Anda di halaman 1dari 12

Makalah Pembahasan Kasus

SISTEM PENGUKURAN AKUNTANSI

Disusun Oleh :
Kelompok VI
Nur Heda (A31114007)
Nur Hilaliah (A31114009)
Sutiargi (A31114013)
Hidayat Nazardi (A31114516)

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Hasanuddin

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas hidayah-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada penulis. Shalawat dan salam semoga tercurahkan
kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Makalah Pembahasan Kasus Sistem
Pengukuran diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Akuntansi.
Adapun makalah Pembahasan Kasus Sistem Pengukuran ini telah penulis
usahakan dapat disusun dengan sebaik mungkin dengan mendapat bantuan dari berbagai
pihak, sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan secara tepat waktu. Untuk itu
penulis tidak lupa untuk menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini.
Terlepas dari upaya penulis untuk menyusun makalah ini dengan sebaik- baiknya,
penulis tetap menyadari bahwa tentunya selalu ada kekurangan, baik dari segi
penggunaan kosa-kata, tata bahasa maupun kekurangan-kekurangan lainnya. Oleh karena
itu, dengan lapang dada penulis membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang
bermaksud untuk memberikan kritik dan saran kepada penulis agar penulis dapat
memperbaiki kualitas makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah Pembahasan Kasus Sistem Pengukuran ini
bermanfaat, dan pelajaran-pelajaran yang tertuang dalam makalah ini dapat diambil
hikmah dan manfaatnya oleh para pembaca.

Makassar, 14 Maret 2016

Penyusun
Kasus Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan

Konsep Historical Cost, Current Cost, dan Exit Price


Soal Pembahasan:

1) 1 Des 2016 Tuan Anis dan Tuan Agus, masing-masing menyetor uang
Rp.1000.000.000 sebagai modal awal CV DMSK

2) Tanggal 2 Desember 2016, dilakukan pembelian 120 Unit produk TV merk


Somny, seharga Rp.10.000.000 (lihat tabel). Transaksi dan data selanjtunya adalah
sebagai berikut:

2-Dec-16 16-Dec-16 31-Dec-16


Uraian Unit Rp/Unit Unit Rp/Unit Unit Rp/Unit
Persediaan awal 0 120 45
Beli 120 10,000,000 0 12,000,000 0 13,000,000
Jual 0 15,000,000 75 17,500,000 5 19,000,000
Persediaan
120 45 40
akhir

1) Buat laporan Laba rugi dan Neraca untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2016,
dengan menggunakan konsep penilaian Historical Cost, Current Cost dan Exit Price
2) Tentukan Income menurut konsep pemeliharaan modal fisik dan konsep pemeliharaan
modal keuangan.
3) Jelaskan kelebihan informasi masing-masing konsep dalam kaitannya dengan informasi
yang diinginkan oleh para pemakai.
Jawaban:

1. Laporan Laba rugi dan Neraca untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2015, dengan
menggunakan konsep penilaian Historical Cost, Current Cost dan Exit Price
a. Historical Cost
b. Current Cost
c. Exit Price
2. Penentuan Income menurut konsep pemeliharaan modal fisik dan konsep pemeliharaan
modal keuangan.
a. Historical Cost

b. Current Cost
c. Exit Price

3. Kelebihan informasi dari masing-masing konsep dalam kaitannya dengan informasi


yang diinginkan oleh para pemakai.
a. Konsep Historical Cost
Konsep historical cost relevan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Manajer yang
membuat keputusan mengenai komitmen masa depan, membutuhkan data transaksi
masa lalu. Manajer harus dapat melakukan review atas upaya masa lalu mereka dan
ukuran dari upaya ini adalah biaya historis. Di mana biaya historis didasarkan pada
transaksi yang aktual, bukan hanya transaksi yang mungkin terjadi.
Example: Laba masa lalu digunakan untuk memprediksi laba masa depan.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan, pendapatan apabila digambarkan secara
statistik merupakan random walk dengan kata lain, estimasi terbaik dari pendapatan
masa depan adalah kinerja pendapatan saat ini dari suatu entitas
b. Konsep Current Cost
Dalam konsep current cost karena dimungkinkan adanya perbandingan antara current
cost dan current revenue, maka metode current akan akan menghasilkan current profit
dengan hasil yang lebih baik. Konsep ini, menunjukkan jumlah yang seharusnya
dibayar oleh perusahaan dalam periode berjalan untuk memperoleh aktiva atau jasa.
Current cost memungkinkan pelaporan current operating profit yang dapat digunakan
untuk meramalkan arus kas masa depan. Selain itu, manajer perusahaan juga dapat
mengetahui nilai aktiva jika perusahaan melanjutkan untuk memperoleh aktiva
tersebut dan jika nilainya belum ditambah aktiva tersebut.
c. Konsep Exit Price
Exit price melibatkan referensi untuk penilaian yang nyata karena setiap penilaian
mengacu pada saat ini, harga pasar sebenarnya.Exit price menyajikan informasi lebih
relevan bagi pemegang saham karena menunjukkan nilai investasinya sesuai dengan
harga yang ada dipasar. Exit price juga menyajikan informasi yang bebas alokasi,
pada laporan laba rugi melaporkan arus masuk aktiva dan perubahan nilai-nilai keluar
dari asset perusahaan dan kewajiban dalam suatu periode tertentu. Laba menampilkan
jumlah perubahan daya beli rill dari aktiva bersih, tidak termasuk investasi tambahan
oleh dan distribusi kepada pemilik. Dengan exit price, manajer juga dapat mengetahui
resiko keuangan pembelian aset, misalnya jika perusahaan memberli aset dengan exit
price yang berbeda secara signifikan dari entry price, maka aset tersebut adalah
proposisi berisiko.
d. Konsep financial capital lebih berusaha untuk mempertahankan nilai ekonomik
dalam arti nilai tukar kapital.
e. Konsep physical capital lebih berusaha untuk mempertahankan kapasitas produksi
seperti sedia kala walaupun terjadi inflasi maupun perubahan harga. Hal ini dapat
menjamin kelangsung hidup perusahaan.