Anda di halaman 1dari 22
PAKET 1 TRY OUT OLIMPIADE SAINS KIMIA TINGKAT KOTA 1. Sampel senyawa logam karbonat (LCO

PAKET 1 TRY OUT OLIMPIADE SAINS KIMIA TINGKAT KOTA

1. Sampel senyawa logam karbonat (LCO 3 ) yang memiliki massa 1,871 gram dipanaskan sehingga membentuk oksida logamnya dan 0,656 gram karbondioksida. Reaksi pemanasan tersebut adalah sebagai berikut:

LCO 3 (s) LO (s) + CO 2 (g)

Tentukan identitas dari logam tersebut

a. Ca

b. Mn

c. Ni

d. Zn

e. Cu

2. Terdapat senyawa garam rangkap ammonium besi(II) sulfat, (NH 4 ) 2 (Fe)(SO 4 ) 2 ·6H 2 O, Ammonium

cobalt(II)

Asumsikan senyawa-senyawa di atas mengion secara sempurna dalam air. Pernyataan di

bawah ini yang tepat adalah:

a. Bilangan oksidasi nikel dalam ammonium nikel sulfat adalah +4

b. Larutan ammonium nikel sulfat memiliki daya hantar listrik paling besar

c. Ammonium besi(II) sulfat akan bersifat basa di dalam air

d. Dengan konsentrasi yang sama, larutan ammonium besi(II) sulfat dapat menghantarkan listrik sama baiknya dengan larutan ammonium nikel sulfat

e. Semua jawaban salah

sulfat, (NH 4 ) 2 Ni 2 (SO 4 ) 4 .6H 2 O

sulfat,

(NH 4 ) 2 Co(SO 4 ) 2 .6H 2 O,

dan

ammonium

nikel

3. Di bawah ini yang merupakan reaksi reduksi oksidasi adalah:

a. AgNO 3 (s) Ag + (aq) + NO 3 - (aq)

b. BaO (s) + H 2 O (l) Ba(OH) 2 (aq)

c. CaO (s) + SO 3 (g) CaSO 4 (s)

d. HCl (aq) + NaOH (aq) H 2 O (l) + NaCl (aq)

e. HBr (aq) + Mg (s) MgBr 2 (aq) + H 2 (g)

4. Magnetite (Fe 3 O 4 , Mr = 232 g/mol) dapat direduksi menjadi besi dengan cara memanaskannya

bersama karbon monoksida dengan reaksi belum setara berikut:

Fe 3 O 4 + CO Fe + CO 2 Berapa massa magnetite yang diperlukan untuk memperoleh 5,0 kg besi jika mengasumsikan proses tersebut efisiensinya hanya 88%

a. 6,1 kg

b. 6,9 kg

c. 7,9 kg

d. 18 kg

e. 29 kg

5. Dari molekul-molekul berikut, manakah yang paling sukar larut dalam air?

a. 1-pentanol

b. Etanol

c. Metanol

d. 1-propanol

e. 2-propanol

6. Di antara gas berikut pada suhu 621 o C dan 1,50 atm, manakah yang memiliki densitas (kerapatan) yang sama dengan gas oksigen pada suhu dan tekanan ruang (RTP)?

a. N 2

b.

NH 3

b. NH 3 c. SO d. SO e. CH 2 3 3 CH 3 7. Salah

c. SO

d. SO

e. CH

2

3

3 CH 3

7. Salah satu struktur di bawah ini menggambarkan MgO dan yang lainnya menggambarkan NaCl.

Manakah struktur yang menggambarkan MgO, dan mana struktur yang menggambarkan NaCl? Manakah padatan yang memiliki energi kisi yang lebih besar, MgO atau NaCl?

yang memiliki energi kisi yang lebih besar, MgO atau NaCl? a. (a)=MgO, (b)=NaCl, MgO memiliki energi

a. (a)=MgO, (b)=NaCl, MgO memiliki energi kisi yang lebih tinggi

b. (a)=MgO, (b)=NaCl, NaCl memiliki energi kisi yang lebih tinggi

c. (a)=NaCl, (b)=MgO, MgO memiliki energi kisi yang lebih tinggi

d. (a)=NaCl, (b)=MgO, NaCl memiliki energi kisi yang lebih tinggi

e. (a)=NaCl, (b)=MgO, Energi kisi tidak dapat ditentukan dari informasi yang disediakan

