Anda di halaman 1dari 14

Analisis Data Kategorik

Analisis Pengaruh antara Kelompok Wilayah Kabutapen/Kota terhadap Status


Migrasi

Nama Kelompok :
1. Ni Putu Julianingsih (1408405047)
2. Made Nita Dwi Sawitri (1408405052)
3. Ramadhan Lenggu Ramli (1408405053)

Jurusan Matematika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Udayana
2017
JUDUL
Analisis Pengaruh antara Kelompok Wilayah Kabutapen/Kota terhadap Status Migrasi

PENDAHULUAN
Hingga kini, masalah pemerataan penduduk di Indonesia masih menyita perhatian
pemerintah maupun masyarakat. Hal ini terjadi akibat gerakan pemerataan penduduk di
Indonesia masih belum sepenuhnya terealisasi. Jika dilihat dari perbandingan jumlah
penduduk berdasarkan data sensus, jumlah penduduk perkotaan lebih besar dari jumlah
penduduk yang tinggal bukan di wilayah perkotaan. Fenomena ini terjadi akibat banyaknya
masyarakat yang tinggal bukan di daerah perkotaan cenderung pindah atau lebih dikenal
dengan istilah migrasi ke daerah perkotaan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
hidupnya.
Secara umum, migrasi adalah peristiwa perpindahan penduduk. Dimana perpindahan
itu adalah bertujuan untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi. Migrasi ini merupakan
masalah yang sangat serius untuk pemerintah, karena dengan adanya perpindahan penduduk
ini akan menjadikan kondisi social yang tidak baik. Perpindahan penduduk di Indonesia yang
sering terjadi biasanya perpindahan dari penduduk desa ke kota dengan bertujuan dapat
mencari sumber ekonomi yang lebih apabila berada dikota. Dengan adanya keadaan ini, maka
akan terjadi tidak meratanya penduduk di Indonesia dan akan terjadi krisis - krisis tersendiri
bagi masing-masing wilayah. Di antara masalah masalah itu adalah peningkatan penduduk
kota yang signifikan tanpa didukung dan di imbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan,
fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan dan lainya yang tentu
adalah suatu masalah yang harus di cari jalan keluarnya.
Migrasi merupakan perpindahan orang dari daerah asal ke daerah tujuan. Keputusan
migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan dengan kedua daerah
tersebut. Tujuan utama migrasi adalah meningkatkan taraf hidup migran dan keluarganya,
sehingga umumnya mereka mencari pekerjaan yang dapat memberikan pendapatan dan status
sosial yang lebih tinggi di daerah tujuan (Tjiptoherijanto, 2000).
Berdasarkan data statistik, setiap tahunnya terjadi peningkatan status migrasi yang
cukup signifikan. Umumnya para migran lebih memilih migrasi ke daerah perkotaan dengan
dengan harapan dapat meningkatkan taraf kehidupannya. Dampak jangka panjang dari
fenomena ini dapat terlihat jelas dari sektor perkembangan ekonomi daerah perkotaan
semakin meningkat dengan bertambahnya sumber daya manusia yang ada dalam wilayah
tersebut, hal ini berbanding terbalik dengan keadaan di wilayah asal migran yang notabene
perkembangan ekonominya akan semakin menurun sejalan dengan banyak masyarakatnya
yang menjadi imigran.
Terdapat beberapa jenis migrasi, salah satunya adalah migrasi risen. Migrasi risen
adalah migrasi berdasarkan tempat tinggal lima tahun yang lalu. Seseorang dikategorikan
sebagai migran risen jika provinsi atau kabupaten/kota tempat tinggalnya lima tahun yang
lalu berbeda dengan tempat tinggalnya sekarang (saat pencacahan). Angka migrasi risen
masuk di suatu provinsi adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang tempat tinggal

2
lima tahun yang lalu berbeda dengan tempat tinggal sekarang, dengan penduduk pertengahan
tahun di provinsi tempat tinggal sekarang. Penduduk pertengahan tahun disini adalah
penduduk 5 tahun ke atas.
Provinsi Bali pun tak luput dari fenomena migrasi. Maka dari itu penulis tertarik
untuk menganalisis status migrasi di Provinsi Bali. Berdasarkan data sensus penduduk yang
dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2010 diperoleh data penduduk 5 tahun keatas
menurut wilayah dan status migrasi risen.

