Anda di halaman 1dari 12

ISTILAH DALAM TEKNIK SIPIL

Oleh : Toni Kustianto Gulo (Jurusan Pend. Teknik Sipil FT-UNIMED)


1. Acuan (bekisting) adalah suatu sarana pembantu struktur beton untuk
pencetak beton sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang
direncanakan
2. Agregat adalah material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah
dan kerak tungku besi, yang dipakai bersama-sama dengan suatu media
pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan
3. Agregat Ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur
mempunyai berat 1100 kg/m3 atau kurang.
4. Agregat Halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi _alami_
batuan atau pasir yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir terbesar 5,0 mm.
5. Agregat Kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi _alami_ dari bantuan
atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan
mempunyai ukuran butir antara 5-40 mm
6. Adukan adalah campuran antara agregat halus dan semen portland
atau sembarang semen hidrolik yang lain dan air.
7. Angker adalah media untuk mengikat dalam suatu sambungan beton
pracetak.
8. Bahan Tambahan adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang
dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu
untuk merubah beberapa sifatnya
9. Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang
lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan
membentuk masa padat.
10. Beton Bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah
tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau
tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material
bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja
11. Beton-Normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200- 2500
kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak
menggunakan bahan tambahan.
12. Beton Praktekan adalah beton bertulang yang telah diberikan tegangan
dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja
13. Beton Pracetak adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan
tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan.
14. Beton Ringan Struktur adalah beton yang mengandung agregat ringan yang
mempunyai berat isi tidak lebih dari 1900 kg/m3.
15. Beton Polos adalah beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan
tetapi kurang dari ketentuan minimum.
16. CGS adalah standar internasional terkecil dalam ukuran metrik (dalam
sentimeter).
17. Dowel adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur.
18. Deking adalah beton tahu untuk pedoman ketebalan beton.
19. Faktor Air Semen (Fas) adalah perbandingan antara jumlah semen dan air
pada beton.
20. Konstruksi Batu adalah pasangan batu yang berfungsi sebagai elemen
konstruksi dengan kekuatan tekan > 100 kg/cm2.
21. Konstruksi Beton adalah beton yang berfungsi sebagai elemen konstruksi
22. Kabel adalah susunan material yang digunakan dalam media penarikan
beton pratekan, biasanya disebut _tendon_.
23. Mks adalah standar internasional terbesar dalam ukuran metrik (meter0
24. (Scaffolding) adalah suatu struktur (kerangka) sebagai (1) sarana kerja
bagi pekerja untuk melakukan tugas pada ketinggian tertentu dan
(2) penyangga acuan beton yang berfungsi mencegah terjadinyaperubahan posisi
acuan dari posisi yang telah ditentukan
25. Sengkang adalah tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan
geser dan torsi dalam suatu komponen struktur, terbuat dari batang tulangan,
kawat baja atau jaring kawat baja las polos atau deform.
26. Segregasi adalah pengelompokan agregat yang homogen pada adukan
beton, dimana agragat kasar terpisah dengan agregat halus.
27. Tulangan adalah batang baja berbentuk polos atau defon atau pipa
yang berfungsi untuk menahan gaya tarik pada komponen struktur, tidak
termasuk tendon prategang, kecuali bila secara khusus diikut sertakan.
28. Tulangan Polos adalah batang baja yang permuakaan sisi luarnya rata
tidak bersirip atau berukir.
29. Tulangan Deform adalah batangan baja yang permukaan sisi luarnya tidak
rata, tetapi bersirip, atau berukir.
30. Accelerator adalah bahan tambah untuk mempercepat pengikatan beton.
31. Admixture adalah bahan tambah untuk campuran beton.
32. Additive adalah bahan tambah untuk campuran beton.
33. Bouwplank adalah papan duga dalam istilah Belanda.
34. Barsteel adalah rangkaian tulangan.