8. Apakah hibridisasi karbon yang ditunjuk di bawah ini?

a. sp

b. sp

c. sp

d. sp 3 d

e. sp 3 d 2

2

3

ini? a. sp b. sp c. sp d. sp 3 d e. sp 3 d 2

9. Perhatikan struktur Lewis anion sianat berikut ini:

2 2 3 9. Perhatikan struktur Lewis anion sianat berikut ini: Secara berurutan, muatan formal O,

Secara berurutan, muatan formal O, C, dan N adalah

a. 0, 0, 0

b. -1, +1, -1

c. -1, 0, 0

d. +1, 0, -2

e. 0, -2, +1

10. Dari reaksi-reaksi di bawah ini, manakah yang menghasilkan energi paling banyak?

a. Mg 2+ (g) + e -

Mg + (g)

b. Mg + (g) + e -

Mg (g)

c. Na 2+ (g) + e Na + (g)

d. Na + (g) + e Na (g)

e. Tidak ada reaksi tersebut yang menghasilkan energi

11. Dari larutan-larutan (semuanya memiliki konsentrasi 0,1 M) berikut, manakah yang perubahan titik bekunya paling kecil relatif terhadap air murni?

a. Larutan CH 3 COOH

b. Larutan HCl

c.

Larutan KNO 3

c. Larutan KNO 3 d. Larutan AlCl 3 e. Larutan CaCl 2 12. Cinnamaldehyde (C 9

d. Larutan AlCl 3

e. Larutan CaCl 2

12. Cinnamaldehyde (C 9 H 8 O) adalah zat bau dari minyak kayu manis (cinnamon oil), yang struktur

nya diberikan sebagai berikut:

cinnamon oil ), yang struktur nya diberikan sebagai berikut: Berapa banyak ikatan sigma ( σ )

Berapa banyak ikatan sigma (σ) dan ikatan pi (π) pada molekul cinnamaldehyde?

a. 23 ikatan σ; 0 ikatan π

b. 16 ikatan σ; 7 ikatan π

c. 18 ikatan σ; 5 ikatan π

d. 16 ikatan σ; 5 ikatan π

e. 18 ikatan σ; 7 ikatan π

13. Di antara molekul berikut, manakah yang punya kekuatan ikatan kovalen paling besar?

a. F 2

b. O

c. N

d. HF

e. HCl

2

2

14. Dari pilihan di bawah ini, manakah yang memiliki reaksi total yang sama dengan reaksi elektrolisis asam sulfat dalam air?

a. Elektrolisis air

b. Elektrolisis larutan HCl dalam air

c. Elekrolisis larutan NaCl dalam air

d. Elektrolisis lelehan NaCl

e. Semua jawaban di atas benar

15. Perhatikan proses reaksi berikut ini:

2 A→ ½ B + C 3/2 B + 4 C → 2 A + C + 3 D E + 4 A → C Hitunglah ΔH untuk reaksi : C → E + 3D

a. 0 kJ/mol

b. 10 kJ/mol

c. -10 kJ/mol

d. -20 kJ/mol

e. 20 kJ/mol

ΔH = 5 kJ/mol ΔH = -15 kJ/mol ΔH = 10 kJ/mol

16. Perhatikan reaksi berikut dan perubahan entalpinya:

N 2 (g) + 2O 2 (g) 2NO 2 (g) ΔH reaksi > 0 Bagaimana pengaturan suhu yang tepat agar reaksi di atas menjadi spontan pada tekanan standar?

a. Menurunkan suhu serendah mungkin

b. Meningkatkan suhu setinggi mungkin c. Reaksi tersebut akan selalu spontan pada setiap suhu d.

b. Meningkatkan suhu setinggi mungkin

c. Reaksi tersebut akan selalu spontan pada setiap suhu

d. Reaksi tersebut akan selalu tidak spontan pada setiap suhu

e. Tidak dapat ditentukan karena informasi pada reaksi tersebut kurang lengkap

17. Tentukan nilai konstanta kesetimbangan reaksi berikut:

17. Tentukan nilai konstanta kesetimbangan reaksi berikut: bila diketahui beberapa reaksi dan konstanta

bila diketahui beberapa reaksi dan konstanta kesetimbangannya.

diketahui beberapa reaksi dan konstanta kesetimbangannya. a. 1,2 x 10 - 8 b. 6,4 x 10

a. 1,2 x 10 -8

b. 6,4 x 10 6

c. 1,2 x 10 6

d. 8,1 x 10 7

e. 3,8 x 10 15

18. pH dari larutan Fe(OH) 2 jenuh adalah 8,67. Berapakah K sp dari Fe(OH) 2 ?

