Anda di halaman 1dari 29

EVENT ORGANIZER(Penyelenggara Acara)

PENGERTIAN
Dalam pengertian sederhana yang di sebut sebagai Event Organizer adalah pengelola
suatu kegiatan (Pengorganisir Acara). Setiap kegiatan yang di selenggarakan
bertujuan untuk memperoleh keuntungan di kedua belah pihak, baik penyelenggara
maupun yang hadir pada saat kegiatan berlangsung. Keuntungan ini tidak harus
bersifat material namun juga bisa bersifat non material.

Bentuk sebuah Event Organizer sendiri sebenarnya telah di kenal di berbagai


organisasi kemasyarakatan, lingkungan pekerjaan, maupun dalam lingkungan
pendidikan (in-house production). Diantaranya; kepanitian peringatan HUT RI di
lingkungan tempat tinggal kita, kepanitian Out Bond di lingkungan kerja, kepanitian
ulang tahun sekolah yang di selenggarakan oleh OSIS, dan lain sebagainya.

EVENT ORGANIZER DALAM DUNIA USAHA


Perkembangan dunia usaha di Indonesia, dewasa ini telah memperlihatkan ke arah
yang menggembirakan. Terbukti dengan semakin menjamurnya berbagai bentuk
badan usaha yang bergerak dalam bidang barang maupun jasa, baik itu skala kecil
maupun besar. Salah satunya adalah Event Organizer.

Dalam pengertian ini yang di maksudkan dengan Event Organizer lebih mengarah
pada profesi, yaitu suatu lembaga baik formal maupun non formal, yang di percaya
untuk melakukan kegiatan. Misal; peluncuran suatu produk baru, pesta, seminar,
pagelaran musik, dan lain sebagainya, di sesuaikan dengan permintaan pengguna jasa
atau inisiatif Event Organizer sendiri.

Di sini yang membedakan sebuah event organizer dalam bentuk kepanitian (in-house
production) dan event organizer yang mengarah pada profesi, dapat di lihat dari
keberlangsungan event organizer tersebut. Apabila dalam bentuk kepanitiaan, setelah
kegiatan selesai dilaksanakan maka selesai pula tugas orang-orang yang terlibat di
dalam kepanitiaan. Sedangkan dalam event organizer yang mengarah pada profesi,
meskipun kegiatan telah berakhir, akan tetapi kegiatan orang-orang di dalamnya akan
tetap berlangsung.

TAHAPAN MENYELENGGARAKAN EVENT


Untuk mewujudkan kesuksesan sebuah event merupakan sebuah kerja keras yang
membutuhkan konsep yang jelas dan terarah. Di bawah ini beberapa tahapan strategis
dalam menyelenggarakan sebuah event:

1. Konsep yang menarik dan kreatif


2. Proses tahapan pembuatan event
3. Eksekusi event yang significant

Konsep Yang Menarik Dan Kreatif


Dalam rencana pembuatan konsep event, kita harus kritis dengan apa yang sedang
marak di lingkungan kita, baik lokal, nasional, maupun global (update). Setelah tema
tercipta, maka kita harus memberikan perbedaan dalam konsep tersebut dari event
organizer yang lain. Kita harus berani melakukan eksperimen dalam pembuatan
konsep yang berbeda, bahkan jika perlu sesuatu yang belum pernah di bayangkan
orang.
Jelas itu sangat penting, karena itulah sebuah EO harus memiliki ide-ide kreatif. Kita
tidak ingin membuat suatu acara hanya sebatas acara biasa. Tetapi alangkah baiknya
jika acara tersebut dapat membuat kenangan tersendiri. Dari konsep inilah semua
rancangan acara akan kita buat, (Williem Hasli, Direktur Apple Advertising & Event
Organizer).

Proses Tahapan Pembuatan Event

1. Mencari konsep yang kreatif.


2. Menuangkan konsep dalam suatu rancangan tertulis.
3. Membentuk tim untuk event yang akan di selenggarakan.
4. Membicarakan konsep dengan tim dan membuat skema aturan mainnya
(Kerangka Pikiran), kemudian menyusunnya dalam bentuk proposal.
5. Menentukan pihak-pihak yang akan terlibat dalam event tersebut, dan
membuat daftar tujuan proposal.
6. Menyebarluaskan proposal, dengan cara yang tepat.
7. Melakukan follow up terhadap proposal, dan memberikan batas waktu kepada
calon sponsor.
8. Menghubungi seluruh supplier, pengisi acara, reconfirm venue dan seluruh
atribut pendukung lainnya. Seperti, perijinan, keamanan dll.
9. Melakukan kontrak kepada semua pihak
10. Melakukan technical meeting dengan seluruh pengisi/pendukung acara
11. Jika diperlukan melakukan konferensi pers
12. Melakukan publikasi
13. Merekruit sesuai dengan kebutuhan
14. Siap melakukan loading dan akhirnya eksekusi

Eksekusi Event Yang Significant

1. Pemilihan orang-orang yang berpotensi dan sesuai dengan posisi yang akan
dilakukan di event tersebut, misal; stage manager, seksi perlengkapan, seksi
dokumentasi, seksi konsumsi, dll..
2. Pemilihan supplier yang significant dan berkualitas, baik dalam hal
perlengkapan, konsumsi, dll.
3. Membuat rundown acara yang tidak boleh ada putusnya, tetap mengalir
(padat).
4. Tepat waktu.
5. Konsep event harus sesuai dengan apa yang telah dipresentasikan awal kepada
klien.
6. Sesering mungkin meng-announce produk klien kepada audience, atau ucapan
terima kasih.
7. Menjaga keamanan dan ketertiban event sehingga tidak menelan korban jiwa
atau sejenisnya.
8. Hasil acara diliput di media cetak / elektronik

Kecerdasan atau kesanggupan seseorang itu terbagi: 1% adalah inspirasi, dan 99%
adalah cucuran keringat atau usaha keras.
Dalam membuat konsep Event Organizer dibagi menjadi tiga bagian:

1. Konsep baku, di mana konsep ini sebelumnya telah dibuat oleh perusahaan yang
bersangkutan, sehingga tinggal melaksanakan saja. Event Organizer
2. Konsep baru, semua konsep acara dirancang sendiri kemudian dipresentasikan
kepada klien (perusahaan). Event Organizer
3. Kombinasi. Ini berarti kita dengan pihak perusahaan mengadakan sharing
bagaimana acara itu akan dibuat.Event Organizer

Terakhir dan yang paling urgent untuk mengadakan suatu event organizer adalah
budget, karena besar kecilnya budget perusahaan sangat menentukan bagaimana acara
itu akan berlangsung. Kalau budget perusahaan tersebut besar, tentunya acara bisa
dibuat sebaik dan sebagus mungkin. jika dana terbatas tentunnya acara dibuat sehemat
mungkin tanpa menghilangkan tujuan dari dibuatnya acara tersebut

MACAM@ PANGGUNG DALAM KONSER MUSIK


Dalam setiap pertunjukan musik (live performance) baik skala besar maupun yang
kecil tentu takkan pernah terlepas dengan yang namanya panggung/pentas. Pengertian
panggung musik adalah tempat dimana sang bintang atau artis tersebut dalam
mempertontonkan keahlian bermusiknya didepan audiens. Dan tentu saja penggunaan
panggung dalam hal ini tak boleh hanya memenuhi aspek estetika saja, namun juga
sangat diperlukannya suatu sudut agar para pelaku dapat terlihat dengan jelas oleh
para audiens tersebut. Karena perlu disadari bahwa prinsip awal dari penggunaan
panggung adalah dengan guna para penonton yang harusnya disuguhkan tontonan
agar terlihat jelas bukan orang-orang yang diatas panggung menonton audiens.
Hubungan antara artis dengan panggung sendiri sangat berhubungan erat, karena
panggungatau pentas tersebut dapat membantu komunikasi antara kedua belah pihak:
penonton dan aktor di atas pentas. Ada banyak variasi panggung yang digunakan
dalam setiap pertunjukan musik.Ada panggung yang sangt sederhana dan adapula
panggung yang ditata sedemikian rupa sehunggan tidak sederhana. Dikatakan tidak
sederhana bukan berarti panggung tersebut mengumbarkan kemewahan atau bersifat
wah namun panggung yang tidak sederhana adalah permukaan panggung yang bisa
saja menggunakan multilevel, artinya panggung ini dapat diubah-ubah sesuai
kebutuhan. Begitu sulitnya sehingga diperlukan seorang petugas untuk
mengoperasikannya. Berikut contoh-contoh panggung agar kita dapat lebih
memahaminya:

Panggung di ruang tertutup.


Panggung di ruang terbuka.

Panggung diatas trailer

Panggung diruang terbuka tanpa tenda


Panggung sederhana.

Panggung multilevel

Panggung tanpa pentas.


Membuat Konsep Suatu Acara Musik Sendiri

Tujuan event ini untuk apa? Iya, sih. Kebanyakan memang untuk mendatangkan
pemasukan untuk si penyelenggara (nggak tau kalo event amal, lho ya).Tapi masa
mau nulis itu di proposal? Apalagi kalo mau minta bantuan sponsor.Bikin tujuan yang
sifatnya positif bagi masyarakat, misalnya, "Untuk memajukan kreativitas musisi kota
A", atau "Untuk memuaskan dahaga masyarakat kota A akan hiburan", atau lainnya.

