Anda di halaman 1dari 10

Portofolio : Mola Hidatidosa1

No. ID dan Nama Peserta : dr. Sigit Dwi Pramono


No. ID dan Nama Wahana: BLUD-RSUD Haji Padjonga Dg. Ngalle Kab.Takalar
Topik: Mola Hidatidosa
Tanggal (kasus) :
Nama Pasien : Ny. M No. RM: 211046
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 45 tahun

Tanggal presentasi : 25/08/2016 Pendamping:

dr. Vitalis
Tempat presentasi: Ruang Pertemuan BLUD-RSUD Haji Padjonga Dg. Ngalle Kab.Takalar
Obyek presentasi :
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil


Deskripsi:
Ibu hamil usia 45 tahun G7P6A0 dengan usia kehamilan 24 minggu.
Gerakan janin tidak dirasakan dari awal kehamilan sampai sekarang.
Nyeri perut disertai mual (+) muntah (+).
Riwayat pelepasan darah dari jalan lahir (+).

Tujuan: : Menegakkan diagnosis Sirosis Hepatis Dekompensata dan Penatalaksanaannya


Bahan Tinjauan Riset Kasus Audit
bahasan: pustaka
Cara Diskusi Presentasi dan E-mail Pos
membahas: diskusi

Data Pasien: Nama: Ny.M No.Registrasi: 211046


Nama Klinik: RSUD H. Padjonga Dg.Ngalle Terdaftar sejak: 24-06-2016
Data utama untuk bahan diskusi:
Portofolio : Mola Hidatidosa2

Diagnosis/ Gambaran Klinis :


Seorang Ibu hamil usia 45 tahun G7P6A0 dengan usia kehamilan 24 minggu masuk RS dengan
keluhan tidak merasakan gerakan janin sejak awal kehamilan sampai saat ini. Nyeri perut
disertai mual (+) muntah (+). Riwayat pelepasan darah dari jalan lahir (+).

Status Generalisata : Sakit sedang/gizi kurang/kompos mentis


Status Vitalis:
TD : 120/80mmhg N: 84x/mnt, reguler, kuat angkat
P : 20x/mnt tipe thoracoabdominal S: 36,50C
Pemeriksaan Fisis
Status lokalis:
Kepala : konjungtiva anemis : -/-
Sklera Ikterus : -/-
Bibir Sianosis :-

Leher : Nyeri Tekan :-


Massa tumor :-
Pembesaran KGB :-
Paru-Paru
Inspeksi : Simetris kiri=kanan
Palpasi : MT(-), NT(-), VF kanan = kiri
Perkusi : Sonor kanan = kiri
Auskultasi : BP: vesikulerr, Rh -/-, Wheezing -/-
Cor
Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
Palpasi : iktus kordis teraba di ICS-V linea midclavikularis
Perkusi : Batas-batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni reguler, murmur (-)
Abdomen : (Status Ginekologi)
Inspeksi: abdomen tampak mengalami pembesaran, tidak ada tanda-tanda
peradangan, bekas operasi (-).
Palpasi: teraba tinggi fundus 2 jari di atas umbilikus, balotement (-), tidak teraba bagian
janin, nyeri tekan (+)
Inspekulo: porsio ukuran normal, tampak licin, erosi (-), tampak jaringan mola, stolsel
(+), perdarahan aktif (-), massa (-), peradangan (-)
Pemeriksaan Dalam: dinding vagina normal, massa (-), porsio licin, (+), teraba
Portofolio : Mola Hidatidosa3

jaringan (+), nyeri goyang porsio (-), Adneksa Parametrium Cavum Douglass dextra et
sinistra dbn, korpus uteri antefleksi, lunak.
Ekstremitas: Edema pretibial -/-, ikterus (-)

Pemeriksaan Lanjutan
Laboratorium : WBC 6.200/uL, HGB 12.1 g/dL, PLT 240.000/uL, Plano Test (+)
USG Obstetri: Gambaran snow storm appearance kesan molahidatidosa
Riwayat Pengobatan
Pasien belum pernah berobat sebelumnya.