a. 5x10

b. 1x10

c. 2x10

d. 5x10

e. 2x10

-6

-16

-11

-17

-6

19. Sebuah larutan asam larutan asam lemah dengan konsentrasi 0,050 M ternyata terionisasi

sebanyak 1,0%. Berapa nilai K a nya?

a. 2,5 x 10 -7

b. 5,0 x 10 -6

c. 5,0 x 10 -4

d. 5,0 x 10 -2

e. 5,0 x 10 -1

20. Terdapat sebuah reaksi isomerisasi siklopropana sebagai berikut:

sebuah reaksi isomerisasi siklopropana sebagai berikut: Reaksi tersebut bersifat endotermik dan semua zat dalam

Reaksi tersebut bersifat endotermik dan semua zat dalam wujud gas. Dengan perlakuan berikut:

I. Meningkatkan suhu reaksi

II. Meningkatkan tekanan eksternal

III. Menambah gas inert seperti Helium atau Xenon

manakah yang akan memperbanyak

a. Hanya I

b. Hanya II

c. Hanya III

d. I dan II

e. Tidak ada

a. Hanya I b. Hanya II c. Hanya III d. I dan II e. Tidak ada

pada kesetimbangan?

21. Untuk reaksi pada soal nomor 20, apa hubungan antara tetapan kesetimbangan Kc dengan Kp?

a. Kc = Kp x RT

c.

Kc = Kp

c. Kc = Kp d. Kc = Kp x (RT) - 1 e. Kc = Kp

d. Kc = Kp x (RT) -1

e. Kc = Kp x (RT) -2

22. Sebuah reaksi AB mempunyai hukum laju r = k [A]. Jika reaksinya telah berjalan sebanyak

40,0% setelah 50,0 menit, berapa nilai k?

a. 8,00 x 10 -3 menit -1

b. 1,02 x 10 -2 menit -1

c. 1,39 x 10 -2 menit -1

d. 1,83 x 10 -2 menit -1

e. 5,67 x 10 -2 menit -1

23. CO dapat bereaksi dengan NO 2 untuk membentuk CO 2 dan NO, dengan hukum laju:

r = k [CO 2 ] [NO 2 ]

Satuan dari konstanta laju (k) adalah

a. mol. L -1 . menit -1

b. mol -1 . L. menit -1

c. mol 2 . L -2 . menit -1

d. mol -2 . L 2 . menit -1

e. menit -1

24. Struktur Lewis sikloheksana diberikan sebagai berikut:

1 24. Struktur Lewis sikloheksana diberikan sebagai berikut: Di bawah ini pernyataan yang benar adalah: a.

Di bawah ini pernyataan yang benar adalah:

a. Sikloheksana adalah isomer dari heksana

b. Geometri cincin sikloheksana tidak datar

c. Sudut yang dibentuk oleh setiap ikatan C-C-C adalah sekitar 109,5 o

d. Sikloheksana adalah isomer dari 2,3-heksadiena

e. Dapat mengalami reaksi hidrogenasi

25. Senyawa 2-metil-2-butanol, dapat dibuat melalui reaksi :

a. Aseton dan etil magnesium bromida

b. Asetaldehid dan etil magnesium bromida

c. Asetaldehid dan etil bromida

d. Aseton dan etil bromida.

e. Propanal dan etil magnesium bromida

26. Berapa banyak isomer struktur yang mungkin untuk C 6 H 14 ?

a. 2

b. 3

c. 4

d. 5

e. 6

27. Manakah senyawa di bawah ini yang dapat bersifat optis aktif?

a. CH 3 CH 2 CH 2 CH 2 OH

b. (CH 3 ) 2 CHCH 2 OH

c.

CH 3 CH 2 CH(OH)CH 3

c. CH 3 CH 2 CH(OH)CH 3 d. (CH 3 ) 3 COH e. CH 3

d. (CH 3 ) 3 COH

e. CH 3 CH 2 CH 3

28. Perhatikan reaksi di bawah ini.

CH 3 CH 2 CH 3 28. Perhatikan reaksi di bawah ini. Manakah pernyataan di bawah

Manakah pernyataan di bawah ini yang TIDAK TEPAT?

a. Reaksi tersebut memiliki mekanisme E2

b. 3-etil-1-metilsikloheksena juga dihasilkan sebagai campuran produk

c. Orde laju reaksi di atas adalah 2

d. Reaksi tersebut bersaing dengan reaksi substitusi

e. Tidak ada pernyataan yang salah

29. Senyawa yang tidak bersifat aromatik adalah

a.

b.

c.

d.

e.

