Anda di halaman 1dari 6

Tema: Keberanian

Tokoh:

Bodi ( Berani )

Ali( Sok jago, sombong)

Ani (baik, tidak meremehkan orang lain)

dokter(bertangan dingin, sabar)

Satpam(tegas)

BABAK 1 INT-SEKOLAH PAGI


Ditengah kesibukan dan hiruk-pikuk sebuah kota, terdapat sebuah sekolah.
Terlihat bahwa sekolah tersebut adalah sekolah yang biasa-biasa saja, tidak terlalu
besar, namun tidak terlalu kecil. Bel pulang berbunyi, para siswa keluar dari pintu
masuk, mereka semua sedang berbincaang-bincang dengan teman-teman mereka.
Kecuali Bodi, seorang anak bertubuh sangat tambun, ia berjalan sendirian.

ADEGAN 1
Bodi: (sedih, kesal) Aaaaaah! Kesel, di sekolah yang baru ini temennya ga ada
yang enak, malahan mereka semua menghina-hina penampilan fisikku ini. Apes,
kenapa bapakku pindah kesini sih? Padahal di sekolah yang dulu udah enak
bangeeeeeeet.

Ali: (angkuh, sok jago) Hey gendut! gak punya temen ye? Hahahahahahahaha,
kesian deh, hahaahahahahahaha

Bodi: (marah) Hey kurus! gausah menghina dong...

Ali: (ikut marah) Mau ribut ya? Kurang ajar!

Ani : (cemas, datang menyela pembicaraan) Sudah-sudah jangan bertengkar

Ali: (Angkuh, marah) Rupanya sekarang sudah punya teman ya? Ketemu lagi
besok....gendut

Ali: (pergi meninggalkan Ani dan Bodi)

Ani : (sabar, mencoba menghibur) Sabar ya Bo, dia memang suka begitu.

Bodi : (senang, menggaruk kepala) Haha iya, ngomong-ngomong namamu siapa?

Ani : (senang) Namaku Ani, masak kamu tidak mengenalku? kitakan satu kelas,
tadi aku dibelakngmu.
Bodi : (terkejut) Ah masa itu kamu? Bukan kali kok beda banget sih sama yang
tadi.

Ani: (gembira) iya doooong, hehehehehehe

Bodi: (ikut tertawa) Haahhahahahahaaa

Bodi : (berbicara serius) Oh iya, eku mau ke dokter dulu ya, dadah!

Ani : (senyum) dadah juga !

BABAK 2 INT-PRAKTEK DOKTER PAGI


Bodi sampai di tempat dokter Ryan seorang spesialis penyakit dalam. ia
memasuki ruang tunggu, didalamnya terdapat 3 sofa coklat mengelilingi meja
kaca setinggi lutut, selain itu juga ada meja resepsionis di dekat pintu masuk.

ADEGAN 1
Bodi : (agak bingung) Selamat siang, boleh tanya Bu, apakah saya boleh
bertemu
dokter Ryan sekarang?

Resepsionis: Nomor antrian berapa dek?

Bodi : 122

Resepsionis: Iya boleh, Dokter Ryan sudah menunggu

Bodi : (senyum) Terimakasih bu

Bodi : (cemas) Selamat siang dok, bagaimana hasil tes saya?

dr. Ryan: (cemas) Berdasarkan tes yang sudah kami lakukan minggu lalu,
sepertinya anda mengalami Diabetes Mellitus tipe 1.

Bodi : (cemas, takut) Maksudnya apa dok?

dr. Ryan: (melihat Bodi dengan seksama) Diabetes mellitus tipe 1 bila dijelaskan
secara singkat berarti anda harus menyuntikkan insulin 3 kali sehari untuk
menurunkan tingkat glukosa di dalam darah. Saya benar-benar menganjurkan
anda untuk memulai gaya hidup sehat.

Bodi: (sedih) Terimakasih dok.

dr. Ryan: Sama-sama

Bodi: (keluar ruangan dengan langkah berat keluar dari klinik, sangat
cemas,diam) Aduuh gimana nih?
BABAK 3 INT- KELAS PAGI
Keesokan harinya Bodi berangkat kesekolah dengan lesu. Ani sudah menunggu
Bodi di kelas.

ADEGAN 1
Ani: (senyum, ceria) Hai Bodi

Bodi : (Lesu) Hai Ani, dokter mengatakan bahwa aku mendapat diabetes mellitus
tipe 2, aku sudah tidak bersemangat hidup sekarang.