Pastikan sudah ada deal dengan artis bersanganetan (dan ini perlu modal awal), juga
dengan venue. Sponsor enggan untuk men-support event yang konsep dan artisnya
masih tentatif. Inilah pentingnya penentuan artis yang tepat, sehingga bisa
meyakinkan sponsor, bahwa event ini memang layak dan menguntungkan buat brand
exposure si sponsor tersebut. Artis yang dimaksud nggak harus kelas nasional. Bisa
juga artis lokal yang punya basis massa yang baik. Asal bukan artis yang over
exposed atau udah keseringan tampil.

Proposal ke sponsor harus mencanep:

1. Latar belakang & tujuan

2. Detail acara (nama event, tanggal, tempat, artis, rundown)

3. Biasanya budget terdiri dari fee & akomodasi artis, sewa alat musik, ijin
keamanan, pawang hujan, pawang ular (ups!), fee design (penting!), dan biaya
produksi material publikasi tetap harus dicantumin (spanduk, baliho, cetak tiket, iklan
radio, majalah, dll), walau toh nantinya publikasi ditanggung sponsor. Terakhir,
cantumin management fee. Cantumkan juga berapa yang diminta dari sponsor. Jarang
ada sponsor yang mau nanggung 100% biaya, kecuali kalo inisiatif event dari mereka
sendiri.

4. Susunan kepanitiaan (nggak terlalu penting bagi sponsor. Nggak dicantumin juga
nggak papa, kayaknya). Banyak EO yang berbobot yang hanya terdiri dari 1 atau 2
orang saja.Pilih sponsor yang segmen market-nya sesuai dengan konsep event kita.
Jangan ngajukan proposal ke Hemaviton kalo mau ngadain konser indie.

Intinya:

Sponsor harus bisa mendongkrak image event kita.

Event kita harus bisa mendongkrak image sponsor.

Semoga berhasil

Organisasi Sebuah Event Organizer

Event Organizer (EO) merupakan organisasi yang didalamnya terdapat sekumpulan orang
yang memiliki fungsi menyelenggarakan dan melaksanakan sebuah acara dengan fungsi
dan peran masing - masing dari perencanaan hingga acara berakhir.

Di dalam meraih kelancaran dan kesuksesan sebuah acara yang ditangani, EO harus
memiliki orang - orang yang mampu menjalankan fungsi dalam bagian - bagian kerja
sebuah organisasi tersebut.

Ketika berbicara EO sebagai sebuah perusahaan, maka susunan organisasi perusahaan


tidaklah berbeda dengan institusi bisnis lainnya seperti terdiri dari Direktur, Manager -
Manager yang membawahi masing - masing divisi seperti, marketing, administrasi,
keuangan, operasional, produksi dan lain sebagainya. Namun ketika berbicara EO dalam
sebuah project penyelenngara event, maka struktur organisasi akan menyesuaikan dengan
kebutuhan project tersebut.

Antara satu event dengan event lainnya akan memiliki struktur organisasi yang berbeda.
event Exhibition yang diselenggarakan di sebuah Mall atau Hotel berbintang akan memiliki
tim yang berbeda dengan event Exhibition yang digelar di Lapangan. Demikian pula
dengan sebuah Konser Musik. Perbedaan ini diadasari pada beberapa hal berikut :
1. Kebutuhan tim dalam menjalankan fungsi kerja
2. Efektifitas dan Efisiensi kerja
3. Besar kecilnya event
Sebagai usaha yang berorientasi pada keuntungan, EO akan menghitung jumlah personil
dalam tim secara cermat dan teliti. Tidak ada jaminan kesuksesan sebuah event yang
terdiri dari banyak orang.

Beberapa contoh fungsi yang biasanya ada dalam sebuah project event diantaranya :

Project Officer / Event Manager


Adalah pemimpin proyek. Bertanggungjawab terhadap kelancaran dan kesuksesan event.
Mulai dari perencanaan hingga event selesai. Fungsi ini biasanya lebih mengurusi masalah
- masalah administratif dan persiapan - persiapan kelengkapan, tentunya harus diambil
orang yang memang sudah berpengalaman atau memang sudah diandalkan menangani
berbagai event. Dalam kerjanya Project Officer ini bisa memiliki beberapa anak buah yang
akan membantu menangani persiapan venue, promosi, perijinan & keamanan, konsumsi,
pengadaan perlengkapan, keuangan, kesekretariatan, dan sebagainya yang biasa disebut
Field Officer.

Field Officer
Adalah fungsi yang menangani persiapan venue, promosi, perijinan & keamanan,
konsumsi, pengadaan perlengkapan, keuangan, kesekretariatan dan sebagainya. Dengan
kata lain fungsi ini adalah yang menjalankan fungsi operasional.

Tallent Officer
Menangani pekerjaan yang berhubungan dengan talents/artis/pengisi acara, mulai dari
negosiasi waktu, honor, membuat MOU sampai pada kebutuhan artis saat pentas,
transportasi, konsumsi, akomodasi dan lain - lainnya

Show Director
Show Director adalah yang bertanggungjawab terhadap kualitas sajian acara, baik dari segi
artistik maupun kenyamanan audiens. Biasanya Show Director akan memiliki tim yang
terdiri dari Art Director, Stage Manager, Sound Engineer, Lightingman, Security & Runner

Art Director
Bertanggungjawab terhadap permasalahan artistik, seperti tampilan panggung, dekorasi,
dan efek - efek lainnya yang berhubungan dengan estetika.

Stage Manager
Bertanggungjawab terhadap kelancaran acara. Stage Manager akan mengatur kemunculan
talents sesuai rundown dan mengendalikan waktu tampil.

Sound Engineer/Soundman
Bertanggungjawab terhadap kontrol kualitas sound system.

Lightingman
Bertanggungjawab terhadap kontrol kualitas lighting.

Security
Adalah personil dari kepolisian atau mereka yang ditugaskan. Bertanggungjawab terhadap
seluruh keamanan acara dari mulai lokasi, jalannya acara, dan pihak lain - lain yang terkait.

Runner
Adalah tim yang terdiri dari beberapa orang, yang bertugas serabutan, menjadi
penghubung antara Show Director dengan pihak - pihak lainnya.

Client Service
Bertanggungjawab sebagai penghubung antara klien sebagai sponsor/penyandang dana
kepada Show Director dan Project officer. Client Service ini akan menemani klien dari sejak
klien tersebut hadir di arena event hingga pulang dengan kepuasan.

Contoh - contoh diatas adalah beberapa fungsi yang biasanya ada dalam sebuah event.
Tetapi, bisa terjadi dalam sebuah event ada fungsi - fungsi diatas yang justru dihilangkan
karena pekerjaan dapat di-handle oleh fungsi lainnya. Dan juga tentunya masih ada
beberapa fungsi lain yang mungkin dibutuhkan dalam sebuah penyelenggaraan event,
diantaranya seperti :
Officer Lomba yang bertugas menangani jalannya perlombaan
Liaison Officer yang bertugas mendampingi tamu/artis
Crew Multimedia yang bertugas melakukan kontrol kualitas sajian media
Tim Dokumentasi, PR, Usher, dll

Jadi, begitu menariknya organisasi sebuah penyelenggaraan event, so lets start yours to
organize the event..
GAMBARAN UMUM
Event Organizer atau EO bisa dikatakan adalah sekumpulan orang-orang yang ahli
di bidangnya, dalam menyelenggarakan sebuah acara atau event. Dan karena
biasanya acaranya kompleks (mengandung berbagai unsur atau komponen) maka
diperlukan juga beberapa orang yang mumpuni di berbagai unsur tersebut untuk
mengerjakan event tersebut.

Dulu misalnya, di era 80-90an, sebuah acara atau event ulang tahun anak-anak
berusia sekitar 5 atau 7 tahun harus dipersiapkan sedemikian rupa agar meriah
dan berkesan. Mungkin talent yang dibutuhkan hanyalah seorang tukang sulap
atau seorang badut, atau seorang pendongeng. Atau mungkin ketiganya
sekaligus. Cuma, dalam pelaksanaan di lapangannya, dibutuhkan lebih dari
sekedar orang yang berbakat.

Selain sang orangtua yang menjadi promotornya, mungkin ada pula sang tante
yang mendata siapa saja yang perlu diundang, jenis makanan apa saja yang perlu
dihidangkan, susunan acaranyanya apa saja dan lain sebagainya. Dan sang oom
juga bisa turut membantu dengan memilihkan bentuk undangan, mencari toko
yang termurah, menawar harganya, mencari sound system dan lain-lain.
Kemudian ada kakak sepupu yang mungkin bisa membantu dengan mengirimkan
undangan ke beberapa tetangga, meniup balon, memasang pita warna-warni. Dan
jangan dilupakan juga, peran bibi di dapur yang mempersiapkan makanan.

Ternyata, untuk mengadakan sebuah pesta ulang tahun bagi seorang anak kecil
membutuhkan lebih dari 2-3 orang yang harus bisa mengerjakan beberapa tugas
sekaligus. Sekarang, di era mulai dari era 90an hingga sekarang, cukup dengan
booking sebuah restoran cepat saji kemudian sebar pesan melalui handphone ke
para undangan, sebuah acara lengkap dengan badut, MC, dekorasi, sound system
dan lain-lain sudah siap diselenggarakan.

Secara garis besar, itulah EO. Sekumpulan orang yang mempunyai tugas dan
fungsi yang berbeda-beda namun bisa saling berkolaborasi dan bersinergi untuk
mensukseskan penyelenggaraan sebuah acara. Semakin kompleks acaranya,
tentunya membutuhkan lebih banyak personil dalam tubuh EO.