Senyawa yang tidak bersifat aromatik adalah a. b. c. d. e. 30. Suatu senyawa organik Y
Senyawa yang tidak bersifat aromatik adalah a. b. c. d. e. 30. Suatu senyawa organik Y
Senyawa yang tidak bersifat aromatik adalah a. b. c. d. e. 30. Suatu senyawa organik Y
Senyawa yang tidak bersifat aromatik adalah a. b. c. d. e. 30. Suatu senyawa organik Y

30. Suatu senyawa organik Y mengalami tahapan reaksi sebagai berikut:

i. Bereaksi dengan Cl 2 , H 2 O.

ii. CN - , oksidasi dengan HNO 3

iii. Hidrolisa, H +

Produk akhirnya asam β-hidroksipropanoat, senyawa Y adalah

a.

b.

c.

d.

e.

, oksidasi dengan HNO 3 iii. Hidrolisa, H + Produk akhirnya asam β -hidroksipropanoat, senyawa Y
, oksidasi dengan HNO 3 iii. Hidrolisa, H + Produk akhirnya asam β -hidroksipropanoat, senyawa Y
, oksidasi dengan HNO 3 iii. Hidrolisa, H + Produk akhirnya asam β -hidroksipropanoat, senyawa Y
, oksidasi dengan HNO 3 iii. Hidrolisa, H + Produk akhirnya asam β -hidroksipropanoat, senyawa Y
, oksidasi dengan HNO 3 iii. Hidrolisa, H + Produk akhirnya asam β -hidroksipropanoat, senyawa Y
KUNCI JAWABAN PAKET 1 TRY OUT OLIMPIADE SAINS KIMIA TINGKAT KOTA 1. 2. a. SALAH

KUNCI JAWABAN PAKET 1 TRY OUT OLIMPIADE SAINS KIMIA TINGKAT KOTA

1.

2.

PAKET 1 TRY OUT OLIMPIADE SAINS KIMIA TINGKAT KOTA 1. 2. a. SALAH b. SALAH c.

a. SALAH

b. SALAH

c. SALAH

d. BENAR

e. SALAH

--------------

a. SALAH. Seharusnya +2.

b. BENAR. Tiap molekul ammonium nikel sulfat yang larut dalam air menghasilkan lebih banyak dibanding ammonium cobalt(II) sulfat dan ammonium besi(II) sulfat

d.

SALAH. Ammonium nikel sulfat menghasilkan ion lebih banyak dan dengan demikian menghantarkan listrik lebih baik.

banyak dan dengan demikian menghantarkan listrik lebih baik. 3. 4. 5. e. SALAH. Prinsipnya, pada reaksi

3.

4.

5.

e. SALAH.

Prinsipnya, pada reaksi reduksi oksidasi terdapat perubahan bilangan oksidasi (biloks)

a. SALAH. Tidak ada perubahan biloks. Merupakan reaksi pelarutan AgNO 3

b. SALAH. Tidak ada perubahan biloks. Merupakan reaksi oksida basa dengan air, yang akan membentuk hidroksidanya.

c. SALAH. Tidak ada perubahan biloks. Merupakan reaksi oksida basa dengan oksida asam.

d. SALAH. Tidak ada perubahan biloks. Merupakan reaksi asam basa netralisasi.

e. BENAR. Ada perubahan biloks. Hidrogen awalnya mempunyai biloks +1, tereduksi menjadi 0. Magnesium awalnya mempunyai biloks 0, teroksidasi menjadi +2.

awalnya mempunyai biloks 0, teroksidasi menjadi +2. a. SALAH b. SALAH c. BENAR d. SALAH e.

a. SALAH

b. SALAH

c. BENAR

d. SALAH

e. SALAH

Untuk memprediksi kelarutan suatu zat dalam pelarut, terdapat aturan sederhana yakni “like dissolves like” yang bermakna suatu pelarut polar lebih mudah melarutkan zat yang sifatnya

polar, demikian pula suatu pelarut nonpolar lebih mudah melarutkan zat-zat yang bersifat

nonpolar.

