Anda di halaman 1dari 9

Fenomena Geologi Daerah Kalimantan Selatan

Pegunungan Meratus

Oleh :
Adinda Fitri Rahmawati
111.140.130
Kelas C

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016
Geologi Citra Penginderaan Jauh

Pegunungan Meratus

Pegunungan Meratus merupakan kawasan hutan asli (native forest) yang masih tersisa di
Propinsi Kalimanta Selatan, letaknya membentang dari arah Tenggara- kesebelah Utara
berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur. Pegunungan Meratus membelah wilayah
Kalimantan Selatan menjadi dua bagian, sebelah Barat dan sebelah Timur.
Berdasarkan letak geografis, kawasan Pegunungan Meratus terletak diantara 1153800
dan 1155200 Bujur Timur dan 22800 dan 205400 Lintang Selatan. Menurut pembagian
wilayah administrasi pemerintahan, kawasan Pegunungan Meratustermasuk dalam Kabupaten
Hulu Sungai Tengah, Kab. Hulu Sungai Utara, Kab. Hulu Sungai selatan, Kab. Tabalong, Kab.
Kotabaru, Kab. Banjar dan kab. Tapin.
Hampir seluruh kawasan Pegunungan Meratus merupakan daerah bergunung dengan
topografi agak curam (kelerengan 20-38 derajat), curam (40-50 derajat), hingga sangat curam
(50-90 derajat), yang membentuk dinding curam dan terjal.Kawasan ini juga merupakan daerah
hulu dari sebagian besar Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terdapat di Kalsel. Mulai dari bagian
barat mengalir sungai Batang Alai, sungai Barabai, sungai Amandit, sungai Balangan, sungai
Pitap. Sedangkan di bagian Timur mengalir sungai Batang Aing Bantai, sungai Juhu, sungai

Nama : Adinda Fitri Rahmawati 1


Nim : 111.140.130
Kelas : C
Geologi Citra Penginderaan Jauh

Sampanahan. Keadaan topografi/lapangan berlereng curam sampai sangat curam. Kelerengan


lembah umumnya kurang dari 20% pada perbukitan dan puncak pegunungan, dan lebih dari 70%
pada beberapa tempat sehingga membentuk jurang-jurang yang terjal dan dinding batu.
Kelerengan sebagian Hutan pegunungan Meratus (Diinterpretasi Dari Peta Rupa Bumi Indonesia
skala 1 : 50.000).
Pegunungan Meratus berasal dari kepadatan, terutama bebatuan dasar dan ultrabasic yang
terbentuk karena panas gunung berapi di dasar laut, dengan hamparan batu kapur dan batuan
sedimen, yang ditekan keatas oleh pergeseran lapisannya. Menurut peta geologi tahun 1994 (1:
250.000) rute yang dilalui termasuk (a) granit Batangalai (hulu Sungai Panghiki dekat Hinas Kiri
dan Kiyo), (b) batuan ultrabasic dengan beberapa batuan lain yang terbentuk oleh panas gunung
berapi dan batu kapur (perbukitan Penitiranggang), (c) pembentukan Haruyan, terutama berasal
dari basal gunung berapi (lembah Batangalai) dan (d) formasi Pitap, campuran kompleks dari
batu pasir, siltstone, chert, batu kapur dan basal diatas granit (dari atas jajaran Meratus
membentang ke arah timur sampai ke Canting Tingkit).
Secara geomorphologi Pegunungan Meratus terletak pada lereng atas Meratus, memiliki
bahan induk yang berasal dari batuan beku (igeneous rock) yang terbentuk pada jaman Jura
(Jurassic) tengah hingga Kapur (Cretaceous) akhir.Geologi Pegunungan Meratus bagian utara
terdiri dari jenis batuan utama yang menjadi bahan induk bagi jenis-jenis tanah yang terdapat di
dalamnya. Jenis bahan induk utama yang membentuk tanah-tanah di areal ini adalah granit
granodiorid serta batu pasir, konglomerat, sabak, kersik, serpih lempung dan batu gamping.
Sedangkan pada bagian selatan tidak jauh berbeda, dimana terdapat lempung yang mempunyai
ketebalan beberapa meter didalamnya terdapat batuan besar (blok), batu gamping, batuan
metamorf, batu pasir dan konglomerat. Batuan tertua yang diketemukan berumur Cretaceus
tengah yaitu pada formasi Alino.Terdapatnya batu pasir dan kongomerat di Pegunungan Meratus
menunjukkan besarnya intensitas erosi, kemungkinan disebabkan oleh suatu tektonik hors dan
graben yang aktif hingga Eosen dengan endapannya yang kontinental sampai paralik.
Pegunungan Meratus juga memiliki nilai penting sebagai pengatur tata air yang meliputi
penyerapan curah hujan (presipitasi) dan mengalirkannya ke dalam sistem drinase yang berada di
bawahnya dengan sistem sungai seperti urat syaraf otak. Beberapa Sud DAS yang ada di
kawasan ini antara lain Tabalong, Balangan, Batang Alai, Amandit, Panehutan, Bantai
Barangkak, Sampanahan Hulu, Sampanahan Renyah, Maluka, Tapin, Riam Kanan dan Riam

