Anda di halaman 1dari 4

RESUME KOMUNIKASI DATA

1. Masalah Keamanan Data


Data adalah bahan baku informasi, didefinisikan sebagai kelompok
teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, tindakan, benda, dan
sebagainya. Data terbentuk dari karakter, dapat berupa alfabet, angka,
maupun simbol khusus seperti *, $ dan /. Data disusun untuk diolah dalam
bentuk struktur data, struktur file, dan basis data.
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang
lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-
kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan
suatu keputusan.
Sedangkan Aman juga sering diartikan dengan istilah free from danger
yang artinya bebas dari ancaman bahaya.
Menurut Harold F. Tipton, Keamanan biasanya digambarkan sebagai
kebebasan dari bahaya atau sebagai kondisi keselamatan. Keamanan
komputer, secara rinci adalah perlindungan data di dalam suatu sistem
melawan terhadap otorisasi tidak sah, modifikasi, atau perusakan dan
perlindungan sistem komputer terhadap penggunaan tidak sah atau
modifikasi.
Jadi Keamanan informasi adalah cabang studi dari teknologi informasi
yang mengkhususkan diri untuk mempelajari metode dan teknik untuk
melindungi informasi dan sistem informasi dari akses, penggunaan,
penyebaran, perusakan, perubahan, dan penghancuran tanpa otorisasi yang
sah.
Ada empat aspek utama dalam keamanan data dan informasi.
1. Privacy/Confidentiality yaitu usaha menjaga data informasi dari orang yang
tidak berhak mengakses (memastikan bahwa data atau informasi pribadi kita
tetap pribadi).
2. Integrity yaitu usaha untuk menjaga data atau informasi tidak diubah oleh
yang tidak berhak.
3. Authentication yaitu usaha atau metoda untuk mengetahui keaslian dari
informasi, misalnya apakah informasi yang dikirim dibuka oleh orang yang
benar (asli) atau layanan dari server yang diberikan benar berasal dari server
yang dimaksud.
4. Availability berhubungan dengan ketersediaan sistem dan data (informasi)
ketika dibutuhkan.

Bagian-bagian keamanan yang ada pada Data Center mengacu pada


empat aspek dasar keamanan yang disebutkan sebelumnya.
Elemen Keamanan Data dan Informasi Yaitu :
Keamanan informasi harus sejalan dengan misi organisasi
Keamanan informasi merupakan bagian integral dari praktik manajemen
yang baik
Keamanan informasi harus efektif dalam hal harga
Tanggung jawab dan kewenangan keamanan informasi harus dijelaskan
secara eksplisit
Pemilik sistem memiliki tanggung jawab keamanan diluar organisasinya
Keamanan informasi memerlukan pendekatan yang komprehensif dan
terintegrasi
Keamanan informasi harus dievaluasi ulang secara periodik
Keamanan informasi dibatasi oleh faktor sosial

2. Perbedaan Hacker & Cracker


Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang
memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi
cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system
dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari
system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak
yang lainnya.

Hacker :
1. Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs.
Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi
situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker
melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang
hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan
system yang ia masuki.
2. Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang
berguna bagi siapa saja.
3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius
atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
4. Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak
pemahaman tentang sistem operasi.
Cracker :
1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan
bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia
contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening
Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
3. Mempunyai website atau channel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-
orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
4. Mempunyai IP address yang tidak bisa dilacak.
5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit,
kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan.
Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak
bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus klikBCA.com yang paling hangat
dibicarakan beberapa waktu yang lalu.

3. Resiko Pengiriman Data


Pengiriman data dalam suatu jaringan komputer tidak terlepas dari berbagai
permasalahan yang bisa saja terjadi. Ini karena, sebelum data yang kita kirim
sampai ke tempat tujuan maka akan melewati serangkaian proses terlebih
dahulu. Data yang sedang dalam proses pentransmisian data pada suatu
jaringan pada dasarnya memiliki tingkat keamanan yang rendah. Jadi data
tersebut sangat rentan dibobol atau disusupi oleh pihak lain.