Nama Non Migran Migran


No
Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota Total
1 Jembrana 234,009 5,621 239,630
2 Tabanan 378,771 12,662 391,433
3 Badung 440,892 52,999 493,891
4 Gianyar 415,880 15,376 431,256
5 Klungkung 152,886 3,425 156,311
6 Bangli 194,246 2,024 196,270
7 Karang Asem 357,582 3,272 360,854
8 Buleleng 557,624 9,467 567,091
9 Kota Denpasar 626,638 87,545 714,183
Provinsi Bali 3,358,528 192,391 3,550,919

Berdasarkan tabel tersebut terlihat jelas bahwa Kota Denpasar memiliki jumlah
penduduk yang paling banyak di Provinsi Bali dan Kabupaten Klungkung memiliki jumlah
penduduk terendah di Provinsi Bali jika dilihat berdasarkan status migrasinya. Hal ini yang
mendasari penulis untuk menganalisis tingkat status migrasi yang terjadi di Kota Denpasar
dan Kabupaten Klungkung.
Penulis akan melakukan beberapa analisis seperti;
1. Khi-Kuadrat, dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada kaitan antara
kelompok wilayah kabutapen/kota dengan status migrasi.
2. Perbandingan Risiko (RD) Antara Dua Proporsi, dengan tujuan untuk mengetahui
seberapa besar peluang seseorang berstatus migran pada kelompok wilayah Kota
Denpasar akan menurun atau meningkat.
3. Risk Rasio (RR), dengan tujuan untuk mengetahui peluang seseorang berstatus
migran pada kelompok wilayah Kota Denpasar lebih besar atau lebih kecil
dibandingkan dengan kelompok wilayah Kabupaten Klungkung
4. Oods ratio (OR), dengan tujuan untuk mengetahui kecenderungan seseorang berstatus
migran dalam kelompok wilayah Kota Denpasar.

3
Analisis tersebut akan dilakukan berdasarkan tabel data penduduk 5 tahun keatas menurut
wilayah dan status migrasi risen, dengan wilayah yang di analisis adalah Kota Denpasar dan
Kabupaten Klungkung.
Tabel kontingensi yang akan digunakan adalah sebagai berikut

Status Migrasi
Wilayah Total
Migran Non Migran
Kota Denpasar 87,545 626,638 714,183
Klungkung 3,425 152,886 156,311
Total 90,970 779,524 870,494

Data tersebut menginterpretasikan jumlah total penduduk Kota Denpasar berdasarkan


status migrasinya adalah sejumlah 714,183 jiwa, dengan jumlah penduduk migran sebesar
87,545 jiwa dan jumlah penduduk non-migran adalah 626,638 jiwa. Jumlah total penduduk di
Kabupaten Klungkung berdasarkan status migrasinya adalah 156,311 jiwa, dengan jumlah
penduduk migran adalah 3,425 jiwa dan jumlah penduduk non-migran adalah 152,886 jiwa.
Jika dilihat jumlah total penduduk migran di Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung
adalah 90,970 jiwa dan jumlah total penduduk non-migran di Kota Denpasar dan Kabupaten
Klungkung adalah 779,524 jiwa.

4
DESKRIPSI VARIABEL PENELITIAN
Gambaran dari masing-masing variabel dalam penelitian ini adalah kelompok wilayah
Kabupaten/Kota sebagai variabel penjelas (x) atau kelompok dengan kategori mirgran
dan non migran. Sedangkan status migrasi sebagai variabel respon ( y) atau peristiwa
dengan kategori Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung. Dimana masing-masing variabel
tersebut berskala nominal.
ANALISIS
a. Khi-Kuadrat

Peneliti akan melakukan uji kebebasan antara variabel penjelas ( x) dengan variabel
respon ( y) menggunakan uji analisis Khi-kuadrat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui
ada atau tidak ada kaitan antara kedua variabel tersebut. Dalam penelitian ini, berarti peneliti
akan mengetahui ada atau tidak ada kaitan antara kelompok wilayah kabutapen/kota dengan
status migrasi seseorang. Berikut adalah tabel kontingensi yang akan digunakan dalam
analisis ini ;
Tabel data penduduk 5 tahun keatas menurut wilayah dan status migrasi risen, dengan wilayah yang di analisis
adalah Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung.
Status Migrasi
Wilayah Total
Migran Non Migran
Kota Denpasar 87,545 626,638 714,183
Klungkung 3,425 152,886 156,311
Total 90,970 779,524 870,494

o Pengujian Hipotesis untuk Khi-Kuadrat


Hipotesis yang digunakan adalah
H 0 : tidak ada kaitan antara kelompok wilayah kabutapen/kota dengan status

migrasi.
H1 : adanya kaitan antara kelompok wilayah kabutapen/kota dengan status
migrasi.

