Anda di halaman 1dari 42

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Transportasi pada Tumbuhan

Sistem pengangkutan pada tumbuhan berfungsi untuk mengatur air dan garam

mineral dari akar menuju ke daun kemudian disebarkan keseluruh tubuh tumbuhan.

Pengangkutan tumbuhan dilakukan jaringan pengangkut sebagai berikut.

a. Xilematau pembuluh kayu berfungsi untuk menyalurkan air dan garam yang

diserap akar dari tanah menuju ke batang dan daun.

b. Floem atau jaringan pengangkut fotosintesis yang berfungsi untuk

menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke bagian tubuh lainnya.

Pengangkutan ini berlangsung di dalam xilem dengan arah akar menuju ke

batang kemudian ke daun. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengangkutan air adalah

sebagai berikut.

2.1.1 Tekanan Akar

Air yang berasal dari tanah masuk secara osmosis melalui buluh akar dan

masuk kedalam akar. Masuknya air mengakibatkan adanya tekanan dalam sel yang

mendorong air masuk ke dalam pembuluh akar kayu. Selanjutnya, air masuk ke dalam

pembuluh kayu. Tekanan yang mendorong air naik ke pembuluh akar menuju batang

disebut tekanan akar.

2.1.2 Sifat Kapilaritas Pembuluh Batang

Universitas Sumatera Utara


Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya permukaan zat cair pada pipa

kapiler, semakin kecil diameter dalam pipa kapiler, kenaikan permukaan air di dalam

pipa kapiler akan semakin tinggi. Gejala kapilaritas disebabkan adanya gaya adhesi

atau kohesi antara zat cair dengan dinding celah. Bila kapiler kaca dimasukkan dalam

zat cair, permukaannya menjadi tidak sama.

Naik atau turunnya permukaan zat cair dapat ditentukan dengan persamaan

berikut:

2
= ......................................................................................................(2.1)

Dimana:
h = kenaikan atau penurunan zat cair (m)
= tegangan permukaan (N/m)
= sudut kontak
g = percepatan gravitasi (m/s2)
r = jari-jari alas tabung/pipa (m)
= massa jenis zat cair (kg/m3)

Sedangkan persamaan tegangan permukaan pada pipa kapiler adalah :

2 = 2 .....................................................................................(2.2)

Dimana:
= tegangan permukaan (N/m)
= sudut kontak
g = percepatan gravitasi (m/s2)
r = jari-jari alas tabung/pipa (m)
2 = luas permukaan pipa(m2)
y = kenaikan atau penurunan zat cair

2.1.3 Daya Isap Daun

Daun mengeluarkan air dalam bentuk hisap melalui stomata. Akibatnya, cairan

pada sel yang terdapat di daun menjadi pekat. Kepekatan cairan sel daun

mengakibatkan terjadinya penarikan air dari sel sampai ke pembuluh kayu daun,

kemudian pembuluh kayu daun akan menarik air dari pembuluh kayu batang. Air yang

Universitas Sumatera Utara


7

berkurang dari pembuluh batang akan digantikan oleh air pembuluh kayu akar. Proses

tersebut mengakibatkan aliran secara terus-menerus dari akar sampai kedaun.

Kekuatan penarikan air oleh daun akibat transpirasi disebut daya isap daun.

2.1.4 Teori Vital

Naiknya air dari akar menuju ke batang melalui pipa kapiler selalu menentang

gaya gravitasi dan gaya gesek pada dinding pipa kapiler dapat terjadi karena di dalam

tubuh tumbuhan terdapat sel-sel hidup. Sel hidup ini terdapat di kayu yang bernama

sel-sel parenkim kayu dan xylem bernama sel jari-jari empulur. (Dwijoseputro.

1994:84)

Gambar 2.1 Siklus Transportasi Tumbuhan


(Sumber : http://fandy-irfan99.blogspot.com/2012/03/transportasi-pada-
tumbuhan.html)
2.1.5 Kohesi dan Adhesi

Universitas Sumatera Utara


Zat terdiri atas partikel-partikel yang saling tarik-menarik. Terdapat dua

macam gaya tarik-menarik antar partikel yaitu kohesi dan adhesi.

a. Kohesi : gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang sejenis

b. Adhesi : gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak sejenis

Gaya kohesi dan adhesi dapat dilihat pada permukaan fluida yang berbentuk

cembung atau cekung.

Gambar 2.2Meniskus cekung dan cembung


(Sumber:http://nurul.kimia.upi.edu/arsipkuliah/web2011/080643/pengaruh.html)

Meniskus cekung merupakan permukaan zat cair yang berbentuk cekung.

Meniskus cekung terjadi pada air dan dinding tabung yang terbuat dari kaca, meniskus

cekung terjadi karena gaya tarik menarik antara partikel raksa lebih besar daripada

gaya tarik menarik antara raksa dengan dinding tabung (kohesi < adhesi).

Meniskus cembung adalah permukaan zat cair yang berbentuk cembung.

Meniskus cembung terjadi pada raksa dan dinding tabung, meniskus cembung terjadi

karena gaya tarik-menarik antara partikel raksa lebih kecil daripada gaya tarik menarik

antara raksa dengan dinding tabung (kohesi > adhesi).

2.2 Tinjauan Mekanika Fluida

2.2.1 Sifat Dasar Fluida

Universitas Sumatera Utara


9

Cairandangasdisebutfluida,sebabzatcairtersebutdapat mengalir.

Untukmengertialiranfluidamakaharusmengetahuibeberapasifatdasarfluida.

Adapunsifat- sifatdasarfluidayaitu;kerapatan(density),beratjenis(specific gravity),

tekanan (pressure), dan kekentalan (viscosity).

2.2.1.1 Kerapatan(density)

Kerapatandinyatakandengan(adalahhurufYunaniyang dibacarho),

didefenisikan sebagai massa per satuan volume.



= ...............................................................................................................(2.3)

Dimana:
=kerapatan(kg/m3)
m =massa (kg)
v =volume(m3)

Kerapatanadalahsuatusifatkarakteristiksetiapbahanmurni.Benda

tersusunatasbahanmurni,misalnyaemasmurni,yangdapatmemiliki

berbagaiukuranataupunmassa,tetapikerapatannyaakansamauntuk semuanya.

SatuanSIuntukkerapatanadalahkg/m3. Kadangkerapatandiberikan dalam

g/cm3.Dengancatatanbahwa jikakg/m3 = 1000 g/(100 cm)3, kemudian kerapatan

diberikan dalam g/cm3 harus dikalikan dengan 1000untukmemberikanhasildalam

kg/m3.Dengandemikiankerapatanairadalah 1g/cm3akan samadengan 1000 kg/m3.

2.2.1.2 Berat jenis spesifik (specific gravity)

Beratjenisspesifiksuatubahandidefinikansebagaiperbandingan

kerapatanbahanterhadapkerapatanair.