Pada kenyataannya, zat yang terlarut dapat mengandung gugus polar maupun nonpolar. Contohnya pada opsi soal ini, terdapat gugus nonpolar yaitu alkil dan terdapat gugus polar yakni hidroksil (-OH).

Pada soal ini, gugus polar adalah tetap (semuanya mengandung hanya satu gugus polar hidroksil), tetapi

Pada soal ini, gugus polar adalah tetap (semuanya mengandung hanya satu gugus polar hidroksil), tetapi gugus nonpolarnya berbeda-beda. Dengan demikian, kita membandingkannya dari gugus nonpolar. 1-pentanol memiliki gugus nonpolar paling besar sehingga ia paling sukar larut dalam air.

a. BENAR

b. SALAH

c. SALAH

d. SALAH

e. SALAH

6.

dalam air. a. BENAR b. SALAH c. SALAH d. SALAH e. SALAH 6. 7. a. SALAH
dalam air. a. BENAR b. SALAH c. SALAH d. SALAH e. SALAH 6. 7. a. SALAH

7.

a. SALAH

b. SALAH

c. SALAH

d. BENAR

e. SALAH

Ingat kembali trend/kecenderungan dari jari-jari atom dan jari-jari ion. - Jari-jari ion dan atom akan meningkat seiring peningkatan nomor atom pada periode yang sama - Jari-jari ion dan atom akan meningkat seiring peningkatan periode pada golongan yang sama

- Kation akan lebih kecil jari-jarinya dibanding pada keadaan dasar. - Anion akan lebih besar
- Kation akan lebih kecil jari-jarinya dibanding pada keadaan dasar. - Anion akan lebih besar

- Kation akan lebih kecil jari-jarinya dibanding pada keadaan dasar.

- Anion akan lebih besar jari-jarinya dibanding pada keadaan dasar

akan lebih besar jari-jarinya dibanding pada keadaan dasar Dengan demikian terlihat pada soal: Gambar (a) adalah

Dengan demikian terlihat pada soal:

Gambar (a) adalah NaCl (Na + adalah bola ungu, Cl - adalah bola hijau turqoise) Gambar (b) adalah MgO (Mg 2+ adalah bola abu-abu, O 2- adalah bola merah)

Energi kisi berbanding lurus dengan muatan anion dan muatan anion, berbanding terbalik dengan jarak antara kation dan anion. Karena MgO berukuran lebih kecil dan bermuatan lebih besar, maka energi kisi MgO lebih besar dibanding NaCl.

a. SALAH

b. SALAH

c. BENAR

d. SALAH

e. SALAH

8. Perhatikan bahwa atom karbon nomor 2 memiliki dua ikatan rangkap, dengan kata lain, atom karbon sentral memiliki dua ikatan π, yang berarti karbon tersebut memakai dua orbital p untuk berikatan. Dengan demikian, tersisa orbital s dan sebuah orbital p, yang berhibridisasi menjadi dua orbital sp untuk membentuk ikatan σ. Berikut adalah cara atom-atom karbon tersebut berikatan:

Dengan demikian, geometri dari karbon nomor 2 adalah linear. a. BENAR b. SALAH c. SALAH
Dengan demikian, geometri dari karbon nomor 2 adalah linear. a. BENAR b. SALAH c. SALAH

Dengan demikian, geometri dari karbon nomor 2 adalah linear.

a. BENAR

b. SALAH

c. SALAH

d. SALAH

e. SALAH

9.

10.

linear. a. BENAR b. SALAH c. SALAH d. SALAH e. SALAH 9. 10. Dengan cara tersebut,

Dengan cara tersebut, diperoleh muatan formal O =+1, C = 0, N =-2

a. SALAH

b. SALAH

c. SALAH

d. BENAR

e. SALAH

Jika kita mencermati keempat reaksi pada opsi soal ini, pembalikan arah reaksi (dari produk menjadi reaktan) akan menghasilkan reaksi sebagai berikut:

i) Mg + (g) Mg 2+ (g) + e -

ii)

iii) Na + (g)Na 2+ (g) + e

iv) Na (g)Na + (g) + e

Mg (g) Mg + (g) + e -

(reaksi ionisasi kedua magnesium)

(reaksi ionisasi pertama magnesium)

(reaksi ionisasi kedua natrium)

(reaksi ionisasi kedua natrium)

Kita mengetahui bahwa reaksi ionisasi kedua natrium akan membutuhkan energi yang sangat tinggi karena kuatnya tarikan inti efektif (Z eff ) yang dirasakan elektron valensi. Selain itu,

pengambilan elektron akan menyebabkan kerusakan konfigurasi oktet Na + .