Taraf nyata = 5% = 0.05

Kriteria Pengujian
Jika nilai P-Value < , maka tolak H0
Jika nilai P-Value > , maka terima H0

Dengan menggunakan software minitab diperoleh hasil perhitungan khi-kuadrat


sebagai berikut

5
Chi-Square Test for Association: Worksheet rows,
Worksheet columns

Rows: Worksheet rows Columns: Worksheet columns

migran non migran All

1 87545 626638 714183


74635 639548

2 3425 152886 156311


16335 139976

All 90970 779524 870494

Cell Contents: Count


Expected count

Pearson Chi-Square = 13887.697, DF = 1, P-Value = 0.000


Likelihood Ratio Chi-Square = 18651.609, DF = 1, P-Value = 0.000

Interpretasi
Dari hasil analisis khi-kuadrat baris 1 untuk wilayah Kota Denpasar dan baris 2
untuk wilayah Kabupaten Klungkung, kemudian dapat dilihat bahwa masing-masing
nilai harapannya > 5 sehingga data ini dapat digunakan. Kemudian diperoleh nilai P-
Value = 0.000, dengan = 0.05. Karena nilai P-value < maka H 0 ditolak, sehingga
kesimpulannya adanya kaitan antara kelompok wilayah kabutapen/kota dengan
status migrasi.

b. Perbandingan Risiko (RD) Antara Dua Proporsi

Akan dilakukan analisis Perbandingan Risiko (RD) Antara Dua Proporsi, perbedaan
peluang ini digunakan untuk melihat seberapa besar peluang pada kelompok kasus menurun
atau meningkat bila terjadi peristiwa ya. Dalam penelitian ini, berarti peneliti akan
mengetahui seberapa besar peluang pada kelompok wilayah Kota Denpasar akan menurun
atau meningkat bila seseorang berstatus migran. Berikut adalah tabel kontingensi yang akan
digunakan dalam analisis ini ;
Tabel data penduduk 5 tahun keatas menurut wilayah dan status migrasi risen, dengan wilayah yang di analisis
adalah Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung.
Status Migrasi
Wilayah Total
Migran Non Migran
Kota Denpasar 87,545 (d 1) 626,638 (h1 ) 714,183 (n1 )
Klungkung 3,425 (d 0 ) 152,886 (h0 ) 156,311 (n0 )
Total 90,970 ( d ) 779,524 (h) 870,494 (n)

6
o Nilai perbandingan Risiko atau RD
Perbandingan risiko (RD) dihitung dengan rumus:
RD=P1 P0

Berdasarkan tabel kontingensi, diperoleh nilai RD sebagai berikut ;


RD=P1 P 0

d1 d 0 87,545 3,425

n1 n 0 714,183 156,311

0.1226 0.0219
0.1007

Interpretasi
Nilai 0.1007 menunjukkan peluang seseorang berstatus migran akan meningkat sebesar
0.1007 pada kelompok wilayah Kota Denpasar.

o Selang Kepercayaan untuk RD


Rumus umum selang kepercayaan
CI =( p1 p0 ) z ' s . e . ( p 1 p0 )

dengan

s . e . ( p 1 p0 ) =
[ p1 ( 1 p1 ) p0 ( 1 p0 )
n1
+
n0 ]
Berdasarkan rumus umum tersebut diperoleh selang kepercayaan untuk RD sebagai berikut ;

s . e . ( p 1 p0 )=
[ p1 ( 1 p1 ) p0 ( 1 p0 )
n1
+
n0 ]

[ 0.1226 ( 10,1226 ) 0.0219 ( 10,0219 )
714183
+
156311 ]

[ 0.1076 0.0214
+
714183 156311 ]
0.000000287568
0.000536253671

Sehingga
CI =( p1 p0 ) z ' s . e . ( p 1 p0 )

7
95 CI =(0.1226 0.0219) 1.96 0.000536253671

(0.1007) 0.001051057195
[ 0.0996 ; 0.1017 ]

Interpretasi
Peneliti yakin dengan selang kepercayaan 95%, bahwa peluang seseorang berstatus migran
akan meningkat pada kelompok wilayah Kota Denpasar sebesar 0.0996 sampai 0.1017.

o Pengujian Hipotesis untuk RD


Hipotesis yang akan digunakan
H 0 : tidak adanya peningkatan peluang yang signifikan pada populasi wilayah

Kota Denpasar yang berstatus migran.


