Anda di halaman 1dari 9

Laporan Pendahuluan

Rehabilitasi

Disusun Oleh :

1. DyahAyu Tri. J (17)


2. Ika Khoirotun. N (26)
3. Mochamad Yusuf (31)
4. Nur Fajrina (35)
5. Nurul Atik Malina (36)

AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA HUSADA KEDIRI


TAHUN AKADEMIK 2015/2016

LAPORAN PENDAHULUAN
REHABILITASI

1 Pengertian
Rehabilitasi adalah tindakan restorasi bagi kesehatan individu yang mengalami
kecacatan menuju kemampuan yang optimal dan berguna baik segi
fisik,mental,sosial,dan ekonomik,di rumah sakit-rumah sakit,dan pusat-pusat rehabilitasi
tertentu

Rehabilitasi menurut WHO Expert Commitee on Medical Rehabilitation


(1969).Penggunaan secara terpadu dan terkoordinasi dari tindakan
medis,social,pendidikan dan vokasional untuk melatih atau melatihi kembali individu ke
arah kemungkinan tertinggi dari tingkat kemampuan fungsionalnya.kegiatan ini
diberikan dengan menggunakan sejumlah kegiatan dimana bertujuan membantu pasien
mengembangkan kemampuan kerja dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal bagi
dirinya di masyarakat setelah pulang dirawat di rumah sakit

2 Tujuan dari Rehabilitasi

a. Mengembalikan kemampuan individu setelah terjadinya gangguan kepada


kondisi/tingkatan fungsi yang optimum
b. Mencegah kecacatan yang lebih besar
c. Memelihara kemampuan yang ada/dimiliki oleh pasien
d. Membantu pasien untuk menggunakan kemampuannya.rehabilitasi untuk proses
jangka panjang dimana memerlukan program dan sarana yang
mencukupi.keberhasilan dari program rehabilitasi tergantung kepada besarnya
motivasi belajar,pola hidup sebelum dan sesudah sakit dan dukungan dari orang-
orang yag memiliki arti bagi pasien.

3 Tim yang Menangani Rehabilitasi

Tim yang menangani rehabilitasi yaitu tim kesehatan mental yang terdiri dari
dokter,perawat,psikologi,petugas sosial dan petugas terapi okupasional

4 Kegiatan Pelaksana

Kegiatan pelaksana rehabilitasi dilakukan di dalam rumah sakit,luar rumah sakit


(panti,pusat rehabilitasi),dimulai sejak hari pertama pasien dirawat

5 Fungsi Perawat Dalam Program Rehabilitasi:

a. Menjaga komplikasi dari akibat gangguan/penyakit diderita pasien


b. Membatasi besarnya gangguan semaksimal mungkin
c. Merencanakan dan melaksanakan program rehabilitasi

6 Jenis - Jenis Kegiatan Rehabilitasi


a. Terapi Okupasional
Adalah ilmu dan seni yang mempelajari bagaimana menggerakkan partisipasi
individu melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk mengoreksi masalah-masalah
patologik ke arah pemeliharaan dan promosi derajat kesehatan.Kegiatan di bangsal
biasanya berupa kegiatan-kegiatan pada waktu luang dan kreasi seni untuk menilai
kemampuan pasien dalam memenuhi kegiatan sehari-hari (activities of daily
living/ADL).Selain itu diberikan juga kegiatan pendidikan latihan vokasional untuk
bekal bekerja di masyarakat.Dengan terapi ini mendorong pasien untuk mengembangkan
minat untuk mempertahankan keterampilan lama mempelajari keterampilan baru.

b. Terapi Edukasional

Tujuannya adalah membantu pasien untuk meningkatkan harga dirinya,tidak


tertinggal pelajaran karena sedang dirawat dan juga dapat beradaptasi dengan program
pengobatan.

c. Rehabilitasi Vokasional

Yaitu suatu proses dimana pasien dikaji,dilatih dan ditempatkan sesuai dengan
pekerjaannya yang dapat membantunya mendapatkan kepuasan dan bermakna. Kegiatan
ini didasari kepada kepercayaan bahwa dengan memberinya pekerjaan akan
menghasilkan kreatifitas kepuasan dalam berhubungan sosial dengan orang
lain,meningkatkan kebanggakan dalam menyelesaikan tugas dan harga diri. Sebelum
mengikuti terapi ini biasanya pasien dilakukan test sikap ketrampilan,minat,kemudian
diminta mengobservasi dan memcoba salah satu jenis pekerjaan yang diminati,kemudian
dinilai kembali untuk diberikan terapi.