INSIGHT THE EO
Jika kita melihat ke dalam struktur sebuah EO, kita akan menemukan berbagai
posisi dan jabatan, yang tentunya disesuaikan dengan acara yang akan
diselenggarakan. Namun jika kita melihat ke sebuah perusahaan EO, maka kita
akan melihat bahwa strukturnya kurang lebih sama dengan struktur perusahaan
jasa pada umumnya.
Dalam sebuah perusahaan EO, yang biasanya ada adalah:
bagian marketing,
bagian administrasi,
bagian keuangan,
dan bagian teknis EO itu sendiri.

Seperti yang sudah diketahui, bagian marketing tugas utamanya adalah mencari
client bagi EO. Kemudian bagian administrasi bertugas mengurus segala sistem
administrasi yang diperlukan. Lalu bagian keuangan bertugas menjaga gawang
perusahaan EO tersebut dari sisi financial dan akuntansi. Kemudian bagian teknis
EO adalah bagian yang bertugas untuk menyelenggarakan acara.

Yang ingin dibahas dalam topik ini adalah posisi-posisi yang ada di bagian teknis
dari EO tersebut. Tidak semua posisi bisa digambarkan dalam ulasan ini. Masing-
masing perusahaan punya rules dan kebijakan yang berbeda-beda, karenanya
posisi-posisi yang diterangkan ini sebaiknya tidak dijadikan patokan. Sebaliknya,
tempatkan posisi yang anda butuhkan untuk usaha EO anda.

POSISI-POSISI DI EO
Beberapa posisi yang punya fungsi dan peranan penting dalam dunia usaha EO
adalah sebagai berikut:
Event Manager atau Event Director atau Project Manager
Penamaan bisa berbeda-beda, tetapi kurang lebih fungsinya sama, yaitu orang
yang memegang peranan terpenting dalam sebuah penyelenggaraan acara.
Dalam setiap EO harus ada orang yang mengerti tentang penyelenggaraan acara
mulai dari A sampai Z. Biasanya, pengalaman dan jam terbangnya sudah tinggi.
Kenalan dan mitranya segudang. Skill-nya sudah mumpuni dan punya sense dan
feeling yang peka terhadap potensi permasalahan yang biasa timbul di dunia EO.
Di perusahaan EO, orang seperti ini biasanya sudah mendukuki posisi sebagai
owner atau direktur, dan jika ada event project dia akan merekrut orang lain
berkemampuan sama untuk dijadikan Event Manager atau Project Manager, dan
dia sendiri bertindak sebagai supervisor untuk mengawasi Event Manager atau
Project Manager tersebut.

Biasanya, diawalnya, sang owner yang sudah berpengalaman ini membuatkan ide
dan konsep acara bagi client berdasarkan panduan atau brief yang sudah
diperoleh marketing sebelumnya. Dan kalau sudah maju pitching dan menang
tender, baru kemudian dia melakukan rekrutmen dan memimpin anak buahnya
dalam menyelenggarakan acara client tersebut. Kalau proyek dari perusahaan EO
ini banyak, maka biasanya sang owner ini akan merekrut orang yang punya
kemampuan sama dan setara dengan dia atau sedikit dibawahnya untuk
kemudian dijadikan Project Manager atau Event Manager atau Event Director dari
event client tersebut.

Jika proyeknya sangat besar dan membutuhkan keahlian yang sangat tinggi,
maka si owner bisa juga tidak segan merekrut orang yang lebih ahli darinya dan
kemudian mempelajari skill orang tersebut dengan jadi pengamat, kalau perlu jadi
asisten si ahli tersebut. Jadi tidak harus selalu merekrut orang dengan
kemampuan yang ada dibawahnya untuk melakukan pekerjaan. Namun karena
ide dan konsep yang disetujui client berasal dari sang owner, maka meskipun
orang yang direkrut lebih ahli dari yang merekrut, tetap saja dia harus
mendapatkan insight/panduan tentang ide dan konsep acara dari si owner.

Kesimpulannya, harus ada orang yang berada di posisi lead, untuk mengatur
bagian teknis EO, mulai dari pembuatan konsep acara hingga implementasinya di
lapangan. Orang ini harus mengerti detil-detil teknis dan non teknis. Detil teknis
seperti produksi dan lain-lain. Detil non teknis seperti administrasi, keuangan dan
lain-lain. Kemudian masih harus ditambah lagi dengan jam terbang yang tinggi
sehingga bisa membuat proposal yang bagus, mengena obyektifnya, profitable
dan masih within budget.

Production Manager
Segala seseuatu hal yang berkaitan dengan teknis acara posisinya dipegang oleh
seorang Production Manager. Stage, Light system, Sound System, Front of House,
Security, tenda, electricity, dan lain-lain bahkan mungkin sampai ke kaos atau
topi event bisa dikerjakan di bagian produksi di bawah pimpinannya. Semakin
besar event-nya, semakin besar pula pasukannya.
Keluwesannya dalam berhadapan dengan client dan ketegasannya untuk
mengambil keputusan di saat genting merupakan kunci utama dari kepiawaian
seorang Production Manager. Biasanya, seorang Production Manager punya
beberapa orang yang berperan sebagai tangan kanannya. Ada tangan kanan yang
menangani stage, atau lighting, atau sound, atau FoH, atau security/keamanan,
atau kelistrikan dan lain-lain. Koordinasi merupakan kata kunci di divisi ini.

Production Manager yang bijaksana akan selalu memeriksa kesempurnaan hasil


produksi divisinya. Seperti kata pepatah: Tak ada gading yang tak retak maka
dia selalu sadar bahwa pasti akan ada kekurangan dari divisi produksi. Karena itu,
biasanya Production Manager selalu meminta direct report bila ada permasalahan
yang terjadi di bawah wewenangnya. Semakin cepat masalah diatasi, maka
semakin sempurnalah hasil pekerjaannya.

Berikut ini adalah posisi-posisi yang berada di bawah Production Manager

Assistant Production Manager (wakil dari Production Manager)


Traffic Management Officer (mengatur segala sesuatu yang berhubungan
dengan kinerja produksi)
Administration Officer (mengatur segala sesuatu yang berhubungan
dengan administrasi produksi)
Production Finance Officer (mengatur segala sesuatu yang berhubungan
dengan keuangan produksi)
Internal Production Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang
berkaitan dengan produksi internal)
Venue Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan dengan
venue / lokasi event)
Permit Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan perijinan)
Security Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan dengan
keamanan acara)
Stage Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan dengan
panggung)
Stage Management Coordinator (biasanya akan bekerja sama dengan
Stage Director/Manager)
Lighting System Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan
dengan tata cahaya)
Sound System Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan
dengan tata suara)
Talent Coordinator (biasanya akan bekerja sama dengan Talent/Artist
Management)
FoH Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan dengan
Front of House)
Vendor Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan dengan
vendor/supplier dll.)
Electricity Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan
dengan kelistrikan)
Water Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan dengan
kebutuhan)
Public Facility Coordinator (mengatur segala sesuatu hal yang berkaitan
dengan fasilitas publik)
General Support Coordinator (mengatur segala hal yang umum yang
berkaitan dengan produksi)
Dan lain-lain
Hendaknya jangan sampai pembaca direpotkan dengan posisi-posisi tersebut,
karena semua posisi tersebut disesuaikan dengan acara dan permintaan client.
Posisi-posisi di atas tersebut hanyalah sebuah ilustrasi saja. Ada beberapa yang
bisa dirangkap tetapi ada juga beberapa yang perlu dipecah. Semua posisi dan
perlu tidaknya posisi tersebut akan diputuskan bersama di internal EO, setelah
melihat kompleksitas dari acara yang diinginkan client.
Jika acaranya dilakukan di indoor sebuah hotel, maka tentunya Public Facility
Coordinator (yang biasanya mengurusi toilet portable, tempat sampah, layanan
informasi event dan lain-lain) bisa dialihfungsikan atau tidak digunakan. Jika client
menghendaki adanya iring-iringan mobil atau motor dalam jumlah puluhan atau
ratusan tentu dibutuhkan Transportation & Traffic Coordinator.

Demikian sedikit informasi tentang Production Manager. Tentunya tidak


sesederhana yang diutarakan di sini, cuma diharapkan bisa memberikan sedikit
gambaran tentang bagaimana kerja dan fungsi dari seorang Production Manager.

Untuk posisi-posisi lain yang biasanya ada dalam EO akan dilanjutkan dalam
bagian kedua dari posting ini.