H 1 : adanya peningkatan peluang yang terjadi secara signifikan pada populasi

wilayah Kota Denpasar yang berstatus migran.

Nilai z-hitung :
p 1 p0
zz=
s .e . ( p 1p 0 )

dengan

s . e . ( p 1 p0 )=
[ P( 1P)+ ( 1 1
+
n1 n0)]
dan P=
d
n

Berdasarkan rumus umum tersebut diperoleh :

s . e . ( p 1 p0 )=
[ P( 1P)+ ( 1 1
+
n1 n0)] d 90970
dan P= =
n 870494
=0.1045


[ 0.1045(10.1045)+
1
( 714183 +
156311 )]
1

0.0000007297
0.000854

Sehingga
p 1p 0
z=
s . e . ( p1 p 0 )

0.1007

0000854
177.9157

8
*Nilai Z-tabel untuk = 0.05 adalah 1.96
Kriteria Pengujian
Jika nilai |Zhitung|>|Ztabel| , maka tolak H0
Jika nilai |Zhitung|<|Ztabel| , maka terima H0

Kesimpulan
Bila dibandingkan dengan z table ( = 0.05) = 1. 96 maka tolak H0, ini menunjukkan
adanya peningkatan peluang yang signifikan pada populasi wilayah Kota Denpasar
yang berstatus migran.

9
c. Risk Rasio (RR)

Selanjutnya akan dilakukan analisis menggunakan Risk Rasio (RR), rasio ini dapat
menyatakan peluang terjadinya peristiwa pada kasus lebih besar atau lebih kecil
dibandingkan dengan control. Dalam penelitian ini, berarti peneliti akan mengetahui peluang
seseorang berstatus migran pada kelompok wilayah Kota Denpasar lebih besar atau lebih
kecil dibandingkan dengan kelompok wilayah Kabupaten Klungkung. Berikut adalah tabel
kontingensi yang akan digunakan dalam analisis ini ;
Tabel data penduduk 5 tahun keatas menurut wilayah dan status migrasi risen, dengan wilayah yang di analisis
adalah Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung.
Status Migrasi
Wilayah Total
Migran Non Migran
Kota Denpasar 87,545 (d 1) 626,638 (h1 ) 714,183 (n1 )
Klungkung 3,425 (d 0 ) 152,886 (h0 ) 156,311 (n0 )
Total 90,970 ( d ) 779,524 (h) 870,494 (n)

o Nilai risk rasio atau RR


Di hitung dengan rumus :
d1
P n
RR= 1 = 1
P0 d 0
n0

Berdasarkan tabel kontingens, diperoleh nilai RR sebagai berikut ;


P
RR= 1
P0
87545
714183

3425
156311
5.594

Interpretasi
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai RR = 5.594 > 1, yang berarti peluang seseorang
berstatus migran pada wilayah Kota Denpasar lebih besar dibandingkan dengan wilayah
Kabupaten Klungkung.

o Pengujian Hipotesis untuk RR


Interval kepercayaan untuk RR
Rumus umum interval kepercayaan untuk RR
CI =log ( RR) z ' s . e . log ( RR )

10
dengan s . e . log ( RR ) =
[( 1 1
+
d 1 n1
1 1
)(
d 0 n0 )]

Berdasarkan rumus umum tersebut diperoleh interval kepercayaan untuk RR sebagai


berikut ;

s . e . log ( RR ) =
[ d n d n ] 87545 714183 3425 156311 )]=(0.0000100224
(1
)+ ( ) = [ (
1 1
1
1 1
0
1
0

1
) +(
1

1

0.0172
Sehingga,
CI =log ( RR) z ' s . e . log ( RR )
95 CI =log (5.5982) 1.96 0.0172
(0.748) 0.033712
[ 0.714288; 0.781712 ]

Interpretasi
Peneliti yakin dengan selang kepercayaan 95%, bahwa masyarakat pada wilayah
Kota Denpasar memiliki rasio peluang yang berstatus migran sebesar 0.714288
sampai 0.781712 dibandingkan dengan wilayah Kabupaten Klungkung.

Hipotesis yang akan digunakan


H 0 : peluang seseorang berstatus migran pada wilayah Kota Denpasar sama

dibandingkan dengan wilayah Kabupaten Klungkung.


H 1 : peluang seseorang berstatus migran pada wilayah Kota Denpasar berbeda

dibandingkan dengan wilayah Kabupaten Klungkung.

