleh Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, (2) Pemantauan Daerah Sebar OPTK Tahun 2015 disampaikan oleh BBKP Surabaya, (3) Strategi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dalam Upaya Khusus Pencapaian Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai disampaikan oleh Dinas Pertanian Prop. Jawa Timur, dan (4) Pengawasan Peredaran Benih di Jawa Timur oleh UPT PSB-TPH.

Pengawasan Peredaran Benih di Jawa Timur oleh UPT PSB-TPH. Pembukaan Rapat Koordinasi oleh Kepala Pusat Karantina

Pembukaan Rapat Koordinasi oleh Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati dan Nabati Dr. Ir. Antarjo Dikin dan susana Diskusi panel yang dipimpin oleh Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya : Dr. Ir. Eliza Suryati Roesli M.Si.

Untuk menghadapi era keterbukaan pada Asian Economic Community (AEC) yang akan berlaku pada akhir tahun ini, maka diperlukan adanya regulasi yang ketat dalam impor benih tanaman pangan, dan hortikultura dari negara lain. Untuk itu dalam diskusi diperlukan adanya upaya untuk melakukan kerjasama dalam bidang Karantina Tumbuhan dengan negara-negara asal untuk dapat masuk ke Indonesia tidak terbatas pada sistem Karantina OPT saja tetapi juga daya kesesuaian/adaptasi dengan iklim Indonesia, serta perlindungan plasma nutfah, dan kerjasama antara importir, pemerintah daerah, dan Karantina Pertanian.

Dr. Suharsono

Pendapat tentang kebijakan perkarantinaan

Dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asia untuk negara - negara di

Asia. Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi sasaran kerja sama

paling

tinggi

dengan

negara-negara

tetangga,

perlu

menyesuaikan

beberapa

regulasi yang sudah ada dengan beberapa kebijakan yang telah diatur dalam

kebijakan Masyarakat Ekonomi Asia, khususnya dalam sektor Pertanian.

Pertanian di Indonesia merupakan salah satu yang masih bagus prospek ke

depannya dibanding dengan beberapa negara tetangga. Oleh sebab itu pertanian

Indonesia

harus

menyiapkan

beberapa

regulasi

yang

mampu

melindungi

keberlangsungan

pertanian.

Masyarakat

Ekonomi

Asian

akan

memberikan

kebebasan kepada warga negara di beberapa negara Asia untuk keluar masuk ke

negara anggota Masyarakat Ekonomi Asia.

Keluar masuknya warga negara

tetangga sangat berpotensi munculnya varietas baru yang mungkin dibawa dan di

selundupkan, baik dari Indonesia ke luar, maupun dari luar ke Indonesia.

Regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan upaya pencegahan dan

pengawasan yang lebih baik terhadap proses keluar masuknya bahan tanam, yang

mungkin akan menimbulkan OPTK baru dan masalah baru untuk pertanian di

Indonesia. Karena bahan tanam dari luar Indonesia membutuhkan penyesuaian

kembali dengan karakter Indonesia. Dan itu sangat berpotensi menimbulkan

masalah baik dari segi OPTK maupun sumber makanannya.