EVENT ORGANISER

Event Organizer adalah pekerjaan yang menangani seluruh hal berkaitan


dengan perencanaan, persiapan sampai pelaksanaan sebuah event,
Rencana awal yang disusun dari hal yang sangat mendasar mulai pemilihan
tema acara, pengisi, bentuk & susunan acara, budget acara, skala dan
strategi pelaksanaan, pemilihan tempat (Venue) tanggal dan waktu acara,
penentuan spek produksi acara. Pada hari pelaksanaan bertanggung jawab
dalam mengkoordinasikan serta mengawasi jalannya event secara
keseluruhan.Membuat laporan hasil pelaksanaan & evaluasi event menjadi
akhir dari seluruh pekerjaan. Event organiser dijalankan antara lain oleh:
Producer
Bertanggung jawab kepada klien yang mengadakan event (sponsor)
Membuat rencana & strategi event, penjadwalan kerja secara umum, anggaran serta
pendelegasian kerja secara detail, akurat & efisien
Mengkoordinasikan semua pelaksanaan kegiatan kepada semua pihak artist,
sponsor dan subordinat.
Bertanggung jawab atas kwalitas, kelancaran acara serta operational seluruh
kegiatan pertunjukan
Mengontrol jalannya persiapan serta pelaksanaan acara
Mencari menganalisis dan memutuskan masalah yang timbul serta memberi solusi
Merangkum semua laporan divisi untuk dijadikan bahan evaluasi & laporan
Dalam pelaksanaan tugasnya Producer dibantu antara lain oleh :
General Affairs
Memeriksa seluruh kesiapan administrasi baik teknis maupun non teknis
Mencatat seluruh perkembangan persiapan acara sampai hari H
Mennyusun data laporan setiap divisi untuk dijadikan bahan evalusai
Memeriksa semua kesiapan supplier sarana dan pra sarana pendukung event
Finance
Bertangung jawab kepada Produser dalam segala aspek yang menyangkut
keuangan
Bersama Produser dan kepala divisi lainnya menyusun anggaran event , dengan
memperhatikan semua aspek pelaksanaan event
Membuat perkiraan kelancaran arus dana (Cashflow Cash in/Cash out)
Menyusun skala prioritas pengeluaran dana beserta tanggal jatuh tempo
Mengarsipkan semua laporan pengeluaran keuangan
Mempersiapkan tagihan dan pembayaran / cash flow beserta bukti pembayaran
Traffic
Mengumpulkan dan meng update seluruh data dan informasi yang berkaitan dengan
event
Melakukan monitor seluruh perkembangan kegiatan event
Membantu serta memfasilitasi seluruh produksi event
Merangkum informasi & jadwal kerja keseluruhan dan mendistribusikan kepada
semua bagian (panitia), manajemen artis , manajemen venue serta petugas resmi ( Polisi,
PMK, Amb )

PRODUCTION DIVISION

Divisi produksi adalah bagian yang bertanggung jawab atas perencanaan, desain,
budgeting serta pelaksanaan produksi yang menyangkut peralatan penunjang acara
(Panggung, Lampu,Sound sistem, Generator dsb ) serta tenaga kerja produksi. Diperlukan
data yang lengkap mengenai spek serta skala produksi, pengisi acara (raiders), lokasi acara
(Venue) yang disusun menjadi penjadwalan seluruh bidang produksi (pengiriman, Load In/
Load Out, soundchek, showtime dsb) Diperlukan koordinasi dan ketepatan waktu
pemasangan, karena keterlambatan satu bagian produksi dapat mempengaruhi pekerjaan
yang lain.oleh karena itu jadwal produksi harus di sepakati dalam perencanaan dan ditepati
dalam pelaksanaan. Pemahaman tentang teknis dan konstruksi diperlukan dalam pekerjaan
produksi, faktor keamanan harus diperhatikan dalam proses produksi, karena menyangkut
hal hal yang beresiko kecelakaan tinggi (listrik, barang berat, ketinggian konstruksi, kembang
api dsb), maka alat pengaman (sarung tangan, sepatu kerja, harness dsb)serta peralatan
penunjang kerja (peralatan tenaga listrik/power tools) sebaiknya di pergunakan .

Catatan: Pertunjukan yang berpindah lokasi/kota (Tur) sangat membutuhkan penjadwalan


yang ketat dan detail baik transport, alokasi crew, peralatan serta pembangunan produksi,
menjaga stamina dan mengendalikan kejenuhan dalam perjalanan dapat membantu
performa kerja. Penangung jawab produksi sangat penting dalam menganalisa kondisi kerja
dilapangan karena tekanan pekerjaan yang di hadapi crew
Production Manager
Bertanggung jawab dan mengkoordinir seluruh kegiatan teknis produksi
Menyusun rencana teknis produksi secara menyeluruh
Membuat jadwal teknis produksi, mulai dari pra produksi, load in sampai load out,
post produksi
Berkoordinasi dengan Producer dalam penanganan produksi
Berkoordinasi dengan stage manager dalam hal materi acara berkaitan dengan
masalah teknis pertunjukan
Production manager dibantu oleh stage manager pada pelaksanaan acara diatas
panggung, mulai dari sound chek, rehearsal dan show
Stage Manager
Bertanggung jawab atas kelancaran acara di atas panggung
Bertanggung jawab atas kesiapan seluruh sarana panggung & pengisi acara
Membuat keputusan dan solusi jika timbul permasalahan diatas panggung
Membuat rencana ploting peralatan band, berkoordinasi dengan Production manager
serta pengisi acara / management artis
Berkoordinasikan dengan Prod Man dan Talent Coord dalam hal teknis, materi dan
susunan acara
Mengawasi / memperhatikan peralatan yang dipergunakan oleh pengisi acara selama
kegiatan berlangsung
Mempersiapkan segala kebutuhan & sarana pendukung di atas panggung selama
pertunjukan
Mengawasi jalannya sound check/rehearsal dan mencatat segala kekurangan yang
ada untuk disempurnakan
Memeriksa kelayakan panggung acara, guna menjamin keselamatan pekerja dan
artis
Menentukan dan mengontrol boleh /tidaknya seseorang berada di area panggung
selama sound chek, rehearsel dan waktu pertunjukan
Dalam pelaksanaan tugasnya Stage Manager dibantu oleh Stage Hand Coordinator, yang
mengkoordinir beberapa orang Stage Hand dengan tugas
Menata seting panggung beserta peralatannya sesuai plot (letak) yang telah
ditentukan
Mengawasi keutuhan, keselamatan serta keberadaan peralatan diatas panggung
Menangani dan membantu kelancaran masuk (load in) peralatan, sampai keluar (load
out) segala peralatan diatas panggung
Menjaga kebersihan serta kerapihan panggung sebelum dan saat pertunjukan
Melaksanakan instruksi dan tugas dari stage manager
Mensuplai kebutuhan non-teknis artis di atas panggung (airminum, handuk)
Membantu pengamanan panggung jika diperlukan
Dalam proses (load in/load out) stage hands dibantu oleh Loader yang menangani
naik / turunnya peralatan dari truk ke panggung dan sebaliknya
Production Runners
Membantu Prod Mng dalam pengadaan kebutuhan produksi selama persiapan dan
pertunjukan
Mempunyai surat ijin mengemudi (A/C) yang masih berlaku untuk melaksanakan
tugas
Mengetahui dimana tempat untuk mendapatkan kebutuhan produksi
Berkoordinasi langsung kepada Production manager untuk kebutuhan pengadaan
Production runners dalam tour biasanya berasal dari orang lokal yang lebih mengenal
keadaan lokal (kota tempat pertunjukan), Prod Runners penting karena dalam proses
produksi sering terjadi kebutuhan yang mendadak dilapangan,dan membutuhkan suplai
bahan penunjang kerja yang tidak terduga , untuk mengantisipasi pengadaan barang yang
sifatnya insidental ini perlu kecepatan dalam pengadaan dan mendapatkan kebutuhan yang
tepat sesuai pesanan
Back Stage facilities
Membantu Production mng dalam mempersiapkan fasilitas kerja belakang panggung
Menidentifikasi kebutuhan setiap area belakang panggung
Menjaga kebersihan dan kerapihan area belakang panggung
Memastiakan kebutuhan belakang panggung terdistribusi dan terpasang dengan baik
Fasilitas belakang panggung menunjang operasional dengan penyediaan fasilitas kerja
bagian produksi (kursi, meja, dispenser, tempat sampah dsb), tapi jika ada pembagian area
belakang panggung secara spesifik (R artis, Kamar Ganti, R Prod ,R Makan, R Tunning dsb)
perlengkapan yang dibutuhkan berlainan selain yang standard (meja, kursi, tempat sampah)
di perlukan daftar kebutuhan setiap ruangan untuk dipergunakan sebagai cek list .
Back Stage security
Mengamankan area produksi selama pertunjukan berlangsung
Menjaga keamanan area panggung dibalik barikade penonton
Menjaga area vital belakang panggung lainnya ( area kemnbang api , dress room dsb
)
Mengamankan jalan masuk / keluar ke belakang panggung
Melakukan sweeping pengamanan belakang panggung setidaknya 4 jam sebelum
pertunjukan
Berkoordinasi dengan Production manager mengenai area yang diamankan beserta
jumlah alokasi personal
Berkoordinasi dengan Production manager tentang sistem dan strategi pengamanan
Mempersiapakan rencana pengamanan termasuk evakuasi pengisi acara jika terjadi
hal hal diluar kendali
Sedangakan Stage Security lebih menangani keamanan selama pertunjukan berlangsung di
atas panggung untuk memastikan keamanan pengisi acara diatas panggung, serta
mencegah/ mengamankan orang yang tidak seharusnya berada di atas panggung. Stage
security biasanya diambil dari security artis yang sudah mendampingi artis diluar acara.
Production Design Team
Pada tahap pra produksi, dalam hal ini desain pertunjukan, Production manager dibantu oleh
suatu team desain yang d ikoordinasikan oleh seorang Production Designer) sesuai
kebutuhan pertunjukan, team dapat terdiri dari beberapa desainer mis:
Lighting Designer

Mendesain tata cahaya (jenis lampu & warna dsb) sesuai karakter pengisi acara
Sound Designer

Merancang tata suara (jenis& karakter suara sesuai karakter pengisi acara Artistic & Scenic
Designer merancang bentuk panggung, artistic dan property panggung dsb, sesuai tema
pertunjukan
Multimedia Designer

Merancang tampilan multimedia untuk memperkuat karakter pertunjukan .