Nilai z-hitung :
logRR
zz=
s .e . log ( RR )
0.748

0.0172
43.4884
*Nilai Z-tabel untuk = 0.05 adalah 1.96
Kriteria Pengujian
Jika nilai |Zhitung|>|Ztabel| , maka tolak H0
Jika nilai |Zhitung|<|Ztabel| , maka terima H0

11
Kesimpulan
Bila dibandingkan dengan z table ( = 0.05) = 1.96, dengan jelas terlihat bahwa nilai
|Zhitung|>|Ztabel| maka tolak H0, ini menunjukkan peluang seseorang
berstatus migran pada wilayah Kota Denpasar berbeda dibandingkan dengan
wilayah Kabupaten Klungkung.

d. Oods Ratio (OR)

Rasio relative atau OR adalah sebuah statistik yang menyatakan kecenderungan (odd)
peristiwa ya dalam kelompok kasus. Dalam penelitian ini, berarti peneliti akan mengetahui
kecenderungan seseorang berstatus migran dalam kelompok wilayah Kota Denpasar. Berikut
adalah tabel kontingensi yang akan digunakan dalam analisis ini ;
Tabel data penduduk 5 tahun keatas menurut wilayah dan status migrasi risen, dengan wilayah yang di analisis
adalah Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung.
Status Migrasi
Wilayah Total
Migran Non Migran
Kota Denpasar 87,545 (d 1) 626,638 (h1 ) 714,183 (n1 )
Klungkung 3,425 (d 0 ) 152,886 (h0 ) 156,311 (n0 )
Total 90,970 ( d ) 779,524 (h) 870,494 (n)

o Nilai rasio relative atau OR


Statistik rasio relative atau OR didefinisikan sebagai berikut:
d d d h
( )( )
= 1 : 0 = 1 0
h1 h0 d 0 h1

Berdasarkan tabel kontingensi, diperoleh nilai OR sebagai berikut ;


d1 d0
= ( )( )
:
h1 h0

d1 h 0

d 0 h1
87545 152886

3425 626638
6.236

Interpretasi
Nilai 6.236 berarti rasio kecenderungan seseorang berstatus migran dalam kelompok wilayah
Kota Denpasar dengan kelompok Kabupaten Klungkung sebesar 6.236. Atau dapat dikatakan
bahwa kelompok masyarakat yang berada pada wilayah Kota Denpasar mempunyai peluang
berstatus migran sebesar 6.236 kali kelompok masyarakat pada wilayah Kabupaten
Klungkung.

o Pengujian Hipotesis untuk OR

12
Untuk melakukan estimasi dan pengujian hipotesis, statistik OR ini pada umumnya
diperhatikan sebagai logaritma natural dari OR yang diobservasi, yaitu
ln()=ln (a) ln (b) ln( c)+ ln(d )
ln(87545) ln(626638) ln(3425)+ln (152886)
11.3799 13.3481 8.1389+11.9374
1.8303

Standar deviasinya adalah



ln


s


1
+
1
+
1
+
1
87545 626638 3425 152886
0.0176

Hipotesis yang akan digunakan


H 0 : ln ()=0 (=1) artinya kedua kelompok wilayah mempunyai
kecenderungan peluang yang sama.
H 1 : ln () 0 artinya kedua kelompok wilayah mempuyai kecenderungan

peluang yang tidak sama.


Dengan statistik uji menggunakan statistik Z yaitu
ln()
Z hit =
s( ln )
1.8303

0.0176
103.9943

*Nilai Z /2 untuk =0.05 adalah 1.96

Kriteria Pengujian
Jika nilai |Zhitung|>|Ztabel| , maka tolak H0
Jika nilai |Zhitung|<|Ztabel| , maka terima H0

Kesimpulan

13
Karena nilai |Zhitung|>|Ztabel| maka tolak H0, artinya kelompok wilayah
Kota Denpasar dan kelompok wilayah Kabupaten Klungkung mempunyai
kecenderungan peluang yang berbeda untuk kelompok status migrasi.

Dapat pula diperoleh selang kepercayaan ( 1 ) untuk OR, yaitu:



ln


CI =ln () Z / 2 s
95 CI =1.8303 1.96 0.0176
( 1.8303 ) 0.0345944241
[ 1.796 ; 1.865 ]

Interpretasi
Peneliti yakin dengan selang kepercayaan 95%, bahwa populasi kelompok wilayah
Kota Denpasar dan kelompok wilayah Kabupaten Klungkung mempunyai
kecenderungan peluang yang berbeda untuk kelompok status migrasi sebesar 1.796
sampai 1.865.

14