Anda di halaman 1dari 5

Ulfa Rachmawati - 160110150049

BAB I

Jurnal Promosi Kesehatan

Perilaku Menggosok Gigi pada Siswa Sekolah Dasar Kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo

(terlampir)

BAB II

Resume Jurnal

II.1 Penulis Jurnal

Arianto, Zahroh Shaluhiyah, dan Priyadi Nugraha.

II.2 Tujuan Penelitian

Menganalisis faktor faktor yang berpengaruh terhadap perilaku menggosok gigi pada
siswa Sekolah Dasar kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo.

II.3 Metode Penelitian

Penelitian tersebut merupakan penelitian penjelasan dengan pendekatan cross sectional.


Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada responden dengan
menggunakan media kuesioner. Populasi penelitian tersebut adalah semua siswa sekolah
dasar kelas V dan VI yang berjumlah 986 siswa di 24 sekolah dasar (SD) di Kecamatan
Sumberejo.

II.4 Hasil Penelitian

Yang pertama adalah peran orang tua, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa
perilaku menggosok gigi yang kurang lebih banyak terdapat 54,3% pada kelompok siswa
sekolah dasar yang sikap dan perilaku orang tuanya kurang dibandingkan dengan siswa
sekolah dasar yang sikap dan perilaku orang tuanya baik. Hasil uji Chi square dengan CI =
Ulfa Rachmawati - 160110150049

95% (=0,05) diperoleh p.value = 0,008, karena (p.value < ) yang artinya ada hubungan
yang signifikan antara sikap dan perilaku orang tua dengan perilaku menggosok gigi pada
siswa sekolah dasar kelas V dan VI di Kecamatan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa
orang tua siswa sekolah dasar mendukung perilaku menggosok gigi yang benar untuk
mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut.
Yang kedua adalah peran teman, hasil analisis bivariat dari penelitian tersebut diperoleh
hasil nilai p.value = 1,000 (p.value > ) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara
sikap dan perilaku teman dengan perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar kelas
V dan VI di Kecamatan Sumberejo. Jadi sikap dan perilaku teman bukan merupakan faktor
yang ada hubungannya dengan perilaku siswa
Yang ketiga adalah peran guru, berdasarkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa
perilaku menggosok gigi yang kurang lebih banyak terdapat pada kelompok siswa sekolah
dasar yang peran gurunya kurang baik 58,4% dibandingkan dengan siswa sekolah dasar
yang peran gurunya baik 40,3%. Peran guru yang kurang dapat dilihat dari jawaban
responden yang menyatakan bahwa sebesar 57,9% peran guru di sekolahan tidak
mengadakan kegiatan rutin sikat gigi bersama 1 bulan sekali, sebesar 26,0% guru tidak
selalu mengingatkan untuk menggosok gig dengan menggunakan pasta gigi, guru tidak
memberikan pendidikan cara menggosok gigi 18,9% dan sebesar 11,9% guru tidak
mengingatkan untuk selalu menggosok gigi.
Hasil uji korelasi dengan Chi square dengan CI = 95% (= 0,05) diperoleh p.value =
0,007, karena p.value < maka Ha diterima, dan Ho ditolak, sehingga dalam penelitian
dikatakan dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran guru
dengan perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar kelas V dan VI.
Yang keempat adalah peran tenaga kesehatan, hasil penelitian tersebut menunjukkan
bahwa petugas kesehatan yang memiliki peran dalam menggosok gigi siswa dengan
kategori kurang baik lebih banyak pada yang mempunyai peran kurang 47,3% dibanding
dengan peran baik 44,8%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar
kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo dengan kategori baik 54,0%, lebih banyak
dibandingkan dengan kategori kurang baik 46,0%. Perilaku yang kurang baik dalam
menggosok gigi diantaranya adalah gerakan menggosok permukaan gigi rahang bawah
yang menghadap ke lidah tidak benar 78,9%, gerakan menggosok permukaan gigi yang
menghadap ke langit-langit tidak benar 78,6%, gerakan menggosok gigi untuk permukaan
yang menghadap pipi tidak benar 76,5%, lama waktu menggosok gigi yang masih kurang
64,2% dan waktu menggosok gigi yang salah 38,9%.
Ulfa Rachmawati - 160110150049

BAB III

Analisis Jurnal

III.1Analisa Penelitian

1. Populasi

Jumlah populasi 986 siswa dari 24 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sumberejo.
Pengambilan sampel pada populasi dilakukan dengan cara proposional random sampling,
dan diperoleh sampel sejumlah 285 siswa.