7 Tahap-Tahap Rehabilitasi Pasien Gangguan Jiwa

a. Tahap persiapan
yaitu usaha mempersiapkan pasien dengan menjalankan kegiatan terapi
okupasional,seleksi,evaluasi,dan latihan kerja dalam berbagai jenis pekerjaan
b. Tahap penyaluran/penempatan
Merupakan usaha pemulangan pasien ke keluarga,tempat kerja atau
masyarakat dan instansi lain yang berfungsi sebagai pengganti keluarga,disamping
usaha resosialisasi
c. Tahap pengawasan
Merupakan tindakan lanjut setelah pasien di salurkan ke masyarakat,dengan
mengadakan kunjungan rumah (visit home) kunjungan tempat kerja (job visit) dan
menyelenggarakan perawatan lanjut (after care),untuk mengetahui perkembangan
pasien,permasalahan yang dihadapi serta cara-cara pemecahannya.

9 Terapi Okupasi

a. Pengertian
Aktivitas yang terarah dan bertujuan adalah okupasi terapi sehingga tidak ada
waktu terluang dengan percuma tetapi semua waktu yang ada kita manfaatkan untuk
suatu kegiatan yang berguna bagi diri kita.
Seperti tang kita ketahui manusia adalah makhluk yang aktif dan dalam
perkembangannya dipengaruhi aktifitas yang bertujuan dan dengan menggunakan
kapasitas motivasi intrisiknya manusia mampu mempengaruhi kesehatan fisik
mentalnya,dalam kehidupannya diperlukan adaptasi agar dapat menyesuaikan diri
dikelompok dimana dia berada dan adaptasi ini merupakan suatu perubahan fungsi
yang dapat menciptakan aktualiasasi diri dan pertahanan hidup manusia,aktivitas
yang dilakukan manusia hendaklah yang bertujuan positif dan bermanfaat bagi
dirinya sehingga akan dapat menfasilitasi proses adaptasi tersebut.
Okupasi terapi artinya mengisi/menggunakan waktu luang.Individu
menggunakan waktu untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan,sedangkan kata
terapi berarti penatalaksanaan terhadap individu yang menderita penyakit atau
disabilitas baik fisik atau mental.

b. Tujuan Terapi Okupasi bagi Pasien Mental


1) Menciptakan suatu kondisi tertentu sehingga pasien dapat mengembangkan
kemampuannya untuk dapat berhubungan dengan orang lain
2) Membantu melepaskan/menyalurkan dorongan-dorongan emosi secara wajar
dan produktif
3) Menghidupkan kemauan atau motivasi pasien
4) Menemukan kemampuan kerja yang sesuai dengan bakat dan keadaannya
5) Mengumpulkan data guna penentuan diagnosa dan penetapan terapi lainnya

c. Proses Terapi Okupasi


Dokter yang mengirimkan pasien untuk okupasaiterapi akan menyertakan juga
data mengenai pasien berupadiagnosa, masalahnya dan juga akan menyatakan apa
yang perlu diperbuat dengan pasien tersebut. Apakah untuk mendapatkan data yang
lebih banyak untuk keperluan diagnose, atau untu terapi, atau untuk rehabilitasi.
Setelah pasien berada diunit okupasiterapi maka terapis akan bertindak sebagai
berikut:
a) Koleksi data
Data biasa didapatkan dari kartu rujukan atau status pasien yang disertakan
waktu pertama kali pasien mengujungi unit terapi okupasional.Jika dengan
mengadakan interviu dengan pasien atau keluarganya, atau dengan mengadakan
kunjungan rumah. Data ini diperlukan untuk menyusun rencana terapi bagi
pasien. Proses ini dapat berlangsung beberapa hari sesuai dengan kebutuhan