Beratjenis(specificgravitydisingkat

SG)adalahbesaranmurnitanpadimensimaupunsatuan,dinyatakanpada persamaan

sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara


Untuk fluidacair:

SGc = .............................................................................................................(2.4)

Untuk fluida gas:



SGg = ..............................................................................................................(2.5)

Dimana :
c = massa jenis cairan (g/cm3)
w = massa jenis air (g/cm3)
g = massa jenis gas (g/cm3)
a = massa jenis udara (g/cm3)

2.2.1.3 Tekanan (pressure)

Tekanandidefinisikansebagaigayapersatuanluas,dengangayaFdianggap bekerja

secarategak lurus terhadapluaspermukaan A,maka :


P = ...................................................................................................................(2.6)

Dimana:
P =tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A =luaspermukaan (m2)

SatuanSIuntuktekananadalahN/m2.Satuaninimempunyainamaresmi pascal (Pa).

Karena satuan Pa sangat kecil, satuan tekanan

seringdinyatakandalamMPaatauBar.Dimana1MPa=106Padan1Bar=105Pa.

Dalamtermodinamika,tekanansecaraumumdinyatakandalamharga

absolutnya.Tekananabsoluttergantungpadatekananpengukuransistem,yang akan

dijelaskan sebagai berikut :

1. Bila tekanan pengukuran sistemdiatastekananatmosfer,maka :

tekanan absolut =tekanan pengukuran + tekananatmosfer

Universitas Sumatera Utara


11

=gauge+ tm............................................................................................. (2.7)

2. Bila tekanan pengukuran dibawah tekanan atmosfer, maka :

tekanan absolut = tekanan pengukuran- tekanan atmosfer

=gauge-tm............................................................................................... (2.8)

1standaratmosfer = 1,01324106dynecm3

=14,6959lb/in2

=10332kg/m2

=1,01 105N/m2

Gambar 2.3PengukuranTekanan

2.2.1.4 Kekentalan (viscosity)

Kekentalandidefinisikansebagaigesekaninternalataugesekanfluida

terhadapwadahdimanafluidaitumengalir.Iniadadalamcairanataugas,dan

padadasarnyaadalahgesekanantarlapisanfluidayangberdekatanketika

bergerakmelintasisatusamalainataugesekanantarafluidadenganwadah

tempatiamengalir.Dalamcairan,kekentalandisebabkanolehgayakohesif antaramolekul-

molekulnyasedangkangasberasaltumbukandiantara molekul-molekultersebut.

Universitas Sumatera Utara


Untukfluidayangberbeda,fluidayangkental,diperlukangayayang

lebihbesar.Tetapankesebandinganuntukpersamaaninididefinisikansebagai koefisien

kekentalan :


= ..................................................................................................................(2.9)

Dimana :
= koefisienkekentalan (Pa.s)
F = gaya (N)
A = luasan fluida yang bersinggungan dengan setiap lempengan (m2)
v =kecepatanfluida(m/s)
L = jaraklempengannya (m)

2.2.2 Kecepatan dan Kapasitas Aliran Fluida

Penentuankecepatandisejumlahtitikpadasuatupenampang memungkinkanuntuk

membantudalam menentukanbesarnyakapasitasaliran

sehinggapengukurankecepatanmerupakanfaseyangsangatpentingdalam

menganalisasuatualiranfluida.Kecepatandapatdiperolehdenganmelakukan

pengukuranterhadapwaktuyangdibutuhkansuatupartikelyangdikenaliuntuk bergerak

sepanjang jarakyang telahditentukan.

Besarnyakecepatanaliranfluidapadasuatupipamendekatinolpada

dindingpipadanmencapaimaksimumpadatengah-tengahpipa.Kecepatan

biasanyasudahcukupuntukmenempatkankekeliruanyangtidakseriusdalam

masalahaliranfluidasehinggapenggunaankecepatansesungguhnyaadalahpada

penampangaliran.Bentukkecepatanyangdigunakanpadaaliranfluidaumumnya

menunjukkan kecepatanyang sebenarnyajikatidakadaketeranganlain yang disebutkan.

Universitas Sumatera Utara


13

Gambar 2.4Profil kecepatan padasalurantertutup

Gambar 2.5Profil kecepatan padasaluranterbuka

Besarnyakecepatanakanmempengaruhibesarnyafluidayangmengalir

dalamsuatupipa.Jumlahdarialiranfluidamungkindinyatakansebagaivolume,

beratataumassafluidadenganmasing-masinglajualiranditunjukkansebagailaju

aliranvolume (m3/s), laju aliran berat (N/s) dan laju aliran massa (kg/s).

Kapasitasaliran (Q) untuk fluida yang incompressible,yaitu:

Q= A. v ............................................................................................................ (2.10)

Dimana :
Q = laju aliran fluida (m3/s)
A = luas penampang aliran (m2)
v = kecepatan rata-rata aliran fluida (m/s)

= A.v . ....................................................................................................... (2.11)

Dimana :
= lajualiranberat fluida(N/s)
A = luas penampang aliran (m2)
v = kecepatan rata-rata aliran fluida (m/s)
= beratjenisfluida(N/m2)

Laju aliran massa fluida (), dinyatakansebagai:

Universitas Sumatera Utara


= A.v . ...................................................................................................... (2.12)

Dimana :
= lajualiran massa fluida (kg/s)
A = luas penampang aliran (m2)
v = kecepatan rata-rata aliran fluida (m/s)
= massa jenis fluida (kg/m3)

2.2.3 Gerak Fluida dan Laju Aliran

Duajenisaliranutamapadafluidayaitulurusataulaminardanaliran

turbulen.Aliranlurusataulaminaradalahjikaalirantersebutmulus,yaitu lapisan-

lapisanyangbersebelahanmeluncursatusamalaindenganmulus.

Sedangkanaliranturbulenditandaidenganlingkaran-lingkarantakmenentu,kecil dan

menyerupai pusaranyang disebut sebagai arus eddy.

Lajualiranmassadidefinisikansebagaimassamdarifluidayang

melewatititiktertentupersatuanwaktut;lajualiranmassa=m/t.Pada

gambar2.6volumefluidayangmelewatititik1(yaitu,melaluiluasA1)dalam

waktutadalahA1l1,dimanal1adalahjarakyangdilaluifluidadalamwaktu

t.Karenakecepatanfluidayangmelewatititik1adalahv1=l1/t,lajualiran massam/t

melalui luas A1adalah:

A m 1 1v 1 1A 1l 1
= = = 1 A1 v1 .................................................................. (2.13)
At t t

Gambar 2.6Aliran fluida melalui pipa yang diameternya berubah-ubah

Universitas Sumatera Utara


15

Dimana 1 = 1 1 adalahvolumedenganmassa 1 dan1

adalahmassajenisfluida.Dengancarayangsama,padatitik2(melaluiluasA2),lajualiran

adalah2 2 2 .Karenatidakadaaliranfluidayangmasukataukeluardarisisi-sisi,lajualiran

melalui A1danA2harus sama.