Ani: (cemas, mencoba melegakan) Sudah tidak apa-apa Bodi, kau masih dapat
hidup dengan baik

Guru: (memasuki ruangan dengan gagah sambil membawa banyak kertas) Anak-
anak, bapak datang kesini hanya ingin memgumumkan sebuah lomba menari hip-
hop regional. Ada yang mau ikut?
Bodi: Saya!

Seluruh kelas: (melihat ke Bodi)

Guru: Ada lagi yang mau ikut? Tidak ada? Berarti dari kelas ini hanya Bodi yang
ikut.

Guru: (meninggalkan ruang) Selamat tinggal, Assalamualaikum

Seluruh kelas: Walaikum salam

Ani: (penasaran)Yakin kamu mau ikut?

Bodi: (optimis) Yakin dong, aku kan sebenernya jago nari. hehehehehe
BABAK 4 INT-KANTIN SIANG
Pada jam istirahat, Bodi tidak makan, ia hanya duduk di kantin dan merenungi
nasibnya. Tiba-tiba Ali datang

ADEGAN 1
Ali: (sok jago) Hey gendut! kudengar kau ikut kau ikut lomba menari hip-hop ya?
hahahahah betapa bodohnya kamu ini, mana mungkin kamu menang!
hahahahahaahaaha.

Bodi: Jangan begitu Ali, jangan meremehkan oang lain! Belum tentu kamu
menang...

Ali: (sangat sombong) Hah! Mana mungkin aku kalah! Aku kan pemimpin grup
tari hip-hop sekolah! Sedangkan kamu? Hanya kantong lemak yang hidup!
Hahahahahaha. Bagaimana kalu kita lihat nanti

Bodi: (kesal,diam) Aku yakin akan mengalahkanmu, Ali!


BABAK 5 EXT-GANG MALAM
Pada hari perlombaan semua Bodi datang dan mengikuti lomba. Singkat cerita, ia
berhasil memenagkan lomba dan mengalahkan Ali di babak final. Akan tetapi, Ali
tidak terima dikalahkan oleh orang yang selalu ia hina selama ini

ADEGAN 1
Ali: (mengamuk, sok jago) Hey Bodi! Aku tunggu kamu di belang gedung ini
sekarang juga! Bila kau tak datang, kau benar-benar seorang pecundang!
Bagaimana?

Bodi: (sedikit cemas) Ya, aku akan datang

Bodi dan Ali bertemu di belakang gedung tempat lomba. Ali sudah menunggu
dengan penuh gaya. Bodi datang dengan sedikit kebingungan.

Ali: (sok jago, strectching) Sudah siapkah kamu?

Bodi: (bingung) Siap apa?

Ali: (menyerang Bodi) AAAAAAAAAAAAH!

Bodi: (terkena hantaman Ali) UGH!

Ali: (memojokkan Bodi ke dinding, memukul Bodi berkali-kali) Masih berani


menantangku hah?

Ali: (menarik Bodi dan mendorongnya ke dinding di sisi lain)

Bodi: (menabrak dinding dan memantul)

Ali: (tertiban Bodi) AAAAAAAAAAGH! Kakiku patah

Bodi: (Kesakitan) UUUUUUH

Tiba tiba datang seorang Satpam, ia mengenakan seragam lengkap dan berjalan
gagah

ADEGAN 2
Satpam: (tegas) Sedang apa kalian di sini?

Ali: (terengah-engah) Pak orang gila ini menyerangku dan mematahkan kakiku!

Satpam: (Tegas) Kalian berdua pergi dari sini sekarang!

Satpam: (Memperhatikan Bodi, bingung) Lho kamu bukannya anak yang menang
lomba ya?

Bodi: (kesakitan) I..Iya pak, dia Ali mengajakku bertemu di sini, lalu dia
menyerangku
Satpam: (tegas) Ck ck ck, kalian berdua akan saya bawa ke guru pendamping
kalian.

KEBERANIAN

Jalan hanyalah sarana,

Demikian juga kendaraan,

Ada yang lebih utama,

Semangat dan kemauan.

Meski melewati jalan berbatu,

Dan hanya berjalan kaki,

Pejuang akan tetap maju,

Dengan ketetapan hati.

Biarpun di jalan mulus,

Dengan kendaraan bagus,

Pecundang tak akan becus,

Karena takut terjerumus.

Hidup bukan tergantung apa,


Tapi siapakah dirinya,

Punyakah keberanian?

Untuk teguh berjalan