35. Box adalah korak penyedia daya atau arus listrik.
36. Bucket Tower Crane adalah kotak pembawa material dari mesin angkat.
37. Bleeding adalah beton yang kelebihan air, sehingga air semen naik ke
permukaan.
38. Bendraat adalah kawat pengikat tulangan dalam istilah Belanda.
39. Batching Plant adalah lokasi / tempat pengadukan.
40. Conveyor adalah ban berjalan untuk membawa material.
41. Cofferdam adalah menahan / membendung adukan beton sehingga tidak
tercampur lingkungan (tanah, sungai dan sebagainya).
42. Cast in situ adalah pelaksanaan pracetak beton di lapangan.
43. Doka adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.
44. Dump Truck adalah truk yang mampu membawa adukan beton.
45. Forklift adalah mesin / alat angkat.
46. Hoist adalah mesin / alat angkat.
47. Hammer Test adalah uji palu beton pada lapisan yang telah mengeras.
48. In Situ adalah lokasi / lapangan.
49. Jacking adalah mesin / alat penarik kabel pratekan.
50. Lay-Out adalah penggunaan tata ruang di lapangan.
51. Mold adalah acuan untuk pelaksanaan pengecoran beton.
52. Mix Design adalah disain campuran beton berdasarkan berat atau volume.
53. Maccaferri adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.
54. Power adalah energi listrik di lapangan yang berasal dari PLN atau generating
set.
55. Portland Cement adalah semen abu-abu.
56. Post-Tension adalah penarikan pada beton pratekan setelah beton mengeras.
57. Pre-Tension adalah penarikan pada beton pratekan sebelum dilaksanakan
pengecoran.
58. Peri adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.
59. Retarder adalah bahan tambah untuk memperlambat pengikatan beton.
60. Rapid Klam adalah alat penjepit pada acuan untuk struktur kolom dan balok.
61. Ready Mix Concrete adalah beton yang siap pakai.
62. Speady adalah uji pada semen abu-abu untuk mengetahui kemampuan ikatan
semen.
63. Slump adalah alat uji konsistensi/kekentalan beton.
64. Steel Proff adalah tiang baja yang berbentuk silinder dapat diatur
ketinggiannya.
65. Shear Connector adalah bahan / material penghubung antara 2 (dua)
material yang berbeda karakteristiknya (komposit).
66. Strands adalah kumpulan kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk
membentuk kabel.
67. Setting Time adalah pengaturan atau penentuan waktu ikat pada beton.
68. Sand Blasting adalah alat / mesin pembersih permukaan pada beton
sebelum dilaksanakan perbaikan beton atau penutupan kembali.
69. Shop Drawing adalah gambar pelaksanaan / kerja.
70. Site-Plan adalah rencana lokasi / areal pelaksanaan.
71. Stressing adalah penarikan kabel atau tendon pratekan.
72. Truck Mixer adalah truk yang mampu mengaduk beton.
73. Timing adalah pemilihan waktu untuk merencanakan ikatan beton.
74. Troley adalah alat / mesin pembawa adukan beton.
75. Uplift adalah tekanan / gaya angkat.
76. Wearing Diagram adalah pembungkus kabel (isolator) yang memiliki arus
listrik.
77. Workshop adalah lokasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan fabrikasi.
78. Waterpas adalah alat / mesin untuk mengukur kedataran suatu pasangan
konstruksi.
79. Wires adalah kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk
kabel.
80. Workability adalah kemudahan di dalam melaksanakan suatu pekerjaan
konstruksi.
81. Wika Precast adalah perusahaan (Wika, BUMN) yang memproduksi beton
pracetak.
DAFTAR ISTILAH TEKNIK SIPIL STRUKTUR
82. Abutment bagian bawah tumpuan struktur jembatan
83. Agregat campuran bahan batu-batuan yang netral (tidak bereaksi) dan
merupakan bentuk sebagian besar beton (misalnya: pasir, kerikil, batupecah,
basalt)
84. AISC singkatan dari American Institute of Steel Construction
85. AISCS Spesifikasi-spesifikasi yang dikembangkan oleh AISC, atau singkatan
dari American Institute of Steel Construction Specification
86. ASTM singkatan dari American Society of Testing and Materials
87. Balok elemen struktur linier horisontal yang akan melendut akibat beban
transversal
88. Balok spandrel balok yang mendukung dinding luar bangunan yang dalam
beberapa hal dapat juga menahan sebagian beban lantai
89. Batas Atterberg besaran kadar air (%) untuk menandai kondisi konsistensi
tanah yakni terdiri dari batas cair (Liquid Limit / LL), bata plastis (Plastic Limit/ PL)
maupun batas susut (shirinkage Limit).
90. Batas Cair besaran kadar air tanah uji (%) dimana dilakukan ketukan