Dengan demikian, karena:

m 1 m 2
= ....................................................................................................... (2.14)
t t

Maka:

1 1 1 =2 2 2 ............................................................................................ (2.15)

Persamaaninidisebutpersamaankontinuitas.Jikafluidatersebuttidakdapatditekan

(tidakberubahterhadaptekanan),yangmerupakanpendekatanyangbaikuntukzatcairdala

msebagianbesarkondisi(dankadang-kadangjugauntukgas),maka1

=2 ,danpersamaankontinuitasmenjadi:

1 1 =2 2 ..................................................................................................... (2.16)

Persamaaninimenyatakanbahwadimanaluaspenampanglintangbesar,kecepatank

ecil,dandimanaluaspenampangkecil,kecepatanbesar.Untuk

mendapatkankaloryangmaksimalmakaluaspenampangdibuatbesardandebit air yang

digunakan kecil.

2.2.4 Energi dan Head

Energipadaumumnyadidefenisikansebagaikemampuanuntukmelakukan

kerja.Kerjamerupakanhasilpemanfaatandarisebuahgayayangmelewatisuatu

jarakdanumumnyadidefenisikansecaramatematikasebagaihasilperkaliandari

gayadanjarakyangdilewatipadaarahgayayangditerapkantersebut.Energidan

Universitas Sumatera Utara


kerjadinyatakandalamsatuanN.m(Joule).Setiapfluidayangsedangbergerak

selalumempunyaienergi.Dalammenganalisamasalahaliranfluidayangharus

dipertimbangkanadalahmengenaienergipotensial,energikinetikdanenergi

tekanan.Energipotensialmenunjukkanenergiyangdimilikifluidadengantempat jatuhnya.

Energi potensial (Ep),dirumuskan sebagai:

=. .......................................................................................................... (2.17)

Dimana :
EP = energipotensial (J)
W = berat fluida (N)
z = beda ketinggian(m)

Energi kinetik menunjukkan energi yang dimiliki oleh fluida karena pengaruh

1
kecepatan yang dimilikinya. Energi kinetik, dirumuskan sebagai := 2 (2.18)
2

Dimana :
EK = energikinetik (J)
m =massa fluida(kg)
v = kecepatan aliran fluida (m/s)

Energitekanandisebutjugadenganenergialiranadalahjumlahkerjayang

dibutuhkanuntukmemaksaelemenfluidabergerakmenyilangpadajaraktertentu

danberlawanandengantekananfluida.

Besarnyaenergitekanan(EF), dirumuskansebagai:

EF= p . A. L .................................................................................................... (2.19)

Dimana :
EF = energitekanan(J)
p = tekananyang dialami oleh fluida(N/m2)
A = luas penampang aliran (m2)
L = panjangpipa (m)

Besarnya energitekanan, dapat jugadirumuskan sebagai berikut :


= ........................................................................................................... (2.20)

Universitas Sumatera Utara


17

Dimana :
EF = energitekanan(J)
p = tekananyang dialami oleh fluida(N/m2)
W = berat fluida (N)
=berat jenisfluida (N/m3)

Total energi yang terjadi merupakan penjumlahan dari ketiga macam energi

diatas, dirumuskan sebagai:


1 2 .
= . + + .................................................................................. (2.21)
2

Persamaaninidapatdimodifikasiuntukmenyatakantotalenergidengan

head(H)denganmembagimasing-masingvariabeldisebelahkananpersamaan

denganW(berat fluida), dirumuskansebagai:


2
= + + ............................................................................................... (2.22)
2

Dimana:
H = head (m)
Z = head ketinggian (m)
2
= head kecepatan (m)
2

= head tekanan (m)

2.2.5 Persamaan Bernouli

Hukumkekekalanenergimenyatakanenergitidakdapatdiciptakandan

tidakdapatdimusnahkannamundapatdiubahdarisuatubentukkebentuklain.

Energiyangditunjukkandaripersamaanenergitotaldiatas,ataudikenalsebagai

headpadasuatutitikdalamaliransteadyadalahsamadengantotalenergipada

titiklainsepanjangaliranfluidatersebut.Haliniberlakuselamatidakadaenergi yang

ditambahkan ke fluida atau yang diambil dari fluida.

Konsepinidinyatakankedalambentukpersamaanyangdisebutdengan persamaan

Bernoulli,yaitu :

v 12 p1 v 22 p2
z1 + + = z2 + + ....................................................................... (2.23)
2 2

Universitas Sumatera Utara


Dimana:
1dan2 =tekananpada titik1dan2
1dan2 = kecepatanaliranpadatitik 1dan2
1dan 2 = ketinggiantitik1dan 2diukur dari bidangreferensi
= beratjenis fluida
g = percepatan gravitasi

Persamaandiatasdigunakanjikadiasumsikantidakadakehilanganenergi

antaraduatitikyangterdapatdalamaliranfluida,namunbiasanyabeberapahead

lossesterjadidiantaraduatitik.Jikaheadlossestidakdiperhitungkanmakaakan

menjadimasalahdalampenerapannyadilapangan.Jikaheadlossesdinotasikan

denganhlmakapersamaanBernoullidiatasdapatditulismenjadipersamaanbaru,

dirumuskan sebagai:

v 12 p1 v 22 p2
z1 + + = z2 + + + hl ................................................................. (2.24)
2 2

Persamaandiatasdigunakanuntukmenyelesaikanbanyakpermasalahan

tipealiran,biasanyauntukfluidaincompressibletanpaadanyapenambahanpanas

atauenergiyangdiambildarifluida.Namun,persamaaninitidakdapatdigunakan

untukmenyelesaikanaliranfluida yangmengalamipenambahanenergiuntuk

menggerakkanfluidaolehperalatanmekanik,misalnyapompa,turbindan peralatanlainnya.

Universitas Sumatera Utara


19

Gambar 2.7 Ilustrasi persamaan Bernoulli

2.2.6 Aliran Laminer dan Turbulen

Aliranfluidadidalamsebuahpipamungkinmerupakanaliranlaminar

ataualiranturbulen.OsborneReynolds(1842-1912),ilmuwandanahli

matematikaInggris,adalahorangyangpertamakalimembedakanduaklasifikasi aliran ini

dengan menggunakan sebuah peralatansederhana.

Alirandikatakanlaminarjikapartikel-partikelfluidayangbergerak

mengikutigarislurusyangsejajarpipadanbergerakdengankecepatansama.

Alirandisebutturbulenjikatiappartikelfluidabergerakmengikutilintasan

sembarangdisepanjangpipadanhanyagerakanrata-ratanyasajayangmengikuti sumbu

pipa.

Darihasileksperimendiperolehbahwakoefisiengesekanuntukpipa

silindrismerupakanfungsidaribilanganReynold(Re).Dalammenganalisaalirandidalamsal

urantertutup,sangatlahpentinguntukmengetahuitipealiranyang mengalir dalampipa

tersebut.