Riwayat kesehatan/ penyakit :


Tidak ada.

Riwayat Keluarga
Riwayat keluhan atau penyakit yang sama pada keluarga tidak ada

Riwayat Pekerjaan
Tidak ada.

Lain-lain
Tidak ada.

Daftar Pustaka
1. Cunninngham. F.G. dkk. 2006. Mola Hidatidosa Penyakit Trofoblastik Gestasional Obstetri
Williams. Edisi 21. Vol 2. EGC: Jakarta.Sumapraja S, Martaadisoebrata D. 2005. Penyakit
Serta Kelainan Plasenta dan Selaput Janin, dalam: Ilmu Kebidanan, Edisi ketiga, Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo: Jakarta
2. Hacker, N.F., Moore, J.G. 2001. Neoplasia Trofoblast Gestasi, dalam: Esensial Obstetri dan
Ginekologi, Edisi 2. Hipokrates : Jakarta
3. John T. 2006. Gestational Throphoblastic Disease. The American College of Obstetricians
and Gynecologists. Lippincott Williams & Wilkins. Diakses dari http://www.utilis.net/Morning
%20Topics/Gynecology/GTN.PDF , pada 25 Oktober 2012
Portofolio : Mola Hidatidosa4

4. Manuaba I.B.G.F, Manuaba, I.D.C. 2007. Penyakit Trofoblas, dalam: Pengantar Kuliah
Obstetri. EGC: Jakarta
5. Mochtar, R. 1998. Penyakit Trofoblast, dalam Sinopsis Obstetri, Jilid I, Edisi kedua. EGC:
Jakarta
6. Prawirohadjo S, Wiknjosastro H. 2009. Mola Hidatidosa. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohadjo: Jakarta

Rangkuman hasil pembelajaran portofolio:

1. Subyektif:
Seorang Ibu hamil usia 45 tahun G7P6A0 dengan usia kehamilan 24 minggu masuk RS dengan
keluhan tidak merasakan gerakan janin sejak awal kehamilan sampai saat ini. Nyeri perut
disertai mual (+) muntah (+). Riwayat pelepasan darah dari jalan lahir (+).
2. Obyektif:
Status Generalisata : Sakit sedang/gizi kurang/kompos mentis
Status Vitalis:
TD : 120/80mmhg N: 84x/mnt, reguler, kuat angkat
P : 20x/mnt tipe thoracoabdominal S: 36,50C
Pemeriksaan Fisis
Status lokalis:
Kepala : konjungtiva anemis : -/-
Sklera Ikterus : -/-
Bibir Sianosis :-
Leher : Nyeri Tekan :-
Massa tumor :-
Pembesaran KGB :-
Paru-Paru
Inspeksi : Simetris kiri=kanan
Palpasi : MT(-), NT(-), VF kanan = kiri
Perkusi : Sonor kanan = kiri
Auskultasi : BP: vesikulerr, Rh -/-, Wheezing -/-
Cor
Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
Palpasi : iktus kordis teraba di ICS-V linea midclavikularis
Perkusi : Batas-batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni reguler, murmur (-)
Abdomen : (Status Ginekologi)
Portofolio : Mola Hidatidosa5