Nama : Adinda Fitri Rahmawati 2


Nim : 111.140.130
Kelas : C
Geologi Citra Penginderaan Jauh

Kiwa. Sub DAS tersebut bersatu di DAS Sampanahan, DAS Kusan, DAS Batulicin dan DAS
Barito.

Interpretasi Foto Udara


1. Pola Pengaliran

Pola pengaliran pada foto udara yang pertama adalah subdendritik yang
merupakan ubahan dari pola pengaliran dasar dendritik yang memiliki makna jika pola
pengaliran pada pegunungan meratus dikontrol oleh struktur geologi dan kelerengan yang
besar. Bentuk lembah pada pegunungan meratus (U-V) dengan kelerengan agak curam-
sangat curam dan mencerminkan daerah homoklin. Aliran sungai berjenis bedrock stream
yang mengalir diatas batuan dasar yang berupa batuan dengan lithologi kasar-sedang
yaitu batuan beku, metamorf, batugamping, batupasir.
Pola pengaliran pada foto udara yang kedua adalah dendritik yang memiliki
makna jika pola pengaliran memiliki bentuk menyerupai cabang pohon dengan faktor
pengontrol berupa topografi datar. Bentuk lembah pada daerah dekat sungai utama (U-V)
dengan kelerengan landai. Aliran sungai berjenis aluvial stream yang mengalir diatas
batuan endapan yang memiliki lithologi sedang-halus yaitu batugamping, batupasir,
batulanau, batulempung.
Pola pengaliran pada foto udara yang ketiga adalah parallel yang memiliki makna
jika pola pengaliran memiliki topografi curam-sangat curam dan seragam serta arah
aliran menuju ke satu arah yaitu kearah sungai utama pada bagian timur foto udara.
Bentuk lembah (V) dengan kelerengan agakcuram-sangat curam dan mencerminkan

Nama : Adinda Fitri Rahmawati 3


Nim : 111.140.130
Kelas : C
Geologi Citra Penginderaan Jauh

daerah homoklin. Aliran sungai berjenis bedrock stream yang mengalir diatas batuan
dasar yang berupa batuan dengan lithologi kasar-sedang yaitu batuan beku, metamorf,
batugamping, batupasir.
Pola pengaliran pada foto udara yang keempat adalah trellis yang memiliki makna
jika pola pengaliran dikontrol oleh suatu struktur geologi yang berupa lipatan yang
dicirikan dengan adanya arah dip yang berlawanan.Bentuk lembah (U-V) dengan
kelerengan landai-sangat curam. Aliran sungai bedrock stream yang mengalir diatas
batuan dasar yang berupa batuan dengan lithologi kasar-halus yaitu batuan beku,
metamorf, batupasir, batu lanau dan batulempung.
2. Objek

a. Pegunungan Meratus
Unsur Pengenalan:
Rona: Gelap
Bentuk: Pegunungan
Ukuran: 80%
Tekstur: Kasar-Sedang
Pola: Setempat
Hubungan Sekitar: Sungai, Dataran
Bayangan: Ada
Unsur Penafsiran:
Pola Pengaliran: Subdendritik, Parallel
Topografi: Bergelombang
Vegetasi: Berbatang Keras
Kebudayaan: Pemukiman
b. Sungai Bengkalan
Unsur Pengenalan:
Rona: Cerah
Bentuk: Sungai
Ukuran: 5%