Universitas Sumatera Utara


Besarnya Reynold (Re), dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

= .......................................................................................................... (2.25)

Dimana:
=massajenisfluida (kg/m3)
d = diameterdalampipa (m)
v = kecepatan aliran rata-rata fluida (m/s)
= viskositas dinamik fluida(Pa.s)

Karenaviskositasdinamikdibagidenganmassajenisfluidamerupakanviskositas

kinematik ()maka bilangan Reynold,dapat juga dinyatakan :



= ............................................................................................................... (2.26)

Sehingga:


= ........................................................................................................... (2.27)

AliranakanlaminarjikabilanganReynoldkurangdari2000danakan

turbulenjikabilangan Reynoldlebihbesardari4000.Jikabilangan Reynold

terletakantara2000 4000maka disebut alirantransisi.

2.2.7 Kerugian Head (Head Losses)

Kerugian head terdiri atas kerugian gesek di dalampipa-pipa,dan kerugian head

di dalambelokan-belokan, reduser, katup-katup, dan sebagainya.

a. KerugianHead Mayor

Aliranfluidayangmelaluipipaakanselalumengalamikerugianhead.Halinidisebab

kanolehgesekanyangterjadiantarafluidadengandindingpipaatau perubahan kecepatan

yang dialami oleh aliran fluida (kerugian kecil).

1. Aliran Laminar

Dalam hal aliran laminar, koefisien kerugian gesek untuk pipa (f) dihitung

dengan rumus:
64
= .............................................................................................................. (2.28)

Universitas Sumatera Utara


21

2. Aliran Turbulen

Untukmenghitungkerugiangesekdalampipapadaaliranturbulen

terdapatberbagairumusempiris.Dibawahinidiberikancaraperhitungan dengan rumus

Hazen-Williamsdan Darcy Weisbach.

Rumus Hazen-Williams

Rumusinipadaumumnyadipakaiuntukmenghitungkerugian

headdalampipayangrelatifsangatpanjangsepertijalurpipapenyalurair minum. Bentuk

umumpersamaan Hazen Williams,yaitu:

10.666 1.85
= L ............................................................................................ (2.29)
1.85 4.85

Dimana:
= kerugian gesekan dalampipa (m)
Q =lajualirandalampipa(m3/s)
L = panjangpipa (m)
c = koefisien kekasaranpipa HazenWilliams
d = diameterdalampipa (m)

Untuk nilaiCdapat dilihat padatabel berikutini:

Tabel 2.1Koefisien kekasaran pipa Hazen Williams

C Factor C Factor
Material Low High

Asbestos-cement 140 140


Cast Iron 100 140
Cement-Mortar Lined Ductile Iron Pipe 140 140
Concrete 100 140
Copper 130 140
Steel 90 110
Galvanizediron 120 120
Polyethylene 140 140
Polyvinyl chloride (PVC) 130 130
Fibre-reinforced plastic(FRP) 150 150
(Sumber: Jack B. Evett, Cheng Liu. Fundamentals of Fluids Mechanics. McGraw Hill.
New York. 1987, hal.161)

Universitas Sumatera Utara


Formula Darcy Weisbach

DengancaraDarcy,koefisienkerugiangesek(f)dihitungmenurutrumus:
0,0005
= 0,020 + ....................................................................................... (2.30)

Kerugianheadakibatgesekandapatdihitungdenganmenggunakan rumus berikut,

yaitu :

2
= ...................................................................................................... (2.31)
2

Dimana :
hf = kerugian head karena gesekan(m)
f = faktor gesekan (dapatdicari dengan diagramMoody)
d = diameterdalampipa (m)
L = panjangpipa (m)
v = kecepatan aliran rata-rata fluida dalampipa (m/s)
g =percepatangravitasi (ms2 )

DiagramMoodytelahdigunakanuntukmenyelesaikan

permasalahanaliranfluidadidalampipadenganmenggunakanfaktor gesekan pipa (f) dari

rumus Darcy Weisbach.

Gambar 2.8DiagramMoody

Dimananilaikekasaranuntukbeberapajenispipadisajikandalam tabel 2.2


berikutini:

Universitas Sumatera Utara


23

Tabel 2.2Nilai kekasaran () dindinguntuk berbagai pipa komersil


Kekasaran
Bahan
ft m
Riveted 0.003- 0.03 0.0009- 0.009
Concrete 0.001 0.01 0.0003- 0.003
Wood Stave 0.0006- 0.003 0.0002- 0.009
Cast Iron 0.00085 0.00026
GalvanizedIron 0,0005 0,00015
Asphalted Cast Iron 0,0004 0,0001
Commercial Steel or Wrought Iron 0,00015 0,000046
Drawn Brass or Copper Tubing 0,000005 0,0000015
Glass and Plastic smooth smooth
Sumber: Jack B. Evett, Cheng Liu. Fundamentals of Fluids Mechanics. McGraw Hill.
New York. 1987, hal. 134.)
b. KerugianHead Minor

Selainkerugianyangdisebabkanolehgesekan,padasuatujalurpipajugaterjadikerug

iankarenakelengkapanpipasepertibelokan,siku,sambungan,katup

dansebagainyayangdisebutdengankerugiankecil(minorlosses).Besarnya kerugian minor

akibat adanya kelengkapan pipa,dirumuskan sebagai:

2
hm = n. k. ................................................................................................ (2.32)
2

Dimana :
hm = head minor
n = jumlah kelengkapanpipa
k = koefisien kerugian
v = kecepatan aliran fluida dalampipa (m/s2)

Menurutpersamaandiatasyaituuntukpipayangpanjang(L/d>1000),

minorlossesdapatdiabaikantanpakesalahanyangcukupberartitetapimenjadi penting pada

pipa yangpendek.

2.3 Pompa Hidram

PompahidrampertamakalidibuatolehJohnWhitehurstseorangpeneliti

asalInggrispadatahun1772.PompahidrambuatanWhitehurstmasihberupa

Universitas Sumatera Utara


hidrammanual, di mana katup limbahmasih digerakkan secara manual. Pompa ini

pertamakalidigunakanuntukmenaikkanairsampaiketinggian4,9meter(16

kaki).Padatahun1783,WhitehusrtmemasangpompasejenisinidiIrlandiauntuk keperluan

air bersih sehari-hari.

PompahidramotomatispertamakalidibuatolehseorangilmuwanPrancis

bernamaJosephMichelMontgolfierpadatahun1796.DesainpompabuatanMontgolfiersud

ahmenggunakan2buahkatup(wastevalvedandeliveryvalve)

yangbergeraksecarabergantian.Pompainikemudiandigunakanuntuk

menaikkanairuntuksebuahpabrikkertasdidaerahVoiron.Satutahunkemudian, Matius

Boulton, memperoleh hak paten atas pompa tersebut di Inggris.