Inspeksi: abdomen tampak mengalami pembesaran, tidak ada tanda-tanda


peradangan, bekas operasi (-).
Palpasi: teraba tinggi fundus 2 jari di atas umbilikus, balotement (-), tidak teraba bagian
janin, nyeri tekan (+)
Inspekulo: porsio ukuran normal, tampak licin, erosi (-), tampak jaringan mola, stolsel (+),
perdarahan aktif (-), massa (-), peradangan (-)
Pemeriksaan Dalam: dinding vagina normal, massa (-), porsio licin, (+), teraba
jaringan (+), nyeri goyang porsio (-), Adneksa Parametrium Cavum Douglass dextra et
sinistra dbn, korpus uteri antefleksi, lunak.
Ekstremitas: Edema pretibial -/-, ikterus (-),
Pemeriksaan Lanjutan
Laboratorium : WBC 6.200/uL, HGB 12.1 g/dL, PLT 240.000/uL, Plano Test (+)
USG Obstetri: Gambaran snow storm appearance kesan molahidatidosa
3. Assessment (penalaran klinis) :
Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal, dengan ciri-ciri stoma villus korialis langka,
vaskularisasi dan edematus. Janin biasanya meninggal akan tetapi villus-villus yang membesar
dan edematus itu hidup dan tumbuh terus, gambaran yang diberikan adalah sebagai segugus
buah anggur.
Mola dapat mengandung janin (mola parsial) atau tidak terdapat janin di dalamnya (mola
komplit). Penyebab mola hidatidosa tidak diketahui, faktor faktor yang dapat menyebabkan
antara lain, faktor ovum, imunoselektif dari tropoblast, keadaan sosioekonomi yang rendah,
paritas tinggi, kekurangan protein, infeksi virus dan factor kromosom yang belum jelas.
Pada kasus ini, faktor resiko terjadinya kehamilan mola kemungkinan dikarenakan keadaan
sosioekonomi yang rendah, sehingga kekurangan asupan protein dan asam folat. Serta faktor
kehamilan di usia tua dan multigravida. Kemungkinan penyebab lain masih belum dapat
diidentifikasi.
Menurut Sarwono, 2010, Patofisiologi dari kehamilan mola hidatidosa yaitu karena tidak
sempurnanya peredaran darah fetus, yang terjadi pada sel telur patologik yaitu : hasil
pembuahan dimana embrionya mati pada umur kehamilan 3 5 minggu dan karena pembuluh
darah villi tidak berfungsi maka terjadi penimbunan cairan di dalam jaringan mesenkim villi.

Tabel 1.1. Perbandingan bentuk mola hidatidosa

Gambaran Mola Komplit Mola Parsial


Portofolio : Mola Hidatidosa6

Kariotipe 46,XX atau 46,XY Umumnya 69,XXX


atau 69,XXY (tripoid)

Patologi

Edema villus Difus Bervariasi,fokal

Proliferasi trofoblastik Bervariasi, ringan s/d berat Bervariasi, fokal,


ringan s/d sedang

Janin Tidak ada Sering dijumpai

Amnion, sel darah Tidak ada Sering dijumpai


merah janin

Gambaran klinis

Diagnosis Gestasi mola Missed abortion

Ukuran uterus 50% besar untuk masa Kecil untuk masa


kehamilan kehamilan

Kista teka-lutein 25-30% Jarang

Penyulit medis Sering jarang

Penyakit pascamola 20% <5-10%

Kadar hCG Tinggi Rendah tinggi

Tanda dan gejala kehamilan dini didapatkan pada mola hidatidosa. Kecurigaaan
Portofolio : Mola Hidatidosa7

