Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN TUMOR MAMAE

Tanggal Pengkajian : 13 Maret 2017 No. Register : 8894537


Jam Pengkajian : 16.00 wib Tgl. MRS : 7 Maret 2017
Ruang : Rajawali 5B

I. Pengkajian
A. IDENTITAS
1. Identitas klien
Nama : Ny. W
Umur : 39 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Bajomulyo RT.03 RW.02 Juwana Pati
Status perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Wiraswasta
2. Penanggung jawab
Nama : Ny. U
Umur : 20 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Bajomulyo RT.03 RW.02 Juwana Pati
Hubungan dengan klien : Anak Pasien

B. KELUHAN UTAMA
1. Keluhan Utama SMRS
Pasien mengatakan ada perdarahan di payudara kiri
2. Keluhan Utama Saat Pengkajian
Pasien mengatakan nyeri di payudara kirinya

Jika terdapat nyeri, kaji :


P : adanya benjolan di payudara kiri
Q : Terasa senut-senut
R : payudara kiri
S : Vas 6
T : saat di sentuh payudaranya

C. DIAGNOSA MEDIS
Tumor Mamae

D. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien mengatakan 1 minggu yang lalu, mengalami perdarahan terus menerus selama
2 hari pada payudara kirinya, kemudian pasien merasa lemas dan pusing, keluarga
pun langsung membawa pasien ke RSUD Pati, Kemudian pasien mendapatkan
rujukan ke RSDK untuk mendapatkan penanganan yang optimal, saat di cek laborat
di IGD RSDK Hb pasien 3,4 dan langsung mendapatkan transfusi darah 4 kantong.
Saat ini pasien dirawat di ruang Rajawali 5B.
2. Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien mengatakan pada tahun 2014 akhir awalnya hanya benjolan kecil di payudara
kiri, kemudian pasien memijatkan ke tukang pijat selama 3 bulan, ternyata semakin
lama benjolan membesar, 07 Novembar 2015 kemudian berobat ke RS dan
memeriksakan ke laborat, dari hasil PA di lab saat itu menyatakan tumor ganas pada
mamae sebelah kiri.

3. Riwayat Kesehatan Keluarga


Pasien mengatakan di keluarganya ( ibu )ada yang menderita penyakit kanker paru.

E. POLA KESEHATAN FUNGSIONAL


1. Pola Aktivitas Sehari-hari
a. Nutrisi & Cairan
Keluarga Klien mengatakan saat dirumah klien biasa makan 3x/hari dengan lauk
pauk dan sayuran, minum kurang lebih 7 gelas sehari. Saat dirumah sakit klien
menghabiskan makan yang di sediakan , pasien terpasang infus RL 20 tts/menit
dan mendapat Diit TKTP.
b. Eliminasi
Sebelum sakit keluarga klien mengatakan bahwa klien biasa BAB 1x/hari pagi
hari. Dan Saat di rumah sakit frekuensi BAB klien 2-3 hari sekali, sulit BAB.
c. Pola aktivitas dan latihan
Sebelum sakit keluarga klien mengatakan bahwa klien banyak menghabiskan
waktunya di pasar berjualan buah - buahan. Saat pasien di rumah sakit, masih
dapat beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri karena masih
belum terpasang infus dan rasa sakitnya masih dapat di kontrol.
d. Pola istirahat : tidur
Sebelum sakit keluarga klien mengatakan bahwa biasa tidur tiap harinya mulai
pukul 21.00-04.00 wib dan kadang siang hari tidur 1 jam. Saat di rumah sakit
klien mengatakan agak sulit tidur karena merasa berisik ramai pasien.
e. Pola Kebersihan diri
Sebelum sakit klien mandi 2 kali sehari dengan sabun mandi, gosok gigi sehari
sekali, dan keramas 2 hari sekali menggunakan sampo. Saat sakit di rumah sakit
kebersihan diri masih sama seperti di rumah mandi 2 kali sehari di sibin dibantu
keluaraga pasien.
f. Status emosi
Pasien menanyakan kapan operasinya karena sudah lama menunggu. Pasien
menanyakan tentang bagaimana operasinya di angkat semua apa hanya diambil
tumornya saja. Pasien tampak khawatir.
g. Komunikasi
Pola komunikasi spontan, menjawab setiap pertanyaan dengan jelas dan
kooperatif.
h. Pola mekanisme koping
Mekanisme koping pasien cukup baik. Pasien mengatakan ini cobaan dan harus
bersabar, tetapi tetap semangat untuk sembuh.
i. Pola sosial
Pasien dapat berhubungan baik dengan lingkungan, baik kepada keluarga,
tetangga, dan teman-temannya. klien mengatakan kurang aktif di aktivitas di luar
rumah seperti mengikuti arisan, pengajian karena berjualan dipasar.
j. Pola Spiritual
Pasien mengatakan rajin menjalankan ibadah sholat 5 waktu di rumah. Selama di
rumah sakit pasien masih menjalankan ibadah sholat di tempat tidur.

F. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
Pasien tampak cukup baik, kesadaran composmentis
2. Pemeriksaan tanda-tanda vital
TD : 110/70 mmHg
N : 84 x/m
RR : 24 x/m
S : 36,80 C
3. Pemeriksaan Head to Toe
1) Kepala
Kepala klien bentuk bulat/brakhiocephalus, rambut klien hitam lurus, penyebaran
rambut merata, tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi.
2) Wajah
Wajah tampak simetris, warna kulit tidak pucat, tidak terdapat edema,tidak
terdapat lesi, tidak terdapat nyeri tekan.
3) Mata
Mata simetris, Konjungtiva tidak anemis, Sklera anikterik, tidak ada edema pada
palpebrae.

4) Telinga
Posisi daun telinga simetris, tidak ada lesi, tidak terdapat serumen, tidak ada
pengeluaran darah maupun cairan.
5) Hidung dan sinus
Lubang hidung simetris, septum hidung tepat di tengah, tidak terdapat pernafasan
cuping hidung, tidak terdapat pengeluaran cairan atau darah dari hidung.
6) Mulut dan tenggorokan
Bibir terletak tepat ditengah wajah, warna bibir merah muda, lembab, tidak
sianosis, tidak ada kelainan congenital, tidak terdapat lidah jatuh.
7) Leher
Tidak terdapat jejas di leher, tidak terdapat pembengkakan, tidak terdapat
pembesaran kelenjar limfe, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
8) Thorak
Inspeksi thorak : Thoraks simetris, klien tidak menggunakan otot bantu nafas
(retraksi dada), pergerakan dinding dada sama, pernafasan 24 x/menit,
payudara mengalami perubahan bentuk, adanya pembengkakan, tidak adanya
cairan yang keluar dari putting susu, kulit payudara tidak tampak mengkerut.
Palpasi : Gerakan paru saat inspirasi dan ekspirasi sama, tidak terdapat fraktur
thorak, teraba massa solid kuadran lateral pada payudara kiri, ukuran 2 x 1 x1
cm, batas tegas, tidak mobile, nyeri tekan (+).
Perkusi thoraks : Perkusi paru sonor
Auskultasi thoraks :Tidak terdapat suara tambahan di paru-paru
9) Jantung
Heart rate 84x/menit, inctus cordis (-) perkusi jantung pekak, BJ I & II terdengar
tunggal. Tidak ada bunyi jantung tambahan.
10) Abdomen
Bentuk abdomen datar, warna kulit normal, kulit elastis, tidak terdapat lesi
ataupun nodul masa, bising usus 8x /menit, perkusi timpani.
11) Genetalia dan perineal
Tidak terkaji ( tidak terpasang kateter)

12) Ekstremitas
Kekuatan otot atas : 5/5
Kekutan otot bawah : 4/5
13) Pemeriksaan fungsi neurologis
GCS : 4-5-6
Nyeri kepala (-), Kaku kuduk (-), mual (+), muntah (-)