2. Intervention

Kuesioner berupa pertanyaan tertulis untuk mengungkap peran orang tua, peran teman,
peran guru, dan peran petugas kesehatan.

3. Compare

Dalam jurnal peneltian, peneliti tidak menggunakan kelompok kontrol akan tetapi satu
kelompok di beri intervensi.

III.2Critical Apraisal For Quantitative Research

1. Judul dan Abstrak

Judul jurnal yang ada sudah sesuai dengan isi (Perilaku Menggosok Gigi pada Siswa Sekolah
Dasar Kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo). Abstrak memberikan informasi yang lengkap
yaitu latar belakang, tujuan, metode dan hasil.

2. Justifikasi, Metode dan Desain

a. Di dalam jurnal pada pendahuluan dijelaskan alasan melakukan penelitian.


b. Hipotesis dalam penelitian ini tidak dicantumkan.

3. Sampling

Pengambilan sampel dijelaskan menggunakan teknik proposional random sampling, namun


tidak disebutkan kriteria yang diambil untuk sampel dalam penelitian tersebut.
Ulfa Rachmawati - 160110150049

4. Pengumpulan data

Cara pengumpulan data dalam penelitian tersebut dengan cara membagikan kuesioner berupa
pertanyaan tertulis kepada 285 siswa dari jumlah populasi. Untuk membuktikan keabsahan
kuesioner yang digunakan dalam penelitian dilakukan uji coba kuesioner pada siswa sekolah
dasar kelas V dan VI di Kecamatan Pulau Panggung, yang dilakukan pada 30 siswa. Uji validitas
dilakukan dengan uji korelasi product moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakan uji
statistic alpha cronbach. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan
chi square dan multivariat dengan regresi logistik.

5. Pertimbangan Etik

a. Ethical approval dari komite etik di dalam jurnal tidak dijelaskan.

b. Tidak dijelaskan dalam jurnal tentang informed consent.

6. Analisa Data dan Hasil

a. Hasil penelitian disampaikan dengan jelas dalam jurnal


b. p-value dijelaskan dan disebutkan dalam hasil penelitian pada jurnal
c. Hasil penelitian dalam jurnal signifikan, hasil uji korelasi dengan Chi square dengan CI =
95% (= 0,05) diperoleh p.value = 0,007 , karena p.value < maka Ha diterima, dan Ho
ditolak, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran
guru dengan perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar kelas V dan VI.

7. Hasil dan Keterbatasan Penelitian

a. Hasil pada penelitian dapat digeneralisasikan pada siswa SD Sumberejo

b. Keterbatasan dalam penelitian ini tidak disebutkan

c. Dalam jurnal tidak dijelaskan tentang saran penelitian selanjutnya.

III.3Kelebihan Jurnal

Penelitian memberikan intervensi kepada responden dan hasil penelitian menunjukkan bahwa
peran guru adalah faktor yang paling dominan dalam pengaruh menggosok gigi siswa SD
Sumberejo.
Ulfa Rachmawati - 160110150049

III.4Kekurangan Jurnal

Manfaat jurnal tidak dicantumkan, confounding factor tidak dijelaskan dalam jurnal.

BAB IV

Kesimpulan dan Saran

IV.1 Kesimpulan
Perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar kelas V dan VI di Kecamatan Sumberejo pada
umumnya baik yaitu 54,0% dan yang kurang yaitu 46,0%. Faktor yang berpengauh terhadap
perilaku menggosok gigi pada siswa sekolah dasar adalah peran orang tua,teman,guru dan
petugas kesehatan. Dan faktor yang paling dominan adalah Peran guru tentang menggosok gigi,
dengan Odds Ratio 1,791 artinya peran guru yang baik mempunyai kemungkinan siswa untuk
berperilaku menggosok gigi yang baik sebanyak 2 kali lebih besar dibandingkan dengan peran
guru yang kurang.

IV.2 Saran

1) Bagi orang tua


Dari hasil penilitian menunjukkan masih kurangnya sarana yang diberikan orang tua
untuk anak menggosok giginya, diharapkan juga orang tua dapat membimbing anak-
anak mereka agar membiasakan menggosok gigi serta memberikan contoh untuk
menggosok gigi di rumah.
2) Bagi guru dan tenaga pendidik
Perlu adanya inisiatif kegiatan sikat gigi bersama yang diajarkan oleh tenaga pendidik
oleh siswa SD karena dari hasil penelitian faktor dominan pengaruh perilaku
menggosok gigi oleh para siswa adalah peran guru atau tenaga pendidik sehingga indeks
kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD akan meningkat dimasa yang akan datang.