Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Uraian Proses PLTU


Secara umum siklus kerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap ini merupakan siklus
Rankine yang terdiri dari empat unit utama yaitu pompa, boiler, turbin, dan kondenser.
Proses produksi listrik di PT. PJB UBJ O&M PLTU Paiton Unit 9 dimulai dari
pengambilan air di Laut Jawa (Selat Madura) yang masuk melalui water intake. Kemudian air
tersebut masuk ke dalam trass track dan travelling screen untuk dilakukan penyaringan
sampah yang terbawa oleh air laut lalu disalurkan ke Pond untuk ditampung. Air pada Pond
kemudian disalurkan melalui pompa ke tiga tempat yang berbeda yaitu Water Treatment
Plant (WTP), Condensor, dan Chlorine Plant.
Pada unit Water Treatment Plant (WTP) dilakukan proses pemurnian dan penghilangan
kandungan mineral terlarut dalam air hingga mencapai standar yang ditetapkan. Proses
pemurnian dilakukan dengan cara penambahan koagulan Poly Alumunium Chloride (PAC) di
unit Mechanical Clarifier (MAC). Lalu dilanjutkan ke ultrafiltration water tank dan
menggunakan ultrafiltration device untuk menyaring mikroba dan zat yang terkandung dalam
air laut. Selanjutnya air laut diolah untuk dijadikan boiler feed water melalui proses boiler
make up water treatment system. Pada proses ini, air laut tersebut diubah menjadi air tawar
dengan menghilangkan garam menggunakan alat Reverse Osmosis (RO) juga kandungan
mineral dengan cation exchanger anion exchanger dan mixed bed.
Setelah melakukan proses pemurnian dan penghilangan kandungan mineral, air umpan
boiler tersebut dicampur dengan kondesat steam pada kondesor dan menuju Low Pressure
Heater (LPH) untuk pemanasan awal. Temperatur air umpan setelah melewati LPH
adalah140,5C. Air umpan diteruskan ke daerator untuk menghilangkan gas-gas yang
terkandung didalam air. Selanjutnya air umpan melewati High Pressure Heater (HPH) untuk
menaikkan temperatur air umpan menjadi 277,7C. Pemanasan awal ini bertujuan untuk
mengurangi beban kerja Boiler dan mengurangi bahan bakar yang digunakan. Adapun
pemanasan awal pada air umpan dengan mengekstraksi panas dari steam yang telah melewati
turbin. Air umpan yang telah melalui pemanasan awal akan dialirkan ke Economizer oleh
Boiler Feed Water Pump (BFWP) untuk dipanaskan lagi.
Air dari economizer akan memasuki steam drum untuk melalui proses pemisahan.
Pemisahan disini adalah pemisahan antara uap jenuh dan air. Didalam steam drum, uap jenuh
akan berada di bagian atas dan air akan berada pada bagian bawah. Air yang berada pada
bagian bawah akan dialirkan melalui pipa downcomer menuju pipa water wall yang terdapat
pada dinding furnace untuk dipanaskan sehingga air yang masih memiliki fase cair dapat
berubah menjadi fase gas (uap jenuh). Air yang berubah menjadi uap jenuh kembali ke steam
drum dan menuju ke superheater.
Superheater terdiri atas primary superheater dan secondary superheater. Primary
superheater merupakan superheater pertama yang dilalui saturated steam untuk menaikkan
temperatur. Temperatur saturated steam dinaikkan menggunakan flue gas yang lebih dingin
daripada flue gas yang melewati secondary superheater karena posisi secondary superheater
tepat diatas pembakaran batubara sedangkan primary superheater berada didekat jalur
pembuangan flue gas.Steam yang melewati superheater disebut juga Superheated Steam.
Superheated Steam akan dialirkan menuju Steam Header dan siap untuk dialirkan
menuju Turbin pada temperatur 541 C dan tekanan 17,4 MPa dengan laju alir massa sebesar
2064,1 ton/h. Superheated Steam akan mendorong dan memutar sudu-sudu turbin yang 1
poros dengan generator dan akan menghasilkan listrik. 30% listrik digunakan untuk
pemakaian sendiri dan 70% akan dijual kepada Perushaan Listrik Negara (PLN).
Superheated Steamyang telah digunakan untuk memutar sudu-sudu turbin akan
dikondensasikan menjadi fasecair pada kondenser. Kondensat dari hasil kondensasi akan
dicampur dengan make up water boiler dan menuju polisher untuk dihilangkan logam-logam
yang terlarut. Lalu air tersebut kembali dipanaskan di Low Pressure Heater (LPH)lalu ke
daerator dan seterusnya.
Pada proses pembakaran PT. PJB UBJ O&M Paiton Unit 9 menggunakan 2 jenis bahan
bakar yaitu bahan bakar utama dan bahan bakar pembantu. Bahan bakar pembantu yang
digunakan adalah tiny oil atau solar (HSD). Solar hanya digunakan pada saat start up atau
penyalaan awal untuk memanaskan furnace. Ketika temperatur furnace telah mencapai
temperatur 400C, barulah batubara dimasukkan ke dalam furnace dan penggunaan solar
dihentikan.
Penggunaan bahan bakar utama (batubara) bermula dari batubara yang ada di stock pile
dimasukkan ke dalam silo menggunakan belt conveyer. Kemudian batubara didalam silo
secara bertahap dimasukkan kedalam mill untuk dihancurkan menjadi butiran halus dengan
ukuran 200 mesh. Setelah itu batubara yang telah halus dibawa oleh udara transfer dari
Primary Air Fan (PA Fan) dengan laju alir 358,6 ton/.
Produk hasil pembakaran akan menuju Electrostatic Presipitator (ESP) untuk
menyaring abu terbang (fly ash) yang terbawa dalam flue gas. Abu terbang akan ditampung di
dalam fly ash silo sedangkan flue gas akan dibuang ke udara melalui Chimney.
Proses pembakaran tidak akan berjalan tanpa adanya udara sebagai salah satu
komponen penting dalam proses pembakaran. Udara yang digunakan berasal dari udara
lingkungan yang diambil dengan bantuan forced draft fan(FD fan). FD fan akan menyuplai
udara pembakaran langsung ke furnace. Lalu induced draft fan (ID fan) akan menghisap hasil
pembakaran untuk disalurkan menuju ESP. Sedangkan primary air fan (PA fan) digunakan
sebagai media transfer batubara halus dari mill ke furnace.