G. DATA PENUNJANG
Laboratorium 12 Maret 2017
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Dewasa
Normal
Hematologi
Hemoglobin 10,7 g/dL 11,4 -15,1
Eritrosit 4,17 106/ L 4,0-5,0
11,8 103/L 4,7-11, 3
Leukosit
32,9 % 38-42
Hematokrit 461 103/L 142-424
Trombosit 78,9 fL 80-93
MCV 25,7 pg 27-31
MCH 32,5 g/dL 32- 36
MCHC 15,6 % 11,5-14, 5
RDW 8,7fL 7,2-11,1
MPV
Hasil PA (18 November 2015)
Makroskopik : Sediaan tumor mamae sinistra berupa jaringan ukuran 3 x 3 x 2 cm, warna
putih padat.
Mikroskopik : Menunjukan jaringan mamae dengan stroma fibrocolagen tampak
kelompok-kelompok sel ganas bentuk bulat oval, pleiomorfik sedang, mitosis mudah
ditemukan 8-9/10 LPB dengan tubulus kurang lebih 60%

Gambaran ini sesuai dengan : Carcinoma ductus invasif grade II


Mammae sinistra :

Gambaran letak Tumor :

TERAPI :
- Infus RL 20 TPM IV
- NaCl 0,9% 20 TPM IV
- Asam traneksamat 50 mg/8 jam IV
- Dexametason 5 mg/premed IV

H. Analisa Data
Data (DS dan DO) Problem Etiologi
DS : Nyeri kronis Proses penyakit
Pasien mengatakan nyeri. (Kompresi sel
P : adanya benjolan di payudara kiri abnormal / metastase
Q : Terasa senut-senut kepada jaringan saraf)
R : payudara kiri
S : Vas 6
T : saat di sentuh payudaranya

DO : Wajah tampak menahan sakit saat


miring ke kiri atau ke kanan
DS : Resiko Ketidakmampuan
1. Pasien mengatakan makan sehari 3x ketidakseimbangan untuk mencerna
namun hanya porsi saja, sudah nutrisi kurang dari nutrisi karena faktor
terasa begah, minum sehari habis 1 kebutuhan tubuh penyakit
botol besar 1,5 liter.
2. Pasien mengatakan lemas

DO :
1. Terlihat sisa makanan yang belum
dihabiskan dimeja
2. Pasien terlihat lemah
3. ABCD
a. Antropometri
BB : 60 kg
TB : 160 cm
Lila : 20 cm
IMT : 23,4
b. Biokimia
Hemoglobin 10,7
Eritrosit 4.17
c. Klinis
Konjungtiva anemis
d. Diit
Makan hanya sedikit
DS : Gangguan eliminasi Penurunan fungsi
Pasien mengatakan merasa kesulitan BAB : Konstipasi peristaltic
BAB karena pola makannya sedikit
DO :

I. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri Kronis b.d Proses penyakit (kompresi sel abnormal / metastase kepada jaringan
saraf)
2. Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d Ketidakmampuan
untuk mencerna nutrisi karena faktor penyakit
3. Gangguan eliminasi BAB : Konstipasi b.d Penurunan fungsi peristaltik