sebanyak 25 kali menyebabkan alur tanah pada cawan Cassangrade berimpit 1.25
cm (1/2 inch).
91. Batas Plastis besaran kadar air tanah sehingga saat dilakukan pilinan pada
contoh tanah hingga 3 mm mulai terjadi retakan dan tidak putus
92. Beban suatu gaya yang bekerja dari luar
93. Beban hidup semua beban yang terjadi akibat pemakaian dan penghunian
suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari pada atap
94. Beban mati berat semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap,
termasuk segala beban tambahan, finishing, mesin-mesin serta peralatan tetap
yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung tersebut
95. Beton suatu material komposit yang terdiri dari campuran beberapa bahan
batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat, yaitu dibentuk dari agregat campuran
(halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen (semen +air) sebagai bahan
pengikat.
96. Beton Bertulang beton yang diperkuat dengan tulangan, didesain sebagai
dua material berbeda yang dapat bekerja bersama untuk menahan gaya yang
bekerja padanya.
97. Beton Cast-in-place beton yang dicor langsung pada posisi dimana dia
ditempatkan. Disebut juga beton cast- in situ.
98. Beton Precast beton yang dicor di tempat yang berbeda dengan site,
biasanya di tempat yang berdekatan dengan lokasi site
99. Beton Prestressed beton yang mempunyai tambahan tegangan tekan
longitudinal melalui gaya tarik pada serat yang diberi pra-tegang di sepanjang
elemen strukturnya.
100.Beton struktural beton yang digunakan untuk menahan beban atau untuk
membentuk suatu bagian integral dari suatu struktur. Fungsinya berlawanan
dengan beton insulasi (insulating concrete).
101.Bracing konfigurasi batang-batang kaku yang berfungsi untuk menstabilkan
struktur terhadap beban lateral
102.Cincin tarik (cincin containment) cincin yang berada di bagian bawah struktur
cangkang, berfungsi sebagai pengaku
103.Daktilitas adalah kemampuan struktur atau komponennya untuk melakukan
deformasi inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama, sambil
mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya;
104.Defleksi lendutan balok akibat beban
105.Dinding geser (shear wall, structural wall) dinding beton dengan tulangan
atau pra-tegang yang mampu menahan beban dan tegangan, khusunya tegangan
horisontal akibat beban gempa.
106.Faktor reduksi suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal
untuk mendapatkan kuat rencana;
107.Gaya tarik gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarik elemen
hingga putus.
108.Gaya tekan gaya yang cenderung untuk menyebabkan hancur atau tekuk
pada elemen. Fenomena ketidakstabilan yang menyebabkan elemen tidak dapat
menahan beban tambahan sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan pada material
disebut tekuk (buckling).
109.Geser keadaan gaya yang berkaitan dengan aksi gaya-gaya berlawanan arah
yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir terhadap bagian di dekatnya.
Tegangan geser umumnya terjadi pada balok.
110.Girder susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok
besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok)
111.Goyangan (Sideways) fenomena yang terjadi pada rangka yang memikul
beban vertikal. Bila suatu rangka tidak berbentuk simetris, atau tidak dibebani
simetris, struktur akan mengalami goyangan (translasi horisontal) ke salah satu sisi.
112.HPS singkatan dari high-performance steel, merupakan suatu tipe kualitas
baja
113.HVAC singkatan dari Heating, Ventilating, Air Conditioning, yaitu hal yang
berhubungan dengan sistem pemanasan, tata udara dan pengkondisian udara
dalam bangunan
114.Joist susunan gelagar-gelagar dengan jarak yang cukup dekat antara satu dan
yang lainnya, dan biasanya berfungsi untuk menahan lantai atau atap bangunan.
Biasanya dikenal sebagai balok anak atau balok sekunder.
115.Kolom elemen struktur linier vertikal yang berfungsi untuk menahan beban
tekan aksial
116.Komposit tipe konstruksi yang menggunakan elemen-elemen yang berbeda,
misalnya beton dan baja, atau menggunakan kombinasi beton cast-in situ dan pre-
cast, dimana komponen yang dikombinasikan tersebut bekerja bersama sebagai
satu elemen struktural.
117.Kuat nominal kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang
dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan
dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai
118.Kuat perlu kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang
diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang
berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan
dalam tata cara ini
119.Kuat rencana kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan
120.Kuat tarik leleh kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh dari
tulangan dalam Mpa
121.Kuat tekan beton yang disyaratkan (fC ) kuat tekan beton yang ditetapkan
oleh perencana struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi
300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam
satuan MPa.
122.Las tumpul penetrasi penuh suatu las tumpul, yang fusinya terjadi diantara
material las dan metal induk, meliputi seluruh ketebalan sambungan las
123.Las tumpul penetrasi sebagian suatu las tumpul yang kedalaman
penetrasinya kurang dari seluruh ketebalan sambungan;
124.Lentur keadaan gaya kompleks yang berkaitan dengan melenturnya elemen
(biasanya balok) sebagai akibat adanya beban transversal. Aksi lentur
menyebabkan serat-serat pada sisi elemen memanjang, mengalami tarik dan pada
sisi lainnya akan mengalami tekan, keduanya terjadi pada penampang yang sama.
125.Lintel balok yang membujur pada tembok yang biasanya berfungsi untuk
menahan beban yang ada di atas bukaan-bukaan dinding seperti pintu atau jendela
126.LRFD singkatan dari load and resistance factor design.
127.Modulus elastisitas rasio tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan
yang timbul akibat tegangan tersebut.
128.Momen gaya memutar yang bekerja pada suatu batang yang dikenai gaya
tegak lurus akan menghasilkan gaya putar (rotasi) terhadap titik yang berjarak
tertentu di sepanjang batang.
129.Momen puntir momen yang bekerja sejajar dengan tampang melintang
batang.
130.Momen kopel momen pada suatu titik pada gelegar
131.Mortar campuran antara semen, agregat halus dan air yang telah mengeras
132.Plat Komposit plat yang dalam aksi menahan bebannya dilakukan oleh aksi
komposit dari beton dan plat baja / steel deck sebagai tulangannya.
133.Pondasi bagian dari konstruksi bangunan bagian bawah (sub-structure) yang
menyalurkan beban struktur dengan aman ke dalam tanah.
134.Rangka batang ruang struktur rangka batang yang berbentuk tiga
dimensional, membentuk ruang
135.Rangka kaku suatu rangka struktur yang gaya-gaya lateralnya dipikul oleh
sistem struktur dengan sambungan-sambungannya direncanakan secara kaku dan
komponen strukturnya direncanakan untuk memikul efek gaya aksial, gaya geser,
lentur, dan torsi;
136.Rangka tanpa Bracing (Unbraced frame) sistem rangka dimana defleksi
lateral yang terjadi padanya tidak ditahan oleh pengaku atau dinding geser (shear
wall)
137.Sag simpangan yang terjadi pada struktur kabel, yang merupakan tinggi
lengkungan struktur tersebut
138.sengkang tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan torsi
dalam suatu komponen struktur,
139.SNI singkatan dari Standar Nasional Indonesia
140.Spesi-beton campuran antara semen, agregat campuran (halus dan kasar)
dan air yang belum mengeras
141.Spesi-mortar campuran antara semen, agregat halus dan air yang belum
mengeras
142.Struktur bangunan bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk
menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah.
143.Struktur Balok dan Kolom (post and beam) sistem struktur yang terdiri dari
elemen struktur horisontal (balok) diletakkan sederhana di atas dua elemen struktur
vertikal (kolom) yang merupakan konstruksi dasar
144.Struktur Cangkang bentuk struktural berdimensi tiga yang kaku dan tipis
serta mempunyai permukaan lengkung.
145.Struktur Grid salah satu analogi struktur plat yang merupakan struktur
bidang, secara khas terdiri dari elemen-elemen linier kaku panjang seperti balok
atau rangka batang, dimana batang-batang tepi atas dan bawah terletak sejajar
dengan titik hubung bersifat kaku.
146.Struktur Funicular sistem struktur yang berbentuk seperti tali, kurva atau
kumpulan segmen elemen-elemen garis lurus yang membentuk lengkung
147.Struktur Membran konfigurasi struktur yang terbentuk dari lembaran tipis dan
fleksibel.
148.Struktur Plat struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material
monolit yang tingginya relatif kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainya.
149.Struktur Rangka Batang susunan elemen-elemen linier yang membentuk