Padatahun1820,melaluiEastonsFirmayangmengkhususkanusahanya

dibidangairdansistemdrainase,JosiahEastonmengembangkanhidramhingga

menjadiusaharamterbaikdalampenyediaanairbersihuntukkeperluanrumah

tangga,peternakandanmasyarakatdesa.Padatahun1929,usahaEastonsini

dibeliolehGreenandCarter,yangkemudianmeneruskanmanufakturram tersebut.

DiBenuaAmerika,hakpatenhidram pertamakalidipegangolehJ.

CernaudanSSHallet,diNewYork.Pompatersebutsebagianbesardigunakandi

daerahpertaniandanpeternakan.Memasukiperiodeberikutnya,kepopuleran hidrammulai

berkurang,seiring berkembangnyapompa elektrik.

DikawasanAsia,pompahidrammulaidioperasikandiTajMahal,Agra,

Indiapadatahun1900.Pompahidramyangdipasangdidaerahtersebutadalah

BlacksHydramyangdibuatolehJohnBlackLtd,sebuahperusahaanasal

Inggris.BlacksHydramdigunakanuntukmemompaairdengandebit31,5liter

perdetik.SelaindiAgra,BlacksHydramjugadipasangdidaerahRisalpur,

Universitas Sumatera Utara


25

Pakistan,padatahun1925.Ditempatitu,BlacksHydramberhasilmemompaair hingga

ketinggian 18,3mdengan debit mencapai 56,5 Liter/detik.

Padaakhirabad20,penggunaanpompahidramkembalidigalakkanlagi,

karenakebutuhanpembangunanteknologidinegara-negaraberkembang,dan

jugakarenaisukonservasi energidalammengembangkanperlindungan ozon.

ContohpengembangpompahidramyangbaikadalahAIDFoundationdiFilipina.

Merekamengembangkanpompahidramuntukdigunakandidesa-desaterpencil. Oleh

sebab itu merekameraih Penghargaan Ashden.

Kelebihan Pompa Hidram

Manfaat Hidram yang paling signifikan adalah efisiensi biaya untuk membeli

energi seperti listrik. Dengan berfungsinya Hidram maka lahan-lahan yang dulunya

tidak terjangkau irigasi dapat dipergunakan untuk budidaya tanaman. Dapat pula

dipergunakan sebagai penyuplai air kebutuhan industri dan rumah tangga termasuk air

minum dengan menggunakan filtrasi. Usaha perikanan dan peternakan juga akan

sangat terbantu dengan adanya aliran air. Dengan sedikit memodifikasi, aliran air

dalam pompa hidram juga dapat berfungsi menggerakkan turbin generator.

Dalam tataran yang lebih makro, dengan semakin banyak pompa hidram

dioperasikan, dapat mengurangi resiko banjir. Kemudian dengan semakin meratanya

penggunaan air, maka tanaman keras di perbukitan akan lebih mudah tumbuh, ini

berarti konservasi lahan dan air tanah juga semakin terjaga, ditambah dengan manfaat

berkurangnya tanah longsor dan erosi di perbukitan yang semakin rimbun tanaman

keras.

Kelemahan Pompa Hidram

Universitas Sumatera Utara


Sebagai suatu teknologi alternatif yang memiliki kelebihan, pompa hidram

juga memiliki beberapa kelemahan. Beberapa permasahan yang mungkin timbul

dalam pengoperasian pompa hidram antara lain:

1. Klep pembuangan tidak dapat naik atau menutup, disebabkan beban klep

terlalu berat atau debit air yang masuk pompa kurang. Dapat diatasi dengan

mengurangi beban atau memperpendek as klep pembuangan.

2. Klep pembuangan tidak mau turun atau membuka, karena beban klep terlalu

ringan, jadi bisa diatasi dengan menambah beban klep atau memperpanjang as

klep pembuangan.

3. Tinggi pemompaan di bawah rasio rumus, yaitu setiap terjunan 1 meter dapat

menaikkan setinggi 5 meter. Penyebab pertama adalah terjadinya kebocoran

atau tidak rapatnya klep. Penyebab kedua rasio diameter pipa input dibanding

pipa output lebih besar dari 1 berbanding 0,5. Dapat diatasi dengan memeriksa

dan memperbaiki klep atau mengurangi diameter pipa output. Penyebab ketiga

adalah terlalu banyaknya hambatan pada pipa output menuju baktandon,

berupa banyaknya belokan pipa. Agar hal tersebut tidak terjadi, pada saat

instalasi pipa sedapat mungkin dikurangi lekukan atau belokan pipa menuju

tandon.

2.3.1 Komponen Utama Pompa Hidram dan Fungsinya

Beberapakomponenutamasebuahpompahidramdijelaskanpadauraian di bawah

ini:

1. Katup Limbah (Waste Valve)

Universitas Sumatera Utara


27

Katuplimbahmerupakansalahsatukomponenterpentingpompahidram,

olehsebabitukatuplimbahharusdirancangdenganbaiksehinggaberatdangerakannyadapat

disesuaikan.

Katuplimbahsendiriberfungsiuntukmengubahenergikinetikfluidakerja

yangmengalirmelaluipipapemasukanmenjadienergitekanandinamisfluida yang akan

menaikkan fluida kerja menuju tabungudara.

Beberapa desain katup limbah yang sering digunakan diantaranya:

(a) (b)

(c)

Gambar 2.9Contoh desain katuplimbah. (a) katup kerdamsederhana; (b) katup


karetlentur;(c) katup kerdamberpegas.

Adapunbagian- bagiansebuahkatuplimbahdapatdilihatdarigambar dibawah ini:

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.10Bagian-bagiankatuplimbah.

Keterangangambar 2.10 :

1) Tangkai katup

2) Mur penjepit atas

3) Karet katup

4) Plat katup

5) Mur penjepit bawah

Katuplimbahdenganbebanyangberatdanpanjanglangkahyangcukup

jauhmemungkinkanfluidamengalirlebihcepat,sehinggasaatkatuplimbah

menutup,akanterjadilonjakantekananyangcukuptinggi,yangdapat

mengakibatkanfluidakerjaterangkatmenujutabungudara.Sedangkankatup

limbahdenganbebanringandanpanjanglangkahlebihpendek,memungkinkan

terjadinyadenyutanyanglebihcepatsehinggadebitairyangterangkatakanlebih besar

dengan lonjakantekanan yanglebih kecil.

2. Katup Pengantar(Delivery Valve)

Katuppengantaradalahsebuahkatupsatuarahyangberfungsiuntuk

menghantarkanairdaribadanhidrammenujutabungudarauntukselanjutnya

dinaikkanmenujutangkipenampungan.Katuppengantarharusdibuatsatuarah

agarairyangtelahmasukkedalamtabungudaratidakdapatkembalilagike

dalambadanhidram.Katuppengantarharusmempunyailubangyangbesar

sehinggamemungkinkanairyang dipompamemasukiruangudara tanpa hambatan pada

aliran.