biasanya terjadi pada minggu ke 14 - 16 dimana ukuran rahim lebih besar dari kehamilan
biasa, pembesaran rahim yang terkadang diikuti perdarahan, dan bercak berwarna merah
darah beserta keluarnya materi seperti anggur pada pakaian dalam.
1. Terdapat tanda-tanda kehamilan. Mual dan muntah yang parah yang menyebabkan 10%
pasien masuk RS
2. Perdarahan uterus merupakan gejala yang mencolok dan bervariasi mulai dari spoting
sampai perdarahan yang banyak.
3. Meskipun uterus cukup membesar mencapai bagian atas sympisis, secara khas tidak
akan ditemukan aktivitas janin, sekalipun dilakukan test dengan alat yang sensitive
sekalipun.
4. Pembesaran rahim yang tidak sesuai dengan usia kehamilan (lebih besar).
5. Kadang-kadang terjadi ekspulsi spontan yaitu gelembung-gelembung hidatidosa sudah
keluar sebelum mola tersebut keluar spontan atau dikosongkan dari dalam uterus lewat
tindakan.
6. Gejala gejala hipertitoidisme seperti intoleransi panas, gugup, penurunan BB yang
tidak dapat dijelaskan, tangan gemetar dan berkeringat, kulit lembab
7. Gejala gejala pre-eklampsi seperti pembengkakan pada kaki dan tungkai, peningkatan
tekanan darah, proteinuria (terdapat protein pada air seni)
Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis antara lain:
1. Pemeriksaan laboratorium
a. Pemeriksaan kadar -hCG
b. Pemeriksaan hormone T3/T4
2. Pemeriksaan radiologi
a. USG Abdomen: ditemukan gambaran snow storm atau gambaran seperti badai
salju.
b. Plain foto abdomen-pelvis: tidak ditemukan tulang janin.
4. Plan
Pengobatan definitif pada pasien dengan mola hidatidosa ialah dengan mengeluarkan jaringan
molahidatidosa yang terdapat di dalam rahim.
1. Evakuasi
a. Perbaiki keadaan umum.
Bila mola sudah keluar spontan dilakukan kuret atau kuret isap
Bila Kanalis servikalis belum terbuka dipasang laminaria dan 12 jam
kemudian dilakukan kuret.
b. Memberikan obat-obatan Antibiotik, uterotonika dan perbaiki keadaan umum
penderita.
c. 7-10 hari setelah kerokan pertama, dilakukan kerokan ke dua untuk membersihkan
sisa-sisa jaringan.
Portofolio : Mola Hidatidosa8

d. Histeriktomi total dilakukan pada mola resiko tinggi usia lebih dari 30 tahun, Paritas 4
atau lebih, dan uterus yang sangat besar yaitu setinggi pusat atau lebih
2. Pengawasan Lanjutan
Ibu dianjurkan untuk tidak hamil dan dianjurkan memakai kontrasepsi oral pil.
Mematuhi jadwal periksa ulang selama 2-3 tahun :
o Setiap minggu pada Triwulan pertama
o Setiap 2 minggu pada Triwulan kedua
o Setiap bulan pada 6 bulan berikutnya
o Setiap 2 bulan pada tahun berikutnya, dan selanjutnya setiap 3 bulan.
Setiap pemeriksaan ulang perlu diperhatikan :
a. Gejala Klinis : Keadaan umum, perdarahan
b. Pemeriksaan dalam :
o Keadaan Serviks
o Uterus bertambah kecil atau tidak
c. Laboratorium
Reaksi biologis dan imunologis :
o 1x seminggu sampai hasil negatif
o 1x2 minggu selama Triwulan selanjutnya
o 1x sebulan dalam 6 bulan selanjutnya
o 1x3 bulan selama tahun berikutnya
o Kalau hasil reaksi titer masih (+) maka harus dicurigai adanya keganasan
3. Sitostatika Profilaksis
Metotreksat 3x 5 mg selama 5 hari.
Portofolio : Mola Hidatidosa9

Gambar 1. Skema tatalaksana mola hidatidosa

Prognosis dari molahidatidosa di negara maju hampir tidak ada kematian karena mola hidatidosa,
mortalitas akibat mola hidatidosa ini mulai berkurang oleh karena diagnosis yang lebih dini dan
terapi yang tepat. Akan tetapi di negara berkembang kematian akibat mola masih cukup tinggi
yaitu berkisar antara 2,2% dan 5,7%. Kematian pada mola hodatidosa biasanya disebabkan oleh
karena perdarahan, infeksi, eklamsia, payah jantung dan tirotoksikosis.
Takalar, 12 Juli 2016

Peserta Pendamping
Portofolio : Mola Hidatidosa10

dr. Sigit Dwi Pramono dr. Vitalis