Anda di halaman 1dari 6

Adefri Wahyudi | Radioimaging and Therapy Departement RSUP M.Djamil

Padang |

Juni 2014

CATATAN DOKTER MUDA RADIOLOGI

SYAIR-SYAIR MENGALUN INDAH MENGANTARKAN KE KESEMBUHAN PARIPURNA

SYARAT-SYARAT FOTO THORAKS YANG LAYAK BACA MELIPUTI:

1. Faktor Kelayikan Foto Foto yang baik akan dapat dihasilkan dengan sumber arus (60 mA), tegangan tabung ( mV), dan lama paparan ( ms) yang baik juga. Apa itu foto yang baik? Foto yang baik dapat ditentukan dengan melihat densitas dari tulang dan lapangan parunya.

paru yang baik dan layik baca adalah lapangan parunya tidak selusen daerah luar tubuh dan tampak thorakal 1 sampai 4. Pada foto yang kurang baik hanya tampak bagian thorakal 1 saja. tulang yang baik pada posisi PA tampak bayangan corpus retrokardial .

2.

Faktor posisi pasien Posisi pasien dapat dikelompokkan jadi AP dan PA. Posisi PA :

Klavikula terangkat dengan skapula berada pada bagian luar lapangan paru, bagian terdepan adalah iga anterior (terlihat lebih jelas), bayangan jantung lebih jelas, magenblase lebih dekat ke diafragma. Posisi PA merupakan posisi standart. Apabila posisi PA tidak dapat dilaksanakan misalkan pada pasien anak atau keadaan akut (tidak bisa berdiri) maka posisi AP merupakan solusi. Posisi PA untuk mengukur apakah terdapat suatu perbesaran jantung maka dapat dikawinkan dengan posisi lateral.

  • 3. Faktor sikap pasien (Inspirasi cukup) Inspirasi yang cukup akan memperlihatkan hingga RIC 7 di Anterior dan Thorakal 11 pada Posterior. Inspirasi yang tidak maksimal akan menyebabkan peningkatan corakan bronkovaskular dan ukuran jantung akan terlihat tidak valid.

  • 4. Simetrisitas Perhatikan dari jarak artikulatio sternoklavikulare sinistra dan dekstra dengan procesus spinosus (midline).

  • 5. Foto tidak terpotong

CARA MEMBACA FOTO THORAKS

Syair syair untuk foto thoraks versi Dr. Rozetti Sp. Rad :

Pada foto thoraks PA/AP, tampak (simetrik/asimetrik—asimetrik baru dilaporkan), (inspirasi maksimal/tidak maksimal—tidak maksimal baru

dilaporkan), densitas foto lunak/keras—kalau normal tidak usah dilaporkan),

  • 1. Trakea relatif di tengah—kalau lesi asimetrik, maka laporkan tertarik (ciri-ciri atelekstasis/tumour) kearah lesi jika ada deviasi, kalau lesi bilateral, maka laporkan trakea deviasi ke kiri/kanan.

2.

Mediastenum melebar (ciri-ciri ada massa)/tidak melebar. Melebar jika : ukuran lebih dari 4 cm?

  • 3. Aorta melebar (insufisiensi) (>7 cm) atau tidak melebar, klasifikasi (+/-).

  • 4. Jantung membesar atau tidak membesar. Indikator pembesaran jantung (Atrium kanan : lebih dari 1/3 diafragma kanan), Ventrikel Kanan (Apeks terangkat), Atrium kiri (Aurikula menonjol), Ventrikel kiri (double kontour, bronkus kiri terangkat, apeks tertanam). Secara garis besar dan kasat mata peningkatan ukuran jantung itu dapat dinilai dari batas jantung kiri yang melebihi ½ diafragma.

  • 5. Hilus melebar/ hezi/ suram atau normal. Hezi/suram/melebarnya hilus gambaran radiologisnya berupa ukuran hilus > trakea.Ini terjadi apabila struktur penunjang hilus melebar.

  • 6. Paru : Infiltrat (Milier, Quarze, Nodul, Konfluens, Konsolidasi, Perselubungan segmental/tidak), Fibrosis, Kalsifikasi, dan Cavitas + di apeks, lapangan paru atas/ tengah/ basal paru dekstra/sinistra + batas+ ukuran (Noduler/ Coin lession/ canon ball/ golf ball + jumlah dan bentuk reguler/irreguler. Corakan bronkovaskular meningkat/normal (jika seperti tree masih normal).

  • 7. Sinus Costofrenikus Lancip/tumpul/suram (susah dinilai) dan diafragma licin/ irregular dengan bentuk dome/ mendatar/ tertarik. (Efusi/Fibrosis)

  • 8. Tulang intake/ tidak.

  • 9. Soft tissue tenang/ swelling. Contoh:

Pada foto thoraks posisi PA, tampak trakea relatif di tengah, mediastenum tidak melebar, aorta tidak melebar, kalsifikasi (-), cor normal, hilus tidak melebar, infiltrat di basal paru kanan ,corakan bronkovaskular meningkat. Costofrenikus angle lancip, diafragma licin bentuk dome. tulang-tulang intake, soft tissue tenang. K/ Bronkopneumonia.

Pada foto thoraks posisi PA, trakea relatif ditengah, mediastenum tidak melebar, aorta tidak melebar, kalsifikasi (-),

Pada foto thoraks posisi PA, trakea relatif ditengah, mediastenum tidak melebar, aorta tidak melebar, kalsifikasi (-), cor tidak membesar, hilus tidak melebar, perselubungan inhomogen di lapangan paru atas dekstra dan sinistra, corakan bronkovaskular normal, CPA lancip, diafragma licin bentuk dome, tulang intake, soft tissue tenang.

K/TB aktif

Pada foto thoraks posisi PA, tampak trakea relatif di tengah, mediastenum tidak melebar, aorta tidak melebar,

Pada foto thoraks posisi PA, tampak trakea relatif di tengah, mediastenum tidak melebar, aorta tidak melebar, kalsifikasi (-), cor tidak membesar, hilus tidak melebar, infiltrat (-), fibrosis (-), nodus (-), corakan bronkovaskular tidak meningkat. CPA sinistra tumpul, diafragma mendatar. Tulang intake. soft tissue tenang.

K/ Efusi pleura kiri