segitiga atau kombinasi segitiga, sehingga menjadi bentuk rangka yang tidak dapat
berubah bentuk bila diberi beban eksternal tanpa adanya perubahan bentuk pada
satu atau lebih batangnya.
150.Struktur Rangka Kaku (rigid frame) struktur yang terdiri atas elemenelemen
linier, umumnya balok dan kolom, yang saling dihubungkan pada ujung-ujungnya
oleh joints (titik hubung) yang dapat mencegah rotasi relative di antara elemen
struktur yang dihubungkannya.
151.Struktur Tenda bentuk lain dari konfigurasi struktur membran, dapat
berbentuk sederhana maupun kompleks dengan menggunakan membranmembran.
152.Struktur Vierendeel struktur rangka kaku yang digunakan secara horisontal.
Struktur ini tampak seperti rangka batang yang batang diagonalnya dihilangkan.
Perlu diingat bahwa struktur ini adalah rangka, bukan rangka batang. Jadi titik
hubungnya kaku.
153.Sub-structure struktur bagian bawah. Pada struktur jembatan merupakan
bagian yang mendukung bentang horisontal
154.Super-structure struktur bagian atas. Pada struktur jembatan, merupakan
bagian struktur yang terdiri dari bentang horisontal.
155.Sway Frame suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal
dalam bidang tidak cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya
internal dan momen dari pergeseran horisontal, sehingga memungkinkan terjadinya
goyangan (sway)
156.Tegangan intensitas gaya per satuan luas
157.Tegangan tumpu (bearing stress) tegangan yang timbul pada bidang kontak
antara dua elemen struktur, apabila gaya-gaya disalurkan dari satu elemen ke
elemen yang lain. Tegangan-tegangan yang terjadi mempunyai arah tegak lurus
permukaan elemen.
158.Tegangan utama (principle stresses) interaksi antara tegangan lentur dan
tegangan geser dapat merupakan tegangan normal tekan atau tarik, yang disebut
sebagai tegangan utama.
159.Tinggi efektif penampang (d) jarak yang diukur dari serat tekan terluar hingga
titik berat tulangan tarik
160.Titik hubung (joint) titik pertemuan batang-batang elemen struktur, dimana
titik ini merupakan pertemuan gaya-gaya yang terjadi pada elemen struktur
tersebut
161.Tendon elemen baja misalnya kawat baja, kabel batang, kawat untai atau
suatu bundel dari elemen-elemen tersebut, yang digunakan untuk member gaya
prategang pada beton
162.Torsi puntiran yang timbul pada elemen struktur apabila padanya diberikan
momen puntir langsung atau secara tak langsung. Tegangan tarik maupun tekan
akan terjadi pada elemen yang mengalami torsi.
163.Triangulasi konfigurasi struktur segitiga yang bersifat stabil, tidak bias
berubah bentuk atau runtuh
164.Tulangan batang, kawat atau elemen lain yang ditambahkan pada beton
untuk memperkuat beton menahan gaya.
165.tulangan polos batang baja yang permukaan sisi luarnya rata, tidak bersirip
dan tidak berukir
166.tulangan ulir batang baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi
bersirip atau berukir
167.tulangan spiral tulangan yang dililitkan secara menerus membentuk suatu ulir
lingkar silindris
168.Un-sway Frame suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya
horisontal dalam bidang cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya
internal dan momen dari pergeseran horisontal tersebut.
169.Umur bangunan periode/waktu selama suatu struktur dipersyaratkan untuk
tetap berfungsi seperti yang direncanakan;
170.Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah perhitungan banyaknya biaya yang
diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan
pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. Anggaran biaya merupakan harga
dari bangunan yang dihitung secara merinci, cermat dan memenuhi syarat. Tujuan
dari pembuatan RAB itu sendiri adalah untuk memberikan gambaran yang pasti
tentang besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan suatu proyek.
171.Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) adalah rencana alokasi waktu untuk
menyelesaikan masing-masing item pekerjaan proyek yang secara keseluruhan
adalah rentang waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan sebuah proyek. Untuk
dapat menyusun rencana kerja yang baik dibutuhkan : Gambar proyek, RAB, Daftar
volume pekerjaan, Data lokasi proyek, Data Material, Data kebutuhan tenaga kerja,
Data cuaca, Data alat berat yang digunakan, Metode kerja yang digunakan, Data
keuangan, Data kapasitasi produksi.
TABEL SAMBUNGAN BESI