3. Tabung Udara (Air Chamber)

Universitas Sumatera Utara


29

Tabungudaraharusdibuatdenganperhitunganyangtepat,karenatabung

udaradigunakanuntukmemampatkanudaradidalamnyadanuntukmenahan

tekanandarisiklusram.Selainitu,denganadanyatabungudaramemungkinkan

airmelewatipipapengantarsecarakontinui.Jikatabungudarapenuhterisiair,

tabungudaraakanbergetarhebat,dapatmenyebabkantabungudarapecah.Jika terjadi

kasusdemikian, ramharus segera dihentikan.

Pendapatdaribeberapaahli,untukmenghindarihal-haldiatas,volume tabung udara

harus dibuat sama dengan volumedari pipa pengantar.

4. Katup Udara (Air Valve)

Udaradalamtabungudara,secaraperlahan- lahanakanikutterbawake

dalampipapengantarkarenapengaruhturbulensiair.Akibatnya,udaradalam pipa perlu

diganti dengan udara baru melalui katup udara.

Ukurankatupudaraharusdisesuaikansehinggahanyamengeluarkan

semprotanairyangkecilsetiapkalilangkahkompresi.Jikakatupudaraterlalu

besar,udarayangmasukakanterlampaubanyakdanramhanyaakanmemompa

udara.Namunjikakatupudarakurangbesar,udarayangmasukterlampausedikit,

ramakanbergetarhebat,memungkinkantabungudarapecah.Olehkarenaitu, katup

udaraharus memiliki ukuran yang tepat.

5. Pipa Masuk (DrivenPipe)

Pipamasukadalahbagianyangsangatpentingdarisebuahpompahidram.

Dimensipipamasukharusdiperhitungandengancermat,karenasebuahpipa

masukharusdapatmenahantekanantinggiyangdisebabkanolehmenutupnya

katuplimbahsecaratiba-tiba.Untukmenentukanpanjangsebuahpipamasuk, bisa

digunakan referensiyang telah tersediaseperti di bawah ini:

Universitas Sumatera Utara


6H< L< 12H (Eropa danAmerika Utara)

L= h + 0.3 (h/H) (Eytelwein)

L= 900 H/(N2 x D) (Rusia)

L= 150 <L/D< 1000 (Calvert)

dengan :
L = panjangpipa masuk
H = head supply
h = head output
D = diameter pipa masuk
N = jumlah ketukan katup limbah per menit.

Menurutbeberapapenelitianyangtelahdilakukan,referensiperhitungan panjang

pipa masuk oleh Calvert memberikan hasil yang lebih baik.

2.3.2 Sistem Operasi Pompa Hidram

Berdasarkanposisikatuplimbahdanvariasikecepatanfluidaterhadap

waktu,sistemoperasi sebuah pompa hidramdapat dibagi menjadi 4periode, seperti

padagambar 2.11:

Gambar 2.11Perubahan kecepatan terhadap waktupada pipamasuk

Universitas Sumatera Utara


31

Penjelasan gambar 2.11 :

A. Katuplimbahterbukadanairmulaimengalirmelaluipipamasuk,memenuhi

badanhidramdankeluarmelaluikatuplimbah.Karenapengaruhketinggian

supplytank,airyangmengalirtersebutmengalamipercepatansampai

kecepatannyamencapaivo.Posisideliveryvalvemasihtertutup.Padakondisi

awalsepertiini,tidakadatekanandalamtabungudaradanbelumadaairyang keluar

melalui delivery pipe.

Gambar 2.12Skema pompa hidrampada kondisi A

B. Airtelahmemenuhibadanhidram,ketikatekananairtelahmencapainilai

tertentu,katuplimbahmulaimenutup.Padapompahidramyangbaik,proses

menutupnyakatup limbah terjadi sangat cepat.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.13Skema pompa hidrampada kondisi B

C. Katuplimbahmasihtertutup.Penutupankatupyangdengantiba-tibatersebut

menciptakantekananyangsangatbesardanmelebihitekananstatispipamasuk.

Kemudiandengancepatkatuppengantarterbuka,sebagianairterpompamasuk

ketabungudara.Udarapadatabungudaramulaimengembanguntuk

menyeimbangkan tekanan , dan mendorong air keluar melalui delivery pipe.

Gambar 2.14Skema pompa hidrampada kondisi C

D. Katuppengantartertutup.Tekanandidekatkatuppengantarmasihlebihbesar

daripadatekananstatispipamasuk,sehinggaaliranberbalikarahdaribodi

hidrammenujusupplytank.Peristiwainilahyangdisebutdenganrecoil.Recoil

menyebabkanterjadinyakevakumanpadabodihidram,yangmengakibatkan

Universitas Sumatera Utara


33

masuknya sejumlah udara dari luar masuk ke bodi hidram melalui

katuppernapasan(airvalve).Tekanandisisibawahkatuplimbahjugaberkurang,dan

jugakarenaberatkatuplimbahitusendiri,makakatuplimbahkembaliterbuka.

Tekananairpadapipakembaliketekananstatissebelumsiklusberikutnyaterjadi

lagi.

Gambar 2.15Skema pompa hidrampada kondisi D

Bentukidealdaritekanandankecepatanaliranpadaujungpipa

pemasukandankedudukankatuplimbahselamasatusikluskerjahidram, diperlihatkan

dengan sangat sederhana dalamgambar 2.16.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.16Diagramsatu siklus kerja hidram

Keterangangambar2.16:

Periode1:Akhirsiklusyangsebelumnya,kecepatanairmelaluirambertambah,

airmelaluikatuplimbahyangsedangterbuka,timbultekanannegatif yang kecil

dalamhidram.

Periode2: Aliranbertambahsampaimaksimummelaluikatuplimbahyang

terbukadantekanandalampipapemasukanjugabertambahsecarabertahap.

Periode3:Katuplimbahmulaimenutupdengandemikianmenyebabkannaiknya

tekanandalamhidram,kecepatanalirandalampipapemasukantelah

mencapaimaksimum.

Periode4:Katuplimbahtertutup,menyebabkanterjadinyapaluair(water

hammer)yangmendorongairmelaluikatuppengantar.Kecepatan aliran pipa

pemasukan berkurang dengan cepat.

Universitas Sumatera Utara


35

Periode5:Denyuttekananterpukulkedalampipapemasukan,menyebabkan

timbulnyahisapankecildalamhidram.Katuplimbahterbukakarena

hisapantersebutdanjugakarenaberatnyasendiri.Airmulaimengalir lagi

melaluikatup limbah dan siklushidramterulang kembali.