2) Analisa data dan identifikasi masalah


Dari data yang terkumpul dapat ditarik suatu kesimpulan sementara tentang
masalah dan atau kesulitan pasien. Ini dapat berupa masalah dilingkungan
keluarga atau pasien itu sendiri
3) Penentuan tujuan
Dari masalah dan latar belakang pasien maka dapat disusun daftar tujuan
terapi sesuai dengan prioritas baik jangka pendek maupun jangka panjangnya
4) Penentuan aktivitas
Setelah tujuan terapi ditetapkan maka dipilihlah aktivitas yang dapat mencapai
tujuan terapi tersebut. Dalam proses ini pasien dapat diikut sertakan dalam
menentukan jenis kegiatan yang kan dilaksanakan sehingga pasien merasa ikut
bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaannya. Dalam hal ini harus diingat
bahwa aktivitas itu sendiri tidak akan menyembuhkan penyakit, tetapi hanya
sebagai media untuk dapat mengerti masalahnya dan mencoba mengatasinya
dengan bimbingan terapis. Pasien itu sendiri harus diberitahu alasan-alasan
mengenai dia harus mengerjakan aktivitas tersebut sehingga dia sadar dan
diharapkan akan mengerjakannya dengan aktif.
5) Evaluasi
Evaluasi harus dilaksanakan secara teratur dan terencana sesuai dengan tujuan
terapi. Hal ini perlu agar dapat menyesuaikan program terapi selanjutnya sesuai
dengan perkembangan pasien yang ada. Dari hasil evaluasi dapat direncanakan
kemudian mengenai peneyesuain jenis aktivitas yang kan diberikan. Namun
dalam hal tertentu penyesuain aktivitas dapat dilakukan setelah bebrapa waktu
setelah melihat bahwa tidak ada kemajuan atau kurang efektif terhadap pasien.

Hal-hal yang perlu di evalausi antara lain adalah sebagi berikut:

a) Kemampuan membuat keputusan


b) Tingkah laku selama bekerja
c) Kesadaran adanya orang lain yang bekerja bersama dia dan yang
mempunyai kebutuhan sendiri
d) Kerjasama
e) Cara memperlihatkan emosi (spontan, wajar, jelas, dan lain-lain)
f) Inisiatif dan tanggung jawab
g) Kemampuan untuk diajak atau mengajak berunding
h) Menyatakan perasaan tanpa agresi
i) Kompetisi tanpa permusuhan
j) Menerima kritik dari atasan atau teman sekerja
k) Kemampuan menyatakan pendapat sendiri dan apakah bertanggung jawab
atas pendapatnya tersebut
l) Menyadari keadaan dirinya dan menerimanya
m) Wajar dalam penampilan
n) Orientasi, tempat, waktu, situasi, orang lain
o) Kemampuan menrima instruksi dan mengingatnya
p) Kemampuan bekerja tanpa terus menerus diawasi
q) Kerapian bekerja
r) Kemampuan merencanakan suatu pekerjaan
s) Toleransi terhadap frustasi
t) Lambat atau cepat
u) Dan lain sebagainya yang dianggap perlu

6) Pelaksanaan
a. Metode
Okupasiterapi dapat dilakukan baik secara indivisual, maupun
berkelompok, tergantung dari keadaan pasien, tujuan terapi dan lain-lain:
a) Metode individual dilakukan untuk:
Pasien baru yang bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak
informasi dan sekaligus untuk evaluasi pasien
Pasien yang belum dapat atau mampu untuk berinteraksi dengan
cukup baik didalam suatu kelompok sehingga dianggap akan
mengganggu kelancaran suatu kelomppok bila dia dimasukan
dalam kelompok tersebut
Pasien yang sedang menjalani latihan kerja dengan tujuan agar
terapis dapat mengevaluasi pasien lebih efektif
b) Metode kelompok dilakukan untuk:
Pasien lama atas dasar seleksi dengan masalah atau hamper
bersamaan, atau dalam melakukan suatu aktivitas untuk tujuan
tertentu bagi bebrapa pasien sekaligus.