Nama : Adinda Fitri Rahmawati 4


Nim : 111.140.130
Kelas : C
Geologi Citra Penginderaan Jauh

Tekstur: Halus
Pola: Memanjang
Hubungan Sekitar: Pegunungan, Dataran
Bayangan: Tidak ada
Unsur Penafsiran:
Pola Pengaliran: Dendritik
Topografi: Datar
Vegetasi: Berbatang lunak
Kebudayaan: Pemukiman
c. Lipatan
Unsur Pengenalan:
Rona: Cerah-Gelap
Bentuk: Lipatan
Ukuran: 3%
Tekstur: Kasar-Halus
Pola: Setempat
Hubungan Sekitar: Pegunungan
Bayangan: Ada
Unsur Penafsiran:
Pola Pengaliran: Trellis
Topografi: Bergelombang
Vegetasi: Berbatang Keras
Kebudayaan: -
d. Dataran
Unsur Pengenalan:
Rona: Cerah
Bentuk: Dataran
Ukuran: 12%
Tekstur: Halus
Pola: Menyebar
Hubungan Sekitar: Sungai, Pegunungan
Bayangan: Tidak ada
Unsur Penafsiran:
Pola Pengaliran: Dendritik
Topografi: Dataran
Vegetasi: Berbatang lunak
Kebudayaan: Pemukiman
3. Litologi

Nama : Adinda Fitri Rahmawati 5


Nim : 111.140.130
Kelas : C
Geologi Citra Penginderaan Jauh

Pada foto udara sangat susah untuk menginterpretasikan lithologi karena tertutup
oleh vegetasi yang sangat lebat. Didapatkan SBK (Satuan Berbutir Kasar) pada
pegunungan meratus, STT (Satuan Tak Terkonsolidasi) pada daerah sungai dan dataran.
Untuk mengetahui lithologi yang lebih akurat dapat menggunakan data sekunder berupa
peta geologi.

Lithologi pada foto udara didapatkan Mm (Batuan Metamorf), Klb ( Formasi


Batununggal) batugamping kelabu , Kgd (Granidiorit), Mub (Batuan Ultrabasa), Kvh (Kelompok
Haruyan) yang terdiri dari lelehan lava basal.Ksp (Kelompok Pitap) merupakan endapan
flysch.Tet( Formasi Tanjung)terdiri dari batugamping,batunapal, batupasir, batulanau,
batulempung, dan konglomertat.Tomb ( Formasi Berai) yang terdiri dari batugamping sisipan
napal dan lempung dengan pola pengaliran dendritik yang berarti termasuk kedalam mesokarst
karena batugamping sudah tidak murni lagi sehingga popel multibasinal tidak muncul.
4. Struktur Geologi

Nama : Adinda Fitri Rahmawati 6


Nim : 111.140.130
Kelas : C
Geologi Citra Penginderaan Jauh

Didapatkan struktur berupa lipatan yang dicirikan dengan ditemukannya 2 dip


yang berlawanan serta didukung dengan pola pengaliran trellis dan ditemukan Kelurusan-
Kelurusan.
5. Stratigrafi
Terbentuk Sbk terlebih dahulu lalu terjadi erosi, dan pelapukan yang
cukup intens sehingga terbentuk STT
6. Geomorfologi

Pada foto udara didapatkan bentuk lahan berupa dataran aluvial, lipatan dan
pegunungan homoklin.
Dataran Aluvial:
Morfologi : a. Morfografi : Dataran
b. Morfometri: 17% dari foto udara dengan kelerengan datar-landai
Morfogenesa: a. Morfostruktur Pasif : Resistensi sedang-lemah
b. Morfodinamis : Fluviatil
Lipatan:
Morfologi : a. Morfografi : Lereng
b. Morfometri: 3% dari foto udara dengan kelerengan landai-sangat
Nama : Adinda Fitri Rahmawati 7
Nim : 111.140.130
Kelas : C
Geologi Citra Penginderaan Jauh

curam
Morfogenesa: a. Morfostruktur Aktif : Pengangkatan, Perlipatan
b. Morfostruktur Pasif : Resistensi kuat-lemah
c. Morfodinamis : Erosi Pelapukan
Pegunungan Homoklin:
Morfologi : a. Morfografi : Pegunungan
b. Morfometri: 3% dari foto udara dengan kelerengan agak curam-
sangat curam
Morfogenesa: a. Morfostruktur Aktif : Pengangkatan
b. Morfostruktur Pasif : Resistensi kuat-lemah
c. Morfodinamis : Erosi Pelapukan
Daftar Pustaka

Rahmad, Riki.-. Geomorfologi Kalimantan. Bukittingi: STKIP Ahlussusnah


R. Heryanto, S. Supriatna, E. Rustanda, Baharudin. 2007. Peta Geologi Lembar Sampanahan.

Nama : Adinda Fitri Rahmawati 8


Nim : 111.140.130
Kelas : C