Para desainer ini merancang pertunjukan (pra produksi), setelah mendapat masukan dari
penyelenggara (hal teknistempat & skala prod,serta manajement artis (tema & karakter
pertunjukan).Team ini dapat terlibat ataupun tidak dalam proses pelaksanaan produksi acara.
Production Manager juga didukung oleh perusahaan penyuplai peralatan pertunjukan yang
biasanya disebut Production Suplier, perusahaan tersebut mensuplai peralatan (hardware)
pertunjukan (stage, rigging system, lighting system, generator supplier, multimedia) dapat
berasal dari stu supplier atau lebih, tergantung kemampuan perusahaan supplier, sesuai
kebutuhan produksi acara, penyelenggara yang menentukan dari mana mereka mendapat
suplai peralatan tersebut, Di bawah ini dijelaskan supplier produksi apa saja yang biasa
terlibat dalam penyelenggaraan pertunjukan beserta tugas tanggung jawabnya.
Sound : menyediakan peralatan sound system (tata suara) yang diminta oleh pihak
penyelenggara , biasanya panduan teknis (technical raiders) permintaan peralatan, dibuat
berdasarkan spek pengisi acara dan skala pertunjukan, pada umumnya tatasuara mencakup
antara lain : speaker utama, power, mixer utama, mixer panggung, amplifikasi, monitor
panggung, sidefill, mic, assoseriess, kabel pelengkap, microphone dsb. Sedangkan orang
yang menangani antara lain:
Sound Operator
Menangani pengaturan tata suara dari mixer utama mulai dari tuning, balancing,
sound cek , rehearsal , dan pertunjukan
Mengawasi instalasi pemasangan peralatan tatasuara
Mengakomodir permintaan pengisi acara untuk mendapatkan karakter suara yang
dinginkan
Memastikan pemasangan sound system sesuai waktu yang telah ditentukan
Berkoordinasi dengan Production Manager mulai persiapan sampai pertunjukan
Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Sound Engineer, dan Sound
Technician / Crew yang tugasnya antara lain:
Menempatkan seluruh peralatan tata suara di tempat yang sudah di tentukan
Memasang Instalasi peralatan tata suara sesuai kebutuhan
Membantu pengisi acara berkaitan dengan peralatan tatasuara diatas panggung
Memastikan setiap peralatan tatasuara yang di pasang berjalan baik
Memperbaiki atau mengganti peralatan tata suara yang tidak berfungsi baik
Bekerjasama dengan stage hands selama persiapan dan pertunjukan
Berkoordinasi dengan stage manager selama persiapan dan pertunjukan
Lighting: menyediakan peralatan lighting system (tata cahaya) sesuai dengan permintaan
pihak penyelenggara, dalam hal ini biasanya dipandu oleh spek jenis lampu yang dibutuhkan,
jumlah, serta penempatan lampu (lighting plot) yang biasa disertakan, lighting plot biasanya di
susun oleh Lighting Designer yang memformulasikan tata cahaya berdasarkan tema acara
atau karakter pengisi acara Sedangkan orang orang yang menangani antara lain :
Lighting Operator:
Mengawasi pemasangan, penempatan, serta instalasi tata cahaya
Menangani proses pemograman lampu & focusing (pengarahan cahaya ) setiap
lampu
Mengoperasikan ligting board / console selama pertunjukan berlangsung
Memastikan setiap peralatan tata cahaya berfungsi dengan baik
Memastikan pemasangan tata cahaya sesuai waktu yang telah ditentukan
Memberikan aba aba kepada follow spot operator (jika memakai follow spot)
Berkoordinasi dengan Production Manager selama persiapan dan pertunjukan
Dalam pelaksanaan tugasnya ligting operator dibantu oleh Lighting
technician/crew serta Rigger/The human fly yang tugasnya antara llain adalah:
Menagani pemasangan rigging (konstruksi dasar menara lampu) system sesuai
kebutuhan
Menangani pemasangan lighting truss (konstruksi melintang) sesuai pola yang akan
di pergunakan untuk penempatan tata cahaya (rigger)
Menangani pemasangan dan penempatan lampu sesuai jenis dan jumlah
berdasarkan lighting plot
Menangani instalasi lampu hingga distribusi jalur lampu ke dimmer ( alat pengatur
kekuatan cahaya )
Membantu Lighting Operator pada saat focusing (rigger)
Memperbaiki atau menganti peralatan tata cahaya yang tidak berfungsi baik
Memastikan keamanan pemasangan dan instalasi tatacahaya
Stage: menyediakan dan membangun konstruksi panggung utama & panggung monitor
sesuai dengan desain panggung yang telah ditentukan. serta pekerjaan pemasangan lantai
panggung dan finishing panggung (cat, karpet) juga pemasangan backdrop (penutup
belakang) beserta fasilitas panggung lainnya (level, tangga, ramp dsb) jika panggung tersebut
di desain sesuai tema dan dilengkapi dengan elemen artistic (property, scenic dsb) maka
biasanya stage supplier terlibat dalam pembuatandan pemasangan. Sedangkan orang orang
yang menangani pembuatan panggung antara lain:
Stage Builder Supervisor
Mengkalkulasikan kebutuhan material pembuatan panggung sesuai rencana
Mengawasi pembangunan panggung di lokasi yang telah ditentukan
Memastikan keamanan konstruksi panggung demi keselamatan pekerja dan pengisi
Memastikan pembangunan panggung selesai sesuai waktu yang telah ditentukan
Mengakomodir segala kebutuhan perlengkapan sarana pertunjukan yang sifatnya
konstruksi
Berkordinasi dengan Production manager selama persiapan dan pertunjukan
Dalam pengerjaannya dilaksanakan oleh Stage Builder dan bagian Artistik panggung, stage
supplier biasanya mengerjakan pembangunan fasilitas area belakang panggung jika fasilatas
tersebut tidak tersedia, berbentuk ruangan (R ganti, R artis, R produksi, R makan)
dipergunakan untuk memfasilitasi tempat pertunjukan sesuai kebutuhan acara
Generator: menyediakan daya listrik sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menjalankan
peralatan yang mempergunakan tenaga listrik, biasanya generator diperlukan jika kapasitas
listrik di tempat pertunjukan tidak memadai atau tidak ada sama sekali, juga menyediakan
instalasi serta panel sumber daya listrik untuk kebutuhan operasional peralatan lainnya (tata
cahaya, tata suara, multimedia dsb), untuk keamanan sumber listrik di haruskan memasang
generator dengan kapasitas 20%-30% diatas kebutuhan, juga biasanya dipersiapakan
generator cadangan untuk mengantisipasi kekurangan kerusakan supli generator utama ,
Sedangakan orang orang yang menangani generator antara lain :
Generator Operator:
Menyediakan suplai listrik sesuai kebutuhan masing masing bagian (lighting, sound
dsb)
Mempersiapkan panel listrik untuk kebutuhan tersebut
Memonitor dan memastikan daya yang dikeluarkan generator sesuai kebutuhan
Memastikan pemasangan ground (jalur 0) dengan baik
Mengkalkulasi kebutuhan bahan bakar untuk menjalankan generator
Memastikan keamanan instalasi listrik dan panel demi keselamatan
Dalam penanganan instalasi listrik Operator dibantu oleh Generator technician/crew yang
akan melaksanakan pemasangan tersebut, memperbaiki kerusakan , menyediakan bahan
bakar untuk waktu pemakaian yang telah ditentukan.
Pyrotechnics: memasang dan merangkai kembang api ,yang penempatan dan jenisnya
serta waktu pengatifannya telah di rancang berdasarkan kebutuhan pertunjukan, karena
sifatnya yang menghasilkan ledakan dan api ( unsur bahan peledak),maka penempatan
kembang api beserta pemilihan jenisnya harus diperhatikan,dalam mengoperasiannya dapat
di picu secara elektrik maupun manual. Sedangkan orang orang yang menangani bidang ini
antara lain:
Pyrotechnics Operator
Menentukan titik penempatan kembang api, yang dirasa aman baik secara teknis
pemasangan, serta penempatan maupun akibat dari ledakan yang dihasilkan
Memastikan instalasi rangkaian dalam keadan aman dan tidak mengganggu
peralatan lain
Berkordinasi dengan Venue manager mengenai lokasi (venue) yang dipakai
Mengoperasikan peledakan kembang api sesuai skenario acara
Berkoordinasi dengan Production Manager selama persiapan dan pertunjukan
Dalam pemasangan isntalasi kembang api dibantu oleh Pyrotechnic crew yang juga bertugas
mengamankan area kembang api dari orang orang yang tidak seharusnya berada
disekitarnya (pemasangan rambu bahaya, pita dsb), memastikan daerah jatuhnya kembang
api aman dari orang (terutama sekitar panggung), serta mempersiapkan pemadam untuk
mengantispasi kebakaran.
Multimedia: memasang layar multimedia sesuai letak yang telah ditentukanmenempatkan
proyektor, rangkaian instalasi dan, pemasangan layar harus penempatan, teknis penempatan
(di atas scaffolding, digantung) dan konstruksi & bentuk, jika pertunjukan di adakan ditempat
terbuka maka pemasangan memperhatikan arah dan kekuatan angin di lokasi. Multimedia
dapat berupa kombinasi media yang berupa tampilan (visual) dalam bentuk film,slide,
gambar, transparasi, slidedsb )dapat berupa kombinasi media.Multimedia memperkuat
(secara visual) pertunjukan yang ditampilkan, materi gambar,slide & film disusun (edit) sesuai
pertunjukan yang ditampilkan . Sedangkan orang yang menangani antara lain:
Multimedia operator
Memastikan penempatan dan pemasangan proyektor & layar ditempat yang tepat
dan aman (konstruksi & cuaca)
Memastikan materi yang ditampilkan sudah lengkap dan tersusun sesuai skenario
Memastikan peralatan pemutar media (player) berjalan baik
Berkoordinasi dengan production manager selama persiapan dan pertunjukan
Dalam pengerjaan pemasangan layar dan proyektor di laksanakan oleh crew yang juga dapat
memperbaiki peralatan jika timbul masalah teknis serta menempatkan proyektor & layar
secara aman
FRONT OF HOUSE DIVISION