J. Perencanaan
No Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi dan Rasional
Keperawatan
1 Nyeri Kronis b.d Tujuan : Setelah dilakukan 1. Jelaskan penyebab nyeri
Proses penyakit tindakan keperawatan selama Rasional : Menstimulus pasien
(Kompresi sel 2x24 jam nyeri berkurang agar kooperatif dalam
abnormal / atau teratasi. penanganan yang akan
metastase kepada Kriteria Hasil : dilakukan selanjutnya.
jaringan saraf) 1. Nyeri berkurang atau 2. Ajarkan pasien manajemen
hilang nyeri (relaksasi napas dalam)
2. Skala nyeri 2-4 Rasional : Menghambat
3. Ekspresi wajah tidak stimulus nyeri.
menahan rasa sakit 3. Lakukan tekhnik non
farmakologi (massase
punggung)
Rasional : Menstimulus syaraf
agar rileks dan mengurangi
nyeri.
4. Berikan terapi anti nyeri sesuai
advis dokter.
Rasional : Terapi anti nyeri
bertujuan untuk mengurangi
intensitas atau menghilangkan
nyeri
2 Resiko Tujuan : Setelah dilakukan 1. Kaji frekuensi mual, faktor yang
ketidakseimbanga tindakan keperawatan selama menyebabkan mual.
n nutrisi kurang 2x24 jam, nutrisi kurang Rasional : Penting untuk
dari kebutuhan teratasi. mengetahui karakteristik mual
tubuh b.d Kriteria Hasil : dan faktor-faktor yang
Ketidakmampuan 1. Hasil lab dalam rentang menyebabkan mual. Apabila
untuk mencerna normal karakteristik mual dan faktor
nutrisi karena a. Albumin (3.8 5.0 gr penyebab mual diketahui maka
faktor penyakit %) dapat menetukan intervensi
b. Hematokrit (36 47 yang diberikan.
%) 2. Anjurkan pasien makan sedikit
c. Hemoglobin (12-16 demi sedikit tapi sering.
g/dl) Rasional : Makan sedikit demi
2. Pasien mampu makan sedikit dapat meningkatkn
10 cendok makan. intake nutrisi.
3. Penurunan intensitas 3. Anjurkan pasien untuk makan
terjadinya mual muntah selagi hangat.
Rasional : Makanan dalam
kondisi hangat dapat
menurunkan rasa mual sehingga
intake nutrisi dapat
ditingkatkan.
4. Kolaborasi pemberian terapi
antiemetik :
a. Ondansentron 8mg/ 16 jam
Rasional : Antiemetik dapat
digunakan sebagai terapi
farmakologis dalam manajemen
mual dengan menghamabat
sekres asam lambung.
3 Gangguan Tujuan : Setelah dilakukan 1. Catat keluhan dan faktor sulit
eliminasi BAB : tindakan keperawatan selama BAB
Konstipasi b.d 2x24 jam, pasien dapat Rasional : Guna menentukan
Penurunan fungsi defekasi dengan teratur. tindakan yang tepat untuk
peristaltik Kriteria Hasil : dilakukan selanjutnya.
1. Defekasi dapat dilakukan 2. Kolaborasi dengan ahli gizi
satu kali sehari. mengenai diet yang tepat (diit
2. Konsistensi feses lembut lunak)
3. Eliminasi feses tanpa Rasional : Makanan lunak
perlu mengejan meningkatkan konsistensi feces
berlebihan 3. Berikan obat pencahar sesuai
advis dokter.
Rasional : Obat pencahar
merangsang kerja usus.
A. Tindakan Keperawatan dan Catatan Perkembangan
Intervensi I
No Hari/Tanggal Jam Tindakan Respon Pasien Ttd
Dx dan
Nama
1 Senin, 13 17.00 Menjelaskan penyebab S : Pasien mengatakan masih
Maret 2017 nyeri bingung dengan penyebab
nyerinya
O : Pasien tampak antusias
mendengarkan
17.20 Mengajarkan tekhnik S : Pasien mengatakan bersedia
relaksasi napas dalam dan mau diajarkan tekhnik
relaksasi
O : Pasien bersedia mengikuti
arahan
18.00 Massase punggung S:
1. Pasien mengatakan mau
di massase punggung
2. Pasien mengatakan
nyerinya belum
berkurang
O : Pasien dalam posisi
setengah duduk
2 Senin, 13 18.50 Mengkaji frekuensi S : Pasien mengatakan mual
Maret 2017 mual, faktor yang setelah kemoteraphy
menyebabkan mual. O : Pasien terlihat lemas dan
lemah.
19.00 1. Menganjurkan pasien S : Pasien mengatakan
makan sedikit demi bersedia makan sedikit-sedikit
sedikit tapi sering O:
2. Menganjurkan pasien 1. Pasien bersedia
untuk makan selagi mengikuti perintah
hangat. 2. Porsi makan bertambah
menjadi 11 sendok
3 Senin, 13 20.00 Mencatat keluhan dan S:
Maret 2017 faktor sulit BAB 1. Pasien mengatakan sulit
BAB dengan
kondisinya saat ini,
feses sulit keluar
biarpun sudah
mengejan.
2. Pasien mengatakan
belum BAB 2 hari
O : Pasien tampak lemas
20.20 Mengkolaborasi dengan S : Pasin mengatakan suka
ahli gizi mengenai diet makanan yang lunak seperti
yang tepat bubur
O:

Evaluasi I
No Waktu Jam Evaluasi Ttd &
Dx Nama
1 Senin, 13 18.40 S :
Maret 1. Pasien mengatakan nyerinya belum berkurang
2017 setelah dilakukan massase punggung
2. Pasien mengatakan nyeri berkurang menjadi 4
O : Pasien tampak sedikit rileks
A : Nyeri teratasi sebagian
P:
1. Monitor kembali nyeri pasien
2. Pantau terus KU dan TTV
3. Anjurkan mengulang kembali tekhnik
relaksasi napas dalam
2 Senin, 13 19.50 S :
Maret 1. Pasien mengatakan porsi makan bertambah
2017 menjadi 11 sendok.
2. Pasien masih merasa mual
O : Tampak makanan yang dihidangkan tersisa
setengah piring.
A : Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh teratasi sebagian
P:
1. Anjurkan kembali makan dengan porsi sedikit
tapi sering selagi hangat
2. Pantau terus intake dan output pasien
3. Berikan injeksi anti emetic ondansetron
sesuai advis dokter
3 Senin, 13 21.00 S : Pasien mengatakan susah ingin BAB
Maret O : Pasien BAB
2017 A : Gangguan eliminasi BAB : konstipasi belum
teratasi
P:
1. Anjurkan pasien makan makanan yang lunak
2. Pantau Output feses : warna, jumlah
konsistensi,
Intervensi II
No Hari/Tanggal Jam Tindakan Respon Pasien Ttd
Dx dan
Nama
1 Selasa, 14 15.00 Memonitor nyeri pasien S:
Maret 2017 1. Pasien mengatakan
sedikit lebih rileks
2. Pasien mengatakan
nyeri skala 4
O : Pasien tampak lebih rileks
dibanding hari kemarin
16.45 Memantau KU dan TTV S : Pasien mengatakan lebih
rileks
O:
1. TD : 130/80 mmHg
2. RR : 22x /menit
3. Nadi : 84x/menit
4. S : 36,5 C
17.00 Menganjurkan mengulang S:
kembali tekhnik relaksasi 1. Pasien mengatakan
napas dalam nyeri belum berkurang
2. Pasien mengatakan
nyeri skala 4
O : Pasien tampak melakukan
relaksasi napas dalam
2 Selasa, 14 18.05 Menganjurkan kembali S : Pasien mengatakan habis
Maret 2017 makan dengan porsi makan hampir satu piring
sedikit tapi sering selagi O : Porsi makan tinggal
hangat. seperempat piring
19.30 Memantau intake dan S : Pasien mengatakan nafsu
output pasien makannya bertambah
O:
1. Pasien makan habis
hampir satu piring
2. Pasien belum BAB
3 Selasa, 14 20.10 Mengjurkan pasien S : Pasien mengatakan
Maret 2017 makan makanan yang menyukai bubur sumsum
lunak O : Pasien tampak menikmati
makan bubur sum sum
Evaluasi II
No Waktu Jam Evaluasi Ttd & Nama
Dx
1 Selasa, 18.50 S :
14 Maret 1. Pasien mengatakan nyerinya masih belum
2017 berkurang setelah dilakukan relaksasi
napas dalam yang kedua
2. Pasien mengatakan nyeri berkurang
menjadi 3
O : Pasien tampak sedikit rileks
A : Nyeri teratasi
P:
1. Monitor kembali nyeri pasien
2. Pantau terus KU dan TTV
2 Selasa, 19.55 S :
14 Maret 1. Pasien mengatakan nafsu makannya
2017 bertambah.
2. Pasien mengatakan tidak mual lagi
O : Makanan habis tinggal seperempat piring
A : Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh teratasi
P:
1. Pantau selalu intake dan output
3 Selasa, 21.00 S : Pasien mengatakan menikmati makanannya
14 Maret O : Pasien terlihat rileks
2017 A : Gangguan eliminasi BAB : konstipasi teratasi
P:
1. Anjurkan selalu makan makanan yang
lunak
2. Anjurkan minum air putih 1 liter setiap
hari