Anda di halaman 1dari 5

HAKEKAT MENYIMAK

A. HAKEKAT MENYIMAK
Menyimak adalah suatu proses kegiatan menyimak lambang-lambang
lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk
memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna
komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau
bahasa lisan.
Dengan menyimak seseorang dapat menyerap informasi atau
pengetahuan yang disimaknya. Menyimak juga mempelancar keterampilan
berbicara dan menulis. Semakin baik daya simak seseorang maka akan
semakin baik pula daya serap informasi atau pengetahuan yang disimaknya.
Hakikat menyimak berhubungan dengan mendengar dan
mendengarkan, Subyantoro dan Hartono (2003:12) menyatakan bahwa
mendengar adalah peristiwa tertangkapnya rangsangan bunyi oleh panca
indera pendengaran yang terjadi pada waktu kita dalam keadaan sadar akan
adanya rangsangan tersebut, sedangkan mendengarkan adalah kegiatan
mendengar yang dilakukan dengan sengaja, penuh perhatian terhadap apa
yang didengar, sementara itu menyimak pengertiannya sama dengan
mendengarkan tetapi dalam menyimak intensitas perhatian terhadap apa yang
disimak lebih ditekankan lagi.

B. PENGERTIAN MENYIMAK
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Menyimak
(Mendengar,memperhatikan) mempunyai makna dapat menangkap bunyi
dengan telinga. Sadar atau tidak, kalau ada bunyi maka alat pendengaran kita
akan menangkap atau mendengar bunyi-bunyi tersebut. Kita mendengar suara
itu, tanpa unsur kesengajaan. Proses mendengar terjadi tanpa perencanaan
tetapi datang secara kebetulan. Bunyi-bunyi yang hadir di telinga itu mungkin
menarik perhatian, mungkin juga tidak. Mendengarkan atau menyimak
merupakan proses menangkap pesan atau gagasan yang disajikan melalui
ujaran
Jadi, Kesimpulannya Menyimak adalah suatu proses kegiatan
mendengarkan bunyi baik bunyi nonbahasa dan bunyi bahasa dengan penuh
pemahaman, perhatian, apresiasi, serta interprestasi, dengan menggunakan
aktivitas telinga dalam menangkap pesan yang diperdengarkan untuk
memperoleh informasi dan memahami isi yang disampaikan bunyi tersebut.

C. JENIS-JENIS MENYIMAK

Berdasarkan situasi :

1. Menyimak interaktif
2. Menyimak noninteraktif

Berdasarkan situasi dalam menyimak, menyimak terbagi menjadi dua jenis


yaitu menyimak secara interaktif dan menyimak secara noninteraktif .
Menyimak secara interaktif terjadi dalam percakapan tatap muka dan
percakapan di telepon. Sedangkan menyimak secara noninteraktif terjadi
pada situasi ketika anda menonton TV, mendengarkan radio, mendengarkan
khotbah dan lain sebagainya.

Berdasarkan intensitas :

1. Menyimak Ekstensif

Menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak yang berhubungan dengan


hal-hal yang bersifat umum dan tidak memerlukan bimbingan lansung seoran
guru. Hal ini dikarenakan penyimak hanya menyimak bagian-bagian yang
penting saja, secara umum, sepintas, dan garis-garis besarnya saja. Jenis
menyimak ekstensif dapat dibagi menjadi :

a. Menyimak sekunder

Menyimak sekunder adalah sejenis mendengar secara kebetulan, maksudnya


menyimak dilakukan sambil mengerjakan sesuatu.
b. Menyimak pasif

Menyimak pasif merupakan penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar


yang biasanya menandai upaya penyimak.

c. Menyimak estetis

Menyimak estetik, yakni penyimak duduk terpaku menikmati suatu


pertunjukkan misalnya, lakon drama, cerita, puisi, baik secara langsung
maupun melalui radio. Secara imajinatif penyimak ikut mengalami,
merasakan karakter dari setiap pelaku.

2. Menyimak Intensif

Berbeda denga menyimak ekstensif, menyimak intensif merupakan


kegiatan menyimak yang memerlukan bimbingan dan arahan karena
penyimak harus memahami secara terperinci, teliti, dan mendalam apa yang
ia simak. Jadi, Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh
perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara
mendalam. Jenis menyimak seperti ini dibagi atas beberapa jenis, yaitu :

a. Menyimak kritis

Menyimak kritis adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk


mencari keslahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar
dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat
diterima oleh akal sehat.
b. Menyimak konsentratif

Menyimak konsentratif memiliki kesamaan dengan kegiatan menelaah.


Kegiatan menyimak ini memerlukan konsentrasi yang tinggi agar informasi
yang diperoleh dapat dipahami dan di ikuti dengan baik.
c. Menyimak kreatif

Menurut Bustanul Arifin, dkk (2007) menyimak kreatif adalah kegiatan


menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan
kreatifitas pembelajar.
RINGKASAN

Salah satu cara untuk mendapatkan informasi salah satunya adalah


melakukan kegiatan menyimak. Berbagai jenis kegiatan menyimak dapat
digunakan untuk memperoleh informasi . Jenis-jenis menyimak
dikelompokkan menjadi dua yaitu berdasarkan situasi menyimak dan
berdasarkan intensitas.

Jenis menyimak berdasarkan situasi menyimak yaitu menyimak


interaktif dan menyimak noninteraktif. Sedangkan jenis menyimak
berdasarkan intensitas yaitu : menyimak ekstensif yang terdiri dari menyimak
sekunder, pasif, dan estetis; dan menyimak intensif yang terdiri dari
menyimak kritis, kreatif dan konsentratif.