Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Definisi Kristalografi dan Mineralogi


Kristalografi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat geometri dari
kristal dan aturan-aturan yang mempengaruhi pertumbuhan, kenampakan bentuk
luar, dan struktur dalam internal dan sifat-sifat fisik lainnya.

Jadi, suatu kristal adalah suatu padatan dengan susunan atom yang berulang
secara tiga dimensional yang dapat mendifraksi sinar X. Kristal secara sederhana
dapat didefinisikan sebagai zat padat yang mempunyai susunan atom atau molekul
yang teratur. Keteraturannya tercermin dalam permukaan kristal yang berupa
bidang-bidang datar dan rata yang mengikuti pola-pola tertentu.

Bidang-bidang datar ini disebut sebagai bidang muka kristal. Sudut antara
bidang-bidang muka kristal yang saling berpotongan besarnya selalu tetap pada
suatu kristal. Bidang muka kristal itu baik letak maupun arahnya ditentukan oleh
perpotongannya dengan sumbu-sumbu kristal. Dalam sebuah kristal, sumbu
kristal berupa garis bayangan yang lurus yang menembus kristal melalui pusat
kristal. Sumbu kristal tersebut mempunyai satuan panjang yang disebut sebagai
parameter.
Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang menpelajari mengenai
mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain
mempelajari tentang sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, dan cara terdapatnya, cara
terjadinya, dan kegunaannya. Mineral adalah materi penyusun bumi, yang
merupakan unsur atau senyawa anorganik, terbentuk secara alami, mempunyai
struktur dan komposisi kimia tertentu, mempunyai sifat fisik tertentu, mempunyai
struktur dalam yang teratur dan berbentuk Kristal (Bates dan Jackson, 1990: 424).

Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari tentang mineral, yang berasal dari
kata Mineral yang artinya suatu zat ( fasa ) padat yang terdiri dari unsur atau
persenyawaan kimia yang dibentuk secara alamiah oleh proses-proses anorganik,
mempunyai sifat-sifat kimia dan fisika tertentu dan mempunyai penempatan

1
2

atom-atom secara beraturan didalamnya, atau dikenal sebagai struktur kristal.


Istilah mineral dalam arti geologi adalah zat atau benda yang terbentuk oleh
proses alam, biasanya bersifat padat serta tersusun dari komposisi kimia tertentu
dan mempunyai sifat-sifat fisik yang tertentu pula.

I.2.Maksud dan Tujuan


Setelah mempelajari ilmu-ilmu tentang Kristalografi dan Mineralogi, tahap
selanjutnya adalah mempalajari ilmu tentang struktur batuan bumi. Struktur
batuan sendiri terkait dalam satu rangkaian dengan struktur kebumian dalam
pembelajarannya. Tentu saja kita harus mempelajari dan menguasainya untuk
dapat melanjutkan pada tahap berikutnya.dan dengan menjalani studi geologi,
dimaksudkan agar kita dapat mengenal, mengetahui dan juga menguasai struktur
batuan bumi yang menjadi salah satu dasar terpenting dalam Geologi.
Dengan bekal ilmu tentang struktur batuan yang telah diperoleh
sebelumnya, struktur batuan bumi adalah salah satu aplikasi dari ilmu tersebut.
Dan pada akhirnya, dengan menguasai keduanya, akan dapat lebih mudah dalam
mempelajari ilmu Geologi pada tahap selanjutnya.
Setelah melaksanakan kegiatan praktikum Kristalografi dan Mineralogi
diharapkan memiliki keahlian untuk.
A. Menentukan sistim kristal dari macam-macam bentuk kristal atas dasar
panjang posisi dan jumlah sumbu kristal yang ada pada setiap bentuk
kristal.
B. Menentukaan kelas simetri atas dasar jumlah unsur simetri setiap kristal.
C. Menggambarkan semua bentuk kristal atas dasar parameter dan parameter
rasiao, jumlah posisi,dan posisi simbol kristal serta bidang kristal yang
memiliki oleh setiap bentuk kristal baik dalm bentuk proyeksi orthogonal
maupun proyeksi stereografis.
Setelah melaksanakan kegiatan praktikum Kristalografi dan Mineralogi
diharapkan memiliki keahlian sebagai berikut.
A. Mengetahui cara pemerian secara fisik dari mineral.
B. Mengetahui sifat-sifat fisik mineral.
I.3. Alat dan Bahan
3

A. Alat-alat kristalografi :
1. Busur derajat.
2. Pengaris segi tiga (satu set).
3. Pensil warna.
4. Drawing pen.
5. Alat tulis lengkap.
6. Kertas deskripsi
B. Bahan kristalografi :
1. peraga kristal yang terbuat dari kayu.
C. Alat-alat mineralogi :
1. Skala kekerasan Mohs.
2. Keping porselin.
3. Loupe.
4. Magnet.
5. Kawat tembaga.
6. Schretcer.
7. Sampel mineral.
D. Bahan mineralogi :
1. Peraga mineral.
I.4. Waktu, lokasi, dan pelaksanaan praktikum
Waktu :15.00 16.30 Lokasi :
(kampus II Laboratorium IST AKPRIND) Jln.I Dewa Nyoman Oka No. 32
Kota Baru, Yogyakarta.
4