11.

Oleh karena itu, reaksi pada opsi c) akan menghasilkan energi paling tinggi.

a. SALAH

b. SALAH

c. BENAR

d. SALAH

e. SALAH

Perubahan titik beku dapat dinyatakan dengan persamaan:

ΔT = K f m i Dengan K f adalah konstanta pembekuan, m adalah molalitas zat awal, i adalah faktor van’t

Hoff. Pada soal, semua zat dilarutkan pada air, sehingga semua K f punya nilai yang

Hoff.

Pada soal, semua zat dilarutkan pada air, sehingga semua K f punya nilai yang sama. Semua molalitas pada awalnya adalah 0,1 molal. Dengan demikian, yang membedakan ΔT adalah faktor van’t Hoff. Sederhananya, faktor van’t Hoff nilainya akan semakin tinggi pada zat yang terionisasi dalam jumlah besar (elektrolit kuat) dan bernilai 1 pada zat yang tidak terionisasi (nonelektrolit).

a. BENAR. Merupakan asam lemah/elektrolit lemah, sehingga jumlah zat terlarut bertambah sedikit dari 0,1 M

b. SALAH. Merupakan asam kuat/ elektrolit kuat, sehingga jumlah zat terlarut bertambah dua kali lipat dari 0,1 M

c. SALAH. Merupakan elektrolit kuat, sehingga jumlah zat terlarut bertambah dua kali lipat dari 0,1 M

d. SALAH. Merupakan elektrolit yang baik, sehingga jumlah zat terlarut bertambah hampir 4 kali lipat dari 0,1 M

e. SALAH. Merupakan elektrolit yang baik, sehingga jumlah zat terlarut bertambah hampir 3 kali lipat dari 0,1 M

12. Dalam kimia organik, jenis ikatan yang kita gunakan biasanya hanya ikatan-ikatan sederhana seperti ikatan sigma dan pi.

- Setiap ikatan tunggal memiliki satu ikatan sigma.

- Setiap ikatan rangkap dua memiliki satu ikatan sigma dan satu ikatan pi.

- Setiap ikatan rangkap tiga memiliki satu ikatan sigma dan dua ikatan pi.

Pada soal, dapat kita hitung terdapat 13 ikatan tunggal dan 5 ikatan rangkap dua. Maka, terdapat 18 ikatan sigma dan 5 ikatan pi.

a. SALAH

b. SALAH

c. BENAR

d. SALAH

e. SALAH

13. Semakin banyak ikatan antara kedua atom pada molekul diatomik, maka semakin besar energi yang diperlukan untuk merusak ikatan tersebut (kekuatan ikatan kovalennya semakin besar). Gambarkan struktur Lewis tiap molekul diatomik tersebut, maka akan diperoleh N 2 memiliki ikatan rangkap tiga, O 2 rangkap dua, dan sisanya ikatan tunggal. Dengan demikian, dapat diprediksi N 2 memiliki kekuatan ikatan kovalen paling besar.

a.

SALAH

b.

SALAH

c.

BENAR

d.

SALAH

e.

SALAH

14. Dalam elektrolisis, baik oksidasi maupun reduksi biasanya akan terjadi pada zat yang paling

mudah diokisdasi ataupun direduksi (nilai potensial reaksinya paling tinggi).

Untuk asam sulfat dalam air, spesi yang paling mudah direduksi adalah ion H + , dengan produk

H 2 (gas hidrogen). Sedangkan, yang teroksidasi bukanlah ion sulfat melainkan anion hidroksida, dan membentuk gas oksigen.

a. BENAR.

b. SALAH. Yang tereduksi sama, namun yang teroksidasi adalah Cl - menjadi Cl 2

c. SALAH. Yang tereduksi sama, namun yang teroksidasi adalah Cl - menjadi Cl 2

d. SALAH. Yang tereduksi adalah Na + menjadi Na, dan yang teroksidasi adalah Cl - menjadi Cl 2

e. SALAH

15. 16. a. SALAH b. SALAH c. BENAR d. SALAH e. SALAH Pada reaksi tersebut,

15.

16.