Sebelum memulai suatu kegiatan baik secara individual maupun


kelompok maka terapis harus mempersiapkan terlebih dahulu segala
sesuatunya yang menyangkut pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pasien juga perlu dipersiapkan dengan cara memperkenalkan kegiatan


dan menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga dia atau
mereka lebih mengerti dan berusaha untuk ikut aktif. Jumlah anggota dalam
suatu kelompok disesuaikan dengan jenis aktivitas yang akan dilakaukan,
dan kemampuan terapis mengawasi.

b. Waktu
Okupasiterapi dilakukan antara 1 2 jam setiap session baik yang
individu maupun kelompok setiap hari,dua kali atau tiga kali seminggu
tergantung tujuan terapi, tersedianya tenaga dan fasilitas, dan sebagainya.
Ini dibagi menjadi dua bagian yaitu - 1 jam untuk menyelesaikan
kegiatan-kegiatan dan 1 1 jam untuk diskusi. Dalam diskusi ini
dibicarakan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut, antara lain kesulitan
yang dihadapi, kesan mengarahkan diskusi tersebut kearah yang sesuai
dengan tujuan terapi.
c. Terminasi
Keikut sertaan seseorang pasien dalam kegiatan okupasiterapi dapat
diakhiri dengan dasar bahwa pasien :
a) Dianggap telah mampu mengatsi persolannya
b) Dianggap tidak akan berkembang lagi
c) Dianggap perlu mengikuti program lainnya sebelum okupasiterapi

d. Jenis Aktivitas Terapi Okupasi


1) Aktivitas latihan fisik untuk meningkatkan kesehatan jiwa
2) Aktivitas dengan pendekatan kognitif
3) Aktivitas yang memacu kreativitas
4) Training ketrampilan
5) Terapi bermain (Creek,1997)
Kegiatan yang diberikan dapat berupa kerajinan tangan,seni
tari,musik,drama,rekreasi,ADL (activities of daily living),kegiatan yang dilakukan
tersebut bersifat terapeutik dan menyiapkan pasien untuk dapat dipulangkan
ketengah-tengah masyarakat atau dicalonkan untuk direhabilitasikan,kegiatan ini
dijalankan secara individu atau kelompok.semua kegiatan tersebut dipandu oleh
seorang okupasi terapis dimana tugas pokok okupasi terapis adalah membangkitkan
aktivitas positif melalui pekerjaan/aktivitas lain yang bersifat terapeutik dan
mengevaluasi perkembangan pasien secara kontinyu dan mengetahui efek terapi
yang diberikan.sedangkan peran okupasi terapis adalah:
1) Sebagai motivator & sumber reinforces:memberikan motivasi pada pasien dan
meningkatkan motivasi dengan memberikan penjelasan pada pasien tentang
kondisinya,memberikan penjelasan dan menyakinkan tentang fungsi-fungsi dari
aktivitas yang diberikan,memberikan dukungan dan menyakinkan pada pasien
akan sukses
2) Sebagai guru:terapis memberikan pengalaman learning re-rearning,okupasi
terapis harus mempunyai ketrampilan dan ahli tertentu dan harus dapat
menciptakan dan menerapkan aktivitas mengajarnya pada pasien
3) Sebagai peran model sosial:seorang terapis harus dapat menampilkan perilaku
yang dapat dipelajari oleh pasien,pasien mengidentifikasikan dan meniru terapis
melalui role playing,terapis mendemonstrasikan tingkah laku yang diinginkan
(verbal/non verbal) yang akan dicontoh pasien
4) Sebagai konsultan:terapis menentukan program perilaku yang dapat
menghasilkan respon terbaik dari pasien,terapis bekerja sama dengan
pasien,keluarganya dalam merencanakan rencana tersebut

Contoh Rincian Kegiatan


No Jenis Barang Bahan yg Alat yg Waktu
Ketrampilan Jadi digunakan digunakan Pelaksanaan
Ketrampilan Membuat Kain katun
1 Mesin jahit 1 mingu
Menjahit sprei sprei2, 4 mt
Membuat
Ketrampilan Kain katun
2 taplak Mesin jahit 5 Hari
menjahit 1, 4 mt
meja
Membuat Benang
Ketrampilam
3 sarung soket 2 jarum 1 minggu
menyulam
tangan gulung
Kerajianan Membuat
4 Tali rafia Sikat Besi 2 minggu
tangan kemoceng

DAFTAR PUSTAKA

Creek,J (1997),Occupational Therapy & Mental Heal.Churchil Livis Stone:London

Punwar,A.J.Occupational Therapy Principle & Practise.Wilians & Wilkins:London

Setyonegoro Koesumanto,1983.Pedoman Rehabilitasi Pasien mental di


Indonesia,Jakarta.Direktorat Kesehatan Jiwa Dep.Kes.RI

http//okipasi/terapi-okupasi-dan-rehabilitasi-wnes.html
http//okipasi/okupasi.php.htm