2.4 Persamaan Energi Pada Pompa Hidram

2.4.1 Energi Yang Dibangkitkan Pada Pompa Hidram

Energiyangdibangkitkanpada

pompahidramberasaldarienergifluidaitusendiri.Airyangmengalirmelalui

pipamasukdariketinggianH(ketinggianpermukaanairdalamsupplytank),

mengalamipercepatan.Untuklebihjelasnya bisa dilihat pada gambar 2.17

Gambar 2.17Skema instalasi pompa hidram

Berdasarkangambardiatas,dapatdituliskanpersamaanBernoullisebagai berikut:

2 32 3
+ + Zo HL= + + Z3 ............................................................. (2.33)
2g 2g

Dengan:
0 = tekananpadatitik0 yaitutekananatmosfer (=0)(m2)

Universitas Sumatera Utara


3 =tekananpadatitik3(m2)
0 = kecepatanaliran air pada titik0 (= 0)karena debit konstan, (m/s)
3 =kecepatanaliranairpadatitik3
0 = ketinggiantitik 0daridatum (m)
3 =ketinggian titik 3(= 0)karenadiasumsikan segaris datum,(m)
= head losses (m)
= massajenis fluida,untuk air= 1000 (gm3)
g =percepatangravitasi(m/s2)

Jikadimasukkanharga- hargayangtelahditentukan,makapersamaan Bernoulli

diatas menjadi:
3
H HL = ..................................................................................................... (2.34)
g

DenganHLatauHeadLossterdiridariMajorHeadLossdanMinorHead

Loss.Karenaairmengalirdarisupplytankyangmemilikiketinggiantertentu,

makaakantimbulgayayangdisebabkanpercepatanyangdialamiair,yang

besarnyasamadenganhasilkalimassafluidayangmengalirdanpercepatanyang dialami

fluida (Hukum Newton). Seperti di bawah ini:

=.a ............................................................................................................ (2.35)

Dengan:
F = gaya fluida yang mengalir (N)
m =massa fluida yang mengalir(kg)
= percepatanfluidayangmengalir(m/s2)

Tekanandititik3dapatdicaridengancaramembagigayapadatitik3 (gaya

akibatpercepatanair) dengan luas penampang pipa masuk (A).


P3 = = ............................................................................................. (2.36)
dt

Karena,

3 .
= ....................................................................................................... (2.37)
g.dt

Universitas Sumatera Utara


37

Dengan HLadalah head losses pada pipa, yang besarnya ditentukan dengan

persamaan di bawah ini:

2 2
HL = f + 2 .................................................................................. (2.38)
D 2g

Dengan:
= head losses (m)
f = faktor gesekan bahan pipa masuk
L = panjangpipa masuk (m)
D = diameter pipa masuk (m)
K = faktor kontraksi

Untukmenghitungbesarnyaenergiyangdibangkitkanpadapompa

hidram,kitatinjaukondisidimasingmasingtitiksaatawalpengoperasian

pompahidram,dimanapadakondisidemikianairyangmasukkebadanhidramlangsungkelu

armelalui katuplimbahdengankecepatantertentu(3 ),dantekanan di titik 3, P3akan sama

dengan atmosfer (= 0) karena katup limbah dalamkeadaan terbuka penuh. Sehingga

persamaan Bernoulliakan menjadi:

32
H - HL = ...................................................................................................... (2.39)
2g

Kecepatanv3dapatdihitungdenganmenggunakanpersamaankontinuitas,

dimanahargadebit(Q)bernilaikonstan(kondisiawalsemuafluidayangmasuk langsung

keluar melaluikatup limbah). Sehingga:

Q = V3 x Awaste ................................................................................................ (2.40)

Dengan:
=debit airyangkeluarmelaluikatuplimbah (m3/s)
V3 =kecepatanair dititik 3(m/s)
t= luaspenampanglubangkatuplimbah(m2)

Setelah nilai V3 didapatkan, maka kita dapat menghitung energiyang

dibangkitkan hidram dengan rumus:


1
E= . . 32 ................................................................................................... (2.41)
2

Universitas Sumatera Utara


Dengan:
E = energi hidram (J)
m =massa fluida yang mengalir(kg)
3 = kecepatanmassa fluidayang mengalir(m/s)

2.4.2 Peningkatan Tekanan PadaPompa Hidram Akibat Peristiwa Palu Air

Prinsipkerjapompahidramadalahmembuatairyangmengalirmelalui

pipamasukberhentisecaratiba-tiba,yangakanmengakibatkanterjadinya

kenaikanheadtekananpadaair.Besarnyakenaikanheadtekanandapatdihitungdengan

persamaan Joukowsky, seperti di bawahini:

(12)
= ................................................................................................. (2.42)
g

Dimana:
= kenaikanhead tekanan (m)
c = kecepatan gelombang suara dalamair(m/s)
1 = kecepatanair sebelumvalve menutup(m/s)
2 = kecepatanair sesudahvalve menutup(m/s)
=percepatangravitasi (m/s2)

Menurut David dan Edward, kecepatan gelombang suara di dalamair

didefinisikan dengan persamaan:

1/2
c= ...................................................................................................... (2.43)

Dimana:
=modulusbulk
= massa jenisfluida (kg/m3)
c =kecepatan gelombangsuara

Untukpeningkatantekananakibatpenutupankatupsecaragradual,dapat dihitung

menggunakan rumus:


h = ............................................................................................................ (2.44)
gt

dengan:

Universitas Sumatera Utara


39

= kenaikantekanan akibat paluair(m)


v = kecepatan aliran (m/s)
L = panjangpipa (m)
g =percepatangravitasi(m/s2)
t = waktu penutupan katup (s)

2.4.3 Daya Pompa Hidram

Untuk menghitung daya yang dihemat oleh pompa hidram digunakan rumus:

P = g Q hp ..................................................................................................... (2.45)

Dimana:
P = daya yang dihemat (W)
=massajenisair(kg/m3)
g =percepatangravitasi (m/s2)
Q =debit limbah(m3/s)
= head pemompaan (m)

2.4.4 Efisiensi Daya Pompa Hidram

Ada duametode dalamperhitungan efisiensi dayapompa hidram, yaitu :

Menurut D Aubuisson :

MenurutDAubuisson,katuplimbahdigunakansebagaidatum.Untuk lebih

memahami, dapat dilihat padagambar 2.18.

Gambar 2.18Datumdalamperhitungan efisiensi menurut DAubuisson

Sehingga dapat dirumuskan:

Universitas Sumatera Utara


(+)
A = .................................................................................................... (2.46)
(Q+q)H

dimana:
= efisiensidaya pompahidrammenurut D Aubuisson
q =debithasil(m3/s)
Q =debitlimbah(m3/s)
h = head keluar (m)
H = head masuk (m)

Menurut Rankine :

MenurutRankine,permukaanairpadatangkipemasukandigunakan sebagai datum.

Untuk lebih memahami, dapat dilihat pada gambar 2.19.