Adalah divisi / bagian organisasi yang menangani lokasi acara, yang akan berinteraksi
dengan beberapa pihak (Pengelola Lokasi , Polisi , petugas perijinan, penonton dsb ) yang
berkaitan dengan pelaksanaan tugas lapangan terutama pada hari (H) pertunjukan, dimana
penanganan penonton (massa) adalah hal paling vital . Untuk itu diperlukan pendataan
menyeluruh mengenai lokasi acara (Venue), kota dimana venue berada, akses, fasilitas dan
data umum penunjang lainnya. Berdasarkan pemahaman lokasi dan kota tempat pertunjukan,
maka disusun rencana dan sistem serta strategi penanganan acara, maping & data yang rinci
ditambah pengenalan lokasi yang matang
Front of House Manager
Mensurvei kelayakan tempat pertunjukan yang telah ditetapkan
Berkoordinasi dengan pengelola tempat berkaitan rencana acara (waktu,jenis dll)
Merancang sistem dan strategi pengamanan dan penanganan lokasi acara
Menghitung jumlah tenaga kerja (Doorman, Ticket Takers, Usher, Securiti) yang
dibutuhkan
Mengalokasikan jumlah tenaga kerja disetiap area yang telah ditentukan (pintu
masuk, area prod, area parkir dll)
Bertanggung jawab atas lancarnya penanganan arus penonton ke dalam lokasi
acara
Berkoordinasi dengan pihak pengamanan resmi (polisi) mengenai rencana
pengamanan (renpam) arena pertunjukan
Berkoordinasi dengan PMK mengenai penempatan mobil pemadam & teknis
pengunaan pemadam
Berkoordinasi dengan PPPK & Paramedik mengenai penempatan posko, Ambulans
dan penanganan yang membutuhkan
Mengontrol dan mengawasi jalannya penerapan renpam pada hari pelaksanaan
Mengontrol setiap pintu masuk penonton dan area vital lainnya
Memberikan briefing pengarahan kepada seluruh tenaga penanganan lokasi acara
Berkoordinasi dengan Producer selama persiapan dan pelaksanaan
Dalam tugasnya FoH manager dibantu oleh seorang Venue Coordinator dan Venue
facilitator yang bertugas antara lain:
Berkoordinasi dengan pengelola lokasi untuk kelancaran operasional acara
Memetakan keseluruhan area lokasi pertunjukan
Mengidentifikasi kebutuhan fasilitas tambahan (lampu penerangan, WC, Rambu 2
pintu masuk, barang terlarang, daerah bahaya, area parkir dll)
Memetakan dan membagi area sesuai kebutuhan acara (area prod, penonton, posko,
PMK & PPPK dsb)
Memfasilitasi kebutuhan penonton di lokasi acara (tiket box, jalur penonton, area
parkir dll)
Memetakan area yang layak untuk pemasangan materi / sarana promosi (Baliho,
spanduk, banner, stand, panggung display dll ) dilokasi
Memfasilitasi kebutuhan produksi acara yang dapat disuplai oleh pengelola tempat
pertunjukan
Field Security Coord
Bersama FoH manager merancang system & strategi pengamanan lapangan
Mengalokasikan jumlah tenaga keamanan yang akan ditempatkan
Mengidentifikasi titik titik rawan pengamanan disekitar lokasi acara
Memberikan pengarahan/briefing kepada seluruh petugas keamanan lapangan
Mengkoordinir pelaksanaan pengamanan berdasarkan renpam
Memimpin pembersihan / sweeping area pertunjukan pada hari H
Berkoordinasi dengan FoH Manager selama persiapan dan pelaksanaan acara
Memecahkan masalah/gangguan keamanan yang terjadi dilapangan
Dalam tugasnya Field security Coord didukung oleh Field Security yang tugasnya antara
lain
Menempati area yang sudah ditetapkan untuk diamankan
Memeriksa ID / Tiket yang menjadi tanda masuk area tertentu
Menjalankan Instruksi yang telah ditetapkan oleh Field Security Coord
Dilarang meninggalkan area yang menjadi tanggung jawabnya
Berkoordinasi dengan Field security coord jika terjadi gangguan keamanan didaerah
tanggung jawabnya
Untuk mengantisapasi timbulnya korban akibat pertunjukan, maka dipersiapkan
sejumlah Paramedic lapangan yang peralatan medis dan ambulans, guna memberikan
pertolongan pertama dan merawat orang yang memerlukan penanganan medis, tim tersebut
ditempatkan di posko yang telah ditentukan ,beberapa anggota paramedic juga ditempatkan
di area sekitar panggung untuk bersiaga , tim ini dipimpin oleh seorang Paramedics
Coordinator yang akan bertanggung jawab atas jalannya tugas mereka
Selain itu untuk mengantisipasi timbulnya kebakaran maka disediakan, tim Pemadam
kebakaran yang selain bertugas memadamkan api/kebakaran yang terjadi juga dapat
dipergunakan untuk menyiram penonton (mobil pemadam), penyiraman ini
mempertimbangkan jika penonton sangat padat atau jika suhu udara panas sekali, perintah
penyiraman berasal dari satu komando (biasanya FoH manager/ Venue coord)
kepada Kepala Pemadam kebakaran dengan memperhatikan tiupan angin dan arah air.
Penanganan penonton adalah salah satu tugas utama FoH selain pengamanan venue, untuk
hal tsb maka FoH Manager langsung mengarahkan, mengkoordinir serta mengawasi seluruh
jalanya arus masuk dan keluar penonton, untuk itu diperlukan beberapa koordinator yang
bertanggung jawab atas pintu penonton ,tiket serta penempatan penonton di area
pertunjukan , orang orang yang bertugas antara lain
Ticket Takers Coord
Mengalokasikan para Ticket Takers sesuai tempat dan jumlah tenaga
Mengkoordinasikan seluruh kegiatan Ticket Takers Spv & Ticket Takers di lokasi
Menangani serta mencari solusi masalah yang menyangkut tiket penonton
Mengkoordinir pengumpulan sobekan tiket sebagai bukti jumlah penonton
Berkoordinasi dengan Coord lain (Doorman, Usher) mengenai penempatan tiket
takers disetiap pintu
Berkoordinasi dengan FoH manager berkaitan dengan permasalahan tiket
Jika jumlah pintu masuk banyak, dan terletak di beberapa bagian gedung / lapangan maka
tiket takers koordinator di bantu TicketTakers Supervisor yang menjadi penanggung jawab
setiap pintu / sektor, dengan tugas
Mengawasi pekerjaan ticket takers disetiap pintu/sector yang telah ditentukan
Mengumpulkan bundel sobekan tiket/tanda masuk setiap pintu / sector yang menjadi
tanggung jawabnya
Membantu tiket takers yang menemui masalah dalam tugasnya
Memastikan tiket takers sudah siap pada posisinya saat pintu penonton dibuka
Menyiapkan segala kelengkapan kerja ticket takers
Berkoordinasi dengan Ticket Takers Coordinator berkaitan dengan permasalahan
tiket
Sedangkan petugas yang melaksanakan penyobekan tiket penonton disebut Ticket
Takers yang tugasnya adalah
Memeriksa keaslian tiket penonton yang ditunjukan
Menyobek tiket sesuai bagian yang telah ditentukan
Memberikan sobekan tiket kepada penonton sebagai tanda masuk
Menyimpan / mengumpulkan sisa sobekan sebagai tanda bukti penonton
Membundel sobekan tiket untuk diserahkan kepada spv
Memeriksa kelengkapan peralatan kerja (karet, stapler, kantong, ballpoint)
Berkonsultasi dengan tiket takers supervisor jika menemui masalah tiket
Untuk mengawasi serta mengendalikan arus penonton yang masuk maka diperlukan petugas
yang bertanggung jawab yang bisasa disebut Doorman (penjaga pintu) untuk koordinasi kerja
maka diperlukan seorang Doorman Coordinator dengan tugas:
Doorman Coordinator
Mengalokasikan doorman sesuai pintu dan jumlah personil
Mengkoordinasikan seluruh kegiatan Doorman Spv & Doorman di lokasi acara
Menangani serta mencari solusi masalah arus masuk penonton
Memberi pengarahan teknis buka /tutup arus penonton
Mengawasi pengendalian arus penonton ke lokasi
Memberikan komando saat pintu penonton dibuka
Berkoordinsi dengan koordinator lainya (Ticket Takers, Usher) mengenai penempatan
Doorman di setiap pintu
Berkoordinasi dengan FoH Manager mengenai permasalahan arus penonton
Untuk mempermudah pengawasan pintu sorang Doorman coordinator dapat dibantu
beberapa Doorman Supervisor yang area tugasnya ditetapkan, dengan tugasnya
Doorman Supervisor
Mengawasi pekerjaan Doorman disetiap pintu/sector yang telah ditentukan
Mengatur mengawasi arus buka / tutup pintu penonton
Memberi arahan penonton arah pintu yang benar sesuai tiket/tanda masuk
Membantu Doorman jika terjadi permasalahan dengan arus penonton
Memastikan Doorman sudah pada posisinya saat pintu mulai di buka
Berkoordinasi dengan Doorman Coordinator bila terjadi masalah
Dan petugas yang mengatur arus masuk penonton secara langsung adalah
Doorman
Memastikan setiap penonton memegang tiket ketika memasuki antrian
Memastikan penonton tidak membawa barang 2 yang dilarang masuk ke area
pertunjukan
Mengamankan barang terlarang / berbahaya untuk diserahkan kepada petugas
keamanan
Mengamankan penonton yang memaksa masuk tanpa tiket untuk diserahkan kepada
petugas kemanan
Menjaga arus buka tutup pintu sesuai arahan Supervisor/ Coord
Melaporkan kepada supervisi bila terjadi masalah dengan kelancaran arus penonton
Untuk layanan dan kelancaran penonton memasuki arena pertunjukan, sesuai tiket yang
dimiliki, adalah tugas seorang Usher yang mengarahkan penonton ke tempat yang benar,
juga akan dikoordinasikan oleh seorng Usher Coordinator dibantu beberapa Usher
Supervisor dengan tugas antara llain:
Usher Coordinator
Mengalokasikan usher sesuai pintu /sektor dan tenaga personil
Mengkoordinasikan seluruh Usher Spv / Usher di lokasi pertunjukan
Mencari solusi masalah berkaitan dengan penempatan penonton
Memberi pengarahan teknis tentang pelayanan penonton ke tempat duduknya
Mengawasi jalanya pelayanan penonton menuju tempat duduknya
Berkoordinasi dengan koordinator lainnya (ticket takers, doorman) mengenai
penempatan usher di setiap pintu atau sektor
Berkoordinasi dengan FoH manajer dengan permasalahan tempat duduk penonton
Dalam tugasnya Usher Coordinator dibantu Usher Supervisor dengan tugas
Mengawasi Usher dalam menjalankan tugas pelayanan penonton di setiap pintu /
sector yang telah ditentukan
Memberi arahan kepada penonton untuk menemukan tempat yang benar sesuai tiket
yang dimiliki
Membantu Usher jika menemui masalah dengan pelayanan penonton
Memastikan usher berada ditempatnya pada saat penonton masuk
Berkoordinasi dengan Usher Coordinator jika terjadi permasalahan pelayanan
penonton
Sedangkan yang melayani penonton secara langsung adalah Usher yang tugasnya
Mengantar / menunjukan kepada penonton lokasi duduk sesuai tiket
Mengetahui setiap sector penempatan penonton sesuai tiketnya
Mengani masalah penonton berkaitan dengan lokasi tempat duduk
Melaporkan dan berkoordinasi dengan Usher Spv jika terjadi permasalahan dengan
penonton