15. 16. a. SALAH b. SALAH c. BENAR d. SALAH e. SALAH Pada reaksi tersebut, dapat

a. SALAH

b. SALAH

c. BENAR

d. SALAH

e. SALAH

Pada reaksi tersebut, dapat terlihat jumlah gas berkurang seiring dengan reaksi, sehingga dapat

diprediksi perubahan entropi, ΔS reaksi >0 (keacakan/entropi meningkat) Sebuah reaksi menjadi spontan bila perubahan energi bebas Gibbs, ΔG<0

ΔG memiliki hubungan dengan perubahan entalpi , ΔH, dan ΔS sebagai berikut:

ΔG = ΔH TΔS

Dengan demikian, agar reaksi menjadi spontan, lebih baik jika ΔH dan TΔS semakin kecil

nilainya.

Pada soal ini, ΔH bernilai positif, dan ΔS bernilai negatif (sehingga TΔS bernilai positif). Dengan demikian, berapapun suhunya, reaksi tidak akan berlangsung secara spontan.

a. SALAH

b. SALAH

c. SALAH

d. BENAR

e. SALAH

17. 18. a. SALAH b. SALAH c. BENAR d. SALAH e. SALAH

17.

18.

17. 18. a. SALAH b. SALAH c. BENAR d. SALAH e. SALAH

a. SALAH

b. SALAH

c. BENAR

d. SALAH

e. SALAH

17. 18. a. SALAH b. SALAH c. BENAR d. SALAH e. SALAH
a. SALAH b. SALAH c. SALAH d. BENAR e. SALAH
a. SALAH b. SALAH c. SALAH d. BENAR e. SALAH

a. SALAH

b. SALAH

c. SALAH

d. BENAR

e. SALAH

19. 20. a. SALAH b. BENAR c. SALAH d. SALAH e. SALAH Gunakan prinsip Le

19.

20.

19. 20. a. SALAH b. BENAR c. SALAH d. SALAH e. SALAH Gunakan prinsip Le Chatelier

a. SALAH

b. BENAR

c. SALAH

d. SALAH

e. SALAH

Gunakan prinsip Le Chatelier untuk menyelesaikan soal ini.

1. Meningkatkan suhu reaksi. Karena reaksi bersifat endotermik, maka yang bertambah adalah produk, bukan reaktan.

2. Meningkatkan tekanan eksternal akan menggeser reaksi ke arah yang koefisien reaksi lebih kecil. Karena koefisien reaksi baik produk maupun reaktan sama, maka tidak ada pengaruh tekanan eksternal terhadap jumlah reaktan.

3. Menambah gas inert tidak ada pengaruh terhadap kesetimbangan.

21.

a. SALAH

b. SALAH

c. SALAH

d. SALAH

e. BENAR

Hubungan antara Kc dengan Kp secara umum adalah sebagai berikut:

Kp = Kc (RT) Δn Δn adalah total koefisien produk dikurangi total koefisien reaktan. Karena pada reaksi isomerisasi tersebut total koefisien produk sama dengan total koefisien reaktan, maka Δn = 0. Dengan demikian hubungan Kp dengan Kc adalah:

Kp = Kc

a. SALAH

b. SALAH

d.

SALAH

d. SALAH 22. 23. 24. e. SALAH a. SALAH b. BENAR c. SALAH d. SALAH e.

22.

23.

24.

e. SALAH

d. SALAH 22. 23. 24. e. SALAH a. SALAH b. BENAR c. SALAH d. SALAH e.

a. SALAH

b. BENAR

c. SALAH

d. SALAH

e. SALAH

r memiliki satuan mol. L -1 . menit -1 , sementara konsentrasi reaktan memiliki satuan mol. L -1

Dengan demikian k harus memiliki satuan mol -1 . L. menit -1 agar jika dikalikan dengan mol. L -1

mol. L -1 menjadi satuan r.

a. SALAH. Ini adalah satuan k untuk reaksi orde 0

b. BENAR.

c. SALAH. Ini adalah satuan k untuk reaksi orde negatif 1

d. SALAH. Ini adalah satuan k untuk reaksi orde 3

e. SALAH. Ini adalah satuan k untuk reaksi orde 1

Perlu diingat bahwa struktur Lewis bukanlah struktur tiga dimensi. Setiap atom karbon pada sikloheksana (C 6 H 12 ) memiliki 4 pasangan elektron ikatan (PEI). Sebuah atom pusat yang memiliki 4 PEI, menurut teori VSEPR, akan memiliki geometri tetrahedral. Dengan deimkian, jelas cincin sikloheksana tidak datar. Dengan demikian, dapat diperkirakan sudut ikatan C-C-C

adalah 109,5 o . Berikut adalah geometri sikloheksana secara 3 dimensi:

Hidrogenasi hanya terjadi pada suatu ikatan rangkap, karena terdapat ikatan π yang sifatnya lebih reaktif.
Hidrogenasi hanya terjadi pada suatu ikatan rangkap, karena terdapat ikatan π yang sifatnya lebih reaktif.