Gambar 2.19Datumdalamperhitungan efisiensi menurut Rankine

Sehingga dapat dirumuskan:


R = ............................................................................................................ (2.47)
QH

Dimana:

Universitas Sumatera Utara


41

= efisiensihidrammenurut Rankine
q =debithasil(m3/s)
Q =debitlimbah(m3/s)
h = head keluar (m)
H = head masuk (m)

2.5 Dasar Perencanaan Pompa

Dalamperancanganpompauntukmemindahkanfluidadarisuatutempatke tempat

yang lain denganhead tertentu diperlukanbeberapasyarat utama, yaitu:

2.5.1 Kapasitas

Kapasitas pompaadalahjumlahfluidayang dialirkanolehpompaper

satuanwaktu.Kapasitaspompainitergantungpadakebutuhanyangharus dipenuhi sesuai

dengan fungsi pompa yang direncanakan.

2.5.2 Head Pompa

Headpompaadalahketinggiandimanakolomfluidaharusnaikuntuk

memperolehjumlahyangsamadenganyangdikandungolehsatuanbobotfluida pada

kondisiyang sama.Head ini adadalamtiga bentuk, yaitu :

a. Head potensial

Didasarkanpadaketinggianfluidadiatasbidangbanding(datumplane).

JadisuatukolomairsetinggiZmengandungsejumlahenergiyangdisebabkan oleh posisinya

atau disebut fluida mempunyai head sebesarZkolomair.

b. Head kecepatan

Headkecepatanatauheadkinetikyaitusuatuukuranenergikinetikyang dikandung

2
fluida yang disebabkan oleh kecepatannya dan dinyatakan dengan persamaan :
2

Universitas Sumatera Utara


c. Head tekanan

Headtekananadalahenergiyangdikandungfluidaakibattekanannyadan

dinyatakandengan.Headtotaldaripompadiperolehdenganmenjumlahkan

headyangdisebutdiatasdengankerugian-kerugianyangtimbuldalaminstalasi

pompa (headmayor dan head minor)

2.6 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah suatu pembangkitan energi

listrik dengan mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik oleh turbin dan

diubah lagi menjadi energi listrik oleh generator dengan memanfaatkan ketinggian dan

kecepatan aliran air.

Berdasarkan output yang dihasilkan, pembangkit listrik tenaga air

dibedakanatas :

1. Large-hydro:lebihdari100 MW

2. Medium-hydro:antara15100 MW

3. Small-hydro:antara115MW

4. Mini-hydro:Dayadiatas 100kW,tetapidibawah1MW

5. Micro-hydro:antara5kW100kW

6. Pico-hydro:dayayangdikeluarkan5kW

Pembangkitlistrik tenagaairmikrohidromerupakanpembangkitlistrik

yangmenghasilkankeluarandayalistrikantara 5kW100kW.

2.6.1 Prinsip Pembangkit Listrik Tenaga Air

Universitas Sumatera Utara


43

Pembangkitantenagaairadalahsuatubentukperubahantenagadaritenaga

airdenganketinggiandandebittertentumenjaditenagalistrik,dengan

menggunakanturbinairdangenerator.

Dayayangdihasilkandapatdihitungberdasarkanrumusberikut:

P=.Q.h.g ....................................................................................................... (2.48)

Dimana:
P =Dayakeluaran secarateoritis (watt)
=Massajenisfluida(kg/m3)
Q =Debitair(m3/s)
h =Ketinggianefektif(m)
g =Gayagravitasi(m/s2)
2.6.2 Prinsip Pembangkit Listrik Pompa Vakum Yang Memanfaatkan Pipa

Kapiler

Pembangkit listrik pompa vakum yang memanfaatkan pipa kapiler adalah

pembangkitlistrikyangmemanfaatkannaiknyafluidamelaluipipakapilerdibatangtumbuha

nyangaliranairnyaberasaldariakarmenujubatang,mengalirnaikterusmenujudaunsertake

mbalilagidaridaunmenuju ke bawahtanahsehinggasifatfluidanya berotasi.

Dariperistiwanaikdanturunnyaair

padatumbuhan,makadibuatkanprotipeyangmengacupadaprosesnaiknyaairkeatassecaran

atural.

Airyangberadadiatasditampungkebakkemudiandisalurkanuntukmenggerakkanb

aling-balingpadageneratorsehinggamenghasilkanlistrik.

Universitas Sumatera Utara


Gambar 2.20Site Plan prinsip dasar kinerja pompa vakum kapiler
(Sumber: http://profitsakinah.blogspot.com/2012/12/mikro-hidro-kapiler-alternatif-
energi.html)

Prinsip dasar kinerja pompa vakum kapiler merupakan sebuah pemanfaatan

energi potensial yang dimiliki oleh aliran air yang kita simpan pada bak tendon atau

menara air pada jarak ketinggian tertentu menuju instalasi pembangkit listrik berupa

girbox dengan turbin tadi kemudian mengalirkannya kembali ke tempat semula secara

berkelanjutan (continue).

2.6.3 Keuntungan dan Kerugian Antara Pompa Vakum yang Memanfaatkan

Pipa Kapiler Dengan Alat Percobaan Heron Fountain

Ada beberapa keunggulan Pompa vakum yang memanfaatkan pipa kapiler

dibandingkan alat percobaan heron fountain meliputi :

Universitas Sumatera Utara


45

1. Dibandingkan dengan alat percobaan heron fountain, pompa vakum yang

memanfaatkan pipa kapiler ini bisa digunakan untuk menaikkan air dari sumur

tanpa menggunakan pompa listrik secara kontinui.

2. Dengan sedikit modifikasi pada pompa vakum yang memanfaatkan pipa

kapiler ini bisa menghasilkan daya listrik dengan memanfaatkan siklus air

yang berputar terus menerus pada pompa vakum dengan meletakkan turbin

pada saluran pipa pengeluaran.

3. Dibandingkan dengan alat percobaan heron fountain, pompa vakum yang

memanfaatkan pipa kapiler ini bisa bekerja terus menerus selama 24 jam tanpa

menggunakan energi dari luar untuk pengoperasian alat pompa vakum

tersebut, sedangkan alat heron fountain harus di isi terus menerus airnya ke bak

penampung agar alatnya bisa berjalan, ini merupakan suatu konsep yang tidak

efisien bila digunakan dikarenakan masih menggunakan energi dari luar untuk

pengoperasiannya.

4. Kontruksinya yang portable dan sederhana, sehingga cocok digunakan di

berbagai tempat seperti : daerah terpencil di pedalaman yang jauh dari sumber

air, pemukiman padat penduduk/rumah susun dan juga perusahaan-perusahaan

(misalnya, sebagai solusi jaringan listrik untuk tower pemancar jaringan

telekomunikasi di pengunungan).

5. Tidak menimbulkan pencemaran.

6. Tidak mengeluarkan biaya bulanan seperti listrik konvensional, karena dapat

menjadi milik pribadi atau kelompok yang menghendaki. Tentunya dengan

memperbesar volume, ketinggian dan memperpanjang lintasan air ke turbin,

Universitas Sumatera Utara


sehingga daya yang dihasilkannya dapat digunakan untuk mengaliri listrik satu

rumah.

Universitas Sumatera Utara