TALENT TREATMENT DIVISION

Talent treatment (Penanganan Artis) adalah bagian yang merencanakan, mengawasi dan
menjalankan seluruh pemenuhan keperluan pengisi acara (diluar kebutuhan pertunjukan)
mencakup hal teknis dan non teknis, untuk Itu diperlukan seluruh data berkaitan dengan
pengisi acara (jumlah personal, kebutuhan peralatan, jadwal pengisi, akomodasi, transport,
logistik dsb), berhubungan langsung dengan pihak Manajemen Artis / Artis. Faktor keamanan
dan keselamatan artis juga menjadi tanggung jawab Talent treatment, personal divisi ini
dengan spesifikasi tugasnya adalah :

Talent Treatment Coord


Mengumpulkan dan menyusun seluruh data yang berkaitan dengan pengisi acara
Menyusun penjadwalan yang berkaitan dengan pengisi acara mulai datang sampai
pulang
Mengawasi dan mendampingi pihak pengisi acara pada persiapan dan hari
pertunjukan
Mengatur administrasi pemesanan akomodasi pengisi sesuai jadwal datang dan
pergi (Check In / Check Out)
Mengalokasikan kebutuhan transportasi pengisi acara sesuai jumlah (termasuk
Manajemen & Crew Artis) dan jadwal yang telah disepakati
Memastikan keberadaan pengisi acara pada waktu dan tempat yang telah ditentukan
(jumpa pers, sound chek, show time dll)
Berkoordinasi langsung dengan pihak Manajemen Artis/ Artis
Berkoordinasi dengan Production manager berkaitan hal teknis & jadwal produksi
yang berhubungan dengan pengisi
Memastikan pengamanan pengisi acara jika di perlukan
Memastikan logistik (meals, refreshment dsb) pengisi acara tercukupi dan tepat pada
waktunya
Bersama Producer merancang sistem dan rute evakuasi darurat untuk antisipasi hal
hal yang tidak diinginkan
Berkoordinasi dengan Producer jika terjadi masalah berkaitan dengan pengisi acara
Dalam tugasnya Talent Treatment Coordinator dibantu oleh

Talent / Artis Security


Mengalokasikan personal pengamanan artis yang diperlukan
Mempelajari sistem keamanan dan bangunan (hotel, venue) yang akan di pakai oleh
pengisi acara
Merancang jalur alternatif pengamanan artis untuk masuk dan keluar baik hotel
maupun venue
Berkoordinasi dengan Transportasi Artis mengenai rute perjalanan yang akan dilalui
artis (antar kota, dalam kota, Hotel-Venue-Hotel)
Memastikan keamanan artis selama diatas panggung (sound chek, show time)
Talent /Artis Transportation
Mengatur penjadwalan transportasi untuk keperluan pengisi acara (termasuk
manajemen, crew, peralatan)
Mengalokasikan kendaraan sesuai kebutuhan antar/jemput kebutuhan pengisi acara
(orang & barang)
Memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan beserta pengemudinya
Memastikan operasional antar jemput pengisi acara sesuai waktunya
Merancang rute tercepat dan teraman dalam memenuhi kebutuhan operasional
Mengumpulkan data alamat dan peta lokasi berkaitan dengan tugas transportasi
Berkoordinasi dengan Talent Treatment coordinator jika timbul masalah dengan
transportasi pengisi acara
Talent / Artis Runners
Mengakomodir pembelanjaan kebutuhan artis (diluar kebutuhan teknis)
Mengenal baik tempat, daerah untuk memenuhi kebutuhan pengisi acara
Membuat penjadwalan belanja kebutuhan artis
Mendampingi artis / Manajemen / crew dalam pembelanjaan kebutuhan
Berkoordinasi dengan Talent Treatment Coord jika timbul masalah berkaitan dengan
pemenuhan kebutuhan belanja artis
Talent / Artis Doctor
Mengumpulkan data artis berkaitan dengan kondisi kesehatannya
Bersiaga untuk keadaan darurat terkait kesehatan artis
Mendampingi artis selama sound chek dan show time
Memberikan pertolongan pertama jika terjadi ganguan kesehatan atau kecelakaan
yang dialami pengisi acara
Berkoordinasi dengan Talent treament Coordinator jika terjadi hal tersebut diatas

IMPRESARIAT

Impresariat adalah bagian yang mengurus segala hal yang berkaitan dengan perijinan
pelaksanaan acara, yang harus dkerjakan adalah mengurus segala surat menyurat,
administrasi serta dokumen perijinan. Impresariat dilengkapi dengan segala data dan
informasi mengenai tempat acara, pengisi acara, tanggal dan jam acara akan dilaksanakan
dan penanggung jawab acara. Impresariat akan berhubungan dengan instansi resmi
pemerintahan termasuk permintaan pengamanan dari pihak yang berwajib (Polisi dsb).
Jika pengisi acara berasal dari luar negeri maka pengurusan ke pihak Imigrasi/Custom,
perijinan kerja artis asing, sensorship dan pajak.