Tindakan pembobolan (hacking) itu sangat merugikan bagi kita, apalagi jika
data yang dikirim merupakan data penting atau data yang sangat rahasia.
Mereka bisa saja memanfaatkan data kita untuk melakukan tindakan yang
tidak bertanggung jawab tanpa memikirkan hal tersebut bisa saja merugikan
orang lain, bahkan diri kita sendiri.

Seiring dengan berbagai tindak kejahatan yang terjadi dengan memanfaatkan


kelemahan pada suatu jaringan. Juga berkembang beberapa teknik
pengamanan yang bisa digunakan untuk meminimalisir resiko terjadinya
kejahatan tersebut. Seperti yang dijelaskan dalam suatu penelitian, bahwa
tidak ada suatu jaringan yang benar-benar aman, teknologi yang ada dibuat
hanya untuk mengurangi resiko kejahatan yang bisa saja terjadi.

Jadi, dengan meningkatkan sistem keamanan data pada jaringan komputer,


kita dapat berupaya mempersulit para hacker atau cracker di saat mencoba
membobol atau merusak sistem jaringan kita, sehingga mereka tidak bisa
dengan mudahnya melakukan tindakan yang dapat merugikan.

4. Strategi Pengiriman Data


Akses terhadap data disuatu lokasi tidak lagi bergantung pada di mana lokasi
tersebut berada. Saat in komunikasi satelit menggantikan saluan
telekomnikasi kabel dan erat optik. Kelihatannya strategi telekomunikasi dan
jaringan merupakan kunci sukses dalam membangun sistem informasi
akuntansi yang andal. Sistem informasi akuntansi suatu perusahaan saat ini
sangat bergantung sekali pada telekomunikasi seperti pengolahan data secara
online.
Kebutuhan manusia terhadap informasi baik secara individu ataupun di
sebuah lingkungan organisasi terus meningkat. Informasi yang lengkap dan
akurat memberikan pengetahuan untuk memecahkan berbagai macam
masalah yang dihadapi. Teknologi komunikasi memungkinkan pengiriman
data dari satu tempat ke tempat lainnya, adapun pentinya pengiriman data
dari satu tempat ke tempat lain dikarenakan:
Transaksi yang terjadi berbeda lokasi dengan tempat pengolahan datanya,
Kadang-kadang lebih efesien atau lebih murah untuk mengirim data dengan
menggunakan teknologi informasi dibandingkan dengan cara terdahulu.
Suatu organisasi memiliki berberapa pengolahan data, ada kalanya satu
pengolahan data berada dalam status sibuk maka data dibagi ke pengolahan
data lainnya.
Alat-alat yang mahal seperti halnya alat pencetak grafik, printer
berkecepatan tinggi, cukup satu lokasi saja sehingga akan lebih hemat.
Pengiriman data dengan menggunakan komputer di lakukan dengan
menggunakan sistem transmisi elektronik, biasanya disebut dengan istilah
komunikasi data (data communication).
Transmisi Data
Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari sumber ke penerima
data dengan menggunakan komputer ataupun media elektronik lainnya.
Dimana sumber sebagai awal proses transmisi dengan menggunakan media
transmisi yang dapat berupa kabel, dan radiasi elektronik kepada alat
elektronik lain yang berfungsi sebagai penerima. Media transmisi ini
berfungsi sebagai jalur transmisi dari data yang dikirimkan. Terkait media
transmisi yang tersedia saat ini adalah dengan menggunakan media kabel,
dan radiasi elektromagnetik.

5. Konsep Dasar Kriptografi


Kriptografi
Adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied
Cryptography].
Enkripsi dan dekripsi merupakan fungsi yang memetakan elemen elemen antara
kedua himpunan tersebut.

A. Enkripsi
Adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi bentuk
yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan
algoritma tertentu.

B. Dekripsi
Adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut
menjadi informasi awal.