Hidrogenasi hanya terjadi pada suatu ikatan rangkap, karena terdapat ikatan π yang sifatnya lebih reaktif. Sikloheksana sendiri tidak memiliki ikatan π, sehingga tidak dapat bereaksi

hidrogenasi.

a. SALAH. Rumus molekul heksana adalah C 6 H 14 , berbeda dari sikloheksana.

b. SALAH. Dapat dilihat pada penjelasan di atas.

c. BENAR. Dapat dilihat pada penjelasan di atas.

d. SALAH. Rumus molekul 2,3-heksadiena adalah C 6 H 10 , berbeda dari sikloheksana.

e. SALAH. Dapat dilihat pada penjelasan di atas.

25.

26.

e. SALAH. Dapat dilihat pada penjelasan di atas. 25. 26. a. BENAR b. SALAH c. SALAH

a. BENAR

b. SALAH

c. SALAH

d. SALAH

e. SALAH

Berikut ini adalah isomer-isomer dari C 6 H 14

a. SALAH b. SALAH c. SALAH d. BENAR e. SALAH 27. Sebelumnya kita harus memahami
a. SALAH b. SALAH c. SALAH d. BENAR e. SALAH 27. Sebelumnya kita harus memahami

a. SALAH

b. SALAH

c. SALAH

d. BENAR

e. SALAH

27.

Sebelumnya kita harus memahami konsep kiralitas dan pusat kiral. Sebuah objek atau molekul bersifat kiral apabila objek tersebut dengan hasil pencerminannya adalah identitas yang berbeda. Sebagai contoh, tangan kanan kita apabila dicerminkan, tidak

menjadi tangan kanan, melainkan tangan kiri.

Sebuah karbon yang mengikat empat gugus yang berbeda dapat disebut pusat kiral. Sebuah

molekul yang memiliki sebuah pusat kiral perhatikan molekul di bawah ini:

biasanya akan bersifat kiral. Sebagai contoh,

bawah ini: biasanya akan bersifat kiral. Sebagai contoh, a. SALAH b. SALAH c. BENAR. Perhatikan karbon

a. SALAH

b. SALAH

c. BENAR. Perhatikan karbon nomor dua. Karbon tersebut mengikat gugus etil, metil, hidrogen, dan hidroksil (--OH)

d. SALAH

e. SALAH

28.

a. SALAH. Reaksi tersebut adalah dehidrohalogenasi yang menggunakan mekanisme eliminasi dengan orde 2 (E2)

b. BENAR. Karena hidrogen yang terikat karbon beta tidak bisa mencapai posisi anti (hanya gugus metil yang bisa berposisi anti) terhadap halida, maka tidak terdapat produk eliminasi 3-etil-1-metilsikloheksena

c.

SALAH. Reaksi dehidrohalogenasi E2 mempunyai orde reaksi 2

SALAH. Reaksi dehidrohalogenasi E2 mempunyai orde reaksi 2 29. d. SALAH. Reaksi E2 memang bersaing dengan

29.

d. SALAH. Reaksi E2 memang bersaing dengan S N 2, terlebih bila basanya berukuran kecil dan substratnya adalah alkil halida sekunder, bukan tersier

e. SALAH

Syarat dari senyawa aromatik adalah bentuk datar dan memenuhi aturan Huckel.

bernilai 4n+2, dengan n bilangan

bulat.

Aturan Huckel: elektron yang terdelokalisasi dalam ikatan

a. SALAH. Bentuk datar dan terdapat 6 elektron terdelokalisasi

b. BENAR. Bentuk tidak datar dan tidak terdapat 10 elektron terdelokalisasi

c. SALAH. Bentuk datar dan terdapat 6 elektron terdelokalisasi

d. SALAH. Bentuk datar dan terdapat 10 elektron terdelokalisasi

e. BENAR. Bentuk tidak datar dan tidak terdapat 10 elektron terdelokalisasi

30.

BENAR. Bentuk tidak datar dan tidak terdapat 10 elektron terdelokalisasi 30. a. SALAH b. SALAH c.

a. SALAH

b. SALAH

c. BENAR

d. SALAH

e. SALAH