Dalam penyelenggaraan pertunjukan Impresariat akan bertugas antara lain


Mengumpulkan semua data terkait dengan acara (Hari & Jam, tempat & artis)
Mengurus segala hal terkait dengan perijinan pemyelenggaraan acara
Memastikan segala perijinan (surat ijin) selesai pada waktunya
Mengkoordinasikan permintaan tenaga pengamanan dari instasi terkait (Polisi)
Memberikan masukan mengenai rencana pengamanan
Berkoordinasi dengan Producer menyangkut masalah perijinan

TICKETING DIVISION

Ticketing adalah bagian/divisi yang menangani penjadwalan berkaitan dengan tiket, mulai
dari pencetakan, porporasi, pemilihan tiket box (tempat penjualan tiket) system pemesanan,
distribusi sampai penghitungan tiket terjual setelah pertunjukan berakhir guna meastikan
berapa pajak yang harus di bayar, Divisi tiketing antara lain adalah

Ticketing Coordinator
Merencanakan semua yang berkaitan dengan jadwal divisi ticket
Memilih tempat penjualan tiket dan menyelesaikan semua administrasi kerjasama
Mengontrol hasil pemesanan tiket di setiap tiket boxnya
Memberikan petunjuk tertulis kepada tiket box tentang teknis pemesanan dan
mendapatkan tiket acara
Menyiapkan lembar tiket sesuai jumlah pemesanan setiap tiket box
Mengkoordinir penjualan tiket di lokasi acara (jika ada)
Berkoordinasi dengan Ticket Takers Coordinator untuk penghitungan sobekan bukti
tanda masuk penonton
Berkoordinasi dengan producer jika timbul permasalahan berkaitan dengan tiket
Dibantu oleh Ticket Box controller yang tugasnya antara lain:
Mengontrol distribusi tiket ke setiap tiket box
Menjelaskan kesepakatan kerjasama dengan setiap tiket box
Memonitor hasil pemesanan tiket secara berkala
Mengontrol operasional tiket box di lokasi acara
Berkoordinasi dengan Ticketing Coordinator menyangkut permasalahan tiket

PROMOTION DIVISION

Adalah divisi yang menangani seluruh kegiatan promosi suatu event, mulai dari
perencanaan, desain, produksi materi promosi, penempatan, penayangan serta pemasangan
media luar ruang menjadi tanggung jawab bagian ini , selain hal itu promotion manager juga
mengkoordinir jumpa pers yang menjadi bagian dari promosi acara, sedangkan orang yang
mengatur semua ini adalah Promotion Manager dengan tugas

Promotion Manager
Mempersiapkan desain materi publikasi baik, cetak, elektronik maupun luar ruang
Mengkoordinasikan pemasangan / penayangan iklan di media
Mengkoordinir kegiatan jumpa pers
Menentukan media cetak & elektronik yang akan dipakai
Menentukan ukuran dan waktu pemuatan iklan baik cetak maupun elektronik
Menentukan jenis, jumlah serta tempat pemasangan media luar ruang
Memonitor iklan yang telah dipasng atau ditayangkan
Mengawasi pemasangan media promosi luar ruang
Berkoordinasi dengan Produser bila terjadi permasalahan promosi
Dalam melaksanakan tugasnya Promotion manager dibantu oleh Media placement
Coordinator/ Officer yang akan menjalankan fungsi kontrol dan monitor pemasangan iklan di
media luar ruang, dalam proses perencanaan iklan biasanya di bantu oleh Perancang Grafis
(Graphic Designer ) serta tenaga kreatif pembuat jingle dan spot TV

GENERAL INFORMATION

CLIENT

EVENT

THEME

ARTIST

VENUE

SHOWDAY

SHOW TIME

PROD SPEC

GENERAL SCHEDULE

MOU

CONTRACT

PRE PRODUCTION

SURVAY

PRODUCTION

EVENT REPORT

EVALUATION

BUDGET

GENERAL BUDGET

PRE/PROD/POST BUDGET

CASH FLOW

TICKET SALES ESTIMATION

TERM OF PAYMENT
PRODUCTION

SHOW SPECIFICATION

TECHNICAL RIDERS

VENUE DATA

PROD AREA

STAGE AREA

PROD PLAN

DESIGN & CONSTRUCTION

STAGE PLOT

LIGHTING PLOT

STAGE PLAN

TOP ELEVATION

SIDE ELEVATION

FRONT ELEVATION

PROD SCHEDULE

ON THE ROAD

LOAD IN/LOAD OUT

SOUND CHECK/REHEARSEL

SHOW TIME

SHOW RUNDOWN

FRONT OF HOUSE

CITY MAP / VENUE AREA MAPPING

VENUE DATA

VENUE MAP

VENUE FACILITIES

MAN POWER PLAN

FIELD SECURITY PLAN

PROD AREA MAP

AUDIENCE ENTRANCE MAP


PARKING AREA MAP

ADDITIONAL AUDIENCE LIGHT

FOH WORKING SCHEDULE

TALENT TREATMENT

CONTRACT RIDERS

ARTIST TEAM TALENT / MANAGEMENT/ CREW

ARTIST SCHEDULE

ACCOMODATION DATA & ROOM LIST

ARTIST TRANSPORTATION SCHEDULE

ARTIST CONTRACT

ADDITIONAL ARTIST DATA

PROMOTION

PROMOTION PLAN

MEDIA PLAN

PROMOTION SCHEDULE

PROMOTION DESIGN

IMPRESARIAT

EVENT PERMIT

VENUE PERMIT

POLICE PERMIT

CENCORSHIP

TICKETING

TICKET DESIGN

MOU / CONTRACT TICKET BOX

DISTRIBUTION SCHEDULE VOUCHER / TICKET

TICKET BOX CONTROLL SCHEDULE

TICKET BOX SALES FORM

SURVAY & MAPPING


Survay & mapping adalah bagian dari pra produksi, setelah diolah akan berguna bagi
semua divisi, karena hasil survay akan menjadi pedoman rencana kerja di lapangan. Begitu
juga dengan mapping akan menjadi pedoman untuk mengalokasikan area kerja dan
penempatan tenaga kerja, pos, parkir, pemadam, ambulans, area produksi dll. Oleh karena
itu Survay & Mapping diharapkan dapat memberikan informasi keadaan setempat. Survay &
Mapping sangat vital dalam lancarnya suatu rangkaian tur. Dengan rincian tugas sebagai
berikut

SURVAY
Memetakan rute yang ditempuh dari tempat berangkat sampai kota tujuan, beserta
jarak (km) dan waktu tempuh (jam/menit)
Mencatat kondisi jalan/ fasilitas yang ada selama perjalanan (jembatan, trowongan,
pom bensin, bengkel, pos polisi, jembatan timbang dll)
Memetakan rute masuk dari batas kota menuju venue dan hotel (beserta rute
alternatifnya)
Mensurvey keadaan/kondisi venue (outdoors/indoors) persyaratan dan peraturan
pemakaian venue
Pemilihan ticket box (jika tiket dijual)
Agent perekrut tenaga kerja lokal
Instansi pemerintah terkait (polisi, Pemda, pajak, pemadam dll)
Media dan pers local serta kantor perwakilannya (cetak, elektronik)

VENUE MAPPING
Mapping area venue dan sekitarnya, radius 3-5km jalan utama menuju venue dan
jalan alternatif lainnya
Mapping tempat umum disekitar venue (terminal, pertokoan, perkantoran, bank,
tempat ibadah, pom bensin dll)
Mapping tempat penting di sekitar venue (Rumah sakit, kantor polisi, pemadam dsb)
Mapping alokasi area parkir di venue (produksi, keamanan, ambulans, pemadam,
penonton, EO)
Mapping arus masuk penonton ke venue dan keluar dari venue
Mapping arah lalulintas di sekitar venue dan alternatif arah pada hari pertunjukan
Mapping pintu yang akan dipergunakan selama persiapan sampai selesai (produksi,
keamanan, artis, EO dsb)
Mapping alokasi penempatan sarana penunjang acara di venue (posko keamanan,
PPPK, prod office, information desk, venue ticket box, engginering room, toilet, dress room,
dll)
Mapping ring pengamanan (min 3 ring) beserta jumlah tenaga dan area vital yang
harus di jaga
Mapping penempatan tenaga kerja FOH, beserta jumlah yang diperlukan
Mapping titik pemasangan signboard, penunjuk arah, pintu masuk dsb
Mapping titik penambahan penerangan venue disesuaikan dengan acara
Mapping penempatan media promosi beserta jumlah dan jenisnya
Mapping rute evakuasi keluar venue untuk keadaan darurat
Cantumkan arah mata angin (U/Utara) pada setiap peta

TICKET BOX
Data Tiket box (Alamat, tel&Fax, email, HP, Kontak)
Petugas yang bertanggung jawab mengontrol
Alokasi distribusi tiket setiap pertunjukan (alokasi setiap pertunjukan/ tiket box)
Jadwal pendistribusian dan pengumpulan hasil penjualan
Jadwal peredaran tiket setiap pertunjukan

PROMOSI LOKAL
Jadwal promosi terkait jadwal acara
Titik penempatan media promosi luar ruang (baliho, spanduk, banner dsb)
Radio network yang menjadi partner media promosi
Koran & Majalah yang menjadi partner media promosi
Koordinator wartawan media peliput
Jadwal promosi berkaitan dengan pers/media (press release, konfrensi pers dsb)
Kesepakatan barter promosi dengan media/sponsor local

REKRUTMEN STAFF & CREW LOKAL


Identifikasi agensi tenaga kerja pertunjukan/ pagelaran setempat
Data staff & crew yang akan bekerja
Tugas dan tanggung jawab tenaga kerja lokal (job des)
Jadwal perekrutan, pengarahan, orientasi lapangan dan jadwal mulai bertugas
Jumlah tenaga kerja dan standard bayaran yang diterima

ORGANISER BASE CAMP


Data Base Camp (Alamat, no tel/fax, email, kotntak)
Data staff atau crew local yang membantu di base camp
Jadwal Operasional base camp (kontrak & lama pemakaian tempat)
Fasilitas yang disediakan oleh base camp(tel, listrik, ruang dll)

GOVERNMENT
Kontak penanggung jawab perijinan local (nama, alamat, telefon/HP)
Jadwal pengajuan permohonan perijinan, masa berlaku surat ijin dll
Persaratan perijinan local (biasanya tercantum bersama perijinan pusat)
Kontak penanggung jawab dinas perpajakan dan porporasi tiket
Prosedur pemerintah daerah menyangkut perijinan
Prosedur permohonan pengerahan pengamanan local

INFORMASI UMUM
Geografi kota yang dituju
Demografi penduduk kota yang dituju
Populasi penduduk kota yang dituju
Informasi & peta provinsi serta kota yang dituju
Informasi kusus lainnya yang menyangkut kota yang dituju