Anda di halaman 1dari 2

ANNISA RAGDHA EKA N.

12-97

Ekstraksi adalah penyarian zat-zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tanaman
obat, hewan dan beberapa jenis ikan termasuk biota laut. Zat-zat aktif terdapat di dalam sel,
namun sel tanaman dan hewan berbeda demikian pula ketebalannya, sehingga diperlukan
metode ekstraksi dengan pelarut tertentu dalam mengekstraksinya. Tujuan ekstraksi bahan
alam adalah untuk menarik komponen kimia yang terdapat pada bahan alam. Ekstraksi ini
didasarkan pada prinsip perpindahan massa komponen zat ke dalam pelarut, dimana
perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka kemudian berdifusi masuk ke dalam
pelarut (Harbone,1987;DirjenPOM,1986)

Tipe ekstraksi yang biasa digunakan adalah ekstraksi padat cair yaitu senyawa aktif
diekstraksi menggunakan media cair (pelarut). Proses dari ekstraksi terdiri dari tiga tahap
yaitu:
1. Penetrasi pelarut ke dalam sel tumbuhan yang mengakibatkan sel mengembang
(swelling).
2. Disolusi senyawa target.
3. Difusi senyawa target yang terlarut keluar sel tanaman.
Faktor yang mempengaruhi proses ekstraksi adalah bagian tumbuhan yang digunakan, pelarut
untuk ekstraksi, metode ekstraksi, dan lama waktu ekstraksi (List dan Schmidt, 1989).

metode ekstraksi sonikasi adalah metode yang menggunakan gelombang ultrasonik


(>20.000) (Depkes RI, 2000). Prinsip metode sonikasi adalah meningkatkan permeabilitas
dinding sel, membentuk kavitasi, dan meningkatkan stres mekanik sel (List dan Schmidt,
1989). Hasil ektraksi tergantung pada frekuensi getaran, kapasitas alat dan lama proses
ultrasonikasi. Efek mekanik dari sonikasi dapat meningkatkan penetrasi pelarut ke dalam sel
bahan serta meningkatkan transfer masa sehingga waktu yang dibutuhkan untuk pemecahan
sel lebih cepat (Sani, et al., 2014).
DAFTAR PUSTAKA

List, P.H., dan Schmidt, P.C. 1989. Phytopharmaceutical Technology. Germany: CRC Press

Sani, R.S., Nisa, F.C., Andriani, R.D., dan Maligan, J.Y. 2014. Analisis Rendemen dan
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Mikroalga Laut Tetraselmis chuii. Jurnal Pangan
dan Agroindustri. 2 (2): 121-126.

Harbone, J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan.
Cetakan II. Terjemahan oleh Kosasih Padmawinata. Bandung: ITB-Press.