PANJANG SAMBUNGAN BESI 40 KALI


DIAMATER

PANJANG
UKURAN SAMBUNGAN

Mili Meter (mm) Meter (m)

6 0.24

8 0.32

9 0.36

10 0.4

12 0.48

13 0.52

16 0.64

19 0.76

22 0.88

25 1

28 1.12

29 1.16

32 1.28

36 1.44
Tabel Berat Besi WF ( Wide Flange) Panjang = 6M:
Product Size Weight( Kg)
Besi WF 100 X 50 X 5 X 7 = 112
Besi WF 125 X 60 X 6 X 8 = 159
Besi WF 148 X 100 X 6 X 9 = 253
Besi WF 150 X 75 X 5 X 7 = 168
Besi WF 175 X 90 X 5 X 8 = 217
Besi WF 198 X 99 X 4, 5 X 7 = 218
Besi WF 200 X 100 X 3, 2 X 4, 5 = 143
Besi WF 200 X 100 X 5, 5 X 8 = 256
Besi WF 248 x 124 x 5 x 8 = 308
Besi WF 250 x 125 x 6 x 9 = 355
Besi WF 298 x 149 x 6 x 8 = 384
Besi WF 300 x 150 x 6.5 x 9 = 440
Besi WF 346 x 174 x 6 x 9 = 497
Besi WF 350 x 175 x 7 x 11 = 595
Besi WF 396 x 199 x 7 x 11 = 679
Besi WF 400 x 200 x 8 x 13 = 792
Besi WF 446 x 199 x 7 x 11 = 795
Besi WF 450 x 200 x 90 x 14 = 912
Besi WF 500 x 200 x 10 x 16 = 1075
Besi WF 588 x 300 x 12 x 20 = 1812
Besi WF 600 x 200 x 11 x 17 = 127